Tag: bitmine

  • Beli Ethereum Saat Anjlok, Bitmine Raup 128 Ribu ETH

    Kejatuhan pasar kripto di bulan Oktober memaksa perhitungan di seluruh perdagangan leverage, menyebabkan harga anjlok, dan membuka jalan bagi aksi beli institusional yang berani.

    Salah satu pelaku pasar terbesar adalah Bitmine Immersion Technologies milik Tom Lee. Perusahaan perbendaharaan Ethereum raksasa ini dengan cepat memperluas pundi-pundi ETH-nya yang sudah besar dengan mengakuisisi 128.718 ETH bernilai sekitar $480 juta.

    Baca Juga: Ethereum Rilis Kohaku, Peningkatan Privasi Terbaru untuk Wallet

    Aksi Beli Bitmine Saat ETH Turun

    Menurut data real-time yang dibagikan oleh perusahaan analitik on-chain Lookonchain, Bitmine bergerak cepat setelah penurunan tersebut.

    Bitmine menarik lebih dari 128.000 ETH dari bursa utama FalconX dan Kraken menggunakan enam dompet yang baru diaktifkan, kemungkinan terkait dengan Bitmine.

    Transfer ini diperkuat oleh penjelajah blockchain dan merupakan bagian dari pola penarikan besar dan penempatan oleh akun-akun whale institusional melalui jendela crash.​

    Bitmine dipimpin oleh CIO Fundstrat Capital, Tom Lee, dan sebelumnya telah mengakumulasi lebih dari 2,83 juta ETH.

    Dengan perolehan terbaru ini, kepemilikan mereka melonjak menjadi sekitar 2,96 juta ETH, hampir 2,5% dari seluruh pasokan Ethereum; sejauh ini merupakan aset ETH terbesar dari perusahaan publik manapun, kedua setelah MicroStrategy dalam aset kripto secara keseluruhan.

    Konteks pasar

    Pesta belanja itu terjadi tepat setelah pengumuman mengejutkan Presiden Trump mengenai tarif 100% pada impor perangkat lunak China, bersamaan dengan kontrol ketat pada ekspor mineral tanah jarang AS.

    Pengumuman tersebut memicu serangkaian peristiwa: Bitcoin anjlok hingga 13%, Ethereum anjlok 20%, dan pasar derivatif secara keseluruhan kehilangan lebih dari $20 miliar dalam bentuk open interest dalam hitungan jam.

    Altcoin mengalami penurunan tajam, membuat kantong likuiditas yang dalam dan pembeli yang percaya diri menjadi langka, kecuali Bitmine, yang kembali mengisi daya selama kekacauan tersebut.

    Log transaksi menunjukkan pembelian Bitmine terpusat di sekitar masa krisis, dengan ETH dibeli pada level terendah $3.728.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Akuisisi ini bertepatan dengan posisi aktif dari investor institusional dan beberapa pemain OTC, dengan Lookonchain melaporkan akumulasi tambahan jutaan dolar pada level terendah pasar.

    Ada juga banyak spekulasi daring tentang BlackRock yang merencanakan kejatuhan pasar dan membeli 45.000 BTC. Namun, klaim ini tidak didukung oleh data publik.

    Baca Juga: Melesat! Ethereum Tembus $3.817, Bullish Kembali Mengudara

    Dampak Pasar dan Proyeksi ke Depan

    Akumulasi Bitmine yang berkelanjutan meskipun mencatat kerugian mengambang yang belum direalisasi lebih dari $2 miliar akibat penurunan harga menunjukkan keyakinan institusional terhadap nilai jangka panjang Ethereum dan fundamental jaringannya.

    Strategi perbendaharaan mereka dirancang untuk skalabilitas. Bitmine tetap berkomitmen pada manuver “beli saat harga sedang turun” yang agresif di saat volatilitas meningkat.

    Pembelian baru-baru ini juga memfasilitasi staking, dengan Bitmine menggunakan node validator dan protokol likuiditas untuk mendapatkan imbal hasil tahunan di atas eksposur harga.

    Saat penjual dengan leverage tersingkir, Bitmine dan pembeli serupa memposisikan ulang untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang, yang berpotensi mendukung stabilitas harga karena volatilitas yang lebih rendah kembali setelah kejatuhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitmine Tambah 140.464 ETH dalam 15 Jam, Sinyal Bullish Institusional

    Pergerakan besar kembali terjadi di ekosistem Ethereum.

    Bitmine dilaporkan Coincu telah melakukan staking tambahan sebanyak 140.464 ETH senilai sekitar $282 juta hanya dalam kurun waktu 15 jam.

    Langkah agresif ini membuat total saldo ETH yang dikunci (locked) oleh entitas tersebut meningkat menjadi sekitar 2,97 juta ETH, atau setara dengan hampir 68,7% dari total kepemilikan mereka.

    Aksi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih dibayangi volatilitas dan sentimen kehati-hatian dari investor ritel.

    Namun, justru di saat pasar bergejolak, institusi besar seperti Bitmine terlihat memperkuat eksposurnya terhadap Ethereum melalui mekanisme staking jangka panjang.

    Baca Juga: Aksi Bitmine: Beli ETH US$130 Juta Saat Investor Ritel Mulai Mundur

    Mengunci Aset

    Staking Ethereum berarti mengunci aset untuk mendukung keamanan jaringan dan proses validasi transaksi dalam sistem Proof-of-Stake (PoS).

    Sebagai imbalannya, staker memperoleh reward dalam bentuk ETH tambahan. Ketika institusi besar melakukan staking dalam jumlah signifikan, terdapat dua implikasi utama:

    1. Mengurangi suplai beredar (circulating supply) di pasar spot.
    2. Meningkatkan keyakinan terhadap fundamental jaringan Ethereum.

    Dengan tambahan 140.464 ETH yang dikunci, tekanan jual potensial dari jumlah tersebut otomatis berkurang. Jika tren akumulasi dan staking berlanjut, dampaknya bisa memperketat likuiditas pasar dan menciptakan fondasi harga yang lebih stabil dalam jangka menengah hingga panjang.

    Total Locked 2,97 Juta ETH: Angka yang Tidak Kecil

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Total kepemilikan Bitmine yang telah di-stake kini mencapai 2,97 juta ETH, mencakup hampir 68,7% dari total aset mereka. Angka ini menunjukkan strategi jangka panjang, bukan sekadar trading jangka pendek.

    Sebagai perbandingan, staking dalam skala jutaan ETH bukan hanya keputusan investasi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keamanan dan keberlanjutan jaringan Ethereum.

    Langkah seperti ini sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan institusional terhadap fundamental Ethereum, ekosistem DeFi dan aplikasi on-chain, hingga potensi pertumbuhan jangka panjang ETH.

    Sinyal Bullish Jangka Panjang?

    Tim Research Tokocrypto menilai aksi Bitmine sebagai sinyal positif di tengah tekanan pasar.

    “Di tengah kepanikan ritel, pemain institusional seperti Bitmine justru mengunci aset mereka untuk jangka panjang, menunjukkan keyakinan pada fundamental Ethereum. Langkah ini mengurangi suplai sirkulasi pasar dan secara historis menjadi fondasi bagi pemulihan harga yang lebih stabil,” ujar tim Research Tokocrypto.

    Secara historis, peningkatan jumlah ETH yang di-stake sering kali beriringan dengan fase konsolidasi yang sehat sebelum pemulihan harga.

    Ketika suplai likuid berkurang dan permintaan tetap stabil atau meningkat, tekanan ke atas pada harga menjadi lebih mungkin terjadi.

    Dampak terhadap Harga ETH

    Meski staking besar tidak selalu langsung mendorong harga naik dalam jangka pendek, efeknya biasanya terasa dalam struktur pasar yang lebih kuat.

    Beberapa potensi dampak dari aksi ini antara lain dapat mengurangi tekanan jual jangka pendek; meningkatkan sentimen bullish institusional; dan mendorong kepercayaan investor ritel yang melihat akumulasi besar.

    Namun, harga ETH tetap dipengaruhi faktor makro seperti pergerakan Bitcoin, arus dana ETF, kebijakan suku bunga global, dan dinamika likuiditas pasar secara keseluruhan.

    Institusi vs Ritel

    Perbedaan strategi antara investor ritel dan institusi sering kali terlihat jelas saat pasar bergejolak.

    Ketika ritel cenderung panik dan melepas aset, institusi justru memanfaatkan koreksi untuk melakukan akumulasi dan staking.

