Tag: bidang keilmuan

  • 5 Fakta Unik tentang Beasiswa Djarum


    Jakarta

    Djarum Beasiswa Plus 2025/2026 masih dapat didaftar hingga 11 Juli 2025. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh S1/D4 semester IV dari bidang keilmuan mana pun.

    Ada beberapa keunikan dari beasiswa Djarum ini. Bagi kalian yang tertarik mendaftar, cek apa saja hal-hal menarik menyangkut beasiswa ini ya!

    Fakta Unik beasiswa Djarum

    1. Mendapat Pelatihan Soft Skills

    Penerima Djarum Beasiswa Plus atau yang disebut sebagai Beswan Djarum, akan mendapatkan pelatihan soft skills. Beberapa pelatihan tersebut adalah character building, nation building, leadership development, competition challenges, dan international exposure.


    Dikatakan dalam situs resmi, pada kegiatan ini penerima beasiswa akan dibekali enam kualitas dasar yakni keingintahuan, inisiatif, kegigihan, adaptabilitas, kepemimpinan, serta kesadaran akan isu sosial dan budaya.

    Setelah memperoleh pelatihan soft skills, Beswan Djarum akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan lunak tersebut dengan cara melibatkan diri dalam memberikan jalan keluar terhadap suatu masalah sosial di lingkungan masing-masing.

    3. Program Nation Building

    Puncak pelatihan atau pembekalan bagi Beswan Djarum adalah nation building. Pelatihan ini adalah untuk menguatkan wawasan kebangsaan tentang makna serta hakikat bangsa dan kebangsaan.

    Agenda ini mencakup rangkaian acara diskusi kebangsan dan cultural visit.

    4. Kontes Esai

    Kegiatan ini bertujuan melatih kepedulian dan kepekaan penerima beasiswa mengenai masalah sosial di sekitarnya. Beswan Djarum juga didorong untuk mampu menuangkan ide dan gagasan secara autentik, sehingga ia dapat memberikan solusi yang valid melalui tulisannya dan mampu meyakinkan pembaca.

    5. Eksposur Internasional

    Penerima beasiswa akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan berskala internasional. Sehingga, mereka turut serta mengharumkan nama bangsa.

    Demikian fakta-fakta beasiswa Djarum. Jika kalian tertarik mendaftar, informasi persyaratannya bisa dicek di bawah ini:

    Syarat Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

    • Sedang menempuh pendidikan S1/D4 pada semester IV dari semua bidang keilmuan
    • IPK minimal 3.0 pada semester 3 dan mampu mempertahankan IPK minimal 3.0 sampai akhir semester IV
    • Aktif dalam kegiatan organisasi baik di dalam ataupun di luar kampus
    • Tidak tengah menerima beasiswa dari pihak lain
    • Kuliah di perguruan tinggi mitra program Djarum Beasiswa Plus, yang daftarnya bisa dicek di sini. https://djarumbeasiswaplus.org/tentang_kami/daftar-perguruan-tinggi-program-djarum-beasiswa-plus#page-2

    Jadwal Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

    • Pendaftaran online: 6 Mei-11 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 12-15 Juli 2025
    • Tes tulis online: 16-29 Juli 2025
    • Tes offline dan wawancara: 30 Juli-5 Oktober 2025
    • Pengumuman: 10 Oktober 2025.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • LPDP-Kemenag Buka Pembiayaan Riset Dosen, Batas Proposal sampai 7 November 2025!


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Agama (Kemenag) tengah membuka pendanaan riset Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA The Air Funds). Pengiriman proposal dibuka sampai 7 November 2025 mendatang.

    Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag Ruchman Basori mengatakan, terdapat empat tema prioritas MoRA The AIR Funds. Keempatnya yakni sains dan teknologi, sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, serta kebijakan layanan pendidikan.

    Nilai anggaran riset masing-masing sebesar maksimal Rp 500 juta. Khusus bidang sains dan teknologi, nilai anggaran maksimal Rp 2 miliar.


    Isu riset 2025-2029 diharapkan berfokus pada dukungan terhadap sasaran pembangunan nasional. Termasuk di antaranya seperti penurunan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

    Penelitian yang dilaksanakan juga diharapkan mendukung peningkatan riset, percepatan hilirisasi riset, serta kolaborasi solutif antara perguruan tinggi-dunia usaha dan industri. Lebih lanjut, riset yang didanai akan mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

    Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, mengatakan program ini mendukung pengembangan SDM berkualitas dan menjawab masalah masyarakat.

    Program ini menurutnya juga merespons tantangan perluasan akses, peningkatan mutu, dan peningkatan daya saing di pendidikan tinggi keagamaan (PTK) dan ma’had aly.

    “Program ini menjadi terobosan penting bagi Kementerian Agama RI dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, keagamaan, dan kebangsaan berbasis riset,” ucapnya, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (29/10/2025).

    Bidang Prioritas MoRA The Air Funds

    Bidang Sosial Humaniora

    Bidang riset soshum terdiri dari 19 tema, yaitu:

    • Pendidikan transformatif, kontekstualisasi teks agama dan keagamaan
    • Demokrasi dan identitas bangsa
    • Budaya keberagamaan dan harmoni sosial
    • Hukum yang berkeadilan
    • Globalisasi dan perubahan sosial
    • Inovasi sosial, media dan masyarakat digital
    • Kependudukan, kesejahteraan dan keadilan sosial
    • Perempuan dan anak
    • Budaya dalam upaya mencegah dan menangani akibat dari kekerasan, radikalisme, kekerasan berbasis gender, anak, etnisitas, agama dan identitas lainnya
    • Pengembangan kesejahteraan dan keunggulan prestasi, demokrasi, politik dan pemilihan umum
    • Corporate social responsibility (CSR)
    • Mobilitas perempuan dan kelompok rentan sebagai resiliensi dalam sistem dan struktur masyarakat dalam era global
    • Reformasi agraria
    • Rekayasa sosial dan pengembangan pedesaan
    • Kearifan lokal sebagai modal sosial bagi ketahanan bangsa
    • Grand design kekayaan intelektual lokal, peninggalan sejarah dan pelestariannya
    • Karakter bangsa dan pariwisata berkesinambungan
    • Agama dan humanisme
    • Hukum dan demokrasi.

    Bidang Sains dan Teknologi

    Proposal bidang sains dan teknologi dapat meliputi salah satu dari 11 tema berikut:

    • Hilirisasi sains, pengembangan teknologi, kedokteran dan kesehatan
    • Pertanian dan ketahanan pangan
    • Kemaritiman
    • Transportasi
    • Keragaman hayati
    • Kebencanaan
    • Pertahanan dan keamanan
    • Jaringan, data dan keamanan informasi
    • Saintifikasi jamu dan herbal, teknologi produksi pigmen alami, etnomedisin (daun, akar, umbi, batang, buah), pengembangan teknologi biosimilar, biosintesis, dan biorefinery untuk produksi bahan obat
    • Penguatan agroindustri berbahan baku sumber daya lokal
    • Pemanfaatan kearifan lokal dalam proses pemuliaan bibit tanaman, ternak dan ikan
    • Pengembangan teknologi big data.

    Bidang Ekonomi dan Lingkungan

    Sebanyak 13 tema dapat dipilih untuk proposal riset bidang ekonomi dan lingkungan, yaitu:

    • Ekonomi syariah
    • Kemiskinan ekstrem
    • Green economy
    • Green metrics
    • Green campus dan perubahan iklim global
    • Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir
    • Regulasi dan budaya sadar bencana kebakaran lahan dan hutan
    • Recovery kehidupan sosial, ekonomi, budaya masyarakat pasca bencana
    • Manajemen limbah berbahaya dan beracun
    • Mobilitas pada masyarakat lokal dan strategi memelihara lingkungan asal dan tujuan
    • Perempuan dalam wirausaha
    • Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis pengetahuan khas perempuan
    • Digital ekonomi/smart economic/ekonomi kreatif.

    Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan

    1. Evaluasi dan pencanangan kebijakan, terkait dengan layanan pada lingkup Kemenag, meliputi madrasah, pondok pesantren, pendidikan agama di sekolah, pendidikan tinggi keagamaan dan pendidikan keagamaan lainnya.

    2. Layanan pendidikan, di antaranya yakni meliputi teknologi pendidikan dan pembelajaran, kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, serta pengembangan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal.

    3. Kebijakan layanan di bidang keagamaan, meliputi:
    – KUA
    – Penyelenggaraan haji dan umroh
    – Jaminan produk halal
    – Moderasi beragama dan kebijakan keagamaan di tingkat daerah
    – Layanan keagamaan lainnya.

    Syarat Dosen MoRA The Air Fund 2025

    Program MoRA the AIR Funds harus dilaksanakan oleh periset perguruan tinggi keagamaan (PTK) bersama periset dari beberapa lembaga riset dan/atau perguruan tinggi umum (PTU) di dalam maupun luar negeri. Riset 1-3 tahun (multiyears) ini juga dapat melibatkan pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) agar output bisa berjangka panjang dan bermanfaat untuk banyak pihak.

    Berikut syarat dosen periset utama MoRA The Air Fund:

    Syarat Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Lulusan program doktor (S3), jabatan minimal Lektor
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
    • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
    • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

    Syarat Dosen Ma’had Aly

    • WNI
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program magister (S2)
    • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan
    • Melampirkan surat keputusan pengangkatan
    • Melampirkan surat rekomendasi dari mudir ma’had aly.

    Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman https://kemenag.go.id dan https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Prabowo Minta Mendiktisaintek Perbanyak Prodi soal Air: Masih Sedikit yang Pelajari



    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto untuk memperbanyak program studi (prodi) soal air. Prabowo ingin agar air bisa memberi manfaat, bukan hanya menjadi bencana.

    “Tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup, jadi ini saya kira catatan pekerjaan rumah kita ke depan kita harus jalani masalah air ini. Saya juga minta Menteri Dikti dan Sains coba dipelajari prodi-prodi di universitas universitas kita apakah cukup mempelajari masalah air ini,” ujar Prabowo dalam detikNews, dikutip Senin (20/10/2025).

    “Bagaimana mencari air, bagaimana mengelola distribusi air, bagaimana mencegah banjir, air harus jadi sumber produktivitas, jangan menjadi sumber bencana,” tambahnya.


    Dia juga menambahkan jika studi soal air di Indonesia masih jarang diminati.

    “Kalau tidak salah bidang air ini masih sedikit yang dipelajari di fakultas-fakultas kita, ini tergolong mungkin hidrologi kalau tidak salah ya, hidrologi,” ujarnya.

    Prodi Soal Air di Indonesia

    Berdasarkan penelusuran detikEdu, prodi soal air di Indonesia terbilang lebih sedikit dibanding prodi lainnya seperti Hukum, Kedokteran, atau Teknik. Bidang tentang air sendiri bisa dipelajari dalam jurusan-jurusan teknik seperti Teknik Sipil atau Teknik Lingkungan. Namun, prodi yang hanya mempelajari tentang air masih bisa dihitung jari. Berikut daftarnya:

    1. Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sumber Daya Air

    Jurusan Teknik Pengairan adalah cabang ilmu teknik yang berfokus pada perencanaan, perancangan, dan manajemen pengelolaan air. Mengutip laman Universitas Brawijaya, mahasiswa Teknik Pengairan akan mempelajari berbagai aspek terkait, seperti sumber air, distribusi air, irigasi, drainase, pengelolaan banjir, dan pemantauan kualitas air.

    Universitas yang menyediakan Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sumber Daya Air adalah Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Andalas (UNAND).

    2. Teknik Lingkungan

    Teknik Lingkungan adalah bidang keilmuan yang mempelajari tindakan kuratif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan hidup yang terdiri dari air, tanah, udara, dan kesehatan lingkungan. Melalui pendekatan rekayasa teknik, seorang lulusan Teknik Lingkungan dapat meminimalisir efek negatif limbah (baik dari industri maupun rumah tangga) terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

    Jurusan Teknik Lingkungan dapat dipelajari di Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Kalimantan, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ilmu Penggerak Peradaban



    Jakarta

    Tulisan ini dibuka dengan firman-Nya dalam surah ar-Rahman ayat 33 yang artinya, “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”

    Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia : Wahai jin dan manusia, bila kalian mampu menembus perintah Allah SWT. dan hukum-Nya dengan berlari dari ujung langit dan bumi, maka lakukanlah. Kalian tidak sanggup melakukannya kecuali dengan kekuatan dan hujjah serta izin dari Allah. Kata kekuatan oleh para ulama tafsir diartikan sebagai “ilmu pengetahuan.” Adapun ujaran yang sangat popular menyatakan, “Barangsiapa menghendaki dunia, maka harus dengan menggunakan ilmu. Barangsiapa menghendaki akhirat, maka harus dengan ( menggunakan ) ilmu. Dan barangsiapa menghendaki keduanya ( dunia-akhirat ), maka harus dengan ( menggunakan ) ilmu.”

    Ditegaskan dalam firman-Nya dalam surah al-Mujadalah ayat 11 yang artinya, “Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di antara kalian dan orang yang dikaruniai ilmu beberapa derajat.” Maka kedudukan orang yang berilmu 700 derajat lebih tinggi daripada orang beriman tetapi tidak berilmu ( menurut Ibnu Abbas r.a.) dan jarak untuk menempuh dua derajat mencapai lima ratus tahun perjalanan.


    Ilmu adalah pelita dunia, dan cahaya di akhirat. Dengan ilmu seseorang dapat mewujudkan impian, rencana yang dibuatnya. Dahulu sesuatu yang tidak mungkin dilakukan, sekarang bisa terjadi. Contoh dalam bidang komunikasi, dulu bicara melalui telepon tanpa lihat wajah yang dihubungi, saat ini sudah bisa dilakukan. Teknologi komunikasi nirkabel telah menjadikan jarak yang jauh menjadi seakan dekat, dengan mudah seseorang berhubungan telpon dari negeri Indonesia dengan koleganya di jazirah Arab.

    Dengan kekuatan ( penguasaan ilmu pengetahuan ) telah menginspirasi para ilmuwan Muslim. Tidaklah mengherankan pada masa lalu para ilmuwan Muslim ini tidak hanya unggul dalam satu disiplin ilmu, namun berbagai macam disiplin ilmu telah dikuasainya. Ingatlah belum pernah ada satu peradaban yang berjaya di muka bumi yang penyebutannya selalu menyertakan nama “agama” yaitu “Peradaban Islam.” Peradaban Barat yang saat ini memimpin dunia, dan mayoritas dari mereka beragama Nasrani, tetapi kita belum dengar istilah “Peradaban Kristiani.” Adapun pandangan orang-orang Barat terhadap peradaban kaum Muslimin sebagai “The Islamic Civilization,” bukan The Arabic Civilization”, meskipun kenyataannya para pelopor peradaban ini sebagian besar orang-orang Arab.

    Ingatlah bahwa sejarah telah mencatat, Islam merupakan agama yang tidak berkonfrontasi dengan ilmu pengetahuan. Kitab suci Al-Qur’an telah mendorong umat Islam dan seluruh manusia untuk meningkatkan kualitas diri lewat ilmu pengetahuan. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang sejak awal diturunkan boleh dibaca/dipelajari seluruh pemeluknya. Apakah rakyat kecil, kaum kaya dan miskin, cerdik pandai, orang tua dan anak-anak, semua berhak membaca/mempelajari kitab-Nya, bahkan saat ini telah bermunculan sekolah tahfidz ( sekolah untuk menghafal isi Al-Qur’an ).

    Ilmu pengetahuan dalam Islam mendapatkan tempat yang tinggi dan terhormat. Hal ini terbukti dengan munculnya banyak ilmuwan yang memberikan pencerahan pada peradaban dunia, seperti :
    1. Abu Bakar Ar-Razi. Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi, lahir di Persia tahun 236 H / 850 M. Beliau adalah Maha Guru dalam ilmu kedokteran, bukan hanya bagi dunia Islam juga bagi benua Eropa.
    2. Ibnu Sina. Lahir di Bukhara 370 H / 980 M. Ilmuwan yang dianggap sebagai guru ketiga, setelah Aristoteles dan Al-Farabi. Beliau adalah pembelajar sejati dan hidup dalam lingkungan keluarga yang mengutamakan ilmu disamping taat beribadah. Beliau seorang filsuf, dokter, ahli kimia, pakar matematika dan sastrawan.
    3. Ibnu Bathuthah. Lahir di maroko 704 H. Beliau pengembara dan ahli geografi.

    Penulis ambil contoh tiga orang yang memberikan sumbangan dalam peradaban masa itu ( sebetulnya masih ada beberapa ). Ada bidang keilmuan yang menonjol dalam masa kejayaan Peradaban Islam seperti : pelopor metode penelitian eksperimen, penulisan angka, ilmu astronomi, ilmu geografi, ilmu kedokteran dan ilmu farmasi. Hunke berkata, “Pemikir Yunani berupaya menjelaskan dan menjustifikasi pengetahuan lewat filsafat. Tapi, bangsa Arab adalah penemu pertama metode penelitian, penelitian yang jeli dan sistematis.”

    Dengan hidayah-Nya ada ilmuwan menyatakan syahadat : Maurice Bucaille merupakan seorang ilmuwan yang pernah meneliti jasad Fir’aun. Ia terlahir dari keluarga Prancis dan tumbuh sebagai pemeluk Kristen.
    Sekitar tahun 80-an, Prancis meminta akses kepada Mesir untuk meneliti mumi Fir’aun. Dalam hal ini, Maurice ditunjuk untuk bertanggung jawab atas penelitian yang nanti dilakukan.

    Pada penelitian, ditemukan hal mengejutkan terkait adanya sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh mumi. Kondisi ini menjadi petunjuk bahwa Firaun dulunya meninggal karena tenggelam di laut. Dalam hal ini, terdapat sebuah pertanyaan yang melintas pada diri Maurice. Dia bingung mengapa jasad mumi yang sudah tenggelam lama di dalam laut masih lebih baik kondisinya dibanding mumi lainnya. Tak lama setelahnya, Maurice mendengar bahwa Al-Quran sebenarnya telah mengisahkan cerita tenggelamnya Firaun. Saat itu, dia belum mempercayainya.

    Suatu hari, dia menuju Arab Saudi untuk menghadiri konferensi medis yang diadakan dengan ahli anatomi Muslim. Tepat sekali, di sana diceritakan jasad Firaun yang masih tetap utuh bahkan setelah tenggelam. Kemudian, salah seorang peserta membaca salah satu ayat dalam Al-Quran. Tepatnya pada Surah Yunus ayat 92. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Seperti kegirangan, Maurice berdiri di hadapan para peserta lain dan dengan lantang berkata, “Saya telah masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur’an ini”. Sejak saat itu, dia mulai menjadi seorang mualaf.

    Dengan menampilkan masa kejayaan Peradaban Islam, penulis tidak bermaksud membawa hati pembaca pada romantisme masa lalu. Namun mengajak pembaca bahwa saat inilah kita harus mengambil tongkat estafet peradaban yang kini dipegang oleh Barat. Maka jadilah sebagai orang-orang yang menyadari bahwa saat ini adalah markas tempat menyusun strategi untuk mengimplementasikan pikiran dan ide di masa depan. Hal ini akan didukung oleh para mualaf yang akhir-akhir makin besar di negara-negara Barat ( mereka adalah orang-orang yang berkemampuan ), semua ini karena takdir-Nya.

    Ya Allah, berikanlah kami kekuatan dan tidak bosan dalam menggali Ilmu Pengetahuan yang Engkau turunkan, agar kami bisa menjalankan kehidupan dan ibadah sesuai tuntunan-Mu.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com