Tag: buang air kecil

  • 6 Minuman untuk Memperlancar Buang Air Kecil, Awas Beser!


    Jakarta

    Buat kalian yang mengalami sulit pipis, coba konsumsi 6 minuman untuk memperlancar buang air kecil berikut ini. Selain buat orang yang kesulitan kencing, minuman ini juga cocok untuk orang ingin segera buang air kecil karena mengikuti suatu tes kesehatan.

    Buat orang normal, minuman ini bisa membuat beser atau sebentar-sebentar pipis jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja minuman tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Pilihan Minuman untuk Memperlancar Buang Air Kecil

    Berikut ini 6 minuman untuk memperlancar buang air kecil yang dikutip dari WebMD:


    1. Air Putih

    Minum air putih yang cukup dapat memperlancar buang air kecil. Minuman ini menjadi pilihan utama karena sangat sederhana dan murah. Selain itu, air putih juga kaya manfaat, salah satunya mencegah kulit kering.

    2. Kopi

    Kopi mengandung kafein yang meningkatkan rasa ingin buang air kecil. Kandungannya dapat mempengaruhi kandung kemih. Tak hanya buang air kecil, kopi juga bisa membuat kamu ingin buang air besar.

    3. Teh

    Tak hanya kopi, teh juga mengandung kafein, meski tak banyak. Minuman ini biasa tersaji menemani Anda di setiap makan, terutama ketika makan di warung atau rumah makan. Minum teh juga memperlancar buang air kecil. Selain itu, antioksidannya baik untuk menangkal radikal bebas.

    4. Cokelat

    Cokelat pun mengandung kafein dan asam yang mempengaruhi kandung kemih dan kemudian dapat memperlancar buang air kecil.

    5. Jus Jeruk

    Keluarga buah jeruk, seperti lemon dan jeruk nipis bersifat asam sehingga membuat Anda semakin ingin pergi ke toilet untuk buang air kecil. Selain itu, jeruk juga memiliki berbagai manfaat vitamin C yang baik untuk tubuh.

    6. Jus Nanas

    Tak cuma jeruk, semua buah asam juga bisa memperlancar buang air kecil. Termasuk nanas yang juga memiliki sifat asam mampu mempengaruhi kandung kemih untuk buang air kecil.

    Alasan Ingin Buang Air Kecil Lancar

    Apa saja alasan orang ingin memperlancar buang air kecil? Berikut beberapa alasan yang dilansir dari Medical News Today:

    • Sedang menjalani pengujian obat melalui tes urine
    • Sedang menjalani pemeriksaan radiologi atau ultrasonik
    • Menjalani urinalisis, kultur urine, dan pemeriksaan darah
    • Sistoskopi, di mana tabung tipis dengan kamera memeriksa kandung kemih dan uretra
    • Studi urodinamik, yang menilai seberapa baik tubuh menyimpan dan mengeluarkan urine

    Kapan Harus ke Dokter?

    Orang kesulitan buang air kecil mungkin menjadi tanda penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran kemih atau masalah prostat. Jika mengkonsumsi minuman di atas tidak berdampak signifikan, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

    Demikian tadi 6 minuman untuk memperlancar buang air kecil bagi kalian yang mungkin menjalani tes kesehatan tertentu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Buat orang normal, jangan kebanyakan minum minuman tersebut karena bisa menyebabkan beser.

    (bai/inf)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Rasulullah Larang Kencing Sambil Berdiri, Benarkah Haditsnya?


    Jakarta

    Rasulullah SAW telah mencontohkan adab buang air kecil sebagaimana diriwayatkan dalam sejumlah hadits. Di antara hadits tersebut, ada yang berisi larangan kencing sambil berdiri.

