Tag: bmkg

  • 9 Fakta Menarik Dieng, Negeri Para Dewa-Tempat Anak Bajang


    Jakarta

    Dataran tinggi Dieng termasuk destinasi primadona banyak wisatawan. Alamnya yang memukau bikin siapa saja yang berkunjung jatuh hati.

    Jajaran perbukitan yang membentang sepanjang sisi utara dan selatan, danau yang menawan, hingga view sunrise yang elok akan menyambut para pelancong. Budaya lokalnya yang lestari juga menjadikan Dieng semakin memikat.

    Tertarik berkunjung ke dataran tinggi satu ini? Simak dulu deretan fakta atau keistimewaan Dieng berikut.


    Fakta Menarik Dataran Tinggi Dieng

    Mulai dari lokasinya yang berada di dua kabupaten, wilayahnya ‘dituruni’ salju, hingga sederet julukan, berikut daftar fakta unik Dieng, dikutip dari pemberitaan detikcom dan laman Desa Dieng Kejajar:

    1. Terletak di Dua Kabupaten

    Meski dikenal berada di Wonosobo, sebagian kawasan Dieng sebetulnya juga masuk ke wilayah Banjarnegara. Keduanya merupakan kabupaten di Jawa Tengah. Bagian barat Dieng terletak di Banjarnegara dan bagian timurnya di Wonosobo.

    2. Dikelilingi Pegunungan

    Pemandangan alam di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah menakjubkan. Belum lagi aneka peninggalan bersejarah seperti candi di Dieng ini menjadi daya tarik tersendiri.Deretan pegunungan di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. (Arbi Anugrah)

    Penamaan Dieng kerap disandingkan dengan sebutan ‘dataran tinggi’ sebab topografinya yang pegunungan. Kawasan itu dikelilingi oleh Gunung Prau, Pangonan, dan Pakuwojo. Lokasinya juga berdekatan dengan si kembar Gunung Sindoro dan Sumbing.

    3. Tempat ‘Bersemayamnya’ Para Dewa

    Nama Dieng berasal dari bahasa Sanskerta ‘Die Hieyang’ yang artinya indah dan langka. Dieng juga terdiri dari dua suku kata; ‘Di’ dan ‘Hyang’. ‘Di’ memiliki arti gunung atau tempat tinggi, dan ‘Hyang’ diartikan sebagai dewa-dewi atau ruh leluhur. Secara harfiah, nama Dieng berarti pegunungan atau tempat persemayaman para dewa.

    4. Dijuluki ‘Negeri di Atas Awan’

    Kawasan Dieng berada di ketinggian rata-rata 2.090 mdpl (meter di atas permukaan laut). Lokasinya juga dikelilingi pegunungan yang membuat pemandangan samudra awan tak jarang ditemukan, bahkan terlihat jelas oleh mata. Oleh karena itu, dataran tinggi Dieng kerap disebut ‘Negeri di Atas Awan’.

    5. Ada Desa Tertinggi di Pulau Jawa

    Di Dieng ada Desa Sembungan yang disebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Berada di ketinggian 2.300 mdpl, desa ini menawarkan panorama menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti kesejukan udara pegunungan. Pesonanya yang memikat berhasil menyabet gelar salah satu Desa Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

    6. Wilayah ‘Bersalju’

    Kain lap diletakkan di kompleks Candi Arjuna, Dieng, berubah menjadi kaku atau membeku, Jumat (21/6/2024) pagi.Dieng ‘bersalju’ (Uje Hartono/detikJateng)

    Kabar dataran tinggi Dieng diselimuti ‘salju’ pada beberapa tahun silam sempat menyita perhatian publik. Nyatanya, salju di Dieng disebabkan oleh fenomena embun es (frost).

    Mengutip situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena embun es terjadi ketika suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Alhasil, lapisan es akan muncul dan menutupi tumbuhan serta permukaan tanah.

    Ada kemungkinan fenomena frost terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Dieng saat beberapa kondisi cuacanya terpenuhi. Fenomena Dieng ‘bersalju’ ini dapat terjadi pada musim kemarau (Juni-Oktober) dan berlangsung selama waktu terbatas.

    7. Terdapat 22 Kawah

    Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 22 kawah di seluruh kawasan Dieng. Kawah ini tersebar di Gunung Api Dieng, Banjarnegara, area Wonosobo, dan Kabupaten Batang.

