Tag: bnb

  • Aset Kripto Bergairah, Harga Bitcoin Tembus Rp 1,2 M


    Jakarta

    Harga aset kripto kembali menguat dalam perdagangan hari ini, Kamis (5/3). Kenaikan tidak hanya dialami token utama, melainkan juga sejumlah altcoin hingga memecoin.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap 10.07 WIB, Bitcoin menguat 6,68% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 72.737 atau Rp 1,22 miliar (kurs Rp 16.877). Harga Bitcoin bahkan sempat menyentuh level tertinggi hari ini sebesar US$ 73.652 atau sekitar Rp 1,24 miliar.

    Harga Bitcoin mendadak terbang dari level US$ 67.813 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan dini hari tadi. Secara kumulatif pada perdagangan sepekan terakhir, harga Bitcoin menguat 6,62% dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,45 triliun.


    Kenaikan harga juga dialami oleh sejumlah altcoin seperti Ether (ETH) yang menguat 7,29% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 2.119 atau sekitar Rp 35,77 juta. Secara kumulatif sepanjang perdagangan sepekan, harga token Ether menguat 3,44% dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 256,07 miliar.

    Sementara itu, token BNB dan Solana (SOL) juga tercatat menguat sepanjang perdagangan 24 jam terakhir yakni sebesar 3,36% dan 4,80%. Harga BNB saat ini berada di level US$ 654,70, sedangkan token SOL sebesar US$ 90,24.

    Sejumlah stablecoin juga tercatat menguat sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. Tehter (USDT) misalnya, menguat ke harga US$ 1. Sedangkan USDC melemah 0,03% ke harga US$ 0.9998. Sementara memecoin seperti DOGE tercatat 6,99% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09621.

    Tonton juga video “Mengenal El Salvador, Negara yang Cuan Banget Lewat Bitcoin”

    (ahi/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Vivi Zubedi, BNB, Mayyech Konsisten Tonjolkan Koleksi Monogram dan Monokrom

    Jakarta

    Panggung Fashion Nation Senayan City kembali menjadi saksi evolusi modest fashion Indonesia yang kian berani dan visioner. Tahun ini, ISSA Group yang menaungi tiga brand dengan karakter kuat-ViviZubedi, Brand No Brand New York (BNB), dan Mayyech-menyajikan koleksi bertajuk Synthesis.

    Sesuai namanya, koleksi ini menampilkan perayaan visi, identitas, dan gaya yang berbeda namun bersatu padu dalam satu tema besar. Desainer sekaligus CEO ISSA Group, Vivi Zubedi, menegaskan bahwa Synthesis adalah upaya untuk menggabungkan tiga karakter brand yang memiliki ciri khas masing-masing, namun konsisten menonjolkan elemen kunci seperti monogram, siluet, dan warna.

    “Hari ini ada ViviZubedi, Mayyech dan Brand No Brand. Tetap seperti dari tahun ke tahun, kita tetap mengedepankan ciri khas masing-masing (brand), dengan monogram, siluet, dan warnanya. Konsep keseluruhan hari ini adalah synthesis,” ungkap Vivi Zubedi saat ditemui Wolipop di Senayan City, Jakarta.


    Brand naungan ISSA Group, Vivi Zubedi, BNB, & Mayyech konsisten tonjolkan monogram & monokrom bertajuk Synthesis di Senayan Fashion Nation.Brand naungan ISSA Group, Vivi Zubedi, BNB, & Mayyech konsisten tonjolkan monogram & monokrom bertajuk Synthesis di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Tema Synthesis dipilih karena menggambarkan perpaduan tiga brand dengan karakter berbeda-luxury (ViviZubedi), casual (BNB), dan simplicity (Mayyech). Koleksi ini didominasi warna hitam dengan penekanan kuat pada loose cutting, mencakup berbagai item mulai dari blouse, long outer, blazer, hingga dress dan bottoms.

    “Koleksinya bernama Synthesis, kita membawa tiga brand. Mengapa memilih tema ini? Karena keseluruhan membawa tiga brand jadi kita menggabungkan antara tiga brand yang mempunyai karakternya masing-masing,” jelas Vivi.

    Sebagai brand utama, ViviZubedi yang didirikan oleh Filza Mar’I Isa az-Zubedi, konsisten menyajikan busana muslim premium, terutama abaya yang identik dengan potongan lebar dan nyaman dengan sentuhan modern Timur Tengah. Dalam koleksi Synthesis, ViviZubedi memilih untuk menonjolkan detail monogram yang elegan dan kental dengan nuansa glamour dan luxury.

    Karakteristik busana ViviZubedi idealnya menggambarkan sosok wanita yang kuat, bold, dan elegan lewat potongan yang longgar (loose cutting). Tak hanya busana, ViviZubedi juga melengkapi koleksinya dengan produk pendukung seperti tas, hijab, hingga aksesori kacamata, membentuk total look yang statement.

    Berbeda dengan ViviZubedi yang menonjolkan detail monogram yang ramai, brand Mayyech hadir dengan ciri khas simplicity, elegance, dan feminin. Koleksinya bermain dengan potongan loose dan material polos yang didominasi palet monokrom. Koleksi terbaru Mayyech menggunakan aksen Swarovski.

    Sementara itu, Brand No Brand New York (BNB) mengambil jalur yang lebih kasual dan sehari-hari untuk gaya urban. Ciri khas utama BNB adalah penggunaan kemeja monogram dan koleksi dress monogram yang lebih santai. Melengkapi gaya ready-to-wear yang energik ini, BNB turut menyajikan koleksi pelengkap seperti hijab, tas, dan sepatu yang seluruhnya dihiasi logo BNB.

    Vivi Zubedi mengungkapkan harapannya bahwa koleksi yang mereka hadirkan setiap tahun akan menjadi tren berikutnya, menempatkan Indonesia sebagai kiblat fashion dunia, didorong oleh gebrakan desainer lokal. Untuk pasar Indonesia sendiri, Vivi melihat bahwa abaya, gamis, dan long outer masih menjadi primadona dalam modest fashion. Khusus untuk koleksi Synthesis kali ini, Vivi menekankan adanya permainan monogram dan monokrom yang lebih dominan, menjadi perubahan signifikan dari koleksi tahun sebelumnya yang menonjolkan animal print.

    “Saya berharap setiap tahun yang kita keluarkan itu akan menjadi tren di tahun berikutnya. Kita lihat lah bagaimana penerimaan marketnya. Inspirasi desain dari macam-macam. Masing-masing brandnya itu kan sudah ada pakemnya, jadi permainan pattern yang sudah ada. Pilihan bahannya juga variatif. Harapannya koleksi ini dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi koleksi primadona pecinta modest fashion di Indonesia,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com