Tag: built-in

  • Catat! 3 Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil Biar Nggak Sempit


    Jakarta

    Rumah kecil mempunyai ruang yang terbatas, sehingga tidak bisa diisi dengan banyak barang, termasuk furniture. Pemilik rumah kecil perlu memilih furniture dengan lebih selektif lagi agar tidak memakan banyak tempat di dalam rumah.

    Lalu, pemilik rumah kecil juga perlu membatasi pembelian furniture. Lalu, bagaimana cara memilih furniture yang tepat buat rumah kecil?

    Melansir dari The Spruce, Selasa (9/7/2024), berikut ini tips memilih furniture untuk rumah kecil.


    Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil

    1. Utamakan Kegunaan

    Kalau punya rumah kecil, kamu perlu furniture yang fungsional dan tidak memakan tempat. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris mengatakan, menambahkan kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Sementara itu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce, Selasa (9/7/2024).

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih furniture yang Mudah Disimpan

    Sebaiknya memilih furniture yang dapat dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik, sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Tempat Tidur Multifungsi

    Tempat tidur adalah salah satu furniture yang memakan banyak tempat. Hal ini bisa diatasi dengan cara yang kreatif, misalnya memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang solutif. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan furniture selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Itulah beberapa tips memilih furniture untuk rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Desain Kamar Tidur Paling Ideal yang Bikin Betah!



    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang biasa digunakan pemilik rumah untuk beristirahat. Kamar tidur adalah ruangan paling penting di rumah sehingga keberadaannya sangat penting di rumah. Namun, terkadang orang menyepelekan desain kamar tidur saat membangun rumah.

    Posisi kamar tidur pada rumah dapat mempengaruhi kenyamanan penghuninya. Maka dari itu, penghuninya perlu mempertimbangkan segala aspek saat mendesain dan mendekorasi kamar tidur. Maka dari itu kamu butuh merencanakan desain tata letak yang matang agar kamar tidur baik secara fungsional dan juga terlihat estetik.

    Mengutip dari Livingetc, Senin (22/7/2024), berikut ciri-ciri desain kamar tidur yang paling ideal.


    1. Mendapat Pencahayaan yang Maksimal

    Setiap ruangan disarankan mendapat sumber cahaya. Marie Flanigan,Principal dari Marie Flanigan Interiors, menyarankan khusus untuk tempat tidur lebih baik diletakkan di antara jendela dengan meja samping tempat tidur di depan jendela. Meja pun tidak lebih tinggi dari jendela agar tidak menghalangi cahaya.

    2. Memiliki Ruang Penyimpanan

    Selain sebagai tempat beristirahat, kamar juga membutuhkan ruang penyimpanan sehingga lebih fungsional. Namun terkadang luas kamar tidak begitu besar untuk diletakkan lemari atau perabotan untuk penyimpanan. Untuk menghindari kekacauan kamu bisa buat penyimpanan di bawah ranjang tidur, jangan lupakan ruang dinding di atas dan di samping tempat tidur jika ranjang kamu punya rak built-in.

    3. Setiap Sudut Kamar Digunakan

    Bentuk kamar seperti apa pun tetap dapat nyaman ditempati asalkan penataannya tepat. Setiap sudut kecil bisa digunakan untuk meletakkan meja rias kecil, meja kerja, atau tempat tidur. Area sudut ini sangat cocok untuk tempat tidur tamu atau anak. Menggunakan sudut dengan plafon miring memungkinkan ruang lantai tengah dikosongkan, yang dapat berfungsi sebagai area bermain anak atau area bersantai tamu.

    “Mengukur skala ruangan yang tidak tepat adalah cara mudah untuk merusak potensi kamar tidur,’ kata Ginger Curtis dari Urbanology Designs.

    Kamu bisa isi sudut besar dengan kursi santai yang nyaman atau letakkan bangku besar di ujung tempat tidur kamu. Ini adalah cara yang bagus untuk menciptakan titik nyaman di kamar kamu dan jangan biarkan ada ruangan kecil tersisa.

    4. Tempat Tidur Diletakkan di Posisi yang Tepat

    Tempat tidur adalah perabotan utama di kamar tidur sehingga penempatannya sangat berpengaruh pada tampilan tata letak kamar tidur. Hal ini menentukan tempat di mana seberapa dekat kamu untuk mengakses sumber listrik untuk lampu dinding atau lampu gantung.

    Selain itu, posisi tempat tidur menentukan di mana untuk tempat penyimpanan atau seberapa banyak ruang untuk meletakkan meja tidur di samping tempat tidur. Jadikan tempat tidur menjadi titik fokus ruangan serta posisinya jauh dari pintu untuk aksesibilitas dan estetika.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Cara Memilih Perabotan yang Cocok Untuk Rumah Kecil


    Jakarta

    Setelah membeli rumah, kamu pasti mulai memikirkan perabotan apa saja yang akan mengisi rumah tersebut. Kebetulan rumah yang kamu beli tidak begitu besar sehingga kamu harus memilih dengan cermat agar ruang geraknya masih leluasa.

    Pilihannya antara kamu membeli perabotan ukuran kecil atau mengurangi perabotan di rumah. Namun, terlepas dari dua pilihan itu sebenarnya kamu harus mengutamakan perabotan yang fungsional. Dengan begitu tidak perlu banyak barang di rumah, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce, Sabtu (27/7/2024), berikut beberapa cara memilih barang untuk rumah yang kecil.


    1. Pilih Barang yang Fungsional

    Saat mengambil keputusan, pasti kamu harus mendahulukan yang prioritas. Begitu pula dengan perabotan, kamu bisa mengurutkan suatu barang prioritas dari yang paling banyak akan digunakan. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey, Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce.

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih Perabotan yang Mudah Disimpan

    Rumah kecil harus memiliki tempat penyimpanan yang rapih dan bisa muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain penyimpanan yang besar, kamu juga harus memilih perabotan yang ‘fleksibel’ seperti bisa dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Perabotan Besar yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, meja yang cocok untuk rumah kecil. Mereka dibuat fleksibel dan bisa untuk beberapa fungsi. Salah satu contohnya adalah tempat tidur, kamu bisa memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak makan tempat. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan perabotan selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Makin Canggih, Dashcam Bisa Rekam Saat Mobil Diparkir



    Jakarta

    Kamera dasbor atau dashcam pada mobil diperlukan untuk merekam semua kejadian di jalan. Namun, kini dashcam lebih canggih lagi, bisa merekam saat mobil sedang diparkir.

    Dashcam adalah alat yang dipasang pada mobil yang bisa merekam terus-menerus dan biasanya berfungsi sebagai bukti ketika terjadi suatu peristiwa. Kejadian seperti fraud atau berpura-pura tertabrak dengan tujuan mendapatkan uang damai adalah salah satu contoh yang terjadi di Indonesia. Selain itu dashcam juga dapat berfungsi untuk mengawasi jika ada pencurian di dalam mobil, vandalisme di jalanan ataupun pemerasan oleh oknum tertentu.

    Salah satu produsen dashcam, BlackVue, menghadirkan dashcam yang lebih canggih. BlackVue baru saja meluncurkan dashcam DR590X plus 2025 yang memiliki semua fungsi penting.


    Dashcam ini memiliki fitur FullHD 60fps dengan sensor Sony STARVIS, memiliki built-in Parking mode untuk pengawasan pada saat parkir, voltage monitor untuk mencegah aki mobil rusak dan mobil tidak bisa dinyalakan, optional GPS untuk merekam kecepatan dan lokasi mobil, serta Built-in sensor benturan untuk mendeteksi mobil ditabrak pada saat parkir.

    “Blackvue DR590X plus 2025 adalah model legendaris yang sudah dikenal ketahanannya, ini adalah produk kami yang paling sederhana namun memiliki fungsi lengkap dengan harga yang terjangkau,” kata Rudy, Direktur Pemasaran Blackvue Indonesia.

    Dashcam Blackvue DR590X plus 2025Dashcam Blackvue DR590X plus 2025 Foto: Dok. Blackvue

    Dashcam ini memiliki Parking Mode bawaan melalui kabel hardwiring yang disertakan. Kamera akan tetap mengawasi ketika mobil sedang parkir. Fitur ini memastikan kendaraan selalu terlindungi, bahkan saat sedang diparkir. Fitur Mode Parkir mencakup monitor voltase bawaan untuk melindungi baterai kendaraan.

    Selain itu, Blackvue DR590X plus 2025 juga memiliki Event buffer. Ketika mobil mengalami tabrakan, dashcam itu akan memastikan rekaman 5 detik sebelum terjadinya tabrakan tetap terekam dan bisa digunakan untuk memperjelas bukti rekaman sebelum kejadian. Ini berarti klip video peristiwa yang direkam saat mengemudi atau parkir menyertakan rekaman lima detik yang terjadi sebelum peristiwa pemicu terjadi.

    Dashcam ini diklaim memiliki fitur tahan panas, sehingga bisa tetap beroperasi pada suhu yang sangat tinggi. DR590X plus 2025 menyertakan optional GPS dan Wi-Fi. GPS yang disertakan menyematkan data kecepatan dan lokasi dalam video yang direkam. Wi-Fi memungkinkan pengguna untuk terhubung ke dashcam mereka dengan smartphone atau tablet untuk transfer file cepat.

    Fitur penting lainnya antara lain speaker internal, sensor benturan, dan deteksi gerakan.Kamera dasbor memberi tahu pengguna saat menyala, mati, atau mendeteksi kesalahan, melalui speaker yang disematkan di kamera depan. Akselerometer internal kamera depan mendeteksi benturan untuk memicu perekaman event, dan mengaktifkan Mode Parkir saat tidak bergerak selama lima menit.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pasang Dashcam di Mobil Listrik, Kelistrikan Aman Nggak Ya?



    Jakarta

    Kamera dasbor atau dashcam saat ini menjadi kebutuhan buat pemilik kendaraan. Rekaman dari dashcam dapat menjadi bukti jika terjadi sesuatu di jalan. Namun, ada kekhwatiran soal instalasi dashcam di mobil listrik, apakah kelistrikan dan kesehatan baterai tetap aman?

    Dashcam berfungsi sebagai “saksi mata digital” yang tidak memihak. Dalam kasus kecelakaan, rekaman dashcam bisa menjadi alat bukti yang kuat dan mencegah konflik hukum. Selain itu, dashcam juga membantu mencegah penipuan lalu lintas, mendeteksi aksi kriminal seperti pencurian, pemalakan dan vandalisme, memberikan pemantauan saat parkir, dan mendokumentasikan perjalanan.

    Namun, ada kekhawatiran umum yang sering muncul dari pengguna kendaraan listrik (EV), apakah dashcam bisa mengganggu sistem kelistrikan EV atau memperpendek usia baterai?


    Salah satu produsen dashcam, BlackVue, mengklaim, kamera dasbornya tetap aman digunakan oleh kendaraan listrik. “Banyak pengguna EV kami di Asia, AS, dan Eropa memilih BlackVue karena sistem kami aman, efisien, dan tidak mengganggu sistem kendaraan modern, termasuk EV dengan fitur ADAS sekalipun,” kata Direktur Pemasaran Blackvue Indonesia, Rudy.

    Salah satunya karena adanya fitur dashcam yang tidak memiliki daya tinggi. Di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, BlackVue meluncurkan dashcam flagship terbarunya, Elite 8 Series. Dashcam itu diklaim memiliki kualitas rekaman tinggi, efisiensi daya, dan konektivitas canggih.

    Dashcam Elite 8 memiliki fitur Power Saving Parking Mode. Fitur itu memastikan kamera tetap aktif hingga berminggu-minggu tanpa menguras aki, berkat konsumsi daya ultra-rendah di bawah 1mA. Kamera akan aktif otomatis saat ada benturan, dengan waktu respon kurang dari 1 detik.

    Dengan konsumsi daya di bawah 1mA dan sistem voltase cut-off otomatis, ELITE 8 cocok untuk kendaraan listrik seperti Tesla, Hyundai IONIQ, Nissan Leaf, Wuling EV, hingga BYD yang mementingkan efisiensi penggunaan baterai.

    Dashcam ini dilengkapi dengan Dual HDR dan sensor Sony STARVIS 2, ELITE 8 memberikan video jernih di segala kondisi, termasuk cahaya rendah di bawah 0.03 Lux atau hampir gelap total. ELITE 8 juga memiliki fitur Full-Color Night Vision, hasil rekaman tetap berwarna dalam kondisi gelap, hal ini berguna untuk melihat detail seperti warna kendaraan, pelat nomor dan rambu lalu lintas.

    Ketika terjadi tabrakan, dashcam Blackvue Elite 8 memiliki Event buffer. Ketika mobil mengalami tabrakan, Blackvue akan memastikan rekaman 10 detik sebelum terjadinya tabrakan tetap terekam dan bisa digunakan untuk memperjelas bukti rekaman sebelum kejadian. Ini berarti klip video peristiwa yang direkam saat mengemudi atau parkir menyertakan rekaman lima detik yang terjadi sebelum peristiwa pemicu terjadi.

    ELITE 8 juga menyertakan Built-in GPS, Wi-Fi.GPS yang menyematkan data kecepatan dan lokasi dalam video yang direkam, memungkinkan pengguna untuk melihat lokasi kamera di peta selama pemutaran di Aplikasi Blackvue atau BlackVue Viewer.Wi-Fi memungkinkan pengguna untuk terhubung ke aplikasi BlackVue mereka dengan smartphone atau tablet untuk transfer file cepat.

    Fitur penting lainnya dari ELITE 8 termasuk speaker internal, sensor benturan, dan deteksi gerakan.Kamera dasbor memberi tahu pengguna saat menyala, mati, atau mendeteksi kesalahan, melalui speaker yang disematkan di kamera depan. Akselerometer internal kamera depan mendeteksi benturan untuk memicu perekaman event, dan mengaktifkan Mode Parkir saat tidak bergerak selama lima menit. BlackVue menandai semua video (Normal, Event, Mode Parkir, dll.) sehingga pengguna dapat memfilternya dan dengan cepat menemukan yang mereka butuhkan di aplikasi atau BlackVue Viewer.

    Blackvue memiliki fitur tahan panas, sehingga bisa tetap beroperasi pada suhu yang sangat tinggi. Hasil rekaman akan selalu ada pada saat dibutuhkan.

    (rgr/riar)



    Sumber : oto.detik.com