Tag: Bitcoin Dominance

  • BTC Dominance Naik di Atas 50%, Apakah Saatnya Altcoin Bersinar?

    BTC Dominance atau dominasi Bitcoin telah naik di atas 50% selama beberapa hari terakhir. Hal ini terjadi akibat Bitcoin yang telah mengalami kemenangan beruntun selama seminggu terakhir dengan harganya naik di atas US$ 31.000.

    Pemulihan harga ini telah membuat dominasi pasarnya naik dengan cepat. Karena aset BTC saat ini berada tepat di atas US$ 30.000, dominasi pasarnya tetap di atas 50% dan meskipun ini bagus untuk Bitcoin, implikasinya terhadap altcoin di pasar kripto bisa lebih besar.

    Dikutip Bitcoinist, Dominasi Bitcoin telah meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Dominasi yang telah menurun dengan cepat pada tahun 2021, naik kembali dengan cepat antara Maret dan Juni hingga mencapai level tertinggi lokal sekitar dominasi 52% untuk pertama kalinya sejak April 2021.

    BTC Dominance Kembali ke Level Tahun 2021

    Ilustrasi BTC dominance sempat naik di atas 51%. Sumber: TradingView.
    Ilustrasi BTC dominance sempat naik di atas 51%. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Sinyal Bull Langka Terungkap oleh Data On Chain Bitcoin, Ini Analisanya

    Peningkatan dominasi ini mencerminkan fakta bahwa sebagian besar reli pasar terbatas hanya pada Bitcoin, meskipun altcoin melihat beberapa kenaikan. Akibatnya, kapitalisasi pasar BTC telah melewati US$ 587 miliar, yang berarti bahwa kapitalisasi pasar aset digital menyumbang lebih dari setengah total kapitalisasi pasar kripto.

    Namun, peningkatan dominasi Bitcoin tidak hanya menunjukkan tren bullish untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk altcoin. Fakta ini berasal dari performa historis ketika BTC dominance meningkat tajam. Dan sementara BTC dapat terus melihat kenaikan harga lebih lanjut, altcoin dapat memimpin dari sini.

    Secara historis, ketika dominasi Bitcoin telah meningkat untuk memperhitungkan sebagian besar pasar kripto, itu sering menandakan dimulainya musim altcoin. Ini karena investor mulai merotasi keuntungan mereka dari BTC karena mereka yakin aset digital itu tidak akan naik lebih jauh. Keuntungan ini kemudian masuk ke altcoin, meningkatkan permintaan sebagian besar altcoin dan menyebabkan harganya naik.

    Altcoin Bisa Bersinar?

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Ketua Fed Powell: Bitcoin Memiliki ‘Kekuatan Tetap’ Sebagai Kelas Aset

    Hal yang sama terjadi pada tahun 2020 tepat di awal pasar bull ketika dominasi telah meningkat di atas 50% setelah tahun 2019 yang sangat lambat. Yang terjadi selanjutnya adalah peningkatan minat pada altcoin saat mereka mencapai titik terendah pada awal tahun 2020, menyisakan ruang untuk demonstrasi besar-besaran yang dialami pada tahun 2021.

    Jika pasar ini mengikuti tren sebelumnya, maka kemungkinan dominasi pasar Bitcoin akan terus meningkat. Namun, itu kemudian akan menyaksikan penurunan tajam karena investor beralih ke altcoin untuk keuntungan yang lebih tinggi, menyebabkan kapitalisasi pasar Ethereum dan lainnya melonjak.

    Musim altcoin dari harga pasar saat ini dapat membuat koin naik setidaknya 10% lagi. Reli seperti itu akan menempatkan harga Ethereum di atas US$ 2.000, pemulihan yang akan menjadi perkembangan yang disambut baik untuk pasar kripto.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Raih Level Tertinggi, Tanda Tren Harga BTC Naik?

    Tingkat Bitcoin Dominance (BTCD) telah naik di tengah meningkatnya turbulensi di pasar kripto, dan baru-baru ini karena harga Bitcoin (BTC) juga mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan.

    BTC Dominance biasanya menjadi ukuran yang menggambarkan rasio antara kapitalisasi pasar Bitcoin dan kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan. Apabila nilai Bitcoin Dominance meningkat, maka nilai aset altcoin secara keseluruhan mengalami penurunan (downtrend) terhadap BTC.

