Market aset kripto sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Banyak analis bilang musim dingin kripto sudah terjadi. Namun, CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut situasi ini baik untuk bisnis di masa depan.
Pasar kripto terus menggelepar dalam angin puyuh ketakutan inflasi dan ketidakpastian ekonomi dengan Bitcoin, Ethereum dan kripto lainnya sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatan yang mereka hilangkan dalam aksi jual dramatis dalam beberapa hari terakhir.
Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di bawah US$ 22.000 turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut Bitcoin. Bitcoin telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir. Nilai kapitalisasi pasar kripto pun anjlok lebih dari US$ 1 triliun.
Melihat kondisi market kripto seperti ini, CEO Binance, Changpeng Zhao, yang akrab disapa “CZ,” mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa musim dingin kripto potensi baik untuk bisnis.
Ketika ditanya bagaimana Binance akan berjalan selama musim dingin kripto saat ini menyusul laporan pembekuan perekrutan karyawan di Gemini dan Coinbase, dia menjawab dengan percaya diri.
“Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto. Jika kita berada di musim dingin kripto, itu akan menjadi yang ketiga dan kedua bagi Binance. Jadi ini bukan pertama kalinya kami mengalami ini,” katqa CZ dikutip Cointelegraph.
Menurut Zhao, saat ini Binance yang merekrut staf baru selama bear market untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan bull market berikutnya. “Saat ini jauh lebih baik untuk merekrut, selama pasar bullish, setiap orang memulai proyek mereka sendiri, dan setiap orang dibayar dengan jumlah kompensasi yang di luar akal sehat.”
“Sekarang pasar lebih seimbang, jadi talenta terbaik tersedia, dan kami ingin merekrut mereka.”
CEO Binance, Changpeng Zhao
Ilustrasi Binance. Foto: SOPA IMAGES/LIGHTROCKET VIA GETTY IMAGES.
Dunia kripto telah menderita melalui periode penurunan beberapa minggu terakhir ini, tetapi bos Binance masih merekomendasikan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan merekrut talenta terbaik.
Changpeng melanjutkan dengan menyatakan, “Binance selalu sangat hemat dalam pengeluaran besar, kami tidak mensponsori Super Bowl,” dan “kami tidak membeli hak nama stadion.”
Sementara itu, banyak perusahaan exchange kripto, seperti Coinbase dan Gemini telah membekukan penerimaan karyawan baru dan melakukan PHK sebagian kecil pegawainya. Perusahaan seperti Crypto.com dan BlockFi juga telah memberhentikan lebih dari 5% karyawan mereka karena kondisi pasar. Platform perdagangan Robinhood juga memecat 9% stafnya pada bulan April lalu.
CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), memberikan tanggapan terhadap pemberitaan Reuters yang menyatakan bahwa exchange kripto terbesar tersebut digunakan sebagai aktivitas pencucian uang senilai $ 2,35 miliar dari 2017 hingga 2021. Laporan investigasi Reuters itu diterbitkan pada Selasa 7 Juni 2022.
Reuters melaporkan pada September 2020, kelompok peretas Korea Utara yang dikenal dengan nama Lazarus masuk ke bursa kripto Eterbase di Slovakia dan mencuri mata uang virtual senilai $ 5,4 juta. Pencurian itu hanyalah sebagian kecil aksi Lazarus yang menurut Amerika Serikat ditujukan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara.
Beberapa jam kemudian, Lazarus membuka setidaknya dua lusin akun anonim di Binance untuk mengkonversi kripto hasil rampokan mereka sekaligus mengaburkan rekam jejaknya. Hanya dalam waktu sembilan menit, Lazarus sukses membuat akun Binance dan memperdagangkan kripto yang dicuri.
Salah satu pendiri Eterbase, Robert Auxt, menyatakan Binance sendiri tidak tahu siapa yang memindahkan uang dari Eterbase karena sifat akunnya yang anonim. Sementara Eterbase tidak dapat menemukan atau mengembalikan dana yang sudah dicuri.
CEO Binance, CZ, mengatakan laporan investigasi Reuters itu pekerjaan yang sia-sia dan tidak berimbang.
Mengutip data Chainalysis, CZ menjelaskan faktanya sudah jelas bahwa hanya 0,15% dari semua transaksi kripto pada tahun 2021 yang dikaitkan dengan beberapa jenis aktivitas terlarang. Sedangkan menurut PBB, aktivitas terlarang di sektor fiat atau uang tunai jumlahnya diperkirakan sebesar 2-5%, senilai $ 800 miliar hingga $ 2 triliun.
CZ melanjutkan, bahwa Binance tidaklah sempurna dan pernah melakukan kesalahan di masa lampau. Namun hal tersebut bukan berarti Reuters memiliki hak untuk mengabaikan kewajiban mereka untuk menyuguhkan informasi yang obyektif.
“Ini bahkan sama sekali tidak berimbang, seharusnya fair dong,” cuit CZ di akun twitternya 11 jam lalu.
Dia menambahkan bahwa utasnya ini merupakan yang terakhir kalinya sebagai tanggapan Binance kepada Reuters.
Dalam utasnya itu CZ menyatakan seiring dengan perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan soal industri kripto, Binance selalu terbuka untuk ruang diskusi, sebisa mungkin mendukung penegakan hukum, dan mengakui bila berbuat salah.
Dia juga menceritakan setiap minggu dia bisa diwawancari atau diskusi dengan 5 hingga 20 wartawan. Dia menjelaskan ada kalanya dia tidak setuju dengan bagaimana para jurnalis menulis tentang Binance. Namun, itu bukan masalah karena jumlahnya sedikit. Sebaliknya yang menulis secara obyektif jumlahnya lebih banyak.
“Kritikan yang datang dari luar itu membangun tapi harus dilakukan secara fair dan terbuka,” tulis CZ.
Di akhir utasnya, CZ mempublikasikan wawancara dirinya dengan Reuters yang dilakukan melalui email sebelum artikel tersebut diterbitkan dengan pesan “Jurnalisme itu sangat penting bagi pertumbuhan kami. Tapi kita harus sepakat untuk pemberitaan yang fair dan akurat sehingga industri kripto semakin maju.”
Binance, platfrom exchange kripto terbesar di dunia, akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 500 juta atau setara Rp7,2 triliun untuk diinvestasikan ke sejumlah proyek dan startup yang dapat memperluas penggunaan aset kripto, mendorong adopsi teknologi web3 dan blockchain.
Dana tersebut dikumpulkan dan akan disalurkan melalui Binance Labs, modal ventura yang didirikan oleh Binance. Investor institusi global terkemuka seperti DST Global Partners, Breyer Capital dan beserta perusahaan lainnya turut terlibat dalam pengumpulan dana ini.
Dilansir Be[in]crypto, Founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengatakan dalam lingkungan web3, hubungan antara nilai, orang, dan ekonomi, sangat penting. Jika, ketiga elemen ini bersatu untuk membangun ekosistem, itu akan mempercepat adopsi massal dari teknologi blockchain dan kripto.
“Tujuan dari dana investasi yang baru ditutup (oleh Binance Labs ini) adalah untuk menemukan dan mendukung sejumlah proyek dan para pendiri dengan potensi untuk membangun dan memimpin Web3 di seluruh sektor DeFi, NFT, game, metaverse, sosial, dan banyak lagi,” kata CZ.
Binance Labs berencana menggunakan modal untuk berinvestasi di startup yang membangun Web3. Konsep Web3 sendiri mengacu pada masa depan dari internet yang lebih terdesentralisasi daripada platform online saat ini, dan menggabungkan blockchain.
Binance Labs berharap bisa memanfaatkan situasi market kripto yang sedang tumbuh ini untuk menemukan startup yang bisa mengembangkan penggunaan kripto dan adopsinya yang lebih luas. Investasi akan dibagi menjadi pre-seed, early-stage dan growth equity. Dana tersebut akan diinvestasikan dalam token serta saham.
“Kami mencari proyek dengan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3,” kata Direktur eksekutif investasi dan M&A di Binance Labs, Ken Li dikutip CNBC.
Proyek tersebut dapat mencakup infrastruktur, NFT dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Binance memperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 hingga 500.000 pengembang Web3 aktif, jumlah yang diharapkan akan tumbuh secara substansial.
Portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis, Forbes dan Sky Mavis, perusahaan di balik permainan NFT populer, Axie Infinity. Binance juga merupakan investor di Terraform Labs, startup yang berbasis di Singapura di balik proyek stablecoin, Terra yang gagal.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC awal tahun ini, Zhao mengatakan Binance memiliki “miliaran miliaran dolar yang siap untuk diinvestasikan” di Web3. Tren ini telah disambut dengan skeptisisme dari beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi, termasuk Elon Musk dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Zhao mengatakan dia percaya pada konsep tersebut, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.
CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.
Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.
Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.
Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.
Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.
Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:
“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”
CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)
Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.
Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.
Dia menambahkan:
“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”
Binance, exchange kripto terbesar di dunia, siap menggelontorkan $ 500 juta untuk mendukung akuisisi Elon Musk terhadap Twitter. CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut dukungan ini sebagai sebuah kontribusi kecil.
Dalam pengajuan Schedule 13D, beberapa investor, seperti Sequoia Capital ($ 800 juta), Andreessen Horowitz ($ 400 juta), Qatar Holding ($ 375 juta), Fidelity ($ 316 juta), DFJ ($ 100 juta), dan investor-investor terkenal lainnya juga turut memberikan dana untuk rencana akuisisi ini. Larry Ellison memberikan investasi tertinggi sebesar $ 1 miliar.
Total dukungan para investor itu kira-kira mencapai $ 7,1 miliar. Schedule 13D harus diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) oleh entitas yang mengakuisisi lebih dari 5% perusahaan.
Namun, dalam daftar itu tidak ada nama miliarder Arab Saudi Al Waleed bin Talal Al Saud yang ikut mendukung akuisisi dalam bentuk saham Twitter. Ia memiliki 34.948.975 saham TWTR senilai $ 54,20.
Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.
Langkah akuisisi Twitter oleh CEO Tesla itu dimulai pada 4 April 2022, saat Musk pertama kali membeli 9,2% saham perusahaan media sosial tersebut. Tak lama setelah itu, ia masuk ke jajaran dewan direksi Twitter.
Musk kemudian mengajukan penawaran untuk membeli Twitter sepenuhnya dengan tawaran awal sebesar $ 43 miliar. Dan pada 25 April 2022, Twitter akhirnya menerima tawaran dengan nilai sedikit lebih tinggi yaitu $ 44 miliar.
“Twitter memiliki potensi luar biasa. Saya tidak sabar bekerja dengan perusahaan (ini) dan komunitas penggunanya,” ujar Musk saat itu.
Musk kemungkinan besar akan menambahkan lebih banyak koin kripto ke Twitter. Gagasan untuk mengintegrasikan lebih banyak komponen kripto sangat penting bagi pemegang Dogecoin, karena orang terkaya di dunia ini dikenal sebagai penggemar DOGE.
Kemunculan aset kripto dan blockchain telah menciptakan banyak orang kaya baru di dunia saat ini. Terlebih dunia kripto yang tengah booming dalam beberapa tahun ini, membuat arus pendapatan deras bagi sejumlah yang orang aktif di industri aset digital.
Forbes membuat daftar orang terkaya berkat kripto dan blockchain di dunia pada awal tahun 2022. Beberapa orang yang masuk daftar tersebut di antaranya Changpeng Zhao, Sam Bankman-Fried, dan Brian Armstrong.
Masuknya sejumlah miliarder tersebut dirasa wajar karena uang yang bisa mereka dihasilkan pada ekonomi kripto senilai $ 2 triliun. Setidaknya, dalam satu tahun terakhir pergerakan kripto disebabkan oleh booming-nya investasi aset kripto, inovasi Web3, non-fungible token (NFT) hingga pergerakan liar di Bitcoin.
Menurut data Forbes, terdapat 19 miliarder kripto dan blockchain yang masuk daftar orang terkaya di dunia 2022, atau lebih banyak 7 orang dari tahun sebelumnya. Sebagian besar dari mereka masuk daftar karena menghasilkan uang dari bisnis yang berhubungan dengan kripto dan teknologi blockchain.
Berikut daftar orang terkaya di dunia berkat kripto dan blockchain:
Changpeng Zhao
Kekayaan bersih: $ 65 miliar
Sumber kekayaan: Binance
Kewarganegaraan: Kanada
Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.
Changpeng Zhao atau yang akrab disapa “CZ” adalah pendiri dan CEO Binance dan merupakan orang terkaya ke-19 di dunia. Forbes memperkirakan bahwa ia memiliki setidaknya 70% dari Binance, platform global terkemuka untuk perdagangan aset kripto.
Tahun 2021 lalu, Binance dilaporkan memfasilitasi sekitar dua pertiga dari semua volume perdagangan kripto, menghasilkan perkiraan pendapatan sekitar $ 16 miliar.
Pria berusia 44 tahun itu juga memegang sebagian kecil Bitcoin dan sejumlah BNB yang dirahasiakan, token asli Binance. Berdasarkan perkiraan tersebut, Forbes telah menaikkan evaluasi kekayaan CZ dari $ 1,9 miliar tahun lalu.
Sam Bankman-Fried merupakan CEO FTX, perusahaan exchange aset kripto. Ia pindah dari Hong Kong ke Bahama yang lebih ramah kripto pada akhir 2021 bersama perusahaannya FTX dan mampu mengumpulkan $ 400 juta pada Januari lalu dengan penilaian $ 32 miliar.
Operasi FTX di AS juga baru-baru ini dinilai oleh investor memiliki rata-rata volume trading sebesar $ 8 miliar. Dia memiliki sekitar setengah kepemilikan dari FTX dan FTT, token asli platform senilai lebih dari $ 7 miliar.
Brian Armstrong
Kekayaan bersih: $ 6,6 miliar
Sumber kekayaan: Coinbase
Kewarganegaraan: AS
Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.
Brian Armstrong adalah CEO dan pendiri Coinbase. Ia berhasil membawa Coinbasi melakukan IPO pada April 2021 dengan penilaian $ 100 miliar. Kapitalisasi pasarnya sekitar setengah dari angka tersebut, masih cukup bagus untuk menjadikan Armstrong –dengan 19% sahamnya– orang terkaya ketiga di crypto.
Gary Wang
Kekayaan bersih: $ 5,9 miliar
Sumber kekayaan: FTX
Kewarganegaraan: AS
Gary Wang merupakan salah satu pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) FTX. Wang yang pemalu meluncurkan platform pertukaran crypto dengan Bankman-Fried pada tahun 2019. Wang memegang 16% saham dalam bisnis global FTX dan FTT senilai lebih dari $600 juta, token asli FTX.
Sebelum masuk ke crypto, Wang adalah seorang insinyur perangkat lunak di Google, di mana ia membantu membangun platform pemesanan online Google Flights. Dia belajar matematika dan ilmu komputer di MIT.
Chris Larsen
Kekayaan bersih: $ 4,3 miliar
Sumber kekayaan: Ripple
Kewarganegaraan: AS
Chris Larsen, Executive Chairman Ripple. Foto: Ripple.
Chris Larsen adalah salah satu pendiri dan Executive Chairman Ripple, yang token XRP-nya saat ini merupakan aset kripto terbesar ke-8.
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss. Foto: Getty Images.
The Wingklevii, panggilan akrab dua bersaudara kembar identik ini menjalankan usaha perdagangan uang kripto dengan nama Gemini. selain perusahaan pertukaran uang kripto dan modal ventura, The Wingklevii ini pun memiliki Nifty Gateway sebuah platform lelang seni.
Ketika bitcoin meroket menjadi $ 58 ribu per koin pada Maret 2021 lalu, si kembar pun melesat menjadi miliarder. Kekayaan bersih mereka berdua jika digabungkan menjadi $ 6 miliar. Kini, kekayaan The Wingklevii diperkirakan Forbes sebesar $ 4 miliar.
Song Chi-hyung
Kekayaan bersih: $ 3,7 miliar
Sumber kekayaan: Upbit
Kewarganegaraan: Korea Selatan
Song Chi-hyung, pendiri Upbit. Foto: Upbit.
Song Chi-hyung adalah pendiri exchange crypto terkemuka Korea Selatan, Upbit. Chi-hyung telah menguangkan pasar crypto Korea Selatan yang sedang booming senilai $ 46 miliar. Dia diperkirakan memiliki sekitar seperempat kepemilikan dari perusahaan induk Upbit, Dunamu, yang bernilai $ 17 miliar pada November 2021 lalu.
Barry Silbert
Kekayaan bersih: $ 3,2 miliar
Sumber kekayaan: Digital Currency Group
Kewarganegaraan: AS
Barry Silbert. Foto: CNBC.
Barry Silbert adalah pendiri grup Digital Currency Group. Silbert telah membangun konglomerat kripto yang terdiversifikasi. Perusahaan investasinya mengendalikan Grayscale, yang mengelola sekitar $ 28 miliar aset kripto, serta CoinDesk, perusahaan berita dan acara kripto populer.
Melalui banyak anak perusahaan, DCG Silbert telah berinvestasi di lebih dari 200 startup kripto. Sebelum crypto, Silbert adalah seorang bankir investasi dan pengusaha yang menjual platform perdagangan saham, Second Market ke Nasdaq pada tahun 2015 dengan jumlah yang tidak diungkapkan.
Jed McCaleb
Kekayaan bersih: $ 2,5 miliar
Sumber kekayaan: Ripple, Stellar
Kewarganegaraan: AS
Jed McCaleb. Foto: Getty Images.
McCaleb menghasilkan sebagian besar kekayaannya dari Ripple Labs dan XRP, proyek aet kripto yang berfokus pada pembayaran yang ia dirikan pada tahun 2012. McCaleb meninggalkan proyek pada 2013 setelah berselisih dengan Larsen dan anggota tim lainnya.
Sejak itu, McCaleb telah menjual sebagian besar XRP-nya secara bertahap, mengikuti perjanjian pemisahan tahun 2014 yang dia buat dengan Ripple Labs. Dia adalah pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Stellar.
Tahun 2024 akan tetap terukir dalam sejarah sebagai awal mula miliarder kripto baru. Memang benar, lonjakan harga aset kripto telah mendongkrak nasib beberapa pengusaha pionir di sektor ini. Memanfaatkan momentum bullish ini, jumlah miliarder kripto telah melonjak dari 9 menjadi 17 dalam rentang waktu 12 bulan.
Dilaporkan BeInCrypto, kebangkitan Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas telah mencetak generasi miliarder baru. Selama setahun terakhir, nilai total semua aset kripto yang beredar meroket sebesar 170%, menambah sekitar US$1,6 triliun ke pasar, yang sebagian besar didorong oleh legalisasi ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Pertumbuhan fenomenal ini mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi mencapai harga US$73.000 pada bulan Maret, sehingga menciptakan miliarder baru.
17 Miliarder Bitcoin
Daftar baru miliarder dunia mengungkapkan peningkatan signifikan dalam jumlah individu yang mencapai status manusia terkaya melalui kripto. Setidaknya terdapat 17 orang pada tahun ini, naik dari 9 orang pada tahun sebelumnya, yang berarti peningkatan hampir 50%.
Secara kolektif, para maestro kripto ini memiliki kekayaan sebesar US$93 miliar. Kekayaan ini mencakup aset kripto, kepemilikan saham, dan aset pribadi, menandai lompatan besar dari US$37 miliar yang dilaporkan tahun lalu.
Changpeng Zhao, pendiri dan mantan CEO Binance, tetap berada di puncak kelompok elit ini. Meskipun ada perselisihan hukum, termasuk pengakuan bersalah atas tuduhan pencucian uang di AS, perkiraan kekayaan bersih CZ telah melonjak menjadi US$33 miliar dari US$10,5 miliar, menjadikannya miliarder kripto paling menonjol tahun ini.
Kisah suksesnya tidak hanya mencakup CZ. Michael Saylor dari MicroStrategy dan Brian Armstrong dari Coinbase mengalami kekayaan masing-masing membengkak menjadi US$4,4 miliar dan US$11,2 miliar, berkat melonjaknya nilai saham perusahaan mereka.
Kedua perusahaan tersebut telah mengalami kenaikan harga saham sebanyak empat kali lipat selama dua belas bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat terhadap mata uang digital.
Daftar Miliarder Kripto
Daftar tahun ini juga menyambut pendatang baru seperti Giancarlo Devasini, Paolo Ardoino, Jean-Louis van der Velde, dan Stuart Hoegner, tokoh kunci dalam penerbit stablecoin Tether yang kontroversial namun sangat menguntungkan. Para veteran pasar kripto, seperti si kembar Winklevoss, pemodal ventura Tim Draper, dan salah satu pendiri Ripple, Jed McCaleb, terus tampil menonjol, kekayaan mereka didukung oleh perubahan pasar yang bullish.
Berikut adalah daftar lengkap miliarder kripto dan bitcoin teratas:
Changpeng Zhao
Brian Amstrong
Giancarlo Devasini
Michael Saylor
Paolo Ardoino
Jean-Louis van der Velde
Chris Larsen
Fred Ehrsam
Matthew Roszak
Jed McCaleb
Tyler Winklevoss
Cameron Winklevoss
Mike Novogratz
Stuart Hoegner
Tim Draper
Joe Lau
Nikil Viswanathan
Narasi meningkatnya jumlah miliarder kripto mencerminkan evolusi pesat sektor ini dan perannya yang muncul dalam membentuk kembali sistem keuangan global.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao alias CZ, kembali bikin heboh jagat kripto. Dalam sebuah pernyataan kepada lebih dari 10 juta pengikutnya di X, ia menyebut bahwa penurunan harga bukanlah ancaman, melainkan “fondasi penting” untuk membangun level dukungan jangka panjang.
Komentar ini sontak jadi sorotan, sebab datang hanya beberapa hari setelah BNB (Binance Coin) melejit ke rekor tertinggi sepanjang masa di atas $1.000, sebelum terkoreksi 3% ke level $1.024.
“Penurunan penting untuk membangun level dukungan, yang seperti fondasi rumah,” tulis CZ pada 22 September.
BNB Meroket, Tapi Ada Tanda Tanya
Dikutip CCN, data CoinGecko menunjukkan BNB naik sekitar 11% dalam sepekan terakhir, sempat menyentuh puncak $1.054. Lonjakan ini didorong oleh ekosistem Binance yang semakin luas, termasuk kemitraan dengan raksasa investasi Franklin Templeton serta penguatan langkah kepatuhan regulasi.
Namun, timing komentar CZ membuat sebagian pengamat curiga. Apakah ini sekadar filosofi pasar, atau justru sinyal peringatan dini bahwa koreksi lebih dalam bisa terjadi?
Dips are important for establishing support levels, which are like foundations of a house. 🤷♂️
Menariknya, ucapan CZ juga dianggap relevan untuk ASTER, proyek kripto baru yang didukung kantor keluarga Zhao, YZi Labs.
Setelah meluncur pada 17 September dengan harga nyaris $1,94, ASTER langsung anjlok ke $1,33 hanya dalam lima hari. Meski sempat pulih ke $1,57 dengan volume perdagangan tembus $2 miliar per hari, token ini tetap turun sepertiga dari puncaknya.
Analis CCN, Victor Olranrewaju, menyebut fenomena ini sebagai “penurunan sehat” yang bisa membuka jalan ke target $2,50 jika momentum kembali.
Regulasi Jadi Bayangan Gelap Binance
Di balik euforia harga, Binance masih harus berhadapan dengan badai regulasi. Bursa ini sebelumnya menyetujui denda $4,3 miliar kepada otoritas AS pada November 2023, namun tekanan politik terus berlanjut.
Senator Elizabeth Warren dan koleganya bahkan mendesak Departemen Kehakiman untuk mengawasi ketat Binance, terutama terkait dugaan lobi politik dan hubungan keuangan dengan keluarga Trump melalui investasi di World Liberty Financial.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Fondasi atau Perangkap?
Bagi investor, pernyataan CZ bisa ditafsirkan dua arah. Di satu sisi, ia ingin menekankan bahwa volatilitas adalah hal wajar dan justru penting untuk menciptakan support kuat di level bawah. Namun di sisi lain, waktunya yang bertepatan dengan ATH BNB membuat banyak orang bertanya-tanya:
Apakah ini sekadar nasihat bijak, atau justru kode keras bahwa BNB siap menghadapi koreksi lebih tajam?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), kembali membuat gebrakan dengan visi ambisiusnya untuk mendorong pertumbuhan BNB ke level berikutnya.
Dalam diskusi bersama David Namdar dari BNB Network Company, CZ menguraikan bagaimana BNB akan berevolusi menjadi pusat ekosistem keuangan terdesentralisasi dengan fokus pada stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan jalur masuknya modal institusional.
BNB Bukan Lagi “Binance Coin”
Dilaporkan BeInCrypto, CZ menegaskan bahwa istilah Binance Coin kini hanya tinggal sejarah. Awalnya, BNB lahir sebagai token ERC-20 dengan fungsi sederhana: memberi diskon biaya trading di bursa Binance. Namun, seiring waktu, BNB berkembang menjadi aset inti dalam ekosistem multi-rantai yang jauh lebih luas.
BNB kini menopang BNB Smart Chain, Greenfield (penyimpanan terdesentralisasi), dan opBNB, sambil terus membuka peluang baru di dunia aplikasi DeFi, protokol pinjaman, hingga stablecoin. CZ menekankan bahwa pertumbuhan ini digerakkan komunitas, bukan kendali terpusat Binance.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Salah satu highlight dari diskusi CZ adalah peluncuran “B Strategy”, inisiatif besar yang dipimpin CEO BNB Network Company, David Namdar, dengan dukungan CZ dan YZi Labs.
Inti dari strategi ini adalah mendirikan perusahaan Treasury BNB yang berbasis di AS dengan target dana jumbo sekitar $1 miliar. Tujuannya? Menjadi kendaraan investasi institusional yang aman, regulatif, dan transparan, mirip pendekatan MicroStrategy terhadap Bitcoin.
Langkah ini diyakini akan:
Menarik investor besar yang butuh kepastian hukum.
Menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan kripto.
Menyalurkan modal institusi ke ekosistem BNB tanpa harus langsung memegang token.
Fokus ke Stablecoin dan Tokenisasi Aset Dunia Nyata
CZ menilai pertumbuhan BNB masih “haus” di area vital: stablecoin dan adopsi institusional. Menurutnya, stablecoin adalah fondasi transaksi global — murah, cepat, dan stabil. Dengan hadirnya USDT dan USDC native di BNB Chain, peluang kompetisi dan inovasi terbuka lebar.
Tak hanya itu, tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dipandang CZ sebagai masa depan yang tak terhindarkan. Dari obligasi hingga instrumen keuangan lainnya, RWA akan menjadi pintu masuk masif ke ekosistem on-chain.
.@BStrategyTech is launching a US-listed BNB Treasury Company targeting a $1B raise.
It aims to become the “Berkshire Hathaway of the BNB ecosystem.”
Beyond holding, it’ll reinvest into BNB’s infra, builders, and community –fueling capital into ecosystem growth.🧵 https://t.co/k3sxJIGYyN
CZ menutup dengan satu pesan penting: kesuksesan BNB tidak akan diukur dengan siapa pesaingnya, melainkan berapa banyak orang yang bisa ditarik masuk ke dalam ekonomi digital. Ia percaya kerja sama antara lembaga keuangan tradisional dan proyek kripto akan menentukan masa depan jangka panjang BNB.
Dengan strategi miliaran dolar, stablecoin native, hingga tokenisasi aset nyata, CZ jelas ingin menjadikan BNB sebagai salah satu motor utama dalam revolusi keuangan global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Kirgistan resmi memasuki babak baru dalam transformasi keuangan digitalnya. Negara di Asia Tengah ini meluncurkan stablecoin baru bernama KGST yang dipatok 1:1 dengan som Kirgistan, sekaligus mengonfirmasi rencana peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) di masa mendatang.
Stablecoin KGST berjalan di BNB Chain, dan bahkan BNB (BNB) disebut akan menjadi bagian dari cadangan kripto nasional bila rencana tersebut terealisasi. Langkah ini menegaskan ambisi Kirgistan untuk menjadi salah satu pionir di kawasan Asia Tengah dalam mengadopsi aset digital.
Didukung Langsung oleh CZ dan Pemerintah Kirgistan
Peluncuran KGST diumumkan setelah pertemuan kedua Dewan Nasional untuk Pengembangan Aset Virtual dan Teknologi Blockchain pada Jumat lalu, yang dihadiri langsung oleh Presiden Sadyr Japarov dan mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi pertama pada April lalu, saat CZ ditunjuk sebagai penasihat strategis komite kripto Kirgistan. Media lokal KG24 melaporkan bahwa komite tersebut kini memiliki mandat untuk:
Mendaftarkan stablecoin KGST di platform internasional, dan
Menyusun proposal pembentukan cadangan kripto nasional dalam dua bulan ke depan.
Langkah ambisius ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan negara terhadap aset digital—dari pengawasan pasif menjadi eksperimen langsung dengan stablecoin dan CBDC.
Uji Coba Som Digital Dimulai
Dilaporkan Cointelegraph, Presiden Japarov juga telah menginstruksikan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan untuk mempercepat kerangka hukum bagi aset virtual, serta meminta Bank Nasional Republik Kirgistan memulai uji coba “som digital”, versi digital dari mata uang resmi negara.
Uji coba ini akan dilakukan dalam tiga tahap:
Integrasi antar bank komersial untuk transfer dana domestik,
Koneksi dengan Kas Negara Pusat guna mendukung pembayaran sosial dan layanan pemerintah,
Pengujian transaksi offline dan area berinternet rendah sebelum diluncurkan secara nasional.
“Setelah ketiga fase ini berhasil, platform akan diluncurkan secara nasional dan diperluas,” ungkap pihak Bank Nasional.
Meski demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa keputusan final terkait penerbitan CBDC belum akan diambil hingga akhir tahun 2026.
Langkah Strategis di Tengah Tren Global
Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC). Sumber; Binance Academy.
Data dari cbdctracker.org mencatat, lebih dari 100 negara telah memulai proyek CBDC, tetapi hanya tiga yang sudah beroperasi penuh:
Sand Dollar (Bahamas),
e-Naira (Nigeria), dan
JAM-DEX (Jamaika).
Kirgistan kini tampaknya ingin bergabung dengan jajaran eksklusif tersebut, menggunakan stablecoin dan CBDC sebagai alat untuk meningkatkan transparansi, inklusi keuangan, serta menarik investasi asing.
Fokus pada Edukasi dan Pengembangan SDM
Tak hanya infrastruktur finansial, Kirgistan juga menekankan pentingnya pendidikan dan literasi digital. Presiden Japarov meminta Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, dan Inovasi untuk menyiapkan program pelatihan di bidang blockchain dan kecerdasan buatan (AI).
Sebagai bagian dari kerja sama dengan Binance, Binance Academy akan terintegrasi dengan 10 universitas terkemuka di Kirgistan. CZ juga mengonfirmasi bahwa aplikasi Binance akan sepenuhnya dilokalkan agar lebih mudah diakses masyarakat lokal.
Langkah ini menunjukkan bahwa Kirgistan tak hanya ingin menjadi pengguna teknologi blockchain, tetapi juga pusat pengembangan dan inovasi digital di kawasan Asia Tengah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.