Tag: bumbu dapur

  • Mengenal Merica, Bumbu Dapur Serbaguna Kaya Manfaat dari India

    Jakarta

    Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai jenis rempah. Salah satu rempah yang telah lama menjadi bumbu dasar dalam masakan Indonesia adalah merica.

    Rempah yang banyak digunakan dalam masakan khas Nusantara ini menyimpan beragam manfaat. Lantas, apa saja manfaat dan bagaimana sebenarnya asal-usul dari merica?

    Asal-usul Merica

    Merica tergolong sebagai jenis rempah tertua dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Merica bahkan pernah disebut emas hitam karena dijual dengan harga tinggi dan dianggap sangat berguna.


    Dikutip dari situs Spice and Life, studi dari University of Wisconsin menyebutkan merica pertama kali dibudidayakan di daerah pantai Malabar, India. Budidaya merica ini terjadi sekitar tahun 1500 SM (sebelum Masehi).

    Merica kemudian menjadi komoditas perdagangan internasional mengikuti jalur sutera. Merica lalu menyebar mulai dari Asia termasuk Indonesia, Afrika, hingga Eropa.

    Manfaat Merica bagi kesehatan

    Selain memberi rasa pedas dan sensasi hangat, merica juga memberi manfaat bagi kesehatan. Berikut khasiat merica seperti dikutip dari situs Verywell Fit:

    1. Mengurangi Inflamasi atau Peradangan

    Salah satu senyawa aktif utama yang terkandung dalam merica adalah Piperin. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan kronis yang menjadi penyebab diabetes, radang sendi, asma, dan gangguan jantung.

    2. Mengandung Antioksidan

    Masih tentang piperin, senyawa aktif dalam merica satu ini ternyata juga kaya kandungan antioksidan. Manfaat antioksidan adalah mencegah efek merusak dari radikal bebas yang terdapat dalam polusi udara, asap rokok, dan sinar matahari.

    3. Meningkatkan fungsi otak

    Studi menunjukkan senyawa piperin dalam merica dapat membantu meningkatkan daya ingat, mengurangi gejala penyakit Parkinson, serta mengurangi produksi plak amiloid atau protein perusak. Protein amiloid merupakan faktor penyebab penyakit Alzheimer.

    4. Meningkatkan kontrol gula darah

    Riset membuktikan, piperin dalam merica dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 86 orang dengan resistensi insulin mengalami perbaikan sensitivitas setelah mengonsumsi piperin selama 8 minggu.

    5. Memperbaiki penyerapan nutrisi

    Merica juga membantu meningkatkan penyerapan nutrisi tertentu, misal kalsium dan selenium. Karena itu, konsumsi suplemen dengan kandungan merica sangat disarankan untuk kesehatan.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Bumbu Dapur Ini Menyehatkan, Bagus Dikonsumsi Rutin


    Jakarta

    Selain konsumsi obat-obatan dan makanan alami, kesehatan juga bisa ditingkatkan dengan menambahkan 5 bahan dapur ini ke masakan. Ini bahan-bahannya!

    Tahun baru membawa banyak kebahagiaan, harapan, dan segala keinginan baik dalam hidup. Salah satu yang paling diharapkan tentu saja kesehatan.

    Untuk menjaga tubuh agar selalu sehat, setiap individu perlu mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik. Berarti, kamu perlu lebih sering berolahraga, istirahat yang cukup, hingga mengonsumsi makanan sehat.


    Makanan sehat tidak hanya didapat dari bahan makanan utuh, seperti sayuran, buah-buahan, hingga protein, seperti daging atau telur. Kamu juga bisa membuat makanan menjadi lebih sehat dengan menambahkan bumbu dapur atau rempah dapur alami.

    Beberapa bumbu-bumbu dapur itu bisa dikonsumsi langsung maupun dicampur dengan bahan lain agar lebih enak. Jika penasaran dengan bumbu dapur yang menyehatkan kesehatan, ini daftarnya seperti dirangkum dari Times of India (01/01/24).

    1. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis menjadi bumbu dapur yang tidak hanya menambah rasa dan aroma pada makanan minuman, tetapi juga menyehatkan. Foto: Getty Images/iStockphoto/yulka3ice

    Kayu manis sering dikaitkan dengan kemakmuran dan dan kesuksesan. Kayu manis diyakini sebagian orang dapat menarik kelimpahan finansial.

    Namun, dari segi kesehatan, rempah yang aroma dan rasanya enak ini kaya akan antioksidan. Senyawa tersebut bisa mengurangi kerusakan dalam tubuh akibat radikal bebas. Antioksidan pada kayu manis juga bisa mencegah stres oksidatif dan mengatasi beberapa penyakit serius lainnya.

    Khasiatnya tidak itu saja, kayu manis juga bisa mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL dan trigliserida dan membuat kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik tetap stabil.

    Jenis rempah ini juga memiliki zat antioksidan dengan sifat anti-inflamasi yang mampu mencegah terjadinya peradangan di seluruh tubuh.

    Kayu manis bisa diolah menjadi teh, atau dicampur ke dalam susu. Bumbu dapur ini juga bisa menambah rasa, aroma, dan manfaat baik pada masakan.

    2. Daun basil

    Close up of Shrubby basil in top view ( Ocimum gratissimum L., LAMIACEAE )Daun basil juga merupakan bahan dapur yang bisa mengontrol kadar gula darah tubuh. Foto: Getty Images/TiSanti

    Dalam beberapa budaya, daun basil dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan. Menempatkan daun basil di depan pintu rumah dianggap mengundang kemakmuran dalam rumah.

    Basil juga merupakan jenis daun yang kaya akan nutrisi, mulai dari kalsium, vitamin A dan K, hingga mangan, yang baik untuk menangkal radikal bebas.

    Mengonsumsi daun basil dikaitkan dengan manfaatnya dalam mengontrol kadar gula dalam tubuh. Daun basil juga dipercaya dapat mengurangi kelelahan dan mengembalikan tenaga dalam tubuh.

    Kandungan eugenol pada daun ini juga diketahui mampu menghambat peredaran kalsium pada pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah.

    Daun basil bisa diolah menjadi teh herbal, atau dipakai untuk menambah rasa pada pasta hingga berbagai olahan ikan.

    Daftar bumbu dapur yang bisa mendorong kesehatan lainnya bisa dilihat pada halaman berikut ini!

    3. Jahe

    Teh jahe yang sehatkan pencernaanBahan dapur satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi khasiatnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Dalam tradisi tertentu, jahe dianggap menarik kekayaan dan kemakmuran. Jahe sering digunakan sebagai ‘jimat’ untuk menangkal hal-hal buruk, digunakan sebagai obat herbal, hingga sering ditambahkan ke makanan atau minuman untuk meningkatkan sifat simboliknya.

    Konsumsi jahe dikenal dapat memperlancar peredaran darah, menurunkan kolesterol, hingga meredakan sakit maag. Jahe bisa dimasukkan ke dalam makanan untuk menambah rasa pedas dan aroma yang khas.

    Tidak hanya itu, penambahan jahe pada makanan dan minuman juga berfungsi sebagai anti-inflamasi dan antioksidan.

    4. Pala

    Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, menjadi salah satu wilayah penghasil rempah, seperti pala dan cengkeh. Pala adalah primadonanya. Salah satu wilayah penghasil pala ada di Pulau Doi, Loloda Kepulauan, di Halmahera Utara.Pala juga mendatangkan manfaat untuk kesehatan jantung dan mencegah bakteri pemicu penyakit. Foto: Rafida Fauzia

    Pala dikaitkan dengan keberuntungan dalam beberapa cerita rakyat. Pala juga diyakini memiliki khasiat magis yang dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan finansial.

    Dalam sisi kesehatan, pala dapat mengontrol kadar gula darah. Mengonsumsi pala secara rutin juga mampu menjaga kesehatan jantung.

    Rempah-rempahan ini memiliki sifat anti-bakteri yang dapat mengatasi berbagai jenis bakteri pemicu penyakit. Misalnya, mengatasi bakteri Streptococcus mutan dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan mulut dan gigi.

    Pala bisa dimasukkan sebagai bahan penambah rasa pada makanan maupun ditambah ke dalam racikan minuman herbal.

    5. Daun salam

    Dry Bay Leaves - Laurel Tree leaves, aromatic herb and Indian spices on the wooden spoon, rustic background, macro.Konsumsi daun salam juga mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh sekaligus mendukung kesehatan saluran pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/joannatkaczuk

    Daun salam sering digunakan untuk ritual meraih kesuksesan dan kemakmuran. Banyak orang percaya kalau menulis keinginan atau tujuan di daun salam kemudian membakarnya dapat membantu mewujudkan keinginan tersebut.

    Daun salam sendiri mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Ini karena kandungan vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang menjadi antioksidan alami. Daun herbal bisa diolah menjadi teh herbal kemudian diminum untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan dan ginjal.

    Kandungan polifenol pada daun salam bisa menurunkan gula darah. Tanaman ini juga menjaga jantung tetap sehat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


    Jakarta

    Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

    Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

    Menetapkan Prioritas

    Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


    Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

    Standar Ukuran Dapur yang Ideal

    Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

    Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

    Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

    Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

    Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

    Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

    Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

    Menyusun Tata Letak Dapur

    Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

    Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

    Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

    Memaksimalkan Ukuran Dapur

    Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
    Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

    Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah, dari Pakaian sampai Bumbu Dapur


    Jakarta

    Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari menjadi masalah umum yang terjadi di banyak keluarga. Seiring waktu, banyak benda-benda yang menumpuk dan mengisi sudut sudut rumah, dari lemari sampai gudang.

    Hal ini mungkin terjadi karena pemilik rumah merasa akan menggunakan barang tersebut lagi. Namun, pada kenyataannya, banyak barang yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan lagi. Apa saja barang-barang tersebut?

    Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah

    Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari di antaranya pakaian, tas belanja, hingga koran. Begini penjelasannya:


    1. Pakaian

    Pakaian adalah barang yang seringkali ditimbun di rumah, padahal bisa jadi ada yang masih bagus dan layak pakai. Menurut laman Giorgia Clean, beberapa pakaian yang kotor mungkin hanya perlu dicuci agar terlihat bagus lagi.

    Faktanya, memang banyak orang-orang yang menimbun pakaian yang bahkan masih baru dan belum dipakai. Jadi, sebaiknya pisahkan pakaian-pakaian yang sudah tertimbun tersebut. Pakaian yang sekiranya sudah tidak dipakai bisa disumbangkan atau dijual dengan harga diskon di toko barang bekas.

    2. Tas Belanja

    Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan, tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali menjadi pilihan. Saat tidak membawa tas belanja sendiri, tak jarang pembeli akan membelinya lagi sehingga saat tiba di rumah, tas-tas ini akan menumpuk.

    Simpan tas-tas belanja ini dalam satu wadah. Jangan lupa untuk membawanya saat akan belanja.

    3. Obat Kadaluarsa

    Obat-obatan seringkali disimpan untuk berjaga-jaga. Namun, ada saja obat-obatan yang ternyata disimpan terlalu lama dan kadaluarsa. Mengutip laman Simple is More, menyimpan barang ini tentunya bisa menimbulkan risiko kesehatan.

    Untuk itu, periksa kadaluarsa obat secara berkala. Buang obat-obatan yang sudah tidak diperlukan.

    4. Kotak Kosong dari Barang Elektronik

    Kotak-kotak kosong dari barang elektronik biasanya disimpan untuk keperluan garansi. Tapi, kotak tersebut bisa menghabiskan banyak ruang.

    Jadi, sebaiknya simpan kotak yang sekiranya memang dibutuhkan. Jika sudah tidak lagi dibutuhkan, buang atau daur ulang agar tidak memakan tempat.

    5. Rempah dan Bumbu Dapur

    Rempah-rempah dan bumbu dapur seringkali dibeli untuk membuat resep makanan tertentu, tapi tidak digunakan lagi setelahnya. Sehingga, bumbu dapur yang sudah tidak layak digunakan menjadi menumpuk.

    Jangan lupa untuk membuang bumbu dapur atau rempah yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Beli bumbu atau rempah sesuai dengan kebutuhan.

    6. Pensil dan Buku Catatan

    Barang-barang yang dibawa pulang dari suatu acara seperti pulpen dan buku catatan biasanya akan menumpuk. Barang-barang ini bisa jadi hanya disimpan tapi tidak dipakai. Jika kamu memang tidak membutuhkannya, sebaiknya tidak perlu membawa barang-barang tersebut ke rumah.

    7. Koran

    Koran menjadi barang selanjutnya yang sering ditimbun di rumah tanpa disadari. Koran yang sudah selesai dibaca akan menumpuk seiring berjalannya waktu.

    Jika tidak ingin membuangnya, kamu bisa mendaur ulang koran. Sehingga, koran yang sudah dibaca tersebut tidak terbuang sia-sia.

    8. Perlengkapan Mandi Ukuran Kecil

    Perlengkapan mandi ukuran kecil, misalnya yang diambil dari hotel untuk perjalanan memang praktis. Biasanya orang-orang pikir, barang tersebut akan digunakan lagi untuk perjalanan berikutnya. Namun pada kenyataannya, barang-barang ini tidak tersentuh.

    Jadi, pastikan kamu menggunakan barang-barang ini. Jangan sampai malah menumpuk dan tidak terpakai.

    Itulah sejumlah barang yang tanpa sadar ditimbun di rumah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tidak Mengundang Semut


    Jakarta

    Salah satu tempat yang sering didatangi semut adalah dapur. Di tempat ini banyak sekali sumber makanan dan tempat berlindung yang cocok untuk kawanan semut.

    Di sisi lain, hal ini menjadi masalah bagi penghuni rumah karena bahan dapur hingga makanan yang disimpan di sana tidak lagi higienis.

    Tenang, ada cara untuk mencegah semut mendekat ke dapur dan tidak menyentuh bumbu dapur. Dilansir The Spruce berikut caranya.


    1. Simpan Makanan dengan Benar

    Cara agar bumbu dapur aman dari semut adalah cara penyimpanannya harus benar. Meskipun tersimpan aman di dalam lemari, tempatkan makanan ke dalam wadah tertutup agar semut tak bisa menjangkaunya.

    2. Singkirkan Sumber Kelembapan

    Selain menjauhi sumber makanan semut, lingkungannya juga harus tetap bersih dan tidak boleh lembap terlalu lama. Area yang lembap merupakan tempat yang disukai oleh semut. Jaga area dapur agar tetap kering. Setelah selesai memasak, segera bersihkan area dapur dari tumpahan air, baik di meja, maupun lantai.

    3. Gunakan Pengusir Semut Alami

    Dapur merupakan tempat yang harus selalu bersih dan higienis. Sebaiknya tidak banyak bahan kimia karena khawatir dapat masuk ke makanan. Oleh karena itu, untuk mengusir semut atau hewan lain, sebaiknya memakai bahan-bahan yang alami. Ada lho bahan alami yang dibenci semut dan membuat mereka enggan mendekat di antaranya minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, dan cuka.

    4. Tutup Akses Masuk Semut

    Terakhir yang tak kalah penting adalah menutup akses masuk semut ke dalam rumah. Tubuhnya yang kecil bisa masuk melalui celah-celah kecil seperti retakan pada dinding dan lantai. Jadi perlu dicari dengan cermat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar 5 Bumbu Dapur yang Bantu Turunkan Berat Badan, Mudah Ditemukan

    Jakarta

    Proses menurunkan berat badan tidak hanya dengan cara membatasi asupan makanan saja, namun juga dapat dibantu dengan menambahkan nutrisi tertentu, salah satunya dengan rempah-rempah.

    Sebuah penelitian menunjukkan mengonsumsi rempah dapat mendukung proses penurunan berat badan. Rempah-rempah tersebut bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan. Meskipun banyak faktor yang memegaruhi proses menurunkan berat badan, namun dengan mengonsumsi rempah dapat memberikan hasil yang ekstra.

    Dikutip dari Health, berikut adalah daftarnya sederet bumbu dapur yang dapat memabantu proses penurunan berat badan.

    1. Lada Hitam

    Lada hitam mengandung piperin, sebuah senyawa yang memberi efek rasa yang kuat dan dipercaya memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan. Piperin dapat meningkatkan metabolisme selama berolahraga, dengan cara mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak.


    Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa piperin oral dengan dosis 27 miligram per kilogram berat badan dapat membantu penurunan berat badan yang signifikan seiring dengan berjalannya waktu.

    2. Kunyit

    Kunyit merupakan rempah yang mengandung senyawa yang bernama kurkumin. Senyawa bioaktif kunyit juga dapat mendukung proses penurunan berat badan dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin.

    Tidak ada dosis mengonsumsi kunyit yang baku untuk menurunkan berat badan. Alternatif pilihan dalam mengonsumsi kunyit dapat dilakukan dengan menambahkannya di atas sayuran panggang atau mencampurkannya ke dalam smoothie dan teh.

    3. Kayu Manis

    Kayu manis dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan kadar leptin, yang bertanggung jawab untuk mengatur nafsu makan. Tak hanya itu saja, kayu manis juga dapat mendukung penurunan berat badan melalui pengaruhnya terhadap sensitivitas insulin.

    Menurut penelitian, kayu manis dapat menjadi asupan pelengkap dalam proses menurunkan berat badan dengan dosis minimal 3 gram per hari.

    4. Kapulaga

    Kapulaga mengandung senyawa fitokimia dan minyak atsiri yang dapat mendukung dalam proses menurunkan berat badan melalui berbagai mekanisme. Rempah ini juga dapat berkontribusi pada penurunan massa lemak tubuh, dengan cara mengatur nafsu makan.

    Banyak penelitian telah memberikan dosis sebanyak 3 gram kapulaga setiap hari kepada kelompok eksperimen mereka, dan telah melihat hasil yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    5. Jahe

    Jahe telah digunakan selama bertahun-tahun, dan apabila disertakan dalam diet seimbang, mengonsumsi jahe dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe setiap hari dapat mengalami penurunan berat badan dengan penurunan BMI (body mass index) yang signifikan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Bumbu Dapur Kaya Khasiat Ini Efektif Turunkan Gula Darah


    Jakarta

    Masalah gula darah tinggi tak boleh disepelekan. Untuk mengatasinya, coba cara alami dengan mengonsumsi bumbu dapur kaya khasiat ini.

    Kondisi gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu diwaspadai karena bisa mengarah ke diabetes. Selain dibantu dengan pengobatan medis, obat herbal juga kerap diandalkan sebagai solusi diabetes.

    Pakar kesehatan mengungkap jenis bumbu dapur yang ampuh menurunkan gula darah yaitu kunyit. Rempah ini mengandung kurkumin yang punya fungsi spesifik membantu mengontrol kadar gula darah.


    “Kurkumin memiliki sifat anti-diabetes dan efek yang mirip dengan Metformin,” kata Dr. Eric Berg, DC. Profesional kesehatan dan pendidik ini mengkhususkan diri dalam diet ketogenik, strategi rendah karbohidrat, dan puasa intermiten.

    Metformin membantu menurunkan gula darah dengan mengurangi produksi glukosa di hati dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Selain itu, obat ini membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara lebih efektif, tidak hanya di hati tetapi juga di jaringan lain seperti otot.

    Dengan cara yang sama, kurkumin dapat mengurangi produksi glukosa di hati dengan menghalangi glukoneogenesis hati, yaitu cara hati menghasilkan glukosa dari sumber non-karbohidrat. Selain itu, kurkumin juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel dapat merespons insulin secara lebih efektif dan memanfaatkan glukosa secara lebih efisien.

    Kunyit dan kurkumin saling terkait erat tetapi tidak identik. Kunyit merupakan rempah sekaligus tanaman, dan sering digunakan dalam suplemen. Sedangkan kurkumin merupakan senyawa, khususnya jenis kurkuminoid yang terdapat dalam kunyit.

    Manfaat kurkumin untuk kadar gula darah

    Ilustrasi teh kunyitKunyit mengandung kurkumin yang bagus untuk menurunkan kadar gula darah. Foto: Getty Images/udra

    Diabetes sering dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif yang berkelanjutan. Manfaat antiperadangan dan antioksidan kurkumin dapat membantu mengatasi masalah ini. Kurkumin berpotensi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, yang selanjutnya mengurangi stres oksidatif pada model diabetes.

    Kurkumin berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan produksi protein yang memfasilitasi penyerapan glukosa ke dalam sel. Selain itu, kurkumin dapat membantu menurunkan resistensi insulin, yang merupakan karakteristik penting dari diabetes tipe 2.

    Kurkumin juga dapat meningkatkan fungsi sel beta, yang penting untuk produksi insulin. Efek penurun glukosa kurkumin diduga terkait dengan kemampuannya untuk:

    – Menghambat enzim yang terlibat dalam glukoneogenesis.
    – Meningkatkan ekspresi protein pengangkut glukosa (GLUT4, GLUT2, GLUT3).
    – Mengaktifkan AMPK, enzim yang terlibat dalam metabolisme glukosa.
    – Mengurangi peradangan, yang dapat menyebabkan resistensi insulin.

    Kurkumin adalah kurkuminoid yang paling banyak diteliti. Kurkumin juga dapat membantu meningkatkan tekanan darah, melindungi jantung, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa kurkumin dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih baik, membantu mengatur kadar gula darah. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu mencegah atau menunda perkembangan diabetes tipe 2.

    Penelitian yang lebih baru dari Desember 2024 mengatakan bahwa kombinasi metformin dan kurkumin menunjukkan kemanjuran yang unggul dalam meningkatkan profil lipid dan metabolisme glukosa. Dalam hal mengonsumsi Metformin dan kurkumin, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin memberikan efek antiperadangan yang sinergis dengan metformin tanpa potensi efek samping.

    Selain gula darah, Dr. Berg mengatakan rempah-rempah tersebut dapat efektif dalam menstabilkan kadar kolesterol.

    “Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin memiliki manfaat yang mirip dengan statin dan dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dan trigliserida,” ungkap dr. Berg.

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat bermanfaat bagi toleransi glukosa dan profil lipid. Dalam sebuah penelitian tahun 2019, kurkumin meningkatkan sensitivitas insulin dan profil lipid pada model tikus diabetes tipe 2.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Gak Sangka! Bumbu Dapur Ini Bisa Turunkan Gula Darah

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Resep Sambal Terasi yang Pedas Nikmat Buat Cocolan Lauk

    Jakarta

    Sambal terasi menjadi favorit banyak orang. Pelengkap hidangan yang gurih pedas ini bisa dibuat sendiri dengan mudah. Contek resep sambal terasi berikut!

    Sambal terasi telah menjadi pelengkap hidangan favorit sejak dulu. Bisa dinikmati bersama ayam goreng, tahu tempe goreng, lalapan, hingga sayur berkuah bening.

    Setiap rumah pasti memiliki kreasi sambal terasi favorit keluarga. Seperti sambal terasi buatan Analisa Djajasasmita, salah satu pemenang Master Resep Sasa.


    Analisa Djajasasmita mengungkapkan kalau sambal terasi adalah hidangan penyelamat di meja makan. “Cuma dengan nasi hangat, tempe goreng, dan sambal terasi, rasanya sudah seperti pesta kecil di dapur,” ungkapnya.

    Kreasi sambal terasi ini bisa dicontek resepnya dengan bahan dan cara memasak yang sederhana. Berikut resepnya!

    Resep sambal terasi dari Analisa Djajasasmita, pemenang Master Resep SasaResep sambal terasi dari Analisa Djajasasmita, pemenang Master Resep Sasa Foto: dok. Analisa Djajasasmita Master Resep Sasa
    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    10-15 menit Mudah 2
    Daerah Asal Masakan : Jawa
    Kategori Masakan : Sambal

    Bahan Bahan

    • 5 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera pedas)
    • 2 buah cabai merah keriting
    • 1 siung bawang putih
    • 2 siung bawang merah
    • 1/2 buah tomat merah
    • 1/2 sdt terasi bakar
    • 1/4 sdt garam
    • 1/4 sdt gula merah (atau gula pasir)
    • 1/4 sdt Sasa MSG
    • 1-2 sdm minyak panas

    Cara Memasak:

    1. Siapkan bahan. Cuci bersih cabai, bawang, dan tomat.
    2. Bakar terasi. Panggang sebentar terasi di atas api kecil hingga harum.
    3. Ulek semua bahan, di antaranya ada cabai, bawang, tomat, dan terasi bakar dengan cobek atau ulekan.
    4. Bumbui dengan garam, gula, dan Sasa MSG, ulek rata.
    5. Siram minyak panas 1-2 sdm ke atas sajian sambal, aduk rata.
    6. Sajikan dan nikmati sambal terasi pedas gurih ini dengan nasi hangat dan lauk sederhana.

    Kreasi sambal terasi ala Analisa Djajasasmita memang sangat sederhana, tapi bisa menjadi menu andalan keluarga di rumah. Ia pun terpilih menjadi salah satu pemenang Master Resep Sasa.

    Simak Video “Video: Pedas Nikmat Mie Semeru di Lumajang dengan Berbagai Level
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Manfaat Garam Himalaya, Apa Bedanya dengan Garam Biasa?

    Jakarta

    Garam sudah menjadi bahan yang wajib digunakan di nyaris semua masakan. Ternyata, tak hanya garam dapur yang biasa digunakan untuk memasak, ada berbagai jenis garam lain, lho.

    Salah satunya adalah garam himalaya. Mengutip WebMD, garam himalaya bersumber dari daerah Punjab di Pakistan, dekat kaki pegunungan Himalaya.

    Apa saja manfaat garam himalaya? Dan apakah kekayaan mineral dan proses pengolahannya yang alami membuat garam himalaya lebih sehat dari garam biasa? Untuk tahu jawabannya, simak di artikel berikut.


    Manfaat Garam Himalaya

    Ini dia beberapa manfaat garam himalaya.

    1. Sumber Nutrisi

    Dibandingkan garam dapur biasa, garam himalaya mengandung jenis mineral yang lebih beragam. Garam himalaya mengandung 84 jenis mineral dan elemen jejak yang tidak ada pada garam dapur.

    Garam himalaya juga mengandung lebih banyak kalsium, potasium, magnesium, dan zat besi, tetapi kandungan sodiumnya lebih sedikit dari garam biasa.

    Jadi, garam himalaya merupakan sumber mineral yang lebih baik dibandingkan garam dapur. Tetapi, mineral terkandung dalam jumlah yang sedikit, sementara kita juga sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak garam. Maka dari itu, kita tetap perlu mengonsumsi makanan lain untuk memenuhi kebutuhan mineral harian.

    2. Membantu Mencegah Insomnia

    Sodium yang terkandung dalam garam himalaya membantu mengatasi masalah tidur. Riset oleh Vitiello dkk. yang terbit pada The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa diet yang sangat rendah garam membuat orang lebih sulit tidur.

    Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi garam secara berlebihan demi asupan sodium.

    3. Menghidrasi Tubuh

    Garam himalaya dipercaya membantu menghidrasi tubuh. Caranya adalah dengan mencampurkan sejumput garam ke dalam air putih.

    Mengutip EatingWell, ini karena garam himalaya mengandung sodium, salah satu jenis elektrolit. Elektrolit adalah mineral yang membantu menyeimbangkan kadar air dalam tubuh sehingga kita bisa terhidrasi lebih lama.

    Tetapi, kita sebenarnya sudah mengonsumsi sodium yang cukup dari makanan sehari-hari. Jadi, mengonsumsi sodium tambahan dengan mencampurkan garam dengan air minum justru bisa mengakibatkan efek samping seperti perut kembung, sakit kepala, atau justru merasa lebih haus.

    4. Mengatasi Jerawat

    Manfaat garam himalaya bisa juga didapatkan dengan mandi air garam, lho. Garam memiliki sifat antimikroba yang mampu mengatasi jerawat.

    Mencampurkan garam himalaya ke air mandi bisa membantu mengatasi jerawat di tempat yang sulit dijangkau tangan, seperti bahu dan punggung.

    5. Mengatasi Eczema

    Eczema atau eksim adalah kondisi peradangan yang menimbulkan gatal atau bercak merah pada kulit. Ternyata, mandi dengan air yang kaya mineral membantu mengatasi peradangan eczema.

    National Eczema Association merekomendasikan mencampurkan garam ke air mandi untuk meredakan peradangan eczema. Garam himalaya pun bisa digunakan untuk ini.

    Perbedaan Garam Himalaya dengan Garam Biasa

    Sama seperti garam dapur, garam himalaya terbentuk dari sodium klorida. Bedanya, garam himalaya berwarna pink.

    Mengutip Healthline, garam himalaya diekstrak secara manual dan pengolahannya pun tidak banyak. Proses pengolahan yang lebih alami ini membuat garam himalaya mengandung lebih banyak mineral dan elemen jejak. Kekayaan mineral inilah yang membuat garam himalaya berwarna pink.

    Apakah Garam Himalaya Lebih Sehat dari Garam Biasa?

    Garam himalaya memang mengandung lebih banyak mineral, tetapi kandungan mineralnya masih tetap sangat sedikit. Tak hanya itu, kita sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak garam.

    Jadi, sebenarnya kekayaan mineral dalam garam himalaya tidak akan memberikan manfaat kesehatan jika tidak diimbangi dengan diet seimbang. Sementara itu, manfaat garam himalaya kebanyakan bisa ditemukan juga pada garam biasa.

    Garam himalaya memang bisa jadi pengganti garam biasa dalam masakan karena kandungan sodiumnya yang sedikit lebih rendah. Tetapi selain warna dan rasanya yang sedikit berbeda, hingga kini tidak ada riset yang membuktikan secara pasti kalau garam himalaya lebih sehat daripada garam biasa.

    Jadi, selain warna, rasa, dan kandungan mineral, garam himalaya dan garam biasa tidak memiliki banyak perbedaan. Garam himalaya juga tidak bisa dijamin lebih sehat dari garam biasa. Semoga bermanfaat!

    (khq/khq)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Bumbu Dapur yang Efektif Bantu Penurunan Berat Badan


    Jakarta

    Bumbu dapur dipakai sebagai pelezat masakan. Selain mudah didapat bumbu dapur bisa membantu diet terutama proses penuruan berat badan.

    Meskioun kini banyak bumbu masak instan tang praktis tetapi dianjurkan untuk mengonsumsi bumbu dapur segar alami. Sedangkan bumbu yang boleh untuk diet disarankan murni berasal dari rempah-rempah yang diolah sendiri tanpa campuran pengawet lainnya.

    Mengutip Healthline, berikut rempah alami yang bisa dijadikan bumbu masakan sekaligus bermanfaat untuk membantu penurunan berat badan.


    1. Cabai Rawit

    Ilustrasi cabai rawit merahCabai rawit sebenarnya punya manfaat kesehatan, terutama untuk menurunkan berat badan. Foto: Pexels/Lum3n

    Varietas cabai seperti rawit paling populer digunakan sebagai perisa ke dalam makanan supaya menciptakan sensasi pedas.

    Rasa pedas itu berasal dari senyawa capsaicin, yang ternyata mempunyai banyak manfaat kesehatan, terutama menurunkan berat badan karena bisa memaksimalkan metabolisme.

    Akan tetapi, penggunaan cabai rawit ini perlu diperhatikan. Khususnya bagi penderita nyeri lambung, sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsinya. Untuk pengganti rasa pedas, bisa menggunakan lada hitam atau jahe.

    2. Jahe

    5 Khasiat Minum Air Jahe Setelah Makan, Banyak Manfaatnya!Jahe juga baik untuk meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori. Foto: Times of India

    Jahe seringkali diolah menjadi bahan utama minuman tradisional, seperti wedang jahe, teh serai jahe, atau bajigur.

    Tidak hanya minuman, jahe juga dapat dijadikan bumbu yang boleh untuk diet. Sebab gingerol dalam jahe mampu meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori.

    Memasukkan jahe untuk campuran bumbu masak bermanfaat mengontrol kadar gula darah supaya tetap stabil.

    3. Oregano

    Ilustrasi oreganoSelain menjadi pelengkap hidangan, oregano juga bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/marrakeshh

    Oregano adalah rempah daun yang masih satu keluarga dengan mint, basil, thyme, rosemary, dan sage.

    Senyawa kuat carvacrol pada oregano ini diklaim bisa membantu turunkan berat badan karena mampu mengontrol sintesis lemak dalam tubuh.

    Selain dijadikan serbuk bumbu masak, oregano juga ada yang dijadikan suplemen diet dengan khasiat sama untuk menurunkan berat badan.

    4. Ginseng

    GinsengGinseng merupakan tanaman herbal yang ampuh menurunkan berat badan. Foto: Shutterstock/

    Ginseng merupakan tanaman herbal yang banyak dipercaya dalam pengobatan tradisional di Tiongkok.

    Bahkan banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ginseng cukup ampuh membantu menurunkan berat badan.

    Hal ini dikarenakan ginseng mengandung jaringan adiposa cokelat atau BAT. Jaringan tersebut dapat mengubah lemak menjadi energi dengan cepat.

    5. Kunyit

    Kunyit AsamKunyit juga dapat menekan jaringan lemak dan mengontrol kadar gula darah. Foto: iStock

    Kunyit cukup populer dalam pengobatan herbal karena bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan.

    Tak hanya itu, kunyit mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak serta mengontrol kadar gula darah berkat komponen utamanya yaitu kurkumin.

    Hasil studi pada orang obesitas menunjukkan bahwa menambahkan kunyit ke dalam bumbu masakan cukup efektif dalam mengurangi lemak perut sekitar 5 persen.

    6. Lada hitam

    Lada hitam adalah bumbu dapur yang berasal dari buah kering piper nigrum berbunga asli India.

    Biji buah tersebut mengandung senyawa kuat yaitu piperine, yang menciptakan rasa pedas dan memberi efek dalam proses penurunan berat badan.

    Sebuah studi menyatakan bahwa piperine pada lada hitam ini cukup efektif bekerja menghambat pembentukan sel lemak dalam tubuh.

    7. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis pun merupakan rempah yang bisa membantu penurunan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    Kayu manis atau bubuk kayu manis merupakan rempah aromatik terbuat dari kulit bagian dalam pohon kayu manis.

    Sifat dari kayu manis ini antimikroba sehingga efektif untuk diet. Senyawa tersebut mampu memberi respons negatif pada tubuh ketika menerima asupan berlemak tinggi.

    Menambahkan bubuk kayu manis ke dalam masakan atau kue, cukup efektif menstabilkan gula darah dan membantu mengurangi nafsu makan berlebih.

    Untuk menghindari efek samping, penggunaan bumbu-bumbu yang boleh untuk diet ini disarankan tidak lebih dari satu sendok makan per hari.

    Selain itu, imbangi juga dengan pola hidup lebih sehat seperti makan-makanan bergizi, olahraga rutin, serta istirahat cukup.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com