Tag: BTC ATH

  • Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi Baru! Apresiasi Belum Selesai

    Bitcoin baru saja menyentuh harga tertinggi barunya di sekitar Rp949,4 Juta pada Rabu, 14 April 2021, pukul 13.14 WIB.

    Dikabarkan bahwa walau saat ini sedang terkoreksi kembali, apresiasi Bitcoin belum terlihat selesai akibat masih memiliki potensi naik lebih tinggi.

    Komisaris SEC Membantu Mendorong

    Salah satu hal yang memberikan dorongan positif untuk Bitcoin adalah pernyataan dari Komisaris Securities and Exchange Commission (SEC).

    Penyataannya membuat mayoritas investor Bitcoin terlihat tenang akibat kemungkinan adanya dorongan dari SEC terhadap keberlanjutan Bitcoin di pasar keuangan.

    Hester Pierce, Komisaris dari SEC, menyatakan bahwa menurutnya melarang Bitcoin di Amerika, sama seperti melarang penggunaan internet. Ia menyatakan,

    “Seperti yang sebelumnya pernah saya katakan, saya tidak melihat cara untuk melarang Bitcoin di Amerika. Pemerintah akan sangat bodoh untuk mencoba melarang Bitcoin di Amerika.”

    Ia kemudian menyatakan bahwa Bitcoin merupakan sebuah fenomena keuangan yang telah diadopsi dan sudah mendewasa seiring berjalannya waktu.

    Baca Juga: Hester Peirce: SEC Uji Coba Regulasi DeFi

    Menurutnya, sangat penting untuk mendorong keberadaan Bitcoin akibat adopsinya yang semakin luas, dan Amerika yang menurutnya relatif sudah tertinggal dari negara lain.

    Pierce juga menyatakan bahwa regulasi dibutuhkan untuk mendukung keberadaan Bitcoin dan crypto di Amerika. Ia menyatakan,

    “Menurut saya pendekatan produktif untuk Bitcoin bukan dengan membiarkannya bergerak tanpa regulasi. Namun menurut saya diperlukan regulasi untuk mendorong pertumbuhan Bitcoin dan crypto secara menyeluruh.”

    Pernyataan ini nampaknya dianggap positif oleh mayoritas pasar, akibat setelah adanya pernyataan tersebut, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

    Dorongan Positif dari Coinbase

    Apresiasi ke harga tertinggi baru ini dikabarkan juga memiliki hubungan dengan Coinbase, yang akan melaksanakan Initial Public Offering (IPO).

    IPO adalah melantainya sebuah saham perusahaan di pasar modal, dan saham perusahaan Coinbase akan melantai di bursa saham Amerika.

    Coinbase akan memiliki nama saham COIN yang akan menjadi bagian dari indeks Nasdaq-100, akibat tergolong sebagai saham teknologi.

    COIN akan resmi diperdagangkan pada hari ini saat pasar saham Amerika di buka, namun terdapat informasi pasti.

    Walaupun begitu, umumnya melantainya sebuah saham baru terjadi saat pasar akan ditutup, sehingga terdapat prediksi bahwa saham akan resmi di perdagangkan di akhir sesi.

    Bursa crypto dengan volume $2.733.622.598 atau hampir Rp40 Triliun per hari ini, akan menjadi bursa crypto pertama yang melantai di pasar saham.

    Diprediksi bahwa IPO ini akan membentuk jembatan lebih dekat antara saham dan crypto, sehingga adopsi crypto akan menjadi semakin luas.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Diyakini akan Meningkat, Para Miners Pilih Timbun Bitcoin

    Coinbase sendiri memiliki lebih dari 50 crypto yang tersedia untuk diperdagangkan di bursanya, termasuk Bitcoin.

    Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 56 Juta pengguna dan mengayomi 7.000 investor institusional, dan 115.000 rekan di lebih dari 100 negara.

    Mengingat hal tersebut, publikasi Coinbase akan semakin besar, yang menandakan potensi pengguna akan semakin meningkat.

    Saham Coinbase dikabarkan akan diperdagangkan pada harga $250 atau Rp3,65 Jutaper lembar.

    Namun harga saham sebelum melantai (Pre-IPO) di FTX terlihat sudah mencapai $592 atau Rp8,66 Juta.

    Perbedaan positif atau Premium tersebut menandakan bahwa ketertarikan terhadap saham Coinbase sangat tinggi, yang dapat mendorong ketertarikan crypto juga lebih tinggi.

    Bitcoin Masih Dapat Terus Naik

    Mengingat Bitcoin adalah mata uang crypto yang paling besar dan paling terkenal, sentimen Coinbase ini diprediksi akan mendorong harganya naik lebih tinggi.

    Beberapa analis dan investor besar seperti Michael Novogratz dari Galaxy Digital, Michael Saylor dari MicroStrategy, dan JPMorgan, menyatakan bahwa harganya masih dapat naik lebih tinggi.

    Mayoritas analis lainnya juga memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat naik melewati Rp1 Miliar pada pekan ini.

    Walau saat ini sedang koreksi, tekanan jual masih terlihat belum terjadi secara signifikan, bersama Kontrak Futures Bitcoin yang sudah naik jauh lebih tinggi.

    Dari sisi teknikal, saat ini koreksi sedang terjadi namun belum memperlihatkan adanya tekanan jual yang terlalu signifikan.