    Hadits larangan kencing sambil berdiri ini diriwayatkan dari Nafi, dari Ibnu Umar RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau kencing sambil berdiri.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Imam Baihaqi turut meriwayatkannya)

    Adapun, Aisyah RA mengatakan, “Barang siapa memberitahu kalian bahwa Nabi SAW dulu pernah kencing sambil berdiri, maka jangan percaya kepadanya. Beliau tidak pernah kencing, kecuali dengan posisi duduk.”


    Mengenai dua hadits tersebut, Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Sunan-nya menukil Sunan Ibnu Majah mengatakan bahwa hadits riwayat Aisyah RA adalah hadits yang paling baik dan paling kuat dalam tema ini. Sementara itu, hadits Umar RA yang diriwayatkan dari jalur Abdul Karim bin Abu Mukhariq, dari Nafi dimarfu-kan oleh Abdul Karim bin Abu Mukhariq saja, sedangkan ia dinilai lemah oleh para ahli hadits.

    Dalam Penjelasan Kitab Mandzhumah al-Baiquniyyah yang disusun oleh Abu Utsman Kharisman diterangkan, hadits Ibnu Umar RA tentang larangan kencing berdiri adalah hadits yang mengandung illat tercela. Perawi yang dimaksud dalam hal ini adalah Abdul Karim bin Abi Umayyah.

    Imam Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro menyatakan, “Abdul Karim ini adalah Ibnu Abil Mukhaariq. Sekelompok perawi meriwayatkan dari Abdurrazzaq dan menisbatkan padanya. Abdul Karim bin Abil Mukhaariq (adalah perawi yang) lemah.”

    Kencing Sambil Berdiri Tidak Diharamkan

    Dalam Sunan Ibnu Majah dijelaskan, maksud dari larangan kencing sambil berdiri adalah larangan untuk mendidik, bukan pengharaman. Sebagaimana Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya, termasuk sikap yang buruk kencing sambil berdiri.”

    M Quraish Shihab dalam buku M Quraish Shihab Menjawab 1001 soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui menerangkan, ada riwayat lain dari sejumlah perawi hadits–termasuk Bukhari dan Muslim–yang memberitahukan bahwa Nabi SAW pernah kencing sambil berdiri. Menurut M Quraish Shihab, boleh jadi Nabi SAW melakukan itu karena beliau sakit atau untuk menunjukkan bahwa kencing berdiri bukanlah haram.

    “Mengenai terperciknya kencing atau najis saat berdiri melakukan kencing di depan uriner, memang merupakan satu kemungkinan. Namun, kemungkinan itu belum sampai mengantar untuk mengharamkan kencing berdiri. Bahkan belum sampai ke tingkat menajiskan pakaian,” jelas pendiri Pusat Studi Al-Qur’an itu.

    (kri/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Pasutri Wajib Buang Air Kecil setelah Berhubungan Intim


    Jakarta

    Buang air kecil setelah berhubungan seks dapat membantu membersihkan bakteri dari uretra, sehingga risiko infeksi saluran kemih (ISK) dapat dikurangi. Meski tidak sepenuhnya menjadi satu-satunya pencegah ISK, tindakan ini cukup bermanfaat. Dikutip dari healthline, ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan menuju kandung kemih.

    Pada perempuan, uretra berada dekat dengan lubang vagina, sehingga lebih rentan terhadap ISK. Pada laki-laki, uretra lebih panjang sehingga bakteri harus menempuh jarak lebih jauh untuk menyebabkan ISK, tetapi buang air kecil setelah seks tetap disarankan karena dapat membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk selama hubungan seksual.

    Jika tidak melakukan hubungan seks penetratif, risiko ISK dapat berkurang, kecuali apabila pasangan melakukan seks oral di sekitar klitoris yang dekat dengan uretra. Oleh karena itu, disarankan untuk buang air kecil dalam waktu 30 menit setelah berhubungan seks untuk pencegahan ISK.


    Perlu diingat pula bahwa buang air kecil tidak dapat mencegah kehamilan, karena urine dikeluarkan dari uretra sementara ejakulasi terjadi di dalam vagina. Apabila sedang berusaha untuk hamil, menunggu beberapa menit sebelum buang air kecil mungkin sedikit membantu, tetapi tidak akan mengurangi peluang secara signifikan.

