Tag: biji rami

  • 5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti Beras


    Jakarta

    Isu ketahanan pangan membuat banyak alternatif sumber karbohidrat ikut disorot. Salah satunya jewawut, serealia yang punya banyak manfaat.

    “Orang bilang tanah kita tanah surga… Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman…”

    Petikan lirik lagu Kolam Susu dari Koes Plus seolah menggambarkan kekayaan nabati Indonesia. Faktanya Indonesia memang memiliki kekayaan tanaman yang tidak dapat terhitung jari, hanya saja eksplorasi dan pengenalannya terhadap masyarakat yang kurang menjadi alasan banyak bahan makanan kurang terekspos.


    Isu ketahanan pangan yang kini menjadi sorotan dianggap mulai mengkhawatirkan karena impor beras yang terus meningkat. Padahal ada beberapa sumber karbohidrat alternatif yang melimpah di Indonesia, salah satunya jewawut yang juga bisa diolah menjadi tepung.

    Jewawut merupakan tanaman serealia yang banyak tertanam di Indonesia. Faktanya kandungan karbohidrat jewawut tak kalah dari beras, bahkan disebut lebih menyehatkan. Sayangnya, jewawut masih sebatas dimanfaatkan untuk pakan hewan peliharaan saja.

    Berikut ini 5 manfaat konsumsi tepung jewawut menurut Healthshotes:

    5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti BerasJewawut merupakan tanaman serealia yang tinggi serat. Foto: Getty Images/iStockphoto/clemarca

    1. Menyehatkan pencernaan

    Dibandingkan dengan beras, jewawut menjadi asupan karbohidrat yang lebih tinggi serat. Mengingat jewawut adalah tanaman serealia sehingga komponen serat yang ada di dalamnya terbentuk secara alami.

    Serat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan melancarkan pencernaan manusia. Serat dibutuhkan untuk memberi makan bakteri baik yang ada di dalam usus.

    Ketika lingkungan usus menjadi sehat, maka pertumbuhan bakteri baik akan terjaga. Hasilnya kondisi kesehatan pencernaan hingga sistem imunitas akan meningkat.

    2. Menjaga kesehatan kardiovaskuler

    Selain serat dan karbohidrat, jewawut juga memiliki kandungan antioksidan. Antioksidan dibutuhkan oleh tubuh guna melindungi organ tubuh dari radikal bebas hingga menjaga kesehatan fungsinya agar tetap maksimal.

    Menurut pengamatan dan penelitian ahli, konsumsi tepung jewawut secara rutin dapat melindungi lapisan jaringan pada kardiovaskuler. Kesehatan kardiovaskuler penting untuk dijaga guna mendapatkan jantung yang sehat.

    Penyakit jantung berkaitan erat dengan kondisi peredaran darah dan kardiovaskular yang sehat. Ketika lapisan jaringannya terjaga, maka risiko untuk mengalami penyakit jantung akan menurun drastis.

    Manfaat tepung jewawut lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Memperbaiki suasana hati

    Beberapa komponen dalam makanan secara tidak langsung dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Mengatasi kecemasan atau bahkan meminimalisir risiko depresi yang dialami karena tekanan.

    Jewawut memiliki kandungan komponen asam amino dan triptofan yang tinggi. Dua jenis nutrisi ini dibutuhkan oleh otak untuk merilis hormon bahagia atau serotonin dan mengatasi stres.

    Hasilnya konsumen jewawut akan lebih mudah merasa bahagia karena serotonin yang dilepaskan lebih mudah oleh otak. Dibandingkan asupan karbohidrat tinggi gula, jawawut lebih ampuh untuk mengurangi stres oksidatif.

    4. Mengurangi risiko diabetes tipe 2

    5 Manfaat Tepung Jewawut yang Bisa Jadi Pengganti BerasDibandingkan dengan beras, jewawut lebih aman untuk penderita diabetes tipe 2. Foto: Getty Images/iStockphoto/clemarca

    Beras yang dimasak menjadi nasi memiliki kandungan glukosa yang harus diperhatikan. Hal ini yang membuat ahli gizi dan dokter membatasi pasien diabetes untuk mengonsumsi nasi putih terlalu banyak.

    Nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang dapat memicu produksi gula darah dengan cepat. Dampaknya tubuh harus bekerja keras memproduksi insulin untuk mencerna gula darah.

    Berbeda dengan beras, jewawut memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah. Sehingga konsumsi jewawut secara rutin dikaitkan dengan pengendalian gula darah yang lebih stabil.

    5. Mencegah obesitas

    Menilik pada kandungan alami jewawut, tak heran jika serealia ini disebut lebih sehat. Kadar serat yang tinggi, indeks glikemik yang rendah, hingga berbagai nutrisi yang ada di dalamnya menjadi alasan jewawut lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin.

    Ahli gizi dan konsultan gizi juga merekomendasikan jewawut dan olahannya sebagai tepung untuk menggantikan asupan karbohidrat. Glukosa yang rendah pada jewawut dan tepungnya dapat mencegah obesitas dengan meminimalisir masuknya gula dan kalori ke dalam tubuh.

    Selain itu mengingat kandungan seratnya yang baik, jewawut juga cocok untuk mengendalikan kolesterol. Terutama pada orang dewasa dengan keluhan kolesterol yang tinggi dan sulit mengendalikan asupan makanan.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 2 Sendok Makan Flaxseed Tiap Hari Bisa Bantu Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Memasukkan flaxseed ke dalam menu harian bisa membantu menurunkan berat badan dan jadi perawatan wajah. Ini jumlah yang disarankan oleh ahli gizi!

    Flaxseed atau biji rami merupakan makanan sehat berupa biji-bijian. Sekilas, tampilannya mirip dengan biji bunga matahari dengan warna merah kecoklatan.

    Jenis biji-bijian ini banyak ditemui di Amerika. Di balik ukurannya yang super mungil, flaxseed memiliki banyak manfaat, mulai dari kesehatan hingga kecantikan.


    Seperti yang tengah viral di TikTok, mengoleskan gel flaxseed ke wajah diklaim memberikan manfaat serupa dengan melakukan botoks. Terlepas dari itu, flaxseed juga disarankan masuk kedalam menu harian oleh ahli gizi.

    Dikutip dari TODAY (22/12/23) ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi dua sendok makan flaxseed setiap hari. Takaran tersebut mengandung 4 gram protein, 6 gram karbohidrat, 6 gram serat, 9 gram lemak, 80 miligram magnesium, 6 mg selenium, dan 0,4 miligram.

    Biji ramiBiji rami kaya akan lemak omega-3 tak jenuh. Foto: iStock

    Selain itu, biji rami juga kaya akan lemak omega-3 tak jenuh. Menurut studi tahun 2019, lemak sehat tersebut berperan sebagai antioksidan, sehingga menghindari berbagai penyakit, termasuk kardiovaskular dan kanker.

    Lebih lanjut, penelitian tersebut juga menemukan manfaat mengonsumsi flaxseed yang bisa menurunkan berat badan. Tingginya kandungan protein akan memberikan rasa kenyang yang lama.

    “Mengonsumsi flaxseed merupakan bagian dari pola makan sehat. Ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan ukuran pinggang,” ujar peneliti.

    Peneliti mengatakan bahwa flaxseed bisa dimasukkan ke beberapa menu makanan dan minuman. Lantas, kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi flaxseed?

    Biji ramiBiji rami Foto: iStock

    Menurut peneliti, tidak ada penelitian tentang waktu terbaik untuk mengonsumsi flaxseed. Kamu bisa kapan saja mengonsumsinya. Namun, kebanyakan orang mencampurkan flaxseed ke dalam oatmeal dan smoothie untuk sarapan.

    Tak ada salahnya juga mencampurkan ke dalam salad atau minuman sehat untuk dikonsumsi siang hari hingga malam hari. Ahli gizi juga membenarkan bahwa flaxseed punya manfaat untuk kesehatan.