    Delapan kawah di Gunung Api Dieng antara lain Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sikidang, Kawah Sibanteng, dan Kawah Bitingan.

    Empat kawah di Wonosobo yaitu Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo. Serta lima kawah di Kabupaten Batang; Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, Kawah Siglagah, dan Kawah Pagerkandang.

    Kawah Timbang, Sinila, dan Sikidang disebut berpotensi mengeluarkan gas beracun. Untuk Kawah Timbang, statusnya punya peluang berkembang menjadi berbahaya.

    8. Punya Deretan Candi

    Kompleks Candi Arjuna di Dieng, yang merupakan lokasi gelaran DCF 2022.Kompleks Candi Arjuna di Dieng (Uje Hartono/detikJateng)

    Dieng sebagai tempat bersemayam para dewa, telah lama menjadi lokasi peribadatan masyarakat Hindu. Hal ini diketahui lewat beberapa candi beraliran Hindu Siwa yang ditemukan di dataran tinggi tersebut.

    Deretan candi di Dataran Tinggi Dieng adalah Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Gatotkaca, Dwarawati, dan Bima. Nama delapan candi ini berasal dari para tokoh dalam kisah Bharatayuddha. Di candi inilah, masyarakat Hindu ketika itu beribadah pada dewa yang dikenal sebagai Trimurti.

    9. Anak Bajang Berambut Gimbal

    Bocah atau anak bajang adalah warisan budaya khas di Dataran Tinggi Dieng. Para anak bajang ini memiliki rambut gimbal panjang yang hanya bisa dipotong setelah melewati ruwatan. Dikutiip dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, prosesi ini bisa disaksikan selama Dieng Culture Festival.

    Anak bajang dipercaya merupakan titisan leluhur Dieng, yaitu Kyai Kolodethe untuk laki-laki dan Nyai Dewi Roro Ronce bagi perempuan. Sebelum ruwatan untuk memotong rambut gimbal tersebut, anak bajang biasanya memiliki permintaan yang dituruti orang tua atau lingkungan sekitar.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kalegowa Destinasi Slow Travel Terbaik Kedua di Asia, Ada Apa di Sana?


    Jakarta

    Platform Agoda memasukkan Kalegowa dalam daftar rekomendasi slow travel 2025 bersama wilayah lain dari Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Kalegowa adalah wilayah di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

    Slow travel merupakan bentuk healing baru yang diminati masyarakat masa kini. Dikutip dari platform Revine, slow travel menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterkaitan dengan warga lokal. Slow travel atau tourims juga sangat menghargai pengalaman selama perjalanan.

    Kalegowa mungkin belum banyak diketahui sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia. Dengan adanya rekomendasi slow travel Agoda 2025, Kalegowa mungkin bisa masuk daftar wishlist healing detikers berikutnya.


    Fakta Kalegowa sebagai Top Agoda Slow Travel 2025

    Kalegowa adalah wilayah yang menyaksikan sejarah Indonesia mulai zaman kerajaan, penjajahan, hingga menjadi negara merdeka. Masyarakat Kalegowa mengarungi perjalanan Indonesia dengan tetap memegang teguh tradisi dan kearifan lokal.

    Sejarah Kalegowa

    Kalegowa atau Kale Gowa adalah lokasi benteng pertama kerajaan Gowa di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Fungsi benteng ini adalah sebagai lokasi pemukiman raja dan keluarganya, sehingga menjadi pusat dinamika kegiatan kehidupan kerajaan.

    Dikutip dari tulisan Benteng Kale Gowa Pada Masa Kerajaan Gowa (1510-1639) oleh Heri Setiani dari Universitas Negeri Makassar, benteng Kale Gowa tersebar di beberapa titik. Site tersebut adalah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Sumur Bissu, Sumur Lompowa, Masjid Tua Katangka, Kompleks Makam raja-raja Gowa dan keluarganya, Batu Tallua, dan Batu pelantikan.

    Pesona Kalegowa

    Dikutip dari situs Travel and Tour World, Kalegowa menawarkan kekayaan alam dan budaya yang bisa dinikmati selama healing. Beberapa pesona tersebut adalah:

    • Sawah hijau dan pepohonan rindang.
    • Arsitektur khas Bugis yang masih lestari dan mengundang decak kagum.
    • Masyarakat yang hangat dan menawarkan hospitality simpel namun sesuai kebutuhan turis.
    • Pasar tradisional dan hidangan khas yang menggambarkan masyarakat lokal.