    Meskipun belum ada banyak studi yang meneliti hubungan antara hubungan seksual, ISK, dan buang air kecil sebagai metode pencegahan, tindakan ini tetap disarankan. Buang air kecil setelah seks juga tidak mencegah infeksi menular seksual (IMS), karena bakteri IMS dapat masuk melalui luka mikro pada selaput lendir. Satu-satunya cara untuk mengurangi risiko IMS adalah dengan menggunakan kondom dan menjalani skrining secara teratur.

    Keinginan buang air kecil setelah seks dapat dimunculkan dengan minum lebih banyak air, mendengarkan suara air mengalir, atau duduk beberapa menit lebih lama di toilet. Namun, tidak buang air kecil setelah seks juga tidak terlalu berbahaya apabila terjaga kebersihannya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pipis Setelah Seks Wajib! Jangan Tunggu Lewat dari 30 Menit usai Bercinta

    Jakarta

    Apa saja hal yang biasanya Anda lakukan setelah berhubungan seks? Bercumbu, mengobrol, atau bahkan langsung tertidur merupakan hal-hal yang normalnya dilakukan pasangan setelah berhubungan seks. Namun, apakah Anda tahu ada hal yang tak kalah penting yang harus dilakukan setelah seks?

    Buang air kecil atau pipis merupakan hal penting yang harus dilakukan setelah bercinta, khususnya bagi wanita. Hal ini mungkin terdengar sepele, tapi pipis setelah berhubungan seks ternyata memiliki dampak yang besar bagi kesehatan.

    Spesialis obstetri dan ginekologi Salena Zanotti, MD, mengungkapkan salah satu manfaat terbesar pipis setelah berhubungan seks adalah mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK).


    “Banyak jenis bakteri yang tidak berbahaya jika menempel di kulit atau dalam anus. Tapi saat berhubungan seks, bakteri tersebut bisa menyebar ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi saluran kemih,” ujar dr Zanotti, dikutip dari Cleveland Clinic, Sabtu (7/10/2023).

    dr Zanotti menjelaskan pipis ibarat shower kuat yang dapat mendorong keluar semua kuman, termasuk bakteri, jamur, hingga virus yang mencoba masuk ke uretra.

    “Ketika Anda buang air kecil, segala sesuatu yang mencoba masuk ke saluran kemih akan terdorong keluar bersama urine,” ujar dr Zanotti, dikutip dari Cleveland Clinic, Sabtu (7/10/2023).

    Lebih lanjut, dr Zanotti menjelaskan wanita lebih rentan terkena ISK ketimbang pria karena faktor anatomi tubuh. Uretra, atau saluran yang berfungsi mengalirkan urine ke luar tubuh, pada wanita lebih pendek dan lokasinya lebih dekat ke anus. Hal ini membuat kuman lebih mudah mencapai uretra dan masuk ke kandung kemih.

    Lantas, kapan waktu terbaik untuk buang air kecil setelah seks? dr Zanotti, dan sejumlah pakar seks lain menyarankan agar wanita pipis setidaknya 30 menit setelah berhubungan seks. Semakin lama menunda, maka semakin besar pula kemungkinan bakteri masuk ke kandung kemih.

    Apakah Pria Juga Harus Pipis Setelah Seks?

    Tidak ada salahnya bagi pria untuk pipis setelah berhubungan seks. Hanya saja, risiko pria mengalami ISK lebih rendah dibanding wanita. Ini karena pria memiliki uretra yang lebih panjang daripada wanita, sehingga mereka biasanya tidak gampang terkena ISK setelah berhubungan seks.

    Di sisi lain, ISK pada pria umumnya lebih sering disebabkan oleh penyakit seperti batu ginjal atau pembengkakan pada prostat.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy