Tag: bnb

  • Solana Jadi Sarang Meme Coin! Binance Coin Gak Mau Kalah?

    Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 26-30 Jan 2026, menilai bahwa lonjakan meme coin yang sempat terjadi pada akhir bulan kemarin bukan sekadar tren lucu-lucuan, melainkan cerminan pergeseran perilaku investor di tengah pasar kripto yang masih penuh ketidakpastian. 

    Ketika Bitcoin melemah dan kepercayaan pasar belum pulih sepenuhnya, modal spekulatif cenderung mencari ekosistem yang cepat, murah, dan aktif. Solana masih menjadi tujuan utama para spekulator meme coin tersebut.

    Fenomena ini terlihat jelas dari data performa mingguan pasar kripto yang dibagikan oleh tim riset Tokocrypto, di mana pergerakan harga tidak lagi didorong oleh proyek dengan fundamental kuat, melainkan oleh token-token berbasis komunitas dan viralitas yang menawarkan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat.

    Di tengah penurunan blue chip aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum misalnya, return dari meme coin ini justru naik gila-gilaan–tapi dengan risiko turun yang sama juga gilanya.

    Solana Menguat Sebagai Pusat Meme Coin

    Insight Tim Research Tokocrypto mencatat bahwa minggu kemarin ekosistem Solana menorehkan lonjakan aktivitas paling signifikan dibanding beberapa pekan sebelumnya, seiring menjamurnya meme coin yang diperdagangkan secara agresif.

    Kenaikan sektor Pump Fun Ecosystem sebesar +892% dan Animal Memes +464% menunjukkan bahwa arus modal spekulatif terkonsentrasi kuat di jaringan Solana. 

    Sebagai konteks, jaringan Solana memang menawarkan biaya transaksi yang sangat rendah dengan kecepatan tinggi, sehingga cocok untuk perdagangan cepat dan volume besar—dua hal yang menjadi ciri utama perdagangan meme coin.

    Kondisi ini mendorong munculnya token-token dengan kenaikan ekstrem, seperti PENGUIN yang melonjak hingga +7.056%, disusul SKR (+220%) dan PIPPIN (+81,19%). 

    Tapi perlu diingat, lonjakan harga tersebut bukan berarti token ini memiliki fundamental yang kuat, melainkan menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase jenuh dan spekulasi tinggi, di mana sentimen dan momentum jauh lebih berpengaruh dibanding nilai intrinsik proyek.

    Binance Coin Mulai Coba Mengejar Ketertinggalan

    Dominasi Solana dalam narasi meme coin mendorong jaringan Binance Coin untuk mengambil langkah strategis agar tidak kehilangan arus likuiditas. Melalui penguatan sektor Binance Alpha yang tumbuh +124%, Binance Coin berupaya menarik kembali perhatian trader yang sebelumnya aktif di Solana. 

    Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan antar ekosistem kripto kini bukan hanya soal teknologi blockchain, tetapi juga soal kecepatan membangun narasi yang relevan dengan kondisi pasar.

    Perlu dicatat bahwa perpindahan modal seperti ini memang biasa terjadi dengan cepat. Ketika narasi berubah, harga aset dapat bergerak tajam dalam waktu singkat—baik naik maupun turun—sehingga pemahaman konteks pasar menjadi krusial sebelum mengambil keputusan.

    Meme Coin di Tengah Pasar yang Belum Pulih

    Insight dari Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa meski meme coin sempat terlihat mendominasi pasar, kondisi keseluruhan kripto masih belum sepenuhnya sehat. Fear & Greed Index berada di level 17, menandakan investor masih cenderung berhati-hati, sementara Altcoin Season Index berada di 32/100, yang berarti pasar secara struktural masih berada dalam fase Bitcoin Season. 

    Artinya, lonjakan meme coin lebih mencerminkan aktivitas spekulatif jangka pendek dibanding rotasi modal yang solid ke altcoin secara menyeluruh.

    Situasi ini penting bagi investor pemula agar tidak menganggap kenaikan meme coin sebagai sinyal pasar yang aman atau stabil. Justru sebaliknya, fase seperti ini biasanya diiringi volatilitas tinggi dan koreksi harga yang tajam.

    Peluang dan Risiko yang Tak Kalah Nyata

    Solana saat ini berhasil memposisikan diri sebagai sarang utama meme coin, dengan aktivitas dan arus modal paling agresif di pasar kripto. Namun, langkah Binance Coin yang mulai memperkuat ekosistemnya menunjukkan bahwa dominasi ini masih bisa berubah sewaktu-waktu. Peluang keuntungan sekilas memang terlihat besar, tetapi tentunya harus diimbangi dengan pemahaman risiko dan strategi yang disiplin.

    Sebagaimana dicatat oleh Tim Research Tokocrypto, dalam fase pasar seperti ini kecepatan mengambil keputusan sama pentingnya dengan kemampuan keluar tepat waktu. Meme coin bisa memberi keuntungan cepat, namun tanpa manajemen risiko yang baik, potensi kerugiannya juga sangat besar.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru lanskap meme coin dan altcoin, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Chain Cetak Rekor US$20,9 Miliar, Harga BNB Bangkit ke US$860

    Prediction market di jaringan BNB Chain mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir pekan lalu, total volume perdagangan kumulatif sektor ini resmi menembus US$20,91 miliar, menandai tonggak baru bagi ekosistem BNB Chain.

    Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh BNB Chain pada Senin (27/1). Lonjakan ini didorong oleh semakin banyaknya platform prediction market yang beroperasi di jaringan tersebut, termasuk Opinion Labs, Probable, Myriad Markets, Predict.Fun, dan XO Markets.

    Prediksi BNB Chain

    Dalam blog resminya, BNB Chain menyebut prediction market sebagai sarana penting untuk memprediksi peristiwa dan mengelola risiko dalam skala besar. Mekanisme ini dinilai mampu mengubah informasi yang tersebar menjadi sinyal yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, mulai dari sektor keuangan hingga tata kelola.

    Dilaporkan Newsbtc, data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa volume prediction market di BNB Chain melonjak hampir 89% hanya dalam satu bulan terakhir, dengan peningkatan signifikan sejak kuartal IV. Bahkan sejak awal 2026, BNB Chain tercatat memimpin volume perdagangan mingguan prediction market, mengungguli platform off-chain serta jaringan lain seperti Polygon, Solana, dan Base.

    Sementara itu, data DeFiLlama mengungkapkan bahwa tiga platform prediction market di BNB Chain kini masuk lima besar dunia, hanya berada di bawah Kalshi dan Polymarket. Hal ini menandakan adopsi yang semakin luas terhadap ekosistem BNB.

    Secara rinci, Opinion Labs menempati peringkat ketiga dengan volume perdagangan US$725,56 juta dalam tujuh hari dan US$3,35 miliar dalam 30 hari terakhir, serta open interest yang telah melampaui US$144 juta pada akhir Januari.

    Di sisi lain, Probable mencatat volume US$558 juta dalam tujuh hari dan US$1,05 miliar dalam 30 hari, dengan total notional volume mencapai US$1,4 miliar dan lebih dari 17.000 pengguna, hanya satu bulan setelah peluncuran.

    Baca juga: 5 Token di Ekosistem BNB yang Melesat Hari Ini: SOLV dan KERNEL

    Dorong Harga BNB

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pencapaian ini bertepatan dengan meningkatnya minat institusi terhadap token BNB. Pekan lalu, Grayscale mengajukan formulir S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan spot ETF berbasis BNB. Jika disetujui, produk bernama Grayscale BNB Trust (GBNB) tersebut akan memberikan eksposur terhadap BNB tanpa perlu kepemilikan langsung.

    Dari sisi harga, BNB dilaporkan mulai pulih dari koreksi yang terjadi pada Minggu. Analis pasar Rose Premium Signals mencatat bahwa harga BNB memantul dari zona permintaan kuat di US$860 dan berhasil bertahan di area Fibonacci retracement utama, yang meningkatkan peluang reaksi bullish.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ledakan volume ini menandakan pergeseran user base dari mainnet Ethereum ke chain yang lebih efisien (low fee) untuk transaksi frekuensi tinggi seperti prediksi.

    “Sektor ini berpotensi menjadi “Killer App” baru yang mendorong utilitas token BNB secara organik,” jelasnya.

    Apabila BNB mampu merebut kembali level US$900 sebagai area support, analis memperkirakan potensi pengujian ulang ke level US$937 hingga US$980 dalam waktu dekat.

    Baca juga: Kirgistan Kejutkan Dunia: Luncurkan Stablecoin di BNB Chain


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Naik 10%, Salip BNB dan Resmi Jadi Kripto Terbesar ke-4 Dunia

    Harga XRP melonjak tajam hampir 10% dalam 24 jam terakhir dan berhasil menyalip Binance Coin (BNB) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di dunia. Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar XRP kini mendekati US$124 miliar, dengan harga bergerak di kisaran US$2,05.

    Kenaikan mendadak ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat XRP sebelumnya bergerak relatif tenang selama beberapa pekan terakhir.

    Arus Dana ETF Jadi Pendorong Utama

    Dilaporkan Trading VIew, lonjakan harga XRP didorong oleh arus masuk dana yang konsisten ke produk spot XRP ETF. Di tengah kondisi pasar yang sempat melemah, ETF XRP justru terus mencatatkan aliran dana positif.

    Pada 2 Januari 2026, ETF XRP membukukan inflow baru sebesar US$13,59 juta, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Sejak diluncurkan pada November 2025, total arus dana bersih ke ETF XRP telah mencapai sekitar US$1,18 miliar, dengan total aset kelolaan (AUM) mendekati US$1,37 miliar.

    Data ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor jangka panjang terhadap XRP.

    Volume Perdagangan Melejit

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Regulasi Kripto AS Makin Jelas, XRP Berpotensi Tembus US$6 pada 2026

    Selain ETF, aktivitas perdagangan XRP juga melonjak signifikan. Volume perdagangan 24 jam XRP naik hampir 180%, mendekati US$4 miliar. Lonjakan volume ini menunjukkan kuatnya partisipasi pasar, baik dari investor ritel maupun pelaku institusi.

    Meski mengalami reli kuat, harga XRP masih berada jauh di bawah puncaknya pada Juli 2025 di level US$3,68. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan saat ini lebih bersifat pemulihan, bukan puncak siklus.

    Sentimen Pasar Kripto Menguat

    Reli XRP juga didukung oleh sentimen positif di pasar kripto secara keseluruhan. Bitcoin kembali menembus level US$90.000, mendorong optimisme investor.

    Ethereum naik ke atas US$3.110, Solana mendekati US$133, dan BNB mencatat kenaikan sekitar 2%. Sejumlah altcoin lain seperti Cardano, Dogecoin, dan Sui juga menguat di kisaran 10%–15%, menandakan meningkatnya selera risiko investor.

    Pasokan XRP di Bursa Turun ke Level Terendah 8 Tahun

    Dari sisi on-chain, pasokan XRP di bursa kripto kini turun ke level terendah dalam delapan tahun terakhir. Sejak Oktober 2025, lebih dari 50% pasokan XRP telah dipindahkan dari bursa ke dompet penyimpanan jangka panjang (cold storage).

    Penurunan pasokan di bursa membuat likuiditas semakin tipis, sehingga harga menjadi lebih sensitif terhadap permintaan. Level US$2,00 hingga US$2,17 kini menjadi area krusial, setelah beberapa kali gagal ditembus sejak November.

    Jika XRP mampu menembus secara meyakinkan di atas US$2,17, harga berpotensi bergerak menuju US$2,20–US$2,80, dengan target psikologis berikutnya di level US$3,00.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

    XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

    Namun, di balik penguatan tersebut, data menunjukkan adanya peningkatan leverage yang juga membawa potensi risiko baru bagi pasar.

    XRP Tembus Resistance dan Rebut Posisi Top 4

    XRP mencatat kenaikan sekitar 11% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,53.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar US$93,4 miliar, melampaui BNB dan mengembalikannya ke posisi empat besar aset kripto global.

    Pergerakan ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan hingga 125%, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap XRP.

    Open Interest Naik Signifikan

    Di sisi derivatif, open interest XRP di Binance meningkat tajam hingga sekitar 353 juta XRP.

    Dilaporkan Coindesk, angka ini naik sekitar 59% sejak Oktober 2025, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah level sebelumnya.

    Peningkatan open interest ini menunjukkan bahwa trader tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga menambah eksposur leverage di tengah reli harga.

    Baca juga: Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Struktur Pasar Berbeda dari Awal Tahun

    Kondisi saat ini berbeda dibandingkan awal tahun 2026, di mana pasar didominasi oleh penurunan leverage.

    Kini, pasar justru menunjukkan fase pembangunan kembali posisi leverage, yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan trader terhadap potensi kenaikan harga.

    Meski belum menyentuh level puncak sebelum crash Oktober 2025, tren ini menunjukkan adanya ruang bagi pasar untuk terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif mulai kembali menambah leverage ke sisi pemulihan, bukan sekadar menutup posisi lama.

    “Itu bullish selama momentum spot tetap mendukung, tapi semakin dekat OI ke level pra-crash, semakin besar juga risiko wipeout kalau breakout di area US$1,50-US$1,60 gagal bertahan,” analisanya.

    Level $1.50–$1.60 Jadi Area Krusial

    Secara teknikal, area US$1,50 hingga US$1,60 menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebih lebar.

    Namun, jika gagal mempertahankan level ini, risiko koreksi tetap ada, terutama dengan meningkatnya penggunaan leverage di pasar.

    Peluang dan Risiko Berjalan Bersamaan

    Peningkatan open interest dapat memberikan dukungan struktural bagi harga, namun juga meningkatkan potensi volatilitas.

    Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang berlawanan.

    Dengan demikian, meskipun XRP menunjukkan momentum positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika leverage yang berkembang.

    Pergerakan XRP ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus mengelola risiko dari meningkatnya aktivitas spekulatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beli Bitcoin Sejak 2010? Selamat Kamu Sudah Jadi Miliarder Hari Ini!


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) menjadi salah satu instrumen investasi kripto yang digandrungi warga Indonesia. Hingga April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 35,61 triliun dibandingkan Maret Rp 32,45 triliun.

    Harga BTC naik signifikan jika ditarik sejak 2010 hingga saat ini. Pada awal kemunculannya, harga satu BTC dipatok sebesar US$ 0,05815 pada 14 Juli 2010. Lantas berapa cuan yang diraup investor kripto untuk kepemilikan satu koin BTC?

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, Senin (4/8), harga BTC menguat 0,03% beberapa waktu terakhir. Salah satu koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini juga menguat 0,73% sepanjang 24 jam terakhir.


    Meski begitu, BTC terkoreksi 4,40% sepekan terakhir. BTC hari ini berada di harga US$ 114.396,76 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 2,27 triliun. Jika ditarik 15 tahun terakhir, maka mata uang kripto ini tumbuh lebih dari 38 juta persen.

    Kemudian jika dikonversi dengan nilai tukar rupiah hari ini sebesar Rp 16.394, investor memiliki kekayaan sekitar Rp 1,87 miliar untuk kepemilikan satu keping BTC.

    Sementara untuk jenis koin lainnya juga terus menggeliat hingga perdagangan hari ini. Ethereum (ETH) misalnya, kembali menguat ke harga US$ 3.535,76 setelah anjlok pada perdagangan sebelumnya, Minggu (3/8). Kemudian untuk XRP berada di harga US$ 2,97 dan BNB di posisi US$ 753,57.

    Sementara itu, Indonesia saat ini tengah memperbaiki tata kelola pengawasan kripto. Teranyar, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyerahkan sepenuhnya wewenang terkait pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Peralihan ini ditandai dengan penandatangan adendum berita acara serah terima (BAST) yang dilakukan Bappebti dan OJK di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (30/7). Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang (UU) Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK) sekaligus memperluas lingkup pengawasan OJK. Peralihan ini dipercaya dapat memperkuat dasar ekosistem aset keuangan digital.

    Simak juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Naik Terus, Sekarang Jadi Rp 1,97 Miliar


    Jakarta

    Mata uang kripto mulai merangkak naik pada perdagangan Senin (11/8). Pergerakan harga ini didorong kuat oleh kenaikan dua altcoin, yakni Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap pukul 18.01, harga BTC berada di posisi US$ 121.258 atau sekitar Rp 1,97 miliar (asumsi kurs Rp 16.282). Harga tersebut melambung seiring menguatnya BTC di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 2,72%. BTC juga menguat 6,15% pada perdagangan sepekan terakhir.

