Tag: brasil

  • Daftar Negara Terluas di Dunia, Rusia Masih Juara


    Jakarta

    Luas permukaan bumi diperkirakan sekitar 510 juta km², dari total luas tersebut terdapat negara-negara dengan wilayah daratan yang superluas. Negara-negara ini menempati benua yang berbeda, mempunyai kondisi geografis unik, dan sebagian bahkan membentang lintas zona waktu loh detikers!

    Menurut United Nations Statistics Division (UNdata), ukuran total suatu negara biasanya dihitung dari luas daratan ditambah perairan internal, seperti danau dan sungai besar, tanpa memasukkan wilayah laut teritorial.

    Nah,berikut 10 negara terluas di dunia versi data PBB, CIA World Factbook, dan Encyclopedia Britannica.


    1. Rusia (17.098.242 km²)

    Negara yang membentang dari Eropa Timur hingga Asia Utara ini tak tertandingi dalam hal luas wilayah. Berdasarkan CIA World Factbook, Rusia memiliki sekitar 11 zona waktu dan menjadi rumah bagi hutan taiga terluas di dunia. Sekitar 77% penduduknya tinggal di bagian barat Rusia, dekat Eropa.

    2. Kanada (9.984.670 km²)

    Menurut Encyclopædia Britannica, Kanada adalah negara terbesar di belahan bumi barat. Negeri ini memiliki lebih dari 2 juta danau, menjadikannya negara dengan jumlah danau terbanyak di dunia. Luasnya hampir dua kali lipat UniEropa.

    3. Amerika Serikat (9.826.675 km²)

    CIA World Factbook mencatat luas total AS termasuk Alaska dan Hawaii. Dari Grand Canyon hingga Alaska yang membeku, wilayah AS meliputi hampir semua iklim di dunia dari gurun, gunung es, hingga hutan hujan.

    4. China (9.596.961 km²)

    Walaupun kerap bersaing dengan AS dalam urusan ekonomi dan militer, keduanya berdekatan dalam urusan luas wilayah. Menurut UN data, China memiliki bentang alam yang ekstrim, dari Pegunungan Himalaya di barat hingga dataran pesisir di timur.

    5. Brasil (8.515.767 km²)

    Sebagai negara terbesar di Amerika Selatan, Brasil menempati hampir separuh luas benua tersebut. Hutan Amazon yang legendaris menutupi sekitar 60% wilayahnya. Britannica menuliskan bahwa Brasil juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

    6. Australia (7.692.024 km²)

    Sering disebut “negara benua”, Australia satu-satunya negara yang mencakup seluruh daratan benuanya sendiri. Menurut CIA World Factbook, 85% penduduk tinggal di dekat pesisir karena bagian tengahnya berupa gurun luas yang disebut “Outback”.

    7. India (3.287.263 km²)

    Dengan penduduk terpadat di dunia, India juga masuk jajaran negara terbesar. UN data mencatat wilayahnya mencakup Pegunungan Himalaya, dataran Gangga, hingga Gurun Thar. Kondisi geografis yang beragam ini memengaruhi kekayaan budaya dan pertaniannya.

    Setelah mengetahui negara terluas di dunia, detikers semakin paham bahwa bukan hanya meliputi geografi saja, tapi juga tentang keanekaragaman budaya, sumber daya alam, dan tantangan lingkungan yang dihadapi tiap negara. Luas wilayah bukan jaminan kekayaan, akan tetapi bisa jadi potensi besar untuk pembangunan dan konservasi di masa depan.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Al-Obeid, Pesepakbola Palestina yang Tewas saat Mencari Bantuan di Gaza


    Jakarta

    Dunia olahraga Palestina kembali berduka. Suleiman al-Obeid, penyerang legendaris yang dijuluki “Pele Palestina”, tewas dalam serangan Israel yang menyasar warga di dekat pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza bagian selatan, Rabu (6/8/2025). Kabar tersebut disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) yang menyebut Al-Obeid tewas saat bersama warga lainnya menunggu pembagian bantuan kemanusiaan.

    “Mantan pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu,” tulis PFA dalam pernyataan resmi, dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (8/8/2025).

    Biografi Singkat Suleiman al-Obeid

    Lahir di Gaza pada 24 Maret 1984, Al-Obeid mengawali karier sepak bolanya di klub Khadamat al-Shati sebelum membela Markaz Shabab al-Am’ari di Tepi Barat dan Gaza Sport. Dilansir The Guardian, ia melakukan debut untuk tim nasional Palestina pada 2007, mencatatkan 24 caps dan mencetak dua gol, salah satunya melalui tendangan salto spektakuler ke gawang Yaman dalam Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.


