Tag: bullish

  • Bloomberg: Kapan Bitcoin Mencapai $100.000?

    Menurut indikator permintaan Bloomberg, Bitcoin bisa memakan waktu lima tahun atau lebih untuk mencapai level harga $ 100.000.

    Bitcoin (BTC) telah memiliki sejarah menambahkan nol pada harganya ketika Bitcoin pertama kali diperdagangkan pada $ 1.000, butuh 4 tahun untuk menambahkan nol lagi, untuk mencapai $ 10.000.

    Bloomberg memperkirakan agar Bitcoin menambahkan nol lagi, mencapai $ 100.000, itu akan terjadi sekitar tahun 2025, dengan mempertimbangkan pematangan alami. Laporan crypto terbaru Bloomberg berbunyi:

    “Sekitar empat tahun setelah awalnya mencapai $ 1.000, itu menambahkan nol. Mempertimbangkan pematangan normal, sekitar dua kali lipat kerangka waktu dari $ 1.000 menjadi $ 10.000 akan datang sekitar tahun 2025, agar Bitcoin berpotensi menambah nol lagi.”

    Grafik Bloomberg juga menunjukkan bahwa ukuran tahunan volatilitas 260 hari sedang menuju ke bawah, dengan sebagian besar permintaan dan langkah-langkah adopsi menunjukkan fakta bahwa Bitcoin akan tetap berada di jalur Bullish.

     

    Baca Juga: 30 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

    Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2020

    Indikator permintaan Bloomberg menunjukkan bahwa harga Bitcoin berada di jalur menuju Resistance Bitcoin di level $ 14.000.

    Dengan pasokan terbatas Bitcoin yang unik, pasokan crypto utama ini tidak dapat dipengaruhi oleh harga. Oleh karena itu, adopsi cryptocurrency terbesar di dunia adalah metrik penilaian utama untuk Bitcoin. Pasokan Bitcoin juga menurun berdasarkan persentase tahunan, yang juga dapat meningkatkan harga dan permintaannya.

    Selain itu, Bloomberg menekankan lagi bahwa Bitcoin semakin menjadi seperti emas, karena korelasi Bitcoin-ke-emas telah mencapai titik tertinggi baru sejak 2010.

    Karena permintaan untuk Bitcoin akan meningkat, seperti emas versi digital, Tether dapat melampaui Ethereum dalam hal kapitalisasi pasar.

    Baca Juga: Cara Mengamankan Akun Bitcoin Anda di Platform Exchange

    Dan dalam laporan Bloomberg juga dinyatakan, karena adopsi stablecoin meningkat, mata uang digital bank sentral (CBDC) akan terjadi. Laporan itu menambahkan:

    “Perlu sesuatu yang signifikan untuk menghentikan peningkatan adopsi Tether, stablecoin teratas, yang berada dalam kecepatan untuk menyamai kapitalisasi Ethereum dalam waktu kurang dari setahun, berdasarkan trend regresi sejak awal 2019.”

    Kebutuhan akan BTC adalah katalis utama menurut pandangan Bloomberg, sehingga tingkat adopsi yang mulai terus bertumbuh bisa menjadi sinyal positif untuk potensi harga jangka menengah dan panjang bagi sang crypto utama ini.

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koin DeFi Teratas Merosot, Meski Bitcoin Melaju ke $12.000

    Beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang sulit bagi pasar DeFi. Pasalnya, meski kinerja Bitcoin (BTC) relatif kuat dalam beberapa waktu terakhir, koin-koin teratas dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) sepertinya sulit untuk melaju naik.

    Padahal, dalam tiga hari terakhir BTC bahkan sudah naik lebih dari 5% dari kisaran $11.300 ke nilai tertinggi baru-baru ini di $12.000. Peristiwa ini juga dirasa cukup unik, lantaran altcoin tidak ikut ke dalam aksi harga BTC yang kuat ini untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Analis memperkirakan, hal ini disebabkan terjadi pergeseran terhadap cara investor kripto mengalokasikan modal mereka ke pasaran.

    Baca Juga: 5 Tahun dari Sekarang, Bitcoin Diprediksi $1 juta/BTC

    Koin DeFi Turun Saat Bitcoin Naik

    Saat penulisan artikel, koin DeFi sedang mengalami tren turun meskipun Bitcoin melonjak naik dan berkonsolidasi untuk melaju ke angka $12.000 lebih.

    Sayangnya, bulls tersebut sepertinya hanya untuk BTC dan tidak pada altcoin DeFi lainnya. Menurut data dari Coinmarketcap, pasar DeFi sudah turun sebanyak 28,16% dalam sehari terakhir.

    Kinerja ini dirasa yang terburuk dalam beberapa bulan terkahir setelah kemunculan platform DeFi di dunia crypto.

    Fundamental DeFi Kuat

    Meski banyak yang khawatir akan keberlangsungan koin-koin DeFi ini, banyak dari para analis yang tetap percaya akan dasar dari ruang DeFi ini. Tentunya, beberapa peristiwa seperti pengguna aktif MetaMask yang terus bertambah dan peningkatan tren on-chainpengguna DeFi.

    Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri pun banyak pengiat DeFi yang terus melakukan inovasi. Misalnya saja baru-baru ini kerjasama antara Indodax dan Tokenomy mengeluarkan platform DeFi open source bernama Tadpole Finance beserta koinnya TAD.

    Baca juga: Tadpole Finance, DeFi dari Indonesia Ciptaan Indodax dan Tokenomy

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin akan Capai $ 400.000 Dalam Siklus Bulls Berikutnya Jika Sejarah Berulang

    Banyak spekulasi sudah beredar mengenai level tertinggi baru sepanjang masa yang mungkin akan dicapai Bitcoin (BTC) disepanjang siklus Bullish barunya.

    Ya, tidaklah aneh jika memang spekulasi semacam ini telah selalu ada untuk menggambarkan betapa antusias kepercayaan komunitas terhadap crypto utama.

    Menurut pakar industri populer yang menggunakan akun Twitter Tytan Inc., Bitcoin tengah bersiap untuk mencatat keuntungan serupa seperti yang terjadi pada 2016-2017.

    Baca Juga: Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

    Pada grafik pertama yang dia bagikan, dia menguraikan bahwa harga telah melalui pola yang sama dan berada di ambang breakout.

    Dia juga menunjukkan persentase kenaikan BTC secara keseluruhan sejak peristiwa tersebut berlangsung hingga level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di sekitar $ 20.000 dari Desember 2017. Saat itu, harga melonjak total 3.415%.

    Mengingat bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar $ 11.300, kenaikan serupa berarti harganya akan mencapai $ 400.000. Ini juga akan membuat total kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar $ 7,3 triliun.

    Ia juga menguraikan bahwa Bitcoin keluar dari Bullish Pennant sekitar September 2016, dan itu hanya akan mengarah ke potensi Bullish terbaru!

    Menurut ahli, ketika pola ini ditembus pada tahun 2016, butuh waktu sekitar satu tahun dan tiga bulan untuk harga naik hignga 3.415%.

    Jika sejarah berulang, Bitcoin akan mencapai harga $ 400.000 pada akhir 2021 atau pada awal 2022.

    Ini bukan pertama kalinya seseorang menjadi begitu Bullish di BTC. Sebelumnya, analis terkemuka lainnya yang condong ke Bulls mengatakan bahwa cryptocurrency ini mungkin akan terbang tinggi ke level $ 430.000 pada akhir 2021.

    Apakah Mungkin Ini Terjadi?

    Menurut tim Cryptoharian, harga BTC tidak mungkin ke $400.000-an. Paling tinggi di $20.000-an, atau paling realistis di $14.000-$15.000. Dan, ini-pun harus melihat apakah BTC bisa menjadikan $12.000 support kuat (saat ini masih key resistance).

    Dan yang perlu dicatat ialah, ini mendasarkan penilaiannya pada sejarah grafik, dengan mempertimbangkan kinerja BTC pada 2013 dan pertengahan 2016, dimana sikap global dan adopsi massal kemungkinan akan menjadi peran utama untuk skema Bullish ini yang tentu patut dijadikan bahan pertimbangan investasi. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Bank Sentral Menginginkan CBDC Karena Mereka Takut pada Bitcoin

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

    Selama penurunan harga beberapa hari ini, setidaknya ada 68 “paus” Ethereum baru yang masuk ke dalam jaringan.

    Menurut pengguna Twitter Crypto Ali Martinez, data dari situs analitik Santiment menunjukan jumlah investor yang memegang Ether (ETH) dengan jumlah antara 1.000-10.000 Ether bertambah sebanyak 68 investor sejak 31 Agustus 2020 lalu. Hal ini terjadi bertepatan dengan penurunan harga ETH lebih dari 30% ke level terendah di $316,77, menurut data dari Coinmarketcap.

    Pasar DeFi yang saat ini sedang berkembang pesat mendorong peningkatan permintaan untuk ETH semenjak bulan Juni lalu. Di sisi lain, hal ini juga membuat kenaikan biaya gas hingga mencapai ke tertingginya di 485 Gwei pada 1 September lalu.

    Baca Juga: Laporan: Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020

    Saat ini, harga tersebut kembali menurun dan berada di kisaran 98 Gwei per transaksi menyusul penurunan harga mata uang crypto saat ini. Ditambah, proyek SUSHI yang anjol hingga 88% dalam 5 hari terakhir.

    Selain itu, ETH tetap menjadi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai hingga mencapai $39,7 miliar, disusul dengan Tether (USDT) yang menempati posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $14,17 miliar.

    Baca Juga: Apa sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polkadot (DOT) Melonjak Ke 10 Besar Cryptocurrency, Kok Bisa?

    Meskipun di industri cryptocurrency hal ini tidak pernah terjadi, namun cara ini ternyata efektif membuat total pasokan DOT yang semula hanya 10 juta token kini menjadi 1 miliar di Genesis. Redenominasi ini tidak mengubah nilai total kepemilikan investor, hanya membuat jumlah token meningkat.

    Cara ini menimbulkan kesan DOT menjadi “lebih ergonomis” – sama seperti yang dikatakan pembuat platform Gavin Wood. Sebelumnya, pasokan awal Polkadot dibatasi hanya sebesar 10 miliar saja dan hal ini dianggap keputusan yang sembrono.

    Sehingga Polkadot membutuhkan referendum komunitas untuk memecahkan masalah tersebut. Hasilnya, sejak bulan Juli sebanyak 86% dari komunitas setuju dengan redenominasi DOT. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.

    Token DOT sempat mengalami keuntungan yang dramatis. Sebelum devaluasi token DOT naik $ 2,92. Kemudian 1 September menjadi kenaikan tertinggi yaitu $ 6,84. Dan, pada saat pers, harga DOT adalah $4.25 menurut CoinGecko.

     

    CoinGecko

     

    Analis makro bernama Thomas Kuhn memberikan 3 alasan lain yang membuat posisi DOT tiba-tiba melonjak, yaitu: Proyek tersebut semacam peti perang yang layak memulai, sehingga mereka dapat mendanai tim yang kuat mengingat Polkadot adalah proyek yang cukup baru dibandingkan dengan Ethereum, misalnya.

    “Selama bertahun-tahun, para pemegangnya sudah tidak tahan menunggu untuk ‘meninggalkan kapal’ pada kenaikan harga pertama,” jelasnya.

    Tapi, DOT juga bukanlah proyek yang baru dikembangkan melainkan sudah 3 tahun. Faktanya, peristiwa yang dianggap paling penting adalah adanya referendum komunitas sehingga memungkinkan pemegang untuk mentransfer token mereka – yang sebelumnya sanagat sulit karena hanya melalui pertukaran “over-the-counter”, dan IOU. Jadi, kemampuan transfer yang diaktifkan membuat kapitalisasi pasar DOT melonjak

    Transformabilitas dan redenominasi telah menyebabkan sedikit kebingungan karena volume perdagangan DOT juga melonjak dalam beberapa pekan terakhir, melampaui $ 1,4 miliar pada 27 Agustus. Lebih penting dari itu, setidaknya, ambisi komunitas DOT untuk membangun ekosistem pesaing Ethereum: telah terbentuk.

    Sayangnya, uang kripto ini tidak diperdagangkan di pialang dalam negeri. Jika anda mau membeli token ini, anda harus ke pialang luar negeri, seperti Binance.

    Baca Juga: Wow, Polkadot Menjual 500 Ribu Tokennya dengan Harga yang Tidak Diketahui



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tutorial Trading: Mengenal Sideways, Bullish dan Bearish

    Dalam dunia trading baik itu saham, komoditas aset kripto maupun forex terdapat istilah yang sama terhadap kondisi pasar, kondisi pasar tersebut antara lain Bearish, Bullish dan Sideways, mungkin bagi para trader profesional istilah-istilah tersebut sudah sangat mengerti.

    Apa Itu Bullish dan Bearish

    Mungkin bagi para pemula masih ada yang belum paham dengan 3 istilah tersebut, nah pada artikel kali ini akan dijelaskan apa itu Bearish, Bullish dan Sideway.

    Bearish

    Bearish merupakan kondisi bursa ketika pergerakan harga yang diperdagangkan turun dalam jangka waktu yang cukup lama. Istilah Bearish sendiri diambil dari kata “Bear” yang berati beruang atau penjual.

    kondisi bearish akan membuat harga menjadi menurun atau downtrend dikarenakan volume penjual lebih banyak dibanding pembeli. Pada kondisi bearish akan terjadi yang namanya panic sell atau aksi jual bersamaan. Dan dalam grafik kondisi bearish biasa ditandai dengan warna merah yang berarti harga mengalami penurunan.

    Bullish

    Istilah Bullish sendiri diambil dari kata “Bull” yang artinya banteng atau pembeli. Kebalikan dari Bearish, Bullish merupakan kondisi bursa harga saham, obligasi dan komoditas yang diperdagangkan naik dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Kondisi bullish terjadi karena pembeli lebih banyak dari pada penjual sehingga harga mengalami kenaikan. Dan jika dilihat dari grafik kondisi bullish biasanya ditandai dengan warna hijau yang artinya harga mengalami kenaikan.

    Sideways

    Sideways adalah kondisi dimana market sedang datar, dimana terjadi keraguan dalam market. Bull dan Bearish sama-sama kuat sehingga menyebabkan Sideways.

    Ciri-ciri sideways adalah terbentuknya gunung kecil dan lembah yang dangkal dengan candle hijau dan merahnya berbentuk pendek-pendek , pergerakan market stabil tidak naik tidak juga turun.

    Trend bullish akan berakhir pada saat jumlah buy terlalu banyak dan harga sudah terlalu tinggi. Di titik ini, para trader akan menutup posisi buy dan beralih ke posisi sell. Sedangkan sebaliknya, bearish akan berakhir pada saat posisi sell terlalu banyak dan para trader akan memulai posisi close dan beralih membuka posisi buy.

    Itulah pengertian tentang Bearish dan Bullish serta Sideways. Kondisi pasar kripto memang sangat fluktuatif, kadang cryptocurrency bergerak naik dan kadang turun. Sah-sah saja kalau Anda ingin membeli kripto pada saat pasar sedang bullish. Atau sebaliknya, menjual semua kripto saat pasar sedang bearish. 

    Alternatif lain bagi pemula untuk trading pada saat market sedang Sideways yaitu dapat melakukan Staking Coin. Apa itu staking coin? Simplenya staking adalah cara mendapatkan penghasilan tambahan dari aset crypto. Prinsipnya hampir mirip dengan deposito, di mana Anda menyetorkan nominal uang (dalam hal ini aset crypto), meminta bank untuk mengelolanya (token yang di invest), dan Anda akan mendapatkan return dalam bentuk bunga.

    Tetapi perlu diingat, bahwa staking coin tidak bisa dilakukan pada semua coin, hanya kripto yang berbasis DeFi saja seperti Cosmos, Dash, Ether. Sedangkan untuk versi lokal, token berbasis DeFi pertama yang dapat distaking adalah Token TKO.

    Apa itu Token TKO? Tokocrypto mengembangkan token CeDeFi hybrid pertama di Indonesia yang dibangun di atas Binance Smart Chain.

    TKO merupakan gabungan dari keunggulan sistem keuangan terpusat (CeFi) dan sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan dibangun di atas Binance Smart Chain. Yuk cari tau selengkapnya tentang Token TKO di sini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Emas Diprediksi Rp1,4 Juta per Gram dalam 18 Bulan ke Depan

    “Jika ini terjadi, akan menjadi titik tertinggi harga emas sepanjang sejarah manusia. Hal ini dilakukan setelah beberapa sebelumnya BOA memprediksi harga emas hingga US$2.000/oz,” kata Denny Ardhiyanto, CEO SehatiGold, Rabu (22 April 2020).

    Sebagai tolak ukurnya, kata Denny, harga emas dunia kemarin berada di US$1.700/oz atau Rp840.000/gram. Jika prediksi tersebut terjadi, dengan asumsi nilai USD/IDR yang sama, maka harga emas akan menembus Rp1.400.000/gram.

    “Ketakutan dunia keuangan berperan besar dalam mendorong harga emas dunia. Beberapa saat lalu International Monetary Fund (IMF) turut memberikan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami resesi terbesar sepanjang sejarah yang melebihi The Great Depression di tahun 1930-an,” kata Denny.

    BERITA TERKAIT  Mengenal “Emas Digital” Berbasis Blockchain, Sebagai Alternatif Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    Ia menegaskan, bahwa dampak dari pandemi COVID-19 telah membekukan pabrik-pabrik, perdagangan, manufaktur, pariwisata, pertambangan, dan banyak aktivitas lainnya. Hal ini sudah terbukti dari anjloknya harga kontrak minyak dunia yang menembus angka negatif. Sekali lagi, sesuatu yang pertama kali terjadi di sejarah keuangan manusia.

    “Cobalah Anda pelajari sejarah harga minyak dunia sejak manusia menciptakan pasar komoditas. Tidak pernah hal ini terjadi,” tegasnya.

    Emas dan Resesi Ekonomi
    Denny menerangkan, bahwa harga emas sangat erat hubungannya dengan kondisi ekonomi dunia.

    Kembali ke hubungan sebab-akibat resesi ekonomi terhadap harga emas, efek resesi ekonomi sudah pasti akan berusaha dilawan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah.

    Sejarah telah menunjukkan bagaimana pemerintah di seluruh dunia akan berusaha mempertahankan pergerakan roda ekonomi dengan melakukan kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal.

    Salah satunya adalah dengan memberikan stimulus ekonomi seperti subsidi, bantuan tunai langsung, suku bunga negatif, dan lain sebagainya. Dan hampir segala jenis stimulus ekonomi akan memberikan tekanan besar terhadap nilai mata uang fiat.

    “Inilah yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong membeli emas untuk melindungi asetnya dari gerusan inflasi,” terang Denny. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Kripto yang Potensi Naik dan Turun di Bulan Oktober 2023

    Pasar kripto menyambut gembira bulan Oktober 2023 dengan harapan bisa terjadi momen bullish yang cukup lama. Dibanding bulan sebelumnya, September yang relatif netral untuk pasar kripto. Hal ini terlihat dalam kasus Bitcoin (BTC) dan berbagai altcoin.

    Oktober diharapkan menjadi bulan yang lebih positif untuk altcoin yang memiliki potensi untuk masuk ke momen bullish. Bahkan beberapa di antara altcoin teratas dapat mencapai level tertinggi (all-time high/ATH) baru sepanjang masa.

    Meskipun begitu di sisi lain, bulan Oktober yang dimulai dengan peningkatan yang signifikan, ada sejumlah kripto yang juga potensi bearish, karena memiliki pandangan negatif dan menunjukkan bahwa kondisi terburuk masih akan datang.

    Berikut adalah daftar aset kripto yang potensi naik dan turun di Oktober 2023 yang dikutip dari BeInCrypto.

    Daftar Kripto Potensi Bullish

    Injective (INJ)

    Grafik 3 Hari INJ/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 3 Hari INJ/USDT. Sumber: TradingView.

    Harga INJ mengalami kenaikan signifikan sejak awal tahun. Pergerakan ke atas menyebabkan penembusan garis tren resistensi menurun, yang sebelumnya telah terjadi sejak titik tertinggi sepanjang masa. Setelah itu, altcoin mencapai level tertinggi tahunan baru di US$ 9,97 pada bulan April.

    Sejak itu, harga Injective telah berkonsolidasi di dalam segitiga simetris, yang dianggap sebagai pola netral . Namun, karena segitiga terjadi setelah pergerakan ke atas, penembusan dari segitiga tersebut adalah skenario harga yang paling mungkin terjadi di masa depan.

    Selain itu, jumlah Eliott Wave mendukung peningkatan yang berkelanjutan. Untuk menentukan arah suatu tren, analis teknikal menggunakan teori Elliott Wave, yang melibatkan mempelajari pola harga jangka panjang yang berulang dan psikologi investor.

    Jika hitungannya benar, maka harga INJ mendekati akhir gelombang keempat, setelah itu diperkirakan akan terjadi kenaikan kelima dan terakhir. Prediksi harga INJ yang bullish ini akan menjadi tidak valid jika tembusnya garis support segitiga di US$ 6,50. Jika hal ini terjadi, INJ bisa turun 40% menjadi US$ 4,25.

    OKB (OKB)

    Grafik Harian OKB/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian OKB/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Tentukan Arah Harga Bitcoin di Oktober 2023: Menuju Rp 465 Juta?

    Pergerakan harga OKB mirip dengan INJ, terutama karena jumlah gelombangnya. Dengan cara yang sama seperti Injective, harga diperdagangkan di dalam segitiga simetris, yang kemungkinan merupakan gelombang empat dari lima gelombang pergerakan ke atas.

    Harga dengan cepat mendekati akhir pola, yang pada saat itu kemungkinan besar akan terjadi pergerakan yang menentukan. Jika ini terjadi, kemungkinan area puncak berikutnya adalah US$ 72. Targetnya ditemukan dengan memproyeksikan panjang segitiga ke level breakout (garis putih) dan retracement Fib eksternal 1.61 dari penurunan terbaru. Targetnya 67% di atas harga saat ini.

    Toncoin (TON)

    Grafik Mingguan TON/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Mingguan TON/USDT. Sumber: TradingView.

    Harga TON telah berada di bawah garis tren resistensi menurun sejak awal tahun. Hal ini menyebabkan level terendah US$ 0,96 pada 11 Juni. Namun, harga menciptakan sumbu bawah yang sangat panjang (ikon hijau) dan terus meningkat sejak saat itu. Pada bulan September, TON keluar dari garis resistensi menurun yang disebutkan di atas, mencapai level tertinggi US$ 2,60.

    Jika kenaikan terus berlanjut, perpanjangan Fib 1.61 dari penurunan terbaru adalah US$ 4,08. Ini adalah 85% di atas harga saat ini dan sedikit di bawah harga tertinggi sepanjang masa di US$ 4,90. Jika reli kehilangan momentum, TON bisa turun 27.50% dan mencapai garis resistance menurun di US$ 1,60.

    Daftar Kripto Potensi Bearish

    Apecoin (APE)

    Grafik Harian APE/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian APE/USDT. Sumber: TradingView.

    Harga APE telah jatuh di bawah garis tren resistensi menurun sejak 12 April. Garis tren telah divalidasi berkali-kali, terakhir pada tanggal 14 Agustus (ikon merah). Penolakan tersebut mempercepat laju penurunan dan menyebabkan titik terendah baru sepanjang masa di US$ 1,06 pada tanggal 17 September. Sejak saat itu, harga telah meningkat.

    Meski meningkat, APE belum mencapai garis tren resistance menurun. Selain itu, ia diperdagangkan di bawah area horizontal US$ 1,40, yang kemungkinan akan memberikan resistensi. Namun, jika harga gagal menembus resistance US$ 1,40, harga dapat turun sebesar 12% dan jatuh ke area support horizontal US$ 1,05 .

    Chiliz (CHZ)

    Grafik Harian CHZ /USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian CHZ /USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Trader Sebut 2 Token Kripto Potensi Naik 24% pada Pekan Ini, Apa Itu?

    Sama halnya dengan APE, harga CHZ telah jatuh di bawah garis tren resistensi menurun sejak awal tahun. Penurunan tersebut mencapai titik terendah US$ 0,055 pada 11 September. Harga melambung setelahnya dan terus meningkat sejak itu.

    Chiliz hampir mencapai resistensi horizontal utama di US$ 0,065. Area tersebut kadang-kadang bertindak sebagai support dan resistance sejak bulan Juni. Jadi, sangat penting bagi harga untuk melewatinya agar tren dianggap bullish.

    Penolakan dari area US$ 0,065 kemungkinan besar akan menyebabkan penurunan 10% hingga support terdekat di US$ 0,057.

    EOS (EOS)

    Grafik Mingguan EOS/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik Mingguan EOS/USD. Sumber: TradingView.

    Harga EOS telah menurun di bawah garis resistensi menurun sejak Juni 2021. Baru-baru ini, harga tersebut ditolak oleh garis tersebut pada bulan April 2023 dan mempercepat laju penurunannya.

    Kemudian, harga turun dari area support horizontal US$ 0,90 di bulan Juni. Terobosan tersebut menyebabkan harga terendah US$ 0,50 di bulan Agustus, hanya sedikit di atas harga terendah sepanjang masa di US$ 0,47.

    Jika harga EOS menembus area US$ 0,50, harga bisa turun sebesar 80% dan mencapai support Fib berikutnya di US$ 0,12. Namun, jika harga tembus, harga bisa naik 50% ke area US$ 0,90.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Aset Kripto YGG hingga THETA, Potensi Bullish Pekan Ini?

    Dalam edisi terbaru video Sinyal NGOBRAS, dipandu oleh Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, telah terungkap sejumlah aset kripto yang menunjukkan potensi bullish dalam minggu ini. Meskipun pasar kripto saat ini cenderung bergerak mendatar, namun terdapat beberapa aset kripto yang diantisipasi memiliki peluang untuk mengalami kenaikan harga yang positif.

    Penting untuk diingat bahwa lingkungan pasar kripto sangatlah dinamis dan penuh fluktuasi. Memprediksi potensi bullish suatu aset kripto perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi, dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada penelitian menyeluruh serta pemahaman mendalam tentang kondisi pasar dan proyek-proyek yang terlibat.

    Dalam menyikapi peluang bullish ini, para investor juga perlu senantiasa mewaspadai risiko inherent yang terkait dengan investasi dalam aset kripto. Perubahan harga yang tiba-tiba dan volatilitas yang tinggi dapat berpotensi menyebabkan kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, penerapan strategi manajemen risiko yang tepat menjadi krusial.

    Baca juga: 5 Faktor yang Dapat Mengirim Harga Shiba Inu ke US$ 0,01

    Secara keseluruhan, video terkini dari Sinyal NGOBRAS memberikan wawasan mendalam mengenai beberapa aset kripto yang memiliki potensi bullish, seperti Yield Guild Games (YGG), SPACE ID (ID), dan Theta Network (THETA). Namun, disarankan untuk selalu melakukan analisis dan riset yang komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya dalam pasar kripto yang dikenal dengan volatilitasnya.

    Dalam video ini, Fyqieh akan menghadirkan analisis teknikal serta mempertimbangkan faktor fundamental yang dapat memengaruhi performa aset kripto yang dibahas. Tak hanya itu, berbagai berita terkini seputar dunia kripto dan teknologi blockchain juga akan menjadi topik pembicaraan.

    Namun, penting untuk diingat bahwa daftar pantauan dalam video ini bukanlah rekomendasi atau nasihat finansial. Penelitian mendalam mengenai token atau koin yang dibahas dalam video Sinyal NGOBRAS tetap diperlukan. Konten video ini hanya bertujuan sebagai panduan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Selalu bijaksana dalam melakukan riset independen sebelum mengambil keputusan investasi.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Fantom & ApeCoin Pekan Ini

    Video NGOBRAS Season 2 kali ini bakal bahas soal Fantom (FTM) dan ApeCoin (APE) yang berpotensi bullish pada pekan ini. Apa saja indikatornya?

    Kondisi market kripto pekan ini cenderung mengalami kenaikan sejak awal pekan atau hari Senin (12/12). Perilisan data inflas AS yang membaik menjadi dorongan kuat untuk market kembali berpotensi bullish.

    Selain kripto big cap, ada beberapa aset altcoin yang berpeluang untuk reli atau mengalami kenaikan, salah duanya Fantom dan ApeCoin. Keduanya diklaim berpotensi naik lebih dari 10 persen.

    Baca juga: Daftar Kripto yang Kehilangan ‘Hype’ di Tahun 2022

    Untuk membahas selengkapnya mengenai aset kripto potensi bullish pekan ini bisa simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 9. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar juga akan membahas berbagai berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain.

    Namun, sekali lagi ini konten watchlist dalam video ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS Season 2.

    Langsung saja yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

    https://www.youtube.com/watch?v=dlZn9eiy0hI



    Sumber : news.tokocrypto.com