Tag: cermati

  • Perusahaan Rintisan Wajib Kembangkan Bisnis Terintergrasi dan Berkelanjutan


    Jakarta

    Startup atau perusahaan rintisan harus memiliki strategi untuk pengembangan bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures Alvin Evander mengungkapkan startup juga harus memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberi solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan.

    Dia menyebutkan dengan kolaborasi lintas sektor, startup juga diharapkan bisa terus berkontribusi yang relevan. “Bisa menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan dan pihak terkait,” ujar dia dalam siaran pers, ditulis Minggu (9/2/2025).


    MDI Ventures baru-baru ini mengumumkan peluncuran delapan impact report yang menyoroti kontribusi startup portfolionya terhadap sektor-sektor esensial, seperti pendidikan, kesehatan, aquaculture, dan fintech. Laporan ini memaparkan bagaimana para startup tersebut menciptakan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

    Startup portofolio yang terlibat dalam laporan ini meliputi Aruna, Paxel, Julo, SwipeRX, Qoala, Delos, Cermati, dan Amartha. Salah satu aspek yang disorot dalam laporan ini adalah komitmen perusahaan portfolio MDI Ventures terhadap inklusi gender dan pemberdayaan perempuan, seperti di Qoala dan Amartha.

    Hingga tahun 2023, 42% dari total agen Qoala adalah perempuan, meningkat dari 38% pada tahun sebelumnya. Melalui kebijakan kerja yang inklusif dan program pelatihan, Qoala membuka peluang kerja bagi perempuan, termasuk mereka yang tidak memiliki gelar formal. Inisiatif ini berperan dalam mendukung kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan.

    Demikian juga dengan Amartha, yang terkenal sebagai perusahaan pionir fintech yang berfokus pada pembiayaan perempuan di perdesaan. Hingga saat ini, Amartha sudah berhasil menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 2,6 juta nasabah perempuan di Indonesia.

    Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty menjelaskan, peluncuran impact report ini mencerminkan komitmen kami dalam memberdayakan komunitas pesisir melalui inovasi dan teknologi. Pada tahun 2023, kami terhubung dengan lebih dari 55.000 nelayan di 150 lokasi, meningkatkan produksi, ekspor, dan pendapatan mereka hingga tiga kali lipat.

    “Laporan ini adalah bukti nyata kontribusi kami dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar dia.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander mengatakan, “Peluncuran delapan impact report ini menegaskan komitmen kami untuk berinvestasi di startup yang tidak hanya berfokus pada nilai ekonomi, tetapi juga yang memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberikan solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.

    Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi para startup. Melalui kolaborasi lintas sektor, para startup diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang relevan dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak terkait.

    Peluncuran laporan ini juga sejalan dengan komitmen GoZero%, sebuah inisiatif baru yang hadir sebagai pembaharuan dari program ESG Telkom Indonesia sebelumnya. Melalui GoZero%, Telkom optimis dapat mendorong semangat baru untuk mewujudkan masa depan berbasis ESG dan bisnis berkelanjutan.

    “Kami berharap seluruh impact report ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan terhadap peran strategis startup dalam mendorong perubahan sosial, pemberdayaan komunitas, inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Komitmen kami terhadap transparansi dan dampak nyata dari investasi akan terus menjadi prioritas kedepannya,” ujar Alvin.

    Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan pengalaman lebih dari 15 tahun, Amartha terus berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan masyarakat akar rumput melalui akses pendanaan yang terjangkau dan berkelanjutan, melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis AI yang juga disertai pendampingan oleh SDM terlatih.

    Selain itu, laporan ini juga mencatat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari JULO, yang pada tahun 2023 mengalokasikan investasi sebesar Rp113,9 juta, meningkat 403% dibandingkan tahun sebelumnya. Program CSR JULO berfokus pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan komunitas, memperkuat hubungan, dan menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • 6 Tips Jitu Jaga BI Checking Biar Mudah Ajukan KPR serta Cara Bersihkannya


    Jakarta

    BI checking merupakan salah satu persyaratan yang menentukan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kamu disetujui atau tidak. BI checking kamu juga menentukan seberapa cepat mengajukan KPR bisa disetujui.

    Apabila BI checking kamu baik, maka KPR akan lebih cepat disetujui. Sementara BI checking yang bermasalah memiliki kemungkinan KPR ditolak. Lalu, bagaimana kalau BI checking kamu terlanjur memiliki skor kredit yang buruk?

    Nah, ada cara yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan riwayat BI checking kamu. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.


    Cara Membersihkan BI Checking

    Melansir dari Cermati, Senin (1/7/2024), BI Checking bisa dikatakan buruk jika kamu mendapat skor kredit 3, hal ini biasanya terjadi karena adanya cicilan yang tak terbayarkan atau tertunggak. Berikut beberapa cara untuk membersihkan BI checking yang bisa kamu lakukan.

    Pertama, cicilan kredit atau utang yang tertunggak pastinya harus kamu segera lunasi. Sebab di bank manapun kamu mengajukan kredit, dijamin tak akan mendapat persetujuan jika skor atau kualitas catatan kredit kamu masih buruk.

    Kedua, setelah melunasi tunggakan cicilan kredit atau utang, pantau BI Checking kamu. Perhatikan apakah skor kredit berangsur-angsur mengalami perubahan. Kalau belum ada perubahan, ajukan komplain ke bank di mana kamu mengambil kredit.

    Ketiga, kamu dapat membawa surat penjelasan atau klarifikasi dari bank di mana kamu mengajukan kredit, kamu dapat mengonfirmasikan ke pihak OJK bahwa kamu telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai BI Checking dinyatakan benar-benar bersih.

    Tips Menjaga BI Checking

    Setelah diterpa persoalan buruknya BI Checking, pastinya kamu kapok dan ogah terjerembab untuk kedua kalinya ke dalam blacklist BI Checking. Ada beberapa cara menjaga BI Checking tetap bersih dan skor kreditnya tetap bagus. Bagaimana caranya?

    1. Ketahui Kredit yang Diambil dan Sedang Berjalan

    Rata-rata fasilitas pinjaman maupun fasilitas kredit yang disediakan bank atau lembaga pembiayaan lainnya umumnya sudah diketahui masyarakat. Mulai dari KTA, KPR, atau KKB.

    2. Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo hingga Lunas

    Telat membayar cicilan kredit sampai menunggak bisa jadi penyebab mengapa BI Checking dinilai buruk hingga dimasukkan ke dalam Blacklist BI Checking. Itulah sebabnya penting untuk selalu mengingat dan membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo.

    3. Menggunakan Limit Kartu Kredit Sewajarnya

    Memang kamu memilih kartu kredit karena limit yang ditawarkan sesuai dengan keinginan misalnya Rp6 juta. Kamu pun bebas melakukan transaksi hingga Rp6 juta. Namun, alangkah baiknya jika menggunakan kurang dari limit yang ditentukan.

    Sebab jika sewaktu-waktu kamu kebetulan menunda pembayaran tagihan kartu kredit sebesar Rp 6 juta tersebut, ini akan membuat skor kredit dinilai jelek. Sebaiknya, pakailah kurang dari 30% dari limit kartu kredit kamu.

    4. Sebisa Mungkin Hindari Minimum Payment Kartu Kredit

    Menggunakan opsi minimum pembayaran tagihan kartu kredit boleh-boleh saja. Namun, kamu harus siap menanggung konsekuensinya, yaitu jeleknya BI Checking. Hal tersebut bisa terjadi karena tidak ada jaminan kalau utang kamu tidak akan menumpuk sehingga mengakibatkan kamu kesulitan membayar tagihan kartu kredit alias menunggak.

    5. Simpan Bukti Transaksi untuk Digunakan dalam Mengawasi Laporan Kredit

    Terkadang kesalahan bisa saja diperbuat bank sehingga tagihan kredit yang dilaporkan ke kamu tampak tidak wajar. Untuk menghindari kasus tersebut, ada baiknya menyimpan bukti-bukti transaksi kartu kredit. Dengan begitu, kesalahan tersebut akan dikoreksi bank dan kamu terhindar dari tagihan kredit yang barangkali di luar kemampuan kamu.

    6. Ambil Kredit sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar

    Sebelum kamu mempunyai kartu kredit, pertimbangkanlah sesuai kebutuhanmu. Apakah kamu sangat memerlukannya atau tidak? Jadi, pertimbangkan apakah benar-benar membutuhkan dua kartu kredit? Ketahuilah batas kemampuan membayar kamu. Jangan demi gengsi, kamu sampai memiliki banyak utang.

    Demikian cara menjaga dan membersihkan BI checking agar mudah mengajukan KPR. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia 7 Alasan Reksa Dana Syariah Ideal Jadi Investasi Pilihan Milenial


    Jakarta

    Menjadi salah satu cara optimal untuk meningkatkan kondisi keuangan, tak mengherankan jika kini tren investasi tengah merekah di masyarakat. Khususnya bagi kalangan milenial, banyak orang mulai menyadari pentingnya berinvestasi demi meraih tujuan finansial di masa depan.

    Pilihan instrumen investasi pun saat ini sudah sangat beragam dengan keunggulan dan kelebihannya tersendiri. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah reksa dana syariah, yang jika dipelajari dengan cermat ternyata cocok dijadikan produk investasi pilihan milenial. Reksa dana syariah sendiri adalah produk investasi yang menghimpun modal dari banyak investor kepada Manajer Investasi agar dikelola menyesuaikan prinsip syariah.

    Yang menjadi pertanyaan, apa 7 alasan reksa dana syariah ideal dijadikan instrumen investasi pilihan kaum milenial? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.


    1. Prospek Pertumbuhan Menjanjikan

    Alasan pertama kenapa reksa dana syariah cocok dijadikan pilihan investasi adalah karena prospek pertumbuhannya yang menjanjikan di Indonesia. Bagaimana tidak? Mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam membuat minat pada instrumen investasi syariah tak perlu diragukan lagi. Selain itu, potensi pengembangan dan inovasi produk investasi tersebut juga akan digencarkan agar lebih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum.

    2. Imbal Hasil Bersaing

    Meski memodifikasi cara kerjanya agar sesuai dengan prinsip syariah, tapi imbal hasil dari reksa dana syariah tidak kalah dengan produk investasi konvensional. Bahkan, tidak jarang keuntungan yang diberikan oleh instrumen investasi tersebut lebih menggiurkan dibanding produk investasi konvensional seperti deposito, obligasi, dan sebagainya. Dengan begitu, daya tarik produk ini di mata investor bisa dibilang cukup tinggi karena imbal hasil yang diberikan mampu bersaing dengan instrumen investasi lain.

    3. Diawasi DPS MUI dan OJK

    Di samping itu, untuk menjamin kesesuaian cara kerja dan pengelolaan dananya dengan prinsip syariah, setiap produk reksa dana syariah yang legal di Indonesia telah diawasi oleh DPS MUI dan OJK.

    DPS MUI atau Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia sendiri adalah pihak yang bertanggung jawab memastikan pengelolaan reksa dana sesuai prinsip syariah. Sementara OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga independen yang bertugas mengawasi aktivitas jasa keuangan di Indonesia. Dengan pengawasan dari DPS MUI dan OJK tersebut, dijamin aktivitas investasi di produk reksa dana syariah legal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    4. Cara Kerja Sesuai Syariat Agama Islam

    Kehadiran produk investasi berbasis syariah memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia agar bisa berinvestasi secara halal. Pasalnya, dulu tidak sedikit orang ragu untuk mulai berinvestasi karena takut riba maupun praktik pengelolaan dana yang tak sesuai hukum Islam seperti gharar atau maisir.

    Pada pengelolaannya, Manajer Investasi reksa dana syariah akan memastikan kehalalan aktivitas investasinya, termasuk melakukan cleansing atau pembersihan pada pendapatan imbal hasil sebelum diberikan ke nasabahnya. Caranya dengan melakukan aktivitas amal, zakat, atau charity sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

    5. Bisa Dimulai dengan Modal Terjangkau

    Alasan lain kenapa reksa dana syariah pas untuk dipilih kaum milenial yang ingin berinvestasi adalah Anda bisa mulai menanam modal di produk tersebut dengan nominal terjangkau. Karena menghimpun modal dari banyak investor sekaligus, unit reksa dana syariah bisa dibeli dengan modal mulai dari 10 ribu saja. Jadi, akses investasi pada produk ini terbuka pada hampir semua kalangan masyarakat tanpa ada batasan penghasilan atau kondisi keuangan.

    6. Praktis Diakses di Mana Saja

    Tak hanya kebutuhan modal yang ramah di kantong, investasi syariah ini juga bisa diakses dengan praktis. Hal ini dikarenakan ada banyak platform investasi online, salah satunya Cermati Invest yang bisa digunakan oleh investor melalui aplikasi di smartphone.

    Cara daftarnya pun sangat mudah dengan mengisi data diri sesuai KTP serta melakukan verifikasi. Ketika pengajuan akun telah mendapat persetujuan, Anda pun bisa mulai berinvestasi di produk ini kapan saja dan di mana saja diinginkan secara online.

    7. Lebih Stabil dan Tahan Banting

    Alasan terakhir yang tak kalah menariknya, reksa dana syariah umumnya memiliki pergerakan harga yang cenderung lebih stabil dan tahan banting. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena jumlah peminat pada produk investasi tersebut bisa dibilang terus meningkat seiring waktu.

    Dengan semakin banyak nasabah yang menanam modal di produk ini, pergerakan nilainya akan menjadi lebih menjanjikan untuk naik. Bahkan, menurut data statistik di tahun 2020, nominal dana kelolaan atau AUM produk reksa dana pendapatan tetap syariah meningkat dari Rp 24 triliun ke Rp 39 triliun. Tentunya, pertumbuhan nilai tersebut bukan tidak mungkin akan bergerak lebih solid lagi di waktu mendatang seiring bertambahnya jumlah peminat instrumen ini.

    Jadi, Apakah Reksa Dana Syariah Mampu Menjawab Keraguan Anda untuk Investasi?

    Dengan cara kerja yang telah disesuaikan dengan prinsip agama Islam, reksa dana syariah menawarkan produk investasi halal dan bebas riba yang sesuai dengan kebutuhan mayoritas masyarakat Indonesia. Tak hanya bagi kaum milenial, tapi produk berbasis syariah ini juga bisa menjadi pilihan ideal dari generasi setelahnya. Nah, setelah memahami penjelasan, apakah reksa dana syariah mampu menjawab keraguan Anda untuk investasi?

    (Content Promotion/Cermati)



    Sumber : finance.detik.com