    Julukan “Pele Palestina” ia sandang berkat kemampuannya di lapangan yang kerap dibandingkan dengan legenda sepak bola Brasil, Pele. Al Arabiya English mencatat, sepanjang kariernya, penyerang asal Gaza ini menorehkan lebih dari 100 gol dan menjadi salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina.

    Sejak perang pecah, dunia olahraga Palestina mengalami kerugian besar. Berdasarkan data PFA yang dikutip The Guardian, sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah terbunuh di Gaza, termasuk 421 pesepakbola, 103 di antaranya anak-anak. Infrastruktur olahraga pun hancur. Sekitar 288 fasilitas rusak atau rata dengan tanah, sebagian besar di Gaza, termasuk markas PFA yang terkena serangan udara.

    Al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak. Al Jazeera melaporkan bahwa kematiannya menambah panjang daftar korban jiwa di titik distribusi bantuan di Gaza, di mana lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas sejak akhir Mei.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Suleiman al-Obeid, Mantan Timnas Palestina Tewas dalam Serangan di Gaza



    Jakarta

    Pasukan Zionis Israel tak hentinya menunjukkan kebengisan. Serangan udara yang dilancarkan ke wilayah Gaza selatan pada Rabu (6/8) menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk di antaranya mantan bintang sepakbola Timnas Palestina, Suleiman al-Obeid.

    Wafatnya pesepak bola legendaris yang dijuluki “Pelé Palestina” ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

    “Mantan pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu,” tulis PFA dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/8).


    Mengutip Al Jazeera (7/8) julukan “Pelé Sepak Bola Palestina” disematkan padanya sebagai penghormatan atas bakat dan kontribusinya di lapangan hijau, meniru nama sang legenda sepak bola Brasil yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

    Menurut PFA (Palestine Football Association), al-Obeid tewas dalam serangan yang menargetkan warga sipil yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Sosok berusia 41 tahun ini dikenal sebagai salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina, dengan torehan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya.

    Lahir pada 24 Maret 1984 di Gaza, al-Obeid memulai karier profesionalnya di klub Khadamat al-Shati. Ia juga sempat memperkuat Markaz Shabab al-Am’ari yang berbasis di Tepi Barat serta Gaza Sport. Sejak debutnya di tim nasional Palestina pada tahun 2007, al-Obeid mencatatkan 24 penampilan dan mencetak dua gol. Salah satu momen paling dikenang adalah gol akrobatiknya ke gawang Yaman dalam turnamen Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.

    Kematian al-Obeid menambah daftar panjang atlet Palestina yang menjadi korban konflik di Gaza. PFA mencatat sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah kehilangan nyawa sejak pecahnya perang. Dari jumlah tersebut, 421 merupakan pesepak bola, termasuk 103 anak-anak, sebagian besar di antaranya meninggal akibat serangan langsung maupun kelaparan.

    Selain korban jiwa, infrastruktur olahraga di wilayah Palestina juga mengalami kerusakan parah. PFA melaporkan bahwa sebanyak 288 fasilitas olahraga telah rusak atau hancur, terdiri dari stadion, lapangan latihan, pusat kebugaran, hingga gedung klub. Dari total tersebut, 268 berada di Gaza dan 20 lainnya di Tepi Barat. Sekitar separuh fasilitas itu secara langsung melayani kegiatan sepak bola. Bahkan, markas besar PFA di Gaza turut menjadi sasaran serangan udara.

    Tragedi ini mencerminkan dampak kemanusiaan yang semakin dalam dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina tewas di sekitar titik distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak dibentuknya kelompok logistik gabungan yang didukung Amerika Serikat dan Israel pada akhir Mei lalu.

    Suleiman al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak, serta warisan abadi dalam sejarah olahraga Palestina.

    Sejak mulai beroperasi pada akhir Mei, lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, yang menuai kontroversi.

    Pada Rabu, setidaknya 18 orang kehilangan nyawa saat berusaha mendapatkan bantuan, di tengah situasi krisis pangan yang kian memburuk akibat ketatnya pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, menurut sumber medis kepada Al Jazeera.

    Dalam waktu 24 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza juga melaporkan empat kematian baru akibat kelaparan dan kekurangan gizi. Data dari Kementerian Kesehatan setempat mencatat total 197 kematian terkait kelaparan sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 96 di antaranya adalah anak-anak. Mayoritas kasus kematian ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Daftar Vaksin untuk Haji dan Umrah Menurut Aturan Terbaru Pemerintah Saudi


    Jakarta

    Menunaikan ibadah haji dan umrah memerlukan persiapan yang baik, termasuk perlindungan kesehatan dengan vaksinasi.

    Pemerintah Arab Saudi mewajibkan dan merekomendasikan beberapa vaksin untuk jemaah, dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit. Peraturan ini mulai berlaku per 1 Februari 2025.

    Jenis Vaksin yang Dibutuhkan untuk Haji dan Umrah

    Berikut adalah vaksin yang diperlukan untuk jemaah haji dan umrah berdasarkan persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.


    1. Vaksin Meningokokus

    Vaksin meningitis meningokokus merupakan vaksin yang diwajibkan bagi semua jemaah berusia lebih dari 2 tahun. Jemaah harus menerima vaksin meningokokus quadrivalent (ACYW) dan vaksinasi harus dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan.

    Ada dua jenis vaksin yang diterima oleh pemerintah Saudi, yaitu vaksin polisakarida quadrivalent (ACYW) dengan masa berlaku 3 tahun dan vaksin konjugasi quadrivalent (ACYW) dengan masa berlaku 5 tahun.

    2. Vaksin Polio

    Vaksin polio wajib bagi jemaah yang berasal dari negara dengan risiko tinggi penyebaran polio. Bagi jemaah yang datang dari negara dengan kasus poliovirus atau vaksin yang beredar, harus mendapatkan dosis vaksin polio (bOPV atau IPV) antara 4 minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.

    Negara-negara tersebut termasuk Papua Nugini, Indonesia, Myanmar, dan Somalia.

    3. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)

    Vaksin demam kuning wajib bagi jemaah yang datang dari negara dengan risiko penyebaran penyakit ini. Jemaah harus memiliki Sertifikat Internasional Vaksinasi sebagai bukti vaksinasi. Tanpa bukti tersebut, jemaah tidak diperbolehkan masuk.

    Negara-negara tersebut yaitu Angola, Argentina, Benin, Bolivia, Plurinasional (Negara Bagian), Brasil, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Kolombia, Kongo, Pantai Gading, Rakyat Demokratik, Ekuador, Guinea Ekuatorial, Etiopia, Guinea Prancis , Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Kenya, Liberia, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Panama, Paraguay, Peru, Senegal, Sierra Leone, Sudan Selatan, Sudan, Suriname, Togo, Trinidad dan Tobago, Uganda, Venezuela (Republik Bolivarian).

    Adapun jemaah asal Indonesia tidak diwajibkan menerima vaksin ini sebelum ke Tanah Suci.

    Vaksin Tambahan

    Selain vaksin yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis vaksin lain yang sebaiknya diperiksa sebelum keberangkatan haji dan umrah.

    Disarankan para jemaah untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis untuk meninjau status imunisasi, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa, agar mendapatkan imunisasi yang sesuai dan tetap sehat selama perjalanan.

    Vaksin yang perlu diperiksa dan diperbarui mencakup:

    1. Vaksin khusus untuk tujuan tertentu, seperti:

    • Kolera
    • Hepatitis A & B
    • Ensefalitis Jepang
    • Meningokokus
    • Polio (dosis booster untuk dewasa)
    • Demam tifoid
    • Demam kuning
    • Rabies

    2. Vaksin rutin yang perlu diperbarui, seperti:

    • Difteri, tetanus, dan pertusis
    • Hepatitis B
    • Haemophilus influenzae tipe b
    • Human papillomavirus (HPV)
    • Influenza musiman
    • Campak, gondongan, dan rubella
    • Pneumokokus
    • Polio
    • Rotavirus
    • Tuberkulosis
    • Varisela

    Selain itu, jemaah yang berasal dari negara dengan risiko tinggi penyakit menular seperti Angola, Brasil, Kamerun, Ethiopia, Nigeria, Sudan, dan Venezuela harus lebih berhati-hati serta mengikuti pedoman kesehatan tambahan yang diterapkan oleh otoritas Arab Saudi.

    Pencegahan Penyakit bagi Jemaah

    Pemerintah Arab Saudi dan otoritas kesehatan memberikan edukasi kepada jemaah mengenai penyakit menular, gejala, serta cara pencegahannya. jemaah juga disarankan untuk tidak membawa makanan dari luar kecuali dalam jumlah kecil dan dikemas rapat, guna menjaga keamanan konsumsi selama perjalanan.

    Jika terjadi wabah atau keadaan darurat kesehatan global, pemerintah Arab Saudi dapat menerapkan kebijakan tambahan bekerja sama dengan WHO untuk melindungi jemaah haji dan umrah serta mencegah penyebaran penyakit ke negara asal mereka.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com