    Jarak dan Penginapan Kalegowa

    Kalegowa hanya berjarak sekitar 2 km dari Somba Opu dikutip dari google maps. Situs BMKG menjelaskan, Kalegowa adalah dataran rendah dengan suhu hangat hingga panas.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung, detikers bisa pesan penginapan lebih dulu di platform wisata. Detikers juga bisa cari tahu akomodasi sesuai keperluan di media sosial atau berbagai situs wisata.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Arah Kiblat Berubah, Begini Cara Cek Ulangnya Kata BMKG


    Jakarta

    Arah kiblat akan berubah di wilayah Indonesia Tengah dan Barat pada 26-30 Mei 2025. Ini terjadi karena Matahari bakal ada tepat di atas Kabah pada waktu tersebut.

    Fenomena ini berlangsung selama dua kali dalam setahun di wilayah tersebut, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tahun ini akan terjadi pada 26-30 Mei 2025 pukul 16.18 WIB, serta 14-18 Juli pukul 16.27 WIB.

    Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah, penentuan arah kiblat dapat dilakukan saat Matahari di atas antipoda Kabah. Maksudnya, ketika Matahari berada sebalik arah Kabah.


    “Ayo cek kembali arah kiblatmu, kesempatan ini hadir pada tanggal 26-30 Mei 2025,” tulis BMKG dalam keterangan di akun Instagram resmi @intobmkg.

    Ini dia cara cek ulang arah kiblat pada 26-30 Mei 2025 di wilayah Indonesia sesuai instruksi BMKG:

    1. Sesuaikan jam yang digunakan dengan jam atom BMKG di https://jam.bmkg.go.id/Jam
    2. Gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada permukaan datar. Misalnya bandul, tiang, atau dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah datar
    3. Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah 16.18 WIB atau 17.18 WITA (waktu puncak)
    4. Perhatikan arah bayangan yang terjadi di waktu puncak Tarig garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat Garis itu merupakan kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat berada tepat di atas kabah.

    Demikian cara mengecek ulang arah kiblat berdasarkan rekomendasi BMKG. Semoga tips ini membantu.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • Gunung Batu Spot Ikonik Bukti Gempa Sesar Lembang-Makam Keramat



    Cimahi

    Gunung Batu di Cimahi, Jawa Barat memang tak termasuk gunung tinggi di Indonesia, namun di sini berbagai aktivitas monumental dilakukan. Rupanya, gunung ini adalah bagian dari Sesar lembang yang paling mencolok.

    Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 mdpl. Gunung itu berada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

    Di gunung itu berbagai aktivitas monumental dilakukan, mulai dari pembentangan bendera merah putih raksasa pada bulan Agustus, latihan panjat tebing dan vertical rescue, hingga berkaitan dengan bencana alam.


    Gunung Batu memang spesial. Gunung itu juga merupakan titik paling terlihat dari Sesar atau Patahan Lembang, sumber gempa bumi yang membentang sepanjang 29 kilometer dari ujung utara di Jatinangor sampai Padalarang di belahan baratnya.

    Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

    “Jadi Gunung Batu ini merupakan bagian dari Sesar Lembang. Dulu ini satu level yang sama, namun kemudian naik ke atas, terangkat oleh aktivitas tektonik,” ujar Peneliti Gempa Bumi pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono dilansir detikjabar, Kamis (28/8/2025).

    Merujuk informasi dari badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada sebuah plang informasi di puncak Gunung Batu, Gunung Batu terbentuk akibat membekunya magma yang menerobos daratan atau intrusi sekitar 510 ribu tahun yang lalu atau bertepatan pada kala Pleistosen.

    Catatan gempa besar akibat Sesar Lembang terjadi sekitar tahun 1400-an. Sesar Lembang bergerak 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahun. Periode keberulangan gempa tersebut diperkirakan 170 sampai 670 tahun.

    Sementara itu, Mudrik menyebut berdasarkan penelitian tinggi Gunung Batu terus mengalami peningkatan di setiap event gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang terjadi.

    “Studi kita itu Gunung Batu sudah bergeser sekitar 120 sampai 450 meter, tapi yang paling muda itu 120 meter. Dari penelitian terakhir, Gunung Batu ini naik 40 sentimeter akibat gempa dengan magnitudo 6,5 sampai 7. Jadi 1 kali event gempa itu bisa bergeser naik 1 meter sampai 2 meter, tapi yang terakhir 40 sentimeter,” kata Mudrik.

    Makam Keramat di Puncak Gunung Batu

    Bagian puncak Gunung Batu Lembang tak sulit didaki. Jalurnya sudah terbentuk berupa jalan setapak, ketinggiannya tak terlalu ekstrem, sehingga banyak menjadi destinasi berolahraga maupun jalan-jalan warga sekitar.

    Di puncak, beragam aktivitas biasa dilakukan. Mulai dari sekadar duduk santai, berfoto, penelitian lantaran terdapat pos pengamatan pergerakan tanah Sesar Lembang milik BMKG, hingga pelaksanaan ritual.

    Menariknya, ada satu bangunan di puncaknya yang papan namanya bertuliskan ‘Makam Patilasan Mbah Mangkunagara Mbah Jambrong’. Makam dua nama yang lazim digunakan pada zaman kerajaan itu ada di dalam bangunan berupa bedeng berdinding triplek.

    detikjabar menengok pusara berkeramik biru muda. Nisannya ditulis menggunakan cat hitam, font yang digunakan asal-asalan, cuma demi menegaskan bahwa itu merupakan makam Mbah Jamrong atau Mbah Jambrong dan Mbah Mangkunagara.

    Di sebelahnya, ada batu berukuran besar. Makam keramat itu terkunci dari luar. Penjaganya alias juru kunci makam keramat ialah Lasmana alias Abah Ujang. Pria warga Lembang yang dipercaya menjaga makam keramat itu melanjutkan orangtua dan leluhurnya.

    “Sejarahnya seperti diceritakan oleh orang tua abah dan sesepuh, Gunung Batu ini dulunya itu tempat berkumpulnya para dalem, pemimpin suatu wilayah,” kata Abah Ujang.

    Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

    Lantas siapa Mbah Mangkunagara dan Mbah Jambrong? Berdasarkan penjelasan yang ia terima sebelum dipercaya sebagai kuncen, kedua nama itu merupakan kepala negara dan wakilnya. Mbah Mangkunagara sebagai kepala negara dan Mbah Jambrong ialah wakilnya.

    Mbah Mangkunagara juga dikenal sebagai Aki Gul Wenang, sementara Mbah Jambrong dikenal sebagai Eyang Jagawalang. Mbah Mangkunagara bukan kepala negara dalam konteks seperti presiden, melainkan pemimpin di wilayahnya di masa itu. Sementara Mbah Jambrong merupakan pendampingnya.

    “Ya seperti sekarang itu gubernur, bupati, kalau dulu kan dalem. Jadi dari Gunung Batu ini, mereka sering mengadakan pertemuan dengan kepala negara daerah lain, di sini semedi raganya sementara jiwanya bisa terbang kemana-mana. Itu dilakukan kalau mereka sedang rapat,” kata Abah Ujang.

    Gunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelasGunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelas (Whisnu Pradana/detikcom)

    Kebijaksanaan dan kesaktian kedua orang itu, kemudian tersebar kemana-mana. Keduanya diyakini tilem atau meninggal dunia dengan raganya berada di suatu tempat yang orang biasa tahu. Sementara pusara di puncak Gunung Batu, sebagai manifestasi atas tilemnya dua tokoh yang bisa diyakini sebagai hikayat ataupun mitos.

    “Saya mulai jadi kuncen di sini sejak tahun 1992, kalau awalnya keluarga saya jadi kuncen di tahun 1940-an,” kata Abah Ujang.

    Banyak orang yang datang ke makam keramat itu. Maksud dan tujuannya berbeda satu sama lain. Ada yang datang demi meraih kesuksesan, ada yang datang ingin meminta ini dan itu, namun selalu ditekankan bahwa upaya itu hanya sebagai syariat.

    “Saya selalu sampaikan meminta tetap pada Allah SWT, jangan menduakan dengan meminta di makam keramat ini. Cuma kita harus yakini, bahwa ketika berdoa itu ada syariatnya, dan makam ini jadi syariatnya,” kata Abah Ujang.

    “Banyak yang datang ketika mendekati pemilu, kemudian mau ujian, mau menikah, mau sukses bisnis. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, jadi enggak cuma dari Lembang saja,” dia menambahkan.

    ***

    Selengkapnya klik di sini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Rekomendasi Asupan Segar Bernutrisi, Bantu Jaga Kondisi Saat Cuaca Terik Menyengat

    Jakarta

    Suhu di banyak wilayah Indonesia terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Siang hari bisa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, membuat tubuh gampang lelah dan dehidrasi.

    Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi panas ekstrem ini diperkirakan mulai berkurang menjelang akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring bertambahnya tutupan awan dan datangnya hujan ringan di sejumlah daerah.

    Selama cuaca masih panas, menjaga pola makan sangat penting agar tubuh tetap segar dan tidak mudah drop. Konsumsi jenis makanan ini sehari-hari memberikan pengaruh besar pada daya tahan tubuh, keseimbangan cairan, dan kenyamanan pencernaan.


    Pentingnya Makanan yang Tepat Saat Cuaca Terik

    Tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal saat suhu udara meningkat. Proses pendinginan tubuh dilakukan dengan cara berkeringat, membuat cairan serta elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium ikut berkurang. Jika tidak digantikan melalui makanan dan minuman yang sesuai, konsentrasi menurun, tubuh gampang lemas, pusing, bahkan dehidrasi.

    Selain itu, panas berlebih juga memicu stres oksidatif di dalam sel tubuh. Kondisi ini terjadi ketika produksi radikal bebas meningkat akibat paparan panas dan sinar ultraviolet. Karena itu, tubuh membutuhkan makanan kaya air, vitamin, dan antioksidan untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil di tengah cuaca terik.

    Beberapa jenis makanan dan minuman justru bisa membuat tubuh semakin lelah saat suhu udara panas. Makanan tinggi garam bisa membuat tubuh menyerap dan menahan air lebih banyak dan cepat merasa haus. Begitu juga dengan makanan berlemak dan gorengan yang bikin tenggorokan tidak nyaman dan tubuh butuh waktu lama untuk mencerna.

    Hindari minuman berkafein tinggi, karena dapat meningkatkan pengeluaran urine dan memperparah dehidrasi. Sementara itu, minuman manis berlebihan justru menghambat penyerapan cairan.

    Rekomendasi Makanan dan Minuman Sehat Saat Cuaca Terik

    Makanan yang sesuai untuk kondisi panas memiliki kandungan air tinggi, kaya vitamin dan mineral, serta mudah dicerna. Kandungan air di dalam buah dan sayur membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Vitamin C dan antioksidan berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres panas, sementara kalium dan magnesium membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

    Pilih makanan yang segar dan alami tanpa banyak pemanis tambahan. Konsumsi langsung atau dibuat jus tanpa gula lebih dianjurkan agar nutrisi tidak rusak oleh panas.

    1. Semangka

    Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan kaya akan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium. Semangka bisa bantu menurunkan suhu tubuh dan mempercepat pemulihan cairan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik di cuaca panas. Kandungan likopen dan vitamin C di dalamnya juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif.

    2. Melon

    Buah ini juga termasuk kelompok buah tinggi air dengan kadar air hingga 91 persen. Melon mengandung vitamin A dan C yang baik untuk imunitas, serta kalium yang menjaga keseimbangan elektrolit.

    3. Jeruk dan Lemon

    Buah sitrus kaya akan vitamin C dan flavonoid, yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek oksidatif akibat paparan sinar matahari. Kandungan air jeruk mencapai 87 persen, sehingga efektif membantu hidrasi tubuh. Asam sitrat di dalamnya juga membantu menyeimbangkan pH tubuh saat cuaca ekstrem.

    4. Timun (Ketimun)

    Meski sering dianggap sayur, timun secara botani termasuk buah. Kandungan airnya mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di antara tanaman segar. Timun mengandung antioksidan seperti cucurbitacin dan lignan yang berperan menurunkan inflamasi ringan akibat panas.

    5. Air Kelapa

    Kandungan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium yang penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Menurut studi dari Jurnal Sports tahun 2023, efektivitas air kelapa dalam menjaga hidrasi sebanding dengan minuman olahraga komersial, dengan keunggulan alami tanpa tambahan pemanis buatan.

