Tag: budget a

  • 25 Wisata Yogyakarta Terpopuler dan Direkomendasikan, Ada Kampung Wisata


    Jakarta

    Wisata Yogyakarta menyimpan kenangan indah yang membuat siapapun ingin kembali dan mengeksplor lebih banyak tempat. Tidak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara juga ketagihan berkunjung di kota istimewa ini.

    Terdapat berbagai pilihan destinasi di pusat Kota Yogyakarta mulai dari sejarah, budaya, religi, kuliner, hingga berbagai desa wisata. Desa wisata adalah wujud perhatian Dinas Pariwisata setempat untuk menjaga dan mengenalkan tradisi pada masyarakat luas.

    Lantas apa saja wisata Yogyakarta terbaik dan populer yang wajib dikunjungi? Berikut rekomendasi yang dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.


    Rekomendasi Wisata Terbaik dan Populer Yogyakarta

    Kota Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai kota pelajar, melainkan juga dengan destinasi yang menarik. Daftar wisata sejarah, budaya, dan edukasi tersedia lengkap sebagai berikut.

    1. Keraton Yogyakarta

    Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah landmark penting dan bersejarah yang wajib dikunjungi di Yogyakarta. Meskipun sudah populer dan mainstream, banyak wawasan tradisi dan sejarah tentang keraton yang bisa dieksplor.

    Wisatawan dapat mengetahui seluk beluk kerajaan, koleksi, hingga upacara adat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jika beruntung, detikers dapat melihat langsung pertunjukan seni asli yang tidak bisa ditemukan di tempat wisata lainnya.

    Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional:

    • Kedhaton: Selasa-Minggu (08.00-14.00 WIB)
    • Wahanarata atau Museum Kereta: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
    • Tamansari: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

    Harga Tiket:

    a. Kedhaton

    • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
    • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
    • Dewasa (domestik): Rp 15.000
    • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
    • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000

    b. Wahanarata (Museum Kereta)

    • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
    • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 15.000
    • Dewasa (domestik): Rp 20.000
    • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 25.000
    • Dewasa (mancanegara): Rp 30.000

    c. Tamansari

    • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
    • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
    • Dewasa (domestik): Rp 15.000
    • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
    • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000.

    2. Museum Ulen Sentalu

    Museum Ulen Sentalu adalah objek wisata bersejarah yang menawarkan koleksi budaya Jawa dari Kerajaan Mataram di Yogyakarta dan Solo. Museum ini menyimpan gamelan, lukisan, patung, batik, dan syair kuno dari masa lampau.

    Wisatawan dapat memilih kategori tur yang akan diikuti selama 45 menit sesuai preferensi yang diinginkan. Tur Adiluhung Mataram mengisahkan seni dan budaya dari 4 keraton di Surakarta dan Yogyakarta. Sedangkan tur Vorstlanden menceritakan masa emas Kasultanan dan akulturasi yang terjadi melalui koleksi masterpiece Museum Ulen Sentalu.

    Di sepanjang area ini juga terdapat beberapa destinasi lain seperti Kaliurang Park Botanical Garden, Lavatour Merapi Jogja, dan Taman Gardu Pandang Kaliurang.

    Lokasi: Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Selasa-Minggu (08.30-16.00 WIB).

    Harga Tiket:

    • Tur Adiluhung Mataram: Rp 50.000
    • Tur Skriptorium: Rp 60.000
    • Tur Vorstenlanden: Rp 100.000
    • Sewa Tour Guide berbahasa Inggris: Rp 100.000.

    3. Taman Pintar

    Taman Pintar adalah wahana favorit bagi pelajar untuk bermain dan belajar dengan alat peraga yang ada. Lokasinya juga cukup strategis karena berada di dekat Benteng Vredeburg dan Jalan Malioboro.

    Dikutip dari laman resminya, Taman Pintar dibangun dekat dengan Taman Budaya, Vredeburg, Gedung Agung, dan Societ Militer untuk memperkenalkan wawasan komplit kepada anak. Tidak hanya diedukasi dari sisi sains, wisata ini juga menjadi paket komplit untuk belajar sejarah dan melatih ketangkasan anak.

    Lokasi: Jl. Panembahan Senopati No.1-3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional:

    • Senin-Minggu (08.30-16.00)
    • Khusus Simulator Gempa: 10.00-11.00 WIB dan 14.00-15.00 WIB.

    Harga Tiket:

    • Gedung Oval Otak (Wahana Peraga Sains dan Teknologi Interaktif): Anak Rp 14.000 dan dewasa Rp 24.000
    • Program Kreativitas Kreasi Gerabah: Rp 15.000
    • Program Kreativitas Lukis Gerabah: Rp 17.000
    • Program Kreativitas Kreasi Batik: Rp 20.000
    • Program Kreativitas Lukis Kaos: Rp 48.000
    • Zona Lalu Lintas: Rp 15.000
    • Planetarium: Rp 13.000
    • Wahana Bahari: Rp 8.000.

    4. Jalan Malioboro

    Jalan Malioboro adalah destinasi wajib sebelum kembali ke rumah. Pasalnya disini adalah pusat kota yang menyediakan berbagai oleh-oleh dan kuliner khas Jogja.

    Wisatawan dapat melihat Kantor Gubernur dan Gedung DPRD DIY dan berkunjung ke Pasar Induk Beringharjo serta Teras Malioboro. Sejak tahun 2022, seluruh pedagang telah ditertibkan dengan rapi dan membuat suasana jalan-jalan detikers semakin nyaman.

    Lokasi: Salah satu jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai titik nol kota.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Gratis.

    5. Museum Benteng Vredeburg

    Benteng Vredeburg dalah saksi bisu terjadinya penjajahan kolonial Belanda untuk mengawasi area Keraton Yogyakarta. Mereka meletakkan tembak meriam dengan jarak dekat ke arah keraton untuk strategi penyerangan, intimidasi, dan blokade.

    Museum ini sempat diambil alih oleh Jepang sebelum direbut instansi militer RI usai proklamasi kemerdekaan. Di dalamnya terdapat museum khusus perjuangan nasional yang menceritakan proses sebelum hingga setelah Indonesia merdeka.

    Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional:

    • Selasa-Kamis dan Sabtu-Minggu: 08.00-15.30 WIB
    • Jumat: 08.00-16.30 WIB
    • Senin: Libur.

    Harga Tiket:

    • Anak-anak Rp 2.000
    • Dewasa Rp 3.000.

    6. Museum Sonobudoyo

    Meskipun terletak di dekat keraton, Museum Sonobudoyo bukan bagian dari Keraton Yogyakarta. Museum untuk pengembangan dan edukasi budaya ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

    Wisatawan dapat melihat koleksi geologi, biologi, arkeologi, hingga seni rupa yang berjumlah 62 ribu. Beberapa aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan seperti menonton pagelaran wayang kulit, wayang orang, wayang topeng panji, dan film dokumenter di hari-hari tertentu.

    Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional:

    • Museum: Selasa-Minggu (08.00-21.00 WIB)
    • Pagelaran Wayang Kulit: Selasa (20.00-21.30 WIB)
    • Pagelaran Wayang Orang: Rabu dan Kamis (20.00-21.15 WIB)
    • Pagelaran Wayang Topeng Panji: Jumat, Sabtu, Minggu (20.00-21.15 WIB)
    • Bioskop Sonobudoyo: Selasa-Minggu (16.00, 17.00, 19.00, dan 20.00 WIB)
    • Workshop Tatah Sungging Wayang: Selasa Wage (16.00-21.00 WIB)
    • Live Music Sonobudoyo: Selasa Wage (16.00-22.30 WIB)
    • Perpustakaan Sonobudoyo: Senin-Kamis (08.00-16.00 WIB) dan Jumat (08.00-14.30 WIB).

    Harga Tiket:

    • Anak-anak: Rp 5.000/orang
    • Dewasa: Rp 10.000/orang
    • Wisatawan Mancanegara: Rp 20.000/orang
    • Pagelaran Wayang Kulit: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
    • Pagelaran Wayang Orang: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
    • Pagelaran Wayang Topeng: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000.

    7. Alun-alun Kidul

    Alun-alun kidul adalah surganya kuliner di Yogyakarta yang lengkap dengan tempat bermain anak. Sehingga wisata ini sangat ramah anak dan rombongan keluarga.

    Terdapat puluhan penjual kaki lima yang berada di trotoar area Keraton. Konon dua pohon di tengah alun-alun dipercaya mampu mengabulkan keinginan wisatawan yang berhasil melewatinya tanpa melenceng dengan penutup mata.

    Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Gratis.

    8. Masjid Gede Kauman

    Masjid Raya Yogyakarta atau Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman adalah bagian dari perkembangan islam di masa Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini dibangun 29 Mei 1773 Masehi oleh Sri Sultah Hamengku Buwono I dan Sang Penghulu Keraton, Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat.

    Arsitektur Masjid Gedhe Kauman mengadopsi gaya Masjid Demak dengan 4 pilar utama sebagai saka guru. Setiap elemen bangunan memiliki makna filosofis tentang ilmu tasawuf dan iman kepada Allah SWT. Hingga saat ini, masjid tersebut masih digunakan untuk beberapa acara islam yang diadakan keraton dan dibuka untuk jamaah umum.

    Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Gratis.

    9. Jelajah Kota Baru (Nieuwe Wijk)

    Jelajah Kota Baru adalah kawasan perkampungan Eropa yang telah bercampur dengan arsitektur lokal. Wisata ini berkembang di sebelah timur Benteng Vedreburg dan Bintaran yang awalnya merupakan hunian kolonial.

    Di sini, terdapat tanaman buah dan pohon-pohon besar di ruas jalan yang membuatnya semakin asri. Beberapa bangunan otentik dan klasik disini dapat menjadi spot Instagrammable yang patut diabadikan. Mulai dari RS DKT Dr. Soetarto, RS Bethesda, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, Gereja Katholik Santo Antonius Kotabaru, Gedung RRI Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.

    Lokasi: Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Gratis.

    10. Kampung Wisata Yogyakarta

    Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mendirikan 24 Kampung Wisata untuk melestarikan budaya. Bahkan beberapa kegiatan dilakukan untuk memenuhi acara tahunan di kancah dunia.

    Terdapat berbagai aktivitas menarik di bidang edukasi dan praktik tentang sosial dan budaya di Kota Yogyakarta. Beberapa kampung wisata lain juga menghadirkan wisata sejarah, religi, dan agrowisata dengan pengalaman luar biasa.

    Umumnya paket wisata dibanderol mulai Rp 100.000-an dengan tiket reservasi via laman kampungwisata.jogjakarta.go.id. Berikut beberapa daftar Kampung Wisata di Yogyakarta.

    11. Tebing Breksi

    Tebing Breksi adalah wisata alam dan budaya yang estetik untuk dikunjungi. Bekas penambangan batu alam ini sempat ditutup tahun 2014 karena aktivitas vulkanis dari Gunung Api Nglanggeran.

    Di puncak tebing ini, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta dan relief indah dari seniman lokal. Jika beruntung, detikers juga berkesempatan menonton pertunjukan musik dan menyewa Jeep.

    Lokasi: Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Setiap hari (06.00-21.00 WIB).

    Harga Tiket:

    • Wisatawan domestik: Rp 10.000
    • Wisatawan mancanegara: Rp 20.000.

    12. Candi Ratu Boko

    Candi Ratu Boko merupakan runtuhan kerajaan atau Keraton Boko yang berada di ketinggian 195,97 meter diatas permukaan laut. Bagian candi sangat cantik dengan menggabungkan aksen Hindu dan Budha.

    Terdapat prasasti berusia 792 M bernama Prasasti Abhayagiriwihara. Candi Ratu Boko sangat menarik untuk dikunjungi karena terdiri dari Candi Batukapur, Candi PemBokoran, Paseban, Pendapa, Keputren, dan gua. Bahkan sejak di gerbang wisatawan telah dimanjakan dengan keindahannya.

    Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB).

    Harga Tiket:

    • Anak-anak (3-10 tahun): Rp 20.000
    • Wisatawan domestik: Rp 40.000
    • Wisatawan mancanegara: 362.500.

    13. Wisata Alam Pinus Pengger

    Hutan alam Pinus Pengger cocok untuk seseorang yang sedang ingin menenangkan pikiran. Sejuknya pepohonan rindang menyediakan oksigen segar yang tidak bisa ditemukan di kota.

    Wisata alam ini sangat cantik ketika malam hari karena wisatawan dapat melihat bintang secara jelas. Beberapa spot foto Instagramable tersedia seperti Panca Wara, jembatan, akar melingkar, dan lain-lain dengan membayar harga sewa. Objek wisata disini juga masih asri karena terdapat banyak jenis flora dan fauna di dalamnya.

    Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Sendangsari, Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

    Jam Operasional: Setiap hari (08.00-21.00 WIB).

    Harga Tiket: Rp 3.000/orang.

    14. Candi Prambanan

    Candi Prambanan adalah candi hindu terbesar di Indonesia yang cocok sebagai wisata edukasi anak. Banyak spot estetik dari candi yang bisa diabadikan di media sosial.

    Pada hari tertentu, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana dan Roro Jonggrang dengan membeli tiket tambahan. Tiket dapat dibeli secara online maupun offline dengan harga bervariasi tergantung kelas yang dipilih. Harga yang dipatok untuk sendratari sekitar Rp 200.000-Rp 450.000.

    Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Setiap hari (06.30-17.00 WIB).

    Harga Tiket:

    • Anak-anak (domestik): Rp 25.000/orang
    • Dewasa (domestik berusia lebih dari 10 tahun): Rp 50.000/orang
    • Anak-anak (mancanegara): Rp 240.000/orang
    • Dewasa (mancanegara berusia lebih dari 10 tahun): Rp 400.000/orang.

    15. Kebun Binatang Gembira Loka

    Kebun Binatang Gembira Loka menjadi wisata edukasi untuk anak dan keluarga untuk mengenal flora dan fauna lebih dekat. Terdapat pengelompokan hewan di sini mulai dari zona burung, cakar, mamalia, petting zoo, primata, dan reptil.

    Anak-anak dapat memberi makan hewan-hewan tertentu yang akan memberikan kesan dan pengalaman tersendiri saat dewasa. Tersedia juga toko suvenir, wahana edukasi mamalia dan aves, serta tracking untuk olahraga yang sejuk dan menyegarkan.

    Lokasi: Jl. Kebun Raya No.2, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional:

    • Senin-Jumat: 08.30-16.00 WIB
    • Sabtu-Minggu dan Libur Nasional: 08.00-16.00 WIB.

    Harga Tiket:

    • Weekday: Rp 60.000/orang
    • Weekend: Rp 75.000/orang.

    16. Pantai Krakal

    Pantai pasir putih ini cocok untuk bersantai dan bermain pasir untuk anak-anak. Pantai Krakal memiliki pesona batu karang yang indah sebagai pembatas dengan pantai lainnya.

    Wisatawan dilarang bermain air terlalu jauh karena ombaknya yang cukup kencang. Namun wisatawan masih bisa menikmati kuliner dan pemandangana matahari terbit serta tenggelam.

    Lokasi: Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket:

    • Weekday: Rp 7.000/orang
    • Weekend: Rp 10.000/orang.

    17. Pantai Kukup

    Pantai Kukup cocok untuk wisatawan yang ingin bermain air karena daerah lautnya yang dangkal. Jernihnya air laut dan putihnya pasir pantai membuat biota laut seperti kerang terlihat jelas dari atas.

    Wisatawan dapat menyebrangi jembatan untuk sampai di pulau karang bernama Jumino yang indah. Terdapat gua karang besar yang digunakan untuk berteduh di bawah teriknya matahari.

    Lokasi: Ngepung, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

    18. Pantai Baron

    Pantai Baron terkenal dengan suasananya yang sejuk karena hembusan angin dan pohon tinggi di sekelilingnya. Uniknya, pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang membuatnya estetik.

    Daya tarik lain yang ada yaitu aliran sungai yang cukup deras di sisi barat pantai. Wisatawan dapat melihat seluruh pantai dari atas mercusuar hanya dengan membayar tiket Rp 5.000/orang.

    Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    19. Heha Sky View

    Heha Sky View menawarkan spot foto estetik atau sekadar kulineran dengan pemandangan cantik Kota Yogyakarta. Tempat wisata ini mmeiliki berbagai spot menarik seperti Sky Glass, Wall Climbing, Sky Baloon, Heha Aeroplane, Reflecting Pool, dan Selfie Garden. Wisatawan harus membayar biaya sewa untuk berfoto di spot tersebut mulai dari Ro 10.000-Rp 30.000/ orang.

    Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk No.2, Patuk, Bukit, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.

    Jam Operasional:

    • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
    • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB

    Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

    20. Heha Ocean View

    Heha Ocean View adalah spot untuk melihat keindahan laut Yogyakarta dengan spot tinggi di atas karang. Berbeda dengan akses Heha Sky View yang mudah, disini pengunjung harus mendaki cukup jauh untuk sampai puncak.

