Tag: blockchain ETH

  • Ini Dia Program Senpai Anime Sebuah Kolaborasi NFT dan Anime

    Pengadopsian NFT telah memasuki hampir seluruh sektor. Setelah berhasil booming pada teknologi dan seni, kini kabar pengadopsian NFT pada ranah pop culture pun juga mencuat. Sebut saja JYP dan SM Entertainment, sebagai sedikit bagian dari yang telah bergabung dan merilis NFT KPop-nya. Di sisi lain, anime sebagai salah satu pop culture dari Jepang yang banyak peminatnya ini pun turut menghadirkan NFT. Senpai anime adalah aliran anime dipilih yang kemudian menjadi titik awal proyek yang bernama Project Senpai.  

    Supaya gak penasaran, yuk, baca terus artikel ini!

    Baca Juga: Tak Mau Kalah, JYP dan SM Entertainment Ikut Rilis NFT KPop

    Kenalan dengan Senpai Anime

    Sebelum berbicara mengenai Proyek Senpai-nya, mari kita bahas anime terlebih dahulu. Anime adalah animasi atau kartun dari Jepang yang mempunyai keunikannya tersendiri.  Istilah senpai sendiri sangat sering ditemui di anime. Sebenarnya senpai sendiri adalah ungkapan panggilan yang dikhususkan untuk seseorang yang dianggap lebih lama atau tua. Biasanya, ini ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat. 

    Dilansir dari Honey’s Anime, terdapat beberapa senpai anime punya karakter yang kuat dan terkenal. Salah satunya adalah Tomoe Mamie dari anime Madoka Magica. Senpai anime yang telah rilis di tahun 2011 ini memiliki 12 episode. Tomoe Mamie melakukan bagiannya sebagai senpai untuk Madoka dan Sayaka. Di anime ini Mamie, mengajari keduanya untuk menjadi gadis penyihir.

    Proyek Senpai? Apa tuh?

    Project Senpai anime

    Sumber: https://whitepaper.projectsenp.ai/

    Dilansir dari NewsBTC.com, Proyek Senpai adalah penciptaan ekosistem NFT pada anime bersama kripto, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur Decentralized Finance (DeFi). Proyek ini berdiri di blockchain Ethereum, sehingga pada ekosistemnya mencakup token utilitas ERC20 bernama SENPAI dan token sekundernya bernama KOHAI. Gak hanya itu, pada proyek ini pun terdapat kartu NFT anime Waifus ERC-1155 serta desain cat air anime yang terlihat nyata. 

    Berdasarkan Official Website-nya, proyek ini bermula dari pengumpulan konsep dan ide di bulan Januari 2020. Seiring berjalannya waktu dan pengembangannya, akhirnya NFT pertama terjual di bulan Maret tahun ini. Masih di bulan yang sama, token utilitasnya yang bernama SENPAI pun dibuat, dijual, dan di-listing pada platform Uniswap, Coinmarketcap, dan juga Coinpaprika . Barulah selang sebulan berikutnya, token SENPAI juga listing di Coingecko. 

    Apa yang Bisa Dilakukan pada Proyek Senpai?

    Anime Senpai chan

    Sumber: Photo Credit by Whitepaper Project Senpai

    Nah, setelah tahu proyeknya, lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan di Proyek Senpai, program penggabungan NFT dan anime tersebut?

    Saat ini, setidaknya ada 2 hal utama yang bisa Anda lakukan di proyek ini. Pertama, Anda bisa mengoleksi kartu NFT dan juga melakukan proyek pada tokennya, SENPAI. Sedangkan itu, hal lain yang masih menjadi pengembangan dari proyek ini adalah hadirnya Club Senpai

    1. Koleksi NFT 

    Pertama-tama, rasanya gak lengkap kalau kita gak berbicara tentang koleksi NFT yang ada di Proyek Senpai! Nah, pada proyek ini ada dua format berbeda yang bisa Anda pilih untuk dikoleksi. Pertama, koleksi NFT yang bergaya chibi, dan kedua adalah koleksi yang berbentuk desain cat air (namun masih bergaya chibi). 

