Tag: bitcoin ATH

  • Tiga Faktor yang Bikin Bitcoin Akan Kembali Injak All Time High

    Tren harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) saat ini masih berada di zona sideways. Bahkan, beberapa hari yang lalu, Bitcoin hampir mengalami koreksi yang cukup dalam.

    Sepertinya, all time high atau harga tertinggi Bitcoin pada 13 Maret 2021, membuat harga Bitcoin setelahnya terus mengambang. Namun, terdapat titik di mana Bitcoin nampak sedang mengkonsolidasikan harganya beberapa hari terakhir.

    Analisa kami, harga BTC berpotensi turun menyentuh area harga $55,378 – $54,472 dalam waktu dekat. Skenario ini bisa lebih buruk apabila penurunan area harga BTC tersebut ditembus, maka pergerakan harga BTC akan mengejar titik support berikutnya yaitu pada $50,802.

    Baca Juga: Bitcoin Kemungkinan Besar Akan Koreksi Dalam Bila Sentuh Titik Ini

    Namun, apabila melihat sisi fundamental atau peristiwa yang terjadi di kuartal pertama tahun ini, Bitcoin bisa saja dalam waktu dekat kembali mencetak harga tertingginya kembali.

    Berikut tiga alasan, Bitcoin bisa kembali menyentuh ATH:

    Pemegang Besar BTC (whales) Berhenti Menjual

     

    Salah satu faktor harga Bitcoin cenderung melambat setelah menginjak ATH pada Maret 2021, adalah terdapat aksi jual besar-besaran yang dilakukan pemilik Bitcoin dalam jumlah besar atau whales.

    Kriteria investor yang disebut sebagai whales itu apabila memilki saldo lebih dari 1.000 BTC.

    Berdasarkan data Glassnode, penjualan yang dilakukan whales sejak 8 Februari telah turun 10%. Dan puncaknya, sejak 31 Maret 2021, pemegang besar BTC telah berhenti menjual.

    Di akhir kuartal ini rata-rata menjadi waktu yang pas untuk pemilik besar Bitcoin menjual asetnya. Namun, nyatanya di akhir kuartal akumulasi harga Bitcoin belum menyentuh harga yang diharapkan. Meskipun, harga BTC telah mengalami kenaikan 104% sejak awal tahun.

    Namun, di awal kuartal kedua ini, April 2021, manajer aset digital terbesar Grayscale mengumumkan bahwa mereka telah menyeimbangkan dana digital dalam jumlah besar untuk menahan penjualan BTC.

    Hal ini bisa saja menjadi momen terdekat untuk Bitcoin kembali pumping dan mencetak harga tertingginya kembali.

    Long Term Holder Bitcoin Semakin Mengencangkan Dompetnya

    Pemegang jangka panjang Bitcoin saat ini terlihat semakin lama menahan aset mereka untuk tidak dijual. Analisa dari laporan mingguan Glassnode pekan ini menyatakan bahwa pemegang Bitcoin semakin percaya harga BTC akan kembali pumping dalam waktu dekat.

    Data Glassnode pun menunjukan perlambatan ini terjadi sejak Januari 2021. Di mana para pemegang jangka panjang ini masih banyak menahan asetnya.

    Hal ini persis dengan peristiwa yang terjadi pada momen ATH Bitcoin di tahun 2019. Di mana sebelumnya terdapat perlambatan aksi penjualan yang dilakukan long term holder ini.

    Baca Juga: BNB Sentuh Harga Tertinggi Baru!

    Permintaan Investor Institusional Masih Tinggi

    Permintaan dari investor institusional atau perusahaan di kuartal pertama 2021 ini cukup menggembirakan.

    Volume transfer bersih Bitcoin dari atau ke bursa sejak Januari 2021, menunjukan arus volume BTC lebih banyak yang ditarik dibandingkan disimpan. Ini adalah tanda bahwa koin-koin ini berpindah ke penyimpanan dingin. Dan ini sangat khas dengan perilaku institusi.

    Mereka cenderung melakukan investasi jangka panjang dan lebih memilih solusi penahanan yang lebih aman daripada membiarkannya di bursa. Sampai saat ini terdapat institusi besar, seperti Tesla, MicroStrategy, Meitu, dan lainnya,  yang masih mengakumulasi Bitcoin hingga saat ini.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Melewati Batas Atas, Harga Mulai Naik Kembali?

    Bitcoin baru saja berhasil naik melewati batas atas pada $35.000 dan terus berhasil melewati $36.350 yang merupakan batas konsolidasinya beberapa hari terakhir. Akibatnya banyak pihak yang memprediksi bahwa Bitcoin akan kembali menyentuh $40.000 dalam waktu dekat.

    Bitcoin Melewati Batas Atas

    Bitcoin berhasil melewati batas atas konsolidasinya setelah beberapa hari terakhir terlihat stagnan dari sentimen Dolar Amerika. Akibatnya saat ini diprediksi bahwa harga akan mulai menyentuh $38.000 bahkan $40.000 dalam jangka waktu dekat.

    Apresiasi ini juga membuat pola head and shoulders pada grafik 4 Jam rusak yang menandakan bahwa kemungkinan pergerakan ke bawah menjadi lebih kecil. Hal ini disebabkan pada umumnya pola tersebut menandakan bahwa harga akan bergerak turun, yang jika rusak berarti tanda tersebut juga rusak.

    bitcoin ath
    Pergerakan Harga Bitcoin 4 Jam

    Jika apresiasi terjadi dan membalik $36.000 menjadi batas bawah dapat menggagalkan narasi bahwa Bitcoin sedang menuju pergerakan turun setelah jatuh 26,5% pekan ini. Narasi ini muncul juga akibat kapitalisasi pasarnya yang jatuh sekitar $200 Miliar pekan ini.

    Walaupun terjadi depresiasi ini, mayoritas pelaku pasar keuangan masih terus memiliki pandangan positif terhadap Bitcoin dan pasar crypto secara menyeluruh. Pandangan positif ini mendapat dorongan besar dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

    Baca juga: 3 Cara Aman Beli Bitcoin Saat Harganya Meroket

    Biro independen yang mengurus tentang mata uang di Kementerian Keuangan ini baru saja memperbolehkan penggunaan stablecoins. Penggunaan ini dikhususkan untuk bank dalam melaksanakan transaksi dan untuk menjadi kustodian bagi stablecoins itu sendiri.

    Salah satu bukti nyatanya adalah Anchorage yang baru saja diizinkan oleh OCC untuk menjadi kustodian bank digital pertama. Hasilnya dengan adanya pernyataan positif tentang mata uang crypto dari Kepala OCC, pelaku asar crypto melihat kabar ini sebagai sentimen positif dan terus mendukung crypto walau sedang turun.

    Sektor DeFi dan Altcoins Juga Menguat

    Kondisi pasar saat ini sangat mencerminkan pergerakan pasar sebelumnya dimana Bitcoin mengalami koreksi tajam yang berujung pada konsolidasi setelah adanya apresiasi berbentuk parabola.

    Saat fase konsolidasi ini, mayoritas investor lebih sering mengalokasikan dananya pada altcoins. Pergerakan ini nampaknya telah terjadi lagi dengan volume perdagangan altcoins hari ini yang naik bersama apresiasi harganya.

    Baca juga:Coinfest 2021: Prediksi Koin DeFi Berpotensi Naik di 2021

    Dengan Bitcoin yang baru saja berkonsolidasi di $32.000 dan $35.000 beberapa hari terakhir, Ethereum mengalami apresiasi. Pada saat konsolidasi tersebut, ETH naik sekitar 3,96% dan berada di harga $1.120.

    Selain itu, Polkadot (DOT) juga terlihat mencetak rekor baru dengan apresiasinya yang hampir mencapai 37% bersama Kusama (KSM) yang naik lebih dari 21%. Secara keseluruhan kapitalisasi pasar crypto telah mengalami apresiasi dan berada di $983,5 Miliar.

    Bitcoin Masih Mendominasi

    Walaupun terjadi apresiasi di seluruh pasar crypto, saat ini Bitcoin masih terlihat mendominasi. Tingkat dominasi Bitcoin di pasar crypto saat ini terlihat telah mencapai 68,7% yang walau turun, tetap menunjukkan kekuatan Bitcoin.

    Oleh karena itu, dengan mayoritas altcoins yang kembali konsolidasi setelah mengalami apresiasi signifikan, nampaknya saat ini Bitcoin akan mulai naik kembali. Kemungkinan besar, dengan adanya apresiasi sebelumnya, target pada $40.000 saat ini masih sangat mungkin.

    bitcoin ATH
    Pergerakan Harga Bitcoin 1 Jam

    Tetapi sayangnya saat ini apresiasi tersebut masih terhalang oleh batas atas yang jika berhasil dilewati dapat membawa Bitcoin kembali ke zona pergerakan naik sebelumnya. Pada grafik 1 Jam, saat ini volume perdagangan masih belum besar, yang membuat Bitcoin masih kesulitan untuk naik.

    Ada kemungkinan bahwa pergerakan naik saat ini hanya sebuah retest akibat setelah menyentuh zona apresiasi sebelumnya, Bitcoin bergerak turun. Namun, sesi perdagangan Amerika dapat merubah semua akibat volume umumnya memuncak pada sesi tersebut.

    Kemungkinan besar harga saat ini akan turun mencapai $36.350 sebelum naik kembali menuju $37.445. Jika berhasil naik kembali dan menembus batas tersebut, kemungkinan target selanjutnya berada di $38.700 sebelum menuju $40.000.

    Baca Juga: Perusahaan Penasihat Keuangan Borong Bitcoin?

    Namun, jika turun kemungkinan besar batas selanjutnya berada pada $35.600 yang kemungkinan akan menjadi batas pengaman terakhir. Jika ditembus, kemungkinan harga akan kembali bergerak turun walau kemungkinannya sangat kecil.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Faktor Ini Diduga Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sentuh $24.000

    Bitcoin pecahkan rekor lagi, Sabtu tengah malam (19/12/2020) harga Bitcoin (BTC) berhasil menyentuh di atas $24.000. Di coinbase harga BTC sempat terpantau berada di harga $24.200, di Binance  $24.171, di Coingecko  $24.072 dan di Coinmarketcap tercatat harga Bitcoin berhasil menyentuh $24.085.

    Tiga faktor yang diduga mendorong harga BTC naik dalam waktu singkat, adalah tekanan shorts yang besar, pesanan jual yang bertumpuk pada $23.600, dan reaksi pasar terhadap proposal aturan self custodiad wallet Departemen Keuangan AS.

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Faktor Bitcoin Sentuh $24.000

    Penurunan Harga Besar-besaran Terjadi Lagi pada $23.600

    Menurut data dari Bybt.com,  shorts contract senilai $138 juta telah dilikuidasi.  Likuidasi massal shorts contract terjadi tepat ketika Bitcoin melampaui $23.600. Area $23.600 adalah level resistensi utama karena pesanan jual yang bertumpuk di seluruh bursa utama.

    Data likuidasi pertukaran Bitcoin. Sumber: Bybt.com

    Di Bitfinex, level resistensi $23.600 dan $ 23.800 memiliki pesanan jual yang besar sebelum reli terjadi. Ketika harga Bitcoin mulai meningkat, ia mengurangi posisi jual dan penjual di kisaran resistensi $23.600 hingga $23.800.

    Dilansir dari Cointelegraph, biasanya, tekanan short  terjadi ketika penjual dipaksa untuk membeli posisi pasar mereka karena harga Bitcoin naik. Hal ini menyebabkan permintaan pembeli melonjak dalam waktu singkat, seringkali menyebabkan penembusan besar ke sisi atas.

    Pasar Tidak Terpengaruh oleh Aturan FinCEN A.S.

    Pada 19 Desember, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan proposal aturan tentang self custodiad wallet.  Aturan tersebut mengharuskan bursa untuk melacak penarikan dan setoran di atas $3.000 yang berasal dari dompet non-kustodian. Jika transaksinya melampaui $10.000, maka bursa harus melaporkan langsung ke Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN).

    Namun, seperti yang dijelaskan para analis, aturan itu sendiri tidak seburuk yang diperkirakan para eksekutif industri. Cointelegraph melaporkan bahwa kecuali proposal tersebut menjadi undang-undang, harga Bitcoin dan pasar crypto yang lebih luas kemungkinan akan mengabaikan berita tersebut. Namun, terlepas dari katalis positif, dalam waktu dekat, pedagang percaya Bitcoin dapat berkonsolidasi atau mundur yang disebabkan perpanjangan reli yang berlebihan.

    Baca juga: Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Ttitik Support $18.500 Perlu Diperhatikan

    Pergerakan ini melanjutkan tren yang telah berkembang dalam beberapa minggu terakhir, pergerakan harga yang signifikan terjadi selama akhir pekan daripada hanya selama seminggu. Pada hari Sabtu, Van de Poppe mendesak agar berhati-hati, dengan alasan bahwa support penting masih jauh lebih rendah pada grafik BTC / USD di $ 18.500.

    “Reli vertikal seperti itu tidak akan bertahan lama. Jadi, koreksi akan terjadi di beberapa titik. Namun, memprediksi kapan itu terjadi masih dugaan dan bisa saja dengan mudah mencapai $30.000 dan kemudian melihat koreksi 30%,” katanya.

    Jika melakukan kilas balik di Maret 2020 di mana harga Bitcoin bertengger di kisaran angka $4.000-$5.000, maka dengan harga $24.000 semalam artinya Bitcoin sudah berhasil mencatatkan peningkatan lebih dari empat kali lipat kurang dari satu tahun.

    Baca juga: Ikutan Bitcoin, Ethereum Capai Harga Tertinggi 2020!

    Perbaikan harga yang mengesankan bagi aset yang  baru berusia 11 tahun ini. Dengan kenaikan harga terbaru, persentase keuntungan Bitcoin dari tahun ke tahun telah tumbuh menjadi lebih dari 225%. Kenaikan Bitcoin ini juga mendorong altcoins lainnya, contohnya adalah Litecoin yang melonjak lebih dari 50% minggu ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Bitcoin berhasil naik dan sempat melewati $23.400 atau sekitar Rp330 Juta. Sejak kemarin malam, beberapa penyebab Bitcoin mengalami pergerakan kuat nampaknya didasari pada FOMO.

    Bitcoin Berhasil Naik Akibat dari The Fed

    Saat ini mayoritas sentimen terhadap Bitcoin nampaknya sedang dipenuhi oleh banyak FOMO yang disebabkan The Fed. Setelah adanya percakapan dari FOMC (The Foreign Open Market Committee) dan juga pernyataan resmi Jerome Powell, pasar crypto nampaknya terus terdorong.

    Koin pertama yang merasakannya adalah Bitcoin yang merupakan pemimpin dari pasar crypto hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh Bank Sentral Amerika yang secara keseluruhan membuat pernyataan bahwa mereka akan terus dovish.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Maksud dari dovish adalah mereka akan terus memiliki pandangan ekspansif terhadap kebijakan moneternya hingga beberapa tahun ke depan. Akibatnya banyak pihak yang merasa bahwa nilai Dolar Amerika akan terus tergerus.

    Hal ini disebabkan oleh kebijakan moneter ekspansif yang bukan dilakukan melalui suku bunga acuan namun melalui operasi pasar terbuka. Caranya adalah kebijakan The Fed yaitu pembelian surat utang dalam lingkungan suku bunga acuan yang mendekati 0%.

    Hasilnya yield dari surat utang Amerika menjadi turun bersama dengan jumlah uang beredar yang bertambah. Sehingga nilai dari Dolar Amerika sendiri terus menurun yang membuat banyaknya likuidasi cadangan besar berbasis Dolar Amerika.

    Investor Institusional Pendorong Terbesar

    Mengingat banyaknya institusi dan perusahaan yang memiliki cadangan dana dalam Dolar Amerika, kabar ini bukanlah kabar yang baik. Sehingga, nampaknya mulai banyak pencarian alternatif lain untuk mengamankan kekayaan.

    Di saat yang bersamaan, volume perdagangan Bitcoin terlihat meningkat sebelum harga melewati $20.000. Volume yang naik ini berasal dari volume jual yang mencapai all time high yang menurut CryptoQuant adalah hasil dari whales yang menjual kepada institusi.

    Namun, data CryptoQuant juga menunjukkan bahwa data pembelian masih mengalahkan data penjualan walaupun mencapai ATH. Sehingga ada kemungkinan bahwa adanya aliran dana besar Bitcoin tersebut benar berasal dari investor institusi.

    Oleh karena adanya gabungan antara berkurangnya persediaan, dan institusi yang membeli dalam jumlah besar, harga Bitcoin menjadi naik secara signifikan. Kemungkinan besar, akibat hal ini mulai muncul banyak FOMO atau fear of missing outdari investor ritel yang khawatir akan tertinggal dalam keuntungan.

    FOMO Terbentuk untuk Investor Ritel

    Oleh karena itu, saat ini kemungkinan besar harga yang masih terus naik adalah dampak dari salah satu institusi yang membeli diikuti oleh investor ritel. Akibatnya apresiasi ini memiliki risiko yang cukup tinggi mengingat kemungkinan dorongan berasal dari investor ritel atau whale yang memiliki kesempatan untuk pump and dump.

    Kekhawatiran akan tertinggal atau FOMO ini dapat berujung buruk akibat adanya satu pihak atau pemain besar yang bisa memanfaatkan harga. Sehingga kemungkinan ada beberapa pihak yang dirugikan akibat masuk di harga yang tinggi.

    Baca juga: Coinfest 2021: Bitcoin Diprediksi Sentuh Harga $28.000 Tahun Depan!

    Saat ini harga sedang berusaha terus naik melewati Rp 330 Juta yang walau sudah berhasil dilewati masih terus berkonsolidasi dan memiliki kemungkinan turun. Maka dari itu, investor ritel tetap diharapkan berhati-hati walau terdapat banyak kabar dari institusi seperti MicroStrategy dan Grayscale yang dapat terus mendorong harga naik.

    Tetapi kabar baik yang dapat menjadi pertimbangan adalah pasar options Bitcoin yang masih menandakan pergerakan positif untuk pasar spot. Selain itu prediksi dari Top Cap Model masih memperlihatkan kemungkinan apresiasi ke Rp770 Juta bersama Bitcoin heat map yang menunjukkan pergerakan beli masih kuat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lebih dari US$20 Ribu, Bitcoin Terlampau Perkasa!

    Bitcoin terlampau perkasa! Untuk kali pertama sepanjang sejarah, akhirnya Bitcoin lampaui $20.000. Level berikutnya sangat tak terhingga!

    Rabu, 16 Desember 2020, tepat pukul 20:42 WIB, Bitcoin menclok di US$20.089 per BTC. Kali terakhir harga itu tercipta pada 17 Desember 2017 silam, sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebelumnya, versi Coinmarketcap.com.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    bitcoin ATH
    Harga Bitcoin tertinggi sepanjang masa sebelumnya, versi Coinmarketcap.com, 17 Desember 2017.

    Bitcoin kemarin tak berhenti di titik penentu itu, namun melanjutkan penguatan hingga US$20.898 di hari yang sama, pukul 23:58 WIB.

    bitcoin ATH

    Ketika artikel ini ditulis, 17 Desember 2020, pukul 00:39 WIB, Raja Aset Kripto itu turun tipis ke US$20.600.

    bitcoin ATH
    Keperkasaan Bitcoin, 14 Desember 2017 silam. Sumber: Kontan.

    Sukses menembus resisten US$20.000 itu adalah peristiwa yang amat sangat monumental, karena praktis membuka apresiasi tinggi untuk mencapai harga tertinggi baru lagi.

    Jikalau mengacu pada ramalan Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence,capaian US$20.000 ini dapat dengan luwes menembus lebih dari US$55 ribu per BTC pada tahun 2021 atau 2022.

    Di sisi lain, narasi “Bitcoin kian kalahkan emas” semakin telanjang untuk dinikmati, karena faktanya publik belajar sendiri untuk memahami, bahwa kelangkaan Bitcoinitu lebih pasti daripada kelangkaan emas.

    Pun lagi, keunggulan Bitcoin tentu saja dari teknologi digital dan kriptografi yang diusungnya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh emas yang benar-benar fisik.

    Sifat terbuka dan transparansi Bitcoin malah semakin merampas kedigdayaan emas sebagai aset yang sangat bernilai selama ribuan tahun.

    Secara year-to-date, emas pun hanya mampu tumbuh 15,95 persen. Sedangkan Bitcoin lebih dari 191 persen! Pun kelak agak tidak adil membandingkan dua kelas aset itu, ketika masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri, selayak saham versus emas, atau emas versus fiat money.

    Hari Bersejarah dan Penting
    Rasanya tidak berlebihan mengatakan bahwa 16 Desember 2020 adalah hari yang sangat bersejarah bagi umat manusia, karena untuk kali pertamanya (lagi), kita memiliki aset bernilai, jauh lebih bernilai dari emas yang dikenal dari generasi ke generasi.

    Dunia puan menyongsong era baru, era Bitcoin, era aset kripto, era keuangan digital yang menjanjikan sebuah kemakmuran tanpa eksklusifitas.

    Dari titik ini pula, adopsi terhadap Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya akan terus berlanjut. Setidaknya, jikalau tetap mengacu pada narasi tulen ini: pandemi, krisis, inflasi buruk, emas lemah, Bitcoin menguat.

    Pun ke depan, tanpa narasi itu, ketika pandemi usai, pekerjaan rumah pasca resesi ekonomi masihlah panjang. Ini serupa dengan krisis ekonomi global 2008 yang hingga detik ini dampaknya masih terasa, belum sembuh.

    bitcoin ATH

    Ramalan harga Bitcoin menjadi lebih dari US$377 ribu per BTC pada 23 Oktober 2021. Ramalan ini berdasarkan harga terkini Us$20.700 per BTC dalam konsep “Cycle Repeat, 1458 Days”. Sumber: Digitalik.net.

    Artinya, pembenahan ekonomi akan berlangsung selama beberapa dekade ke depan, sebagai “lahan basah tambahan” bagi harga Bitcoin untuk terus naik.

    Universe is the limit!

    OLEH: Vinsensius Sitepu
    Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Mencapai Harga Rp 555 Juta

    Harga Bitcoin naik ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir pada hari Selasa (24/10) pagi. Bahkan, harga Bitcoin telah mencapai di atas US$ 35.000 (Rp 555 juta), level yang belum pernah terlihat sejak Mei 2022. Kenaikan year-to-date (YTD) Bitcoin tembus lebih dari 110%.

    Bitcoin (BTC) telah menjadi pusat perhatian lagi dalam beberapa jam terakhir. Pada Selasa (23/10), pukul 09:30 WIB, BTC diperdagangkan melewati angka US$ 35.000. Namun, yang lebih menarik adalah pencapaian harga tertinggi tahun ini (ATH) sebesar US$ 35.193 (Rp 558 juta) oleh Bitcoin, yang memberi sinyal bahwa kripto ini masih memiliki potensi untuk menguat lebih lanjut.

    Harga Bitcoin terus bergerak dengan volatilitas yang signifikan. Saat ini, kita dapat mengidentifikasi level-level penting yang menjadi pemandu dalam pergerakan harga BTC. Diantaranya adalah support dan resistance yang tercatat sebesar US$ 30.000 dan US$ 35.800.

    Analisa Harga Bitcoin

    Pada saat ini, US$ 30.000 yang sebelumnya berperan sebagai level resistance, telah beralih fungsi menjadi support psikologis. Ini adalah indikasi kuat bahwa ada minat pembeli yang kuat di level ini. Trader dan investor kripto dengan cepat mengakui pentingnya level psikologis dalam analisis teknis, dan US$ 30.000 telah menjadi salah satu level kunci dalam tren harga Bitcoin saat ini.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Menambang Pajak Kripto: Sebuah Perspektif

    Sementara support pada US$ 30.000 telah menjadi titik fokus positif, perlu juga diperhatikan bahwa Bitcoin menghadapi resistance pada level US$ 35.800. Dalam beberapa jam terakhir, BTC mendekati harga US$ 35.200, yang menjadi level kritis yang perlu diatasi, jika kita ingin melihat kenaikan lebih lanjut.

    Harga Bitcoin akan menghadapi beberapa tantangan saat mendekati US$ 35.000-US$ 36.000, tetapi jika berhasil melewati level tersebut, itu bisa menjadi tanda positif untuk penguatan lebih lanjut.

    Sentimen Pendorong

    Penguatan pasar kripto dan Bitcoin hari ini telah didukung setelah media melaporkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tidak akan membantah keputusan yang mendukung Grayscale Investments yang secara keliru menolak permohonannya untuk ETF Bitcoin. Pengadilan AS juga telah mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan permohonan ETF Bitcoin Spot dan mengirimkan permohonan kembali ke SEC.

    Kemudian, berita mengenai ETF Bitcoin dari BlackRock muncul di situs Depository Trust & Clearing Corp. Harus diingat bahwa kemunculan berita ini di halaman tersebut tidak berarti bahwa ETF tersebut telah disetujui. Namun, fakta bahwa BlackRock telah mencapai tahap ini dalam persiapannya tentu saja mencerminkan tingkat optimisme yang signifikan.

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Selasa, 24 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.
    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Selasa, 24 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Matrixport: Bitcoin Capai Rp 892 Juta Setelah ETF BlackRock Disetujui

    Sentimen pelaku pasar masih tetap optimistis. Fear & Greed Index melonjak tinggi di angka 66/100, memasuki zona “Greed.” Terakhir kali posisi tersebut terjadi pada awal tahun 2023 ini. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan trader di pasar kripto saat ini semakin cenderung untuk mengambil risiko dan mencari keuntungan lebih besar.

    Zona “Greed” pada Fear & Greed Index mengindikasikan tingkat kepercayaan yang tinggi dan keyakinan bahwa harga Bitcoin masih memiliki potensi kenaikan yang signifikan. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto tetap sangat volatil, dan sentimen pasar dapat berubah dengan cepat, oleh karena itu, para pelaku pasar tetap disarankan untuk mengikuti perkembangan dengan cermat dan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Mencapai Titik Tertinggi Baru Sepanjang Masa $69k

    Harga Bitcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas $69.200, dan para analis yakin reli BTC masih akan berlanjut. Raihan ATH ini dicapai pada tanggal 5 Maret setelah naik 5% dalam 24 jam sebelumnya.

    Kripto pertama di dunia ini menguat lebih dari 21% selama seminggu terakhir dan memecahkan harga tertinggi sepanjang masa sebelumnya sebesar $68.990, yang tercatat di bursa Coinbase pada 10 November 2021.

    Rekor tertinggi ini mengikuti arus masuk besar dari ETF Bitcoin spot baru di Amerika Serikat. ETF telah memperkenalkan permintaan Bitcoin yang pasif dan tidak bergantung pada harga, yang telah memperkuat statusnya sebagai penyimpan nilai dan menyebabkan apresiasi harganya, menurut laporan penelitian oleh analis Bitfinex yang dibagikan kepada Cointelegraph.

    “Analisis kami memperkirakan sasaran harga konservatif sebesar $100.000-$120.000 akan tercapai pada Q4 2024, dan puncak siklus akan dicapai sekitar tahun 2025 dalam hal total kapitalisasi pasar kripto,” tulis analisis Bitfinex.

    BTC/USDT Daily Chart. Source: TradingView.
    BTC/USDT Daily Chart. Source: TradingView.

    Baca juga: Toko Token (TKO) Melesat Tinggi Masuk Top Gainers di Februari 2024

    Menurut para analis, ETF spot dapat mengurangi volatilitas penurunan Bitcoin setelah mencapai puncak siklus baru:

    “Fakta bahwa kita sekarang memiliki ETF berpotensi berarti bahwa penurunan apa pun setelah puncak siklus saat ini mungkin tidak sedrastis penurunan sebelumnya. Kami melihat lintasan harga yang stabil serupa setelah kenaikan besar setelah peluncuran ETF emas.”

    Pengaruh ETF Bitcoin

    ETF Bitcoin telah menjadi elemen penting dari reli saat ini. Pada tanggal 15 Februari, ETF Bitcoin menyumbang sekitar 75% dari investasi baru dalam aset kripto terbesar di dunia karena melampaui angka $50.000, menurut penelitian CryptoQuant.

    ETF Bitcoin dapat mengambil alih ETF emas dalam hal aset yang dikelola dalam dua tahun ke depan, menurut laporan penelitian 26 Februari yang dibagikan oleh analis senior Bloomberg Eric Balchunas dan analis asosiasi Andre Yapp.

    Meskipun berada pada titik tertinggi baru sepanjang masa, Bitcoin dapat mengalami volatilitas yang signifikan setelah halving mendatang. Tekanan jual menimbulkan hambatan signifikan terhadap harga bitcoin, sehingga membuat kripto melemah.

    Bitcoin (BTC) anjlok lebih dari 10% dari level tertinggi baru sepanjang masa pada hari Selasa (5/3) karena penjualan besar-besaran di bursa kripto membatasi lonjakan harga melampaui $69.000, sehingga membuat harga di bawah $60.000 pada satu titik.

    BTC naik menjadi $69.200, tetapi buku pesanan di bursa kripto Binance menunjukkan pesanan penjualan dalam jumlah besar berkumpul pada tingkat harga yang lebih tinggi, dengan lebih dari 300 BTC, bernilai sekitar $20 juta, akan dijual dengan harga $69.000 dan lebih dari 500 BTC untuk dijual di $70.000.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ATH BTC Mencapai $76,8K, Apakah Ini Baru Awal?

    Bitcoin berhasil mencetak All-Time High (ATH) dengan menyentuh angka $76.850, menandakan antusiasme tinggi dari pasar. Apakah ini adalah sinyal awal untuk kenaikan yang lebih besar?

    Bitcoin Tembus Rekor Harga ATH di Atas $76.800

    Bitcoin telah berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa di atas $76.800, yang menjadi momen penting dalam pergerakan harga aset ini. Kenaikan ini menguatkan tren positif yang tampaknya belum berakhir, dengan para analis memprediksi potensi peningkatan lebih lanjut di masa mendatang.

    Kondisi Harga BTC Saat Ini: Level Terkini dan Tren 24 Jam Terakhir

    Hari ini, harga Bitcoin berada di $75.719, dengan pergerakan terendah dalam 24 jam terakhir berada di $74.416 dan tertinggi menyentuh $76.849,99.

    Harga ini menunjukkan optimisme pasar saat ini.

    Data Reli Tunjukkan Potensi Lonjakan Lebih Lanjut

    Data teknis terbaru mengindikasikan adanya peluang bagi Bitcoin untuk terus reli lebih tinggi.

    Dengan berbagai faktor seperti adopsi yang semakin luas dan peningkatan minat institusi, harga Bitcoin mungkin belum mencapai puncaknya.

    Para ahli pun optimistis, menganggap bahwa potensi lonjakan masih sangat terbuka.

    Ekspektasi Harga BTC Jangka Pendek: Target di Kisaran $82.000 hingga $85.000

    Beberapa analis dan pelaku pasar kini menetapkan ekspektasi harga BTC dalam jangka pendek berada di kisaran $82.000 hingga $85.000.

    Dengan tren yang menunjukkan pergerakan positif, target ini dianggap realistis dan memungkinkan bagi Bitcoin untuk melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat.

    Harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin mungkin saja hanya permulaan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTC Rekor $94.977! Targetkan $100.000!

    Bitcoin mencatatkan level tertinggi baru di $94.977, menjadi rekor baru dalam analisa harga Bitcoin hari ini, dengan potensi kenaikan lebih lanjut hingga $100.000.

    Rekor Baru Bitcoin: $94.977 Jadi All-Time High (ATH)

    Bitcoin kembali mencetak rekor baru di $94.977, menunjukkan momentum bullish yang kuat. Berdasarkan grafik terbaru, harga ini merupakan lonjakan yang didorong oleh kenaikan volume perdagangan, yang mencapai 44.077 BTC dalam 24 jam terakhir.

    Tren positif ini semakin menguatkan keyakinan para investor terhadap potensi jangka panjang Bitcoin.

    Level Psikologis $100.000 Jadi Target Berikutnya

    Dengan pergerakan yang stabil menuju $95.000, Bitcoin kini berada di jalur menuju level psikologis $100.000.

    Tren bullish didukung oleh peningkatan volume dan indikator moving average (MA). Data dari grafik menunjukkan harga BTC secara konsisten berada di atas MA 7, MA 25, dan MA 99, menandakan tren kenaikan yang kuat.

    Analisis Pergerakan Bitcoin 24 Jam Terakhir

    Berdasarkan data grafik harian, Bitcoin terus menunjukkan pola bullish dengan harga penutupan yang lebih tinggi setiap harinya.

    Volume perdagangan yang stabil dan tekanan beli yang kuat menjadi pendorong utama kenaikan ini.

    Jika tren ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menembus level resisten di $95.000 dan mencapai $100.000 dalam waktu dekat.

    Bitcoin kembali membuktikan dirinya sebagai aset kripto teratas dengan performa yang luar biasa. Dalam analisa harga Bitcoin hari ini, para trader diingatkan untuk memperhatikan volatilitas pasar saat mengambil keputusan investasi, terutama dengan mendekati level kunci $100.000.

    Baca juga: Tren Bitcoin 18-22 November 2024: Waktunya Alt Coins By Hoteliercrypto


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin di Atas $ 48.000, Langkah Awal Raih ATH?

    Dini hari tadi (29/03), harga BTC berhasil menyentuh $ 48.000 untuk pertama kalinya. Investor bersemangat menyambut reli tersebut dan menyebut kenaikan harga kali ini sebagai langkah awal bagi Bitcoin untuk kembali meraih All time high.

    Data dari TradingView menunjukkan bahwa setelah jeda singkat di dekat support $ 47.000 pada awal perdagangan Senin kemarin, gelombang pembelian sorenya membantu mengangkat BTC di atas $ 48.000 dan bull mengidentifikasi $52.000 sebagai pemberhentian berikutnya.

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Melihat narasi bullish terus mengumpulkan momentum pada aset, berikut adalah beberapa analisis harga Bitcoin selanjutnya.

    Baca Juga: Ukraina Rilis Koleksi NFT “Museum of War” Momen Penting dalam Perang

    Analisis Harga BTC Setelah Menembus $ 48.000

    Pandangan pertama ke mana harga BTC akan berlabuh setelah level ini disediakan oleh analis yang berbasis di Twitter bernama panggung Nunya Bizniz.

    Ia memposting grafik berikut yang menguraikan kemungkinan pergerakan BTC di atas $ 54.500.

    Pergerakan Harga BTC prediksi Nunya Bizniz

    “Target pergerakan terukur dari penembusan dari segitiga naik. Kesana?” katanya.

    Pandangan serupa diungkapkan oleh analis teknikal bernama Crypto Yoddha, yang memposting grafik berikut.

    Ia menyoroti penerobosan yang bagus dari struktur bearish tersebut.

    Crypto Yoddha berkata, “Entah pullback (penurunan harga sementara) yang tepat untuk menguji ulang penembusan atau harga akan terus mendorong lebih tinggi untuk mencapai level tertinggi yang sama di $ 52.000.

    Baca Juga: Puncak Harga Tertinggi 3 Bulan, Bitcoin Sentuh 46.500 Dollar

    Wawasan lebih lanjut tentang pergerakan harga BTC di hari Senin diungkap oleh analis berbasis Twitter lainnya bernama panggung filbfilb.

    Ia memposting grafik berikut yang menunjukkan penutupan mingguan kuat oleh Bitcoin dengan harga di atas indikator WMA-20 dan DMA-50/100.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $ 2,168 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,1%. Pergerakan harga BTC juga terpantau aman sejauh ini.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com