Tag: california

  • Tips Jitu Dekor Rumah Ramah Kantong


    Jakarta

    Dengan inflasi yang memukul harga furnitur akhir-akhir ini, banyak orang mungkin merasa lebih sulit untuk mendekorasi dengan biaya yang masuk akal.

    Namun, kata penulis buku desain “Live Beautiful” Athena Calderone, ada cara untuk menggunakan anggaran secara kreatif.

    “Meskipun bisa terasa sangat menegangkan untuk mendekorasi dengan anggaran kecil, kabar baiknya adalah bahwa kendala bukan akhir dari segalanya. Faktanya, kendala justru sering menjadi sumber kreativitas sejati,” kata Calderone dikutip dari CNBC, Senin (24/7/2023).


    Berikut adalah beberapa tip untuk menghemat uang untuk furnitur, perlengkapan rumah, dan dekorasi.

    1. Ketahui Kapan Harus Belanja dan Kapan Harus Menabung

    Elizabeth Herrera, seorang desainer di Decorist, sebuah perusahaan desain interior online, memberi tahu orang-orang untuk mengabaikan siklus tren dan mengikuti kata hati saat membeli furnitur.

    “Dengan cara ini mereka tidak ingin mendekorasi ulang setiap beberapa tahun,” kata Herrera.

    Orang-orang juga harus tahu barang mana yang layak untuk dibelanjakan.

    “Nggak apa-apa untuk membeli aksesori trendi dengan harga lebih rendah untuk menyegarkan ruangan, tetapi pertahankan potongan yang lebih besar tetap klasik,” tambah dia.

    Lebih mudah mengetahui kapan perabot inti, seperti sofa dan meja ruang makan Anda, dibeli dengan harga murah, kata para ahli.

    2. Pilih Barang yang Awet

    Pastikan juga furnitur yang kamu inginkan bertahan lama.

    “Pikirkan jangka panjang,” kata Becki Owens, seorang desainer interior di California.

    “Jika Kamu sabar dengan prosesnya dan berinvestasi dalam barang berkualitas saat Kamu bisa, Kamu akan memiliki barang yang bisa Kamu bangun. Saya memiliki barang-barang yang berusia 20 tahun di rumah saya,” tambah dia.

    Jika tujuannya adalah umur panjang, Owens juga merekomendasikan untuk membeli furnitur inti dengan bahan yang tahan lama dan warna netral.

    “Kamu selalu dapat mengubah lapisan dekoratif seperti tekstil saat tren berubah,” kata Owens.

    3. Beli Barang Bekas

    Calderone mengatakan dia pendukung besar membeli furnitur bekas dari toko antik, secara langsung dan online.

    “Kamu akan terkejut betapa berharganya harta yang bisa Kamu dapatkan dengan harga terjangkau,” katanya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Peluang Beasiswa S1 di Kampus Unggul AS, Mahasiswa Asal RI Ini Berbagi Kiat


    Jakarta

    Yanti Manurung meraih menempuh pendidikan dengan beasiswa sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia tercatat menerima beasiswa di SMA Unggul Del angkatan pertama dan beasiswa Pestalozzi untuk belajar A Level (setara kelas 12-13) di Sussex, Inggris.

    Kini, alumnus S1 Swarthmore College kandidat PhD ini tengah menekuni bidang neuroscience di University of Illinois Chicago (UIC), Amerika Serikat.

    Yanti menuturkan, hingga saat ini, masih ada miskonsepsi bahwa perguruan tinggi besar dan swasta di luar negeri, khususnya AS, mengenakan biaya mahal pada mahasiswa S1-nya. Terlebih mahasiswa internasional seperti dari RI.


    Ia menjelaskan, para calon mahasiswa di kampus tersebut justru menerima calon mahasiswa hanya berdasarkan merit (prestasi). Setelah dinyatakan lolos seleksi, total mahasiswa yang diterima dengan beasiswa juga lebih banyak.

    “Kesempatan dapat beasiswa itu sangat lebih tinggi di universitas-universitas yang lebih bagus, contohnya Harvard, MIT (Massachusetts Institute of Technology), Princeton, Yale, dan Amherst,” tuturnya pada Strategy Session Pendaftaran S-1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) di kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ditulis Senin (9/12/2024).

    Peluang Beasiswa S1 di AS: Need-Blind dan Need-Aware

    Admisi Need-Blind

    Yanti menjelaskan, perguruan tinggi seperti Harvard dan MIT menggunakan prinsip need-blind dalam penerimaan mahasiswa baru. Dalam hal ini, kampus bersangkutan tidak melihat kemampuan finansial pelamar sebagai bahan pertimbangan kelulusannya.

    “Mereka nggak mempertimbangkan apakah kamu akan perlu financial aid, beasiswa, atau nggak. Mereka hanya melihat application kamu hanya dalam merit-based standpoint,” ucapnya.

    Setelah lolos seleksi, sambungnya, calon mahasiswa bersangkutan baru akan diminta melengkapi berkas terkait keuangan keluarga untuk membicarakan pengaturan beasiswa lebih lanjut.

    Ia menggarisbawahi, financial aid pada kampus need-blind admission lazimnya tidak 100 persen. Contohnya seperti perguruan tinggi negeri AS University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), University of Illinois Chicago (UIC), dan University of California (UC) yang notabene memiliki endowment (anggaran pendanaan) terbatas dan jumlah mahasiswa sangat banyak.

    Sementara itu, beasiswa pada perguruan tinggi dengan endowment yang besar seperti Harvard, MIT, Princeton, dan Amherst memungkinkan financial aid hingga 100 persen. Termasuk di dalamnya seperti uang kuliah dan tempat tinggal.

    “Biasanya untuk anak internasional (di universitas negeri AS) tidak dikasih (financial aid) 100 persen sesuai kebutuhan. Tapi di universitas ini (Harvard hingga Amherst), kita jamin pasti akan memenuhi 100 persen kebutuhan kalian,” terangnya.

    Need-Aware

    Perguruan tinggi dengan need-aware admission mempertimbangkan kemampuan finansial calon pelamar di samping prestasi luar biasa. Namun, jika sudah lolos seleksi, calon mahasiswa lazimnya mendapat beasiswa 100 persen. Untuk itu, seleksi beasiswa di kampus need-aware admission sangat kompetitif.

    “Implikasinya, anak yang berprestasi tapi butuh beasiswa 100 persen, dibandingkan dengan anak yang prestasinya sama tapi tidak perlu beasiswa sama sekali, anak ini (yang tidak butuh beasiswa) yang akan dikasih kesempatan masuk, karena bagaimanapun, universitas butuh uang,” ucap Yanti.

    “Berarti, agar kamu bisa menyaingi anak-anak dari negara kaya seperti China, Korea, Jepang, kalian prestasinya harus 2 kali lipat dibanding mereka,” imbuhnya.

    Contoh perguruan tinggi need-aware admission antara lain Swarthmore College, Columbia University, Stanford University, University of Pennsylvania, Cornell University, dan lain-lain.

    Persiapan Dana

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie sebelumnya menyarankan agar siswa fokus untuk untuk menyiapkan pendaftaran kuliah di luar negeri ketimbang memikirkan dana untuk kuliah. Sebab, peluang beasiswa dan bantuan pendidikan dapat diurus kemudian.

    “Jangan khawatir dulu tentang dana. Misalnya kalian diterima di top university, itu ada cara, pasti ada jalannya. Saya jamin. Bukan berarti akan mulus, tapi kemungkinan besar ada jalannya,” ucapnya.

    Stella sendiri lulus dari S1 Harvard University, AS dengan predikat Magna Cum Laude. Ia memperoleh financial aid yang meliputi tuition (uang kuliah) dan board (tempat tinggal, termasuk akomodasi dan makanan).

    Untuk mencukupi kebutuhan lainnya, Stella bekerja sebagai pembersih toilet di Harvard, staf yang menyiapkan bahan makanan, pencuci piring, penyiapan teknis presentasi, dan petugas perpustakaan.

    “Kalau kita mau, pasti ada cara,” ucapnya.

    Diketahui, beasiswa dari berbagai negara juga meliputi uang pendaftaran kuliah hingga biaya hidup. Selamat mencari dan menyiapkan diri untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, detikers!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Ketahui Tingkat Volume TWS dan Headset yang Aman beserta Tipsnya

    Jakarta

    Penggunaan perangkat audio seperti TWS (True Wireless Stereo) dan headset semakin meningkat. Baik untuk mendengarkan musik, menonton video, atau menelepon, TWS atau headset menjadi perangkat yang penting.

    Sehingga, penting untuk mengetahui tingkat volume TWS dan headset yang aman. Hal itu sangat penting untuk mencegah gangguan pendengaran dan menjaga kesehatan telinga jangka panjang. Begini penjelasannya.

    Ketahui Tingkat Volume TWS dan Headset yang Aman beserta Tipsnya

    Jika volume dinaikkan ke maksimum, smartphone atau tablet bisa mengeluarkan suara hingga 110 desibel melalui headset atau TWS. Intensitas suara tersebut bisa merusak telinga hanya dalam waktu lima menit.


    Menurut catatan detikHealth, dr Fikry Hamdan Yasin, Sp. THTBKL, Subsp.K.(K) dari RS Cipto Mangunkusumo menyarankan, usahakan untuk mengecilkan volume dengan suara 80 desibel. Atur volume suara sekitar 50% dari volume maksimal.

    Sebagai perbandingan, 80 desibel adalah tingkat kebisingan standar di restoran yang ramai. Sementara itu, 85 desibel setara dengan apa yang didengar saat berada di sepanjang jalan yang ramai.

    Dikutip dari laman Osteopathic, dokter spesialis anak osteopathic dari Vallejo, California, James E. Foy mengatakan, jika seseorang tidak mendengar apapun yang terjadi di sekitar saat menggunakan headphone, berarti tingkat desibelnya terlalu tinggi. Sehingga dr Foy menyarankan untuk tidak melebihi 60% dari volume maksimum saat menggunakan headphone.

    Tips Mendengarkan Musik Lewat TWS dan Headset

    Agar tetap aman mendengarkan musik dengan TWS dan headset, ada beberapa tips yang perlu diketahui. Mengutip laman Cleveland Clinic, berikut di antaranya.

    1. Kecilkan Suaranya

    Cara menggunakan TWS, headset, atau headphone akan menentukan seberapa baik pendengaran seseorang di masa mendatang. Tingkat volume dan lamanya mendengarkan menjadi faktor utama dalam gangguan pendengaran akibat suara.

    “Jika Anda mendengarkan musik pada 50% hingga 60% dari volume maksimal, Anda mungkin dapat mendengarkan musik dengan aman setiap hari,” kata Dr Ruff.

    Namun, jika volume dinaikkan, maka kamu perlu mengistirahatkan telinga. Aturan yang praktis adalah membatasi waktu mendengarkan hingga 90 menit apabila volume diatur pada sekitar 80% dari volume maksimum.

    2. Gunakan Alat Pendengar yang Pas

    Headset atau TWS yang tidak pas di telinga cenderung membiarkan banyak suara dari sekitar masuk. Kondisi tersebut biasanya akan membuat seseorang menaikkan volume suara.

    Sehingga, gunakanlah headset atau tws peredam bising yang bisa memblokir suara di sekitar. Sehingga, kamu bisa tetap menjaga suara tetap rendah.

    3. Pilih Perangkat yang Berkualitas

    Kualitas dari headset dan TWS biasanya menghasilkan suara yang lebih baik. Hal tersebut membuat pengguna tidak perlu bergantung pada volume yang dihasilkan.

    Itulah penjelasan mengenai volume TWS dan headset yang aman bagi kesehatan telinga. Jadi, pastikan kamu menyetel volume yang dianjurkan ya.

    (elk/inf)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Cerita Perubahan Tubuhnya usai Turun 113 Kg


    Jakarta

    Youtuber Nicholas Perry atau lebih dikenal sebagai Nikocado Avocado menceritakan perubahan yang terjadi pada tubuhnya usai menurunkan berat badan. Ia berhasil menurunkan berat badan sekitar 113 kg dalam dua tahun.

    Namun, setelah berhasil mengatasi obesitasnya yang parah, ia merasa terganggu dengan perubahan pada tubuhnya. Ia memiliki kulit yang kendur di area wajah, leher, dan juga perutnya.

    “Saya sama sekali tidak memiliki dagu, itu hanya ‘leher kalkun besar’ yang berada di bawah wajah saya,” kata Perry yang dikutip dari Daily Mail.


    Ketika orang bertambah berat badan, kulit akan meregang dan menjadi lebih besar. Saat berat badan menurun, kulit itu tidak akan bisa menyusut kembali.

    Hal ini menyebabkan kulit yang kendur itu membatasi gerak seseorang, memicu lecet, hingga tekanan emosional.

    Maka dari itu, Perry bertekad untuk melakukan operasi pengecilan perut, pengencangan lengan, paha, dan bokong. Prosedur pengangkatan kulit dimulai pada Januari 2025.

    Ia menjalani operasi facelift deep plane untuk menghilangkan kulit kendur di wajah dan lehernya. Pada 22 Januari, Perry mengungkapkan bahwa ia menjalani operasi facelift deep plane dengan Dr Ben Talei di Beverly Hills, California.

    Operasi deep plane facelift adalah prosedur tingkat lanjut yang mengangkat dan mengubah posisi struktur wajah yang lebih dalam, termasuk ligamen, untuk hasil yang lebih alami dan tahan lama. Prosedur ini berbeda dari operasi facelift standar, yang hanya mengencangkan kulit untuk meminimalkan kerutan dan membuat fitur wajah lebih jelas.

    Dalam operasi tersebut, Perry dibius dan dokter membuat sayatan di sekitar telinganya untuk mengencangkan kulit serta mengubah posisi struktur di wajahnya. Pasca operasi, ia harus memakai penyangga setidaknya selama seminggu.

    Selama itu, dia tidak bisa menundukkan kepalanya ke depan, karena itu dapat merobek kulit saat proses penyembuhan.

    Prosedur berikutnya adalah operasi pengencangan kulit di perut dan lengannya untuk mengurangi lipatan kulit berlebih. Ia menjalani operasi tersebut awal bulan ini dengan Dr Timothy Katzen di Beverly Hills.

    Perry tampaknya telah menjalani operasi pengecilan perut. Prosedur ini melibatkan dokter bedah yang memotong perut dari pinggul ke pinggul dan membuang kelebihan kulit dan lemak dari area tersebut.

    Dokter bedah memotong bagian dalam lengan, bagian belakang lengan atau ketiak. Kemudian, dokter juga membuang kelebihan lemak dan mengencangkan otot serta kulit di bawahnya sebelum menjahit sayatan hingga tertutup.

    Perry menjelaskan alasannya melakukan operasi pengangkatan kulit yang kendur itu. Ia merasa terganggu dan kulit tersebut menghambat segala keinginannya.

    “Ini menghambat saya, bahkan tidak bisa memakai baju biasa tanpa menyesuaikannya. Ini menghambat saya untuk merasa dalam kondisi terbaik,” tutur Perry.

    “Dan saya ingin merasa luar biasa dan merasa sangat baik selama tur, dan juga memakai pakaian yang lucu,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 5 Tips Mengatasi Libido Rendah pada Wanita, Nomor 1 Jangan Dilewatkan!

    Jakarta

    Libido atau gairah seks wanita dapat berubah sewaktu-waktu. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari faktor usia, perubahan hormon, gaya hidup yang tidak sehat, hingga kondisi medis tertentu.

    Terkadang, wanita juga bisa mengalami libido rendah yang kehilangan minat untuk bercinta. Hal ini sebenarnya normal, namun jika berkelanjutan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi libido rendah pada wanita? Dikutip dari Prevention, berikut tipsnya.


    1.⁠ ⁠Lakukan Foreplay

    Tak sedikit pasangan yang mengabaikan foreplay dan langsung melakukan seks penetrasi. Padahal, foreplay bisa memberikan dampak yang sangat besar dalam meningkatkan libido baik pria maupun wanita.

    Pakar terapi seks dari California, Stephanie Buehler, PsyD mengatakan foreplay selama 15-20 menit penting untuk membangun gairah seksual. Pemanasan seperti ciuman atau sentuhan dapat meningkatkan gairah secara fisik maupun emosional. Ketika gairah memuncak, vagina akan memproduksi lebih banyak cairan pelumas alami yang membuat seks penetrasi lebih nikmat dan menyenangkan.

    2.⁠ ⁠Coba Posisi Seks Baru

    Memang tidak ada salahnya melakukan gaya seks yang itu-itu saja. Namun jika ingin mendongkrak gairah, cobalah untuk menjajal posisi bercinta yang baru. Siapa tahu, posisi baru tersebut bisa saja memberikan kenikmatan yang lebih besar dan memuaskan.

    Ada banyak sekali posisi seksi yang bisa dicoba, dan rasa ingin tahu serta antisipasi saat mencoba posisi-posisi baru ini dapat membuat sesi ranjang menjadi lebih menggairahkan.

    3.⁠ ⁠Olahraga Secara Teratur

    Olahraga secara teratur dapat dapat mendukung sirkulasi darah dan kesehatan sistem kardiovaskular. Keduanya berperan penting dalam mempertahankan gairah seks yang sehat.

    Pakar kesehatan seksual wanita, Sherry Ross, MD, mengatakan wanita yang rutin melakukan latihan aerobik menunjukkan tingkat libido dan performa seksual yang lebih baik dibandingkan wanita yang jarang berolahraga.

    “Selama latihan, tubuh melepaskan endorfin, hormon yang membuat perasaan senang, yang bertanggung jawab atas manfaat kesehatan ini,” katanya.

    4.⁠ ⁠Luangkan Waktu Bersama Pasangan

    Seks yang memuaskan tidak terjadi secara spontan dan begitu saja. Bagi wanita, salah satu pendorong utamanya adalah keintiman emosional.

    Penelitian menunjukkan jika wanita merasa dekat secara emosional dengan pasangannya, keinginan untuk berhubungan seks akan cenderung meningkat. Salah satu cara meningkatkan kedekatan emosional ini adalah dengan meluangkan waktu bersama pasangan, misalnya dengan pergi berkencan atau makan malam bersama.

    Semakin keintiman ini menjadi bagian dari rutinitas, semakin baik pula dampaknya terhadap kehidupan percintaan.

    5.⁠ ⁠Hindari Minuman Beralkohol

    Bagi sebagian orang, minuman beralkohol mungkin membantu membangkitkan mood untuk bercinta. Namun menurut studi yang dilakukan peneliti dari University of Missouri, berhubungan seks dalam keadaan mabuk dapat mengurangi hasrat seksual dan menghambat mencapai orgasme.

    Tak hanya itu, 33 persen dari responden wanita juga melaporkan disfungsi seksual setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

    Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Alkohol adalah depresan yang dapat mengganggu sistem saraf yang mengendalikan gairah dan orgasme. Akibatnya, pasangan bisa saja tidak merasakan kepuasan saat berhubungan seks. Karenanya, hindari atau batasi minuman beralkohol sebelum bercinta.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Disangka-sangka, Ini 5 Manfaat Seks yang Jarang Diketahui

    Jakarta

    Seks bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan. Bercinta, bagi banyak pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara dua orang dengan mengurangi segala hal negatif yang ada.

    Hormon oksitosin yang dilepaskan selama momen intim antar pasangan mampu meningkatkan kepercayaan dan rasa persahabatan yang lebih kuat. Hal ini membuat seks tak hanya sekadar bersenang-senang di ranjang, namun juga memiliki banyak manfaat.

    Dikutip dari WebMD, berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari bercinta.


    1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

    Pakar kesehatan seksual Yvonne K Fulbright, PhD mengatakan mereka yang aktif secara seksual memiliki kekebalan tubuh yang bagus, sehingga jarang sakit. Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman hingga virus.

    “Orang yang aktif secara seksual memiliki waktu sakit lebih sedikit,” ujar Fulbright dikutip dari Web MD.

    2. Mengurangi Rasa Sakit

    Profesor dari University of New Jersey, Barry Komisaruk phD mengatakan orgasme dapat menurunkan rasa sakit pada seseorang.

    “Kami menemukan bahwa rangsangan pada vagina dapat menghalangi nyeri kronis pada punggung dan kaki dan banyak wanita mengatakan kepada kami bahwa rangsangan pada alat kelamin dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala,” kata Komisaruk.

    Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Hal ini terbukti pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Psikiater di West Hollywood, California Sheenie Ambardar, MD mengatakan seks dapat membuat seseorang mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena adanya hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh.

    “Setelah orgasme, hormon prolaktin dilepaskan yang bertanggung jawab atas perasaan rileks dan mengantuk setelah berhubungan seks,” kata Ambardar.

    5. Meredakan Stres

    Setiap sentuhan dan pelukan pada saat bercinta, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Gairah seksual melepaskan zat kimia otak yang meningkatkan sistem kesenangan dan penghargaan di otak.

    “Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan,” ujar Ambardar.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Perlu Tahu! Segini Jumlah Kalori yang Terbakar saat Bercinta

    Jakarta

    Seorang ahli seks di Stanford Health di California, Amerika Serikat, Profesor Leah Millheiser, mengungkapkan pasangan suami istri yang berhubungan seks dapat membakar banyak kalori. Namun, terdapat perbedaan jumlah kalori yang terbakar pada pria dan wanita.

    Menurut penelitian, pria mengeluarkan rata-rata 101 kalori selama berhubungan seks. Sementara wanita, hanya membakar sekitar 69 kalori.

    Angka-angka tersebut berasal dari tinjauan penelitian terbaru tahun 2022. Diperkirakan seorang pria dapat membakar sekitar 4,2 kalori per menit, sedangkan wanita hanya 3,1 kalori per menit.


    Angka-angka tersebut bervariasi berdasarkan durasi dan intensitas hubungan seksual, serta posisi seks yang berbeda.

    Profesor Millheiser mengatakan angka-angka tersebut bisa bervariasi tergantung pada siapa yang lebih ‘berperan aktif’ saat berhubungan seks.

    “Secara umum, pria memiliki lebih banyak otot daripada wanita. Yang berarti mereka membakar lebih banyak kalori bahkan saat melakukan aktivitas yang sama dengan rekan wanita mereka,” terangnya yang dikutip dari Daily Mail.

    Posisi Bercinta Ini Diyakini Lebih Banyak Bakar Kalori

    Sebuah survei yang diungkap oleh DailyMail pada awal bulan ini, menemukan bahwa gaya doggy dan misionaris termasuk di antara posisi seks paling populer.

    Sebagian besar waktu kedua posisi ini melibatkan pria yang mengeluarkan lebih banyak energi, yang akan menyebabkan pembakaran kalori yang lebih besar saat berhubungan seks.

    Angka kalori dalam tinjauan tahun 2022 hanyalah perkiraan rata-rata dan bisa berubah pada pasangan di mana wanita lebih suka mengambil peran yang lebih aktif.

    Survei bulan lalu menunjukkan bahwa cowgirl terbalik juga merupakan salah satu posisi seksual paling populer. Ini melibatkan wanita yang berada di atas dan membelakangi pasangannya.

    Dalam posisi ini, wanita melakukan sebagian besar gerakan, yang berarti ia mungkin akan membakar lebih banyak kalori daripada pasangan prianya.

    Prof Millheiser mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berpelukan, berciuman, dan bermesraan, maka semakin banyak kalori yang akan dibakar.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy