Tag: bulan

  • 10 Ide Konten TikTok Ramadhan 2025 Supaya Ramai Penonton

    Jakarta

    Bulan suci Ramadhan tahun ini akan segera hadir. Nah kalian sudah punya ide konten TikTok Ramadhan 2025 belum nih? Kalau belum, mungkin beberapa daftar berikut bisa menjadi inspirasi.

    Semoga dengan dengan ide-ide ini, video kalian banyak penonton dan jumlah follower pun bertambah. Kendati begitu perlu diingat, prosesnya tidak akan mudah dan instan.

    Jadi bisa saja ketika kalian melempar video yang sudah dibuat ke TikTok tidak langsung for your page (FYP). Ketika ada satu, dua, atau tiga video yang sepi jangan langsung patah semangat. Upayakan untuk tetap konsisten upload sembari mencoba-coba ide lainnya.


    Berikut ini ide konten TikTok Ramadhan 2025, sebagaimana dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Rabu (27/2/2025).

    Pertama-tama seperti yang sudah terbayang di pikiran detikers ialah menu sahur dan bukan puasa. Pembuatan kontennya mungkin bisa dikombinasikan, antara long dan short video.

    Apabila dirasa waktu yang kalian miliki cukup banyak, mungkin bisa membuat versi panjang. Namun jika waktu kosongnya sebentar, bisa langsung bikin video singkat 45 detik atau 1 menit. Tapi pastikan informasi resep yang diberikan cukup jelas, jangan melewati setiap detail pentingnya.

    2. Konten Edukasi

    Konten edukasi yang dimaksud berhubungan dengan pengetahuan soal agama islam. Bila dirasa kalian memiliki pengetahuan yang melimpah dan mumpuni soal ini, bisa berbagai kepada follower dan orang-orang yang ada di media sosial.

    Kalau mau membuat konten soal agama mungkin dibuat dalam bentuk long video. Tujuannya supaya apa yang disampaikan lebih jelas, dan orang-orang yang menontonnya tidak salah memahami. Namun bila waktu senggang kalian tidak banyak, buat agak singkat dengan informasi yang lebih padat.

    3. Video Lucu

    Sepanjang Bulan Ramadhan, tidak sedikit dari orang-orang yang akhirnya memilih untuk menonton film atau video setelah selesai beribadah. Nah ini menjadi kesempatan bagi kreator di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

    Kalian bisa tentukan apa saja pembahasan lucu yang bisa diangkat menjadi sebuah video. Saran sih tentukan tujuh ide dulu, untuk melihat bagaimana reaksi netizen di TikTok. Apabila dari tujuh video tersebut ada yang FYP, detikers dapat membuat video dengan format yang serupa.

    4. Konten Q&A

    Nah ide konten TikTok Ramadhan 2025 adalah Q&A ini bisa disangkutpautkan dengan edukasi terkait agama islam. Menurut Think With Google banyak orang yang mencari informasi mengenai ilmu agama selama Ramadhan.

    Tentunya ini menjadi kesempatan baik bagi kalian yang punya pemahaman mendalam soal agama untuk berbagi ilmu. Kalian bisa menjawab segala pertanyaan dari followers secara ringan dan menyenangkan.

    5. Tips Kebugaran Berpuasa

    Setiap orang pasti sepakat, kesehatan itu sangat penting. Apalagi di Bulan Ramadhan, asupan yang masuk ketika beraktivitas di pagi hingga sore hari lebih sedikit dibandingkan biasanya.

    Makanya banyak orang yang akan berupaya mencari cara, bagaimana agar mereka tetap bugar dan sehat selama berpuasa. Jika kalian memiliki pengetahuan tentang hal ini, mungkin bisa berbagai tips, entah rekomendasi olahraga atau makanan sehat selama berpuasa.

    6. Challenge

    Konten challenge ini bisa sangat menarik dan berpotensi viral. Namun jangan lupa berikan hadiah bagi mereka yang berhasil menyelesaikan tantangan dari kalian.

    Terkait ide tantangannya bisa minta kepada mereka untuk membaca surat pendek dalam Al-Qur’an, kuis terkait sejarah Nabi Muhammad SAW, pertanyaan seputar Ramadhan, atau hal lain yang berkait dengan agama islam.

    7. Bikin Sketsa

    Untuk sketsa yang dibikin bisa dipecah menjadi dua jenis, yakni komedi dan edukasi. Namun kedua jenis video ini tetap bertema Ramadhan ya.

    Jadi supaya konten yang diunggah memiliki keterikatan kepada penontonnya. Dengan begitu penonton akan berinteraksi di kolom komentar terhadap konten yang sudah dibuat.

    8. Review

    Nah untuk review di sini lebih kepada membahas produk-produk yang memang sering dibeli saat Ramadhan. Contohnya kalian bisa mengulas kurma, sirup, atau produk makanan lainnya.

    Bisa juga review barang-barang elektronik yang wajib punya selama berpuasa. Dengan begitu, orang-orang punya referensi sebelum akan membeli produk tersebut.

    9. Rekomendasi Tempat Makan

    Terlepas dari ide konten menu sahur dan buka puasa, Bulan Ramadhan juga sering menjadi momen untuk bernostalgia. Jadi tidak sedikit dari orang-orang memutuskan untuk makan bersama, saat buka puasa dengan teman-teman sekolahnya.

    Nah biasanya, sebelum memutuskan untuk buka puasa bersama, sebagian orang bingung menentukan lokasi makannya. Untuk mempermudah hal tersebut, kalian sebagai konten kreator bisa memberikan sedikit bantuan dengan merekomendasikan beberapa tempat asyik buat buka puasa bersama.

    10. Ide Outfit Lebaran

    Ide konten TikTok Ramadhan 2025 yang terakhir adalah rekomendasi outfit lebaran. Ingat ya, Ramadhan hanya sebentar. Jadi tidak ada salahnya kalian sudah menyiapkan konten ini dari jauh-jauh hari, supaya orang-orang tidak bingung saat akan menentukan pakaian lebaran bersama keluarga atau pasangan.

    Namun perlu diingat, jangan sembarangan memberi saran. Pastikan tetap masuk akal dan mudah dijangkau oleh para penonton.

    (hps/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bumi ‘Diserang’ dari Luar Angkasa? Pakar IPB Ingatkan Pertahanan Planet


    Jakarta

    Jatuhnya meteor di Cirebon, Jawa Barat menjadi pengingat bahwa ruang angkasa tidak sekosong dan setenang yang orang kira. Ada potensi bahaya dari ruang angkasa yang bisa sewaktu-waktu berdampak pada manusia di Bumi.

    Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas.

    “Ruang angkasa dipenuhi objek yang bergerak dalam kecepatan tinggi. Ketika salah satu di antaranya keluar dari orbit stabilnya dan kemudian tertarik oleh gravitasi Bumi, maka potensi tumbukan menjadi nyata,” jelasnya, dikutip dari laman IPB University, Kamis (16/10/2025).


    Ancaman Langit

    Kepunahan Massal

    Ia mencontohkan, 66 juta tahun lalu, asteroid raksasa yang menghantam Semenanjung Yucatan, Meksiko menyebabkan kepunahan dinosaurus.

    Merespons peristiwa tersebut, lembaga-lembaga angkasa luar dunia seperti Badan Antariksa AS (NASA) mengembangkan sistem pertahanan planet agar dampaknya tidak terulang.

    “Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) yang berhasil mengubah orbit asteroid pada 2022 menjadi tonggak utama dalam upaya perlindungan Bumi,” kata Husin.

    Kelumpuhan Listrik dan Sistem Komunikasi

    Sementara itu, aktivitas Matahari seperti letupan besar atau solar flare yang mengirimkan partikel bermuatan tinggi dapat melumpuhkan jaringan listrik serta sistem komunikasi di Bumi. Salah satunya terjadi di Quebec, Kanada, sehingga mengalami listrik padam massal berjam-jam pada 1989. Ia mengatakan, kendati medan magnet Bumi melindungi manusia, kekuatannya tebatas.

    “Angin Matahari ekstrem bisa menembus dan memicu kerusakan sistem teknologi modern,” jelasnya.

    Sistem Navigasi Terganggu

    Sampah antariksa yang bertambah setiap tahun juga menurutnya menjadi salah satu ancaman. Berdasarkan data Badan Antariksa Eropa (ESA), ada sekitar 26.000 puing besar berukuran lebih dari 10 cm di antariksa, sedangkan 1,2 juta objek sampah lainnya berukuran lebih dari 1 cm, yang juga dapat menimbulkan kerusakan.

    Husin menjelaskan, ribuan serpihan logam dan puing satelit di orbit dapat menabrak wahana antariksa aktif. Alhasil, tabrakan ini mengganggu sistem navigasi global.

    Radiasi Kosmik

    Ledakan bintang supernova atau fenomena galaksi jauh bisa memicu radiasi kosmik dengan energi tinggi. Kendati jauh, Husin mengatakan, partikel berenergi sangat tinggi dari ledakan atau fenomena tersebut tetap menimbulkan bahaya bagi astronaut dan satelit di luar orbit rendah.

    Pengampu mata kuliah teori relativitas tersebut menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah astronom, bintang Betelgeuse di konstelasi Orion menunjukkan tanda-tanda akan meledak.

    Dikutip dari laman Science NASA, bintang super raksasa merah-oranye ini adalah bintang terbesar di alam semesta. ‘Letusan’ Betelgeuse pada 2019 memuntahkan massa ke angkasa luar dengan bobot beberapa kali lipat Bulan.

    Pada musim gugur 2019 tersebut, cahaya Betelgeuse sempat tiba-tiba meredup drastis sekitar 60 persen, kendati cerah lagi pada April 2020. Momen peredupan itu diduga astronom sebagai fase pra-supernova atau sebelum meledak.

    Pentingnya Riset Pertahanan Planet

    Dari ancaman di atas, ia menegaskan potensi ancaman dari langit dalam waktu dekat dapat berupa tumbukan asteroid berukuran sedang, badai Matahari ekstrem, serta paparan radiasi kosmik.

    Husin menilai, kemajuan teknologi pemantauan dan kolaborasi internasional saat ini mampu mendeteksi risiko lebih dini. Selaras dengan peningkatan kesadaran global terhadap ancaman luar angkasa tersebut, ia mengajak masyarakat ilmiah dan pemerintah untuk memperkuat riset pertahanan planet.

    “Perlindungan Bumi bukan hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga dari luar. Menjaga rumah kita berarti memahami dan mengantisipasi ancaman dari semesta,” ucapnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Bulan dan Langit Cerah yang Diajarkan Rasulullah



    Jakarta

    Ada sejumlah bacaan doa yang bisa dipanjatkan ketika melihat bulan dan langit cerah. Bulan adalah benda langit ciptaan Allah SWT yang menjadi satelit bumi. Dalam Islam, keberadaan bulan menjadi acuan sistem penanggalan kalender hijriah.

    Keberadaan bulan dan benda langit lainnya turut menunjukkan bukti kebesaran Allah SWT, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya melalui Al-Qur’an surat Fussilat ayat 37:

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS Fussilat: 37).

    Bentuk dan siklus pergerakan bulan yang mengitari bumi sering kali dapat terlihat dengan jelas oleh mata manusia. Maka dari itu, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa saat melihat bulan dan langit cerah sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.

    Bacaan Doa ketika Melihat Bulan

    Berikut ini sejumlah bacaan doa ketika melihat bulan yang diajarkan Rasulullah SAW, dirangkum dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi dan Pendidikan Rohani oleh Ali Abdul Halim Mahmud.

    1. Doa Melihat Bulan Sabit

    اللهُ أَكْبَرُ، اللهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

    Latin: Allahu akbar, allahumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni, wassalâmati wal islâmi, wattaufiqi limâ tuhibbu wa tardha, rabbunâ warabbukallah.

    “Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan awal bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhoi. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (H.R. At-Tirmidzi)

    2. Doa Melihat Bulan Purnama

    اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

    Latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk.”

    Bacaan Doa ketika Melihat Langit Cerah

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam hadits yang dinukil dari kitab Shahih Bukhari Muslim menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit cerah.