    Namun pemandangan diatas tidak pernah gagal untuk memuaskan dan melepaskan penat para pengunjungnya. Tiket masuk akan lebih hemat ketika detikers membeli paket kunjungan untuk Heha Ocean View dan Heha Sky View yaitu Rp 25.000/orang. Spot foto disini juga terbilang lebih beragam dengan patokan harga yang masih sama.

    Lokasi: Bolang, Girikarto, Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

    Jam Operasional:

    • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
    • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB.

    Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

    21. Tugu Jogja

    Landmark Jogja lainnya ini tidak boleh terlewat untuk dikunjungi. Berada tepat di tengah kota, keindahan Tugu Jogja bisa dinikmati pada malam hari sambil ngopi di beberapa cafe sebrangnya. Detikers dapat mengambil foto dari atas gedung sehingga tampak keindahan Kota Yogyakarta secara menyeluruh.

    Lokasi: Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Gratis.

    22. Obelix Hiils

    Obelix Hills menjadi tempat nongkrong Gen Z yang estetik dan dapat menyegarkan pikiran. Pasalnya wisatawan dapat menikmati kuliner dengan pemandangan perbukitan yang hijau di sekelilingnya.

    Terdapat live music setiap malam hari yang menambah suasana semakin syahdu. Terdapat beberapa spot foto berbayar mulai dari Rp 15.000-Rp 30.000 dengan menawarkan berbagai angle yang estetik. Misalnya Single Swing, Double Swing, Eagle Nest, dan Skywalk.

    Lokasi: Dusun Klumprit I-II, Wukiharjo, Kapanewon, Prambanan, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional:

    • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
    • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 07.00-21.00 WIB.

    Harga Tiket:

    • Weekday: Rp 20.000/orang
    • Weekend: Rp 25.000/orang.

    23. Pantai Parangtritis

    Pantai Parangtritis menjadi destinasi terdekat dari Kota Yogyakarta yang dapat dikunjungi 24 jam. Wisatawan dapat menikmati sunrise, sunset, atau sejuknya deburan pantai di malam hari disini.

    Aktivitas menarik di siang hari yang dapat dilakukan seperti naik andong, ATV, maupun bermain di gumuk pasir. Wisatawan juga bisa mengabadikan momen di setiap sudut yang cantik dan menikmati olahan seafood khas pantai di Bantul.

    Lokasi: Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    24. Taman Nasional Gunung Merapi

    Taman Nasional Gunung Merapi adalah objek wisata alam sekaligus sejarah dengan keberadaan museum di dalamnya. Wisatawan yang hobi menjelajah dan memacu adrenalin dapat menikmati aktivitas seru di dalamnya.

    Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti trekking, mengunjungi museum, maupun sekedar berfoto di area Bunker Kaliadem. Umumnya wisatawan akan membeli paket Lava Tour yang berada di kisaran Rp 450.000/orang untuk mengelilingi seluruh area.

    Lokasi: Jl. Kaliurang KM 22,6, Hargobinangun, Pakem, Area Hutan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

    Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

    25. Jogja Bay Waterpark

    Jogja Bay Waterpark adalah wisata air terbesar di Asia Tenggara yang diresmikan langsung oleh Sri SUltan Hamengkubuwono X. Destinasi ini cocok untuk rekreasi keluarga karena memiliki 19 wahana di dalamnya.

    Tidak hanya berenang dan bermain air, anak-anak juga bisa menikmati wahana lainnya yang tidak kalah asyik seperti roller coaster mini dan museum air. Berbagai fasilitas juga tersedia sehingga membuat siapapun yang berkunjung merasa puas.

    Lokasi: Jl. Utara Stadion, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

    Jam Operasional: Setiap hari (09.00-16.00 WIB) .

    Harga Tiket:

    • Dewasa (Senin-Jumat): Rp 90.000
    • Anak-anak (Senin-Jumat): Rp 60.000
    • Dewasa (Sabtu-Minggu): Rp 100.000
    • Anak-anak (Sabtu-Minggu): Rp 75.000
    • Anak usia 0-2 tahun: gratis
    • Orang tua berusia lebih dari 65 tahun: Rp 60.000.

    Lokasi wisata Yogyakarta dalam tulisan ini tidak hanya meliputi kota, namun juga area provinsi. Tentunya masih banyak lokasi wisata lain di Yogyakarta yang bisa dikunjungi selama musim liburan.

    Sebelum berkunjung, pastikan detikers telah update informasi destinasi wisata lebih dulu. Informasi terbaru membantu detikers bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Wisata Tawangmangu untuk Liburan Idul Adha 2024


    Jakarta

    Sejumlah tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan untuk berlibur di saat Idul Adha 2024. Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

    Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

    Tak perlu bingung memilih tempat tujuan. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024.


    Pilihan Wisata Tawangmangu saat Libur Idul Adha 2024

    Berikut ini 10 rekomendasi tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024:

    1. Grojogan Sewu

    Grojogan Sewu adalah salah satu tempat wisata utama di Tawangmangu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Tinggi air terjun ini sekitar 81 meter.

    Untuk mencapai ke air terjun, pengunjung harus melewati ribuan anak tangga. Jika lewat pintu utama, rute ini ditempuh dengan jalan menurun dan pulangnya dengan menanjak. Kalian mungkin akan menemui banyak monyet.

    Jika melewati pintu kedua, kalian harus menempuh jalan menanjak terlebih dulu, dan pulangnya melewati jalan menurun. Akses dari jalan utama ke loket agak sulit dibandingkan loket utama. Namun waktu tempuh ke air terjun jauh lebih singkat.

    Lokasi: Jalan Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-16.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 22 ribu.

    2. The Lawu Park

    Tempat wisata Tawangmangu selanjutnya adalah The Lawu Park. Ini adalah tempat wisata alam buatan yang cocok jika mengajak anak-anak. Banyaknya pohon pinus membuat tempat ini menjadi rindang dan sejuk.

    Beberapa aktivitas seru untuk anak-anak yaitu melihat aneka satwa di mini zoo, menyeberang jembatan gantung, dan bermain gelembung di taman salju gratis.

    Ada juga wahana berbayar seperti flying fox, ATV, naik kuda, snow world, dan menonton 3D cinema. Tempat ini juga menyediakan paket penginapan glamping maupun cottage.

    Lokasi: Bulakrejo, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk:

    • Rp 20 ribu saat weekday
    • Rp 25 ribu saat weekend.

    Biaya naik wahana:

    • flying fox Rp 30 ribu
    • gondola isi 4 orang Rp 50 ribu
    • sewa jip Rp 325 ribu
    • snow world Rp 40 ribu.

    3. Embun Lawu

    Embun Lawu berada di sebelah The Lawu Park. Tempat wisata Tawangmangu ini menyajikan pemandangan alam yang indah dengan beberapa spot menarik untuk berfoto-foto.

    Aktivitas seru yang bisa dicoba seperti flying fox, offroad jeep, sepeda terbang, sepeda gunung, dan lain-lain. Ada juga mini zoo yang disukai anak-anak. Embun Lawu juga menyediakan cottage untuk pengunjung yang ingin menginap.

    Lokasi: Jalan Raya Matesih-Tawangmangu No. 16, Kawasan Hutan, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk:

    • Rp 20 ribu saat weekday
    • Rp 25 ribu saat weekend dan hari libur
    • Naik wahana akan dikenakan biaya lagi.

    4. Taman New Balekambang

    Taman Balekambang Tawangmangu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak 2015 tempat ini direnovasi menjadi lebih menarik. Ada berbagai landmark terkenal dari berbagai negara seperti Colosseum, Sphinx, Menara Eiffel, Candi Borobudur, dan sebagainya.

    Selain berfoto-foto, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru bersama anak, seperti bermain paintball, berenang, flying fox, becak mini, hingga bermain tenis. Ada juga kolam renang yang seru buat bermain bersama anak-anak.

    Lokasi: Jl. Balaikambang, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 20 ribu (belum termasuk wahana dan permainan).

    5. Bukit Sekipan

    Kawasan Sekipan Tawangmangu terkenal dengan tempat camping di alam. Banyak warga yang juga menyewakan propertinya untuk vila atau penginapan.

    Kini di wilayah ini terdapat tempat wisata buatan bernama Bukit Sekipan yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Bukit Sekipan memiliki berbagai miniatur landmark dunia.

    Kamu juga bisa menyewa kostum unik untuk berfoto-foto. Ada juga wahana berbayar seperti bombom car, mini roller coaster, ayunan, kora-kora, dan perahu anak.

    Bagi kalian yang suka tantangan, boleh juga mencoba masuk ke rumah hantu. Atau jika ingin menginap juga tersedia area camping maupun penginapan.

    Lokasi: Jalan Sekipan, Kramat, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 30 ribu

    • Tiket terusan Rp 80 ribu.
    • Naik wahana Tanpa tiket terusan sekitar Rp 25 ribu.

    Bukit Sekipan juga wahana yang tidak berbayar seperti mini zoo, mini jurassic, rumah kaca, goa hantu, art 3D, dan lain-lain.

    6. D’Lawu Bistro & Mountain Cottage

    D’Lawu Bistro & Mountain Cottage merupakan tempat makan dan penginapan berupa cottage. Selain itu, tempat wisata ini juga bisa dikunjungi wisatawan tanpa perlu menginap.

    Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini seperti memetik stroberi langsung dari kebunnya, naik kuda dengan biaya Rp 50 ribu, masuk mini zoo Rp 15 ribu, bermain di mini playground Rp 15 ribu, dan naik jip dengan biaya Rp 300 ribu.

    Lokasi: Jalan Alternatif Tawangmangu-Sarangan Kilometer 9. Bulakrejo RT 3 RW 6, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka:

    • 09.00-21.00 WIB saat weekdays.
    • 09.00-22.00 WIB saat weekend.

    Harga tiket masuk: Gratis namun dikenakan biaya parkir Rp 2-5 ribu dan tiket wahana yang dipilih.

    7. Tawangmangu Wonder Park

    Tempat wisata Tawangmangu lainnya adalah Tawangmangu Wonder Park. Selain berfoto-foto di spot-spot menarik, ada juga berbagai aktivitas menarik lainnya, seperti berkeliling naik kuda, flying fox, naik ATV, atau offroad dengan menaiki mobil jip.

    Buat kamu yang ingin camping, bisa juga mendirikan tenda di sini. Tempat ini juga menyediakan glamping yang disewa mulai dari Rp 350 ribu.

    Lokasi: Jl. Ombang-ombang No. 32 Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk: Rp 20 ribu.

    8. Telaga Madirda

    Di sekitar Tawangmangu, ada Telaga Madirda yang juga menjadi tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Ini adalah telaga alami yang airnya jernih sehingga bisa melihat aneka ikan dengan jelas.

    Dengan pemandangan yang indah dan menenangkan, kalian bisa berfoto dengan latar belakang telaga maupun perbukitan. Yang menarik, kalian bisa camping di dekat telaga dengan biaya yang murah.

    Setelah membayar tiket masuk, pengunjung bisa menyewa keperluan campung dengan biaya mulai Rp 100 ribu untuk tenda kapasitas 2 orang, lengkap dengan matras, lampu, dan sleeping bag. Kamu juga bisa naik perahu kayuh dengan biaya Rp 20 ribu.

    Lokasi: Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka:

    • 08.00-16.00 WIB saat weekday.
    • 08.00-17.30 WIB saat weekend.

    Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

    9. Kemuning Sky Hills

    Ngargoyoso juga dikenal dengan kebun tehnya di Desa Kemuning. Di antara kebun teh ini terdapat tempat wisata menarik, yaitu Kemuning Sky Hills.

    Dari bukit ini, kalian bisa melihat pemandangan kebun teh yang luas. Saat cuaca cerah, kalian bisa melihat keindahan matahari terbenam dari sini.

    Jika tidak takut, kalian juga bisa mencoba sensasi berada di atas jembatan kaca sepanjang 120 meter di ketinggian 60 meter dengan ketebalan kaca berkisar 3 cm.

    Lokasi: Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 09.00-18.30 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

    Pengunjung yang ingin naik jembatan kaca Kemuning Sky Hills bisa membayar Rp 40 ribu, yang sudah termasuk tiket masuk.

    10. Candi Cetho

    Di ujung Kecamatan Jenawi, terdapat peninggalan bersejarah yang menawan, yakni Candi Cetho. Uniknya, candi ini mirip dengan pura yang ada di Bali karena memang merupakan candi Hindu.

    Candi Cetho merupakan peninggalan terakhir Majapahit di bawah Brawijaya V. Namun kini masih banyak warga lokal yang memeluk agama Hindu.

    Selain berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan candi ‘di atas awan’, kalian juga mengenal sejarah persebaran Hindu di Jawa. Selain di Candi Cetho, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Puri Saraswati dan Candi Kethek.

    Lokasi: Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 07.30-16.30 WIB.

    Harga tiket: Rp 15 ribu per orang.

    Nah, itulah 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat dikunjungi saat liburan Idul Adha 2024.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cuma Bayar Parkir, Situs Warungboto Sungguh Instagramable



    Yogayakarta

    Keraton Jogja memiliki beberapa peninggalan lawas berusia ratusan tahun, salah satunya Pesanggrahan Rejawinangun atau Situs Warungboto. Bangunannya unik dan menawan.

    Meski tidak sepopuler Taman Sari, bangunan Situs Warungboto justru memiliki poin plus tidak terlalu ramai pengunjung. Selain itu, fasadnya amat mencolok dengan corak khas terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

    Diperkirakan Situs Warungboto telah ada sejak tahun 1785 M dan menjadi salah satu karya Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegara, yang kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II.


    Situs Warungboto berada di Kalurahan Rejowinangun di Kemantren Kotagede dan Kalurahan Warungboto di Kemantrén Umbulharjo. Jaraknya sekitar 4,6 km dari Taman Sari.

    Kini, untuk masuk ke situs pengunjung tidak dikenai biaya sama sekali. Pengunjung cukup membayar parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Selain itu, ada kotak sukarela yang digunakan sebagai biaya pembersihan dan pemeliharaan.

    Saat ini, masih ada penggalian sejumlah di Situs Warungboto yang masih terpendam. Selain itu, ada perbaikan pada jalur yang akan dilewati pengunjung. Meski demikian, situs ini masih tetap beroperasi dan bisa dikunjungi seperti biasa.

    “Nggak nentu, paling rame sehari bisa 50 kendaraan,” kata Sartono (69), pengelola parkir Situs Warungboto, terkait jumlah pengunjung berdasarkan kendaraan yang parkir di sana.

    Pesanggrahan merupakan kawasan yang dibangun sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan pada zaman dulu. Situs Warungboto itu dulu adalah kolam pemandian yang di tengahnya terdapat sumber mata air. Salah satu buktinya adalah ditemukannya sebuah mata air yang disebut “tuk umbul”.

    Dikutip dari situs pariwisata jogjakota, layaknya tempat beristirahat bagi keluarga, Pesanggrahan Warungboto dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun di sisi timur. Sementara itu, di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dan dua kolam pemandian.

    Saat dikunjungi detikTravel, pada bagian kolam yang kering, tidak ada air sama sekali. Sejauh mata memandang masih berdiri kokoh tembok-tembok situs yang terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

    Situs itu berdiri tanpa atap dan bersebelahan dengan kompleks pemukiman warga. Sisi timurnya berbatasan dengan Sungai Gajah Wong, dan sisi barat berbatasan dengan Jalan Veteran Yogyakarta.

    Lokasinya secara administratif berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja. Untuk menuju kemari butuh waktu sekitar 15 menit dari Tugu Yogyakarta.

    Situs Warungboto dikelola sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, situs ini tutup saat hari Minggu dan hari libur nasional. DIbuka Senin sampai Jumat pukul 07.30-16.00, serta hari Sabtu pukul 07.30-12.30.

    Waktu terbaik ketika mengunjunginya adalah saat pagi atau sore hari ketika matahari belum di atas kepala. Di sini traveler dapat mengamati langsung sisa sisa peninggalan kerajaan zaman dahulu sebagai upaya pelestarian budaya Jogja.

    Aktivitas lain yang dapat dilakukan yakni berfoto ria. Setiap sudutnya estetik dengan dominasi warna coklat kekuningan. Serta beberapa corak lumut dan retakan kecil yang memvisualisasikan jejak waktunya. Ada sejumlah tangga yang akan mengantarkan ke atap bangunan. Dari sana, traveler dapat melihat situs secara jelas dari atas.

    Cahaya matahari menjadi lighting alami karena bangunannya yang berdiri tanpa atap. Disarankan jika traveler ke sini, jangan lupa membawa kipas tangan atau payung terutama saat siang hari.

    Untuk pengambilan foto dan video dengan tujuan khusus seperti pre-wedding atau penelitian ilmiah yang menggunakan kamera atau drone, wajib mengajukan permohonan izin ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X maksimal tiga hari sebelum berkegiatan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik Setu Babakan, Jelajahi Kampung Budaya Betawi Gratis


    Jakarta

    Sedang mencari tempat refreshing murah meriah di Jakarta? Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bisa jadi pilihan. Areanya cocok sebagai spot wisata bersama keluarga.

    Di sini kamu juga bisa berwisata sambil mengenal budaya Betawi, lho. Kira-kira seperti apa perkampungan Betawi di Setu Babakan dan apa saja aktivitas yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya.

    Gerbang Setu Babakan.Gerbang Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Sejarah Perkampungan Betawi Setu Babakan

    Peresmian berdirinya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta era 1997-2007 Sutiyoso. “Peletakan batu pertama itu ada di satu area yang sekarang disebut sebagai Kampung Embrio.” ujar petugas Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPKPBB) Jaka Yudha Permana, saat ditemui detikcom.


    Pembangunan Perkampungan Budaya Betawi dilatarbelakangi wacana kepedulian dari masyarakat dan tokoh Betawi, dan pemerintah daerah untuk mengadakan satu tempat yang khusus untuk melestarikan budaya Betawi. Pada akhirnya dipilih kawasan Srengseng Sawah sebagai lokasi Perkampungan Budaya Betawi.

    Sesuai Peraturan Pemerintah Daerah nomor 3 Tahun 2005, sekitar 289 hektar wilayah Srengseng Sawah dikelola menjadi Perkampungan Budaya Betawi. Area seluas 289 hektar ini terdiri dari zona kampung Muhammad Husni Thamrin, kampung Abdulrahman Saleh, kampung Ismail Marzuki, kampung KH Noer Ali dan kampung Embrio.

    Tak hanya menawarkan wisata budaya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga menyuguhkan wisata Air, Budaya dan Agro bagi pengunjung. Berkat daya tarik wisatanya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berhasil masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia pada 2021 lalu.

    Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Setu Babakan

    Nggak perlu takut mati gaya kalau berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, karena tempat ini menawarkan sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan bareng keluarga atau teman. Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatannya:

    1. Mengunjungi Museum Betawi

    Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Ingin berwisata sembari menambah wawasan tentang budaya Betawi? Museum Betawi tempatnya. Museum yang terdiri dari 3 lantai ini menampilkan bermacam-macam koleksi yang dikemas dengan tema 10 Siklus Kehidupan Masyarakat Betawi dan 7 Unsur Budaya Betawi, juga terdapat memorabilia yang dihibahkan oleh beberapa tokoh legendaris Betawi untuk tujuan edukasi.

    Salah satu koleksi yang istimewa dari nilai sejarahnya adalah kostum penari topeng peninggalan maestro tari topeng Betawi. Selain itu, ada juga topeng Bapak Jantuk yang sering dipakai seniman legendaris Haji Bokir.

    Sebagai informasi, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Saat berkunjung, wisatawan cukup scan kode QR yang ada di meja resepsionis untuk melakukan registrasi kunjungan. Lalu, untuk kunjungan rombongan sekolah, kampus, atau komunitas, pemohon dapat mengirimkan surat permohonan terlebih dulu ke email upkpbbsetubabakan@gmail.com dengan format berikut ini:

    • Maksud dan tujuan
    • Tanggal dan Waktu kunjungan
    • Jumlah peserta
    • Nomor kontak HP.

    Permohonan akan diproses 3 hari kerja dimulai setelah surat diterima. Hal ini sebagaimana yang tertera pada unggahan resmi di akun Instagram @pbbsetubabakan.

    2. Menyaksikan Pagelaran Kesenian Tradisional Betawi

    Apabila berkunjung di hari Minggu, pengunjung dapat menikmati pagelaran kesenian tradisional Betawi yang diadakan reguler setiap minggunya. Pagelaran ini menyuguhkan berbagai penampilan seni, seperti tari, teater, musik gambang kromong, tanjidor, rebana, dan ondel-ondel.

    Selain pagelaran kesenian reguler, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga mempunyai acara hajat yang biasa digelar pada momentum peringatan seperti hari ulang tahun kota Jakarta dan momentum perayaan lainnya. Untuk melaksanakan acara-acara tersebut, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan turut melibatkan warga, penggiat seni setempat, dan sanggar tari yang sudah resmi terdaftar.

    3. Workshop dan Wisata Agro

    Kegiatan lainnya yang diadakan secara rutin di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diusung oleh workshop ini pun bervariasi, mulai dari membuat bir pletok, kembang goyang, bermain alat musik, hingga membuat ondel-ondel.

    Selain itu, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga menyediakan workshop yang diadakan/difasilitasi oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi dan ada juga kegiatan workshop yang bisa dipesan ke sanggar dengan biaya untuk instruktur dan ganti bahan.

    “Kalau misalnya workshop, kan ada instruktur, berarti akan ada honor untuk instruktur. Kalau mau yang sifatnya makanan atau kuliner, ada bahan pengganti.” ujar Jaka.

    Satu lagi kegiatan andalan yang ditawarkan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan diajak mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

    4. Menaiki Wahana Sepeda Air

    Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Kalau datang bersama keluarga, detikers bisa banget ajak anak-anak menikmati suasana danau dengan menaiki wahana sepeda air. Untuk anak usia 3-12 tahun, tarif yang dikenakan sebesar Rp 10.000. Sedangkan tarif untuk anak di atas 12 tahun seharga Rp 15.000. Satu wahana sepeda air berkapasitas 2 orang.

    5. Olahraga dan Naik Sepeda

    Kawasan sekitar Setu Babakan yang begitu luas, menjadikan tempat wisata ini sebagai spot favorit penduduk sekitar untuk berolahraga atau berkeliling naik sepeda. Disini, kamu bisa jogging atau sekadar nongkrong santai menikmati suasana danau yang meneduhkan.

    Spot Foto di Setu Babakan

    Bagi detikers yang ingin eksis di sosial media, tenang saja karena Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki berbagai spot foto outdoor menarik yang instagramable. Berikut diantaranya:

    1. Area Jembatan

    Jembatan di Setu Babakan.Jembatan di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Spot foto pertama yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan bernuansa hijau yang terletak di antara contoh rumah tradisional adat Betawi. Jembatan ini bisa jadi latar belakang yang kece untuk foto OOTD ataupun foto beramai-ramai bersama keluarga dan sahabat. Pencahayaan pada foto akan semakin maksimal saat cuaca cerah.

    2. Rumah Adat Betawi

    Rumah adat Betawi di Setu Babakan.Rumah adat Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Masih di sekitar jembatan, kamu juga bisa menonjolkan suasana khas Perkampungan Betawi dengan berpose di depan Rumah Adat Betawi beraksen kayu yang tampak tradisional namun tetap aesthetic.

    3. Amfiteater

    Amfiteater di Setu Babakan.Amfiteater di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    Kemudian, tepat di depan rumah adat, terdapat pelataran amfiteater dengan latar belakang bangunan Museum Betawi yang megah. Agar tidak terlalu panas, sebaiknya datang menjelang sore hari ketika cahaya matahari mulai teduh.

    Kuliner Setu Babakan

    Di sepanjang area Setu Babakan, detikers bisa menemukan beragam variasi kuliner khas Betawi. Mulai dari camilan hingga makanan berat, berikut beberapa kuliner ikonik Betawi yang dijajakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan:

    Kuliner Betawi di Setu Babakan.Kuliner Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

    1. Kerak Telor

    Warga Jakarta mungkin sudah tidak asing dengan hidangan gurih satu ini. Kerak telor merupakan makanan khas Betawi berbahan dasar telur dengan teknik memasak yang unik, di mana telur dibakar dan dibolak balikkan dalam nampan. Jajanan ini dibanderol seharga Rp 20.000-Rp 26.000.

    2. Bir Pletok

    Berbeda dengan bir pada umumnya, bir pletok aman dikonsumsi karena terbuat dari rempah-rempah. Pembuatan minuman ini terinspirasi dari bir beralkohol yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Belanda pada zaman kolonial untuk menghangatkan badan.

    “Kalau orang Betawi yang mayoritas Islam ya, dilarang mengonsumsi alkohol, nah dibuat sesuatu minuman yang reaksinya sama menghangatkan badan, tapi tidak ada alkoholnya. Akhirnya, rempah-rempah dimasak dan dijadikan satu minuman.” tutur Jaka.

    3. Laksa

    Kuliner khas Betawi berikutnya yang dapat detikers santap ketika berkunjung ke Setu Babakan adalah laksa. Secara singkat, laksa merupakan hidangan mie yang disajikan bersama kuah gurih dan aneka lauk pauk seperti ayam, udang, telur, dan lain-lain. Untuk menikmati seporsi laksa khas Betawi, detikers cukup merogoh kocek Rp 18.000 saja.

    4. Soto Betawi

    Satu lagi hidangan berkuah otentik Betawi yang tak kalah sedap yaitu soto Betawi. Cita rasa kuah soto Betawi yang kental berempah ditambah isian daging serta jeroan sapi sebagai pelengkap sangat nikmat disantap selagi hangat. Bagi detikers yang penasaran, kamu bisa menjajal menu makanan ini di Rumah Makan Betawi Setu Babakan dengan harga Rp 30.000 per porsinya.

    5. Es Selendang Mayang

    Selendang mayang adalah sejenis puding tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras warna-warni. Karena lapisan pudingnya yang berwarna-warni bak selendang penari inilah, penganan ini kemudian disebut selendang mayang. Di tengah panas terik Jakarta, menyeruput semangkuk selendang mayang yang manis nan segar merupakan kenikmatan hakiki.

    Berada di kawasan Jagakarsa, tempat wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mudah diakses dengan transportasi umum. Jika menaiki moda transportasi KRL, kamu bisa turun di Stasiun Pancasila lalu lanjut menggunakan ojek online dengan jarak 4 km dan waktu tempuh sekitar 10 menit.

    Sementara itu, detikers yang bepergian via busway bisa menjajal bus Transjakarta koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus), 4B (Universitas Indonesia-Stasiun Manggarai), atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dengan titik pemberhentian di halte Universitas Pancasila. Setelah itu, lanjut menaiki ojek online sejauh 2,8 km dengan waktu tempuh berkisar 7 menit.

    Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Lokasi Setu Babakan

    • Lokasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berada di Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Wisata Perkampungan Setu Babakan dapat dikunjungi siapa saja tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan buka mulai hari Selasa sampai Minggu pada pukul 09.00-15.00 WIB mengikuti jam operasional museum. Namun, area sekitar danau Setu Babakan dibuka sampai dengan 18.00 jam setiap harinya.

    Akhir kata, Jaka berpesan pada kalangan muda untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan kearifan lokal budaya Betawi. Salah satunya melalui Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan komunitas budaya yang telah ada.

    Jaka berharap generasi muda tidak merasa berat hati dalam usaha melestarikan budaya. Apalagi upaya pelestarian kini bisa memanfaatkan teknologi dengan jangkauan yang lebih luas pada dunia internasional.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sendratari Ramayana Terjemahan Relief Candi Prambanan Tanpa Kata



    Yogyakarta

    Diterpa cahaya rembulan, di hadapan megahnya Candi Prambanan, keindahan budaya Jawa tersuguhkan dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan itu memukau ribuan penonton dengan kisah epik Ramayana yang diadaptasi dalam bentuk seni drama dan tari tanpa dialog.

    “Cerita Ramayana terkisah dari relief-relief yang terpahat di Candi Prambanan,” ucap sang narator

    Pertunjukan itu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Sejak 26 Juli 1961, pertunjukan tersebut daya tarik populer bagi wisatawan yang datang ke Candi Prambanan.


    Sendratari Ramayana yang juga dikenal dengan Ramayana Ballet populer sebagai hiburan malam hari di Jogja. Tidak hanya menjadi rujukan wisatawan lokal, tapi turis asing terlihat antusias menyaksikannya.

    Berikut yang dapat traveler rasakan jika menyaksikan sendratari Prambanan:

    Pertunjukan Tanpa Dialog yang Menggetarkan

    Sendratari Ramayana Prambanan menggabungkan unsur tari dan drama tanpa dialog, menceritakan perjalanan heroik Rama dalam menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh Rahwana, raja Negara Alengka.

    Lebih dari 200 penari profesional dan musisi lokal terlibat dalam pertunjukan ini, menciptakan harmoni gerakan dan musik yang menggetarkan hati. Candi Prambanan, terutama Candi Siwa, menjadi latar belakang yang mempesona, menambah keagungan pertunjukan ini.

    Tradisi yang Menyatu dengan Alam

    Pertunjukan ini digelar rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada musim kemarau bulan Mei hingga Oktober, pementasan berlangsung di panggung terbuka dengan ukuran mencapai 14 x 50 meter yang menyatu dengan Candi Prambanan dan alam sekitar.

    Saat musim hujan sekitar Januari hingga April dan November hingga Desember, pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup Trimurti Stage.

    Keunikan Kisah Ramayana Versi Jawa

    Cerita Ramayana yang diangkat dalam sendratari ini merupakan adaptasi dari epos Hindu, namun dengan sentuhan budaya Jawa yang khas. Pertunjukan diawali dengan kemenangan Rama dalam kompetisi memanah untuk memperebutkan Putri Shinta. Setelah menikah, Rama, Shinta, dan Laksmana mengembara ke hutan Dandaka, tempat Rahwana menculik Shinta.

    Dengan bantuan Hanoman dan pasukan kera, Rama membangun jembatan menuju Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Pertempuran besar terjadi antara pasukan kera dan raksasa Alengka, hingga akhirnya Rama berhasil mengalahkan Rahwana dengan panahnya. Meski sempat meragukan kesucian Sinta, Rama akhirnya menerima kembali Shinta setelah ia membuktikan kesuciannya dengan membakar diri namun selamat dari api.

    Pengalaman Menonton yang Tak Terlupakan

    Penonton diingatkan untuk tidak menggunakan flash saat memotret dan tidak berbicara terlalu keras selama pertunjukan. Acara ini terdiri dari dua babak, dengan babak pertama diakhiri oleh aksi Hanoman membakar kerajaan Alengka, disusul oleh istirahat 15 menit.

    Babak kedua yang lebih singkat diakhiri sekitar pukul 9 21.00.

    Pada akhir pertunjukan, penonton diperbolehkan berfoto dengan para pemain di atas panggung. Terlihat pemeran Rama Sinta dan kera Hanoman sering menjadi favorit untuk diajak berfoto wisatawan.

    Menjaga Warisan Budaya

    Sendratari Ramayana Prambanan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya untuk menjaga dan merayakan warisan budaya Indonesia.

    Setiap gerakan tari dan alunan musik dalam sendratari ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang harus terus dilestarikan.

    Penonton tidak hanya disuguhi sebuah kisah epik, tetapi juga diajak untuk menghargai dan memahami budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

    Di panggung besar dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, Sendratari Ramayana Prambanan terus berlanjut, mengisahkan cerita cinta dan keberanian yang abadi, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai budaya mereka.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lembu Putih Hewan Sakral di Desa Taro, Tidak Disembelih, Tidak Diperjualbelikan



    Gianyar

    Lembu putih menjadi salah satu warisan sejarah yang ada di Desa Taro. Hewan itu dianggap sebagai ‘duwe’ dan disucikan oleh masyarakat setempat.

    Desa Taro adalah salah satu desa wisata di Pulau Dewata yang berprinsip ‘An Eco Spiritual Destination’. Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Desa Wisata Taro memiliki banyak kawasan konservasi.

    Salah satunya adalah Konservasi Lembu Putih, lembu itu sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Taro. Keberadaan Lembu Putih itu dikaitkan dengan kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya di abad ke tujuh. Dia pendiri Desa Taro.

    “Dahulu lembu putih itu dilepas di Desa Taro, bisa masuk ke rumah warga. Tapi tahun 2011 sudah mulai kita konservasi karena banyak yang ke desa tetangga, jadi agar lebih mudah memantau jumlahnya akhirnya kita konservasi,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

    Lembu putih itu disucikan oleh masyarakat setempat sebagai simbolisasi kehadiran Dewa Siwa. Lembu putih dipercaya sebagai kendaraan suci Dewa Siwa.

    Uniknya lagi, di Desa Taro, lembu putih betina dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil dengan Ida Bagus. Saat ini, terdapat 56 ekor lembu putih yang dikonservasi oleh Desa Taro.

    “Kawasan konservasi lembu putih itu tahun 2019 sudah dikembangkan jadi objek wisata. Di Desa Taro sudah ada 56 ekor lembu putih. Biasanya kalau ada yang mati pasti juga ada yang lahir. Kalau yang betina itu dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil Ida Bagus,” kata Ardika.

    Menurut Ardika, lembu putih yang ada di Desa Taro tidak boleh disembelih, tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak boleh dikonsumsi. Lembu putih yang dikonservasi hanya khusus untuk upacara keagamaan seperti Mepurwa Daksina dan Memineh Empehan Lembu.

    Di kawasan konservasi lembu putih juga terdapat konservasi beberapa tanaman obat dan tanaman yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara agama Hindu.


    “Kita juga melakukan konservasi untuk tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman upacara. Ada juga konservasi berbagai jenis pisang,” kata dia.

    Tidak hanya lembu putihnya yang disakralkan, tetapi beberapa unsur hewan ini seperti kotoran, urin, susu, dan air mata lembu putih itu disakralkan. Hasil dari lembu putih itu dijadikan sarana upacara maupun terapi pengobatan herbal/non medis.

    Lembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, BaliLembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    “Kita punya produk Bio Taro, yaitu produk olahan dari kotoran lembu putih, bisa digunakan untuk pupuk atau pestisida alami. Kita ada produk biogas dari kotoran lembu putih juga, ada briket yang digunakan untuk pupuk,” kata Ardika.

    Traveler yang sedang berkunjung ke Desa Wisata Taro wajib mencoba berkunjung ke kawasan konservasi yang satu ini. Terdapat beberapa aktivitas menarik, seperti perkemahan, memberi makan Lembu Putih, outbound, dan outing. Terdapat juga wisata edukasi berbagai jenis tanaman.

    Selain itu, juga terdapat taman ruang terbuka hijau yang sangat luas dan asri serta areal bermain anak-anak, bale bengong dan wantilan serbaguna. Untuk masuk ke kawasan konservasi ini, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orangnya.

    Jika traveler tertarik untuk outbound, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, makan siang, dan berbagai peralatan lainnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Unik! Bangunan Berumur Satu Abad Disulap Jadi Kafe di Yogyakarta



    Yogyakarta

    Semerbak kopi menyeruak saat pintu kaca kafe ini dibuka. Space Roastery membuka kedai baru bertajuk 1890 di sebuah bangunan satu abad.

    Space Roastery 1890 berada di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Bangunan itu berdiri lebih dari satu abad dan awalnya bernama Ndalem Pembayun. Dulunya ini dimiliki oleh keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

    Kafe itu baru diresmikan pada 12 April 2024 lalu dan menambah warna baru di dunia perkafean Jogja. Konsepnya menawarkan customer untuk ngopi berkesan di dalam bangunan warisan budaya.


    Hal itu dibenarkan oleh Alex, turis asing asal Perancis itu menikmati setiap teguk kopinya di Space Roastery 1890 sambil menelisik setiap inchi detail bangunan.

    Space Roastery 1890 di YogyakartaSpace Roastery 1890 di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

    “Saya menemukan kedai ini di Instagram, dan tidak disangka begitu luar biasa. Saya belum pernah merasakan pengalaman ini sebelumnya, yaitu menikmati kopi dengan warisan yang begitu indah,” kata Alex.

    Jika traveler menyaksikan dari luar, bangunan ini memiliki gaya klasik khas Jawa dengan dominasi warna hijau, kuning, dan coklat bersayup teduh.

    Terdiri dari dua bagian, yakni bagian dalam dan luar ruangan. Bagian dalam ber-AC menyatu dengan meja barista, tasting station, merchandise corner, serta diisi meja dengan jumlah terbatas. Adapun, bagian luar sejatinya adalah teras rumah dengan lebih banyak meja kursi.

    Rumah ini adalah perwujudan salah satu bagian rumah Joglo, tepatnya omah njero atau rumah dalam sebagai bagian terdalam dari joglo. Omah njero difungsikan untuk ruang keluarga dan di dalamnya ada ruangan bernama senthong. Senthong itu mempunyai tiga bagian, yaitu senthong kanan, kiri, dan tengah.

    Kalau traveler duduk di meja bar, tepat di depannya adalah senthong tengah. Aslinya tempat tersebut digunakan untuk bermeditasi, tempat tidur pengantin, dan juga tempat pemujaan dewi sri untuk kesuburan ladang.

    Senthong didekorasi dengan simbol fertility sebagai kesuburan pasangan pengantin ataupun kesuburan ladang sawah. Senthong dan isinya tidak terusik dengan adanya Space Roastery 1890, karena diberi penutup agar senthong terjaga di balik tirai.

    Space Roastery 1890 di YogyakartaSpace Roastery 1890 di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

    Bangunan yang telah berdiri kokoh selama 134 tahun itu disulap menjadi kafe tanpa mengurangi atmosfer ngopi di bangunan yang sudah ada dari jaman Belanda. Dekorasinya memadukan unsur modern dan klasik dengan tetap menonjolkan keotentikan dari sang rumah.

    “Dengan memilih bangunan ini untuk store kami, ini jadi salah satu cara untuk turut andil dalam melestarikan peninggalan budaya, khususnya rumah budaya Jawa,” tulis Space Roastery 1890 dalam akun instagram resminya @space.roastery

    Ternyata bagi warga Jogja generasi 80 dan 90an, lebih familiar dengan tempat ini sebagai toko game Dino. Toko itu biasa digunakan untuk transaksi beli kaset, rental PlayStation, dan bermain tamiya.

    “Karena tempat ini udah lama ga kedengeran eksistensinya, kami memberanikan diri buat buka Space Roastery 1890 di bangunan yang dulunya toko game Dino ini. Tujuannya untuk mendekatkan akses ke habitual drinkers dan home brewers yang bertempat tinggal di selatan sekaligus membangkitkan kembali popularitas tempat ini,” tulis Space Roastery 1890 di akun resminya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Keunikan Kafe di Rumah Kuno Ndalem Pembayun Yogyakarta



    Yogyakarta

    Space Roastery 1890 yang dibuka April 2024 bukan tempat ngopi biasa. Berada di bangunan kuno, kafe itu mengenalkan sedotan ramah lingkungan.

    Kafe dengan konsep unik bergaya klasik itu diresmikan pada 12 April 2024. Terbilang masih baru. Tetapi, justru karena kebaruannya itu, kafe tersebut menyuguhkan sejumlah oembeda.

    Beralamat di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Lokasinya dekat dengan sebagian pusat Jogja seperti Plengkung Gading dan Alun-alun Kidul Yogyakarta, sehingga aksesnya begitu mudah ditemukan.


    Berikut 4 pembeda Space Roastery 1890 :

    1. Berada di Bangunan Berusia Satu Abad

    Bangunan yang digunakan kafe ini memiliki arsitektur Jawa yang mencolok, bahkan sejak pengunjung menginjakkan kaki di area parkir. Bangunannya lawas dan ternyata merupakan bangunan warisan budaya yang sudah berusia lebih dari satu abad.

    Space Roastery berada di Ndalem Pembayun yang dulu milik keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

    Nama 1890 diambil dari tahun berdirinya rumah tersebut. Selama 134 tahun, rumah ini telah beralih menjadi beragam fungsi, salah satunya dulu pernah menjadi toko game Dino. Warga Jogja generasi 80 hingga 90an pasti familiar dengan itu.

    Dominasi warna hijau, kuning, dan coklat yang teduh dipadu dengan unsur modern yang tidak merusak ornamen aslinya. Bangunan ini sejatinya representasi dari bagian terdalam rumah Joglo yakni Omah Njero sebagai ruang keluarga. Di dalamnya juga ada senthong yang tidak diusik oleh Space Roastery karena ditutup oleh tirai di belakang meja bar barista.

    2. Tasting Station

    Jangan khawatir jika ragu dengan rasa kopinya, karena Space Roastery menjanjikan tasting station untuk traveler yang ingin mencicipi dulu rasa untuk filter coffee.

    Di meja panjang itu, traveler dapat memilih rasa mana yang sesuai dengan lidah. Tidak perlu sungkan untuk meminta tolong barista mengarahkan. Jika sudah mantab, traveler bisa lanjut membeli kopi yang sesuai dengan selera.

    3. Menu Unik di Space Roastery 1890

    Space Roastery memang dikenal dengan signature kopinya, namun di gerai barunya ini mereka menyediakan menu tambahan unik tiada duanya di gerai lain.

    Menu tersebut adalah kopi ronde dan wedang bajigur. Jika tidak ke 1890, traveler tidak akan menemukan menu serupa di gerai Space Roastery lainnya.

    4. Sedotan ramah lingkungan dan edible

    Space Roastery 1890 menjamin mutu sedotan untuk customernya ramah lingkungan dan bisa dimakan. Bahan dasar sedotan adalah tepung beras dan tepung jagung, sehingga biodegradable dan juga compostable.