    Menurut data TradingView, Tingkat Bitcoin Dominance telah mencapai angkat tertinggi sembilan bulan sebesar 45,5%. BTCD terakhir mencapai lebih dari 45% pada 25 Juni 2022.

    Lonjakan baru-baru ini terjadi di tengah gejolak pasar kripto dalam dua minggu terakhir akibat kegagalan bank yang ramah kripto, Silvergate dan Signature, serta kehancuran yang hampir terjadi pada sektor perbankan di AS secara meluas.

    Dominasi Bitcoin secara historis meningkat selama periode tekanan tinggi karena BTC dianggap sebagai aset yang kurang stabil dibandingkan kebanyakan aset kripto lainnya.

    Pangsa Pasar Bitcoin

    Baca juga: Daftar 10 Kripto yang Diproyeksikan Berkinerja Baik di Tahun 2023

    Keuntungan pangsa pasar BTC juga akhir-akhir ini bertepatan dengan lonjakan harga Bitcoin hampir tiga hari, yang melonjak melewati US$ 26.000 pada hari Selasa (7/3) untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu setelah rilis data indeks harga konsumen (CPI) yang sedikit menguntungkan untuk bulan Februari 2023. Laporan CPI memicu lonjakan di seluruh pasar kripto.

    BTC baru-baru ini diperdagangkan di atas US$ 25.643, naik 5.04% selama 24 jam terakhir dan melonjak dua digit dari posisi harga selama akhir pekan.

    “Jalan Bitcoin Dominance umumnya dipandang sehat untuk pasar kripto, karena ini menandakan bahwa buih di pasar relatif rendah (trader kripto memilih untuk membeli Bitcoin daripada altcoin yang lebih spekulatif),” FundStrat Research mencatat dalam tweet Selasa (7/3).

    Dikutip Coindesk, FundStrat mengatakan lonjakan tersebut dapat mencerminkan minat investor pada Bitcoin “ menyala kembali ketika bank tradisional seperti SVB gagal.”

    Dominasi Bitcoin juga menguat sementara kerusuhan stablecoin telah muncul selama beberapa minggu terakhir, dengan USDC stablecoin terbesar kedua di dunia, berkurang dari dolar setelah runtuhnya Silicon Valley Bank. USDC baru-baru ini mendapatkan kembali pasaknya, tetapi ketidakpastian tentang jalur stablecoin ke depan tetap ada, terutama karena regulator telah meningkatkan pengawasan mereka terhadap aset ini.

    Narasi Bitcoin Berubah

    ilustrasi Bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bitcoin Sulit Menuju US$ 25.000 Imbas Krisis Credit Suisse

    Dengan peristiwa baru-baru ini yang semakin mendukung kenaikan Bitcoin setelah awal tahun yang mengesankan, opini keseluruhan tentang kinerja masa depan secara bertahap berubah menjadi positif setelah bear market yang suram.

    Di antara pergeseran dalam perspektif adalah perusahaan perdagangan DecenTrader, yang menggambarkan “narasi” seputar Bitcoin sebagai “berubah bullish” dalam pembaruan pasar baru pada 16 Maret.

    “Ini merupakan musim dingin yang panjang dan dingin untuk Bitcoin dan kripto. Namun, peristiwa baru-baru ini telah membantu melambungkan harga jangka pendek, dan yang terpenting telah mengubah narasi dari bearish menjadi bullish,” rangkum kontributor Miffy.

    DecenTrader mengincar level harga BTC US$ 30.000 sebagai potensi target naik.

    “Namun yang penting, kami telah melihat perubahan naratif besar untuk Bitcoin dengan pemisahan yang jelas dari pasar tradisional yang terus berjuang karena masalah ekonomi dan ledakan bank. Kami mungkin melihat kembali ke Bitcoin jika harganya naik lebih jauh dan kasus penggunaannya menjadi lebih jelas karena sistem perbankan tradisional terus krisis.”

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sejarah Singkat Bitcoin Dominance – Tokocrypto News

    Istilah Bitcoin Dominance merujuk pada proporsi Bitcoin di pasar mata uang kripto secara keseluruhan. Sejak awal peluncurannya pada tahun 2009, Bitcoin mendominasi pasar kripto sebagai satu-satunya mata uang digital yang tersedia. Dengan berjalannya waktu, ini mulai berubah.

    Pada 2013, munculnya gelombang pertama altcoin memberi nilai tambah baru pada formula kapitalisasi pasar kripto. Tahun 2015 menandai lahirnya Ethereum, yang menjadi saingan utama Bitcoin dengan mata uangnya, Ether. Pada 2017, ledakan ICO menyebabkan penurunan dominasi Bitcoin, mencapai titik terendahnya, namun kemudian pulih kembali melewati 50% dalam beberapa bulan. Saat ini, dominasi Bitcoin menghadapi tantangan dari berbagai token DeFi, NFT, metaverse, serta ribuan kripto lainnya.

    Awal Mula dan Pentingnya Bitcoin

    Bitcoin, yang diluncurkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto, tetap menjadi mata uang kripto terbesar dan paling berharga. Teknologinya telah mendorong pembuatan ribuan altcoin. Bitcoin terus memainkan peran krusial di pasar aset digital, dan dominasinya merupakan barometer penting untuk pasar kripto secara keseluruhan.

    Mengapa Bitcoin Dominance Penting?

    Bitcoin Dominance dihitung dari kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan keseluruhan pasar kripto. Ini penting karena membantu para pedagang memahami tren pasar, seperti kapan altcoin mengalami kenaikan dibanding Bitcoin. Misalnya, penurunan dominasi BTC pada 2017 menandakan kenaikan harga altcoin, yang bertepatan dengan pasar masuk ke fase bull.

    Dari Satu ke Ribuan Kripto

    Litecoin, altcoin pertama, lahir pada 2011. Tahun 2013, yang disebut “tahun Bitcoin” oleh Forbes, menyaksikan pertumbuhan pesat jumlah altcoin baru. Pada Mei 2013, pasar memiliki setidaknya sepuluh token, termasuk Litecoin dan XRP dari Ripple. Meski ada banyak pendatang baru, dominasi BTC tetap sekitar 95% pada masa itu.

    Munculnya Ethereum dan Altcoin Lainnya

    Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya, menawarkan lebih banyak fungsi dibandingkan Bitcoin. Bitcoin tetap dominan dengan pangsa pasar sekitar 90-95%, meskipun Ethereum mulai populer. Namun, pada 2017, ICO memicu perubahan signifikan dengan penurunan dominasi Bitcoin hingga sekitar 37% pada Januari 2018.

    Crypto Winter dan Pemulihan Bitcoin

    Post-ICO, banyak proyek kripto gagal memenuhi harapan, dan pasar mengalami periode penurunan. Namun, dominasi Bitcoin perlahan meningkat kembali di atas 50% di akhir 2018.

    Era COVID dan Pasar Kripto

    Selama pandemi COVID-19, pasar kripto memasuki fase bull run, dengan dominasi Bitcoin mencapai 72% pada Januari 2021. Selama periode ini, investor ritel beralih ke day trading dan investasi kripto, seringkali memilih altcoin.

    Kesimpulan

    Meskipun pasar altcoin telah menggerogoti pangsa pasar Bitcoin, mata uang kripto ini masih memimpin dalam hal kapitalisasi pasar. Bitcoin, yang dijuluki “emas digital,” tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor. Namun, keunggulan kompetitif Bitcoin sebagai pelopor pasar kripto bisa berubah seiring waktu.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Naik Lagi! Sinyal Pemulihan Besar di Depan Mata?

    Bitcoin kembali menunjukkan taringnya di pasar kripto. Bitcoin Dominance kini berada di 58,1%, naik tipis dari level pekan lalu yang sempat menyentuh 57,9%. Sementara Ethereum tertahan di kisaran 13%, dan altcoin lain berada di sekitar 28,9%.

    Pergerakan ini bukan sekadar angka biasa. Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa indikator penting on-chain, yakni Short-Term Holder Realized Value (STH RVT), kini berada di titik krusial yang mendekati level terendah siklus.

    Apa Itu RVT dan Kenapa Penting?

    Dilaporkan Trading View, RVT (Realized Value to Transaction Volume) adalah osilator yang mengukur rasio keuntungan/kerugian yang direalisasikan investor terhadap total volume transfer di jaringan Bitcoin.

    • Jika RVT turun, artinya investor merealisasikan laba/rugi lebih rendah dibanding volume transaksi.
    • Saat ini, RVT pemegang jangka pendek (yang membeli BTC dalam 155 hari terakhir) anjlok tajam, mendekati titik terendah siklus.

    Artinya? Sebagian besar koin BTC di pasar bergerak mendekati harga impas, menandakan fase detoksifikasi pasar sedang berlangsung.

    Glassnode menjelaskan:
    “Secara historis, reset semacam ini sering kali menjadi fondasi untuk pemulihan jangka panjang yang lebih sehat.”

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 2 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 2 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

    Pola Historis: Saat BTC Bangkit Setelah Titik Lemah

    Jika melihat ke belakang:

    • Pertengahan 2024 & awal 2025: RVT STH sempat berada di level serupa, lalu diikuti pemulihan harga.
    • Tahun 2023: Indikator bahkan turun lebih dalam sebelum BTC stabil dan kembali reli.

    Kini, pertanyaannya: apakah BTC sudah mencapai titik terendah saat ini di kisaran $117.000 (naik 3% dalam sepekan), ataukah masih ada koreksi lanjutan sebelum reli besar dimulai?

    Dominasi BTC Kembali Pulih: Sinyal Sehat?

    Selain RVT, indikator lain yang ikut menguat adalah dominasi pasar Bitcoin. Setelah sempat jatuh ke 57%, dominasi BTC kini bangkit ke hampir 59%.

    Menurut Glassnode, pergerakan ini adalah tanda pasar yang lebih sehat.
    Mengapa? Karena reli yang didorong BTC biasanya lebih sustainable dibanding reli altcoin, yang sering kali cepat panas tapi cepat pula meredup.

    Kesimpulan: Fase Tenang Sebelum Ledakan?

    Gabungan indikator on-chain dan kenaikan dominasi pasar membuat banyak analis percaya bahwa Bitcoin sedang membangun fondasi baru sebelum potensi reli berikutnya.

    Dengan harga saat ini di $117.000, investor tampaknya sedang menunggu kepastian: Apakah BTC siap melesat ke level tertinggi baru? Atau apakah pasar masih butuh sedikit “uji kesabaran” sebelum momentum besar benar-benar datang?

    Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason di Depan Mata? Dominasi Bitcoin Runtuh Lagi

    Pasar kripto kembali menegangkan! Bitcoin Dominance atau Dominasi Bitcoin (BTC) merosot ke 57%, level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Sejarah mencatat, penurunan dominasi BTC sering menjadi pertanda dimulainya Musim Altcoin (Altseason), fase ketika modal investor berpindah dari Bitcoin ke altcoin yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.

    Sinyal Awal Altseason

    Menurut data Coinbase Institutional, penurunan dominasi dari 65% pada Mei 2025 ke 57% di September merupakan rotasi modal klasik yang biasanya mengawali altseason.

    Dilaporkan Coindoo, analis populer seperti Michaël van de Poppe menyoroti divergensi bullish pada grafik altcoin dan meningkatnya likuiditas pasar. Banyak trader melihat kondisi ini sebagai peluang emas untuk masuk lebih awal sebelum gelombang breakout besar terjadi.

    Dominasi BTC Berbalik Naik: Altseason Ditunda?

    Namun euforia tidak bertahan lama. Data TradingView terbaru menunjukkan kapitalisasi pasar kripto anjlok dari $4 triliun menjadi $3,82 triliun, sementara dominasi BTC justru naik kembali dari 57,3% ke hampir 59%.

    Kenaikan ini menandakan altcoin jatuh lebih dalam dibanding Bitcoin. Jika dominasi BTC menembus 59% dengan pola inverse head-and-shoulders yang mulai terbentuk, altseason bisa tertunda lebih lama.

    Whale.Guru bahkan memperingatkan: “Dominasi Bitcoin kembali menguat! Uang berputar ke Bitcoin! Altseason tertunda?”

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 27 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 27 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks Altseason dan Sentimen Pasar Melemah

    Indeks Musim Altcoin dari BlockchainCenter juga mengonfirmasi tren serupa, turun ke 69 poin, di bawah ambang batas 75 poin yang menandai altseason resmi.

    Sementara itu, indeks sentimen pasar bergeser dari Netral ke Ketakutan. Jika rasa takut meningkat menjadi Ketakutan Ekstrem, risiko penjualan panik bisa semakin menekan altcoin.

    AshRobin, pendiri Kanto Lab, mengingatkan:
    “Hari-hari membeli koin secara acak dan menunggu semuanya naik sudah berakhir. Pasar terlalu jenuh dengan terlalu banyak koin, sementara likuiditas terbatas.”

    Harapan: ETF Altcoin dan The Fed

    Meski indikator saat ini melemah, investor tetap optimis bahwa altseason besar masih bisa terjadi. Faktor pendorongnya antara lain:

    • Pemangkasan suku bunga The Fed yang dapat melonggarkan likuiditas.
    • Potensi persetujuan ETF Altcoin oleh SEC, yang bisa memicu arus modal besar ke proyek-proyek alternatif.

    Penurunan dominasi Bitcoin ke 57% memang sempat membangkitkan harapan altseason. Namun kenaikan kembali mendekati 59% menjadi peringatan bahwa altseason belum sepenuhnya dimulai. Investor kini harus waspada—apakah ini awal dari rotasi modal besar ke altcoin, atau sekadar false start sebelum Bitcoin kembali mengambil alih pangguna.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

    Bitcoin Dominance kembali mencatat lonjakan signifikan, mendekati 57,5%, memicu kekhawatiran bahwa reli altcoin mulai kehilangan tenaga. Sementara itu, pangsa volume perdagangan Ethereum (ETH) terus merosot, menandakan rotasi modal ke altcoin berkapitalisasi kecil mulai mencapai titik jenuh.

    Menurut data dari CryptoQuant dan CryptoELITES, tren on-chain menunjukkan bahwa rotasi altcoin yang sempat memperpanjang siklus pasar kini mulai kelelahan. Dominasi BTC yang semakin kuat ini bisa menjadi sinyal pergeseran kepemimpinan pasar, di mana Bitcoin kembali merebut spotlight setelah periode “musim altcoin” yang lebih panjang dari perkiraan.

    Ethereum Kehilangan Momentum, Altcoin Mulai Loyo

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ethereum sebelumnya memimpin rotasi dengan peningkatan pangsa volume, tetapi tren tersebut mulai memudar. Data menunjukkan modal yang semula berpindah ke ETH kini menyebar ke altcoin menengah dan kecil. Sayangnya, siklus ini tidak mampu bertahan lama.

    Analis on-chain mignoletkr menegaskan: “Rotasi altcoin telah berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, dan pola ini kini semakin jelas melemah.”

    Penurunan pangsa volume ETH memperkuat sinyal bahwa investor mulai kembali melirik Bitcoin sebagai aset utama. Ditambah lagi, penarikan Ethereum di beberapa bursa mempertegas sentimen kehati-hatian.

    Dominasi Bitcoin Sentuh Level Kritis

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 24 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 24 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Sejarah menunjukkan bahwa dominasi BTC pernah melonjak dari 35% hingga 70% pada siklus sebelumnya, sebelum stabil di kisaran 40%–45%. Kini, pergerakan menuju 57,5% menempatkan BTC di zona resistensi historis yang sering kali menjadi titik balik besar.

    CryptoELITES menyoroti hubungan terbalik antara dominasi Bitcoin dan performa altcoin: ketika dominasi naik, altcoin biasanya tertahan atau bahkan anjlok. Artinya, reli altcoin saat ini mungkin benar-benar memasuki fase akhir.

    Apa Artinya untuk Trader?

    Dengan dominasi Bitcoin mendekati level penting, para trader altcoin menghadapi titik balik krusial. Jika BTC.D berhasil menembus dan bertahan di atas 57,5%, pasar bisa menyaksikan gelombang konsolidasi besar-besaran ke Bitcoin, sekaligus mengakhiri momentum altcoin.

    Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi sinyal untuk mengevaluasi ulang strategi portofolio, apakah tetap bertahan di altcoin berisiko tinggi, atau mengamankan keuntungan dengan kembali ke Bitcoin yang kini menunjukkan tanda-tanda kembali menguasai pasar.

    Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

    Dominasi Bitcoin di pasar kripto terus mengalami pelemahan, turun dari puncak 62% menjadi 55%. Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi investor, karena biasanya penurunan dominasi Bitcoin membuka jalan bagi rotasi modal ke altcoin, terutama aset besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

    Dominasi Bitcoin sendiri merupakan ukuran kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar kripto. Angka ini sering digunakan sebagai barometer apakah pasar lebih condong ke arah aset “safe haven” seperti Bitcoin atau mulai mencari peluang berisiko lebih tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar di altcoin.

    Ethereum dan Solana Menjadi Sorotan

    Dilaporkan The Block, penurunan 700 basis poin dari puncak siklus tahun ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi altcoin menjelang kuartal keempat 2025. Ethereum dan Solana sudah menunjukkan tanda-tanda minat baru, baik dari investor institusional maupun ritel. Salah satu faktor yang mendorong adalah meningkatnya perhatian terhadap digital asset treasury (DAT), di mana berbagai tim berupaya mengumpulkan modal serta membeli aset melalui entitas yang diperdagangkan secara publik.