    Bacaan doa ketika melihat langit yang cerah ini merupakan kutipan dari Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 191 yang bunyinya:

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-latin: Rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 191).

    Dalam bacaan lengkap surat Ali Imran tersebut sebenarnya berisi tentang perintah Allah SWT kepada umat manusia untuk senantiasa mengingatnya dan memikirkan penciptaan langit dan bumi. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191).

    Itulah bacaan doa melihat bulan dan langit cerah yang diajarkan Rasulullah SAW. Saat melihat keindahan langit, umat Islam dapat mengamalkan doa tersebut seraya memikirkan penciptaannya untuk mensyukuri kebesaran Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Langit Cerah dan Bulan Purnama: Arab, Latin, Arti



    Yogyakarta

    Alam semesta ini begitu indah dan penuh misteri, memberikan kita momen-momen berharga yang sering kali terlewatkan begitu saja. Salah satu momen indah itu adalah saat langit cerah dan bulan purnama bersinar dengan gemilangnya di langit malam.

    Tidak hanya sebagai pemandangan alam yang menakjubkan, momen ini juga bisa menjadi panggilan untuk merenung dan berdoa.

    Melihat keindahan langit dapat membuat rasa kagum dan bersyukur kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191,


    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ . الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”

    Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 5,

    هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٥

    Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui.”

    Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT mengajak umatnya untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Allah SWT juga mengingatkan umatnya untuk selalu berdzikir dan memohon perlindungan dari siksa neraka.

    Doa Melihat Langit Cerah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW mengajarkan umat muslim untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Doa ini merupakan kutipan dari bagian ayat di atas.

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbanaa maa khalaqta haazaa baatilaa, sub-haanaka fa qinaa ‘azaaban-naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksaan api neraka.”

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat bulan purnama,

    اللهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامِ وَالإِسْلامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ الله

    Bacaan latin: “Allaahummaa ahlilhu ‘alainaa bilyamni wal imaani was salaami wal islaami rabbii wa rabbukallahu.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah setiap permulaan bulan bagi kami dengan kebaikan, keimanan, perdamaian, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

    Marilah sebagai umat muslim membiasakan diri untuk membaca doa ketika melihat langit cerah ataupun bulan purnama, sebagai salah satu cara untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Bulan Purnama Supermoon, Bisa Dibaca Malam Ini



    Jakarta

    Doa ketika melihat bulan purnama dapat dibaca ketika menyaksikan langit cerah berhiaskan supermoon. Fenomena alam supermoon terakhir di tahun 2023 ini akan terjadi pada Jumat (29/9/2023).

    Bulan purnama cerah sempurna ini dikenal dengan nama Harvest Moon. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam ini dengan jelas, bahkan meskipun tanpa menggunakan alat bantu seperti teropong.

    Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya untuk bersyukur dan memuji kebesaran Allah SWT saat melihat ciptaan-Nya, termasuk ketika menyaksikan bulan purnama dan langit cerah. Bentuk syukur bisa diungkapkan dengan cara berdoa.


    Alam semesta, termasuk Bumi, matahari dan bulan adalah ciptaan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 5, Allah SWT berfirman,

    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Artinya: Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca ketika melihat langit cerah dan bulan purnama.

    Doa melihat bulan purnama supermoon

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam hadits yang dinukil dari kitab Shahih Bukhari Muslim menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit cerah.

    اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

    Latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk.”

    Dzikir melihat bulan purnama supermoon

    Umat Islam dianjurkan juga untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebagai berikut:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

    Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

    Artinya: Mahasuci bagi Allah dan segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

    Dengan membaca doa tersebut diyakini mampu membawa keberkahan.

    Dalam surat Ali Imran termaktub perintah Allah SWT kepada umat manusia untuk senantiasa mengingatnya dan memikirkan penciptaan langit dan bumi. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191).

    Doa ini dapat dipanjatkan sebagai bentuk pujian dan syukur karena diberi nikmat untuk menyaksikan fenomena alam yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT. Hendaknya hal ini menjadi pengingat agar senantiasa menjaga keimanan serta ketaqwaan.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com