Tag: BIDR

  • Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan BIDR, Stablecoin Berbasis Rupiah

    Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi dan terkemuka di Indonesia hari ini resmi meluncurkan Binance IDR (BIDR), stablecoin berbasis Rupiah yang kini dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya.

    BIDR adalah stabelcoin Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

    Nasabah akan memperoleh BIDR secara instan ketika mereka mendepostikan rupiah ke fiat channel yang ada di Tokocrypto. BIDR juga dapat ditransfer ke platform Binance dan diperdagangkan disana.

    “Ini adalah momen yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi Tokocrypto untuk bekerjasama dengan Binance dalam mendukung proyek BIDR untuk membawa terobosan baru dalam dunia kripto di Indonesia,” kata Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya

    Mulai hari ini, BIDR dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC), Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD) dan Ethereum (ETH) pada platform Binance.com dan Tokocryto.com.

    Changpeng Zhao (CZ), Founder dan CEO Binance mengatakan, “Pengembangan stablecoin Binance pertama yang didukung Rupiah telah menjadi hasil kerjasama dan kolaborasi yang erat antara Binance dan Tokocrypto. Melalui kehadiran BIDR, kami berharap dapat membuka lebih banyak layanan keuangan untuk ekosistem Blockchain yang lebih besar ”

    ###



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti: Transaksi BIDR Termasuk Pertukaran Antar Jenis Kripto

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyebutkan transaksi stablecoin BIDR merupakan salah satu kegiatan perdagangan aset kripto yang diperbolehkan di Indonesia. BIDR merupakan stablecoin yang diluncurkan oleh Tokocrypto dengan berbasis Rupiah.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan nasabah di exchanger yang melakukan pengisian fiat akan langsung tercatat sebagai BIDR. BIDR adalah aset kripto berupa token berbasis Rupiah yang memiliki proporsi nilai yang sama dengan IDR, yaitu 1 IDR=1 BIDR. Kemudian, transaksi jual-beli aset kripto dilakukan dengan menggunakan BIDR tersebut.

    “Berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka Pasal 13 (2) huruf b tentang ruang lingkup kegiatan fasilitasi transaksi perdagangan aset kripto yang diperbolehkan, hal tersebut masuk ke dalam pertukaran antar satu atau lebih antar jenis aset kripto,” kata Didid dalam keterangan resminya.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Baca juga: Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan BIDR, Stablecoin Berbasis Rupiah

    Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

    Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

    Utamakan Perlindungan Konsumen

    Sejauh ini, Bappebti menyikapi dengan positif perkembangan perdagangan aset kripto yang terus meningkat. Di antaranya, dapat dilihat dengan berbagai contoh perkembangan dan kerja sama yang begitu pesat.

    “Menyikapi hal ini, Bappebti terus mengatur dan mengawal perdagangan aset kripto dalam sejumlah peraturan, termasuk perizinan, sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen,” tegas Didid.

    Menurut Didid, Bappebti berupaya melakukan penilaian perizinan secara transparan, efektif, dan efisien pada setiap Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) termasuk dalam hal mekanisme perdagangannya.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Bappebti resmi merilis daftar baru 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangankan di Indonesia. Di antara ratusan aset kripto yang masuk daftar tersebut ada beberapa merupakan project kripto lokal.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, memuat daftar aset kripto legal yang terbaru.

    Perba tersebut ditetapkan sebanyak 383 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Sebelumnya, sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020, jenis aset kripto yang diperdagangkan berjumlah 229 jenis.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Namun, karena adanya usulan dari pelaku pasar dan berdasarkan evaluasi Bappebti, serta meningkatnya pertumbuhan transaksi aset kripto, maka daftar aset kripto yang diperdagangkan diusulkan untuk disesuaikan. Baik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan blockchain secara global atau dengan melakukan delisting jenis aset kripto berdasarkan metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP).

    “Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapatkan informasi dan panduan yang jelas atas setiap jenis aset kripto yang diperdagangkan,” kata Didid dalam siaran persnya.

    Daftar Project Kripto Lokal Masuk Daftar Bappebti

    Perba terbaru ini mengadopsi pendekatan positive list yang bertujuan untuk memperkecil risiko diperdagangkannya jenis aset kripto tidak memiliki kejelasan whitepaper atau yang memiliki tujuan ilegal, seperti pencucian uang dan sebagainya.