    Aman untuk dikonsumsi namun tidak mudah lunglai. meski setelah 30 menit terendam dalam minuman. Diproses lama selama 3-4 jam sog-resistant, traveler bisa memakannya jika sedotan sudah terasa lembek.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Taman Hutan Kota Penjaringan Peredam Sengatan Matahari dan Kusut Truk Raksasa



    Jakarta

    Ruang terbuka hijau bisa sedikit menyejukkan saat matahari menyengat tanpa ampun. Salah satunya ada di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara.

    Taman Hutan Kota Penjaringan terletak di kawasan yang panas menyengat oleh matahari dipadu lalu-lalang truk-truk besar. Belum lagi debu jalan yang membuat tak nyaman berlama-lama di jalanan tersebut, hutan kota itu bak oase di tengah gurun.

    detikTravel merasakan langsung keteduhan taman itu setelah menerjang panasnya Jakarta Utara dengan debu jalanan, Rabu (26/6/2024).


    Hutan Kota Penjaringan ini luasnya sekitar 135.000 meter persegi ini jadi magnet untuk warga sekitar. Juga, bagi pengguna jalanan yang butuh istirahat sejenak.

    Selain bisa sebagai tempat ngadem, bermain atau bersantai, Hutan Kota Penjaringan itu juga jadi tempat untuk berolahraga. Dengan luas yang dimiliki hutan kota ini cukup untuk bermandikan keringat jika mengelilingi berkali-kali, dan yang menjadikannya nyaman adalah udara serta cuaca di hutan kota ini begitu bersahabat.

    Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraTaman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Ya saya cukup sering jalan di sini karena nggak jauh juga dari rumah,” kata Lidya sembari berjalan.

    Walaupun di jalanan begitu terik namun ketika berada di dalam hutan kota ini tidak terasa begitu menyengat, pepohonan yang rimbun dan tinggi menjulang lah yang menjadi penangkalnya. Dengan banyaknya masyarakat yang jogging atau jalan santai, di area lain dengan hamparan rumput yang luas anak-anak dengan serunya bermain sepakbola.

    Pemandangan itu mengingatkan pada zaman dulu, anak-anak bermain bola di sore hari merupakan aktivitas lumrah dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak setelah pulang sekolah.

    “Gocek gue kalau bisa sini!,” teriak salah satu anak.

    Warga menikmati tempat itu dengan cara beragam. Ada yang menggelar tikar, duduk-duduk di atas rumput, bahkan ada yang sambil berkaraoke.

    Suasana Hutan Kota Penjaringan ini memang begitu nyaman dan sangat mendukung untuk hanya sekadar menurunkan tensi badan dan pikiran.

    Sembari berkeliling, ternyata hutan kota itu memiliki labirin yang bisa untuk saat berkunjung ke sini. Labirin tersebut dibuat dari deretan pohon pucuk merah, walaupun tak begitu menantang karena masih terdapat celah di antara deretan pohonnya tapi cukup untuk membuat senang.

    Saat masuk ke dalam labirin tak ada rintangan serius, meski tetap harus mencari jalan keluar yang benar tapi kita bisa menembus celah dari pepohonan jika jalannya buntu. Selesai dengan labirin itu, tak jauh dari taman labirin terdapat bangunan menara pengawas yang tinggi.

    Masyarakat tak hanya bersantai di bawah pohon saja ternyata, di atas menara pengawas juga terdapat beberapa remaja yang tengah asyik duduk-duduk. Hal itu janganlah ditiru karena berbahaya, lebih baik bersantai di bawah saja walaupun di atas sana bisa melihat sudut pandang yang lebih luas.

    Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraAnak-anak bermain bola di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Bagi pengunjung yang haus atau lapar, jangan khawatir di pinggiran hutan kota ini juga terdapat warung-warung kecil yang menjual berbagai minuman dan makanan. Jadi tempat ini begitu komplet, secara fasilitasnya pun terdapat toilet dan juga mushola di dekat pintu masuk hutan kota.

    Dan yang paling membuat semakin ingin berlama-lama di Hutan Kota Penjaringan yakni adanya Wifi gratis. Walaupun jangkauan sinyalnya hanya 50 meter dari titik pusat tapi cukup berguna untuk berselancar di media sosial.

    Hutan Kota Penjaringan ini buka setiap hari dari sejak pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Dan letaknya di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tentunya untuk masuk ke hutan kota ini kamu sama sekali nggak perlu ngeluarin uang alias gratis.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menelusuri Jejak Kejayaan Rempah Nusantara di Museum Bahari



    Jakarta

    Indonesia sohor dengan kekayaan rempah-rempah di masa lalu sampai-sampai menjadi buruan negara-negara Eropa. Jejak itu ada di Museum Bahari.

    Bangunan sejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan rempah-rempah nusantara adalah Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. Bangunan tersebut dulu merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah dan dibangun oleh seorang arsitek asal Belgia bermana Jacques de Bollan.

    “Museum Bahari dulunya itu adalah gudang rempah-rempahnya VOC dan dibangunnya itu tahun 1652. Tapi dulunya itu bentuknya tidak seperti ini, bentuknya itu hanya rumah bertingkat biasa terus mulai dibangun sepanjang ini itu 1718 dan itu bertahap serta bisa dilihat dari pintu-pintu di Museum Bahari,” kata Educator Museum Bahari, Dita Amelia, kepada detikTravel, Rabu (26/6/2024).


    Di kawasan gudang rempah ini terdapat beberapa bangunan dan bangunan utama gudang rempah ini dari tiga lantai. Setiap lantai gudang penyimpanan itu memiliki fungsinya masing-masing, lantai pertama sebagai tempat penyimpanan rempah, lantai dua untuk pengemasan rempah-rempah, dan lantai ketiga dipakai untuk tempat menjemur rempah-rempah.

    Dan sebagian besar bangunan di Museum Bahari ini masih serupa dengan masa lalu, material kayu yang ada pun masih kokoh. Dita menjelaskan kalau bangunan ini masih sama dengan saat masih berjaya. Ia juga menerangkan ada dua jenis kayu yang dipakai sebagai material rangka untuk bangunan ini.

    Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Ini bangunan masih sama kaya dulu, ada beberapa yang dari kayu ulin dan beberapa dari kayu jati. Kayu ulinnya itu dari Kalimantan dan jatinya itu dari daerah Jatinegara,” kata dia.

    Ia pun mengatakan hal unik tentang jalan-jalan di kawasan Jakarta yang menggunakan nama perkebunan. Ya, karena dahulu saat Belanda menduduki Nusantara banyak perkebunan seperti seperti kebun kacang, kebun jeruk, kebun sirih dan masih banyak lagi.

    Sembari berjalan mengelilingi tiap sudut di museum ini, Dita terus memberikan informasi tentang sejarah dari bangunan ini sejak awal hingga menjadi museum. Lalu diselingi dengan cerita tentang bangunan yang dipakai sebagai gudang rempah.

    “Dulu rempah-rempahnya itu kebetulan dari seluruh Nusantara itu dikirimnya ke sini, ada lada hitam, cengkeh, biji pala, terus ada kayu manis, kembang lawang, ada cabe Jawa, jinten. Tapi yang paling populer dicari sama bangsa Eropa itu ada empat rempah-rempah yaitu lada hitam, biji pala, cengkeh, dan kayu manis,” ujar Dita.

    “Rempah-rempah satu kilogramnya itu sebanding dengan satu batang emas, macam-macam semua rempah-rempah itu sekilo sebanding dengan satu batang emas. Itulah kenapa kita dijajah karena harga (rempah) yang mahal dan fungsinya yang banyak,” sambung dirinya.

    Di salah satu ruangan juga terdapat pajagan rempah-rempah yang menjadi komoditas pada zaman dulu hingga kini. Menurut Dita ruangan itu sebagai informasi juga kepada pelajar yang belum tahu tentang rempah-rempah dan menariknya rempah-rempah tersebut merupakan rempah-rempah asli bukan imitasi jadi ketika berada di dekat ruangan dan tentunya di dalam ruangan tersebut semerbak wangi rempah langsung menusuk hidung.

    Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Sejarah yang menarik yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman dan melimpahnya variasi rempah. Sebagai informasi, setelah perginya Belanda dari tanah yang kaya itu masuklah Jepang dan mengganti fungsi gudang rempah ini sebagai gudang logistik tentara Jepang.

    “Terus pas kita merdeka ini dijadikan sebagai gudang dari kantor PLN dan pas zaman Gubernur Ali Sadikin itu 1977 tanggal tujuh bulan tujuh, baru diresmikan sebagai cagar budaya yaitu Museum Bahari. Dan kenapa diresmikan sebagai Museum Bahari karena letak bangunannya itu dekat dengan laut, di mana bahari itu artinya kelautan dan kita juga letaknya dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata Dita.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com