    6. Infused Water

    Air mineral dengan tambahan irisan buah seperti lemon, timun, apel, kiwi, atau strawberi memberi sensasi segar sekaligus membantu tubuh lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian. Aroma buah di dalamnya membuat tubuh terasa lebih relaks saat cuaca sedang sangat terik.

    7. Teh dingin

    Teh mengandung antioksidan katekin dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas akibat panas berlebih. Tambahan sedikit gula ke dalam teh dingin membantu mengembalikan energi yang hilang akibat termoregulasi yang dilakukan tubuh.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 5 Asupan Pendongkrak Imun Saat Cuaca Serba Tak Menentu

    Jakarta

    Belakangan ini cuaca terasa cepat berubah. Siang bisa panas, lalu menjelang sore langit mendung dan hujan turun tiba-tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari.

    Saat kondisi seperti ini, tubuh biasanya lebih mudah terasa lelah dan imun bisa menurun. Karena itu, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu cara sederhana agar tubuh tetap fit menghadapi perubahan cuaca.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi udara yang lembab dan suhu yang lebih dingin dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh. Salah satunya dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2020, yang menjelaskan bahwa sistem imun cenderung melemah saat tubuh berada terlalu lama dalam lingkungan lembab dan dingin. Maka, pangan yang mendukung daya tahan tubuh bisa membantu menjaga kondisi agar tidak mudah sakit.


    Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh

    Beberapa asupan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah sebagai berikut:

    1. Sayuran Hijau

    Bayam, kangkung, sawi, brokoli, dan jenis sayuran hijau lainnya mengandung vitamin A, vitamin C, folat, dan antioksidan yang penting untuk imunitas. Seratnya pun membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang dikenal sebagai salah satu pusat sistem kekebalan tubuh. Studi dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2019 menemukan bahwa pola makan yang kaya sayuran hijau berkaitan dengan fungsi imun yang lebih optimal. Untuk menjaga nutrisinya, sayuran bisa diolah dengan cara ditumis sebentar, dikukus, atau dijadikan sup.

    2. Jahe

    Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman atau bumbu masakan yang memberi sensasi hangat. Senyawa gingerol di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi. Publikasi di Phytotherapy Research tahun 2021 menunjukkan bahwa gingerol dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan serta mendukung respons imun tubuh. Jahe bisa dicampur ke dalam teh atau dibuat wedang jahe sederhana.

    3. Tinggi Protein

    Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel imun. Pilihan sumber protein yang mudah dijumpai seperti telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam. Menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2022, asupan protein yang cukup membantu tubuh merespons paparan patogen dengan lebih baik.

    4. Buah-buahan

    Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji, dan stroberi mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan sel imun. Studi tahun 2017 yang berjudul Vitamin C and Immune Function menyebutkan bahwa vitamin C membantu meningkatkan aktivitas sel fagosit yang berfungsi melawan patogen.

    5. Teh Hangat

    Teh mengandung polifenol dan katekin yang bersifat antioksidan. Penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2019 menyebut bahwa katekin dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Mengonsumsi teh hangat juga membantu menjaga hidrasi tubuh dan memberi efek relaksasi.

    6. Probiotik

    Keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh besar terhadap sistem imun. Probiotik dapat membantu meningkatkan produksi antibodi dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Pilihan yang mudah ditemukan antara lain yogurt plain, kefir, tempe fermentasi baik, atau kimchi.

    Jaga Pola Hidup Sehat

    Selain konsumsi makanan di atas, daya tahan tubuh yang kuat juga dibentuk dari kebiasaan sehari-hari.

    1. Penuhi Asupan Gizi Seimbang

    Usahakan makanan harian mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari berbagai jenis makanan. Pola makan yang beragam membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga energi dan daya tahan.

    2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Sering mencuci tangan, membersihkan area rumah yang lembab, serta menjaga kebersihan alat makan dan minum dapat membantu menekan risiko penularan penyakit, terutama saat musim hujan.

    3. Tidur yang Cukup

    Tidur 7-8 jam setiap malam memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan jaringan dan menguatkan sistem imun. Tidur yang teratur membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.

    4. Rutin Berolahraga

    Olahraga ringan seperti jalan cepat, peregangan, yoga, atau bersepeda dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan mendukung respons imun. Tidak perlu lama, yang penting konsisten.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Kenapa Selalu Lapar Saat Hujan? Penjelasan Ilmiahnya Ada di Sini


    Jakarta

    Sering merasa lapar saat cuaca dingin, mendung, atau hujan? Banyak kok yang mengalami, dan ternyata kecenderungan ini memang bisa dijelaskan secara ilmiah.

    Salah satu penjelasan di balik rasa lapar saat hujan adalah bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk menghangatkan diri di tengah cuaca dingin. Namun demikian, tidak banyak penelitian yang cukup valid untuk mengkonfirmasi adanya pengaruh intake kalori secara keseluruhan.

    “Sebenarnya tidak sedingin itu di luar, jadi kita tidak benar-benar butuh ekstra kalori ataupun makanan meski mungkin lagi hujan,” kata nutrisionis Susie Burrell, dalam sebuah tulisannya di news.com.au.


    Kemungkinan lain yang bisa menjelaskan rasa lapar saat hujan adalah perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh. Sebuah penelitian tahun 2019 di jurnal Nutrition and Metabolism menyebut hormon leptin yang memicu rasa lapar mengalami peningkatan pada temperatur rendah.

    Lagi-lagi, tidak ada kesimpulan yang bulat terkait penjelasan ini. Penelitian lain di jurnal Frontiers in Neuroscience menjelaskan bahwa hormon leptin dan ghrelin memang berfluktuasi. Namun tidak ada bukti kuat bahwa leptin meningkat di musim dingin, dan ghrelin berkurang.

    Bri Bell, seorang nutrisionis di Toronto, berpendapat bahwa kemungkinan memang ada sedikit peningkatan kebutuhan energi saat cuaca dingin. Bisa juga, memang terjadi peningkatan suhu tubuh setelah makan.

    “Proses makan dan mencerna makanan bisa benar-benar meningkatkan temperatur tubuh kita sedikit, jadi wajar kalau tubuh memberi sinyal untuk makan lebih banyak agar tetap hangat,” katanya, dikutip dari Eatingwell.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 4 Imbauan dan Warning BMKG di Tengah Cuaca yang Lagi Panas-panasnya


    Jakarta

    Cuaca yang terasa lebih panas dari biasanya ternyata ada benarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi suhu saat ini berada di atas rata-rata, terutama di wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan fenomena panas ekstrem merupakan dampak dari pergeseran semu matahari ke selatan, yang meningkatkan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan.

    “Situasi ini umum terjadi saat masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Namun, suhu udara kali ini memang terasa lebih terik karena kelembapan udara rendah dan langit relatif cerah hampir sepanjang hari,” jelasnya, saat dihubungi detikcom Selasa (14/10/2025).


    Menurut BMKG, suhu udara maksimum di sejumlah wilayah tercatat mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius, bahkan terasa lebih tinggi akibat efek panas permukaan. Daerah seperti DKI Jakarta, Surabaya, Semarang, hingga Bali dan Nusa Tenggara termasuk yang paling terdampak.

    BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, sebelum berangsur mereda dengan datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan.

    Imbauan dan Warning BMKG

    Guswanto mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko paparan panas ekstrem yang bisa berdampak pada kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang berpotensi fatal.

    Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

    1. Hindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada titik tertinggi.
    2. Gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat harus beraktivitas di luar ruangan.
    3. Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh.
    4. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

    Pantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial resminya.

    BMKG menegaskan fenomena ini masih tergolong normal untuk periode pancaroba, meski dampaknya kini terasa lebih ekstrem karena perubahan iklim global dan urbanisasi yang memperparah efek panas permukaan.

    “Yang penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Pastikan kondisi tubuh terjaga, kurangi aktivitas di bawah matahari langsung, dan ikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi,” tutup Guswanto.

    (naf/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Sampai Kapan Cuaca Panas Melanda RI? Ini Penjelasan BMKG


    Jakarta

    Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani mengatakan cuaca panas yang terjadi disebabkan oleh sejumlah faktor meteorologis. Salah satu penyebab utamanya adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober telah berada sedikit di selatan ekuator.

    “Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga suhu udara terasa lebih tinggi, terutama pada siang hari,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (15/10/2025).