    Sementara untuk mata uang ETH, berada di harga US$ 4.236 atau sekitar Rp 68,97 juta. ETH menguat 0,92% di perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian secara sepekan terakhir, mata uang tersebut menguat 19,21%.


    Penguatan mata uang BTC dan ETH juga diikuti sejumlah mata uang lainnya. BNB misalnya, menguat 1,01% sepanjang 24 jam terakhir. Sementara sepekan terakhir, BNB menguat 6,57%. Alhasil, harga BNB berada di posisi US$ 806,79 atau sekitar Rp 13,13 juta.

    Sementara untuk mata uang Solana (SOL), berada di level US$ 181,91 atau sekitar Rp 2,96 juta. Harga koin SOL naik menyusul penguatan sepanjang 24 jam terakhir sebesar 1,36% dan 12,07% sepanjang sepekan terakhir.

    Kemudian untuk XRP tercatat merah kendati menguat di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 2,14%. Sementara untuk sepekan terakhir menguat sebesar 9,17% ke harga US$ 3,25.

    Sedangkan untuk stablecoin keluaran Amerika Serikat (AS), yakni USDT terkoreksi tipis sebesar 0,01% sepekan terakhir ke harga US$ 0,99. Kemudian untuk USDC tercatat stagnan di harga US$ 0,99.

    Adapun sebelumnya, transaksi kripto disebut mengalami tantangan bullish. Transaksi kripto sendiri tercatat menurun bahkan bukan hanya secara global, melainkan juga di Indonesia.

    Chairman Indodax, Oscar Darmawan, menjelaskan penurunan transaksi kripto merupakan hal yang normal terjadi dalam dinamika pasar. Ia menyebut, pelemahan jumlah transaksi itu juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

    “Penurunan nilai transaksi kripto dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei menjadi Rp 32,31 triliun di bulan Juni 2025 memang mencerminkan adanya siklus normal dalam dinamika pasar kripto,” terang Oscar saat dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2025).

    Secara global, terang Oscar, dinamika pasar pada bulan Juni sempat mengalami fase konsolidasi usai bullish rally dari pertama kali konfirmasi kenaikan pada bulan April. Dalam kondisi tersebut, banyak investor yang ambil untung atau profit taking.

    “Beberapa investor cenderung melakukan profit-taking, sehingga volume transaksi menurun,” terangnya.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cs Naik Lagi, Cek Sentimennya


    Jakarta

    Mata uang kripto kembali naik pada perdagangan Rabu (13/8). Pergerakan harga ini didorong kuat oleh kenaikan dua jenis koin, yakni Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap pukul 15.27 WIB, harga BTC berada di posisi US$ 119.755 atau sekitar Rp 1,93 miliar (asumsi kurs Rp 16.187). Harga tersebut melambung seiring menguatnya BTC di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 0,73%. BTC juga menguat 4,95% pada perdagangan sepekan terakhir.

    Angka tersebut turun jika dibandingkan harga pada perdagangan Senin (11/8), di mana BTC mencatat harga hingga US$ 122.190 atau sekitar Rp 1,97 miliar. Namun sepanjang hari ini, BTC kembali menguat menyusul rilis data ekonomi makro Amerika Serikat (AS), di mana inflasi tercatat melandai ke 2,7% pada bulan Juli 2025.


    Di sisi lain, peluang pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan September berada di angka 82,5% menurut CME FedWatch. Angka tersebut turun sedikit dari 86% pada hari Senin setelah rilis inflasi.

    “Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset berisiko seperti kripto karena investor mencari hasil yang lebih tinggi di luar sekuritas pendapatan tetap tradisional. Angka inflasi yang lebih rendah memberikan amunisi bagi para pesimis Fed yang mendorong pelonggaran kebijakan moneter dalam pertemuan mendatang,” tulis analisa Coinmarketcap, dikutip dari laman resminya, Rabu (13/8/2025).

    Kenaikan harga juga dialami Ethereum (ETH) yang menguat 7,46% di perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian untuk sepekan terakhir, ETH menguat 27,38%. Kenaikan tersebut berhasil mengerek harga ETH ke level US$ 4.622 atau sekitar Rp 74,76 juta.

    Mata uang dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua itu naik dari harga perdagangan Senin, yakni US$ 4.236 atau sekitar Rp 68,97 juta. Tren penguatan dua raksasa koin ini pun mendorong mata uang kripto lainnya.

    BNB misalnya, menguat 5,03% sepanjang 24 jam terakhir. Sementara sepekan terakhir, BNB menguat 10,98%. Alhasil, harga BNB berada di posisi US$ 847,58 atau sekitar Rp 13,70 juta.

    Sementara untuk mata uang Solana (SOL), berada di level US$ 191,76 atau sekitar Rp 3,10 juta. Harga koin SOL naik menyusul penguatan sepanjang 24 jam terakhir sebesar 12,52% dan 20,65% sepanjang sepekan terakhir.

    Kemudian untuk XRP tercatat merah kendati menguat di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 3,93%. Sementara untuk sepekan terakhir menguat sebesar 10,88% ke harga US$ 3,25.

    Sedangkan untuk stablecoin keluaran Amerika Serikat (AS), yakni USDT tercatat menguat sebesar 0,02% sepekan terakhir ke harga US$ 0,99. Kemudian untuk USDC terkoreksi tipis 0,01% di harga US$ 0,99.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin cs Mulai Bangkit


    Jakarta

    Pasar kripto kembali pulih pada perdagangan Rabu (2/25) siang. Diketahui sebelumnya, aset digital kripto kompak terkoreksi imbas meningkatnya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

    Selain itu, pengumuman tarif global baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga ikut menekan harga aset digital.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 11.15 WIB, token Bitcoin (BTC) tercatat kembali menguat 3,8% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 65.445 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.804). Harga BTC mulai bangkit dari level terendahnya pada harga US$ 62.694 atau sekitar Rp 1 miliar pada perdagangan pagi tadi.


    Kemudian untuk token Ether (ETH) tercatat menguat 4,86% ke harga US$ 1.904 atau sekitar Rp 31,99 juta sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. ETH bangkit dari level terendahnya di harga US$ 1.813 atau sekitar Rp 30,46 juta.

    Secara teknikal, pelemahan harga BTC sebelumnya terjadi karena gagal bertahan di area US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Ruang koreksi juga masih terbuka secara jangka pendek, mengingat BTC masih bergerak di bawah level psikologis US$ 70.000.

    “Data dari Standard Chartered, karena area US$ 64.000-US$ 65.000 gagal dipertahankan, memperingatkan potensi penurunan lanjutan hingga US$ 50.000 sebelum harga stabil. Saat ini, Bitcoin masih bergerak di bawah level psikologis US $70.000, menandakan tekanan jangka pendek masih membayangi pasar,” ungkap
    Vice President Indodax, Antony Kusuma, kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).

    Meski begitu, Antony menjelaskan koreksi yang terjadi pada BTC cenderung lebih teratur dibanding siklus krisis sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan matangnya struktur pasar kripto dengan ruang pemulihan harga yang terbuka.

    “Peluang rebound tetap terbuka. Saat ini pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau pembentukan dasar harga (bottoming). Jika sentimen makro membaik dan terjadi aliran dana segar (inflow) kembali ke pasar, Bitcoin berpeluang keluar dari tekanan bearish,” jelasnya.

    Antony menambahkan, investor saat ini biasanya menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak fluktuasi harga jangka pendek.

    “Pendekatan ini dianggap lebih disiplin dibanding mencoba menebak titik terendah pasar di fase konsolidasi,” imbuhnya.

    Sebelumnya, CEO Triv Gabriel Rey, menjelaskan melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

    Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

    “Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” ujarnya kepada detikcom, Selasa (25/2).

    Sebagai informasi, penguatan harga aset kripto juga terjadi pada sejumlah altcoin lainnya. BNB misalnya, tercatat menguat 0,79% sepanjang perdagangan 24 jam ke harga US$ 595,43. Nasib serupa juga terjadi pada token Solana (SOL) yang menguat 7,29% ke harga US$ 82,24.

    Sementara untuk stablecoin Tether (USDT) bergerak stabil pada harga US$ 0.9998 dan USDC menguat 0,1% ke harga US$ 1. Penguatan juga dialami oleh memecoin seperti DOGE yang tercatat menguat 1,32% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09261.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Loyo Lagi, Jadi Segini Sekarang


    Jakarta

    Pasar kripto kembali melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap, pelemahan tidak hanya terjadi pada token utama, tetapi juga altcoin hingga memecoin.

    Bitcoin misalnya, melemah 2,01% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 67.235 atau sekitar Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.793). Secara kumulatif sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga Bitcoin terkoreksi 1,21%.

    Sementara altcoin seperti Ether (ETH), koreksi harga juga terjadi sepanjang perdagangan 24 jam terakhir sebesar 3,34% ke harga US$ 2.009 atau sekitar Rp 33,74 juta. Namun secara kumulatif sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga ETH tercatat menguat 1,75%.


    Sedangkan untuk token BNB tercatat melemah 0,89% ke harga US$ 623,96. Kemudian token Solana (SOL) terkoreksi 2,6% sepanjangan perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 86,07.

    Kemudian untuk stablecoin seperti Tether (USDT) bergerak menguat 0,02% ke harga US$ 1. Sedangkan memecoin seperti DOGE, tercatat melemah 3,13% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09680.

    Sebagai informasi, Bitcoin sempat bergerak menguat pada level US$ 68.060 di Kamis (26/2). Meski begitu, fundamental Bitcoin dianggap masih rapuh lantaran sejumlah indikator pasar kripto masih belum sepenuhnya pulih.

    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan investor jangka pendek masih melakukan aksi jual dalam kondisi rugi sejak akhir Januari. Selain itu, arus dana institusional juga belum pulih sepenuhnya di produk ETF Bitcoin. Bahkan banyak manajer investasi yang mengurangi eksposur terhadap kripto pada akhir 2025.

    Fyqieh menilai, kenaikan harga Bitcoin cenderung bersifat sementara setelah periode penurunan tajam di akhir tahun lalu. Menurutnya, struktur pasar kripto saat ini berada dalam kondisi negative gamma atau pergerakan harga yang lebih agresif ke dua arah.

    “Beberapa sinyal memang menunjukkan potensi pembentukan dasar, seperti tekanan jual yang mulai mereda dan RSI yang keluar dari area oversold. Namun selama arus masuk institusional belum konsisten dan investor jangka pendek masih dominan jual rugi, reli ini masih rentan koreksi,” jelas Fyqieh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2).

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Anjlok Usai AS & Israel Serang Iran


    Jakarta

    Harga Bitcoin kembali terkoreksi usai Israel menyerang Iran hari ini, Sabtu (28/2/2026). Sepanjang perdagangan hari ini, token utama kripto itu tercatat bergerak di zona merah.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 14.50 WIB, harga Bitcoin terkoreksi 5,66% ke level US$ 63.840 (asumsi kurs Rp 16.802). Bitcoin juga tercatat sempat turun pada level terendah di harga US$ 63.245 sekitar pukul 14.00 WIB.

    Pelemahan harga juga terjadi pada altcoin seperti Ether (ETH) yang terkoreksi sebesar 7,77% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 1.870 atau sekitar Rp 31,42 juta. Kondisi ini memperdalam pelemahan ETH secara kumulatif dalam perdagangan sepekan terakhir, yakni sebesar 4,7%.


    Altcoin lainnya juga kompak terkoreksi, seperti BNB yang melemah 4,52% ke harga US$ 598,42. Sedangkan untuk token Solana (SOL) terkoreksi lebih dalam sebesar 9,56% ke harga US$ 78,85.

    Pelemahan harga juga terjadi pada memecoin seperti DOGE yang terkoreksi hingga 10,49% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.08952. Namun begitu, stablecoin masih tercatat stabil dengan penguatan 0,03% ke harga US$ 1 untuk token Tether (USDT).

    Dikutip dari CNBC, operasi militer AS-Israel terhadap Iran telah dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan resmi Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku tujuan penyerangan itu untuk membela rakyat Amerika.

    “Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan,” kata Trump dalam pesan video di akun Truth Social miliknya, dikutip dari CNBC, Sabtu (28/2/2026).

    (ahi/hns)



    Sumber : finance.detik.com