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Oatawa/Getty Images.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Oatawa/Getty Images.

    Baca juga: Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan BIDR, Stablecoin Berbasis Rupiah

    Di antara 383 jenis aset kripto, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Berikut ini adalah beberapa project kripto lokal tersebut:

    • Toko Token (TKO)
    • VCGamers (VCG)
    • NanoByte Token (NBT)
    • BIDR (BIDR)
    • Kunci Coin (KUNCI)
    • PTU Token (PTU)
    • Rupiah Token (IDRT)
    • Degree Crypto Token (DCT)
    • Ana Coin
    • Cindrum (CIND)
    • Livepeer (LPT)
    • Shill Token (SHILL)

    Untuk membeli atau melakukan transaksi aset kripto bisa melalui platform atau Centralized Exchange (CEX) resmi yang terdaftar di Bappebti, seperti Tokocrypto, Indodax, PINTU, digitalexchange dan lainnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar dari UST dan LUNA, Stablecoin Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) sedang jadi sorotan sepekan ini. Alasannya harga kedua aset kripto tersebut tak stabil dan bahkan LUNA turun sampai 99% hanya dalam hitungan hari, padahal ia sempat jadi primadona investor dan capai harga tertinggi sepanjang masa.

    Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

    Penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Sebelum menjawab hal tersebut, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi dengan UST? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis. 

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO Terralabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

    “Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, “death spiral” hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna,” jelas Afid.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Hipotesis Nilai LUNA Turun

    Afid menerangkan kemungkinan besar penurunan ini terkait juga dengan adanya attack dari ‘oknum’ yang memanfaatkan kelemahan dari mekanisme yang Terra punya. Kelemahan dari Terra LUNA adalah soal “death spiral”.

    LUNA memiliki hubungan mutual dengan UST. Setiap ada UST diterbitkan, ada supply LUNA yang di-burn, begitu pula sebaliknya. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh, ada UST yang di-burn dan LUNA yang diterbitkan. Nilai Terra LUNA bisa turun, jika TerraUSD dianggap tidak stabil.

    aset kripto Terra (LUNA)
    Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

    Blockchain Terra sempat berhenti untuk menghindari penyerangan governance pada jaringannya dan untuk membentuk rencana baru. Governance attack adalah kondisi di mana token yang digunakan untuk hak suara dikendalikan sebagian besar oleh satu pihak saja sehingga bisa merusak atau mengubah jaringan,” kata Afid. 

    Untuk saat ini LUNA terlihat semakin tidak ada harapan dengan harga yang turun drastis dan kondisi keuangan perusahaan yang masih jatuh. Jadi jika Terra mau kembalikan lagi ke peg-nya itu UST $ 1, mau tidak mau mesti burn UST yang supply-nya berlimpah, dan efeknya supply LUNA semakin banyak, otomatis harga LUNA akan terus anjlok sampe UST bisa stabil ke $ 1 lagi.

    Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Apa Bedanya BIDR sama UST?

    Drama UST dan LUNA membuat investor khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin yang sebelumnya, dianggap aman sebagai instrumen investasi, namun kini terlalu volatil.

    Tidak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritmik seperti UST. Binance IDR (BIDR) contohnya. BIDR merupakan stablecoin berbasis Rupiah yang dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya. BIDR menggunakan Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

    stablecoin BIDR dan UST
    Ilustrasi stablecoin BIDR dan UST.

    Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

    Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

    Baca juga: UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

    Apakah BIDR Bisa Bernasib sama dengan UST?

    Peristiwa yang terjadi dengan UST sulit menimpa BIDR. UST membutuhkan mekanisme algoritmik untuk menjaga nilainya agar tetap sama dengan Dolar AS. Setiap token UST yang diterbitkan, ada supply token LUNA yang diburn atau dihancurkan.

    “Sistem tersebut memiliki kelemahan dari segi governance attack, sehingga membuka peluang satu pihak bisa menguasai banyak koin dan punya kewenangan untuk merusak atau mengubah jaringan. Seperti yang terjadi saat ini,” jelas Afid.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Sementara, BIDR tidak mengunakan skema mekanisme algoritmik. BIDR mempunyai mekanismi setiap koin mewakili satu Rupiah yang disimpan di bank. Ini memungkinkan pencetakan dan burning BIDR berdasarkan jumlah Rupiah yang disimpan.

