Tag: Candlestick< pola

  • Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Dalam aktivitas trading aset kripto, biasanya para trader memaksimalkan stop loss. Saat pergerakan harga menyentuh nilai yang telah ditentukan, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Pada kesempatan kali ini, akan membahas cara membaca morning star candlestick sebagai salah satu teknik yang dapat Anda gunakan dalam kegiatan trading.

    Namun sebelum itu, yuk simak dulu mengenai bearish market serta floating loss!

    Apa itu Bearish Market?

    Istilah “bearish” merupakan istilah yang tidak asing bagi para trader. Bagi Anda yang belum mengetahui istilah “bearish” atau “bearish market” ialah merujuk pada pergerakan harga aset kripto di pasar yang sedang bergerak turun. Banyak trader yang menjauhi aset kripto mereka, karena kepercayaan dari bearish market yang rendah.

    Anda dapat dengan mudah mengetahui sebuah pasar yang memiliki ciri bearish market, cukup dengan melihat nilai dari suatu aset yang mengalami penurunan secara konsisten. Berikut beberapa faktor penyebab bearish market:

    Ketika pasar mengalami Bearish Market, nilai penawaran lebih tinggi sedangkan nilai permintaan rendah. Hal ini akan membuat harga akan jatuh, karena lebih banyak trader yang ingin menjual asetnya dibandingkan membeli aset tersebut.

    Sering sekali Bearish Market dihubungkan dengan pelemahan ekonomi. Tentunya hal tersebut membuat para trader menjauh, dikarenakan mereka akan sedikit menggunakan uang mereka di saat pelemahan ekonomi.

    Umumnya emosi dan psikologi manusia mendorong pasar. Terkadang Anda dapat menemukan Bearish Market saat kepercayaan pada pasar menurun. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya seperti faktor FUD: Fear (takut), Uncertainty (ketidakpastian), serta Doubt (keraguan).

    Hal Dasar bagi Setiap Trader: Floating Loss

    Saat melakukan aktivitas trading aset kripto hal dasar yang wajib dipahami oleh setiap trader adalah konsep floating loss. Dalam investasi aset kripto, floating loss dapat diartikan sebagai kerugian sementara trader berdasarkan penurunan nilai aset yang terjadi saat itu. Sederhananya, floating loss adalah kerugian yang belum terealisasi.

    Jadi, sebenarnya trader tidak rugi? Tentu mengalami kerugian, akan tetapi kerugian tersebut masih belum ditentukan. Kerugian akan terealisasi, apabila seorang trader memutuskan untuk menjual aset kripto miliknya dalam upaya mengurangi kerugiannya lebih dalam. Ketika aset kripto dijual di bawah harga rata-rata, maka kerugian secara nyata sudah terjadi. 

    Berikut dampak floating loss terhadap trading jangka panjang dan jangka pendek:

    • Floating Loss terhadap Trading Jangka Panjang

    Ketika Anda melakukan investasi dalam jangka panjang, floating loss merupakan kondisi yang wajar dan masih aman, mengingat kondisi pasar yang memang volatil. Umumnya untuk investasi aset kripto dengan jangka panjang, Anda membeli aset kripto dengan fundamental baik serta yakin akan potensinya di masa depan. Sehingga, kerugian sementara tidak terlalu berpengaruh.

    • Floating Loss terhadap Trading Jangka Pendek

    Sedangkan untuk investasi dalam jangka pendek, floating loss akan sangat berpengaruh dengan keuntungan investasi. Namun, jika Anda memasang posisi berdasarkan analisa dan menetapkan titik stop loss serta take profit dengan tepat, maka seharusnya Anda tidak perlu khawatir lagi.

    Jika Anda benar-benar ragu, cobalah untuk melakukan analisa teknikal. Apakah nantinya pasar memasuki tren penurunan atau mungkin sebaliknya. Analisa tersebut dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan kembali posisinya. 

    Cara Membaca Pola Candlestick Morning Star

    Candlestick Morning Star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu penurunan harga yang panjang. Perlu diketahui bahwa Candlestick Morning Star terdiri dari 3 (tiga) candle yang berbeda. Hal tersebut menandakan akan terjadi reversal atau pembalikan arah dari pergerakan harga yang terjadi.

    Pola Candlestick Morning Star, terbentuk setelah sebelumnya didahului oleh downtrend, candle pertama berwarna merah, lalu terbentuk candle kedua dengan body kecil berwarna hijau dan Anda dapat melihat jarak candle kedua terpisah (gap) dengan candle pertama.

    Selanjutnya, terbentuknya candle ketiga sebagai konfirmasi akan terjadi reversal. Perlu Anda perhatikan, pada candle ketiga semakin panjang body-nya berwarna hijau maka menandakan terjadi kenaikan yang cukup signifikan.

    Teknik morning star candlestick dapat langsung Anda gunakan dalam aktivitas trading Anda. Gunakan pola tersebut dan mulai investasi di Tokocrypto. Anda tidak perlu khawatir, karena Tokocrypto secara resmi telah terdaftar di BAPPEBTI. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Pola Candlestick Lengkap Paling Populer Untuk Paratrader

    Seiring waktu, ragam pola candlestick (Candlestick Pattern) dalam trading semakin banyak variasinya, mulai dari pola satu batang candlestick, dua batang, tiga batang dan seterusnya. Namun, dari semua pilihan tersebut, ternyata ada beberapa pola candlestick lengkap menguntungkan yang bisa Anda pelajari. Seperti apakah pola-pola candlestick tersebut? Yuk, kita pelajari pada artikel ini.

    Kilas Balik Pengertian Pola Candlestick

    Pola candlestick adalah metode charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad lalu sampai sekarang. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh berbagai kalangan trader.

    Candlestick merupakan jenis grafik harga yang digunakan trader untuk melihat harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan di periode-periode tertentu. Teknik candlestick ini haruslah dipahami dan dikuasai dengan baik oleh para trader dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal serta meminimalkan risiko kerugian. Karena dari pola candlestick inilah, para trader bisa memantau pergerakan harga yang sedang terjadi.

    Perlu dicatat, analisa dengan pola candlestick termasuk dalam metode analisa diskresional. Artinya, analisa teknikal melalui pola candlestick, pada dasarnya akan mengandalkan intuisi subyektif trader untuk memahami dan membaca candlestick chart hingga menjadi suatu eksekusi trading aktual. Implikasinya, dibutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi supaya metode ini benar-benar optimal mendatangkan profit konsisten.

    Baca juga: Apa itu Cryptocurrency? 

    Jenis-jenis Pola Candlestick Lengkap yang Menguntungkan

    Agar lebih mudah dipahami pemula yang banyak digunakan oleh trader-trader di luar sana, pola-pola candlestick menguntungkan akan mengikuti sistematika dari  analisis teknikal pada umumnya, candlestick memiliki tingkat siaga berupa “sinyal” dan “konfirmasi”.

    Tingkat “sinyal” berarti  candlestick  tersebut  telah membentuk satu pola yang akan menunjukkan pergerakan naik atau turun, namun trader belum disarankan untuk memasang posisi terlebih dahulu. Sedangkan, tingkat “konfirmasi” berarti pola candlestick tersebut  sudah  menyarankan  trader  memasang posisi mengikuti arah pergerakan sesuai dengan pola yang muncul.

    Berikut adalah 5 kategori pola candlestick lengkap menguntungkan sesuai dengan bentuk konfirmasinya dalam pembukaan posisi:

    1. Pola Pin bar

    Pola pin bar adalah salah satu pola candlestick menguntungkan yang paling sering muncul pada chart. Pola ini mudah dikenali karena bentuk panjang shadow-nya selalu lebih panjang daripada badan dan ujung shadow lawannya (nose). Semakin panjang shadow dibanding body dan nose, maka semakin tinggi indikasi kemungkinan akan terjadi penerusan trend atau reversal.

    Pola Pinbar Candlestick

    Terbentuknya pola candlestick pin bar mengindikasikan sentimen pasar yang awalnya tergiring ke satu arah, tapi kemudian berbalik arah, sehingga meninggalkan jejak shadow panjang. Contohnya, pada saat harga mendekat batas resistansi atau support, pin bar biasanya menandakan akan terjadinya reversal:

    Pola Candlestick Bullish dan Bearish

    2. Pola Inside bar

    Pola candlestick menguntungkan kedua ini biasanya paling sering muncul saat trend telah mencapai titik tertinggi atau terendahnya. Pola Inside Bar selalu diwakili dengan karakteristik dua batang candlestick, di mana salah satu batang lebih kecil dan berada di antara range batang induknya (Mother Bar).

    Pola Candlestick Inside Bar

    Pola candlestick menguntungkan ini mengindikasikan konsolidasi antara penjual vs. pembeli, di mana keduanya masih berusaha saling tarik-menarik sampai akhirnya salah satu pihak kalah lalu pihak lain mendominasi sehingga terbentuklah trend baru. Dalam pengembangannya, pola Engulfing juga termasuk dalam kategori pola Inside Bar.

    Pola Candlestick Forex

    3. Pola Three Outside Up dan Three Outside Down

    Pola Three Outside Up dan Three Outside Down juga termasuk pengembangan dari pola Inside Bar. Bedanya, jika pada Inside Bar, candlestick pertama biasanya lebih besar daripada candlestick kedua, maka pada pola candlestick menguntungkan ini justru candle pertama lebih kecil atau berada di dalam candle berikutnya. Artinya, bar pertama dan kedua menandakan tekanan antara penjual vs. pembeli semakin besar (ekspansi) dan pemenang dari unjuk kekuatan tersebut dikonfirmasi oleh bar ketiga.

    Pola Candlestick

    Pola Three Inside Up

    Pola Candlestick Three Inside Down

    Pola Three Inside Down

    Pola Three Inside Up Pola Three Inside Down Pola Three Inside Up mengindikasikan akan terjadinya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sedangkan pola Three Inside Down menandakan peluang reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

    4. Pola Evening Star dan Morning Star

    Pola candlestick menguntungkan berikutnya bernama Evening Star dan Morning Star. Formasi Evening Star dan Morning Star adalah pola tiga batang candlestick yang mengindikasikan keraguan para pelaku pasar. Namun, candlestick ketiga mengkonfirmasi ke mana haluan arah harga berikutnya.

    Jenis Pola Candlestick Evening Star

    Pola Evening Star

    Candlestick Morning Star

    Pola Morning Star

    Pola Evening Star Pola Morning Star Pola Evening Star mengindikasikan akan adanya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sebaliknya, jika muncul pola Morning Star setelah periode tren menurun, maka akan ada kemungkinan besar untuk reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

    5. Pola Reversal Multi-Bar (Falling and Rising Three Methods)

    Umumnya, semakin banyak batang dalam suatu formasi, maka akan semakin jarang tingkat kemunculannya. Namun, akurasi sinyal trading dari pola Falling dan Rising Three Methods lebih tinggi dari pola dengan jumlah batang lebih sedikit. Contohnya seperti pada pola candlestick menguntungkan di bawah ini:

    Jenis Candlestick Failling Method

    Pola Falling Three Method

    Pola Candlestick Rising Failling Method

    Pola Rising Three Methods

    Pola Falling Three Method Pola Rising Three Methods Pola candlestick menguntungkan kelima ini memiliki ciri khas tiga bar yang diapit di tengahnya, namun kemudian dilawan oleh bar terakhir. Harga penutupan (closing) pada candle terakhir menentukan akurasi dari pola multi-bar ini.

    Pada pola Falling Three Methods, reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik) terkonfirmasi setelah closing bar terakhir ditutup lebih rendah dari bar pertama. Sebaliknya, pada pola Rising Three Methods, silahkan pasang posisi long (buy) setelah bar terakhir ditutup lebih tinggi daripada bar pertama.

    Catatan Tambahan Untuk Menyaring Pola Candlestick Menguntungkan

    Salah satu faktor penting dalam menyaring tingkat akurasi pola candlestick adalah dengan memperhatikan pilihan timeframe. Timeframe tinggi (di atas H4) umumnya memiliki noise lebih rendah, sehingga tingkat akurasi sinyal tradingnya lebih tinggi daripada pola candlestick pada time frame rendah.

    Kedua, jangan terburu-buru untuk mengeksekusi market order sebelum ada konfirmasi dari batang candlestick lain. Misalnya pada saat terbentuk pola Pin Bar, tunggu sampai batang candlestick berikutnya menyentuh garis konfirmasi. Alternatif lainnya, gunakan indikator seperti MACD atau RSI untuk mengkonfirmasi akurasi sinyal trading.

    Kesimpulan

    Pola candlestick atau candlestick merupakan alat bantu bagi para trader dan investor membaca pergerakan crypto. Candlestick  memiliki sejarah yang panjang dan telah berlangsung ratusan tahun. Pola candlestick juga merupakan pola yang dianggap sangat bisa diandalkan dalam membaca trading saham keuangan, oleh karena itu pola candle sangat populer di kalangan trader dan investor.

    Nah itu dia beragam pola dari candlestick yang menguntungkan yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan profit pada saat melakukan trading crypto. Pada dasarnya banyak ragam cara untuk melakukan trading crypto. Seiring dengan berkembangnya teknologi blockchain maka semakin berkembang pula fitur yang ditawarkan bagi para pengguna crypto. 

    Salah satunya yang mulai terkenal di Dunia dan Indonesia yaitu ada DeFi (Decentralized Finance). Apa itu DeFi? Singkatnya DeFi merupakan sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka tanpa izin, transparan, dan tersedia tanpa adanya otoritas terpusat yang dibuat dengan protokol smart contract

    Di Indonesia sendiri, gerakan DeFi ini masih sangat terbatas dan Tokocrypto dengan Toko Token (TKO) hadir sebagai pelopor yang menjadi project aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menawarkan model token hybrid yang nantinya Token TKO ini akan menjadi token platform penukaran, Centralized Finance, dan Decentralized Finance. Toko Token juga dibangun di atas Binance Smart Chain yang merupakan salah satu blockchain ternama dengan tingkat keamanan yang tinggi. Ingin tahu lebih banyak tentang TKO ini? Yuk cek sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com