Tag: biji kopi

  • Cara Cerdas Hilangkan Bau Apek di Rumah dengan Bahan Alami



    Jakarta

    Bau apek di dalam rumah sering bikin tidak nyaman dan membuat penghuni enggan berlama-lama di dalam ruangan. Padahal, menghilangkan bau tak sedap tidak selalu harus pakai pengharum kimia yang dijual di pasaran.

    Ada beberapa bahan alami yang bisa dijadikan alternatif pengharum ruangan. Selain mudah ditemukan, aromanya juga menenangkan dan mampu meningkatkan kualitas udara di rumah.

    Mengutip The Spruce, berikut 3 bahan alami yang ampuh usir bau apek di rumah.


    1. Lavender

    Lavender dikenal dengan aroma lembut yang menenangkan. Bunga ini bukan hanya cantik, tapi juga bisa membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.

    Caranya mudah, cukup letakkan bunga lavender segar ke dalam mangkuk atau vas berisi air dingin. Jika sulit mendapatkan bunganya, gunakan minyak esensial lavender yang dicampur dengan air.

    2. Kayu Manis

    Kayu manis tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masakan, tapi juga pengharum alami. Aromanya yang manis dan hangat mampu mengusir bau apek sekaligus membuat suasana rumah lebih rileks.

    Untuk menggunakannya, rebus batang kayu manis lalu masukkan ke dalam diffuser. Alternatif lain, campurkan kayu manis dengan air dan minyak esensial untuk membuat pengharum ruangan.

    3. Kopi

    Siapa sangka kopi juga bisa jadi solusi penghilang bau apek. Aromanya yang khas dan kuat mampu menyerap bau tak sedap dengan cepat.
    Caranya, letakkan bubuk kopi yang sudah dipanggang ke dalam wadah terbuka di ruangan. Bisa juga dengan merebus biji kopi, lalu memanfaatkan uapnya melalui diffuser.

    Dengan memanfaatkan bahan alami seperti lavender, kayu manis, dan kopi, rumah bisa kembali wangi dan segar tanpa perlu repot memakai pengharum kimia.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Roastery Mungil di Pasar Santa Ini Punya Biji Kopi Pemenang Penghargaan


    Jakarta

    Di Pasar Santa yang kini dikenal sebagai pasar modern ternyata ada roastery keren. Salah satu biji kopi yang ditawarkan berhasil menyabet penghargaan bergengsi.

    Bagi warga Jakarta Selatan dan sekitarnya, pastinya tak asing dengan Pasar Santa. Pasar tradisional yang berhasil dipugar menjadi pasar modern ini menjadi tempat kulineran hits, pilihannya dari yang legendaris hingga kekinian.

    Selain tempat makan, banyak juga toko dan kedai kopi yang cukup populer di sini. Di bagian bawah pasarnya ada salah satu roastery yang menyimpan biji kopi istimewa.


    Namanya Kawaki Roastery. Toko kopi ini tak sekadar menjual kopi di pasar, tetapi juga pernah menyajikan kopi segar pada acara G20 di Jakarta, Indonesia. Pilihan biji kopi lokalnya beragam, bahkan ada satu biji kopi istimewa yang pernah menang penghargaan bergengsi.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Kawaki Roastery
    Alamat Pasar Santa Lt. Basement AKS 56-67, Jalan Cipaku I, Jakarta Selatan.
    No Telp 081282717969
    Jam Operasional Senin- Minggu, 07.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Kopi
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Area Parkir
    • Pesan Online
    • dll
    Kawaki RoasteryBarisan stoples kaca yang menjajakan biji kopi asli Indonesia. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menonjolkan Kekayaan Kopi Lokal

    Kawaki Roastery berada tepat di lantai bawah, persis di depan tangga dari pintu utama Pasar Santa. Ukurannya tak terlalu besar, maksimal hanya 8 orang yang bisa duduk jika ingin berada di posisi melihat barista menyeduh kopi.

    Deretan stoples besar berisi kopi membuat mata kami terbelalak penasaran. Mulai dari Aceh, Jawa Timur, Papua, Toraja, bahkan hingga kopi luwak sekalipun tampak dipajang di bagian sisi kedai.