    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.
    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.

    Jika menengok siklus sebelumnya pada 2021–2022, dominasi Bitcoin sempat turun hingga di bawah 40%. Kondisi itu memicu reli besar altcoin, sehingga saat ini banyak analis melihat peluang serupa dapat kembali terjadi apabila pasar terus mendukung aset berisiko.

    Pasar dalam Fase Transisi

    Dengan dominasi Bitcoin yang kini berada di level 55%, pasar dianggap berada pada fase transisi. Artinya, altcoin bisa mulai membangun momentum tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sentimen spekulatif ekstrem. Namun, ada faktor penting yang perlu diawasi: apakah altcoin benar-benar mampu menarik permintaan pasar spot, bukan hanya dorongan sesaat dari perdagangan derivatif.

    Potensi masuknya modal institusional dalam jumlah besar melalui produk ETF dan treasury aset digital bisa menjadi katalis utama. Pertanyaannya, apakah aliran dana tersebut akan mendorong pembelian langsung token sehingga mampu memberikan apresiasi harga yang berkelanjutan bagi altcoin.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Turun ke 57%, Ethereum Kian Tancap Gigi

    Bitcoin (BTC) masih menjadi ikon utama pasar kripto, tetapi dominasinya perlahan mulai terkikis. Pangsa pasar BTC yang sempat bertengger di atas 65% pada akhir Juni kini merosot ke kisaran 57–58% per akhir Agustus 2025, menurut data terbaru. Penurunan ini menandakan pergeseran arus modal yang semakin kuat ke altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Hyperliquid (HLP).

    Ethereum & Hyperliquid Jadi Penantang Serius

    Ethereum semakin mengukuhkan statusnya sebagai aset alternatif utama. Pasar berjangka dan opsi ETH mencatat rekor volume perdagangan baru, menunjukkan minat investor institusional maupun ritel yang mulai lebih condong ke ETH dibanding BTC.

    Sementara itu, Hyperliquid (HLP) mencatat lonjakan luar biasa. Volume spot harian platform ini menembus $3,4 miliar, menjadikannya salah satu pusat perdagangan BTC terbesar. Bahkan, volume bulanan Hyperliquid telah melampaui Robinhood selama tiga bulan berturut-turut, sebuah capaian yang mempertegas pergeseran besar dalam ekosistem likuiditas kripto.

    Musim Altcoin Mulai Berkembang

    Merosotnya dominasi Bitcoin memperkuat keyakinan bahwa altseason berikutnya tengah berkembang. ETH dan HLP telah membuktikan posisinya sebagai pilihan utama, namun muncul pula Remittix (RTX) sebagai kandidat baru yang siap menarik perhatian investor.

    Berbeda dari altcoin yang sekadar mengandalkan hype, Remittix memiliki fondasi utilitas dunia nyata, akses bursa yang semakin luas, peluncuran produk nyata, serta kampanye komunitas berskala besar. Faktor-faktor ini membuat RTX dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga pencipta nilai jangka panjang melalui adopsi global.

    Data Terbaru Dominasi Bitcoin

    Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
    Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
    • Bitcoin: 57,1% (turun dari 65,1% di Juni 2025)
    • Ethereum: 14,3% (naik dari 11,8% bulan lalu)
    • Altcoin lain: 28,6%

    Jika dibandingkan dengan posisi terendah tahunan pada Desember 2024 (53,9%), dominasi BTC masih relatif tinggi, namun tren pelemahannya kini semakin jelas.

    Apa Artinya Bagi Pasar?

    Menurunnya dominasi Bitcoin biasanya menandakan meningkatnya spekulasi pada altcoin. Investor cenderung mengalihkan modal ke aset lain dengan potensi keuntungan lebih besar. Namun, tren ini juga membawa risiko volatilitas yang lebih tinggi.

    Dengan kondisi saat ini, pasar tampaknya sedang menuju fase di mana Ethereum, Hyperliquid, dan bahkan proyek baru seperti Remittix bisa menjadi motor utama pertumbuhan, sementara Bitcoin berperan sebagai aset lindung nilai utama.

    Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTC Dominance Hampir Sentuh 6%, Pertanda Akhir Altcoin Season?

    Dominasi Bitcoin (BTC) kembali menguat dan hampir menyentuh level psikologis 60 persen, berada di sekitar 57,8 persen meskipun harga BTC terkoreksi ke kisaran 96.000 dolar AS akibat gelombang likuidasi dan arus keluar ETF, membuat peluang altcoin season semakin menjauh.

    Di sisi lain, pasar altcoin melemah tajam, dengan Ethereum turun 9 persen dan Solana merosot hingga 15 persen. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan lama: apakah altseason telah berakhir atau justru sedang dalam fase persiapan menuju rotasi pasar berikutnya?

    Apa Itu BTC Dominance dan Mengapa Penting

    BTC dominance mengukur porsi kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan keseluruhan pasar kripto. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kontrol Bitcoin terhadap pergerakan pasar.

    Kenaikan dominance biasanya menunjukkan bahwa investor memilih aset yang dianggap lebih aman dan likuid, terutama saat pasar sedang bergejolak. Sebaliknya, penurunan dominance sering kali menjadi tanda awal rotasi modal menuju altcoin.

    Saat BTC dominance naik:
    • Investor menghindari risiko dan masuk ke BTC
    • Modal keluar dari altcoins
    • Pasar cenderung bergerak defensif

    Saat BTC dominance turun:
    • Modal mulai mengalir ke altcoins
    • Trader mengambil risiko lebih tinggi
    • Altseason berpotensi dimulai

    Metrik Altcoin Season Index pada 14 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 14 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Indeks Altcoin Season Turun, Tapi Solana dan XRP Justru Bangkit!

    Pola Sejarah BTC Dominance di Level Tinggi

    Tren serupa pernah terjadi pada beberapa siklus sebelumnya. Pada 2017, dominance turun dari 65 persen ke 35 persen, diikuti lonjakan besar pada altcoins. Pada 2021, dominance sempat menyentuh 70 persen sebelum akhirnya turun ke 40 persen, memicu kenaikan signifikan pada Ethereum dan altcoins lainnya.

    Analis menilai area 60–62 persen dapat menjadi titik pantulan penting. Jika dominance menembus area tersebut, altcoins berpotensi semakin tertekan. Namun jika berbalik turun, rotasi modal dapat terjadi dan membuka peluang altseason.

    Selain itu, kenaikan stablecoin dominance menunjukkan dana segar yang masih menunggu waktu tepat untuk masuk ke pasar. Kondisi ini sering dianggap sebagai potensi tekanan yang siap dilepas.

    Indikator yang Perlu Dipantau

    Beberapa sinyal teknikal dapat menjadi penentu apakah altseason mendekati atau masih jauh.

    1. BTC.D turun di bawah 55 persen
      Level ini secara historis mendukung peralihan modal ke altcoins.
    2. Altcoin Season Index naik di atas 75
      Di bawah 25 menunjukkan dominasi Bitcoin masih kuat.
      Di atas 75 menandakan altcoins mulai menguasai momentum.
    3. Arus masuk ke Ethereum
      Kenaikan inflow ETH biasanya menjadi sinyal awal rotasi modal ke altcoins lain.
    4. Stabilitas harga Bitcoin
      Altcoins cenderung bergerak lebih sehat ketika BTC tidak terlalu volatil.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 15 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 15 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Apa yang Harus Dihindari Investor

    Investor disarankan tidak melakukan FOMO pada altcoin acak ketika BTC dominance berada di puncaknya. Hal ini berisiko membuat investor memegang aset yang stagnan atau turun lebih dalam saat Bitcoin masih menjadi pusat perhatian pasar.

    Prospek Altseason ke Depan

    Kenaikan BTC dominance hingga mendekati 60 persen bukan berarti altseason berakhir. Dalam banyak siklus pasar sebelumnya, Bitcoin selalu memimpin terlebih dahulu sebelum altcoins menyusul ketika sentimen dan likuiditas mulai membaik.

    Saat ini pasar berada pada fase menunggu. Walaupun kurang menarik, fase ini sering menjadi masa akumulasi bagi investor yang sabar. Altseason biasanya datang tiba-tiba, tepat ketika pasar terlihat sepi dan tidak ada harapan.

    Baca juga: 3 Indikator Menunjukkan Altcoin Season Mungkin Muncul November


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda aberdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Semakin Dekat? BTC Dominance Turun Drastis

    Apakah altcoin season akan segera tiba? Sejumlah analis meyakini sinyal-sinyal awalnya sudah terlihat. Salah satunya datang dari analis kripto populer, Matthew Hyland, yang menilai bahwa grafik BTC Dominance kini menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang bisa membuka jalan bagi kebangkitan altcoin.

    “Alasan kamu harus percaya diri terhadap pergerakan altcoin adalah karena grafik BTC Dominance tampak bearish, dan sudah seperti itu selama berminggu-minggu,” tulis Hyland di X (Twitter) pada Jumat.
    Menurutnya, tren ini kemungkinan akan berlanjut, sementara reli Bitcoin yang terjadi belakangan hanyalah ‘dead cat bounce’ alias pantulan sementara dalam tren turun.

    Dalam video terpisah, Hyland juga menuduh bahwa volatilitas harga Bitcoin akhir-akhir ini bukan murni pergerakan pasar, melainkan hasil “manipulasi dari institusi keuangan tradisional (Wall Street) untuk menyiapkan posisi mereka.”

    BTC Dominance Turun 5%, Tapi Altcoin Masih Lesu

    Data dari TradingView menunjukkan bahwa dominasi pasar Bitcoin turun 5,13% sejak Mei dan kini berada di level 59,90%.

    Meski begitu, Bitcoin masih memegang porsi terbesar dari pasar kripto dan diperdagangkan di kisaran US$102.090 per 9 November, menurut CoinMarketCap.

    Sebelumnya, pada 4 November, harga Bitcoin sempat jatuh di bawah US$100.000 untuk pertama kalinya dalam empat bulan, memicu kekhawatiran tentang arah pasar ke depan. Namun, sebagian analis menilai momen ini bisa menjadi titik awal bagi “rotasi modal” dari BTC ke altcoin.

    Sayangnya, CoinMarketCap Altcoin Season Index masih berada di angka 28/100, yang berarti pasar kripto masih dalam fase “Bitcoin Season”. Dengan kata lain, meski dominasi BTC turun, performa altcoin secara keseluruhan belum menunjukkan tanda kuat untuk takeover.

    Altcoin Season Kali Ini Mungkin Tak Seramai Dulu

    Siklus altcoin season di masa lalu sering diwarnai dengan lonjakan besar-besaran di berbagai koin kecil. Namun, beberapa eksekutif kripto memperkirakan siklus kali ini akan lebih selektif.

    Maen Ftouni, CEO CoinQuant, mengatakan bahwa pada altcoin season berikutnya, modal besar akan lebih banyak mengalir ke aset yang sudah memiliki ETF atau berpotensi mendapatkannya.

    “Tidak semua koin akan mengalami lonjakan besar. Likuiditas akan terkonsentrasi di aset tertentu, termasuk ‘dinosaurus’ lama yang sudah mapan,” jelas Ftouni.

    Metrik Altcoin Season Index pada 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 9 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Artinya, di siklus kali ini, trader tidak bisa lagi berharap semua altcoin “terbang bersama”. Proyek yang memiliki fundamental kuat, likuiditas besar, serta dukungan institusional kemungkinan akan jadi pemenang utama.

    Apa Artinya Bagi Trader?

    Dilaporkan Trading View, bagi investor ritel, situasi ini bisa menjadi momen penting untuk menata ulang strategi. Beberapa poin yang bisa diperhatikan:

    • Pantau tren BTC Dominance. Penurunan lanjutan bisa jadi sinyal awal altcoin season.
    • Fokus pada aset likuid. Koin dengan volume tinggi dan ekosistem kuat lebih berpotensi menyerap modal baru.
    • Jangan abaikan manajemen risiko. Crash Oktober yang menghapus US$19 miliar posisi leverage jadi pengingat keras bahwa euforia bisa berbalik cepat.
    • Cari katalis jelas. ETF, upgrade jaringan, atau kolaborasi institusional bisa jadi pemicu rotasi modal.

    Altcoin Season di Ujung Tanduk?

    Selama BTC Dominance terus melemah, peluang untuk rotasi ke altcoin tetap terbuka. Namun, sinyal sejati altcoin season bukan hanya dari penurunan dominasi, melainkan konfirmasi performa lintas koin yang lebih luas dan volume perdagangan yang meningkat.

    Jika semua itu terjadi secara bersamaan, maka fase berikutnya dari pasar kripto bisa jadi benar-benar milik altcoin — tapi kali ini, hanya bagi mereka yang tahu di mana harus menaruh modalnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com