Tag: biaya bulanan

  • Bingung Mau Ngontrak atau Beli Rumah? Coba Cek 3 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan yang matang. Selain membeli, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengontrak atau membeli rumah.

    Bagi kamu yang siap secara finansial dan yakin dengan pilihan rumah akan cenderung ingin membeli rumah. Sedangkan bagi yang belum mampu membeli dan masih ingin berpindah hunian akan memilih untuk mengontrak rumah.

    Lalu, bagaimana kalau masih bingung? Coba cek 3 hal berikut ini untuk membantu menentukan pilihan terbaik, dikutip dari CNN, Selasa (2/7/2024).


    Cara Tentukan untuk Ngontrak atau Beli Rumah

    1. Kondisi Keuangan

    Kondisi ini melibatkan banyak faktor, mulai dari tabungan yang cukup setelah membayar uang muka hingga skor kredit yang baik. Andrew Dressel, seorang perencana keuangan dari Abundo Wealth, menyarankan adanya tabungan darurat minimal selama 6 bulan, dana cadangan, dan skor kredit minimal 720.

    Meski demikian, pembelian rumah bukan hanya soal angka, tetapi juga mengenai keberlanjutan keuangan. Leo Marte, seorang perencana keuangan bersertifikat dari Abundant Advisors di Charlotte, North Carolina, menegaskan bahwa bebas dari utang sebelum membeli rumah menjadi hal penting.

    “Jika kamu belum siap secara finansial, membayar sewa pada dasarnya adalah membeli kesabaran dan asuransi terhadap biaya kepemilikan rumah,” kata Marte.

    2. Jangka Waktu

    Apabila kamu berencana untuk tinggal hanya dalam jangka pendek, para ahli merekomendasikan opsi menyewa. Pasar perumahan menawarkan peluang menarik bagi penyewa karena banyak pemilik rumah yang kesusahan akibat perpindahan penduduk dari kota besar.

    Sementara itu, bagi mereka yang berencana menetap dalam waktu lama, membeli rumah menjadi opsi yang lebih masuk akal.

    3. Biaya Bulanan

    Ada sejumlah biaya yang harus ditanggung saat membeli dan merawat rumah. Biaya seperti cicilan bulanan, uang muka, pajak, dan biaya pemeliharaan rumah harus dipertimbangkan secara matang agar sesuai dengan situasi finansial dan rencana pribadi.

    Pastikan kamu tidak tergesa-gesa dalam kepemilikan rumah sampai kamu dapat menutupi biaya-biaya tersebut. Noah Damsky, seorang analis keuangan bersertifikat dari Marina Wealth Advisors di Los Angeles, merekomendasikan bahwa pembayaran cicilan rumah sebaiknya tidak melebihi 35% dari pendapatan kotor.

    Penting untuk mempertimbangkan tiga pertanyaan ini secara cermat sebelum membuat keputusan penting dalam memilih antara menyewa atau membeli rumah. Dengan merenungkan situasi finansial, rencana masa depan, dan kalkulasi biaya yang cermat, kamu dapat membuat keputusan yang tepat.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu pastikan untuk menentukan antara ngontrak atau menyewa rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Kuliah Gratis di Korea, Dapat Uang Saku hingga Asrama!



    Jakarta

    Buat kamu yang bercita-cita kuliah di Korea Selatan, ada kabar baik! Gwangju Institute of Science and Technology (GIST) kembali membuka pendaftaran beasiswa hingga 2 Oktober 2025 mendatang. Apa saja syaratnya?

    Beasiswa yang dibuka merupakan program Magister (S2) dan Doktor (S3) dengan skema bantuan finansial yang super lengkap. Beasiswa ini berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru Spring 2026 dan bisa jadi kesempatan emas buat kamu yang ingin riset sekaligus menikmati pengalaman studi internasional di Negeri Ginseng.

    Apa Saja yang Ditanggung Beasiswa GIST?

    Menurut laman resminya, beasiswa GIST memberikan dukungan finansial menyeluruh bagi mahasiswa internasional. Berikut fasilitas yang bisa didapat:


    1. Biaya kuliah penuh sebesar 3.607.000 won/semester atau sekitar Rp 42.543.158 (gratis biaya kuliah, hanya biaya pendaftaran 680.000 won dibebankan ke mahasiswa baru, dengan kemungkinan pengecualian).

    2. Tunjangan bulanan:
    Magister: 140.000 won/bulan (sekitar Rp 1.651.245)
    Doktor: 295.000 won/bulan (sekitar Rp 3.479.409)
    Tunjangan makan: ~100.000 won/bulan (sekitar Rp 1.179.586)
    Tambahan tunjangan internasional: 120.000 won/bulan atau sekitar Rp 1.415.503 (dengan IPK ≥ 3,0 dari 4,5).

    3. Asisten Peneliti (bagi yang mengikuti proyek penelitian):
    Magister: rata-rata 6.400.000 won/tahun (sekitar Rp 75.483.072)
    Doktor: rata-rata 13.740.000 won/tahun (sekitar Rp 162.052.720)

    4. Akomodasi kampus, tersedia asrama single maupun double, serta apartemen untuk mahasiswa menikah.

    5. Biaya bulanan mulai dari 80.000-185.000 won (Rp 943.634-Rp 2.182.154), dengan deposit tertentu.

    6. Asuransi kesehatan, didukung 60% dari Asuransi Kesehatan Nasional Korea + pemeriksaan kesehatan tahunan.

    7. Penggantian tiket pesawat berlaku sekali jalan menuju Korea (hanya untuk pertama kali kedatangan).

    Syarat Pendaftaran

    1. Memiliki atau akan memiliki gelar terakhir sebelum perkuliahan dimulai (Januari 2026 untuk Spring admission).
    2. Bukan warga negara Korea (termasuk mereka dengan kewarganegaraan ganda).
    3. Melengkapi semua dokumen sesuai panduan pendaftaran.

    Jadwal Pendaftaran

    Periode aplikasi online: 2 September 2025 (10:00 KST) – 2 Oktober 2025 (17:00 KST)
    Pengumuman hasil seleksi: mengikuti jadwal resmi GIST

    Link pendaftaran online: https://service.gist.ac.kr/admission/graduate/foreigner

    Sebagai informasi, penting untuk membaca dengan cermat Admission Guide sebelum mendaftar. Dalam hal ini, tidak ada toleransi untuk pengiriman dokumen terlambat.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa S2-S3 GIST bisa cek DI SINI.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Jangan Panik, Begini Cara Siapkan Dana Pendidikan untuk Anak


    Jakarta

    Setiap orang tua tentunya ingin yang terbaik untuk anak, termasuk soal pendidikan. Namun, tingginya biaya pendidikan di Indonesia, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, membuat banyak orang tua harus berpikir dua kali dalam merencanakannya.

    Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), uang pangkal sekolah swasta rata-rata naik sebesar 10-15% setiap tahun, sementara inflasi pendidikan nasional mencapai 2,83%. Adapun kenaikan ini tak lepas faktor-faktor seperti inflasi pendidikan, pembangunan fasilitas sekolah, hingga biaya operasional sehingga membuat biaya masuk sekolah terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan ‘Statistik Penunjang Pendidikan 2024’, juga mencatat pada jenjang pendidikan tinggi, rata-rata total biaya pendidikan selama tahun ajaran 2023/2024 sekitar Rp 19,1 juta.


    Sementara itu rata-rata total biaya pendidikan jenjang SMA/SMK sederajat mencapai Rp 10,19 juta. Kemudian, rata-rata total biaya pendidikan yang dikeluarkan peserta didik SD sederajat paling rendah di antara jenjang pendidikan lain yaitu sebesar 4,56 juta.

    Dengan tingginya angka tersebut, persiapan dana pendidikan harus dimulai sedini mungkin. Tanpa strategi finansial yang tepat, impian orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah atau universitas favorit bisa tentunya akan menjadi beban berat.

    Lantas apa saja tips perencanaan keuangan yang tepat untuk pendidikan anak?

    Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

    1. Cari Informasi Biaya Pendidikan

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan riset mengenai biaya pendidikan di sekolah atau universitas yang menjadi target. Orang tua perlu mengetahui berbagai hal mulai dari, biaya pendaftaran dan uang pangkal, SPP atau biaya bulanan hingga inflasi pendidikan.

    Selain itu, pastikan juga untuk survei terkait biaya perlengkapan seperti, seragam, buku, alat tulis) dan biaya kegiatan tambahan seperti, ekstrakurikuler dan studi tur. Pastikan juga perbedaan biaya pendidikan di sekolah swasta favorit atau universitas negeri lewat jalur mandiri.

    2. Menghitung Biaya Pendidikan

    Setelah memiliki data, langkah berikutnya adalah menghitung berapa dana yang dibutuhkan. Jika anak saat ini masih berusia 2 tahun, perhitungan bisa dimulai dari masa pre-schooll atau Taman Kanak-kanak (TK). Jangan lupa untuk memperhitungkan inflasi pendidikan, yang rata-rata mencapai 10-15% per tahun.

    3. Pilih Instrumen Tabungan yang Tepat

    Setelah mengetahui perkiraan dana yang harus disiapkan, orang tua bisa mulai mengumpulkannya dengan cara menabung. Pilih instrumen keuangan yang sesuai dengan jangka waktu dan profil risiko.

    Salah satu cara cerdas untuk menyiapkan dana pendidikan anak adalah dengan Nabung Emas di Pegadaian. Pasalnya, nilai emas cenderung stabil dan tahan inflasi sehingga cocok dijadikan investasi jangka panjang. Saat biaya pendidikan naik, harga emas pun biasanya ikut naik sehingga membantu menjaga nilai tabungan Anda.

    Tak hanya itu, emas juga mudah dicairkan saat dibutuhkan, termasuk saat membutuhkannya untuk membayar biaya pendidikan. Menariknya lagi, saat ini buka Tabungan Emas di Pegadaian Digital bisa mendapatkan Promo Gajian Emas. Nikmati diskon 1 % hingga Rp 50.000 untuk setiap pembukaan rekening Tabungan Emas dengan saldo awal minimal Rp 100.000.

    Tak hanya itu, membuka Tabungan Emas di Pegadaian Digital juga terjamin keamanannya karena dijamin 100% emas fisik dan sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Jadi, tunggu apa lagi? Segera persiapkan masa depan pendidikan anak sejak dini dengan buka Tabungan Emas di Pegadaian.

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com