Tag: Bull Run

  • Pasar Kripto Naik Setelah Pengumuman The Fed, Kenapa Tidak Bull Run?

    Pergerakan aset kripto pada Kamis (4/5) meroket akibat adanya pengumuman The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Sebelumnya pada bulan April, Fed menurunkan suku bunga dari 6 persen menjadi 5 persen. Kenaikan suku bunga FED ini anggap sebagai berita baik, Bitcoin serta aset kripto lain meroket hingga lebih dari 3 persen dalam waktu 12 jam. Namun setelah 24 jam pengumuman ini BTC kembali bergerak ke arah penurunan. Hal ini didukung juga dengan adanya penyerangan Rusia oleh Ukraina dengan drone sehingga market kripto langsung jatuh sebesar 2 persen.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan berita yang tidak stabil ini membuat pasar keuangan terutama aset kripto mengalami roller coaster harga. Para trader masih mempertanyakan apakah pergerakan bullish ini masih bisa dipertahankan atau tidak akibat adanya berita FUD yang mulai bermunculan selama dua minggu terakhir. Keraguan ini juga menjadi efek domino ke pasar kripto yang membuat ketika breakout harga, maka trader melakukan exit investment dan harga kembali masuk ke base sideways atau bisa disebut fake breakout. 

    Sentimen Negatif

    Selain hubungan memanas Rusia-Ukraina, sentimen negatif yang menahan bull run pasar kripto adalah kebijakan Presiden AS, Joe Biden yang berencana untuk menaikan pajak sebesar 30 persen untuk penambang Bitcoin di negaranya. Pajak ini kemungkinan akan dibebankan pada biaya listrik yang digunakan oleh miner. Sebab pemerintah juga kesulitan untuk memberikan pajak hasil pendapatan bitcoin karena disimpan di dalam wallet milik miner.

    “Setelah adanya isu pemotongan pajak listrik untuk miner membuat harga pasar kripto mengalami penurunan karena miners banyak yang mematikan mesin mereka dan membuat jaringan Bitcoin tersendat beberapa waktu,” jelas Fyqieh.

    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

    Baca juga: Token SUI: Sensasi Kripto Terbaru dan Kontroversinya

    Indikator ekonomi AS memicu ketakutan resesi, membebani Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas. Indikator ekonomi mengirimkan sinyal bearish, mengirim BTC ke arah sebaliknya. Klaim pengangguran awal meningkat dari 229 ribu menjadi 242 ribu, dengan produktivitas nonpertanian turun 2,7 persen di Q1. Sementara pertumbuhan upah akan mempengaruhi sentimen terhadap prospek kebijakan moneter The Fed, angka nonfarm payroll yang lemah akan memicu kekhawatiran resesi dan berdampak ke pasar kripto.

    Setelah adanya pengumuman The Fed, total marketcap aset kripto mengalami peningkatan sebesar 3 persen dengan total pertambahan US$ 35 miliar dalam waktu 12 jam saja. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi AS dan perbankan mengalami pelemahan dan banyak investor mulai mengalihkan dana mereka ke aset kripto. Tentu ini menjadi kabar baik bagi seluruh investor aset kripto terutama Bitcoin. 

    Ketika Ketua The Fed, Jerome Powel menyebutkan bahwa keadaan perbankan di AS “sehat” saat FOMC kemarin, namun beberapa jam setelahnya saham bank regional, yaitu PacWest BanCorp turun sebesar -56 persen. Kemungkinan adanya perbankan yang bangkrut selanjutnya adalah bank PacWest. Dengan keruntuhan perbankan ini bisa menjadi berita baik untuk pasar aset kripto ke depannya. Namun secara resmi Pacwest belum dinyatakan bangkrut. 

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Sentimen tentang aset kripto mengalami penurunan dibanding dengan minggu lalu dan hari lalu. Kemarin sentimen Bitcoin berada pada poin 64 yang artinya bullish dan baik. Namun hari ini mengalami penurunan mengikuti sentimen makroekonomi yang tidak baik. hal ini didukung juga dengan penurunan harga Bitcoin yang membuat sentimen semakin buruk. Di prediksi ke depannya sentimen akan baik, namun jika sentimen Fear and Greed Index dibawah 50 persen, maka perlu mempersiapkan adanya koreksi.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, ADA, JASMY

    Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

    BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, secara pergerakan harga, Bitcoin memulai adanya tren bearish. hal ini dibuktikan dengan adanya kekuatan untuk menembus resisten semakin lemah. Walaupun didukung dengan berita-berita baik, namun nyatanya BTC masih belum bisa menembus US$ 30.000 setelah empat kali percobaan. Pada dasarnya jika resisten sering dites, namun tidak tertembus maka akan semakin melemah. Sesuai dengan chart, Bitcoin sedang berada di bawah garis resistennya dan kemungkinan akan terpantul ke bawah, namun ada support di harga US$ 28.700 yang menahan harga BTC. 

    “Jika Bitcoin kembali menyentuh US$ 29.500 dan mampu menembus US$ 30.000, kemudian bertahan maka kemungkinan BTC akan melanjutkan bullish. Namun perlu catatan juga bisa saja whales atau institusi sedang mencari likuiditas dengan cara membuat fake breakout,” terang Fyqieh. 

    Apabila benar terjadi penurunan untuk Bitcoin maka target selanjutnya di harga US$ 25.000. hal ini dimunculkan narasi China banned Bitcoin yang merupakan narasi lama, namun bisa dijadikan pertanda adanya bearish untuk aset kripto. Bitcoin memerlukan 1x crash lagi sebelum halving. ini biasa terjadi di setiap sebelum halving. Crash ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk dan investasi di Bitcoin.

    Cardano (ADA) Potensi Koreksi

    ADA/USD BINANCE by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

    Cardano memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan setelah relinya pada kuartal pertama. Potensi penurunan Cardano sebesar 16 persen di harga setelah break down. Untuk target penurunannya berada pada US$ 0,332. Walaupun Cardano memiliki TVL jumbo sebesar US$ 151 juta atau senilai Rp 2,2 triliun. namun tren TVL juga mengalami penurunan.

    Total Value Lock di Cardano mengalami peningkatan yang sangat tinggi bahkan ter-cover 30 persen dari TVL pada harga tahun lalunya di bulan Januari 2022 dengan harga US$ 1,5, namun harga Cardano tidak meningkat secara signifikan. Ada efek bearish namun total Cardano yang di-lock mengalami peningkatan luar biasa dengan total sebesar 385 juta ADA dibanding tahun lalu sebesar 78 juta Cardano setelah smart contract untuk support pembuatan DeFi di blockchain Cardano berjalan. Ini artinya bahwa banyak investor yang percaya dan hold Cardano untuk jangka panjang

    Jasmy Coin (Jasmy) Potensi Naik

    Jasmy/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan aset kripto jasmy memiliki potensi kenaikan setelah terkonfirmasi terbentuk handle and cup. Pola ini memiliki potensi untuk bullish dengan ditandainya telah breakout dari garis resistennya di harga US$ 0,0068 dan bergerak menuju US$ 0,0084 dengan potensi keuntungan sebesar 22 persen. Jika Jasmy kembali ke harga support-nya di area US$ 0,0066, maka kemungkinan jasmy akan mengalami lanjutan koreksi. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason dan Sentimen Makroekonomi Positif

    Pergerakan pasar kripto jelang akhir pekan terpantau bull run. Dorongan dari sentimen makroekonomi yang positif membuat Bitcoin akhirnya tembus level resisten terdekatnya di harga US$ 30.500 atau Rp 446 juta. 

    Bull run kripto kali ini menarik karena dominasi Bitcoin mulai menurun, beragam altcoin, seperti Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) memimpin kenaikan. Hal ini membuat pasar kripto menjadi altseason. BTC naik hanya 2%, tapi sejumlah altcoin, seperti ETH bahkan meroket 11%. Altseason ditandai oleh investor memindahkan modal dari BTC ke aset lain demi mencari cuan lebih besar. Jumlah altcoin yang melampaui performa BTC menjadi pertanda reli dapat terjadi bagi kedua aset tersebut.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan sentimen positif pekan ini datang dari data makroekonomi terbaru. Inflasi grosir AS dan angka klaim pengangguran menarik banyak minat. Inflasi AS mengalami penurunan yang sebelumnya sebesar 6% menjadi 5%. Indeks harga produsen AS turun 0,5% di bulan Maret. Dorongan utama bullish adalah kenaikan klaim pengangguran awal AS yang lebih besar dari perkiraan. Klaim meningkat dari 228k menjadi 239k versus perkiraan 232k.

    Crypto Heat charts by Coin360.

    Baca juga: FTT Token Kripto Asli FTX Kembali Meroket, Apa Penyebabnya?

    Mempertimbangkan Laporan CPI AS, angka tersebut mendukung ekspektasi investor terhadap The Fed yang mendekati puncaknya dalam siklus pengetatan kebijakan moneter. Investor percaya bahwa The Fed akan segera mengerem kenaikan suku bunganya.

    Di samping itu, kabar dari industri yang positif adalah bursa kripto FTX yang dikabarkan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. “Setelah pengumuman ini, token FTT mengalami kenaikan secara drastis sebesar 122% dalam waktu 4 jam setelah pengumuman diluncurkan. Tentu saja ini akan menjadi angin segar bagi pengguna platform FTX maupun pemegang token FTT,” jelas Fyqieh.

    Total kapitalisasi pasar kripto saat bull run berdasarkan CoinMarketCap sebesar US$ 1,2 triliun. Total marketcap mengalami kenaikan yang di mana pada awal pekan hari Senin (10/4) sebesar US$ 1,19 triliun, terjadi kenaikan sebesar US$ 70 miliar dalam waktu beberapa hari. Ini artinya banyak para investor yang mulai akumulasi sekaligus masuk ke dalam pasar aset kripto untuk mempersiapkan halving bitcoin.

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Sentimen terkait dengan Bitcoin pada minggu ini masih stabil pada area Greed. Ini pertanda bagus karena BTC mengalami kenaikan, namun tidak over FOMO. Kenaikan wajar ini juga didukung banyak sentimen seperti CPI data yang dibawah ekspektasi analis.

    Berikut Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB

    1. Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

    BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Secara pergerakan Timeframe Weekly charts, BTC kemungkinan akan terjadi bearish di akhir kuartal. Hal ini disebabkan adanya garis resisten yang kuat di area harga US$ 32.000 dan US$ 35.000. Secara teknikal Bitcoin membentuk Bearish Rising wedge pada time frame weekly. 

    BTC/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy -TradingView.com.

    Namun, harga US$ 30.000 merupakan level psikologis sekaligus salah satu resisten area yang cukup kuat untuk saat ini. BTC masih dalam konsolidasi harga di harga US$ 29.800-US$ 30.400. Untuk saat ini belum ada pergerakan harga yang menunjukan breakout. Namun apabila BTC mengalami penurunan di bawah harga US$ 29.700 maka kemungkinan akan terjadi pembalikan harga mencapai US$ 28.000. 

    Jika harga menembus dan close candlestick time frame 4 jam di atas harga US$ 30.569, maka kemungkinan akan mengalami kenaikan lanjutan hingga mencapai harga US$ 31.150 dalam waktu dekat. Namun secara time frame besar BTC membentuk rising wedge hampir sempurna. Hal ini didukung juga dengan adanya BTC yang di-short oleh para trader secara dominan, sehingga ekspetasi trader dalam waktu dekat ini akan berekspektasi Bitcoin akan koreksi.

    2. Ethereum (ETH), Awas Bull Trap

    ETH/USD Coinbase by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Kenal Kripto Arbitrum (ARB) & SPACE ID (ID) yang Listing di Tokocrypto

    Setelah suksesnya upgrade hardfork Shapella, ETH mengalami apresiasi harga menembus harga resisten yang sangat diperhatikan oleh trader di harga US$ 2.000. Tentu ini menjadi pertanda baik, namun ada hal yang perlu diperhatikan. Ada total 15% supply ETH yang akan terbuka setelah hardfork ini. Maka menjadi tekanan penjualan yang tinggi namun harga mengarah sebaliknya.

    Pergerakan bull run ETH belakangan ini mencurigakan, sebab bisa saja para whales menaikan harga untuk menembus area resistennya untuk mencari likuiditas. Fungsi likuiditas di sini untuk keluar dari pasar dengan lebih mudah. Ketika resistennya tertembus, maka akan ada banyak order limit buy yang terpasang di area breakout.

    Biasanya pada area ini akan terjadi konsolidasi harga dan cenderung harga dipertahankan di atas harga resistennya. Ketika selesai konsolidasi, maka harga akan lanjut dinaikan ke area resiten selanjutnya dan mereka mulai melepas ETH perlahan lahan. Ini merupakan salah satu cara whales untuk keluar dari pasar dan menciptakan bull trap.

    Lebih baik untuk saat ini ETH wait and see dan tidak disarankan untuk melakukan leverage trading.

    3. Binance Coin (BNB) Menuju Level Psikologis

    BNB mengalami kenaikan yang sangat tinggi disebabkan naiknya marketcap kripto serta adopsi penggunaan BNB untuk keperluan decentralize finance, gas fee, staking dan launchpad. Launchpad ini juga diumumkan oleh Binance di akun Twitter-nya dan web resmi milik Binance yang membuat harga BNB mengalami kenaikan yang signifikan dan adanya potensi yang terus menguat hingga launchpad berakhir.

    BNB/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan BNB mengalami kecenderungan penurunan diakibatkan efek setelah launchpad di binance bulan lalu dengan proyek nya yaitu spaceID. Pergerakan ini juga terpengaruh pergerakan BTC yang mengalami penguatan. Secara teknikal, BNB akan bergerak ke arah resistennya dalam waktu beberapa minggu ke depan, dengan target harga psikologis sebesar US$ 350. Pergerakan ini tentu saja bisa terjadi dalam waktu singkat apabila binance kembali meluncurkan proyek launchpad-nya. 

    Jika harga BNB mengalami penurunan, maka harga support terdekatnya US$ 315. saat ini harga BNB berada pada US$ 325, yang artinya potensi untuk menuju resisten membutuhkan kenaikan sebesar 7% dan untuk menuju area support sebesar 3%

    Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan pada saat pasar kripto bull run. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Terus Merana Tak Kunjung Bull Run

    Menjelang akhir pekan ke-3 Agustus 2022, market aset kripto terus tertunduk lesu. Pergerakan harga 10 kripto berkapitalisasi besar atau big cap secara keseluruhan semuanya kompak nyaman di zona merah sepanjang pekan ini.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (19/8) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin bertengger di zona merah dengan harga US$ 22.767 atau turun 2,95% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih lebih baik meski sama-sama anjlok di 1,72% ke US$ 1.818. Kripto lainya, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) anjlok lebih dari 4%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto masih belum bisa bangkit dari keterpurukan. Saat ini, banyak investor yang terlihat sangsi melakukan akumulasi kripto lantaran sentimen makroekonomi sedang tidak baik-baik saja.

    Salah satu faktor yang menghambatnya adalah The Fed menerbitkan risalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) Juli pada Kamis (18/8) lalu, yang menegaskan bahwa mereka akan terus mengetatkan kebijakan suku bunga acuannya hingga inflasi benar-benar terkendali.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

    “Risalah itu membuat investor bingung dengan sikap The Fed. Padahal sebelumnya, mereka memberi sinyal ada kemungkinan melonggarkan kebijakan moneternya selepas September mendatang. Kalau tidak benar terjadi dan ada pengetatan kebijakan moneter ditakutkan menghambat likuiditas di pasar aset berisiko, termasuk kripto,” kata Afid.

    Di sisi lain, kabar mengenai tingkat Inggris yang mencapai 10,1% pada Juli 2022 juga sedikit banyak menekan laju market kripto. Perlu diketahui angka inflasi di Inggris itu merupakan Tertinggi dalam 40 Tahun terakhir.

    Adanya penguatan nilai indeks Dolar AS juga menekan performa aset kripto. Nilai indeks Dolar AS pada Jumat (19/8) pagi, sempat menyentuh level 107,6 alias meningkat dari periode sama sehari sebelumnya 106,5. 

    “Investor yang memegang kripto sebagian besar menjualnya asetnya karena  berisiko, seperti saham, jadi mereka lebih memilih untuk memegang dolar AS terlebih nilainya sedang menguat,” ujar Afid.

    analisa teknikal
    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

    Baca juga: Promosi Indonesia Via Metaverse, Kemenparekraf Bangun WonderVerse

    Analisa Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Pergerakan Bitcoin kembali berada di bawah day-20 exponential moving average (EMA) dan ada kemungkinan meneruskan laju penurunannya. Level support BTC terdekat kini berada pada harga US$ 22.370, jika titik tersebut tertembus bisa menarik harga ke level US$ 20.701. Sementara, target rebounce BTC berada di level resistance pada level US$ 23.362.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga menunjukkan tren penurunan dalam lima hari terakhir. Meski demikian, sejak 19 Juni lalu, nilai ETH sudah naik 109% dari US$ 880,93 ke $1.818. Kenaikan ini diduga merupakan respons dari antisipasi pasar terhadap The Merge, yaitu transisi jaringan Ethereum ke proof-of-stake dari proof-of-work.

    “Tapi saat ini ETH sedang menguji pertahanan harganya di level support US$ 1.783, apabila terjadi breakdown, kemungkinan ETH turun lebih dalam capai level US$ 1.663. Resistance ETH ada di level US$ 1.915,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Kian Meroket, Apakah Terus Bull Run?

    Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir melaju tinggi drastis. Banyak analis yang tidak memprediksi kenaikan harga kripto di tengah situasi The Fed yang menaikkan suku bunga acuan dan ekonomi AS yang masuk masa resesi.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berhasil merangsek ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya saja, Bitcoin naik nilai 3,16% dalam sehari terakhir dan mendarat di US$ 23.819, seperti terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (29/7) pukul 12.00 WIB.

    Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) terbang 4,5% dan nyaman di US$ 1.722 di waktu yang sama. Altcoin lain tak kalah ganas, nilai Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) melesat lebih dari 7% di waktu yang sama.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan tidak hanya market kripto saja yang menampilkan performa apik. Saham pun mengalami kenaikan tertinggi beberapa hari terakhir. Ini dikarenakan market melihat pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan selepas September mendatang.

    “Investor percaya bahwa The Fed akan memegang janjinya setelah melihat pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang masih buruk -0,9% pada kuartal II 2022. Mereka yakin, The Fed tidak akan lagi mengerek bunganya dengan agresif demi mencegah ekonomi AS dari jurang resesi yang semakin dalam,” kata Afid.

    Afid melihat meski ekonomi AS tampaknya menuju resesi, tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana kinerja market kripto dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, kali ini terjadi anomali pergerakan market kripto. Biasanya market akan tertekan, ketika ada pengumuman penting seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kinerja buruk ekonomi AS.

    “Selera investor tampak meningkat setelah kabar buruk soal makroekonomi yang telah banyak diprediksi sebelumnya oleh para analis. Namun, kripto perlu menanti lebih lama lagi untuk mengalami bull run. Dengan kata lain, tunggulah kebijakan suku bunga rendah berikutnya, jikalau memang resesi terjadi atau ketika kelak inflasi di AS sesuai sasaran The Fed, yakni 2 persen,” ungkapnya.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari sisi analisis teknikal, investor sepertinya sedang rajin membawa harga Bitcoin menembus level US$ 24.000. Pasalnya, jika harga BTC menembus level tersebut, maka ada kemungkinan akan terus melaju setidaknya hingga titik US$ 25.254.

    Terlebih, sinyal-sinyal bullish juga terlihat di pasar derivatif Bitcoin. Data terakhir di pasar opsi BTC menunjukkan open interest investor di level US$ 25.000. Ini merupakan indikasi bahwa investor berharap harga BTC bisa menyentuh tingkatan tersebut atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

    Sementara itu, angin segar sedang berhembus pada jaringan Ethereum. Pasca pengumuman peuncuran Shadow Fork pada Selasa (26/7) nilai ETH terlihat kinclong dan juga mendongkrak nilai Ethereum Classic (ETH) sebesar 21,82% dalam sehari terakhir.

    analisa teknikal
    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Pergerakan harga ETH kembali naik ke titik resistensi dan mencoba untuk breakout. Target kenaikannya pada level US$ 1.739-US$ 1.916 dan berdasarkan grafik day-50 EMA pada harga US$ 1.461 masih menjadi support yang solid untuk ETH.

    Rencananya pembaruan di jaringan Goerli akan berlangsung pada 10 Agustus dan digadang akan menjadi uji coba terakhir Ethereum sebelum benar-benar meluncurkan The Merge di jaringan utamanya pada September mendatang. Hal ini akan menjadi pekan yang baik untuk Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?

    Arus keluar Bitcoin (BTC) secara besar-besaran selama 7 hari terakhir dari bursa kripto, memberikan sinyal bahwa mungkin mega bullish akan terjadi dalam waktu dekat, di tengah-tengah potensi tekanan lagi akibat menguatnya dolar AS karena kebijakan penaikan suku bungan acuan oleh The Fed.

    Bitcoin telah mengalami pertumbuhan harga dan adopsi yang eksplosif dalam 2 tahun terakhir. Baik investor institusional maupun ritel mengakui Bitcoin sebagai aset yang langka dan aman untuk dipegang. Namun, harga bitcoin telah mengalami tren turun selama 5 bulan terakhir. Apakah kita mengalami bearish berikutnya atau pembalikan ultra-bullish yang akan datang?

    Ada satu metrik Bitcoin penting yang menunjukkan bahwa ada potensi mega bullish dalam waktu dekat. Jumlah Bitcoin yang ada di bursa kripto bisa menjadi indikator yang baik tentang apa yang akan dilakukan trader terhadap kripto nomor satu ini.

    Biasanya, selama aksi jual pasar, jumlah Bitcoin di bursa bertambah, karena trader bersiap untuk menjual.

    Jika Anda tidak berencana untuk menjual dalam waktu dekat, hal yang logis adalah membawa BTC Anda ke dompet penyimpanan pribadi atau cold wallet. Ini terjadi pula pada bull run 2018 silam.

    Maka, melacak arus masuk dan keluar BTC dari dan ke bursa kripto, memberikan cukup sinyal tentang pergerakan harga di masa depan. Pelacakan secara mudah ini tentu saja berkat transparansi blockchain itu sendiri.

    Baca Juga: Mengenal Metaverse MetaHorse, Game Interaktif Berfitur NFT

    Berdasarkan data dari Santiment, pasokan Bitcoin di bursa berada pada level terendah sejak Desember 2018. Ini adalah tanggal penting karena menandai wilayah terbawah bear market 2018.

    Ketika itu, BTC diperdagangkan sekitar US$3.100 setelah mencapai puncaknya hampir US$20.000 pada Desember 2017.

    Faktanya, selama 6 bulan berikutnya harga BTC naik lebih dari tiga kali lipat. Dan tak berhenti di tisu, sejak Desember 2018 hingga hari ini, harga Bitcoin tumbuh lebih dari 1000 persen.

    Berdasarkan data dari IntoTheBlock, lebih dari 60.000 BTC keluar dari sejumlah bursa kripto dalam beberapa hari, dengan lebih dari 15.000 BTC mengalir keluar dari bursa pada hari Senin, terbesar sejak 29 Januari 2022.

    Inikah Sinyal Bull Buas Berikutnya?

    Secara historis, arus keluar Bitcoin dari bursa dalam jumlah besar dan berturut-turut adalah tanda awal bull run, karena trader cenderung tidak menjualnya menjadi dolar. Trader lebih berniat menahannya dalam waktu lama, dengan memindahkanya ke wallet pribadi berjenis cold wallet.

    Apakah posisi kita sekarang sama dengan posisi Desember 2018? Jawabannya ya dan tidak. Pasalnya dengan sejumlah alasan berikut ini. Untuk menjawab tidak adalah, ketika kita memahami bahwa likuiditas dolar tidak sebesar pada tahun 2020 silam, berkat kebijakan penaikan suku bunga acuan oleh The Fed beberapa pekan lalu.

    Ini ditafsirkan akan menekan arus beli ke aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, kecuali jika kebijakan The Fed itu justru memompa inflasi lebih tinggi lagi, akibat konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina.

    Seperti yang terjadi pada tahun 2018, tanpa tekanan jual, bull mungkin menang dan mendorong harga naik.

    Namun demikian, kita saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih baik daripada saat itu. Ini karena Bitcoin sangat matang selama beberapa tahun terakhir.

    Di satu sisi, infrastruktur yang dibangun di belakang BTC telah tumbuh secara eksponensial. Ada lebih banyak bursa dan perusahaan yang memudahkan investor ritel dan institusional untuk naik kereta Bitcoin. Di sisi lain, seluruh cara orang melihat kripto, secara umum, telah bergeser lebih positif.

    Negara pun lebih bisa permisif menerima kedatangan kelas aset baru ini, dipimpin oleh El Salvador yang menjadikannya sebagai alat pembayaran yang sah, bahkan sudah menerbitkan surat utang negara (bond) bernilai BTC.

    Senada dengan itu Presiden Biden, lewat instruksi presiden beberapa pekan lalu dipandang positif, karena lebih mengadopsi kripto ini di sisi bisnis dan inovasi, dengan pengawasan ketat tentu saja.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Aset Kripto HOT Coin dan Cara Kerjanya!

    Investasi oleh perusahaan konvensional di ranah kripto juga semakin tinggi saja. Lihatlah Microsoft dan Softbank yang melaburkan dana jutaan dolar masuk pasar NFT dan metaverse.

    Perusahaan ventura a16z juga tak henti-hentinya mengguyur pasar aset baru ini. Sejumlah perbankan, yang dulunya mencibir, kini malah berbalik arah. Lihatlah HSBC dan JPMorgan yang masuk ke metaverse untuk menunjukkan dukungan mereka.

    Fakta bahwa adopsi dan permintaan BTC terus meningkat dan pasokan likuid di bursa terus turun bisa jadi menunjukkan kelanjutan dari pasar bullish.

    Sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Antisipasi Kenaikan Bitcoin, Ajaib Kripto Berikan Bonus Transfer 1%


    Jakarta

    Platform jual-beli asset kripto, Ajaib Kripto menghadirkan program ‘Transfer Aset Kripto – Bonus Coin 1%’. Program tersebut sengaja dihadirkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan Harga Bitcoin (bull run).

    CEO Ajaib Kripto Adrian Sudirgo mengatakan Melalui program tersebut pengguna mendapatkan bonus 1% dalam bentuk Bitcoin untuk setiap pemindahan aset kripto ke platform Ajaib Kripto. Program ini berlaku untuk lebih dari 50 pilihan aset kripto populer, dengan periode terbatas dan kuota tanpa batas. Program ini hadir di tengah momentum pertumbuhan pesat Bitcoin di platform Ajaib Kripto dan prediksi pasar yang positif.

    Dalam setahun terakhir, Ajaib Kripto mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas Bitcoin, dengan jumlah pengguna yang membeli Bitcoin dan total nilai transaksi meningkat sekitar 7 kali lipat, dan jumlah Bitcoin yang dibeli meningkat 3,4 kali lipat.


    “Kami melihat adanya momentum positif di pasar Bitcoin dan ingin memberikan kesempatan kepada para pengguna untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka. Program bonus transfer 1% adalah salah satu cara kami untuk mendukung para pengguna dalam perjalanan investasi mereka. Selain itu, Ajaib Kripto menawarkan fitur-fitur unggulan yang akan sangat membantu pengguna dalam berinvestasi aset kripto,” kata Adrian dalam keterangan tertulis, Senin (2/9/2024).

    Dia mengatakan Ajaib Kripto juga tengah mengadakan program bagi-bagi Bitcoin senilai total 1 BTC atau senilai Rp 900 juta. Pengguna cukup memindai kode QR di instalasi berskala masif ‘Ingat Bitcoin, Ingat Ajaib Kripto’ di terowongan Sudirman. Untuk mengikuti program tersebut bisa dengan mengunggah selfie di depan instalasi ke media sosial dengan mention akun Ajaib Kripto dan tiga teman mereka untuk berkesempatan mendapatkan Bitcoin gratis.

    Baik program bagi-bagi Bitcoin maupun bonus transfer aset kripto akan berlangsung dalam periode terbatas. Pengguna dapat mengunjungi situs web Ajaib Kripto atau mengunduh aplikasi Ajaib Kripto untuk informasi lebih lanjut.

    “Keberhasilan platform ini didukung oleh rekam jejak luar biasa dari perusahaan induk, Ajaib. Hingga saat ini Ajaib telah berhasil menggalang dana lebih dari US$ 153 juta dari berbagai investor industri kripto global seperti Ribbit Capital, Y Combinator, dan DST Global – investor yang sama di balik raksasa industri seperti Coinbase, Fireblocks, dan OpenSea,” jelasnya.

    Pertumbuhan luar biasa ini bertepatan dengan pasar kripto Indonesia yang berkembang pesat. Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indonesia memiliki lebih dari 18 juta investor kripto, dan telah jadi pasar kripto terbesar ke-7 di seluruh dunia.

    Sementara itu, Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menilai ada Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya yakni US$ 73.750.

    “Dengan dukungan politik dan institusional yang semakin kuat, ditambah potensi penurunan suku bunga yang dapat melemahkan dolar AS, Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya di US$ 73.750 dan bahkan mencapai kisaran US$90.000 – US$100.000 hingga akhir tahun,” tutup Panji Yudha.

    (ncm/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Lagi Ngegas, Ahli Finansial Ingatkan Tetap Kelola Risiko


    Jakarta

    Kondisi pasar kripto pada November 2024 menunjukkan peningkatan optimisme. Tercatat, hingga 13 November 2024, Bitcoin menyentuh All Time High (ATH) baru, hampir menyentuh angka US$90,000. Didorong oleh kemenangan Donald Trump dan penurunan suku bunga The Fed, kapitalisasi pasar kripto mulai mendekati level ATH $3 triliun.

    Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan kenaikan Bitcoin dalam seminggu terakhir ini menunjukkan performa positif yang mendorong kapitalisasi pasar BTC.

    “Bitcoin tercatat telah naik 24% selama tujuh hari terakhir dan melesat hampir 100% secara Year to Date (YTD). Performa positif ini sekaligus mendorong kapitalisasi pasar BTC sempat mencapai $1,768 Triliun, sekaligus melampaui Meta (Ex-Facebook) dan Silver,” ujar Panji dalam keterangan tertulis, Kamis (14/11/2024).


    Di tengah euforia pasar saat ini, investor tetap harus mengelola risiko investasi dengan lebih bijak agar terhindar dari FOMO atau investasi yang mengikuti trend semata. Investor perlu mewaspadai adanya penurunan yang didorong aksi profit taking.

    “Di tengah euforia bull run, investor harus tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) yang bisa memicu koreksi harga. Meski tren positif sedang terjadi, pasar kripto cenderung volatil. Dengan strategi yang tepat, investor bisa menghindari kehilangan profit yang sudah diraih,” tambah Panji.

    Untuk itu, Panji memberikan beberapa strategi bijak investasi kripto di tengah bull run market. Berikut tiga strateginya.

    Cara Mudah Identifikasi Waktu untuk Beli dan Jual

    Beberapa indikator dapat memberi gambaran tentang kinerja suatu aset dan kondisi pasar secara keseluruhan. Hal ini tentunya bisa membantu memprediksi arah pergerakan pasar.

    Terdapat banyak indikator untuk kripto yang dapat digunakan, namun beberapa yang paling populer adalah melihat level Fear and Greed Index. Selain itu, bisa juga menggunakan indikator teknikal RSI (Relative Strength Index).

    Indikator ini dapat membantu untuk mengenali momen yang tepat untuk masuk dan keluar pasar. Dengan demikian, investor bisa menangkap awal tren bullish dan mengambil keputusan dengan lebih cermat.

    “Saat ini, Fear and Greed Index di level 84 zona extreme greed investor dapat mempertimbangkan take profit bertahap. Ketika indeks menunjukkan ekstrem, ini bisa menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati. Selain itu, indikator seperti RSI dapat membantu mengidentifikasi apakah aset dalam kondisi overbought atau oversold memberikan gambaran waktu yang tepat untuk jual atau akumulasi,” jelas Panji.

    Hindari FOMO (Fear of Missing Out)

    Euforia pasar bisa membuat investor fomo dan sering kali mendorong mereka untuk membeli aset saat harga sudah terlalu tinggi. Namun, ini bisa berisiko jika harga tiba-tiba terkoreksi. Jika indikator teknis seperti Fear and Greed Index berada di zona extreme greed, ini adalah sinyal untuk tetap tenang dan menghindari keputusan impulsif.

    “Jangan terburu-buru masuk pasar hanya karena tren sedang naik. Bersikaplah rasional dan fokus pada analisis daripada mengikuti emosi,” tutur Panji.

    Take Profit Secara Berkala

    Take profit secara berkala dengan memanfaatkan sell limit orders. Dengan begini, Anda bisa secara otomatis menjual kripto Anda ketika mencapai harga tertentu di pasar.

    “Melakukan take profit secara berkala memungkinkan investor untuk mengunci keuntungan secara bertahap,” kata Panji.

    “Ini juga membantu menghindari godaan untuk terus menahan posisi tanpa rencana jelas yang bisa merugikan jika pasar tiba-tiba berbalik arah dari bullish ke bearish,” tutup Panji.

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi.Ajaib Kripto membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasisecara real-time. Harap berinvestasisesuai keputusan pribadi.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pasar Kripto Bullish, Ahli Finansial Bagikan 4 Strategi agar Tak Terjebak


    Jakarta

    Pasar kripto saat ini tengah mengalami tren bullish yang membuat Investor dihadapkan pada pilihan untuk beli sekarang atau menunggu koreksi. Keputusan ini sangat penting, pasalnya pasar kripto memiliki volatilitas yang tinggi.

    Keputusan untuk membeli saat pasar kripto sedang bull run memungkinkan investor ikut menikmati kenaikan harga lebih lanjut. Hal ini tentunya juga didukung oleh berita dan sentimen positif yang sering kali mendorong harga aset kripto mengalami kenaikan lebih tinggi dalam jangka pendek.

    Namun, membuat keputusan yang tergesa-gesa karena takut kehilangan peluang (FOMO) dapat membuat investor membeli aset kripto di puncak harga (buying the top). Pembelian kripto di kondisi seperti ini sangat berisiko apabila pasar berbalik arah.


    Sedangkan, jika menunggu koreksi memungkinkan Anda untuk membeli aset dengan harga lebih rendah. Pembelian ini dapat meningkatkan potensi keuntungan di masa depan dan memiliki risiko yang lebih terkontrol.

    FInancial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan bahwa kondisi bullish faktanya memang menggoda. Akan tetapi, investor perlu lebih kritis agar tidak terjebak.

    “Kondisi bullish memang menggoda, tetapi penting bagi investor untuk tetap disiplin dan tidak terjebak euforia pasar. Investor perlu mempertimbangkan strategi yang matang untuk memaksimalkan potensi keuntungan tanpa mengabaikan manajemen risiko,” jelas Panji dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11/2024).

    Investor bisa kehilangan momentum jika tidak ada koreksi yang signifikan dan bull run terus berlanjut tanpa koreksi signifikan. Oleh karena itu, Panji memberikan beberapa strategi bijak agar tetap bisa memanfaatkan momentum bull run dengan risiko yang lebih terkendali.

    1. Dollar-Cost Averaging (DCA)

    Hal paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi secara bertahap dan dalam jumlah kecil secara rutin. Strategi ini bisa mengurangi risiko membeli di puncak dan memungkinkan Anda memanfaatkan fluktuasi pasar.

    “Strategi DCA memberikan fleksibilitas kepada investor untuk terus berinvestasi di berbagai kondisi pasar, baik saat harga naik maupun turun. Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu khawatir mencari momen terbaik untuk masuk pasar,” ujar Panji.

    2. Fokus pada Aset dengan Fundamental Kuat

    Selain itu, Anda juga bisa berinvestasi dengan berbagai aset untuk menghindari resiko yang muncul. Dengan berinvestasi pada jenis aset yang berbeda potensi keuntungan juga bisa lebih seimbang.

    “Aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana sering menjadi pilihan utama karena telah terbukti memiliki daya tahan dalam berbagai kondisi pasar. Memilih diversifikasi pada aset berfundamental kuat adalah langkah yang bijak untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan,” kata Panji.

    3. Tetapkan Target Jangka Panjang

    Fokuslah pada tujuan investasi jangka panjang Anda. Tren bullish biasanya merupakan bagian dari siklus yang lebih besar.

    “Jangan terlalu terpaku pada kenaikan harga jangka pendek. Tetap ingat bahwa aset kripto adalah investasi dengan potensi besar untuk jangka panjang,” lanjut Panji.

    4. Amati Indikator Teknis dan Fundamental

    Jangan lupa untuk gunakan analisis teknikal untuk mencari titik masuk yang lebih baik. Kombinasikan dengan faktor fundamental, seperti berita dan sentimen positif atau adopsi teknologi yang dapat memperkuat tren kenaikan.

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Kripto membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

    Saksikan juga video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

    [Gambas:Video 20detik]

    (akd/ega)



    Sumber : finance.detik.com