    Tokocrypto sebagai pengelola BIDR bekerja sama dengan perusahaan audit untuk menyesuaikan suppy token sesuai dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan di bank untuk mencapai skala 1:1. Laporan audit transparan dan bisa diakses di tokocrypto.com/report.

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki volatil tinggi, Tokocrypto mengimbau setiap pengguna melakukan research terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi dengan mengutamakan sikap kehati-hatian. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pengguna dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diskusi X Space: Penghapusan BIDR di Tokocrypto Dibahas Tuntas

    Tokocrypto resmi menghapus pasangan perdagangan stablecoin BIDR dari platform mereka secara bertahap. Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai proses dan hal-hal penting terkait delisting ini, Tokocrypto mengadakan sesi X Space yang dihadiri oleh Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, dan Fendy Tay, Senior Product Manager Tokocrypto. Berikut adalah rangkuman dari sesi tersebut:

    Tujuan Delisting BIDR

    Alasan Penghapusan BIDR: Tokocrypto secara berkala meninjau setiap aset kripto yang diperjualbelikan untuk memastikan bahwa aset tersebut memenuhi standar tinggi yang ditetapkan. BIDR tidak lagi memenuhi standar ini, sehingga diputuskan untuk menghapusnya.

    Keputusan ini juga sejalan dengan peluncuran pasangan IDR yang bertujuan untuk mempermudah akses dan transaksi kripto bagi masyarakat Indonesia serta memastikan kepatuhan dengan regulasi yang berlaku.

    Timeline Penghapusan BIDR

    • 7 Mei 2024: Penghentian perdagangan BIDR/IDR pukul 15:00 WIB.
    • 17 Mei 2024: Penghentian perdagangan USDT/BIDR pukul 15:00 WIB.

    Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Pengguna

    • Konversi Aset BIDR: Pengguna diwajibkan untuk mengonversi aset BIDR mereka menjadi aset lain yang tersedia di Tokocrypto mulai 6 Mei 2024 hingga 20 Agustus 2024 pukul 15:00 WIB. Konversi dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs web Tokocrypto dengan biaya trading yang dihapuskan, namun tetap dikenakan pajak PPh 0,1%.
    • Cara Melakukan Konversi: Direkomendasikan untuk melakukan konversi BIDR menjadi IDR melalui halaman depan aplikasi Tokocrypto atau melalui fitur konversi 1:1 BIDR ke IDR di website Tokocrypto.
    • Pajak: Jika pengguna tidak mengonversi aset BIDR dalam waktu tiga bulan, Tokocrypto akan melakukan konversi otomatis menjadi IDR dengan pajak PPh sebesar 0,1%.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Rangkuman AMA Bahas Fitur Baru di Aplikasi Tokocrypto Versi 2.10

    Hal Teknis yang Perlu Diperhatikan

    • Penutupan Pasar Spot: Akses pasar spot untuk BIDR sudah ditutup sejak 7 Mei 2024 pukul 15:00 WIB, namun pengguna masih dapat mengonversi BIDR ke IDR.
    • Penarikan BIDR Dinonaktifkan: Fitur penarikan BIDR dinonaktifkan untuk memudahkan proses konversi aset.
    • Konversi Minimum: Konversi minimum adalah Rp1.000 dengan pajak PPh 0,1% dari setiap transaksi.

    Informasi Tambahan

    • Pengingat Berkala: Tokocrypto akan memberikan pengingat berkala melalui media sosial, Telegram, dan email selama tiga bulan ke depan untuk memastikan pengguna mengonversi aset BIDR mereka tepat waktu.
    • Dukungan Pengguna: Tokocrypto memastikan bahwa layanan pelanggan tersedia Live Chat 24/7 untuk membantu pengguna yang mengalami kendala atau memiliki pertanyaan terkait proses penghapusan BIDR.

    Penutup

    Menghimbau pengguna untuk terus memantau informasi melalui media sosial dan Telegram resmi Tokocrypto serta segera melakukan konversi aset. Layanan pelanggan siap membantu jika ada pertanyaan atau kendala.

    Mengingatkan pengguna untuk segera mengonversi BIDR mereka dan memastikan keamanan aset di Tokocrypto. Tokocrypto berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan mematuhi peraturan yang berlaku guna memastikan kenyamanan dan keamanan bagi semua penggunanya.

    Silakan ikuti Tokocrypto di Telegram untuk info tentang jadwal AMA selanjutnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com