    Selain itu, lanjutnya, penguatan angin timuran atau Monsun Australia turut membawa massa udara kering dan hangat dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia. Kondisi ini mengurangi pembentukan awan dan membuat cuaca cenderung cerah.


    Radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal dan radiasi balik dari permukaan juga meningkatkan suhu udara.

    “Kombinasi kedua faktor tersebut menyebabkan cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” sambungnya lagi.

    Berdasarkan hasil pengamatan BMKG pada 14 Oktober 2025, suhu maksimum di Indonesia berkisar antara 34-37 derajat celcius. Beberapa wilayah mencatat suhu maksimum 35-37 derajat celcius, di antaranya Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Selama periode 12-14 Oktober 2025, pengamatan suhu udara maksimum di berbagai stasiun BMKG menunjukkan sebaran suhu di atas 35 derajat celcius secara luas di seluruh wilayah Indonesia.

    Adapun wilayah yang paling sering mencatat suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

    Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat celcius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Pada 13 Oktober suhu sedikit menurun menjadi 36,6 derajat celcius di Sabu Barat (NTT).

    Namun pada 14 Oktober, suhu maksimum kembali meningkat hingga 37,6 derajat celcius di Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua). Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan.

    Sampai Kapan Cuaca Panas Berakhir?

    Andri mengatakan, dalam beberapa hari ke depan, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan diperkirakan masih didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan yang relatif kecil.

    Kondisi panas ini kemungkinan masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung pada waktu mulai masuknya musim hujan di masing-masing daerah.

    “Meski demikian, pada sore hingga malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal akibat aktivitas konvektif, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua,” lanjutnya.

    Melihat Tren Suhu di Indonesia Sejak 1981 Lewat Warming Stripe:

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 10 Kota Terpanas di Dunia Versi Realtime AQI, Nomor Satu dari Indonesia


    Jakarta

    Berbagai wilayah di Indonesia tengah menghadapi cuaca yang panas menyengat belakangan ini. Namun, kota mana yang termasuk paling panas cuacanya?

    Deputi Bidang Meteorologi di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menyampaikan cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran Matahari. Ia mengatakan saat ini Matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia.

    Pergeseran ke selatan ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi jarang. Karena tidak ada awan penutup dan hujan, maka cuaca menjadi panas menyengat.


    “Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung,” ucap Guswanto, dikutip dari detikNews.

    Cuaca yang panas di Indonesia ini, ternyata tercatat oleh laporan waktu nyata atau realtime AQI, platform yang memantau cuaca dan polusi udara di kota seluruh dunia.

    Menurut laporan AQI per Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 01:03 siang, ada dua kota di Indonesia yang tercatat memiliki top 15 cuaca terpanas di dunia. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini.

    Kota Terpanas di Dunia

    Berdasarkan laporan realtime AQI, Rabu (15/10/2025) siang, Mojokerto di Indonesia menjadi kota terpanas di dunia. Suhu udaranya mencapai 37 derajat Celsius.

    Kota terpanas selanjutnya ada Katherine dan Mount Isa di Australia, dengan suhu yang sama 36 derajat Celsius. Menyusul kota Bade di Taiwan dengan suhu 36 derajat Celsius.

    Peringkat empat sampai sepuluh, mayoritas diisi oleh kota-kota asal Taiwan dengan suhu 36 derajat Celsius. Kecuali nomor 10, ada satu lagi kota asal Indonesia yaitu Martapura.

    Untuk mengetahui daftar lengkapnya, berikut kota-kota terpanas di dunia menurut laporan AQI pada 15 Oktober 2025 per pukul 01:03 siang (berdasarkan suhu tertinggi antara pukul 12.00-14.00 di masing-masing kota).

    Daftar 10 Kota Terpanas di Dunia pada 15 Oktober 2025 Versi AQI

    1. Mojokerto, Indonesia

    Suhu tertinggi: 37 °C

    Status: Hot (panas)

    2. Katherine, Australia

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    3. Mount Isa, Australia

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    4. Bade, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    5. Zhongli, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    6. Taoyuan District, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    7. Pingzhen, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    8. Yangmei, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    9. Hsinchu, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    10. Martapura, Indonesia

    Suhu tertinggi: 35 °C

    Status: Hot (panas)

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com