    Kawaki Roastery ternyata tak hanya menjual biji kopi yang sudah dipanggang. Di lantai atas, mereka juga memiliki kedai khusus digunakan sebagai tempat memanggang kopi.

    Ternyata latar belakang pemilik Kawaki Roastery, Christine Tandibua asal Toraja yang juga memiliki kebun kopi menjadi alasannya. Konon sang pemilik merasa kopi Indonesia perlu ditonjolkan dengan lebih serius.

    Ketelitian Pemiliknya Mengelola Kopi

    Kawaki RoasteryPemiliknya, Christine Tandibua, dengan teliti memilah dan mengkurasi kopi-kopi yang dijualnya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menurut penuturan salah satu pekerjanya, pemilik Kawaki Roastery bahkan masih aktif dalam menangani kopi-kopinya secara langsung. Pada proses pemanggangan green beans atau biji hijau bahkan tak jarang dilakukan sendiri olehnya.

    Biji kopi yang disajikan di sini dipanggang dengan tingkat medium roast. Ciri-cirinya tampak dari warna kopi yang masih cokelat cerah dan tidak mengeluarkan banyak minyak. Aroma fruity dan floral alami dari dalam kopinya juga masih terendus kencang dari dalam stoples.

    Ada salah satu biji kopi yang sejak pasca panennya ditangani sendiri oleh Christine. Ialah Toraja Asong yang sejak pencucian, fermentasi, hingga pemanggangan dipantau dengan teliti.

    Biji kopi Toraja Asong tersebut kini menjadi salah satu produk terbaik dari Kawaki Roastery. Biji kopi ini juga menyimpan perjalanan yang panjang sampai menyabet penghargaan.

    Di halaman selanjutnya ada biji kopi yang dipakai oleh juara dunia.

    Pilihan Biji Kopi yang Istimewa

    Kawaki RoasteryAda salah satu biji kopi yang mendapat penghargaan internasional di Australia. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Alih-alih dibuat penasaran dengan biji kopi luwak yang ada di deretan stoplesnya, kami justru ditawarkan biji kopi yang unik. Namanya Toraja Asong yang berasal dari tanah Toraja tetapi proses pasca panennya dikelola diurus langsung oleh Christine.

    “Toraja Asong ini satu-satunya punya kita. Kalau sampai ketemu biji kopi Toraja Asong di kafe lain, berarti mereka sudah pasti beli kopinya dari kita,” kata salah satu barista di sana.

    Toraja Asong memiliki keunggulan pada rasa, aroma dan notes yang dihasilkan. Toraja Asong pernah mendapatkan perhatian khusus di Australia usai menyabet gelar Australian International Coffee Award pada peringkat perunggu tahun 2020.

    Biji kopi ini melalui proses anaerobic honey dalam fermentasinya. Lokasi tanamnya berada di Buntu Papasan, Toraja Utara dengan ketinggian 1.700-2.000 meter di atas permukaan laut.

    Ada juga Toraja Yale dengan karakter yang tak kalah unik. Toraja Yale menjadi biji kopi yang diboyong Muhammad Aga saat menjawarai Indonesia Barista Championship pada 2018.

    Biji kopi ini dipanen dari Sapan, Toraja dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Proses pasca panen yang diterapkan berupa dry hulled atau pengeringan yang sepenuhnya dilakukan secara alami.

    Segarnya Racikan Kopi nan Beragam

    Kawaki RoasterySeduhan kopi di sini dapat dinikmati baik pour over maupun espresso based. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Untuk membuktikan karakter rasanya, kami memesan kedua kopi unggulan Toraja Asong dan Toraja Yale untuk diseduh dengan teknik pour over. Menggunakan kopi seberat 15 gram, perbandingan antara bubuk kopi dan seduhan air yang digunakan 1:15.

    Untuk teknik pour over, pelanggan yang datang cukup membayar Rp 25.000 per jenis biji kopinya. Menunggu kira-kira 3 menit, kopi kami akhirnya disajikan.

    Setelah diseduh, Toraja Asong memiliki body yang medium. Ada rasa mirip perpaduan buah persik dan buah plum sebagai sumber fruitynya. Begitu juga rasa manis sedikit sepat yang berasal dari hint apel hijau.

    Sementara pada Toraja Yale body atau kepekatannya medium to light yang artinya warna hasil seduhannya cokelat terang. Pada sesapan pertama ada rasa mirip madu yang terasa, dilanjut dengan rasa kuat dari notes cokelatnya.

    Kami juga mencicipi espresso blend andalan Kawaki Roastery dalam seduhan segelas Magic (Rp 23.000). Rasa lembut susu yang creamy memberikan hint manis untuk kemudian berganti rasa kopi dengan notes dark cokelat yang dominan. Racikan Magic di sini menjadi salah satu yang juga direkomendasikan Efenerr atau yang kerap dinobatkan sebagai Bapak Magic Indonesia.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Menyicipi Kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable



    Rantepao

    Kopi Toraja paling nikmat jika dinikmati langsung di Toraja. Tempat menikmatinya ada di Cafe Aras 2 yang dijamin halal, tempatnya juga Instagramable.

    Toraja selama ini dikenal sebagai daerah yang memproduksi biji kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia. Liburan ke Toraja, sudah pasti wajib minum kopi lokal yang diproduksi di sini.

    Salah satu tempat terbaik untuk menikmatinya adalah Cafe Aras 2. Sesuai namanya, kafe ini merupakan cabang kedua dari Cafe Aras. Yang membedakan keduanya adalah, di Cafe Aras 2 ini dijamin kehalalan makanannya.


    Sedangkan di Cafe Aras pusat, ada hidangan-hidangan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak halal alias mengandung babi.

    Namun terlepas dari halal dan tidak halalnya, kedua kafe itu sama-sama menyajikan biji kopi lokal terbaik yang sudah diolah menjadi minuman kopi yang disajikan di gelas-gelas pengunjung.

    Menikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan InstagramableMenikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sesuai dengan rekomendasi dari barista yang bertugas sore itu, pilihan jatuh kepada kopi susu hangat dengan beans lokal Toraja yang diproses sendiri oleh Cafe Aras.

    Untuk versi dinginnya, traveler juga bisa memesan Caramel Macchiato yang tak kalah sedap. Kebetulan dua menu kopi ini juga direkomendasikan oleh pramusaji di Cafe Aras 2.

    Menikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan InstagramableMenikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Begitu pesanan kami datang, aroma kopi sedap yang menohok hidung sudah tercium dari radius 5 meter. Ini sudah jadi pertanda kalau kopi itu bakalan nikmat.

    Benar saja, begitu menyeruput kopi susu hangat itu, rasa kopi dengan notes kacang-kacangan langsung mengalir dengan mulus ke dalam tenggorokan. Duh, nikmatnya bukan main.

    Selain bisa menghabiskan senja sambil menyeruput kopi, traveler juga bisa berbelanja biji kopi dan alat-alat untuk menyeduh kopi.

    Ada juga pojok di kafe ini yang menjual berbagai barang perintilan seni yang bisa dibawa pulang traveler sebagai cinderamata.

    Lokasi Cafe Aras 2

    Cafe Aras 2 berlokasi di Jalan Andi Mappanyuki Nomor 94. Lokasinya tak terlalu jauh dari Alun-alun Kota Rantepao. Tinggal berjalan kaki selama 5 menit, traveler sudah sampai ke kafe ini.

    Lokasinya sangat strategis berada di pinggir jalan raya. Bangunannya didesain bergaya khas Toraja, seperti rumah Tongkonan dengan kepala Kerbau sebagai ikonnya.

    Sedikit tips, pilihlah tempat duduk di lantai 2 bangunan kafe dan nikmatilah angin sepoi-sepoi sebagai teman menyeruput kopi Toraja yang nikmat. Amboi!

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sensasi Menikmati Kopi Luwak dan Teh Aneka Aroma di Kintamani



    Jakarta

    Anda pernah nonton ‘The Bucket List’? Film yang pertama kali tayang pada 2007 itu dibintangi dua aktor gaek Hollywood Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

    Isinya menceritakan kehidupan kedua pria beda kasta yang bertemu di rumah sakit karena penyakit mematikan. Dari situ mereka membuat sebuah catatan kecil untuk dilakukan sebelum kematian menjemput.

    Saya menduga adegan yang paling menarik bagi penonton di tanah air adalah ketika keduanya membahas cita rasa Kopi Luwak. Jack dan Morgan terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata saat tahu bahwa kopi yang disebut memiliki aroma dan cita rasa terunik di dunia itu berasal dari kotoran kucing pohon liar alias luwak.


    Saya pribadi baru mencobanya pada akhir pekan lalu saat melintasi Jalan Raya Kintamani – Gianyar, Bali. Di sepanjang jalan itu berjejer perkebunan kopi menawarkan sensasi minum kopi luwak orisinal.

    Menjelang jam makan siang kami singgah di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’ yang memiliki kebun kopi seluas dua hektare. Tempat ini tidak memungut biaya masuk alias gratis. Area parkirnya luas. Setiap rombongan akan didampingi oleh seorang pemandu.

    Selain pohon kopi Robusta dan Arabica, di area seluas itu kita juga bisa mengenali pohon salak, vanilla, cokelat, dan lainnya. Hal menarik lainnya, di tengah kebun beberapa ekor luwak tengah meringkuk di atas dahan pohon kopi. Juga ada beberapa sapi terikat di dalam kandang.

    “Itu sengaja untuk kami manfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik,” kata Ni Luh Putu Juni Fira Dewi yang menjadi pemandu. Alumnus SMKN 1 Tampak Siring itu telah dua tahun bekerja di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’.

    Sebelumnya dia pernah bekerja di villa Tegal Alang, Ubud.

    Sejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, KintamaniSejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani (Sudrajat / detikcom)

    Di ujung kebun kami mulai mencium aroma biji kopi terpanggang. Dua perempuan paruh baya terlihat khusuk menyangrai biji kopi di atas penggorengan baja. Suluh-suluh kayu di bawahnya merah menyala menyeburkan bara. Tak jauh dari dapur, Fira menunjukkan kepada kami gumpalan kotoran Luwak. Warnanya cokelat kehitaman.

    “Kotoran ini biasanya kami bersihkan, dikupas kulitnya lalu dijemur selama beberapa hari. Setelah itu disangrai selama 45 menit baru ditumbuk hingga menjadi semacam tepung. Untuk satu kilogram kopi sangrai butuh sekitar dua jam untuk menghaluskannya,” kata Fira.

    Tak sampai setengah jam di kebun, pengunjung tersu berdatangan secara berkelompok. Kebanyakan para turis dari Australia dan Eropa. Semua disambut ramah dan diberi penjelasan serupa.

    Tak cuma tentang kopi dan kopi luwak, para pengunjung juga diperkenalkan kepada rempah-rempah berikut khasiatnya seperti kunyit, jahe, rosela, sereh, ginseng, dan lainnya.

    Di tepi kebun yang berbatasan dengan bebukitan hijau berderet kursi kayu. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk. Para pemandu lalu menghidangkan selusin cangkir gelas mungil berisi kopi dan teh beragam aroma. Kripik singkong dan pisang goreng menjadi pelengkapnya. Semua gratis!

    “Ini sudah menjadi tradisi kami untuk menghormati tamu. Kalau mau mau kopi luwak baru kena charged Rp 50 ribi per cup,” kata Fira.

    Sejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani - BaliSejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani – Bali (Sudrajat / detikcom)

    Sejumlah turis riuh berdecak kagum dan memberi applause. Penasaran, kami pun coba memesan secangkir kopi luwak.

    “Kalau biasanya kita menyeruput capucino, kali ini di Kintamani Bali kita lebih suka menikmati CatPooCino alias Kopi Luwak,” seloroh seorang turis asal Australia disambut tawa rekan-rekannya.

    Kami sepakat, cita rasa kopi luwak memang beda dari kopi lainnya. “Lebih lembut, asemnya juga lebih rendah dari kopi biasa,” ujar Meliyanti Setyorini, teman seperjalanan penulis.

    Untuk teh, dia suka yang aroma coconut. “Campurannya pas buat lidah gue,” dia menambahkan.

    Wartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak CoffeeWartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak Coffee Foto: Sudrajat / detikcom

    Cantik Agriculture Luwak Coffee’ juga menyediakan toko yang menjual berbagai produk hasil olahan kopi dan minuman yang telah dicicipi selama tur. Selain kopi aneka rasa, toko ini juga menawarkan berbagai produk lain seperti sabun buah, dupa, dan arak Bali.

    (jat/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sering Dijadikan Asupan saat Diet, Segini Kalori Kopi Tanpa Gula


    Jakarta

    Kopi menjadi salah satu minuman wajib yang kerap dikonsumsi sebelum beraktivitas. Kebanyakan orang mungkin lebih menyukai kopi yang cenderung manis dengan pemanis tambahan, seperti gula atau krimer.

    Namun, ada juga yang lebih menyukai kopi tanpa gula, termasuk mereka yang sedang dalam program diet. Memangnya kopi tanpa gula berapa kalori ya?

    Jumlah kalori makanan atau minuman, termasuk kopi, bergantung pada cara mengkonsumsinya. Secangkir kopi seduh biasa yang tidak mengandung gula hanya memiliki kurang dari 5 kalori dan tidak mengandung lemak.


    Dikutip dari Healthline, jenis kopi yang paling sedikit kalorinya adalah kopi hitam (black coffee) atau kopi hitam dingin (iced black coffee). Jika dikonsumsi tanpa tambahan lain, kedua jenis kopi ini hanya mengandung 2 kalori.

    Kopi yang diseduh dengan metode cold press atau biji kopi dengan rasa juga memiliki 2 kalori. Sementara itu, espresso mengandung 20 kalori dan kopi latte tanpa lemak mengandung sekitar 72 kalori.

    Namun, dengan menambahkan bahan-bahan lain ke dalam kopi seperti pemanis, tentu akan menambah kalori ekstra. Penelitian menunjukkan orang yang sering mengkonsumsi minuman manis lebih rentan mengalami kenaikan berat badan, dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

    Dikutip dari Mayo Clinic, orang yang sering minum minuman manis lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan dibandingkan orang yang tidak minum minuman manis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan 1 sendok teh gula ke dalam secangkir kopi sehari dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Berikut rincian kalori secangkir kopi jika ditambahkan oleh bahan-bahan tertentu:

    • Gula: 16 kalori untuk satu sendok teh (4 gram)
    • Sirup manis beraroma: 10 hingga 20 kalori per pump
    • Krim kocok: 73 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 28 gram)
    • Krim kocok kental: 101 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 30 gram)
    • Susu bebas lemak: 10 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 31 gram)

    Kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tambahan gula juga dapat berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius. Mulai dari penyakit jantung, obesitas, dan ketidakseimbangan gula darah.

    Jika tetap ingin menikmati kopi yang manis namun tetap menjaga jumlah kalori, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu gandum. Namun, pastikan untuk mengecek label produk karena banyak susu nabati yang menambahkan gula tambahan.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Mana Lebih Menyehatkan, Kopi dari Biji Panggang Sedang atau Gelap?


    Jakarta

    Tingkat biji kopi panggang sedang dan panggang gelap menghasilkan karakteristik berbeda. Namun, dari kedua tingkatan pemanggangan ini, mana yang lebih menyehatkan?

    Tingkatan roasting atau pemanggangan biji kopi ada beberapa macam. Tiap tingkatan pemanggangan tersebut menentukan karakteristik aroma dan rasa kopi yang akan keluar saat diseduh.

    Mulai dari tingkatan yang paling ringan atau light level dimana menghasilkan karakter lembut. Ada juga tingkatan sedang atau medium roast yang cenderung punya rasa lebih intens. Selanjutnya ada tingkat pemanggangan medium dark roast sampai dark roasted atau pemanggangan kopi paling gelap.


    Pencinta kopi umumnya lebih memilih untuk menggunakan biji kopi yang disangrai dalam tingkat sedang sampai gelap. Keduanya memiliki karakter, profil rasa, dan nutrisi yang berbeda.

    Di antara biji kopi panggang sedang dan panggang gelap, mana yang lebih baik? Melansir realsimple.com (14/04/2025), berikut informasinya!

    1. Biji kopi panggang sedang

    Menggiling biji kopiBiji kopi panggang sedang melalui proses pemanggangan lebih singkat. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Melansir ottencoffee.co,id, medium roast coffee atau biji kopi panggang sedang merupakan biji kopi yang melalui proses sangrai setingkat di atas light roast.

    Dipanggang pada suhu sekitar 210 derajat celcius. Menghasilkan biji kopi dengan karakteristik berwarna kecokelatan dan tekstur mirip seperti teh tetapi lebih gelap.

    Biji kopi yang disangrai dengan proses ini memiliki rasa lebih intens daripada kopi panggang ringan. Namun, kadar intensitasnya tidak sepekat kopi dipanggang gelap. Biasanya dipakai untuk membuat minuman manual brew.

    2. Biji kopi panggang gelap

    biji kopiBiji kopi dark roasted dipanggang jauh lebih lama. Foto: iStock

    Dark roast coffee atau biji kopi dipanggang gelap juga banyak disukai penikmat kopi.

    Umumnya biji kopi dipanggang di suhu di atas 225 derajat celcius. Kopi ini seringkali ditambah dengan campuran susu, gula, atau creamer untuk menjadi racikan cappuccino, latte, flat white, dan lain sebagainya. Namun biji kopi ini juga sering dipakai untuk menyeduh kopi manual brew.

    Proses pemanggangan dengan suhu tinggi membuat biji kopi ini hampir tidak lagi menyimpan karakter apapun selain rasa dan aroma gosong.

    Biasanya terlihat mengkilap karena minyak yang dikandung biji kopi keluar cukup banyak akibat proses sangrai lama.

    3. Mana yang lebih baik?

    biji kopiMedium maupun dark roasted coffee bisa disesuaikan preferensi dan kondisi masing-masing. Foto: iStock

    Dalam hal kandungan kafein, kopi panggang sedang dan panggang gelap punya perbedaan yang tidak terlalu signifikan.

    Menurut ahli gizi Shelley Balls, RD, seseorang yang suka jenis rasa dan aroma lebih intens tetapi ingin memilih kopi yang lebih banyak kandungan antioksidan, lebih baik pakai biji kopi panggang sedang atau medium roast.

    Jika tertarik, Shelley pun menyarankan untuk menggunakan biji kopi yang baru digiling karena memungkinkan kandungan antioksidan lebih banyak.

    Shelley juga menyarankan mereka yang memiliki masalah asam lambung tetapi ingin rasa kopi lebih kaya, bisa pilih biji kopi panggang gelap karena keasamannya lebih rendah.

    Perbedaan biji kopi panggang sedang dan gelap bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    4. Jenis yang lebih sehat

    Ketika biji kopi dipanggang, komposisi kimia, aroma, dan rasanya akan berubah.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, biji kopi panggang gelap biasanya disangrai sedikit lebih lama pada suhu lebih tinggi daripada biji kopi panggang sedang. Hasilnya, kopi punya rasa kuat dan pahit.

    Sedangkan biji kopi panggang sedang disangrai pada suhu lebih rendah dan dalam waktu lebih singkat. Menghasilkan rasa kopi seimbang dengan aroma kuat.

    Proses pemanggangan juga mengurangi kadar asam alami yang ditemukan dalam biji kopi.

    Shelley mengungkap bahwa proses pemanggangan lebih lama membuat biji kopi panggang gelap menjadi kurang asam.

    “Waktu pemanggangan lebih lama juga akan mengeluarkan sebagian antioksidan dalam kopi, jadi biji kopi panggang sedang memiliki lebih banyak antioksidan daripada biji kopi panggang gelap,” jelas Shelley Balls.

    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa biji kopi panggang sedang lebih sehat dibandingkan biji kopi panggang gelap. Sebab, kandungan antioksidan dan asam klorogenat lebih banyak ditemukan pada kopi panggang sedang.

    Kedua kandungan tersebut bermanfaat untuk kesehatan, seperti mengurangi peradangan, mengatur gula darah, meningkatkan metabolisme, hingga membantu proses pembakaran lemak.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com