Tag: business /

  • Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Apple akhirnya mengungkap Vision Pro, headset augmented reality (AR) yang diklaim dapat mengubah cara pengembangan metaverse di masa depan. Vision Pro adalah salah satu produk Apple yang paling ambisius hingga saat ini, dengan proses satu tahun dalam pembuatan dan dikemas dengan teknologi yang tinggi.

    Tapi ada lebih banyak pengumuman hari ini daripada perangkat keras. Bersamaan dengan Vision Pro, Apple meluncurkan sistem operasi yang sama sekali baru, visionOS , dan sejumlah aplikasi yang akan tersedia di OS saat diluncurkan.

    Pada acara Apple WWDC 2203 yang berlangsung hari Selasa (6/6) dini hari, Apple Vision Pro digambarkan sebagai perangkat ramping dengan perluasan jajaran perangkat keras Apple yang ada, dikendalikan oleh input mata, tangan, dan suara pengguna.

    Yang paling mengesankan, Apple mengatakan bahwa perangkat tersebut akan “berinteraksi dengan konten digital dengan cara yang terasa seperti hadir secara fisik di ruang mereka,” yang berarti perangkat beresolusi tinggi dapat memproyeksikan konten secara mulus ke ruang fisik pengguna.

    “Vision Pro bertahun-tahun ke depan dan tidak seperti apa pun yang dibuat sebelumnya – dengan sistem input baru yang revolusioner dan ribuan inovasi inovatif,” kata CEO Apple, Tim Cook dalam siaran pers . “Ini membuka pengalaman luar biasa bagi pengguna kami dan peluang baru yang menarik bagi pengembang kami.”

    Metaverse dan Apple

    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.
    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Di WWDC dan juga video promosi Apple untuk Vision Pro, tidak ada penggunaan kata “metaverse”. CEO Tim Cook juga mengatakan bahwa headset baru ini akan menjadi perangkat yang “memadukan dunia nyata dan dunia maya dengan mulus.”

    Metaverse telah lama digembar-gemborkan sebagai evolusi internet selanjutnya. Selain itu, Apple memiliki kesempatan untuk mengubah cara orang melihat panggung digital dengan Vision Pro AR/VR Headset. Lebih penting lagi, ini dapat mengubah cara ruang digital berinteraksi dengan konsumen umum.

    Pengalaman metaverse, meskipun tidak terbatas pada mereka, dapat ditingkatkan dengan headset VR. Selain itu, Anda dapat menjelajahi lingkungan digital semacam ini dengan produk baru Apple. Selanjutnya membuka sejumlah peluang bagi dunia digital untuk berkembang dengan kecepatan yang agak cepat.

    Augmented reality adalah proses melapisi dunia nyata dengan dunia maya. Selain itu, basis konsumen Apple yang tersebar luas dan koneksi ke standar tertinggi pengembangan aplikasi dapat membuka pintu baru untuk teknologi tersebut. Platform sosial, pengalaman bermain game, dan lebih banyak lagi dapat melihat perkembangan yang dipercepat dengan Apple sekarang sedang menjajaki upaya tersebut.

    Seluruh industri tampak bersemangat dengan prospek keterlibatan Apple. Berbicara kepada The Verge, CEO platform VR/AR Campfire 3D mencatat kegembiraannya. “Ini adalah satu-satunya hal terbesar yang dapat terjadi pada industri ini,” kata Wright. “Apakah Anda membuat perangkat keras atau perangkat lunak, kami sangat senang karenanya.”

    Nasib Token Metaverse

    ilustrasi metaverse
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

    Seminggu sebelum Apple WWDC, token metaverse paling populer mengalami kenaikan harga secara bertahap, mungkin karena hype yang bagus dari para influencer kripto. Sebagai hasil dari banyak pum dan shilling , Decentraland (MANA), The Sandbox (SAND), dan Axie Infinity (AXIE), terlihat hijau di lautan merah.

    Pertama, harga MANA sempat naik 18% dari US$ 0,45 menjadi US$ 0,53. Selanjutnya, harga SAND meningkat 17% dari US$ 0,52menjadi US$ 0,61. Terakhir, harga AXIE naik 9% dari US$ 6,83 menjadi US$ 7,45.

    Namun, pada hari yang sama ketika Apple mengumumkan ‘Vision Pro’, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan bahwa token metaverse adalah sekuritas. Tak lama kemudian, harga token metaverse turun tajam.

    SEC memberikan alasan yang sama untuk pelabelan SAND dan AXIE sebagai sekuritas. Ini tentu bukan kabar baik bagi mereka yang telah berinvestasi di platform metaverse Web3.

    Jika suatu entitas dianggap sebagai sekuritas, mereka harus terdaftar di SEC atau regulator sekuritas yang relevan di wilayah tersebut, yang banyak di antaranya tidak terdaftar. Ini dapat menyebabkan denda yang besar, dan beberapa aset kripto bahkan dapat dianggap ilegal.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi dari Platform DeFi di Cardano

    Empowa, platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang didukung oleh Cardano (ADA), yang berusaha meredakan krisis keterjangkauan perumahan di Afrika.

    Dalam menghadapi tingkat pinjaman perumahan yang sangat tinggi yang menghambat pasar perumahan Afrika, Coinbase, bursa kripto terkemuka, telah menekankan bagaimana teknologi blockchain berpotensi untuk merevolusi situasi tersebut.

    Coinbase telah memuji upaya inovatif dari Empowa, sebuah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berjalan di atas jaringan Cardano (ADA), yang berambisi untuk menyelesaikan krisis keterjangkauan perumahan di Afrika.

    Empowa berkomitmen pada misi ambisius: memfasilitasi 1 juta keluarga Afrika menjadi pemilik rumah pintar berkelanjutan hingga tahun 2030. Mereka bertekad untuk mengubah pasar real estat yang saat ini dipenuhi dengan tingkat pinjaman perumahan yang tinggi. Sebagai contoh, di Zimbabwe, tingkat pinjaman perumahan hampir mencapai 45%, menurut data dari Empowa. Biaya finansial yang tinggi ini telah memperparah siklus perumahan yang tidak terjangkau di seluruh benua.

    Bantu Negara Berkembang

    Ilustrasi Cardano Empowa. Sumber: Cardano Cube.
    Ilustrasi Cardano Empowa. Sumber: Cardano Cube.

    Baca juga: Ripple (XRP) Diprediksi Bersiap untuk Kenaikan Harga, Ini Alasannya

    Dalam whitepaper mereka, tim Empowa menekankan betapa seriusnya masalah ini, mencatat bahwa investasi rendah, suku bunga tinggi, dan durasi pinjaman pendek (jika pinjaman tersedia) telah mengakibatkan biaya modal yang tinggi. Laporan Tahunan Pusat Perumahan Terjangkau (CAHF) 2020 mencatat bahwa tingkat pinjaman perumahan di Zambia adalah 32%, sementara sekitar 25% di Guinea, Nigeria, dan Zimbabwe.

    Pada 12 Mei 2023, Coinbase berbagi di Twitter tentang situasi pinjaman perumahan yang sangat tinggi di Mozambik, di mana tingkatnya telah mencapai 22%. Meski memiliki penghasilan yang memadai, banyak penduduk pesisir tidak bisa mendapatkan pinjaman perumahan karena pendapatan mereka bersifat informal, bukan gaji tetap. Akibatnya, banyak yang terpaksa tinggal di tempat tinggal sementara yang seringkali rentan terhadap angin topan.

    Tingkatkan Penghasilan

    Ilustrasi Cardano Empowa. Sumber: Cardano Cube.
    Ilustrasi Cardano Empowa. Sumber: Cardano Cube.

    Baca juga: Pasar Kripto Melonjak Tipis, Tanda Mulai Bangkit?

    Empowa, bekerja sama dengan Casa Real, menggunakan NFT dan teknologi blockchain untuk mereformasi sistem pinjaman perumahan yang ketinggalan zaman ini, membuat perumahan lebih terjangkau bagi penduduk Mozambik. Melalui model pendanaan terdesentralisasi dan teknologi NFT, individu dapat membeli rumah tanpa perlu mengajukan pinjaman perumahan tradisional. Harga rumah tahan siklon di lokasi ini dimulai dari US$ 10.000, menjadikannya terjangkau bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

    Coinbase memilih untuk menyoroti masalah ini mungkin karena beberapa alasan. Pertama, untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan yang dihadapi oleh penduduk Afrika dalam mendapatkan perumahan terjangkau. Kedua, sebagai bursa kripto terkemuka, Coinbase menunjukkan potensi teknologi blockchain dan kripto dalam menyelesaikan masalah dunia nyata.

    Ketiga, langkah ini mungkin menunjukkan minat Coinbase dalam menjelajahi peluang ekspansi pasar di wilayah seperti Mozambik. Terakhir, komitmen Coinbase terhadap tanggung jawab sosial perusahaan terbukti saat menggunakan pengaruhnya untuk menjelaskan masalah sosial dan mempromosikan solusi inovatif.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Pastikan Patuhi Regulasi Baru Bappebti

    Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) baru saja menerbitkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

    Peraturan baru yang sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 itu lebih mengambil posisi untuk meningkatkan keamanan investor untuk menghindari dari token atau koin yang berisiko terlalu tinggi hingga membahayakan dana investasi mereka.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, senantiasa menyambut baik terbitnya Perba Nomor 11 Tahun 2022 untuk memperkuat keamanan investor aset kripto. Tokocrypto sejak awal didirikan pada akhir tahun 2018, menerapkan Good Corporate Governance akan selalu patuh pada peraturan serta perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

    Kai menjelaskan dalam proses menentukan masa depan dari proyek blockchain yang layak untuk terdaftar di Tokocrypto punya proses due diligence yang sangat ketat. Setiap koin atau token yang ada di Tokocrypto harus sudah lolos due diligence internal dan telah memiliki hasil penilaian dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditetapkan oleh Bappebti.

    “Tokocrypto memiliki proses seleksi dan kelayakan yang sangat ketat dalam listing koin maupun token kripto. Kami memiliki Assessment Scorecard dan Due Diligence Checklist yang cukup komprehensif untuk mengevaluasi kelayakan Token yang mendaftar dalam exchange kami,” kata Kai.

    Proses Seleksi Listing Kripto di Tokocrypto

    Secara umum proses due diligence yang dilakukan oleh Tokocrypto meliputi:

    • Kegunaan token dan tujuan project.
    • Ekosistem yang menjadi bagian/pendukung koin maupun token.
    • Tim profil, latar belakang, dan kompetensi anggota tim inti project.
    • Implementasi penggunaan token.
    • Melihat penggunaan teknologi, rencana, dan pengembangan project dan ekosistem.
    • Perkiraan ekonomi produk/layanan yang ditawarkan oleh project dan bagaimana mereka menambah nilai bagi pemegang token dan investor.
    • Whitepaper yang dirilis dalam berbagai bahasa.

    “Tokocrypto selalu sejalan dengan Bappebti yang sudah mengatur dengan ketat dasar penetapan aset kripto baik, itu koin/token yang dapat diperdagangkan di pasar fisik di Indonesia. Bappebti sudah membuat aturan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi aset kripto di Indonesia,” tutur Kai.

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Token TKO Terdaftar Bappebti, Dorong Ekosistem Blockchain Lebih Masif 

    TKO Masuk Daftar Legal Kripto Bappebti

    Lebih lanjut, Kai menjelaskan adanya dasar penetapan tersebut melalui PerBa No. 11 tahun 2022 dapat memitigasi risiko dari kerugian yang bisa didapatkan oleh investor dan membuat industri menjadi tidak sehat. Bappebti dan Tokocrypto punya peran untuk menyeleksi koin dan token kripto yang bisa memberi manfaat untuk masyarakat Indonesia.

    Saat ini, daftar aset kripto yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia pun kini bertambah menjadi 383 jenis. Angka tersebut meningkat signifikan dari 229 aset kripto yang sebelumnya boleh diperdagangkan. Toko Token (TKO) menjadi salah satu project kripto lokal yang masuk dalam daftar baru Bappebti dan diperbolehkan memperdagangkannya secara resmi.

    “Pencapaian ini tentunya merupakan kabar baik untuk seluruh pihak yang terlibat dalam development TKO dan semua holders token. Selain itu, momentum ini juga baik untuk mengenalkan utilitas TKO yang ingin mendorong adopsi ekosistem blockchain di Indonesia,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

    Fakta unik baru ditemukan ketika Google ternyata diam-diam menjadi investor bagi banyak perusahaan di industri blockchain. Google memberikan modal melalui perusahaan induknya, Alphabet.

    Dikutip Cointelegraph, Alphabet diketahui menuangkan modal paling banyak ke dalam industri blockchain dibandingkan dengan perusahaan publik lainnya, total dengan investasi lebih dari US$ 1,5 miliar antara September 2021 dan Juni 2022.

    Dalam blog terbaru yang diterbitkan oleh Blockdata, Alphabet (Google) terungkap sebagai investor dengan kantong terdalam dibandingkan dengan 40 perusahaan publik teratas yang berinvestasi di perusahaan blockchain dan kripto selama periode tersebut.

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

    Google Investasi ke Web3 dan Kripto

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke dalam ruang, berkonsentrasi pada empat perusahaan blockchain termasuk Fireblocks, platform penyimpanan aset digital; Dapper Labs, perusahaan game Web3; Bitcoin Voltage, kripto infrastruktur; Dan Digital Currency Group, perusahaan modal ventura.

    Temuan ini sangat kontras dengan tahun lalu ketika Google mendiversifikasi upaya pendanaannya yang jauh lebih kecil senilai US$ 601,4 juta di 17 perusahaan berbasis blockchain, yang sekali lagi termasuk Dapper Labs, bersama dengan Alchemy, Blockchain.com, Celo, Helium, dan Ripple.

    Peningkatan investasi Google ke dalam industri blockchain konsisten dengan 40 perusahaan publik teratas lainnya, dengan total US$ 6 miliar diinvestasikan selama kurung waktu tersebut. Dibandingkan Januari 2021 hingga September 2021 hanya ada total investasi US$ 1,9 miliar dan US$ 506 juta di seluruh tahun 2020.

    Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.
    Laporan Blockdata terkait berbagai perusahaan raksasa dunia investasi ke industri blockchain. Foto: Blockdata.

    Baca juga: Habis Rayakan HUT RI Ke-77, Market Aset Kripto Kembali Merana

    Perusahaan Raksasa Masuk ke Industri Blockchain

    Investor korporat besar lainnya termasuk perusahaan manajemen aset BlackRock , yang menginvestasikan US$ 1,17 miliar, perusahaan perbankan investasi, Morgan Stanley, menginvestasikan US$ 1,11 miliar, dan perusahaan elektronik, Samsung, dengan investasi total US$ 979,2 juta.

    Seperti Google, Morgan Stanley dan BlackRock mengadopsi pendekatan yang lebih terkonsentrasi untuk berinvestasi hanya di dua hingga tiga perusahaan selama periode tersebut. Namun, Samsung sejauh ini merupakan investor paling aktif yang berinvestasi di 13 perusahaan berbeda.

    Data Blockdata tersebut juga menemukan bahwa perusahaan yang menawarkan beberapa bentuk solusi Non-fungible Token (NFT) telah menjadi investasi paling populer. Investasi yang tersisa telah dibagi antara perusahaan yang menyediakan Blockchain-as-a-Service (BaaS), infrastruktur, platform kontrak pintar, solusi penskalaan, dan platform penyimpanan aset digital.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Corporate Card di Indonesia, Perusahaan Wajib Pakai!

    Mengelola pengeluaran bisnis adalah tantangan besar bagi banyak perusahaan, terutama seiring dengan bertambahnya skala bisnis. Semakin banyak karyawan dan kebutuhan operasional, semakin kompleks pula pengeluaran yang harus dikelola.

    Jika tidak dikelola dengan baik, pengeluaran ini bisa menjadi tidak teratur dan sulit dipantau, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

    Salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan menggunakan corporate card. Di Indonesia, penggunaan kartu kredit terus mengalami peningkatan yang signifikan, lho.

    Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai lebih dari 17 juta pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang dan perusahaan yang menyadari manfaat kartu kredit, termasuk untuk mempermudah pengelolaan pengeluaran bisnis.

    Dengan tren ini, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang. Perusahaan tidak hanya bisa mengontrol pengeluaran dengan lebih transparan, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi keuangan secara keseluruhan. 

    Lantas, bagaimana perkembangan dan tren corporate card di tahun-tahun mendatang? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

    Pertumbuhan Penggunaan Corporate Card di Dunia Bisnis

    Corporate card kini menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan dalam mengelola pengeluaran secara lebih efisien. 

    Berdasarkan data Bank Indonesia, penggunaan kartu kredit oleh sektor korporasi telah meningkat lebih dari 25% dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini berkat berbagai manfaat yang diberikan oleh kartu korporat, seperti kemudahan dalam melacak pengeluaran, pengurangan risiko penipuan, serta peningkatan efisiensi operasional. 

    McKinsey memperkirakan bahwa penggunaan corporate card di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan tumbuh sebesar 25% per tahun hingga 2025, seiring dengan meningkatnya kesadaran perusahaan tentang pentingnya efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih terkontrol.

    Fitur-fitur seperti pembatasan pengeluaran berdasarkan kategori dan laporan pengeluaran secara real-time membuat tim keuangan dapat memantau pengeluaran dengan lebih terstruktur.

    Manfaat Menggunakan Corporate Card bagi Perusahaan

    Corporate card menawarkan sejumlah manfaat bagi perusahaan, di antaranya:

    1. Efisiensi dalam pengelolaan pengeluaran

    Kartu kredit korporat secara otomatis mencatat pengeluaran operasional, seperti pembayaran tagihan dan pembelian bahan baku. Data yang tercatat ini mempermudah penyusunan anggaran dan pengambilan keputusan finansial.

    2. Kontrol pengeluaran yang lebih fleksibel

    Batas pengeluaran pada kartu dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan atau departemen. Menurut studi Ramp (2023), 77% perusahaan melaporkan peningkatan kepatuhan terhadap kebijakan pengeluaran setelah menggunakan corporate card.

    3. Integrasi dengan sistem akuntansi

    Transaksi yang dilakukan secara otomatis tercatat dalam sistem akuntansi, sehingga mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.

    4. Kemudahan pengelolaan melalui smartphone

    Aplikasi dari penyedia kartu kredit korporat memudahkan pemantauan transaksi dan pengunggahan bukti pembayaran, membuat laporan menjadi lebih praktis.

    Proyeksi Penggunaan Corporate Card ke Depan

    Melihat tren yang ada, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus berkembang, khususnya di kalangan perusahaan yang semakin mengutamakan efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. 

    Perkembangan teknologi juga akan mempercepat adopsi kartu korporat. Integrasi antara corporate card dan platform manajemen keuangan serta akuntansi akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengeluaran perusahaan, memudahkan proses pengambilan keputusan yang lebih tepat. 

    Perbedaan Paper Horizon Card dengan Corporate Card Lainnya (Sumber: Paper.id).

    Paper Horizon menawarkan fitur itu semua. Terlebih lagi, dengan biaya transaksi hanya 1,1% dengan supplier mana pun, kartu kredit korporat dari Paper.id ini menawarkan keuntungan tambahan, seperti tempo hingga 60 hari. Kartu ini juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan pengeluaran yang memungkinkan perusahaan memantau pengeluaran dari setiap kartu. 

    Keamanan kartu terjamin, karena pemegang kartu dapat memblokirnya secara langsung tanpa perlu ke bank. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Paper Horizon Card, klik di sini!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Transaksi Lintas Negara Sentuh Triliunan Dolar, Blockchain Jadi Infrastruktur Masa Depan

    Jakarta, 19 November 2025 – Permintaan transaksi lintas negara (cross-border payment) terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan internasional, pariwisata, remitansi, dan ekspansi ekonomi digital global. Di tengah dorongan kuat untuk menghadirkan pembayaran yang lebih cepat, murah, dan transparan, teknologi blockchain mulai muncul sebagai fondasi baru bagi sistem transaksi internasional di era digital.

    Cross-border payment mencakup seluruh arus transaksi dari satu negara ke negara lain, baik untuk kebutuhan perusahaan, konsumen, hingga remitansi pekerja migran. Menurut data Statista, nilai total transaksi global diperkirakan mencapai US$194,6 triliun pada 2024 dan berpotensi melonjak hingga US$320 triliun pada 2032. Dengan skala ekonomi sebesar itu, peningkatan efisiensi sekecil apa pun akan memberikan dampak besar bagi pelaku usaha maupun konsumen.

    Namun, sistem pembayaran lintas negara tradisional masih terbebani berbagai persoalan seperti biaya tinggi, proses yang lambat, keterbatasan transparansi status transaksi, kompleksitas regulasi lintas yurisdiksi, hingga volatilitas nilai tukar. Laporan Financial Stability Board (FSB) bahkan menilai target G20 untuk menurunkan biaya pembayaran ritel lintas negara menjadi 1 persen pada 2027 kemungkinan besar tidak tercapai jika infrastruktur saat ini tidak diperbarui.

    Blockchain Muncul sebagai Rel Baru Transaksi Global

    Teknologi blockchain menawarkan karakteristik transaksi real-time, transparansi tinggi, keamanan kuat, serta ketersediaan layanan 24 jam. Sejumlah inisiatif global menunjukkan bagaimana teknologi ini mulai menjadi rel baru bagi transaksi lintas negara.

    Ripple, misalnya, memanfaatkan aset digital XRP untuk menghadirkan transaksi lintas negara yang jauh lebih cepat dibanding jaringan koresponden bank. Di Asia, proyek multi-CBDC mBridge memungkinkan pembayaran dan penyelesaian valas secara peer-to-peer hanya dalam hitungan detik. Pilot berskala besar telah dilakukan dengan transaksi bernilai riil, melibatkan 22 peserta sektor swasta dalam skenario perdagangan, remitansi, hingga pembiayaan rantai pasok.

    Logo Swift terlihat dalam ilustrasi ini, diambil di Bosnia dan Herzegovina, 25 Februari 2022. REUTERS/Dado Ruvic.
    Logo Swift. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic.

    Di tingkat internasional, SWIFT dan Visa turut mengembangkan solusi berbasis blockchain, tokenisasi, dan stablecoin. SWIFT tengah menguji kemampuan jaringannya memproses aset tokenisasi bekerja sama dengan konsorsium bank dan Consensys. Sementara Visa sedang menguji pemanfaatan stablecoin untuk mempercepat cross-border settlement sekaligus mengurangi kebutuhan pelaku usaha menyimpan saldo di banyak mata uang.

    Meski menjanjikan, adopsi blockchain juga menghadapi tantangan strategis: kepastian regulasi aset digital, kebutuhan interoperabilitas antar platform, risiko siber, hingga kesiapan infrastruktur lembaga keuangan. Bank for International Settlements (BIS) menekankan bahwa tata kelola lintas yurisdiksi harus diperjelas sebelum ekosistem pembayaran berbasis multi-CBDC dapat diterapkan secara luas.

    Instrumen Strategis untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Era Digital

    Dalam lanskap pembayaran modern, inovasi digital, termasuk instrumen cross-border, tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi transaksi. Ia juga merupakan instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas keuangan, memastikan relevansi sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di era digital.

    Pemanfaatan teknologi seperti blockchain, stablecoin, dan CBDC harus diiringi dengan sinergi, kehati-hatian, serta tata kelola kuat agar mampu menciptakan manfaat luas yang berkelanjutan, tidak hanya bagi sistem keuangan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Lonjakan volume pembayaran lintas negara membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi sektor perbankan, teknologi finansial, dan penyedia infrastruktur digital. Segmen B2B diperkirakan mendominasi lebih dari US$31,6 triliun transaksi pada 2024. Sementara total pendapatan industri cross-border payment diprediksi mencapai US$320 miliar pada 2030.

    Blockchain, stablecoin, dan CBDC kini tidak lagi sekadar eksperimen teknologi. Dalam banyak model bisnis dan kebijakan moneter modern, ketiganya mulai diposisikan sebagai kandidat utama untuk membangun pondasi transaksi internasional yang mampu mengakomodasi skala triliunan dolar per tahun.

    Jika tantangan interoperabilitas dan regulasi dapat diatasi, dunia akan memasuki fase baru di mana pembayaran lintas negara berlangsung secepat mengirim pesan, dengan biaya rendah, risiko minimal, dan akses yang lebih luas. Pada akhirnya, inovasi ini tidak hanya mereformasi infrastruktur pembayaran global, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Ngebet Akuisisi Juventus Rp17 Triliun, Langsung Ditolak!

    Juventus resmi menolak tawaran akuisisi dari raksasa stablecoin Tether, meski proposal yang diajukan bernilai fantastis dan seluruhnya berbentuk tunai. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Exor, perusahaan induk yang menjadi pemilik klub raksasa Serie A Italia tersebut.

    Dilaporkan Dlnews, Tether, penerbit stablecoin USDT sekaligus salah satu aset kripto terbesar di dunia, pada Jumat (13/12) mengajukan proposal mengikat untuk membeli seluruh saham Juventus yang dimiliki Exor. Dalam proposal tersebut, Tether juga menawarkan investasi tambahan sebesar €1 miliar atau sekitar US$1,1 miliar untuk pengembangan klub.

    Namun sehari kemudian, CEO Exor John Elkann menegaskan bahwa Juventus tidak dijual. Dalam pernyataan video, Elkann menyatakan bahwa klub memiliki nilai sejarah dan prinsip yang tidak bisa diperdagangkan.

    “Juventus, sejarah kami, nilai-nilai kami, tidak untuk dijual,” ujar Elkann.

    Tolak Proposal Akuisisi

    Exor kemudian menegaskan melalui pernyataan resmi bahwa dewan direksi secara bulat menolak proposal yang tidak diminta tersebut. Exor sendiri merupakan perusahaan investasi milik keluarga Agnelli, salah satu keluarga paling berpengaruh di Italia, dengan portofolio besar termasuk Ferrari dan Stellantis.

    “Juventus adalah klub legendaris dan sukses. Exor dan keluarga Agnelli telah menjadi pemegang saham yang stabil dan bangga selama lebih dari satu abad, dan tetap berkomitmen penuh mendukung klub serta manajemen barunya,” tulis Exor dalam pernyataan resmi.

    Meski gagal mengakuisisi penuh, Tether bukan nama asing di Juventus. Perusahaan kripto tersebut telah menguasai lebih dari 10% saham klub sejak April lalu, setelah meningkatkan kepemilikannya sebagai bagian dari diversifikasi bisnis.

    CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut bahwa tawaran untuk menjadi pemegang saham mayoritas bersifat personal. Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan Juventus sejak kecil.

    “Sebagai seorang anak, saya belajar tentang komitmen, ketahanan, dan tanggung jawab dengan menonton Juventus menghadapi kemenangan dan kekalahan dengan bermartabat,” kata Ardoino.

    Dukung Performa Olahraga

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Menurut Tether, tujuan proposal tersebut adalah untuk mendukung performa olahraga Juventus di level tertinggi serta membantu klub berkembang secara berkelanjutan di tengah perubahan lanskap olahraga dan media global.

    Di luar dunia sepak bola, Tether memang tengah agresif berekspansi. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan ini meluncurkan aplikasi kesehatan, berinvestasi di perusahaan robot humanoid Generative Bionics, serta mengakuisisi saham mayoritas perusahaan agribisnis Amerika Selatan, Adecoagro.

    Meski tawaran bernilai triliunan rupiah itu ditolak, langkah Tether menunjukkan semakin eratnya irisan antara industri kripto dan olahraga global.

    Baca juga: Bukan Negera, Tether Jadi Pemborong Emas Terbanyak di Dunia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Astra Buka Beasiswa Pembekalan Skill untuk Mahasiswa, Sekaligus Jadi Ambassador



    Jakarta

    Astra membuka program beasiswa dan pengembangan keterampilan bagi mahasiswa. Program ini bernama Astra1st.

    Awardee beasiswa nantinya akan menerima pembekalan untuk pengembangan individu dan kelompok. Selain itu, awardee dapat mempelajari bisnis dan menjadi Ambassador Astra.

    Lewat program ini, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dan memberikan solusi dan strategi dalam Real Project Improvement di Perusahaan Grup Astra.


    Apa saja syarat daftar beasiswa ini? Mengutip laman resmi Astra, berikut di antaranya:

    Syarat Daftar Beasiswa Astra

    • Mahasiswa S1 yang tengah menempuh semester 4 atau 6
    • Memiliki IPK minimal 3,00
    • Mempunyai prestasi nonakademis
    • Mempunyai pengalaman organisasi, kepanitiaan atau magang
    • Tidak sedang menerima beasiswa atau program pengembangan diri organisasi/perusahaan lain
    • Siap menjalani seluruh rangkaian program Astra dari Juni hingga November 2025
    • Bersedia mendukung kegiatan Astra di dalam kampus dan luar kampus
    • Bersedia menjadi Astra Ambassador

    Tanggung Jawab Awardee Astra1st

    • Menjalankan peran sebagai Astra Ambassador di lingkup kampus & luar kampus selama program berlangsung.
    • Mengikuti rangkaian kegiatan Astra 1st selama menjalankan program.
    • Memberikan kontribusi ide dan implementasi real project di perusahaan Grup Astra.

    Tema Project Astra1st 2025

    Adapun tema yang bisa dibawakan awardee dalam membuat project adalah “Empowering Sustainability and Innovation for Future Transformation”. Project akan mencakup empat wilayah Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jabodetabek.

    Adapun subtema yang bisa dipilih antara lain:

    1. Business/Marketing
    2. Human Capital
    3. Digitalization
    4. Sustainability

    Pendaftaran program ini berlaku hingga 31 Desember 2025. Jika detikers berminat bisa mendaftar di sini ya https://career.astra.co.id/signin.

    (cyu/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Cara Ganti Nama dan Password Wifi, Cepat dan Mudah


    Jakarta

    Memiliki jaringan WiFi di rumah atau kantor merupakan hal yang umum di era digital ini. Ketika baru membeli router WiFi, password sebaiknya diganti demi keamanan. Hal ini dilakukan agar WiFi tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang kebetulan mengetahui password WiFi default.

    Password WiFi bisa diganti menggunakan laptop maupun handphone. Cara menggantinya pun cukup praktis. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui cara mengganti password WiFi.

    Mengutip Business Insider, berikut cara mengganti password WiFi.


    Cara ganti password WiFi

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui alamat IP dari router WiFi. Alamat IP default untuk kebanyakan router adalah 192.168.1.1 atau 192.168.0.1. Detikers bisa mengecek bagian belakang router WiFi untuk mengetahui alamat IP-nya.

    Setelah mengetahui alamat IP, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengganti password WiFi.

    • Buka browser di laptop atau HP dan masukkan alamat IP pada address bar. Tekan Enter
    • Log in menggunakan username dan password. Username dan password default biasanya adalah “admin” atau “userAdmin”, atau tertera pada router WiFi. Detikers juga bisa menghubungi provider internet atau pabrik router untuk mengetahui username dan password
    • Cari menu Wireless, Wireless Security, WLAN, atau Wi-Fi Settings. Nama menu ini bisa berbeda-beda
    • Di kotak bertanda Wi-Fi Password atau Key, masukkan password baru yang diinginkan
    • Tekan Save atau Apply

    Cara Ganti Nama WiFi

    Bagaimana jika bukan hanya password yang ingin diganti, tetapi nama jaringan WiFi juga? Berikut caranya.

    • Buka browser di laptop atau HP dan masukkan alamat IP pada address bar. Tekan Enter
    • Log in menggunakan username dan password
    • Cari menu Wireless, Wireless Security, WLAN, atau Wi-Fi Settings
    • Di kotak bertanda Wi-Fi Name atau SSID Name, masukkan nama WiFi baru yang diinginkan
    • Tekan Save atau Apply

    Perlu diketahui, jika password atau nama WiFi diubah, koneksi dengan perangkat-perangkat lama akan terhapus. Sehingga, semua perangkat yang pernah terhubung dengan WiFi harus menghubungkannya lagi. Hal ini mencegah WiFi disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak mengetahui password baru. Semoga bermanfaat, detikers!

    (fyk/fay)



    Sumber : inet.detik.com