    Fenomena ini memperkuat narasi bahwa Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto dengan fundamental terkuat, terutama dengan:

    • Ekosistem DeFi terbesar
    • TVL tinggi
    • Aktivitas on-chain yang konsisten
    • Infrastruktur staking yang matang

    Baca Juga: Polygon Gabung Enterprise Ethereum Alliance, Bisa Dorong Harga?

    Langkah Bitmine melakukan staking tambahan 140.464 ETH senilai $282 juta dalam waktu singkat menjadi sorotan penting di pasar kripto.

    Dengan total locked mencapai 2,97 juta ETH, aksi ini mencerminkan strategi jangka panjang dan keyakinan kuat terhadap fundamental Ethereum.

    Di tengah volatilitas pasar, akumulasi institusional seperti ini berpotensi menjadi fondasi stabilisasi harga dalam jangka menengah.

    Meski belum tentu langsung memicu reli, pengurangan suplai beredar sering kali menjadi faktor pendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan.

    Investor kini akan mencermati apakah langkah Bitmine ini akan diikuti oleh institusi besar lainnya, yang dapat memperkuat sentimen positif terhadap Ethereum dalam periode mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aksi Bitmine: Beli ETH US$130 Juta Saat Investor Ritel Mulai Mundur

    Perusahaan investasi kripto milik Tom Lee, Bitmine, kembali menambah kepemilikan Ethereum dalam jumlah besar. Perusahaan ini dilaporkan membeli 44.463 ETH dengan nilai sekitar US$130 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Ethereum terbesar di dunia.

    Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine kini mencapai 4,11 juta ETH, atau sekitar 3,41% dari total pasokan Ethereum yang beredar. Langkah agresif ini dilakukan di tengah meningkatnya akumulasi institusional dan dominasi investor besar (whales) dalam ekosistem Ethereum.

    Bisakah Akumulasi Institusional Mengendalikan Sirkulasi Pasokan Ethereum? 

    Bitmine menyatakan strategi jangka panjangnya berfokus pada akumulasi dan staking Ethereum secara agresif. Perusahaan telah melakukan staking terhadap 408.627 ETH dan berencana memperluas aktivitas staking melalui jaringan validator MAVAN mulai tahun 2026.

    Tom Lee menyebut Bitmine sebagai pembeli ETH dengan dana segar terbesar selama periode pelemahan pasar kripto. Menurutnya, tekanan pasar di akhir tahun, termasuk aksi tax loss selling, menciptakan peluang akumulasi yang menarik bagi investor institusional.

    Bitmine menargetkan strategi yang mereka sebut sebagai “alchemy of 5%”, yaitu ambisi untuk menguasai 5% dari total pasokan Ethereum dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, data on-chain menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan Ethereum. Berdasarkan analisis Milk Road, dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 ETH kini menguasai sekitar 70% dari total pasokan Ethereum, meningkat tajam sejak akhir 2024. Sementara itu, kepemilikan investor ritel tercatat terus menurun.

    Bisakah Akumulasi Institusional Mengubah Dinamika Pasar Ethereum?

    Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus optimisme di pasar. Konsentrasi kepemilikan oleh whale berpotensi mengurangi likuiditas dan menekan pasokan, namun juga dinilai dapat menopang stabilitas harga Ethereum saat terjadi koreksi pasar.

    Saat ini, harga Ethereum berada di kisaran US$2.950 setelah mengalami pergerakan yang cukup volatil. Meski demikian, ETH masih mencatatkan kenaikan lebih dari 22% dalam enam bulan terakhir, menunjukkan daya tahan permintaan jangka panjang.

    Di tengah tren akumulasi ini, pendiri BitMEX Arthur Hayes justru menyatakan rencananya untuk menjual kepemilikan Ethereum dan mengalihkan investasi ke aset DeFi, yang menurutnya berpotensi memberikan kinerja lebih baik saat sentimen risiko pasar meningkat.

    Dengan semakin besarnya peran institusi dan whale, dinamika pasar Ethereum ke depan diperkirakan akan semakin ditentukan oleh strategi pemain besar dibandingkan investor ritel.

    Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitmine Borong Rp1,3 Triliun ETH: Strategi Buy the Dip Terbukti Jitu?

    Perusahaan Ethereum Treasury, Bitmine, kembali menarik perhatian pasar setelah diduga menambah 40.000 ETH atau senilai sekitar USD 82 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Langkah ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih berada dalam tekanan akibat ketidakpastian global, termasuk konflik AS-Iran yang belum mereda.

    Data dari platform analitik on-chain Lookonchain, mengacu pada Arkham, menunjukkan adanya transaksi besar yang kemungkinan berasal dari Bitmine. Aksi ini melanjutkan strategi agresif perusahaan dalam mengakumulasi Ethereum, hanya beberapa hari setelah pembelian besar sebelumnya.

    Sebelumnya, Bitmine yang dipimpin oleh Tom Lee telah membeli 71.179 ETH dalam satu minggu, sehingga total kepemilikannya kini mencapai lebih dari 4,7 juta ETH. Angka ini setara hampir 4% dari total suplai Ethereum secara global, mendekati target ambisius mereka yang disebut “Alchemy of 5%” untuk menguasai 5% suplai ETH.

    Strategi Agresif di Tengah Tekanan Pasar

    Menariknya, langkah akumulasi ini dilakukan saat Bitmine masih mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) yang cukup besar. Berdasarkan data DropsTab, perusahaan mengalami potensi kerugian sekitar USD 7,6 miliar, dengan rata-rata harga beli di kisaran USD 3.271 per ETH.

    Dikutip Coingape, tekanan ini turut berdampak pada saham Bitmine (BMNR) yang turun lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan. Meski demikian, saham tersebut mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir, sejalan dengan kenaikan harga Ethereum yang naik sekitar 3% dalam periode yang sama.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai merespons positif strategi akumulasi jangka panjang yang dilakukan Bitmine, meskipun risiko jangka pendek masih cukup tinggi.

    Baca juga: Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

    Alasan di Balik Strategi “Buy the Dip

    Tom Lee menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap membeli di tengah kondisi pasar saat ini didasarkan pada keyakinan terhadap ketahanan ekonomi Amerika Serikat, bahkan jika harga minyak naik hingga USD 120 per barel akibat konflik geopolitik.

    Ia menambahkan bahwa jika disesuaikan dengan inflasi, harga minyak saat ini masih lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Sebagai perbandingan, harga minyak mencapai USD 144 per barel pada Juli 2008. Namun dengan inflasi yang telah meningkat sekitar 53% sejak saat itu, harga tersebut setara dengan sekitar USD 220 dalam kondisi saat ini.

    Selain itu, Lee juga menyoroti bahwa Bitcoin dan Ethereum menunjukkan ketahanan relatif selama konflik AS-Iran berlangsung. Sejak perang dimulai pada akhir Februari, kedua aset kripto tersebut tidak mencetak level terendah baru, yang menandakan adanya support kuat dari investor.

    Keyakinan Kuat ETH

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan Bitmine mencerminkan pendekatan institusional jangka panjang terhadap aset kripto, khususnya Ethereum. Aksi akumulasi di tengah penurunan harga menunjukkan keyakinan kuat terhadap fundamental ETH sebagai infrastruktur utama ekosistem Web3.

    Namun demikian, langkah ini juga mengandung risiko signifikan, terutama karena posisi Bitmine saat ini masih berada dalam kondisi kerugian belum terealisasi yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi “buy the dip” tidak selalu memberikan hasil instan, melainkan membutuhkan horizon investasi yang panjang dan manajemen risiko yang matang.

    Dari sisi makro, konflik geopolitik dan potensi kenaikan harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat memicu volatilitas pasar. Jika tekanan inflasi meningkat, hal ini bisa berdampak pada kebijakan suku bunga global, yang secara historis berpengaruh terhadap pergerakan aset kripto.

    Meski begitu, akumulasi besar oleh institusi seperti Bitmine juga dapat menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Ethereum. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin akan terbentuk support kuat yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.

    Langkah Bitmine menambah puluhan ribu ETH di tengah kondisi pasar yang belum stabil menunjukkan strategi agresif yang berfokus pada jangka panjang. Dengan keyakinan terhadap fundamental Ethereum dan ketahanan ekonomi global, pendekatan “buy the dip” kembali diuji dalam kondisi pasar yang penuh tekanan.

