Sebagai seorang investor, Anda perlu mengetahui kapan waktu tepat untuk membeli atau menjual aset kripto. Jika salah melangkah, kerugian bisa mendatangi Anda. Ketika mencari data soal aset kripto tertentu, Anda akan disuguhkan sebuah grafik bernama candlestick chart. Grafik berbentuk seperti lilin ini menunjukkan informasi mengenai harga suatu aset kripto pada rentang waktu tertentu.
Biasanya, grafik ini digunakan para investor dan trader untuk membantu memprediksi kenaikan atau penurunan harga. Kenaikan harga ditandai warna hijau, sementara penurunan harga ditandai warna merah.
Apa itu Candle Marubozu?
Candlestick memiliki banyak pola yang menunjukan tren pasar aset kripto. Salah satu pola yang paling mudah diidentifikasi adalah candle Marubozu atau Marubozu candlestick. Candle Marubozu adalah salah satu pola candlestick yang digunakan untuk analisis teknis sebuah aset kripto, saham, komoditas, atau instrumen keuangan lain.
Ciri-ciri Candle Marubozu yaitu:
Memiliki body candle yang sangat panjang.
Harga penutupan dan harga pembukaan biasanya memiliki jarak yang cukup jauh.
Pola ini tidak memiliki upper dan head shadow, yang berarti bahwa harga sebuah aset dibuka pada titik tertinggi dan akan ditutup di titik terendah, begitu juga dengan sebaliknya.
Jenis-jenis candle Marubozu
Marubozu candlestick memiliki tiga jenis pola yang menunjukkan keadaan tren pasar yang berbeda-beda. Pola tersebut dibedakan menjadi Marubozu full, open, dan close. Berikut penjelasannya.
1. Marubozu full
Marubozu full merujuk pada candle Marubozu yang memiliki harga buka dan tutup yang flat dan tanpa sumbu pada seluruh pola candlestick. Pola ini hanya berbentuk persegi panjang berwarna merah yang berarti bearish atau hijau yang artinya bullish.
2. Marubozu open
Pola yang satu ini terlihat dari pembukaan yang rata dan penutupan pada arah yang berlawanan. Marubozu open menggambarkan bahwa aset hanya bergerak ke satu arah sejak periode pembukaan. Jika pola candle Marubozu berwarna merah, hal ini menandakan bahwa harga tidak pernah mengalami kenaikan sejak pembukaan. Sebaliknya, jika pola berwarna hijau, berarti harga tidak pernah mengalami penurunan. Tidak seperti pola Marubozu full, pola Marubozu open bisa memiliki shadow atau bayangan.
3. Marubozu close
Pola Marubozu close adalah kebalikan dari Marubozu open. Pola ini tidak memiliki bayangan saat penutupan harga. Hal ini menunjukkan bahwa harga mungkin bergerak ke satu arah saat harga pembukaan, kemudian bergerak ke arah berlawanan tanpa ada kenaikan lagi. Pola seperti ini akan menunjukkan shadow di bagian atas.
Bagaimana Cara Membaca Marubozu Candlestick?
Memahami cara baca candle Marubozu akan membantu Anda mengetahui kuatnya perdagangan suatu aset. Tidak hanya itu, pola ini juga bisa menambah wawasan yang berguna untuk memprediksi masa depan pasar.
Namun, pola ini tidak sering terjadi pada pergerakan grafik di pasar. Karena jarang terjadi, saat candle Marubozu muncul, pasar cenderung sedang menguat. Misalnya, ketika Marubozu bullish terjadi, hal ini berarti kondisi bull masih kuat dan mampu menahan tekanan dari short seller. Dalam kasus tertentu, kondisi ini mengarah pada kelanjutan tren naik.
Untuk lebih memahami Marubozu candlestick, Anda perlu mengetahui cara membacanya.
1. Jika pola candle Marubozu menunjukkan pola tren bullish (Marubozu Putih) terjadi di akhir tren naik, maka ada kemungkinan tren akan berlanjut.
2. Namun, jika Marubozu Putih terjadi di tren turun, kemungkinan besar akan terjadi pembalikan.
3. Sebaliknya, jika pola candle Marubozu menunjukkan tren bearish (Marubozu Hitam) terjadi di akhir tren turun, maka kemungkinan tren ini akan berlanjut.
4. Sementara itu, bila pola tersebut terjadi di akhir tren naik, maka besar kemungkinan akan terjadi pembalikan.
Untuk benar-benar memberikan kepastian kondisi pasar kripto, mengandalkan candle Marubozu saja tidak cukup. Akan lebih baik jika investor dan trader juga melihat pola candlestick yang muncul setelah pola Marubozu.
Agar berhasil dalam investasi maupun trading, Anda perlu menguasai analisis teknis, salah satunya adalah dengan mengetahui cara membaca candle Marubozu. Hal ini akan membantu Anda dalam memprediksi tren pasar di kemudian hari. Pastikan pula saat berinvestasi Anda melakukannya di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain, investasi dan trading kripto pun jadi lebih mudah.
Yuk, langsung bergabung dengan komunitas Tokocrypto untuk menyimak informasi terbaru mengenai dunia kripto!
Dalam berinvestasi kripto, terdapat dua jenis analisis yang lazim digunakan oleh para investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Candlestick pattern merupakan bagian dari analisis teknikal yang digunakan pada saat trading kripto yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah dari suatu aset kripto pada periode waktu tertentu.
Seorang trader kripto yang paham candlestick pattern bisa menganalisa wakut yang tepat untuk buy atau sell, sehingga bisa cenderung mendapatkan profit. Agar kamu memahami lebih dalam, candlestick pattern bisa simak 3 kategori yang biasa digunakan dalam analisis nilai kripto di bawah ini.
Pola candlestick yang satu ini akan membantu trader atau investor dalam memprediksi tren pembalikan harga yaitu dari downtrend menjadi uptrend. Jenis candlestick ini terbagi menjadi beberapa pola, yaitu sebagai berikut.
Pola Bullish hammer akan mengindikasikan tren bearish telah berakhir. Pada pola ini kemungkinan harga aset akan mengalami bullish. Dalam kondisi seperti ini, trader akan menetapkan harga lebih rendah. Selanjutnya akan terjadi tekanan pembelian yang cukup intens dan aset ditutup pada harga yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.
Pattern yang satu ini merupakan sinyal pembalikan bullish dan menandakan akhir dari downtrend. Morning Star akan terdiri dari candlestick merah panjang sebelah kiri dan candlestick pendek berwarna merah atau hijau.
Pola yang satu ini mengindikasikan tren bullish sedang kuat. Biasanya akan muncul secara berturu-turut berwarna hijau panjang dengan sumbu kecil.
Pola ini menandakan adanya pembukaan yang lebih rendah pada har kedua dari harga penutupan di hari pertama, tetapi mengalami uptrend pembelian yang drastis sehingga harga tutup lebih tinggi.
Percing Line menunjukkan adanya penurunan harga di awal kemudian diikuti dengan meningkatkatnya pembelian. Pada momen inilah banyak trader yang berlomba membeli aset dengan harga tertentu.
Candlestick Pattern Bearish Reversal merupaakn pola yang biasanya digunakan untuk memprediksi tren harga pada saat uptrend mengalami downtrend. Ada beberapa jenis candlestick yang mengindikasikan bearish, yaitu sebagai berikut.
Pola ini ditandai dengan candlestick hijau besar yang kemudian diikuti candlestick merah kecil yang seluruh tubuhnya berada dalam kisaran tubuh candlestick hijau pertama tadi. Hal ini menunjulan adanya kemungkinan penurunan harga aset.
Pola ini ditandai dengan candlestick hijau besar diikuti candlestick merah. Pola ini menunjukan harga pembukaan dan penutupan lebih tinggi dari sebelumnya dan kemungkinan akan terjadi penurunan harga.
Pola ini ditandai dengan adanya candlestick merah kecil di bagian atas candlestick hijau panjang tanpa bersentuhan. Pola ini menunjukan adanya pembalikan bearish.
Pola ini menunjukan adanya uptrend pada sebagian besar sesi, namun disusul dengan downtrend dalam waktu singkat sehingga mendorong harga turun dan tertutup pada harga di bawah pembukaan.
Pola ini mengindikasikan adanya kemungkinan bearish mengalami pembalikan dari bullish.
Ciri khas dari candlestick ini adalah adanya 2 candlestick terakhir yang mengalami pembukaan harga di tengah-tengah candlestick sebelumnya. Namun harga penutupan lebih rendah dibanding candlestick sebelumnya.
Candlestick Pattern Continuation
Candlestick Pattern Continuation menandakan adanya pergerakan harga yang selaras dengan tren harga sebelumnya. Berikut beberapa pola yang mengindikasikan pola continuation.
Pola ini ditandai dengan candlestick tipis di tengah yang mengindikasikan sinyal netral. Pada saat ini harga penutupan dan pembukaan hampir sama sehingga diragukan pasar akan memiliki nilai aset sebenarnya.
Pola ini ditandai dengan candlestick di pusat bertubuh pendek dengan sumbu yang sama panjang. Hal ini menunjukkan pola istirahat karena keadaan pasar sedang tidak terkendali.
Itulah ciri khas dari masing-masing candlestick pattern yang harus kamu pahami pada saat bermain kripto agar selalu mendapat profit. Selamat mencoba!
Dalam aktivitas trading aset kripto, biasanya para trader memaksimalkan stop loss. Saat pergerakan harga menyentuh nilai yang telah ditentukan, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Pada kesempatan kali ini, akan membahas cara membaca morning star candlestick sebagai salah satu teknik yang dapat Anda gunakan dalam kegiatan trading.
Namun sebelum itu, yuk simak dulu mengenai bearish market serta floating loss!
Apa itu Bearish Market?
Istilah “bearish” merupakan istilah yang tidak asing bagi para trader. Bagi Anda yang belum mengetahui istilah “bearish” atau “bearish market” ialah merujuk pada pergerakan harga aset kripto di pasar yang sedang bergerak turun. Banyak trader yang menjauhi aset kripto mereka, karena kepercayaan dari bearish market yang rendah.
Anda dapat dengan mudah mengetahui sebuah pasar yang memiliki ciri bearish market, cukup dengan melihat nilai dari suatu aset yang mengalami penurunan secara konsisten. Berikut beberapa faktor penyebab bearish market:
Ketika pasar mengalami Bearish Market, nilai penawaran lebih tinggi sedangkan nilai permintaan rendah. Hal ini akan membuat harga akan jatuh, karena lebih banyak trader yang ingin menjual asetnya dibandingkan membeli aset tersebut.
Sering sekali Bearish Market dihubungkan dengan pelemahan ekonomi. Tentunya hal tersebut membuat para trader menjauh, dikarenakan mereka akan sedikit menggunakan uang mereka di saat pelemahan ekonomi.
Umumnya emosi dan psikologi manusia mendorong pasar. Terkadang Anda dapat menemukan Bearish Market saat kepercayaan pada pasar menurun. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya seperti faktor FUD: Fear (takut), Uncertainty (ketidakpastian), serta Doubt (keraguan).
Hal Dasar bagi Setiap Trader: Floating Loss
Saat melakukan aktivitas trading aset kripto hal dasar yang wajib dipahami oleh setiap trader adalah konsep floating loss. Dalam investasi aset kripto, floating loss dapat diartikan sebagai kerugian sementara trader berdasarkan penurunan nilai aset yang terjadi saat itu. Sederhananya, floating loss adalah kerugian yang belum terealisasi.
Jadi, sebenarnya trader tidak rugi? Tentu mengalami kerugian, akan tetapi kerugian tersebut masih belum ditentukan. Kerugian akan terealisasi, apabila seorang trader memutuskan untuk menjual aset kripto miliknya dalam upaya mengurangi kerugiannya lebih dalam. Ketika aset kripto dijual di bawah harga rata-rata, maka kerugian secara nyata sudah terjadi.
Berikut dampak floating loss terhadap trading jangka panjang dan jangka pendek:
Floating Loss terhadap Trading Jangka Panjang
Ketika Anda melakukan investasi dalam jangka panjang, floating loss merupakan kondisi yang wajar dan masih aman, mengingat kondisi pasar yang memang volatil. Umumnya untuk investasi aset kripto dengan jangka panjang, Anda membeli aset kripto dengan fundamental baik serta yakin akan potensinya di masa depan. Sehingga, kerugian sementara tidak terlalu berpengaruh.
Floating Loss terhadap Trading Jangka Pendek
Sedangkan untuk investasi dalam jangka pendek, floating loss akan sangat berpengaruh dengan keuntungan investasi. Namun, jika Anda memasang posisi berdasarkan analisa dan menetapkan titik stop loss serta take profit dengan tepat, maka seharusnya Anda tidak perlu khawatir lagi.
Jika Anda benar-benar ragu, cobalah untuk melakukan analisa teknikal. Apakah nantinya pasar memasuki tren penurunan atau mungkin sebaliknya. Analisa tersebut dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan kembali posisinya.
Cara Membaca Pola Candlestick Morning Star
Candlestick Morning Star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu penurunan harga yang panjang. Perlu diketahui bahwa Candlestick Morning Star terdiri dari 3 (tiga) candle yang berbeda. Hal tersebut menandakan akan terjadi reversal atau pembalikan arah dari pergerakan harga yang terjadi.
Pola Candlestick Morning Star, terbentuk setelah sebelumnya didahului oleh downtrend, candle pertama berwarna merah, lalu terbentuk candle kedua dengan body kecil berwarna hijau dan Anda dapat melihat jarak candle kedua terpisah (gap) dengan candle pertama.
Selanjutnya, terbentuknya candle ketiga sebagai konfirmasi akan terjadi reversal. Perlu Anda perhatikan, pada candle ketiga semakin panjang body-nya berwarna hijau maka menandakan terjadi kenaikan yang cukup signifikan.
Teknik morning star candlestick dapat langsung Anda gunakan dalam aktivitas trading Anda. Gunakan pola tersebut dan mulai investasi di Tokocrypto. Anda tidak perlu khawatir, karena Tokocrypto secara resmi telah terdaftar di BAPPEBTI. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto sekarang!
Dengan Bitcoin halving yang tinggal beberapa hari lagi, antusiasme masyarakat crypto-space sudah memuncak. Para moon-bois sudah meneriakkan 14k, 20k, bahkan 250k USD.
Namun, analisa teknikal masih belum menunjukkan adanya kemungkinan untuk menuju ke atas zona 10k, apalagi puluhan ribu USD. Teknikal masih menunjukkan adanya PERINGATAN akan merahnya candlestickdi bulan Mei.
Hormati Trendline Di Timeframe Besar!
Di timeframe 1 bulan, terlihat bahwa candlestick tidak berhasil menutup di atas trendline yang saya gambarkan (warna oranye). Jika diperhatikan, trendline ini paling dihormati sejak akhir 2017-awal 2018. Candlestick bulanan gagal menutup di atas itu, candlestick berikutnya akan merah dan menunjukkan penurunan yang signifikan dengan potensi wick-fishing (wick yang berusaha menyentuh) area trendline abu-abu, yang saya tandai areanya di kotak hijau.
Jika kita lihat secara sejarah, sebelum halving (seperti di 2016) bahwa harga naik, lalu turun setelah halvingnya. Apa yang terjadi di bulan lalu hampir mengkonfirmasinya. Area wick-fishing yang saya tandai mungkin menjadi lanjutan dari kenaikan pre-halving nanti, sebelum MUNGKIN harga akan dump setelah halving mengikuti resistance dari trendline yang telah saya gambar.
Pertanyaannya: Target turunnya sampai mana?
Trendline Sebagai Support, Namun Ada Yang Menghantui
Saya lakukan hal yang sama dengan area bawah, menggunakan trendline yang “dihormati”. Kemungkinan turun adalah di area garis biru dan merah di bawah. Jadi, mungkin 4-5k USD masih memungkinkan. Tapi, ada yang menghantui…
Level resistance yang terbentuk sejak November 2013 (1100-an USD), dan ditembus di bulan Maret 2017, BELUM DI-RETEST LAGI. Bukan maksud FUD, namun, melihat nature dari Bitcoin , hal ini sangat mungkin terjadi, walau kemungkinannya tidak sebesar garis merah dan biru yang saya gambar.
Dengan besarnya volatilitas dunia finansial saat ini, alangkah baiknya kita berhati-hati sebelum mulai berinvestasi di aset crypto. Akan menjadi investasi yang jauh lebih baik jika kita mulai membeli bitcoin, misalkan, setelah dump besar-besaran pasca halving.
Grafik candlestick merupakan salah satu alat paling populer dalam analisis teknikal yang digunakan untuk membaca pergerakan harga dan mengidentifikasi peluang potensial untuk membeli atau menjual di pasar finansial. Pola-pola tertentu pada candlestick sering dimanfaatkan trader untuk memahami psikologi pasar dan kemungkinan arah pergerakan harga berikutnya.
Beberapa pola candlestick yang umum dan sering digunakan antara lain palu, bullish harami, hanging man, shooting star, dan doji. Pola-pola ini dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan tren maupun mengonfirmasi tren yang sedang berlangsung. Meski demikian, trader tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti volume perdagangan, sentimen pasar, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan transaksi.
Apa itu Candlestick?
Candlestick adalah jenis teknik grafik yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga suatu aset. Pertama kali dikembangkan di Jepang pada abad ke-18, teknik ini telah digunakan untuk menemukan pola yang dapat memberikan wawasan tentang pergerakan harga aset selama berabad-abad. Saat ini, pedagang mata uang kripto menggunakan candlestick untuk menganalisis data harga historis dan memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.
Beberapa candlestick yang digabungkan seringkali membentuk pola yang dapat mengindikasikan apakah harga cenderung naik, turun, atau tetap. Mari kita lihat bagaimana pola-pola tersebut dapat memberikan wawasan tentang sentimen pasar dan peluang trading.
Bagaimana Cara Kerja Grafik Candlestick?
Bayangkan Anda sedang memantau harga suatu aset seperti saham atau aset kripto selama periode waktu tertentu, misalnya seminggu, sehari, atau satu jam. Grafik candlestick adalah cara untuk merepresentasikan data harga ini secara visual.
Candlestick memiliki badan dan dua garis (sering disebut sumbu atau bayangan). Badan candlestick mewakili rentang antara harga pembukaan dan penutupan dalam periode tersebut, sementara sumbu atau bayangan mewakili harga tertinggi dan terendah yang dicapai selama periode yang sama.
Badan berwarna hijau menunjukkan kenaikan harga selama periode tersebut. Badan berwarna merah menunjukkan candlestick bearish, yang berarti harga turun selama periode tersebut.
Cara Membaca Pola Candlestick
Pola candlestick terbentuk dari beberapa candle dalam urutan tertentu. Terdapat beragam pola, masing-masing dengan interpretasinya sendiri. Beberapa pola candlestick memberikan wawasan tentang keseimbangan antara pembeli dan penjual, sementara pola lainnya mungkin menunjukkan titik pembalikan, kelanjutan, atau keraguan.
Perlu diingat bahwa pola candlestick bukanlah sinyal beli atau jual yang intrinsik. Sebaliknya, pola candlestick merupakan cara untuk mengamati pergerakan harga dan tren pasar guna mengidentifikasi peluang yang akan datang. Oleh karena itu, selalu bermanfaat untuk melihat pola dalam konteksnya.
Untuk mengurangi risiko kerugian, banyak trader menggunakan pola candlestick yang dikombinasikan dengan metode analisis lain, termasuk Metode Wyckoff , Teori Gelombang Elliott , dan Teori Dow . Indikator analisis teknikal (TA) juga umum digunakan , seperti garis tren , Relative Strength Index (RSI) , Stochastic RSI , Ichimoku Clouds , atau Parabolic SAR .
Pola candlestick juga dapat digunakan bersamaan dengan level support dan resistance . Dalam trading, level support adalah titik harga di mana aksi beli diperkirakan lebih kuat daripada aksi jual, sementara level resistance adalah titik harga di mana aksi jual diperkirakan lebih kuat daripada aksi beli.
Pola Candlestick Bullish
Hammer
Palu adalah kandil dengan sumbu bawah yang panjang di bagian bawah tren turun , di mana sumbu bawah setidaknya dua kali ukuran badan.
Palu menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual tinggi, pembeli (bulls) mendorong harga kembali naik mendekati pembukaan. Palu bisa berwarna merah atau hijau, tetapi palu hijau biasanya menunjukkan reaksi bullish yang lebih kuat .
Inverted hammer
Pola ini mirip palu, tetapi dengan sumbu panjang di atas badan, bukan di bawah. Mirip dengan palu, sumbu atas harus berukuran setidaknya dua kali ukuran badan.
Palu terbalik terjadi di dasar tren turun dan dapat mengindikasikan potensi pembalikan ke arah atas. Sumbu atas menunjukkan bahwa harga telah menghentikan pergerakan turunnya, meskipun para penjual akhirnya berhasil mendorongnya kembali turun mendekati pembukaan (memberikan bentuk khas palu terbalik).
Singkatnya, palu terbalik dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual melambat dan pembeli mungkin akan segera menguasai pasar.
Three white soldiers
Pola Three white soldiers terdiri atas tiga kandil hijau berurutan yang semuanya dibuka dalam badan kandil sebelumnya dan ditutup di atas harga tertinggi kandil sebelumnya.
Dalam pola ini, candlestick memiliki sumbu bawah yang kecil atau bahkan tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli lebih kuat daripada penjual (yang mendorong harga lebih tinggi). Beberapa trader juga mempertimbangkan ukuran candlestick dan panjang sumbunya. Pola ini cenderung lebih efektif ketika badan candlestick lebih besar (tekanan beli yang lebih kuat).
Bullish harami
Bullish harami adalah kandil merah panjang yang diikuti oleh kandil hijau yang lebih kecil dan sepenuhnya berada dalam badan kandil sebelumnya.
Bullish harami dapat terbentuk selama dua hari atau lebih, dan ini merupakan pola yang menunjukkan bahwa momentum penjualan melambat dan mungkin akan segera berakhir.
Pola Candlestick Bearish
Hanging man
Hanging man adalah padanan bearish dari hammer. Biasanya terbentuk di akhir tren naik dengan badan kecil dan sumbu bawah yang panjang.
Sumbu bawah menunjukkan adanya aksi jual yang signifikan setelah tren naik, tetapi para pembeli berhasil mendapatkan kembali kendali dan mendorong harga kembali naik (sementara). Ini adalah titik di mana pembeli mencoba mempertahankan tren naik sementara lebih banyak penjual masuk, menciptakan titik ketidakpastian .
Orang yang menggantung setelah tren naik yang panjang dapat bertindak sebagai peringatan bahwa pembeli mungkin akan segera kehilangan momentum di pasar, yang menunjukkan potensi pembalikan ke sisi bawah .
Shooting star
Bintang jatuh terdiri dari sebuah kandil dengan sumbu atas yang panjang, sedikit atau tanpa sumbu bawah, dan badan kecil, idealnya di dekat bagian bawah. Bentuk bintang jatuh sangat mirip dengan palu terbalik, tetapi terbentuk di akhir tren naik .
Pola candlestick ini menunjukkan bahwa pasar mencapai titik tertinggi lokal , tetapi kemudian para penjual mengambil alih kendali dan mendorong harga kembali turun. Beberapa trader suka menjual atau membuka posisi short ketika shooting star terbentuk, sementara yang lain lebih suka menunggu candlestick berikutnya untuk mengonfirmasi pola tersebut.
Three black crows
Tiga gagak hitam terdiri dari tiga kandil merah berurutan yang dibuka di dalam badan kandil sebelumnya dan ditutup di bawah titik terendah kandil terakhir.
Mereka adalah padanan bearish dari tiga tentara putih. Biasanya, candlestick ini tidak memiliki sumbu atas yang panjang, yang menunjukkan bahwa tekanan jual terus mendorong harga turun . Ukuran candlestick dan panjang sumbu juga dapat digunakan untuk menilai peluang kelanjutan tren turun.
Bearish harami
Bearish harami adalah kandil hijau panjang yang diikuti oleh kandil merah kecil dengan badan yang sepenuhnya terkandung dalam badan kandil sebelumnya.
Bearish harami dapat terjadi selama dua periode atau lebih (misalnya, dua hari atau lebih jika Anda menggunakan grafik harian). Pola ini biasanya muncul di akhir tren naik dan dapat mengindikasikan pembalikan karena pembeli kehilangan momentum .
Dark cloud cover
Pola Dark cloud cover terdiri dari kandil merah yang dibuka di atas penutupan kandil hijau sebelumnya tetapi kemudian ditutup di bawah titik tengah kandil tersebut.
Pola ini cenderung lebih relevan jika disertai volume perdagangan yang tinggi , yang mengindikasikan bahwa momentum mungkin akan segera berubah dari bullish menjadi bearish . Beberapa trader lebih suka menunggu bar merah ketiga untuk mengonfirmasi pola tersebut.
Tiga Pola Candlestick Kelanjutan
Rising three methods
Pola candlestick tiga metode naik terjadi dalam tren naik di mana tiga candlestick merah berurutan dengan badan kecil diikuti oleh kelanjutan tren naik . Idealnya, candlestick merah tidak boleh menembus area candlestick sebelumnya.
Kelanjutannya dikonfirmasi oleh lilin hijau dengan badan besar, yang menunjukkan bahwa bulls kembali mengendalikan tren.
Falling three methods
Tiga metode yang menurun merupakan kebalikan dari tiga metode yang meningkat. Ini menunjukkan kelanjutan tren menurun .
Pola Doji candlestick
Doji terbentuk ketika harga pembukaan dan penutupan sama (atau sangat mirip). Harga dapat bergerak di atas dan di bawah harga pembukaan, tetapi pada akhirnya akan ditutup pada atau mendekati harga tersebut. Dengan demikian, doji dapat mengindikasikan titik ketidakpastian antara kekuatan beli dan jual. Namun, interpretasi doji sangat kontekstual.
Bergantung pada jatuhnya garis buka dan tutup, doji dapat digambarkan sebagai doji batu nisan, doji berkaki panjang, atau doji capung.
Gravestone Doji
Ini adalah kandil pembalikan bearish dengan sumbu atas yang panjang dan pembukaan serta penutupan mendekati titik terendah.
Long-legged Doji
Lilin lilin yang tidak menentukan dengan sumbu atas dan bawah serta pembukaan dan penutupan mendekati titik tengah.
Dragonfly Doji
Bisa berupa candlestick bullish atau bearish, tergantung pada konteksnya , dengan sumbu bawah yang panjang dan pembukaan/penutupan mendekati titik tinggi.
Menurut definisi asli doji, harga pembukaan dan penutupan seharusnya sama. Bagaimana jika harga pembukaan dan penutupan tidak sama tetapi sangat berdekatan? Itulah yang disebut spinning top. Namun, karena pasar mata uang kripto bisa sangat fluktuatif, doji yang persis sama cukup langka, sehingga spinning top sering digunakan secara bergantian dengan istilah doji.
Pola Candlestick Berdasarkan Kesenjangan Harga
Kesenjangan harga terjadi ketika aset keuangan dibuka di atas atau di bawah harga penutupan sebelumnya, sehingga menciptakan celah antara dua candlestick.
Meskipun banyak pola candlestick yang mengandung gap harga, pola berbasis gap tidak lazim di pasar kripto karena buka 24/7. Gap harga juga dapat terjadi di pasar yang tidak likuid, tetapi tidak bermanfaat sebagai pola yang dapat ditindaklanjuti karena umumnya mengindikasikan likuiditas rendah dan spread bid-ask yang tinggi .
Cara Menggunakan Pola Candlestick dalam Perdagangan Kripto
Pedagang harus mengingat kiat-kiat berikut saat menggunakan pola kandil dalam perdagangan kripto:
1. Pahami dasar-dasarnya
Pedagang kripto harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar pola candlestick sebelum menggunakannya untuk membuat keputusan trading. Ini termasuk memahami cara membaca grafik candlestick dan berbagai pola yang dapat terbentuk. Jangan ambil risiko jika Anda tidak memahami dasar-dasarnya.
2. Gabungkan berbagai indikator
Meskipun pola candlestick dapat memberikan wawasan berharga, pola tersebut sebaiknya digunakan bersama indikator teknis lainnya untuk menghasilkan proyeksi yang lebih komprehensif. Beberapa contoh indikator yang dapat dikombinasikan dengan pola candlestick antara lain moving average, RSI, dan MACD.
3. Gunakan beberapa kerangka waktu
Pedagang kripto sebaiknya menganalisis pola candlestick di berbagai kerangka waktu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang sentimen pasar. Misalnya, jika seorang pedagang menganalisis grafik harian, ia juga perlu melihat grafik per jam dan 15 menit untuk melihat bagaimana pola tersebut terbentuk di berbagai kerangka waktu.
4. Praktik manajemen risiko
Menggunakan pola candlestick mengandung risiko seperti halnya strategi trading lainnya. Trader harus selalu menerapkan teknik manajemen risiko, seperti menetapkan stop-loss order, untuk melindungi modal mereka. Penting juga untuk menghindari overtrading dan hanya memasuki posisi dengan rasio risiko-imbalan yang menguntungkan.
Ringkasan
Setiap pedagang dapat memperoleh keuntungan dengan mengenali candlestick dan apa yang ditunjukkan oleh polanya, bahkan jika mereka tidak memasukkannya ke dalam strategi perdagangan mereka.
Meskipun bermanfaat dalam menganalisis pasar, penting untuk diingat bahwa indikator-indikator ini tidak sempurna. Indikator-indikator ini bermanfaat untuk menunjukkan kekuatan beli dan jual yang pada akhirnya menggerakkan pasar. Namun, indikator-indikator ini tetap harus digunakan bersama alat-alat lain dan manajemen risiko yang tepat untuk mengurangi potensi kerugian.