Tag: bongkar-pasang

  • Harga Bitcoin cs Melempem Usai RI Bongkar-Pasang Aturan Pajak


    Jakarta -

    Harga aset kripto terpantau bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (8/1) pagi. Beberapa mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar cenderung melemah sepanjang perdagangan 24 jam terakhir seiring perubahan aturan pajak RI.

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap pukul 08.25 WIB, Jumat (1/8/2025), Bitcoin (BTC) terkoreksi sebesar 0,64% beberapa waktu. Kemudian sepanjang 24 jam, BTC melemah 2,61% dan menurun 1,97% sepekan terakhir di harga US$ 115.153 atau sekitar Rp 1,89 miliar (asumsi kurs Rp 16.490).

    Kemudian untuk Ethereum (ETH) tercatat melemah 0,43% untuk beberapa waktu. Sementara selama 24 jam perdagangan, ETH melemah 3,96% dan menguat 0,88% sepekan terakhir. ETH berada di level harga US$ 3.682 atau sekitar Rp 60,73 juta.


    Berikutnya, mata uang BNB tercatat terkoreksi 0,23% beberapa waktu. Kemudian melemah 1,38% sepanjang perdagangan 24 jam, namun tercatat menguat sepekan terakhir sebesar 2,57%. BNB berada di harga US$ 784,75 atau sekitar Rp 12,96 juta.

    Sementara untuk Solana (SOL) berada di harga US$ 169,24 atau sekitar Rp 2,79 juta. SOL mengalami koreksi 1,44% untuk beberapa waktu. Kemudian melemah 5,50% sepanjang 24 jam terakhir, dan anjlok 6,90% selama perdagangan sepekan.

    Sedangkan untuk mata uang XRP tercatat terkoreksi 1,99%. Kemudian melemah 5,18% selama 24 jam dan anjlok 5,02% sepekan terakhir. Dengan koreksi tersebut, harga XRP saat ini berada di posisi US$ 2.95.

    Di sisi lain, harga stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) cenderung menguat selama 24 jam terakhir, dengan masing-masing kenaikan 0,02% dan 0,03%. Untuk USDT dan USDC berada di harga US$ 1,00.

    Untuk diketahui, stablecoin atau koin stabil merupakan mata uang kripto yang menggunakan underlying lain, seperti mata uang fiat atau emas. Mata uang ini bergerak lebih stabil dibanding jenis kripto lainnya.

    RI Bongkar-Pasang Aturan Pajak Kripto




    Ilustrasi Kripto
    Ilustrasi/Foto: Shutterstock

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghapus pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas penyerahan aset kripto mulai 1 Agustus 2025. Hal itu dikarenakan adanya pergeseran status kripto di Indonesia dari komoditas menjadi aset keuangan digital dengan karakteristik surat berharga.

    Kebijakan itu seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Aturan ini menggantikan aturan sebelumnya yang menjadikan aset kripto sebagai objek langsung PPN dengan besaran 0,11% (Bappebti) dan 0,22% (non Bappebti).

    Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, transaksi kripto di RI terus mengalami peningkatan yang tajam setiap bulannya. Hal ini kemudian yang mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan serta mengenakan pajak untuk transaksi kripto.

    “Pada saat masyarakat menggandrungi aset kripto sebagai bisnis untuk transaksi maupun investasi, di situ lah pemerintah, Kementerian Keuangan, menerapkan pajak tambahan. Dan pajak tambahan ini sangat wajar dalam kondisi masyarakat sedang menggandrungi aset kripto. Kenapa? Karena pemerintah pun butuh dana segar juga,” terang Ibrahim saat dihubungi detikcom, Kamis (31/7/2025).

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?


    Halaman 2 dari 2

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kata Siapa Drifting itu Sulit? Ini Cara Mudahnya



    Jakarta

    Tak semua pengendara bisa melakukan drifting. Untuk bisa ngedrift, memang butuh latihan yang tak singkat. Tapi bukan berarti tidak bisa, ada beberapa hal yang bisa dipelajari pengendara untuk melakukan drifting. Autochem menjelaskan ada lima teknik dasar dalam dunia drifting, penjelasannya sebagai berikut.

    1. Power Over

    Mengandalkan tenaga mesin yang besar, teknik ini dilakukan dengan menekan pedal gas secara agresif agar roda belakang berputar lebih cepat dari traksi yang tersedia. Akibatnya, mobil mengalami oversteer dan mulai ngepot. Teknik ini paling efektif digunakan pada mobil bertenaga besar dan high speed event.

    2. Feint Drift atau Scandinavian Flick

    Teknik ini melibatkan gerakan kemudi ke arah berlawanan sebelum masuk tikungan. Pengemudi membelokkan setir ke arah yang berlawanan sebelum mengarahkannya kembali ke jalur yang dituju. Pergeseran bobot yang terjadi membantu menciptakan oversteer, memungkinkan mobil untuk ngepot. Teknik ini sangat efektif dalam menghadapi tikungan tajam.


    3. Clutch Kick

    Teknik ini dilakukan dengan cara menekan dan melepas pedal kopling secara cepat sambil tetap mempertahankan tekanan pada gas. Metode ini menyebabkan roda belakang kehilangan traksi secara tiba-tiba, memicu mobil untuk mulai ‘bergerak liar’. Clutch kick sering dimanfaatkan untuk memulai atau mempertahankan drift di tengah tikungan.

    4. E-Brake Drift

    Teknik ini menggunakan rem tangan untuk mengunci roda belakang secara mendadak. Dengan menarik rem tangan saat masuk tikungan, roda belakang kehilangan traksi dan mobil mulai sideway. Metode ini sering diterapkan saat drift pada kecepatan rendah atau perlu menyesuaikan sudut mobil di tengah tikungan.

    5. Braking Drift

    Teknik ini memanfaatkan rem untuk mengalihkan bobot kendaraan ke bagian depan. Saat memasuki tikungan, pengemudi menekan pedal rem sehingga bagian depan mobil mengalami penurunan sementara traksi di roda belakang berkurang. Hal ini memudahkan mobil untuk memasuki oversteer. Teknik ini ideal untuk drifting pada kecepatan rendah hingga menengah.

    Drifting PrestoneDrifting Prestone Foto: dok. Prestone

    Autochem Industry Hadir di Ajang Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1

    PT Autochem Industry (AI) melalui produk unggulannya brake fluid Prestone dan radiator coolant Master, mendukung gelaran akbar motorsport Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 Seri ke-1 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu-Minggu (10-11/5).

    Autochem bertindak sebagai salah satu sponsor acara Drift Camp yang bertujuan untuk mengedukasi dan menjaring drifter-drifter muda yang punya potensi, menyediakan fasilitas tire changer di area paddock sirkuit untuk memudahkan bongkar-pasang ban, serta menjadi sponsor pembalap Fitra Eri yang berlaga di one make race BRZ Super Series.

    “Lewat Prestone dan Master, PT Autochem Industry (AI) mendukung berbagai aktivitas motorsport di Indonesia karena percaya track balap merupakan ajang pembuktian keandalan dan ketangguhan berbagai komponen penting kendaraan, khususnya brake fluid dan radiator coolant. Selain itu, kami juga ingin dari ajang motorsport dapat muncul pembalap-pembalap muda berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Henry Sada, Direktur Utama dan Marketing PT Autochem Industry (AI).

    Selanjutnya Drifting merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat disukai anak muda zaman now, dimana PT AI melihatnya sebagai potensi untuk memperkenalkan produk cairan kendaraan Prestone dan Master. Bagian dari Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1, Drift Camp berlangsung di belakang paddock Sirkuit Mandalika.

    Drift Camp adalah latihan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan drifter-drifter muda sekaligus menjaring talenta baru untuk diorbitkan, terutama dari wilayah Lombok, Bali, dan sekitarnya. Konsep Drift Camp sendiri adalah menyediakan latihan drifting dengan tempat yang layak di sirkuit yang memiliki kualitas aspal sesuai kebutuhan balap.

    Sebagai camp pelatihan, para peserta terutama yang baru, mendapatkan coaching clinic dan transfer ilmu dari drifter senior yang hadir. Inilah yang menjadikan ajang Drift Camp menarik untuk diikuti, terutama bagi para rookie yang umumnya berasal dari Gen-Z. Dengan kondisi track yang mendukung sesuai standar lomba, ditambah edukasi dari drift coach, para drifter pemula dapat memaksimalkan teknik drifting yang benar supaya mampu berlaga dengan mulus dan meraih poin tertinggi.

    “Kami ingin menyatukan drifter Lombok dan Bali yang selama ini latihan sendiri dengan membuatkan event Drift Camp. Tujuannya, supaya apa yang sudah mereka pelajari bisa dijadikan sebagai sarana berlomba dengan drifter dari luar, sehingga mentalnya terbentuk saat kompetisi. Autochem lewat Prestone dan Master juga mempunyai kontribusi yang positif karena selalu men-support aktivitas kami, dengan turut membantu menemukan bibit-bibit pembalap muda. Ke depan, semoga Autochem dapat terus berkolaborasi dengan kami di Sirkuit Mandalika,” jelas Denny Pribadi, Penyelenggara dan Pelatih Drift Camp di event Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com