    Hal tersebut menandakan bahwa mayoritas investor dan trader masih terlihat positif dan masih memiliki persepsi bahwa Bitcoin akan terus naik.

    Namun, umumnya setelah mencapai harga tertinggi yang diikuti oleh pergerakan keluar dari zona sebelumnya, koreksi untuk menguji kembali zona sebelumnya umumnya akan terjadi.

    prediksi btc
    Grafik 4 Jam BTCIDR

    Jika teori tersebut benar, maka kemungkinan besar koreksi akan kembali menuju sekitar Rp917 Juta hingga Rp887 Juta sebelum naik kembali.

    Indikator RSI dan MACD memperlihatkan bahwa dorongan beli sudah terlihat jenuh sehingga mendukung potensi koreksi.

    Namun melihat MA Cross yang masih berada di bawah harga dan masih terlihat positif, nampaknya koreksi hanya akan terjadi secara singkat sebelum naik kembali.

    Saat ini batas atas yang harus ditembus berada di sekitar Rp940 Juta hingga Rp950 Juta sebelum dapat naik melebihi Rp1 Miliar.

    Melihat banyaknya sentimen positif di sekitar Bitcoin dan crypto saat ini, kemungkinan besar target tersebut akan tercapai pada pekan ini.

    Baca Juga: Jelang Berlin Hardfork, Ether (ETH) Cetak Harga Tertinggi Baru

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hash Rate Bitcoin Cetak ATH Baru

    Tampaknya para penambang Bitcoin kian percaya diri. Hal ini tercermin dari tercetaknya hash rate yang mencapai all time high (ATH) baru.

    Hash rate adalah satuan untuk mengukur tingkat keamanan jaringan blockchain Bitcoin, berdasarkan kekuatan penambangannya secara global.

    Sebagai perbandingan, 1 unit alat tambang Bitcoin lawas, Bitmain Antminer S17 Pro memiliki hash rate sekitar 53 Terahash per detik.

    Alat tambang generasi baru itu diklaim memiliki tingkat efisiensi daya listrik mencapai 39,5 Joule per Terahash.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Berdasarkan data Bitinfocharts, ATH itu berada di kisaran 149,72 Exahash per detik (EH/d) pada 5 Februari 2021 lalu.

    btc ath
    Hash rate Bitcoin mencapai all time high (ATH) baru. Sunber: Bitinfocharts.

    Dalam rentang 3 bulan, hash rate terendah berkisar 103,01 EH/d, pada 15 November 2020.

    btc ath
    Hash rate Bitcoin secara keseluruhan. Sunber: Bitinfocharts.

    Sedangkan dalam 6 bulan terakhir, hash rate terendah adalah 84,95 EH/d pada 27 Oktober 2020.

    btc ath
    Hashrate distribution penambangan Bitcoin secara global, berdasarkan mining pool. Sumber: Blockchain.com.

    Hashrate penambangan Bitcoin secara global masih dikuasai oleh para penambang dari Tiongkok (65,08 persen).

    btc ath
    Hashrate penambangan Bitcoin global. Sumber: CEBI.

    Tiongkok disusul oleh Amerika Serikat (7,24 persen). Wilayah Asia Tenggara masih diwakili oleh Malaysia (4,33 persen) di peringkat ke-5.

    Max Keiser: Hash Rate Bitcoin Menguat Cermin Kepercayaan Diri
    Max Keiser, penghayat Bitcoin, yang juga pemandu acara di Russian Today mengatakan bahwa meningkatnya hash rate Bitcoin belakangan ini mencerminkan kepercayaan diri pemilik Bitcoin dan penambangnya.

    Keiser, yang merupakan pembawa acara “Keiser Report” itu, menjelaskan harga Bitcoin cenderung menyusul hash rate, yang berarti harganya saat ini terlalu rendah. Ia juga menyatakan pertumbuhan hash rate mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap Bitcoin.

    Hash rate mendahului harga. Hash rate BTC yang meningkat menunjukkan keyakinan mata uang fiat akan segera ambruk. Segera, BTC akan menarik minat meninggalkan uang fiat,” sebut Kaiser pada Juli 2020 silam.

    Seiring bank sentral yang terus menerbitkan uang baru dalam jumlah besar, sangat mungkin kepercayaan publik terhadap uang fiat semakin tergerus dan mendongkrak Bitcoin, katanya.

    Baca Juga: Michael Saylor Sarankan Perusahaan Besar Beli Bitcoin

    Pertama Kali! Harga Bitcoin Lampaui Nilai Hash Rate Penambangannya
    Untuk pertama kali sepanjang sejarah, harga Bitcoin (BTC) melampaui nilai hash rate penambangannya. Apakah ini mencerminkan kepercayaan diri para penambang untuk terus bertahan, di tengah permintaan Bitcoin yang tinggi?

    Capaian itu terjadi ketika pada 7 Januari 2021 lalu, berdasarkan data dari Digitalik. Ketika harga Bitcoin menyentuh US$39.479 dan hash rate-nya mencapai 158,1 Exahash per detik. Tampak pada grafik, garis harga “menyilang” garis nilai hash rate dari arah bawah.

    btc ath

    Dan beberapa hari kemudian, pada 10 Januari 2021, ketika harga turun ke US$38.202, garis hash rate menyilang dari arah bawah garis harga menjadi 161,8 Exahash per detik.



    Sumber : news.tokocrypto.com