Tag: bhutan

  • Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana

    Kerajaan Bhutan mencetak sejarah baru dalam dunia keuangan global dengan mengumumkan peluncuran TER, token digital berdaulat yang didukung cadangan emas fisik negara. Token ini akan diterbitkan di blockchain Solana dan dijadwalkan debut pada 17 Desember 2025.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh Gelephu Mindfulness City (GMC) dan menandai salah satu langkah paling berani dari sebuah negara dalam memanfaatkan teknologi blockchain publik untuk mengelola kekayaan berdaulatnya. TER, yang berarti “Treasure” dalam bahasa Dzongkha, merupakan hasil kolaborasi antara GMC, DK Bank, dan perusahaan teknologi tokenisasi aset nyata Matrixdock.

    Baca juga: 4 Bukti Solana Kembali Menggeliat dan Siap Tembus $145

    Dilaporkan Coinspeaker, DK Bank, bank digital berlisensi pertama di Bhutan, akan bertanggung jawab atas distribusi serta kustodi token tersebut. Sementara itu, Matrixdock menyediakan teknologi tokenisasi yang memungkinkan aset emas fisik ditransformasikan ke dalam bentuk digital. Solana dipilih karena kemampuan pemrosesan transaksinya yang tinggi dan biaya yang rendah. Harga token SOL sendiri tercatat stabil, diperdagangkan di kisaran $137,34, naik 3,74% dalam 24 jam terakhir.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi Bhutan untuk memodernisasi infrastruktur finansialnya. Negara kecil di Himalaya tersebut sebelumnya juga telah menjajaki pengembangan CBDC bersama Ripple dan diketahui aktif dalam aktivitas penambangan Bitcoin.

    Dampak Institusional: Semua Mata Kini Tertuju ke Bhutan

    Pergerakan harga Solana SOL/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana SOL/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tokenisasi aset dunia nyata bukanlah konsep baru, namun keputusan sebuah negara untuk menempatkan cadangan emas berdaulat di blockchain publik menjadi preseden penting dalam pemanfaatan teknologi buku besar terdistribusi untuk keuangan pemerintahan.

    Langkah ini dinilai sebagai ujian besar terhadap keamanan dan keandalan blockchain publik dalam mengelola aset negara. Pelaku industri keuangan global disebut tengah mengamati bagaimana regulasi diterapkan atas TER serta bagaimana mekanisme kustodi oleh DK Bank berjalan.

    Keberhasilan upaya ini diprediksi dapat membuka jalan bagi negara-negara kecil lain untuk meningkatkan likuiditas dan akses terhadap kekayaan nasional mereka. Pilihan Bhutan terhadap Solana juga dinilai memperkuat persepsi bahwa jaringan tersebut semakin siap digunakan untuk aplikasi institusional berskala besar.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

    Bhutan tengah memigrasikan sistem identitas mandiri ke Ethereum dari Polygon, yang memungkinkan hampir 800.000 penduduknya untuk memverifikasi identitas mereka dan mengakses layanan pemerintah.

    Integrasi dengan Ethereum telah selesai, sementara migrasi semua kredensial penduduk diperkirakan selesai pada kuartal pertama tahun 2026.

    Pengumuman ini dihadiri oleh Presiden Ethereum Foundation Aya Miyaguchi, yang bergabung dengan salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, pada upacara peluncuran bersama Perdana Menteri Bhutan, Tshering Tobgay, dan Putra Mahkota, Jigme Namgyel Wangchuk.

    Baca Juga: Melesat! Ethereum Tembus $3.817, Bullish Kembali Mengudara

    Pertama di Dunia

    “Sangat menginspirasi melihat sebuah negara berkomitmen untuk memberdayakan warganya dengan identitas berdaulat,” tulis Miyaguchi di X, seraya menambahkan bahwa integrasi Ethereum ini merupakan yang pertama di dunia.

    “Tonggak sejarah ini tidak hanya menandai pencapaian nasional, tetapi juga langkah global menuju masa depan digital yang lebih terbuka dan aman dalam jangka panjang,” imbuhnya.

    Mengintegrasikan solusi berbasis blockchain ke dalam sistem ID nasional pemerintah telah lama disebut-sebut sebagai kasus penggunaan kripto yang menjanjikan, karena fitur kekekalan, transparansi, dan privasinya, terutama ketika bukti tanpa pengetahuan diterapkan.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ethereum, Solusi ID Nasional Blockchain Ketiga di Bhutan

    Perlu diketahui, Bhutan sebelumnya telah menjalankan sistem identitas nasionalnya di Polygon sejak Agustus 2024, Setelah beralih dari Hyperledger Indy. 

    Selain Bhutan, Brasil dan Vietnam termasuk di antara sedikit negara lain yang telah mengintegrasikan sebagian solusi identitas mandiri berbasis blockchain hingga saat ini.

    Miyaguchi mencatat bahwa tim Identitas Digital Nasional dan GovTech Bhutan memainkan peran penting dalam integrasi Ethereum, serta kontributor lain dalam komunitas kripto Bhutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Luncurkan Visa Berbasis Solana, Tapi Harga SOL Justru Tertekan

    Bhutan resmi meluncurkan visa berbasis Solana yang ditujukan bagi digital nomad, menjadikannya inisiatif pertama di dunia yang mengintegrasikan blockchain Solana dalam sistem visa negara. Langkah ini memperluas adopsi blockchain di tingkat kedaulatan, meski permintaan pasar terhadap token SOL masih menunjukkan pelemahan.

    Di tengah kabar positif tersebut, harga SOL justru turun ke kisaran US$76 dan keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung selama beberapa pekan.

    Visa Solana dan Ekspansi Infrastruktur Digital Bhutan

    Dilaporkan BeInCrypto, peluncuran visa berbasis Solana ini melanjutkan inisiatif Bhutan sebelumnya, termasuk penerbitan token berbasis emas bernama TER di jaringan yang sama.

    Langkah tersebut memperkuat posisi Solana sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan dalam proyek berskala negara. Adopsi tingkat pemerintahan dinilai meningkatkan kredibilitas dan legitimasi Solana sebagai platform yang skalabel.

    Namun, ekspansi ekosistem ini belum mampu mendorong sentimen bullish di pasar dalam jangka pendek.

    Holder Realisasikan Kerugian $317 Juta

    Data on-chain menunjukkan investor SOL masih berhati-hati. Realized Net Profit and Loss mencatat lonjakan kerugian terealisasi sebesar US$68 juta dalam 24 jam terakhir, sehingga total kerugian terealisasi mencapai US$317 juta.

    Kondisi ini menunjukkan banyak investor menjual di bawah harga beli, mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual yang berkelanjutan memperbesar risiko penurunan lanjutan.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pasar Derivatif Dominasi Posisi Short

    Sentimen bearish juga terlihat di pasar derivatif. Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi short atas long.

    Jika harga SOL naik ke US$89, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$1,15 miliar. Sebaliknya, jika harga turun ke US$67, potensi likuidasi long hanya sekitar US$242 juta.

    Ketimpangan ini menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi bearish jika terjadi lonjakan harga mendadak.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, adopsi tingkat negara oleh Bhutan memperkuat kredibilitas Solana sebagai infrastruktur digital skala besar yang efisien. Namun, kontradiksi antara ekspansi utilitas nyata dan sentimen pasar yang bearish (realized losses 17M) menunjukkan bahwa adopsi fundamental saat ini belum mampu melawan tekanan makro harga.

    “Secara teknis, Solana sedang berada dalam fase ‘volatility squeeze’ yang dapat memicu breakout besar jika support 3 berhasil dipertahankan,” tuturnya.

    Volatility Squeeze Isyaratkan Pergerakan Tajam

    Secara teknikal, Bollinger Bands mulai menyempit, menandakan potensi volatility squeeze. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan.

    Jika SOL kehilangan support US$73, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$64. Penurunan ke area ini dapat memicu likuidasi long tambahan dan meningkatkan volatilitas.

    Sebaliknya, jika sentimen berbalik positif, harga dapat kembali ke area konsolidasi US$78–US$87. Breakout di atas US$89 berpotensi memicu likuidasi short besar-besaran dan mempercepat kenaikan.

    Untuk saat ini, meski Bhutan memperluas adopsi Solana di tingkat negara, harga SOL masih berada di bawah tekanan pasar. Pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh arah breakout dari fase volatilitas yang semakin menyempit ini.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pemerintah Bhutan kembali menjual Bitcoin dari cadangannya untuk pekan ketiga berturut-turut. Berdasarkan data analis on-chain Arkham, penjualan terbaru sebanyak 100 BTC menghasilkan sekitar $6,8 juta.

    Sejak September lalu, kerajaan tersebut tercatat telah menjual Bitcoin senilai sedikitnya $100 juta. Meski demikian, sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta masih tersimpan di wallet yang diidentifikasi terkait dengan Bhutan.

    Cadangan Berasal dari Aktivitas Mining

    Menurut Arkham, sumber utama akumulasi Bitcoin Bhutan berasal dari aktivitas penambangan (mining) yang dijalankan pemerintah. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui 13.000 BTC.

    Lonjakan produksi mining terjadi pada awal 2023. Namun, aktivitas tersebut mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024, yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

    Dilaporkan Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan dengan perusahaan mining Bitdeer untuk mengembangkan kapasitas hingga 600 MW. Data center Gedu mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meski begitu, target hashrate sebesar 20 EH/s dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan.

    Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Tekanan Industri Mining Global

    Paruh kedua 2024 disebut sebagai periode krisis profitabilitas terburuk bagi industri mining. Pada awal 2025, ketika harga Bitcoin melemah, banyak model mesin mining mendekati ambang batas profitabilitas.

    Penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat memicu penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan mining akibat kerugian besar. Dampaknya, hashrate jaringan turut mengalami penurunan.

    Pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan mining Bitcoin tercatat turun 11%, menjadi penurunan terbesar sejak larangan mining di China pada 2021.

    Strategi Manajemen Cadangan

    Meski terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan masih memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Langkah likuidasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara di tengah dinamika harga dan tekanan industri mining global.

    Pasar kini mencermati apakah tren penjualan tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat taktis dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, aktivitas penjualan oleh pemerintah seringkali memicu sentimen waspada di pasar. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding cadangan total mereka, konsistensi Bhutan dalam melakukan ‘take profit’ menunjukkan strategi manajemen aset yang aktif di tingkat negara.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

    Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar, menambah tekanan pada cadangan aset digital negara tersebut.

    Dilaporkan Coindesk, dalam transaksi terbaru, Bhutan memindahkan 519,707 BTC senilai sekitar $36,75 juta ke alamat eksternal, melanjutkan tren penjualan yang semakin agresif sepanjang 2026.

    Penjualan Bitcoin Tembus $150 Juta di 2026

    Sejak awal tahun, total Bitcoin yang keluar dari dompet pemerintah Bhutan telah mencapai sekitar $152 juta. Aktivitas ini meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, termasuk transfer besar senilai $72 juta dalam satu minggu, yang menjadi periode paling aktif dalam sejarah transaksi Bitcoin negara tersebut.

    Jika sebelumnya Bhutan hanya menjual dalam kisaran $5 juta hingga $15 juta per transaksi pada Januari dan Februari, kini nilainya melonjak menjadi $35 juta hingga $45 juta per transaksi sepanjang Maret.

    Cadangan Bitcoin Turun Drastis

    Penjualan berkelanjutan ini membuat kepemilikan Bitcoin Bhutan turun signifikan dari puncaknya sekitar 13.000 BTC pada akhir 2024 menjadi hanya 4.453 BTC saat ini. Penurunan ini setara dengan sekitar 66% dari total cadangan awal.

    Nilai portofolio juga ikut tertekan, dari sempat mencapai $1,88 miliar kini tersisa sekitar $315 juta, dipengaruhi oleh kombinasi aksi jual dan penurunan harga Bitcoin dari $119.000 ke kisaran $70.000.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Diduga Gunakan Skema OTC dengan QCP Capital

    Data menunjukkan bahwa sebagian transaksi Bitcoin Bhutan secara konsisten mengarah ke QCP Capital, perusahaan trading berbasis di Singapura. Pola ini mengindikasikan adanya skema penjualan terstruktur melalui jalur OTC (over-the-counter), bukan sekadar penjualan terbuka di pasar.

    Pendekatan ini memungkinkan Bhutan menjual dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan langsung terhadap harga pasar.

    Proyek Ambisius Terancam

    Penurunan cadangan ini juga menimbulkan pertanyaan terhadap komitmen Bhutan dalam proyek Gelephu Mindfulness City. Pada Desember 2024, pemerintah berjanji mengalokasikan hingga 10.000 BTC untuk mendanai proyek tersebut. Namun dengan sisa kepemilikan saat ini di bawah 4.500 BTC, target tersebut dinilai sulit dicapai tanpa menghentikan atau membalikkan tren penjualan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto yang paling penting di sini bukan cuma Bhutan jual BTC lagi, tapi cara jualnya terlihat makin terstruktur dan makin agresif.

    “Kemunculan berulang QCP Capital sebagai counterparty membuat ini lebih mirip distribusi OTC yang disengaja daripada buang barang panik, dan itu berarti pasokan negara yang biaya perolehan-nya nyaris nol masih jadi overhang nyata di pasar Bitcoin,” analisanya.

    Bitcoin Jadi Sumber Pendapatan Negara

    Menariknya, seluruh Bitcoin yang dimiliki Bhutan berasal dari aktivitas mining berbasis tenaga hidro, yang berarti biaya produksinya relatif mendekati nol. Hal ini membuat setiap penjualan menjadi keuntungan langsung bagi negara, yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor energi ke India.

    Meski demikian, percepatan penjualan dalam skala besar memunculkan spekulasi mengenai strategi jangka panjang Bhutan terhadap aset kripto, serta dampaknya terhadap proyek-proyek berbasis Bitcoin yang sebelumnya telah diumumkan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 M, Donald Trump Biang Keroknya!


    Jakarta

    Aset kripto Bitcoin terus mengalami peningkatan, bahkan Bitcoin sempat menyentuh harga US$ 107 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar (kurs Rp 15.925) pada perdagangan hari Senin kemarin. Hal ini merupakan respons pasar terhadap langkah yang bakal diambil Donald Trump ketika resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Trump menegaskan dia berencana membuat cadangan strategis Bitcoin yang dibuat menyerupai cadangan minyak strategis di AS. Hal ini memicu antusiasme investor kripto.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (17/12/2024), sentimen investor juga terangkat oleh masuknya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100. MicroStrategy selama ini dikenal sebagai perusahaan yang cukup banyak memiliki cadangan Bitcoin.


    Dengan masuk indeks Nasdaq 100, artinya perusahaan itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak arus modal yang bisa berubah menjadi pembeli Bitcoin.

    Analis Pasar dari IG Analyst, Tony Sycamore menyebut Bitcoin masih bisa terbang ke level US$ 110 ribu dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang.

    “Angka berikutnya yang akan dicari pasar adalah US$ 110 ribu. Penurunan yang ditunggu banyak orang ternyata tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita baik,” sebut Tony.

    Investor telah bertaruh bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan membawa lingkungan regulasi yang lebih bersahabat buat aset kripto. Ini meningkatkan sentimen yang baik di seputar mata uang alternatif tersebut. Bitcoin saja sudah naik sekitar 150% nilainya pada tahun 2024.

    Trump sendiri sudah menegaskan dia ingin agar Amerika Serikat menjadi yang terdepan dalam urusan regulasi kripto.

    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto. Kami ingin menjadi yang terdepan,” kata Trump.

    Ketika ditanya apakah ia berencana untuk membangun cadangan kripto yang mirip dengan cadangan minyak. Dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi.

    Menurut data CoinGecko, pemerintah di seluruh dunia memegang sekitar 2,2% dari total pasokan Bitcoin per Juli. Amerika Serikat memiliki hampir 200.000 bitcoin yang bernilai lebih dari US$ 20 miliar saat ini. China, Inggris, Bhutan, dan El Salvador juga menjadi negara-negara lain dengan jumlah bitcoin yang signifikan.

    Simak juga Video ‘Ancaman Trump ke Hamas: Bebaskan Sandera atau Kekacauan akan Terjadi’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (hal/kil)



    Sumber : finance.detik.com