    Yang menarik adalah keduanya tetap dibuat dengan style khas Jepang. dibuat dengan tangan, dan tentunya terbatas. Setidaknya, tiap desain butuh waktu mulai dari 2 hingga 4 minggu, lho! Lalu, kartu NFT ini diklasifikasikan ke dalam 4 kategori sesuai dengan kelangkaannya: perunggu (50 mint), perak (25 mint), emas (5 mint), dan hitam (1 mint).  

    2. Proyek pada Token SENPAI

    Adapun 3 cara yang bisa Anda lakukan pada token SENPAI antara lain, staking token SENPAI, trading card game, dan holding token SENPAI. Pertama, pada staking SENPAI nantinya Anda akan mendapatkan insentif untuk memegang setiap token SENPAI dan mendukung ekosistem proyek. Nah, staker akan menerima token KOHAI yang baru dicetak. 

    Kedua adalah dengan NFT trading card game, di mana Anda akan memperoleh SENPAI dengan farming menggunakan token SENPAI. 

    Terakhir, pemegang token SENPAI akan berpotensi mendapatkan hadiah token SENPAI holding di masa yang mendatang setelah proyek ini terus berkembang. Nah, SENPAI holding ini akan terdiri dari token KOHAI dan juga ETH (diperoleh dari pembelian NFT KOHAI saja), serta persentase dari biaya yang diperoleh dari penjualan NFT marketplace di NFT OpenSea. 

    Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Ragam NFT Jenis NFT yang Diperjualbelikan!

    Tak hanya keseruan yang dihadirkan pada senpai anime yang menjadikan cikal bakal Project Senpai.  Hadirnya Proyek Senpai yang merupakan proyek penggabungan antara NFT dan anime ini untuk menciptakan ekonomi berbasis NFT pada sektor pop culture. Mengingat, JPop sendiri mempunyai penggemarnya di seluruh dunia dan Indonesia. Jadi, gimana? Tertarik untuk segera terjun untuk koleksi NFT? 

    Yuk, daftarkan diri Anda di NFT marketplace Indonesia, TokoMall milik Tokocrypto sekarang juga! Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lengkapnya. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin: Mekanisme Blockchain Ethereum ke Depan akan Lebih Hemat Energi

    Pendiri Ethereum Vitalik Buterin berkomitmen akan membangun mekanisme konsensus pada blockchain Ethereum yang lebih hemat energi, dengan menggunakan sistem proof of stake (POS).

    Dalam sebuah wawancara pada sebuah forum virtual StartmeupHK yang diselenggarakan dari Hong Kong, Buterin mengatakan, meskipun hingga saat ini mekanisme konsensus proof of stake masih belum teruji dalam hal performanya, namun, ia meyakini bahwa mekanisme ini bisa mengurangi konsumsi energi rantai lebih dari 10.000 x.

    “Hal yang sedang kami bangun ini bukan hanya sebatas coba-coba lagi. Tapi ini adalah bagian penting dari era baru,” ujarnya

    Isu energi pada cara kerja blockchain ini menjadi tema utama yang kerap dibahas di komunitas cryptocurrency. Pemicunya adalah statement CEO Tesla Elon Musk yang meninjau ulang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran perusahaannya karena dinilai Bitcoin diproses oleh mekanisme yang boros energi.

    Baca Juga: Pemilik Ethereum Bantah Argumentasi Elon Musk Soal DOGE 

    Pada cuitan lainnya di Twitter,  dia juga meminta Dogecoin untuk meningkatkan efisiensinya di beberapa metrik utama agar lebih efisien dan hemat energi.

    Selama ini blockchain Bitcoin dan Ethereum masih menggunakan mekanisme proof-of-work. Sistem ini dinilai sangat menguras energi,  karena dalam algoritma proof-of-work penambang berlomba untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks.

    Karena teka-teki ini memiliki kesulitan yang terus meningkat, penambang perlu menjalankan komputer yang lebih kuat, mengoperasikan perangkat keras dan listrik dengan kecepatan yang sangat menguras energi.

    Baca Juga: Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

    Sebaliknya, algoritma bukti kepemilikan (proof of stake) memungkinkan mereka yang memiliki jumlah koin terbesar untuk memvalidasi transaksi secara mandiri.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com