    Menanggapi tren TikTok yang menyebutkan bahwa flaxseed berperan seperti melakukan botoks, ahli gizi tersebut membenarkan. Pasalnya flaxseed dikemas dengan lemak sehat dan vitamin E.

    “Dua nutrisi tersebut bermanfaat untuk kulit. Namun, alih-alih mengoleskan gel flaxseed, akan lebih baik jika kamu mengonsumsinya secara langsung,” tuturnya.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Paksu Perlu Tahu! Ini 5 Makanan yang Bisa Bikin Hormon Testosteron ‘Anjlok’

    Jakarta

    Testosteron adalah hormon yang identik dengan pria. Kendati demikian, wanita juga memiliki hormon ini meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

    Hormon ini memiliki beragam fungsi, mulai dari meningkatkan massa otot, mendistribusikan lemak, memproduksi sel darah merah, hingga mengatur fertilitas. Testosteron juga menjadi salah satu hormon yang bertanggung jawab atas libido dan gairah seksual.

    Hormon testosteron dapat menurun seiring pertambahan usia. Namun, ada juga sejumlah faktor lain yang bisa membuat kadar hormon ini anjlok sejak usia muda. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu.


    Lantas, apa saja makanan yang bisa menurunkan kadar hormon testosteron dalam tubuh? Dikutip dari Ro, berikut daftarnya.

    1. Minuman manis

    Sesekali minum minuman manis memang tidak masalah. Tapi jika hal ini sering dilakukan, maka bisa berdampak buruk terhadap kadar testosteron dalam tubuh.

    Minuman manis cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipogonadisme, yaitu kondisi ketika gonad (kelenjar seks) tidak menghasilkan cukup testosteron.

    Selain itu, gula juga dikaitkan dengan obesitas. Obesitas sendiri dapat memicu peradangan yang berdampak negatif terhadap sel-sel yang memproduksi hormon testosteron.

    2. Makanan yang mengandung lemak tertentu

    Makanan yang banyak mengandung lemak tertentu juga dapat ‘membunuh’ hormon testosteron.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2017 menemukan konsumsi lemak trans dapat menurunkan kadar testosteron. Lebih lanjut, studi itu juga menyebut konsumsi makanan yang mengandung lemak trans dapat memicu peradangan sistemik yang berdampak negatif terhadap produksi testosteron.

    Selain lemak trans, asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA) yang terkandung pada minyak jagung, kedelai, atau kanola juga dapat memengaruhi produksi testosteron. PUFA biasanya dianggap sebagai ‘lemak baik’, tetapi dalam jumlah tinggi, lemak ini dapat menurunkan produksi testosteron dalam tubuh.

    3. Minuman beralkohol

    Mengonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, termasuk menurunkan kadar testosteron.

    Alkohol dapat memicu peradangan, sehingga menyulitkan sel-sel penghasil testosteron untuk berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, alkohol dapat mengganggu aktivitas hipotalamus-pituitary-adrenal (HPA), yaitu jalur yang menghubungkan otak dan sistem endokrin.

    4. Biji rami

    Biji rami atau flaxseed sering disebut sebagai makanan yang menyehatkan. Namun, biji rami juga dapat menurunkan hormon testosteron, terutama bagi orang yang sudah memiliki kadar testosteron rendah.

    Pasalnya, biji rami mengandung lignan yang tinggi. Lignan adalah senyawa pada tanaman yang dapat meningkatkan ekskresi atau pembuangan testosteron dari dalam tubuh. Lignan juga dapat meningkatkan kadar globulin pengikat hormon seks (sex hormone-binding globulin/SHBG), yang membuat jumlah hormon testosteron bebas atau aktif berkurang.

    5. Karbohidrat olahan

    Makanan lain yang dapat menurunkan kadar testosteron adalah karbohidrat olahan seperti roti tawar, kue kering, dan kue yang dipanggang. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kaitan antara karbohidrat olahan dan testosteron, namun hal ini diduga terkait dengan sifat peradangan dari makanan tersebut.

    Asupan karbohidrat olahan yang tinggi juga dapat menyebabkan obesitas, yang kemudian dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy