Tag: bim

  • Siswa Sekolah Garuda Otomatis Dapat Beasiswa Kuliah? Wamen Stella Jawab Begini


    Jakarta

    Sebanyak 12 sekolah dan madrasah terpilih di berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam payung SMA Garuda Transformasi mulai 2025. Sementara itu, empat Sekolah Garuda baru akan beroperasi mulai 2026.

    Berdasarkan laman resminya, SMA Garuda Transformasi mendapat pembinaan dari pemerintah untuk mendorong siswanya diterima di perguruan tinggi terbaik dunia di dalam dan luar negeri.

    Selaras, siswa Sekolah Garuda baru nantinya juga disiapkan untuk lanjut ke pendidikan tinggi di kampus terbaik dunia. Sekolah berasrama ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC/Quick Win) Presiden Prabowo untuk mengembangkan talenta sains dan teknologi RI.


    Lantas, apakah siswa Sekolah Garuda, baik SMA Garuda Transformasi maupun Sekolah Garuda baru, akan otomatis memperoleh Beasiswa Garuda untuk lanjut kuliah?

    Kriteria Penerima Beasiswa Garuda

    Dalam laman Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek dijelaskan, beasiswa bergelar ini merupakan bagian dari ekosistem Sekolah Unggul Garuda untuk pengembangan ekosistem sains dan teknologi Indonesia. Beasiswa Garuda diberikan terutama bagi putra-putri dari latar belakang yang belum terrepresentasikan.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan, Beasiswa Garuda dirancang khusus bagi siswa Sekolah Garuda sebagai kelanjutan strategis.

    “Sehingga beasiswa Garuda ini diprioritaskan untuk mereka yang berasal dari sekolah Garuda. Namun tidak otomatis, ya. Jadi harus diperjuangkan,” ucapnya pada detikEdu di kantornya, Grha Kemdiktisaintek, Jl Pintu Satu Senayan, Jumat (18/7/2025).

    Stella menjelaskan, siswa pada dasarnya harus memperjuangkan beasiswa kuliah ini dengan prestasi. Siswa bersangkutan harus dinyatakan diterima di perguruan terbaik dunia di dalam dan luar negeri. Ia menambahkan, seleksi beasiswa juga didasarkan pada latar ekonomi siswa.

    “Di Beasiswa Garuda ini, kita tetap akan mencanangkan asas ekonomi. Apakah mereka membutuhkan? Kalau mereka tidak membutuhkan, walaupun mereka berprestasi, menurut saya kita harus mengoptimalkan uang negara dan memberikan terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

    Persiapan Beasiswa S1 Baru dengan LPDP

    Bagi yang tidak tersaring lantaran latar ekonomi, maupun yang tidak bersekolah di Sekolah Garuda, pihaknya menyiapkan kerja sama beasiswa lain dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu). Langkah ini menurutnya penting agar lulusan SMA dapat lanjut kuliah dengan beasiswa.

    “Selain Beasiswa Garuda ini, kita juga akan tetap memikirkan bagaimana kita bisa membuat beasiswa-beasiswa lainnya bekerjasama dengan mitra kami LPDP agar memperbanyak beasiswa untuk S1. Karena pada saat ini kita masih jauh lebih banyak beasiswa untuk S2. Padahal sebenarnya S1 ini sangat perlu didukung juga. Kita terus bekerja sama dengan mitra kami LPDP agar kita bisa juga membuat kesempatan dan mengalokasikan ini untuk S1,” kata Stella.

    Ia menggarisbawahi, amanat untuk memperbanyak beasiswa kuliah jenjang sarjana datang dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Dan Bapak Presiden berpesan bahwa penting sekali LPDP ini juga dipertinggi dan dioptimalkan untuk bidang S1. Itu pesan Bapak Presiden. Dan ini kami akan bekerja sama dengan LPDP untuk meningkatkan ini,” ucapnya.

    Beasiswa S1 untuk Siswa Berprestasi di Sekolah Lain

    Stella menjelaskan, Beasiswa Garuda sebelumnya juga dibuka bagi pelajar berprestasi yang bukan siswa Sekolah Garuda. Sementara itu, ke depannya, para pelajar luar Sekolah Garuda akan disediakan program beasiswa S1 tersendiri.

    “Untuk tahun ini memang dibuka karena masih sedikit dari Sekolah Garuda Transformasi. Jadi, Beasiswa Garuda, karena ada anggarannya, kami buka (untuk semua pelajar). Namun untuk tahun-tahun berikutnya itu akan kami khususkan untuk Sekolah Garuda. Tetapi pada saat yang bersamaan kami juga akan rancang program untuk membuka lebih banyak beasiswa S1,” ucapnya.

    Per Senin (16/6/2025) lalu, sebanyak 337 putra-putri asal berbagai SMA menerima beasiswa program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Garuda. Sebanyak 325 penerima beasiswa akan kuliah di luar negeri, sedangkan 12 lainnya di dalam negeri.

    Mayoritas penerima beasiswa memilih program studi bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Pilihan ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kapasitas talenta sektor strategis menuju kemandirian bangsa lewat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Berdasarkan catatan Kemdiktisaintek, negara tujuan terbanyak siswa antara lain Kanada, Australia, Amerika Serikat, dan Singapura. Keberangkatan pertama dijadwalkan Juli 2025 dengan sekitar 50 pelajar mulai studi di Australia.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 45 Awardee Beasiswa Garuda di AS Bisa Pindah ke UK



    Jakarta

    Sebanyak 45 awardee Beasiswa Garuda akan segera berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk menempuh studi mereka. Namun, ada kemungkinan mereka dipindahkan ke Inggris Raya atau United Kingdom (UK) karena kebijakan Presiden Trump.

    Seperti diketahui, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump telah melarang penerbitan visa, baik untuk pelajar asing maupun peserta pertukaran pelajar.

    “Untuk seluruh dunia itu pada saat ini visa untuk ke Amerika Serikat, appointment atau new appointment untuk visa ke Amerika Serikat, visa pelajar dan exchange program itu semuanya dihentikan,” jelas Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, kepada wartawan di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (16/6/2025).


    Stella menuturkan, dari 256 siswa penerima Beasiswa Garuda, sebanyak 45 orang diterima di kampus AS. Usai kebijakan baru Trump keluar, Kemendiktisaintek langsung menindaklanjuti pemberangkatan ini.

    “Dan pada hari setelahnya, kebetulan Bapak Presiden memang waktu itu mengundang (pihak) UK, dari Russell Group University, untuk berbicara dengan beliau untuk membangun secara keseluruhan ekosistem sains dan teknologi bangsa di negara ini,” tutur Stella.

    “Dan pada malam harinya, saya berbicara dengan mereka juga untuk melihat bagaimana, apakah bisa diakomodir mereka yang tadinya ke US untuk mungkin dipindahkan ke UK,” imbuhnya.

    Stella menambahkan, proses pemindahan mahasiswa ini sudah berjalan dan para siswa bisa dipindahkan. Asalkan, siswa yang bersangkutan mau pindah universitas.

    “Dan itu sudah berjalan, dan alhamdulillah syukurlah kita sudah bisa mendapatkan itu, dan sedang berjalan dan akan bisa dipindahkan jika siswanya mau pindah,” ujarnya.

    Tentang Beasiswa Garuda

    Beasiswa Garuda merupakan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Para siswa akan berkesempatan untuk dibiayai kuliah di universitas top dunia.

    Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para siswa-siswi berprestasi, tetapi diprioritaskan untuk yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

    Pendaftaran Beasiswa Garuda 2025 dibuka dalam dua gelombang. Gelombang pertama telah ditutup dan diumumkan pada April kemarin. Sementara itu, hasil akhir gelombang kedua diumumkan pada Jumat, 6 Juni 2025.

    (nir/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • BIM Persiapan S1 LN Angkatan 4 Dipastikan Tetap Jalan Pakai Dana LPDP



    Jakarta

    Ketua Paguyuban Orang Tua Murid (OTM) Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4, Ishandawi beberkan hasil audiensi dengan pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Ungkap BIM 4 dipastikan tetap jalan menggunakan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    “Sudah confirm, sangat confirm (menggunakan) dana dari LPDP. Dalam waktu 2 hari ini, LoA (Letter of Acceptance) yang sudah kami terima dari anak-anak itu akan dikumpulkan. Kemudian akan diproses satu demi satunya,” ujar Ishandawi kepada wartawan di Kemdiktisaintek Jakarta, Rabu (19/2/2025).

    BIM 4 Ada di Ranah Siapa?

    Ishandawi bercerita memang pelaksanaan BIM masih dipertanyakan kejelasannya. Namun usai bertemu dengan Kemdiktisaintek yang diwakili Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Henri Togar Hasiholan Tambunan, dijelaskan bila pelaksanaan BIM terpecah menjadi dua.


    Di tahap persiapan, BIM akan dilakukan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sedangkan pembiayaan ada di tangan Kemdiktisaintek.

    “Sehingga dua kementerian itu berkoordinasi secara birokrasinya. Itu yang mungkin (menjadi) hambatanya,” tutur Ishandawi.

    “Tapi secara teknis, program BIM 4 itu tetap lanjut dan anak-anak juga Alhamdulillah nanti LoA-nya bisa langsung diproses oleh pembiayaan di Diktisaintek,” imbuh dia.

    Batas Waktu LoA Awardee BIM Segera Habis

    Dalam tuntutan yang disampaikan Paguyuban OTM BIM 4 dijelaskan LoA yang sudah diterima siswa sudah tidak bisa menunggu lagi. Karena masa berlakunya segera habis.

    Untuk itu, mereka menuntut agar konfirmasi pembiayaan atas LoA yang sudah diterima segera dilakukan. Karena terdapat batas akhir pembayaran uang jaminan/pangkal ke universitas.

    Terkait batas waktu LoA, Ishandawi menjelaskan setiap kampus berbeda-beda. Di Asia, beberapa kampus menerapkan batas waktu LoA hingga 1 Maret, 27 April, hingga 1 Mei.

    “Tetapi Alhamdulillah sudah dipastikan kementerian ini (Kemdiktisaintek) memproses secara berjenjang, secara bertahap dalam waktu (LoA) yang dekat,” ungkapnya.

    Melalui postingan media sosial Instagramnya, Stella Christie membagikan ulang postingan salah satu orang tua murid Paguyuban OTM BIM 4. Ia menyebut menunggu LoA diberikan ke Kemdiktisaintek.

    Prof Stella Christie carikan solusi penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 LN angkatan 4Prof Stella Christie carikan solusi penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 LN angkatan 4 Foto: Tangkapan layar IG story @prof.stellachristie

    “Semoga berita baik hasil diskusi kemarin menjadi sumber semangat baru untuk anak-anak kita penerima BIM angkatan 4. Ditunggu LoA-nya! (bendera Indonesia),” kata Stella dikutip Kamis (20/2/2025).

    Mimpi Penerima BIM Kuliah di LN Segera Terkabul

    Siswa dan orang tua Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4 yang aksi di depan KemdiktisaintekSiswa dan orang tua Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4 yang aksi di depan Kemdiktisaintek Foto: (Devita Savitri/detikcom)

    Yosua Abdi Tulus Kondang, siswa penerima BIM 4 asal SMAN 26 Jakarta ikut memperjuangkan haknya di aksi OTM BIM 4, Rabu (19/2/2025) kemarin. Sejak kecil ia dikenal sebagai sosok yang berprestasi dan kerap langganan beasiswa.

    Hal ini dilakukannya untuk bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Kendati demikian, mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat terhalang karena masalah biaya.

    Hingga ketika kelas 9 SMP, Yosua berkenalan dengan BIM dari kakak kelasnya. Sejak saat itu, ia berusaha keras agar bisa menjadi salah satu penerima BIM.

    “Saya di situ belum ada lomba yang bisa dibilang berkualitas untuk dikurasi ke BIM, dan akhirnya saya dapat perunggu di Australian Mathematics Competition dan masuk BIM,” cerita Yosua.

    Berhasil diterima menjadi awardee BIM membuat Yosua menaruh harapan tinggi pada beasiswa ini. Ia bahkan melepaskan bangku siswa eligible di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    Kini diketahui Yosua telah mengantongi tiga LoA yang masa berlakunya segera habis. Ia berhasil diterima tiga kampus dunia yakni University of Alberta Kanada, Arizona State University Amerika Serikat, dan Pennsylvania State University Amerika Serikat.

    Perjuangan ini ia harapkan tidak sia-sia, karena Yosua merasa tidak ada kejelasan timeline atau lini masa sesuai dengan BIM tahun-tahun sebelumnya. Terlebih usai pemerintahan dan Kemendikbudistek dipecah menjadi tiga.

    “Jadi timeline itu pertama setelah seleksi kita akan ada pembekalan, webinar dari universitas, pelatihan SAT (Scholastic Assessment Test) dan IELTS, terakhir kita ada tes wawancara kebangsaan dan kemudian kami diberangkatkan,” jelasnya.

    “Selama satu tahun ini kami menjalani semuanya lancar. Sampai akhirnya pas pergantian pemerintahan ini lah yang seharusnya kami (berhak) mendapat kan konsuler ini kami tidak dapat dan disuruh cari sendiri,” imbuhnya.

    Kendati demikian dengan perjuangan OTM BIM 4, anak-anak penerima beasiswa akhirnya mendapat konsuler yang sukarela membantu. Perjuangan itu kembali dilanjutkan hingga akhirnya ada kejelasan bagaimana penerima BIM 4 akan mendapatkan haknya.

    Jika lancar, Yosua akan memilih kampus tujuannya dan berangkat studi di kuartil 4 tahun 2025. Persiapan mungkin akan mulai dilakukan pada Agustus mendatang.

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Kronologi Lengkap Demo Orang Tua Siswa BIM Persiapan S1 LN Angkatan 4


    Jakarta

    Sebanyak puluhan orang tua murid penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 melakukan unjuk rasa di di depan kantor Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2025). Masa demonstrasi meneriakan jargon “Save BIM 4” dan membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

    Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Realisasikan Pernyataan Menteri Prof Satryo untuk 350 Siswa Penerima Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4”. Sedangkan poster-poster lainnya bertuliskan “Jangan Biarkan LOA Anak-anak Kami Jadi Sia-sia” hingga “Ikan hiu melayang-layang, Beasiswa masih di awang-awang”.

    Ketua Orang Tua Murid (OTM) BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, Ishandawi menjelaskan selama ini siswa penerima BIM masih menunggu keberlanjutan studi. Mereka semula dijanjikan bisa meneruskan S1 ke universitas terkemuka luar negeri.


    “Sebagai bagian dari penyiapan sumber daya Manusia di Generasi Emas 2045 tidak jelas kepastiannya,” kata Ishandawi.

    Beri 4 Tuntutan

    Ketidakjelasan BIM 4 terjadi salah satunya karena ada transisi kepemimpinan dan perubahan struktur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolog (Kemendikbudristek) menjadi tiga kementerian. Terjadi simpang siur informasi di masyarakat yang akhirnya menimbulkan keresahan siswa penerima dan orang tua penerima BIM 4.

    “Apakah BIM Program Bergelar tersebut dilanjutkan?,” tanya Ishandawi.

    Kekhawatiran semakin bertambah karena hadirnya Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025. Ketidakjelasan semakin menggerogoti hati para orang tua murid.

    Kendati demikian, mereka tidak ingin mengalah dan memberikan 4 tuntutan kepada Kemdiktisaintek, yakni:

    • Realisasi, kepastian mekanisme dan timeline dari pernyataan Mendiktisaintek tertanggal 12 Feb 2025 di rapat dengan Komisi X DPR RI terkait pemberian beasiswa S1 Luar Negeri lewat dana LPDP.
    • Segera jalankan pemrosesan Beasiswa Indonesia Maju S1 Luar Negeri mengingat LoA yang sudah diterima dan beberapa sudah harus dikonfirmasi ke universitas terkait. Tidak bisa menunggu lagi.
    • Konfirmasi pembayaran atas LoA yang sudah diterima (yaitu Letter of Guarantee dan Letter of Sponsorship) segera dilakukan, mengingat adanya batas akhir pembayaran uang jaminan/pangkal ke Universitas.
    • Tidak ada pembatasan jumlah LoA yang diajukan oleh masing-masing anak penerima BIM 4.

    Diterima Kemdiktisaintek

    Ishani mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat akan aksi yang dilakukan OTM BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 hari ini. Ia juga turut mengundang Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono, tetapi secara mendadak tidak bisa hadir.

    Sempat tidak berjalan mulus karena tidak mendapat kepastian ruang audiensi, para orang tua akhirnya diterima Kemdiktisaintek sekitar pukul 10.00 WIB.

    Selama prosesnya, tim Paguyuban OTM BIM 4 membeberkan pihaknya diterima oleh Wamendiktisaintek Stella Christie. Namun, proses mediasi dengan Stella hanya berlangsung sebentar karena Wamen harus melaju ke agenda selanjutnya bersama Kementerian Dalam Negeri.