    Bagi investor, situasi ini menjadi pengingat bahwa volatilitas adalah bagian dari siklus pasar, dan keputusan investasi perlu mempertimbangkan baik faktor fundamental maupun kondisi makro yang terus berkembang.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Tembus US$ 3.800, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Ethereum (ETH) tercatat sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar jumbo. Pada bulan Juli 2025, harga ETH tercatat tembus US$ 3.800. Angka tersebut naik hingga 80% dibandingkan bulan sebelumnya.

    Pergerakan harga ETH ini ditopang kombinasi akumulasi besar-besaran dari investor institusi, lonjakan dana masuk ke ETF berbasis ETH, dan ekspektasi tinggi terhadap pembaruan jaringan besar Fusaka Fork yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025.

    Berdasarkan data Coin Shares, produk ETF Ethereum mencatat inflow mingguan sebesar US$ 2,12 miliar hingga 19 Juli 2025. Capaian ini dua kali lipat rekor sebelumnya yang berada di angka US$ 1,2 miliar.


    Total inflow ini juga mendorong arus masuk global ke ETF kripto ke level tertinggi sepanjang masa, dengan total aset kripto yang dikelola (AUM) mencapai US$ 220 miliar. Di sisi lain, Fusaka Fork sendiri dipandang sebagai tonggak penting dalam roadmap Ethereum.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan pembaruan ini membawa peningkatan signifikan pada skalabilitas, efisiensi gas fee, dan kompatibilitas dengan teknologi layer-2. Fusaka sendiri akan mencakup 11 Ethereum Improvement Proposals (EIP), termasuk EIP-7825 untuk memperkuat ketahanan jaringan terhadap serangan dan mempercepat proses scaling.

    Salah satu fitur penting adalah kenaikan gas limit hingga 150 juta, yang akan menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan throughput jaringan. Menurutnya, lonjakan inflow ini sinyal kuat Ethereum memasuki fase baru adopsi institusi,

    “Inflow ETF Ethereum sebesar US$ 2,12 miliar hanya dalam satu minggu, menunjukkan ETH tidak lagi dipandang sekadar aset alternatif, melainkan aset inti dalam portofolio institusi global. Apalagi, dengan total aset kripto yang dikelola mencapai US$220 miliar dan tren positif selama 14 pekan, Ethereum kini menjadi benchmark untuk inovasi Web3,” ungkap Antony dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/7/2025).

    Antony menyebut, pembaruan Fusaka Fork menjadi katalis fundamental yang memperkuat struktur jaringan. Dengan 11 EIP, peningkatan gas limit ke 150 juta, serta integrasi layer-2 yang lebih dalam, Ethereum akan lebih efisien, lebih murah, dan lebih cepat.

    Optimisme terhadap Ethereum juga diperkuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melalui laporan publik diketahui menambah portofolio kripto miliknya dengan Ethereum. Hal ini turut membentuk persepsi bahwa ETH kini semakin diterima.

    “Ketika nama besar seperti Donald Trump memegang 70.143 ETH setara Rp 4,3 triliun, ini memberi sinyal bahwa Ethereum sudah diterima di level tertinggi. Ditambah akumulasi besar oleh institusi seperti BitMine (300.000 ETH) dan SharpLink (206.000 ETH), prospek ETH ke depan semakin solid,” tambahnya.

    Di Indonesia, Ethereum terus menjadi salah satu aset favorit pengguna INDODAX. Saat ini, Ethereum menempati posisi ke-4 di pasar IDR INDODAX dengan volume perdagangan lebih dari Rp 5,7 triliun pada periode 1 Januari-21 Juli 2025. Sementara Bitcoin (BTC) Rp 14,27 triliun, Ripple (XRP) Rp 8,9 triliun, dan Fartcoin Rp 8,3 triliun.

    Menurut Antony, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap potensi Ethereum terus meningkat, terutama karena proyek ini memiliki ekosistem yang sangat aktif di sektor DeFi, NFT, dan Web3. Namun, Antony mengingatkan aset digital lainnya, Ethereum tetap memiliki volatilitas yang tinggi.

    “Investor yang konsisten akan lebih stabil dalam jangka panjang. Dengan menggunakan strategi DCA, kita bisa mengurangi efek fluktuasi harga dan tetap fokus pada nilai fundamental Ethereum itu sendiri,” kata Antony.

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com