Tag: brin

  • BRIN Buka Beasiswa Riset buat Mahasiswa S2-S3, Bantuan hingga Rp 9 Juta



    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun ini kembali membuka beasiswa Degree by Research. Beasiswa berlaku bagi mahasiswa magister (S2) dan doktor (S3).

    Degree by Research atau DbR ini merupakan dana pendidikan untuk meningkatkan kapasitas talenta Indonesia dalam kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap).

    Program DbR nantinya diselenggarakan lewat fasilitas pengamatan antariksa di Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur. Di mana di sana terdapat sebuah teleskop besar berukuran 380 cm.


    DbR khusus untuk Platform Timau adalah bentuk kerja sama BRIN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan adanya beasiswa ini anak muda yang ingin meneliti lebih jauh soal astronomi dan antariksa diharapkan dapat terfasilitasi.

    Siapa saja yang boleh ikut program beasiswa ini? Mengutip unggahan @lapan_ri, ini ketentuannya:

    Syarat Daftar Beasiswa DbR Platform Timau 2025

    • Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Non ASN/sumber daya manusia lainnya
    • Bersedia berkolaborasi dengan periset dari BRIN
    • Mendapatkan rekomendasi dari kepala unit
    • Mendapatkan persetujuan proposal riset
    • Melakukan pendaftaran secara online pada laman byresearch.brin.go.id

    Pilihan Program Riset di DbR Platform Timau 2025

    1. Stellar Physics
    2. Solar System
    3. Galaxy
    4. Space Environment
    5. Light Pollution
    6. Instrumentation-Control-and-Robotic System on Astronomy

    Keuntungan Penerima DbR Platform Timau 2025

    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 4 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa S2 selama 6 semester plus 1x perpanjangan semester
    • Bantuan dana riset Rp 6 juta untuk S2
    • Bantuan dana riset Rp 9 juta untuk S3
    • Mendapatkan insentif RA (Research Assistant) di BRIN jika status peserta Non Afiliasi

    Daftar Kampus Mitra DbR 2025

    Selain program DbR Platform Timau 2025 yang sediakan BRIN dan ITB, ternyata ada beberapa kampus lain yang punya program ini dengan subjek penelitian yang bisa berbeda. Berikut daftar kampusnya:

    1. Universitas Padjadjaran
    2. Institut Pertanian Bogor
    3. Institut Teknologi Sepuluh November
    4. Universitas Diponegoro
    5. Universitas Hasanuddin
    6. Universitas Sebelas Maret
    7. Universitas Andalas
    8. Universitas Airlangga
    9. Universitas Brawijaya
    10. Universitas Sumatera Utara
    11. Universitas Syiah Kuala
    12. Swinburne University of Technology
    13. Universiti Teknologi Malaysia
    14. University of Twente
    15. Tomsk Polytechnic University
    16. Suranaree University of Technology
    17. Deakin University
    18. Université Polytechnique Hauts-de-France
    19. Universitas Sains Malaysia

    Itulah informasi beasiswa DbR Platform Timau 2025 bagi mahasiswa S2 dan S3 di seluruh wilayah Indonesia. Segera daftar yuk!

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Kepala BRIN Janji Gaji Periset RI Setara dengan Malaysia agar Tak Ogah Pulang


    Jakarta

    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan talenta iptek negara tetangga, Malaysia.

    “Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” kata Handoko pada acara Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).

    Handoko mengatakan janji tersebut merupakan bagian dari memastikan Indonesia memberi opsi pada putra-putri terbaiknya untuk berkiprah sesuai kepakaran di negaranya sendiri.


    “Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” katanya.

    Infrastruktur dan Hibah

    Terkait kesempatan riset dan inovasi di dalam negeri, ia menjelaskan negara melalui BRIN menyelenggarakan infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset.

    Handoko menjelaskan pihaknya tidak memberikan infrastruktur bagi talenta iptek RI, tetapi akses pada infrastruktur yang sudah ada. Sedangkan skema hibah riset bersifat kompetisi.

    “Itu yang membedakan skema yang ada di kami dan Kemendikti Saintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) saat ini. Karena di Kemendikti Saintek masih ada program yang bersifat afirmasi, kelembagaan. Tetapi di BRIN, semuanya harus kompetisi murni,” ucapnya.

    “Itu untuk memastikan kita dapat memberikan opsi sehingga tidak boleh ada alasan putra-putri terbaik kita itu tidak pulang, misalnya, ke Indonesia karena tidak ada kesempatan dan seterusnya,” sambung Handoko.

    Peluang Mendapat Pendanaan

    Handoko mengatakan hibah riset BRIN berdasarkan pada penilaian proposal riset dan rekam jejak, termasuk di antaranya yakni publikasi yang bereputasi.

    “Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

    “Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” sambung Handoko.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Contohnya adalah alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF.

    Berdasarkan aturan LPDP, alumni beasiswa LPDP juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Indonesia jika magang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan paling lama berdurasi 2 tahun.

    Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Peraih Habibie Prize 2024 Dukung Penerima Beasiswa LPDP Pulang: Berkarya dalam Negeri


    Jakarta

    Sejumlah peraih penghargaan Habibie Prize 2024 mendukung agar penerima beasiswa LPDP pulang dan berkarya di Tanah Air. Mereka yakni pakar kebijakan pendidikan Prof Anita Lie MA EdD dan pakar rekayasa nanomaterial Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD.

    Anita menuturkan, penerima beasiswa LPDP dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, meriset, dan berinovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah, dan institusi lain setelah kembali pulang ke Tanah Air.

    “Dari Kepala BRIN sudah ada tadi dibuka kesempatan-kesempatan agar lulusan LPDP itu bisa kembali pulang, supaya bisa berkontribusi,” ucapnya pada detikEdu usai menerima penghargaan Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).


    Pertimbangan Gaji

    Terkait komparasi gaji di dalam dan dalam negeri, Guru Besar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini menuturkan penerima beasiswa LPDP pada dasarnya juga perlu mempertimbangkan aspek kepuasan batin dan hal-hal nonkeuangan.

    “Gaji besar di luar negeri, biaya hidup juga tinggi. Living cost juga tinggi. Kalau di Indonesia, ada hal-hal yang nggak bisa diukur dengan uang, ya. Kalau kembali, kita bekerja juga untuk kepuasan batin juga, agar bisa berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

    Fasilitas Penelitian

    Anita mengakui fasilitas atau peralatan riset di dalam negeri bisa jadi tidak semuanya tercukupi di dalam negeri. Di sisi lain, ia mengingatkan agar hal ini perlu disampaikan agar bisa diatasi di dalam negeri ataupun lewat kolaborasi dengan luar negeri.

    “Nah, itu ya bisa memberi masukan, mungkin bisa kerja sama-kerja sama dengan luar negeri ya,” ucapnya.

    Contoh di Bidang Rekayasa Nanomaterial

    Penerima Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Rekayasa Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD mengatakan, untuk bidang rekayasa nanomaterial, ia menilai peralatan riset di Indonesia sudah sama dengan yang di luar negeri. Kendalanya yakni jumlah peralatan yang jauh lebih sedikit dari jumlah periset sehingga waktu antre jadi panjang.

    “Karena pengguna kita banyak sekali dan jumlah alat juga tidak sebanyak di luar negeri, sehingga mungkin butuh waktu lebih untuk menunggu bisa menggunakan alat-alat itu. Tetapi, tetap kita bisa lakukan sebenarnya, ya,” ucapnya pada detikEdu pada kesempatan yang sama.

    Soal gaji, Brian menilai tiap orang dapat memiliki standar berbeda. Di sisi lain, ia mengamini bahwa tantangan periset Indonesia relatif lebih tinggi dari aspek nonpenelitiannya sendiri seperti di atas. Untuk itu, ia menilai bekal pengalaman di luar negeri memungkinkan talenta iptek yang pulang ke Tanah Air bisa menghadapi tantangan tersebut.

    “Saya yakin justru setelah dikirim ke luar negeri, teman-teman kita, para anak-anak muda itu bisa mencari jalan-jalan keluar ya, untuk mengatasi keterbatasan, sehingga kita (Indonesia) bisa maju juga seperti di kampus luar negeri, meskipun kita lakukan riset di Indonesia,” ucapnya.

    Janji Kepala BRIN Soal Pulang dan Berkarya di Indonesia

    Sebelumnya Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan lima peraih Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 dapat memberi inspirasi dan teladan bahwa putra-putri iptek Indonesia bisa berkiprah di dalam negeri.

    “Bahwa di Indonesia pun kita bisa berkiprah, berkontribusi, menyumbangkan pengetahuan, dan pada akhirnya memberikan dampak ekonomi berbasis pengetahuan untuk Indonesia maju ke depan,” pada pidato pemberian penghargaan.

    Untuk memastikan talenta iptek Indonesia mau berkarya di dalam negeri seusai kepakarannya, Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan peneliti negara tetangga, Malaysia.

    “Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” ucapnya.

    “Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” sambung Handoko.

    Di samping gaji, ia mengatakan negara melalui BRIN memberikan akses infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset kompetitif. Pendanaan riset diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas substansi proposal riset dan rekam jejak, seperti publikasi di jurnal bereputasi.

    “Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

    “Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” kata Handoko.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Berdasarkan aturan LPDP, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang tersebut antara lain alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF. Calon pemagang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dengan durasi maksimal 2 tahun juga bisa mengurus izin tidak langsung pulang ke Tanah Air paling lambat 90 hari usai tanggal lulus.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 5 Beasiswa dari Pemerintah yang Bisa Kamu Coba, Buat Siswa-Pekerja


    Jakarta

    Beasiswa bisa jadi pilihan untuk kamu yang ingin menempuh pendidikan tanpa memikirkan biaya. Untungnya, berbagai lembaga pemerintah menyediakan beasiswa yang bisa kamu ikuti.

    Beasiswa dari pemerintah pusat ini membuka berbagai jenis program. Ada yang ditujukan untuk sekolah SMP/SMA, studi S1, pascasarjana, hingga riset.

    Tak hanya biaya pendidikan, beasiswa juga menyediakan tunjangan hidup hingga transportasi. Penasaran apa saja beasiswa dari pemerintah yang bisa kamu coba? Cek berikut ini.


    5 Beasiswa dari Pemerintah yang Bisa Kamu Coba

    1. LPDP

    LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. LPDP juga membuka beasiswa yang kerap kali menjadi incaran pelajar Indonesia.

    Dibuka dalam dua tahap setiap tahunnya, LPDP membuka beasiswa reguler, beasiswa khusus PNS, TNI, dan POLRI, beasiswa khusus penyandang disabilitas, dan beasiswa afirmasi.

    Beasiswa khusus studi pascasarjana ini akan memberikan biaya pendidikan secara penuh plus biaya tunjangan hidup. Jika kamu ingin menempuh studi ke luar negeri, maka selesai studi kamu wajib mengabdi kembali ke Tanah Air.

    Informasi mengenai beasiswa LPDP bisa kamu cek di https://lpdp.kemenkeu.go.id/

    2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga membuka beragam beasiswa. Ada empat beasiswa yang dibuka oleh kementerian ini, yaitu:

    Beasiswa Unggulan

    Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa yang ditujukan bagi pelajar berprestasi atau pegawai Kemendikbud untuk menempuh pendidikan tinggi jenjang S1, S2, dan S3. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini bisa kamu cek melalui https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/

    KIP Kuliah

    Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah merupakan beasiswa yang ditujukan bagi siswa berprestasi dan berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu untuk menempuh pendidikan S1. Penerima KIP Kuliah harus termasuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan memenuhi syarat yang tertera pada https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/

    Beasiswa Pendidikan Indonesia

    Beasiswa Pendidikan Indonesia diluncurkan pada 2021 untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Beasiswa ini dibuka bagi pelajar berprestasi, guru, hingga pelaku budaya. Cek pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia melalui laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id/

    Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) diluncurkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk menyiapkan dan memberikan pembiayaan bagi pelajar berprestasi. BIM membuka program beasiswa persiapan bagi pelajar kelas XI dan beasiswa studi S1 dan S2. Informasi lebih lanjut mengenai BIM bisa cek di https://bim-pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/

    3. Kementerian Agama (Kemenag)

    Kementerian Agama (Kemenag) membuka peluang lebar bagi alumni pesantren, lulusan perguruan tinggi Islam, dan tenaga kependidikan Pendidikan Agama Islam untuk melanjutkan studi. Beasiswa yang ditawarkan oleh Kemenag adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).

    BIB adalah beasiswa kolaborasi antara Kemenag dengan LPDP dengan cakupan beasiswa jenjang S1, S2, S3, dan studi non gelar. Jika tertarik mendaftar, cek informasi tentang BIB pada https://beasiswa.kemenag.go.id/

    4. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menawarkan dua beasiswa yang bisa diikuti oleh pelajar maupun masyarakat umum. Beasiswa tersebut ialah Digital Talent Scholarship dan Beasiswa Kominfo.

    Digital Talent Scholarship

    Digital Talent Scholarship merupakan beasiswa pelatihan di bidang informasi dan teknologi yang telah dirilis Kominfo sejak 2018. Beasiswa ini dibuka untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Informasi mengenai Digital Talent Scholarship bisa dicek dalam https://digitalent.kominfo.go.id/

    Beasiswa Kominfo

    Beasiswa Kominfo menawarkan beasiswa mengembangkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi dan informatika melalui pendidikan formal jenjang S2 baik dalam maupun luar negeri. Program ini terbuka luas bagi PNS, anggota TNI/POLRI, dan masyarakat umum yang telah bekerja. Pendaftaran Beasiswa Kominfo bisa dicek melalui https://beasiswa.kominfo.go.id/

    5. Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN)

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka Beasiswa Doktor Talenta Riset bekerja sama dengan LPDP. Beasiswa ini dibuka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam riset nasional di bidang keanekaragaman hayati, nuklir, penerbangan dan antariksa, serta maritim.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Doktor Talent Riset bisa dicek melalui https://lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/targeted/beasiswa-doktor-talenta-riset-dan-inovasi-nasional-tahun-2024

    Itu dia lima beasiswa dari pemerintah yang bisa kamu coba. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • BRIN & LPDP Kolaborasi Sediakan Beasiswa Bidang Nuklir, Tertarik?



    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkolaborasi melalui skema LPDP Targeted menawarkan beasiswa untuk meningkatkan SDM bidang nuklir. Skema kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis BRIN, salah satunya dalam bidang kenukliran berbasis reaktor nuklir dan akselerator.

    Direktur Manajemen Talenta BRIN, Raden Arthur Ario Lelono mengatakan tujuan LPDP Targeted adalah solusi inovatif untuk menjawab beragam tantangan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    “Melalui skema ini, BRIN akan memberikan dukungan penuh kepada para talenta muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor di perguruan tinggi ternama di luar negeri. LPDP bekerja sama dengan perguruan tinggi dan profesor yang memiliki kepakaran di bidang terkait untuk memastikan kualitas program dan penelitian,” ungkap Arthur, dikutip dari situs resmi BRIN.


    Program LPDP Targeted bidang nuklir ini menawarkan beasiswa magister dan doktor untuk 500 kandidat di 4 bidang riset, yakni advanced biodiversity utilization (200 kandidat), deep sea and maritime (30 kandidat), radiation and nuclear technology (170 kandidat), dan space and aeronautics (100 kandidat).

    “LPDP Targeted merupakan solusi tepat bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi di bidang prioritas nasional dengan topik riset yang jelas dan terarah. Program ini memberikan peluang untuk mendapatkan beasiswa penuh, pendampingan dari para pakar, dan kesempatan untuk berkontribusi pada kemajuan Indonesia,” imbuh Arthur.

    Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA) BRIN dan Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) BRIN tengah membutuhkan SDM yang mempunyai kompetensi bidang kenukliran. PRTA saat ini mengembangkan proyek riset DECY -13 MeV Cyclotron yang dalam pengembangannya tak cuma membangun infrastruktur riset, tetapi juga sumber daya manusianya.

    “BRIN ingin ketika penerima beasiswa lulus dari studinya maka mereka memiliki tempat yang siap secara infrastruktur untuk melaksanakan kegiatan riset. Untuk itu BRIN, khususnya bidang akselerator (PRTA dan kolaborator terkait) akan menyiapkan program dan kegiatan riset yang sifatnya menengah dan jangka panjang,” kata PRTA BRIN, Muhammad Rifai.

    Sejumlah perguruan tinggi yang ditargetkan oleh PRTA untuk menjadi partner program LPDP Targeted ini adalah Sokendai University, Pohang University of Science and Technology, dan Sungkyun Kwan University.

    Pada kegiatan kegiatan LPDP Targeted bidang reaktor nuklir ini, BRIN akan bekerja sama dengan Institute of Nuclear and New Energy Technology (INET). Kepala PRTRN BRIN, Topan Setiadipura menyebut pihaknya menggarap berbagai hal mulai dari fisika reaktor sampai kebijakan energi, sehingga banyak hal yang akan dikolaborasikan di BRIN apabila penerima beasiswa kembali ke Indonesia.

    (nah/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa S3 Doktor Talenta Riset Nasional BRIN 2024 Dibuka, Cek Infonya!



    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran beasiswa jenjang doktor (S3) hingga 12 Februari 2024 pada laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.

    Bertajuk Beasiswa Doktor untuk Talenta Riset Nasional BRIN, membuka kesempatan untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki minat riset di bidang keanekaragaman hayati, nuklir, penerbangan dan antariksa, serta maritim diperkenankan mendaftar. Termasuk detikers yang berstatus mahasiswa yang tengah menempuh studi, PNS, Prajurit TNI, dan anggota Polri.

    Nantinya awardee akan mendapatkan manfaat beasiswa dana pendidikan dan dana pendukung yang didalamnya termasuk biaya hidup bulanan. Siap mendaftar? Berikut informasi lengkapnya dikutip dari laman resmi LPDP, Senin (29/1/2024).


    Skema Beasiswa LPDP x BRIN 2024

    1. Beasiswa ini diberikan untuk jenjang pendidikan:

    • Lulusan Sarjana (S1)/Diploma empat (D4) untuk program doktor jalur fast track dengan menggunakan LoA Unconditional program doktor dengan durasi studi paling lama 60 bulan.
    • Lulusan magister (S2) untuk program doktor satu gelar (single degree) dengan ruasi studi paling lama 48 bulan.

    2. Pendaftar beasiswa yang telah mempunyai dan mengunggah LoA Unconditional wajib memilih 1 kampus tujuan.

    3. Program studi tujuan Beasiswa BRIN ditentukan sebagai berikut:

    • Penerbangan dan Antariksa (Riset Teknologi Satelit dan Avionics)
    • Teknologi Laut Dalam Maritim (Riset Teknologi Laut Dalam)
    • Pemanfaatan Biodiversitas Maju (Riset Genomic, Omics, Bioinformatika, Rekayasa Genetika)
    • Radiasi dan Teknologi Nuklir (Riset Teknologi Siklotron dan Fusi)

    Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP x BRIN 2024

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Telah menyelesaikan studi sesuai skema yang ditentukan
    3. Pendaftar telah menyelesaikan S3 tidak diizinkan mendaftar pada program ini.
    4. Pendaftar lulusan dokter spesialis atau dokter subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai bukti pemenuhan syarat IPK masing-masing program.
    5. Pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan konversi IPK.
    6. Mahasiswa yang tengah menempuh studi (ongoing) diperkenankan mendaftar dengan ketentuan yang ditentukan.
    7. Mahasiswa yang tidak menyelesaikan studi pada program magister atau doktor diperkenankan mendaftar di jenjang studi yang sama dengan melampirkan surat pemberhentian sebagai mahasiswa.
    8. Melampirkan surat rekomendasi sesuai dengan persyaratan masing-masing program.
    9. PNS, CPNS, TNI, Polri diperkenankan mendaftar dengan melampirkan surat usulan/rekomendasi dari pejabat yang membidangi SDM.
    10. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.
    11. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler.
    12. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP.
    13. Menulis profil diri termasuk riwayat yang tidak diselesaikan.
    14. Menulis komitmen untuk kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
    15. Menulis proposal penelitian.

    Komponen Dana Beasiswa LPDP x Brin 2024

    1. Dana Pendidikan, termasuk:

    • Pendaftaran
    • SPP/Tuition Fee
    • Tunjangan buku
    • Penelitian disertasi
    • Seminar internasional
    • Publikasi Jurnal Internasional

    2. Dana Pendukung, termasuk

    • Transportasi
    • Aplikasi Visa
    • Asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana tunjangan keluarga
    • Dana keadaan darurat.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait beasiswa LPDP x Brin 2024 ini, detikers bisa melihatnya di sini. Semoga berhasil detikers!

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • BRIN-Baznas Buka Beasiswa Riset 2024 untuk Mahasiswa S1-S3, Kuota 150 Orang



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menggandeng Badan Inovasi Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Beasiswa Riset Baznas 2024 di Gedung Baznas RI, Jakarta, Selasa (26/8/2024).

    Beasiswa ini akan disalurkan kepada mahasiswa S1, S2, dan S3. Penerima bisa memanfaatkan bantuan dana dari Baznas untuk menyelesaikan riset tugas akhir berupa skripsi hingga tesis.

    Selain itu, beasiswa juga berlaku bagi tim/kelompok/instansi/lembaga yang ingin melakukan riset. Kuota Beasiswa Riset Baznas 2024 tersedia bagi 150 penerima.


    Rinciannya untuk 55 mahasiswa S3, 55 mahasiswa S2, 50 mahasiswa S1 dan 5 kelompok/lembaga/tim riset. Ketua Baznas RI, Noor Achmad berharap beasiswa bisa digunakan semaksimal mungkin oleh para penerimanya.

    “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya membantu para mustahik saat ini, tetapi juga memberikan mereka kemampuan untuk membantu orang lain di masa depan,” ungkap Noor dilansir dari laman Baznas RI, Rabu (28/8/2024).

    Terbuka untuk Umum dan Periset Zakat-Wakaf

    Skema Beasiswa Baznas 2024 terbagi jadi dua, yakni untuk Kategori Umum dan Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa). Lewat beasiswa ini juga Baznas tengah mendorong riset terkait zakat.

    Sehingga diharapkan, para periset terpilih nantinya dapat memberikan solusi atas permasalahan mustahik di Indonesia. Noor berharap para mahasiswa penerima beasiswa dapat melakukan riset soal hal tersebut.

    “Melalui beasiswa riset ini diharapkan bisa melahirkan peneliti yang bisa menciptakan inovasi tata kelola zakat melalui riset dan kajian yang dilakukannya sehingga dapat terwujud berbagai program kemanusiaan yang bisa tepat sasaran dan membawa kebermanfaatan untuk mustahik,” ujar Noor.

    Menurut Noor, zakat merupakan salah satu solusi dalam menangani permasalahan nasional. Khususnya dalam memberantas kemiskinan yang cukup ekstrem.

    “Insya Allah, kami abdikan apa yang kami miliki untuk masyarakat miskin/mustahik. Mudah-mudahan mereka bisa menolong kita setidaknya di akhirat,” tambahnya.

    Adapun Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan beasiswa riset ini relevan dengan manajemen talenta nasional BRIN. Terutamanya, dapat membantu para anak muda untuk menjadi periset.

    “Kami siap mendukung dan memfasilitasi masyarakat, terutama dalam bidang riset, sehingga semua pihak bisa maju bersama,” kata Tri.

    Sebagai informasi tambahan, Baznas RI sejak tahun 2018 sampai kini telah menyalurkan dana senilai Rp 10 miliar untuk beasiswa dan bantuan riset.
    Ditambahkan oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, program beasiswa ini ditujukan juga untuk mewujudkan investasi terhadap generasi emas tahun 2045.

    “Ini adalah bentuk komitmen bagaimana zakat dapat menjadi bagian dari solusi kebangsaan dan meletakkan fondasi peradaban. Dari tahun ke tahun, anggaran untuk program ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan kualitas penelitian tentang tata kelola zakat dan sektor lainnya,” jelas Saidah.

    Untuk informasi pendaftaran, detikers bisa terus pantau website resmi Baznas RI yakni https://baznas.go.id atau Instagram-nya yakni @beasiswabaznasri.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 BRIN Ini Dibuka Sepanjang Tahun, Cek Ya!


    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program beasiswa Degree by Research jenjang S2 dan S3. Beasiswa ini dibuka untuk PNS maupun non-PNS yang berminat kuliah sambil riset.

    Berbeda dengan beasiswa pemerintah pada umumnya, beasiswa S2 dan S3 BRIN ini dibuka untuk program kuliah online agar pesertanya tidak meninggalkan tugas kedinasan. Pelamar bisa memilih perguruan tinggi dalam dan luar negeri mitra BRIN, yang telah menyiapkan kurikulum pendidikan jarak jauh penuh (PJJ) dan prodi penyelenggara kelas riset.

    Beasiswa Degree by Research BRIN meliputi uang kuliah tunggal (UKT) dan bantuan riset. Per 29 April 2024, peminat beasiswa ini bisa melamar sepanjang tahun di situs resminya.


    Namun, peminat beasiswa juga perlu memantau sejumlah jenis beasiswa Degree by Research yang ditawarkan dengan batas waktu pendaftaran tertentu. Contohnya seperti beasiswa University Polytechnic Hauts-De-France dan Tomsk Polytechnic University Degree by Research 2025 yang tutup pendaftaran pada 22 November 2024.

    Sebelum mendaftar, simak alur beasiswa Degree by Research BRIN dan daftar kampusnya di bawah ini seperti dikutip dari panduan resminya.

    Alur Pendaftaran Beasiswa BRIN Degree by Research (DBR)

    1. Memiliki Topik Riset

    Peserta mengajukan topik riset yang sedang atau akan dikerjakan kelompok-kelompok riset di BRIN

    2. Memperoleh Kopromotor dari BRIN

    Kopromotor harus sesuai dengan bidang kepakaran topik riset yang dipilih. Ia wajib melibatkan penerima beasiswa pada riset yang sedang dilakukan bersama periset lainnya. Ia juga bertanggung jawab menjamin keberlangsunga topik riset tersebut selama penerima beasiswa menjalani program.

    3. Mendaftar di Sistem Informasi Degree by Research

    Pendaftar yang merupakan tenaga BRIN dan luar BRIN sama-sama mendaftar di laman https://byresearch.brin.go.id. Bedanya, tenaga BRIN mendaftar dengan akun SSO Intra BRIN, sedangkan pelamar non-BRIN menggunakan akun email pribadi.

    Setelah mendaftar, unggah surat pengantar dari kepala unit kerja instansi asal, unduh format di laman DbR BRIN. Surat wajib sesuai dengan format agar tidak dikembalikan untuk direvisi.

    4. Unggah Dokumen Persyaratan

    Jika sudah terverifikasi, buka kembali akun pendaftaran untuk mengunggah dokumen berikut:

    • Proposal riset yang sudah ditandatangani kopromotor asal BRIN serta kepala pusat riset dan kolaborator riset dari
      universitas
    • Surat kesediaan menjadi kopromotor
    • Biodata kopromotor
    • Surat rekomendasi dari kepala satuan kerja (satker) BRIN
    • Surat pernyataan menyelesaikan studi
    • CV pengusul
    • Ijazah
    • Transkrip akademik terakhir

    Format dokumen di atas dapat diunduh di laman resmi DbR BRIN.

    5. Verifikasi Dokumen dan Review Proposal Riset

    Proposal riset yang sudah lolos verifikasi akan ditinjau tim reviewer. Jika sudah disetujui, proposal riset dinyatakan berstatus direkomendasikan.

    Berkas pendaftaran lainnya juga akan menjalani verifikasi. Pelamar beasiswa wajib memantau secara berkala pemberitahuan keperluan revisi jika ada.

    6. Seleksi Wawancara

    Peserta yang lolos verifikasi dokumen dan review proposal akan diundang untuk menjalani seleksi wawancara dengan tim reviewer dan kopromotor dari BRIN. Peserta dapat memaparkan proposal riset maksimal 10 menit.

    Pastikan untuk mengecek undangan seleksi wawancara di email dan sistem informasi DbR.

    7. Memperoleh Surat Jaminan Pembiayaan

    Peserta yang lolos tahap wawancara berhak atas surat jaminan pembiayaan dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN. Surat jaminan ini berlaku 12 bulan sejak surat diterbitkan.

    Surat jaminan pembiayaan bisa digunakan untuk memperoleh LoA dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN. Surat ini berlaku sesuai kampus kolaborator proposal riset. Dokumen ini bisa diunduh di sistem informasi DbR.

    8. Unggah LoA, Proposal Riset, dan Surat Pengantar

    Peserta yang sudah mendapat surat jaminan pembiayaan diminta mengunggah dokumen sesuai batas waktu yang ditentukan:

    • LoA prodi kelas riset dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN
    • Surat pengantar penetapan peserta DbR
    • Proposal riset yang sudah disetujui promotor dari perguruan tinggi, kopromotor dari BRIN, dan kepala satker BRIN.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa DbR BRIN

    • Universitas Indonesia (UI)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • IPB University
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Technische Universität Berlin
    • Deakin University
    • University of Twente
    • Tomsk Polytechnic University
    • Suranaree University of Technology
    • Universitas Sains Malaysia
    • Université Polytechnique Hauts-de-France
    • Swinburne University of Technology
    • Universiti Teknologi Malaysia

    Informasi lebih lanjut tetang pendaftaran beasiswa BRIN Degree by Research (DBR) bisa diakses lebih lanjut di laman https://byresearch.brin.go.id, https://bit.ly/SkemaBaruDbR2024, dan akun Instagram @brin_talentarisetinovasi. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebut Teknologi Nuklir, BRIN Sebut Akan Ada Beasiswa LPDP


    Jakarta

    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan sejumlah rencana untuk mengebut pemajuan teknologi nuklir di Indonesia. Termasuk di antaranya pemberian beasiswa untuk mendukung talenta nuklir RI.

    “Jadi dengan demikian, kami berharap bisa mengejar ketertinggalan kita di teknologi nuklir secara umum dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ucapnya dalam penganugerahan tokoh nuklir Siwabessy Award dan GA Siwabessy Memorial Lecture oleh BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

    Rencana Kebut Teknologi Nuklir RI

    Revitalisasi Reaktor Nuklir GA Siwabessy

    Handoko menjelaskan, saat ini BRIN menyediakan dua platform kolaborasi nuklir. Masing-masing khusus untuk bidang reaktor dan akselerator.


    Salah satunya untuk revitalisasi reaktor riset GA Siwabessy di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    “Akan kami fokuskan sekaligus produksi radioisotop dan radiofarmaka di Indonesia,” ucapnya.

    Kerja Sama Teknologi buat PTLN

    Ia menyatakan pihaknya juga berencana menjalankan pengembangan bersama (joint development) teknologi reaktor untuk energi pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan menggandeng mitra mancanegara.

    “Saat ini dalam proses negosiasi,” kata Handoko.

    Ajak Warga Kampus Ikut Program

    Ia berharap skema-skema di atas dapat mendorong talenta nuklir RI, termasuk yang beraktivitas di perguruan tinggi, dapat turut bergabung dan memiliki platform tersebut.

    “Ini sesuatu yang tidak mungkin dilakukan universitas karena terlalu besar dan membutuhkan komitmen jangka panjang, dan full time researcher yang harus day-by-day ada di situ,” ucapnya.

    Beasiswa LPDP dan Program S2-S3

    Mengebut pertumbuhan talenta RI bidang nuklir, ia menambahkan lulusan S1 akan dapat mengikuti program S2-S3 berbasis penelitian di platform teknologi nuklir BRIN. Di samping itu, pihaknya juga menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk menyediakan beasiswa LPDP targeted bidang teknologi nuklir.

    “Nanti bagaimana mahasiswa dari ITB, UGM, Itera, dan seterusnya, bagaimana mereka bisa terlibat di situ, mereka bisa langsung menjadi S2-S3. Sebagian kita kirim dengan targeted scholarship yang dari LPDP juga, karena salah satu fokusnya adalah teknologi nuklir,” ucapnya.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com