    Dapat Respon Positif dari Kemdiktisaintek

    Usai audiensi, Ishandawi menyatakan pihaknya diterima dengan baik oleh Kemdiktisaintek dan pihak kementerian mendengar aspirasi Paguyuban OTM. Ishan dengan tegas akan terus berkomunikasi dengan Kemdiktisaintek agar program BIM 4 tetap berlanjut hingga para awardee mendapatkan haknya.

    “Sangat positif dari kementerian mendengar semua aspirasi kami. Komunikasi akan terus dijaga agar program BIM 4 ini tetap berlanjut sampai anak-anak mendapatkan haknya,” ungkap Ishan.

    Tidak hanya Prof Stella, Paguyuban OTM BIM 4 juga diterima oleh Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Henri Togar Hasiholan Tambunan. Hasilnya, beasiswa BIM 4 dipastikan berlanjut menggunakan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    “Bahwa beasiswa ini akan berlanjut dengan dana LPDP. Alhamdulillah menjadi plong kami semua,” tambahnya.

    Dalam waktu 1-2 hari ke depan, Kemdiktisaintek akan mengumpulkan seluruh Letter of Acceptance (LoA) yang dimiliki awardee BIM 4. Selanjutnya LoA ini akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Alhamdulillah mereka (Kemdiktisaintek) sudah paham dan sudah menerima secara teknis akan ditindaklanjuti. Itu yang kami percaya,” tandas Ishan.

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Cara Dapat Beasiswa di University of Pennsylvania, Simak!



    Jakarta

    University of Pennsylvania (UPenn) sedang ramai dibahas di media sosial. Kampus yang terletak di Amerika Serikat ini memang termasuk ke dalam universitas top.

    Berdasarkan pemeringkatan QS WUR 2025, UPenn menjadi kampus terbaik di dunia urutan ke-11. UPenn mempunyai 52 program sarjana dan 15 program pascasarjana.

    Selain itu, kampus UPenn menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswanya. Baik beasiswa dari pemerintah, organisasi, alumni, perusahaan, dan masing-masing negara asal (mahasiswa internasional).


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UPenn? Mengutip berbagai sumber, ini langkah-langkahnya:

    Lewat Beasiswa Dalam Negeri

    Cara lazim dicoba oleh mahasiswa untuk meraih beasiswa di UPenn adalah lewat bantuan yang disediakan Pemerintah Indonesia sendiri. Berikut beberapa beasiswa dalam negari dengan pilihan kampus UPenn:

    1. Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP disediakan oleh pemerintah RI lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika detikers ingin meraih beasiswa pendanaan di UPenn bisa mencoba daftar beasiswa LPDP.

    Dikutip dari laman LPDP, kampus UPenn termasuk perguruan tinggi tujuan paling banyak dipilih. UPenn menduduki urutan ke-13 sebagai kampus luar negeri paling banyak dipilih dalam beasiswa LPDP.

    2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan skema beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri.

    Ada berbagai banyak pilihan program dalam BIB yakni S1, S2, S3, kemitraan, dan double degree. Pelamar beasiswa BIB bisa memilih UPenn sebagai pilihan kampus luar negeri.

    3. Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) juga menyediakan banyak pilihan kampus tujuan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia. Salah satunya University of Pennsylvania.

    BIM bisa dicoba untuk beberapa kalangan seperti calon guru SMK, dosen, dan pelaku budaya. Salah satu syarat untuk mendapat beasiswa BIM adalah sudah diterima di UPenn dibuktikan lewat Letter of Acceptance.

    Lewat Beasiswa dari Pemerintah AS

    Pemerintah AS menyediakan dana pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan lewat beasiswa Fulbright.

    Beasiswa Fulbright bisa dicoba bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master maupun doktoral. UPenn pun termasuk ke dalam salah satu pilihan kampus di beasiswa ini lho.

    Lewat Beasiswa Langsung di UPenn

    Mengutip laman resminya, UPenn menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa sarjana hingga pascasarjana. Berikut beberapa beasiswa yang tersedia:

    1. Penn Grant

    Penn Grant ditujukan bagi mahasiswa sarjana. Beasiswa ini dapat membiayai kuliah mahasiswa hingga semester 8.

    2. Named Scholarship

    Beasiswa jenis ini dibiayai oleh para alumni UPenn. Named Scholarship berlaku bagi mahasiswa S1.

    3. Graduate Grants and Scholarships

    Beasiswa ini tersedia di 12 sekolah pascasarjana UPenn, tapi dengan kuota terbatas. Penilaian beasiswa berdasarkan pada prestasi akademis dan profesional. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di https://srfs.upenn.edu/financial-aid/grants-and-scholarships ya.

    Itulah beberapa cara memperoleh beasiswa di University of Pennsylvania. Semoga membantu ya!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



    Jakarta

    Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

    Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

    Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


    “Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

    “Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

    Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

    “Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

    Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

    “Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

    Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

    “Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

    “Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

    Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

    Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

    Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendiktisaintek Kenalkan Pengganti Beasiswa Indonesia Maju, Apa Itu?


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenalkan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) untuk calon mahasiswa baru. Diketahui, beasiswa penggantinya yang bernama Beasiswa Garuda sudah memulai pendaftaran pada April lalu.

    Sebagai informasi, BIM merupakan beasiswa studi sarjana yang diluncurkan untuk calon mahasiswa baru. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan dan tunjangan hidup.

    Setelah empat angkatan, beasiswa ini akan ditutup. Namun, siswa tak perlu cemas karena Kemendiktisaintek telah meluncurkan penggantinya.


    Wamendiktisaintek Stella Christie pada Senin (21/4/2025) menyebut program Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita nomor 4.

    Gagasan Asta Cita nomor 4 berbunyi, ” Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Penerima manfaat akan mendapat beasiswa untuk berkuliah jenjang S1/D4 di luar negeri.

    Perlu diketahui, pendaftaran Beasiswa Garuda telah dibuka pada 21 April hingga 23 April 2025. Total, ada 256 siswa yang berhasil menjadi penerima beasiswa.

    Para penerima beasiswa diketahui telah diterima di universitas top dunia, seperti Singapore National University, Nanyang Technological University, hingga University of California Berkeley.

    “Beasiswa Garuda adalah program bagi sebagai bagian dari Sekolah Unggul Garuda. Bila BIM sudah selesai dan tidak dibuka lagi, maka Beasiswa Garuda akan dibuka lagi untuk tahun seterusnya,” ujar Ahmad Najib Burhani selaku Direktorat Jenderal Pendidikan Sains dan Teknologi di Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda dan BIM di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Senin (16/6/2025).

    “Dan semoga terus berlanjut sampai kita terus mendapatkan talenta-talenta,” imbuhnya.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Garuda

    1. Bantuan Biaya Pendidikan

    • Dana SPP
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku

    2. Bantuan Biaya Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat.

    Syarat Beasiswa Garuda

    • WNI
    • Tengah menempuh kelas 12 jenjang SMA atau sederajat.
    • Diterima di program sarjana atau sarjana terapan/diploma 4 di salah satu perguruan tinggi luar negeri dalam daftar yang ditetapkan Kemendiktisaintek.
    • Bersedia melaporkan setiap beasiswa non gelar pada komponen pendanaan yang sama atau beasiswa bergelar dari sumber lain sebelum dan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

    Dokumen Syarat Beasiswa Garuda

    • Data Dukung dan Data Ekonomi
    • Salinan digital kartu keluarga
    • Salinan digital KTP/KIA/akta kelahiran
    • Slip gaji ayah dan ibu apabila ada
    • Rekening koran orang tua dalam tiga bulan terakhir
    • Foto meteran listrik, terlihat kode CL
    • Surat pertanggungjawaban mutlak dengan meterai Rp 10 ribu.
    • LoA
    • Rincian biaya studi (tuition fee saja).

    Dokumen Pendukung untuk Penyandang Disabilitas

    • Surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dan ragam disabilitasnya dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai ketentuan UU.
    • Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp 10 ribu.
    • Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai kebutuhan aktivitas disabilitas.

    Jadwal Beasiswa Garuda

    • Submit dokumen ekonomi: 21-23 April 2025
    • Pengisian data LoA: Gelombang 1 (21-23 April 2025), gelombang 2 (2-24 Mei 2025)
    • Proses seleksi administrasi: Gelombang 1 (24-27 April 2025), gelombang 2 (5-15 Juni 2025)
    • Pengumuman seleksi: Gelombang 1 (28 April 2025), gelombang 2 (16 Juni 2025).

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Garuda dapat dicek melalui https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id. Selamat bagi para penerima beasiswa!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com