Tag: chicago

  • Perusahaan Ini Bangkrut, Duit Ribuan Nasabah Rp 1,4 T Lenyap


    Jakarta

    Kebangkrutan perusahaan fintech bernama Synapse membuat ribuan nasabah di Amerika merugi. Sebab imbas dari kebangkrutan itu, banyak saldo nasabah yang hilang. Bahkan jika ditotal, kerugiannya disebut mencapai triliunan rupiah.

    Synapse merupakan fintech menyediakan platform yang memungkinkan perusahaan fintech lain, seperti Yotta dan Juno, untuk menawarkan layanan perbankan tanpa harus memiliki lisensi perbankan sendiri.

    Namun Synapse tiba-tiba tutup dan mengajukan kebangkrutan pada April 2024. Bersamaan dengan itu, perusahaan membekukan dana nasabah yang disimpan di bank mitra seperti Evolve Bank, American Bank, AMG National Trust, dan Lineage Bank


    Akibatnya, nasabah fintech yang tergabung dalam jaringan Synapse tidak dapat mengakses saldo sekitar US$ 265 juta atau Rp 4,3 triliun (kurs Rp 16.248/dolar AS) hingga enam bulan lebih. Parahnya lagi, setelah bank mitra berhasil membuka akses dana nasabah, sekitar US$ 90 juta atau Rp 1,46 triliun dana nasabah hilang tidak diketahui keberadaannya.

    Terkait hal ini, CNBC kemudian berbicara kepada belasan nasabah yang kehilangan saldo. Nasabah-nasabah ini punya tabungan mulai dari US$ 7.000 (Rp 113,73 juta) hingga lebih dari US$ 200.000 (Rp 3,24 miliar). Mulai dari kurir FedEx, pemilik usaha kecil, guru, hingga dokter gigi.

    Salah satu nasabah bernama Kayla Morris harus kehilangan uangnya senilai US$ 282.153,87 atau Rp 4,58 miliar. Dalam sidang tuntutan kehilangan dana tersebut, dirinya mengatakan akunnya terkunci selama enam bulan setelah masalah itu terjadi.

    Saat itu ia berharap uang miliknya masih aman. Namun ternyata uang miliknya kemungkinan tak kembali utuh, karena Evolve disebut cuma akan membayar US$ 500 atau Rp 8,12 juta.

    “Kami diberitahu bahwa Evolve hanya akan membayar kami US$ 500 dari saldo saya senilai US$ 282.153,87. Ini sangat kacau,” kata Morris.

    Kemudian ada juga nasabah Bernama Andrew Meloan, seorang insinyur kimia dari Chicago, yang mengaku punya tabungan sekitar US$ 200.000 di Yotta. Namun sejauh ini, uangnya baru dikembalikan dari Evolve sebesar US$ 5 atau Rp 81.240.

    “Ketika saya mendaftar, mereka memberi saya nomor rekening Evolve. Sekarang mereka mengatakan bahwa mereka hanya memiliki US$ 5 dari uang saya, dan sisanya ada di tempat lain. Saya merasa seperti telah ditipu,” kata Meloan.

    Hal serupa juga terjadi pada salah seorang nasabah Yotta, Zach Jacobs, yang mengatakan punya tabungan US$ 94.468,92 atau Rp 1,53 miliar, namun hanya akan mendapatkan pengembalian dana US$ 128,68 atau setara Rp 2,09 juta.

    Karena hal itu dia mulai bertindak membuat perkumpulan dengan korban lainnya bernama ‘Fight For Our Funds’. Hal ini dilakukan agar para korban bisa mendapatkan perhatian lebih dari media dan politisi.

    Setidaknya ada 3.454 orang yang mendaftar kelompok tersebut dengan total dana yang hilang mencapai US$ 30,4 juta atau Rp 493,93 miliar. Hal ini menunjukkan bagaimana masifnya dampak kebangkrutan fintech Synapse terhadap nasabah di AS. Sementara Synapse dan mitranya, termasuk Evolve Bank & Trust, masih saling menyalahkan tentang pemindahan saldo yang tidak semestinya.

    “Ketika Anda memberi tahu orang-orang tentang hal ini, rasanya seperti, ‘Tidak mungkin ini bisa terjadi’. Tapi sebuah bank baru saja merampok kami. Ini adalah perampokan bank terbaik pertama dalam sejarah Amerika,” kata Jacobs.

    Simak juga Video ‘Pengguna ChatGPT Bakal Dikenakan Biaya Langganan Rp 334 ribu Per Bulan’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kemenag Buka 4 Beasiswa Non-Degree Khusus Santri, Bisa Studi di 3 Benua!



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) tengah membuka empat beasiswa non-degree khusus santri. Dibuka sampai 7 September, santri bisa melanjutkan studi di tiga benua.

    Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Melalui alokasi Dana Abadi Pesantren 2024, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren, membuka peluang bagi santri, mahasantri, ustadz/ustadzah, mudir, dan pengasuh pondok pesantren.

    Program ini menawarkan empat beasiswa non-degree, yaitu: Penulisan Karya Ilmiah Turots di Maroko (Benua Afrika), Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly di Maroko, Micro Credential di Benua Amerika, dan Santri International Fellowship di Inggris (Benua Eropa).


    “Setiap program memiliki tujuan spesifik yang selaras dengan kebutuhan zaman dan tantangan yang dihadapi oleh dunia pesantren,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari laman Kemenag Kamis (5/9/2024).

    Menurut Gus Men, panggilan akrabnya, Kemenag terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Dana Abadi Pesantren dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan pesantren.

    “Dana Abadi Pesantren adalah investasi dan akselerasi peningkatan kualitas SDM di bidang pendidikan melalui skema beasiswa degree dan non-degree kepada para santri dan pendidik di pesantren. Kami ingin memastikan bahwa santri kita mendapat pendidikan berkualitas di dalam dan luar negeri,” ujarnya.

    Seperti apa empat beasiswa non-degree khusus santri itu? Simak penjelasannya berikut ini seperti dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU).

    4 Beasiswa Non-Degree Khusus Santri dari Kemenag

    1. Penulisan Karya Ilmiah Turots di Maroko (Benua Afrika)

    Program Penulisan Karya Ilmiah Turots adalah program beasiswa non-gelar untuk meningkatkan kompetensi para Santri, Alumni Aktif, Pengasuh, Tenaga pendidik yang aktif di Ma’had Aly sehingga mampu mengeksplorasi menjadi karya ilmiah. Program ini akan bekerja sama dengan Markaz al-Inma Li Al-Abhast Wa Ad-Dirasah Al-Mustaqbaliyah, Maroko, dan akan berfokus pada kajian turots serta pengaruhnya pada isu-isu di era kontemporer.

    Adapun komponen pendanaan beasiswa yang didapatkan meliputi biaya pendidikan, biaya mobilisasi, living allowance, biaya transportasi, dan biaya Asuransi. Untuk peminat, dapat mengecek syarat dan ketentuan selengkapnya pada laman bit.ly/bookletdng08. Adapun pendaftaran dapat diakses melalui pusaka.kemenag.go.id.

    2. Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly di Maroko

    Beasiswa Penguatan Kapasitas Manajemen Sanad Keilmuan Ma’had Aly bertujuan untuk menghasilkan kurikulum pembelajaran yang efektif dan terintegrasi, serta memperkaya sanad keilmuan sebagai basis pembelajaran di setiap Ma’had Aly. Harapannya, program ini dapat menjembatani adanya pertukaran gagasan tentang sistem kurikulum dan sanad keilmuan.

    Peserta yang lolos akan mendapatkan pendanaan mulai dari biaya pendidikan, biaya mobilisasi, biaya asuransi, tunjangan hidup, hingga biaya transportasi. Pendaftaran bisa dilakukan melalui pusaka.kemenag.go.id

    3. Micro Credential di Benua Amerika

    Program Beasiswa Non-Degree Micro Credential di Amerika dibuka untuk pengasuh, guru, mahasantri, para santri pondok pesantren, khususnya yang telah lulus pendidikan pada jenjang ulya/aliyah/menengah atas. Program beasiswa ini akan diadakan di American Islamic College (AIC), Chicago, Amerika Serikat.

    Program akan dilaksanakan secara luring di Institusi AIC selama 2 Bulan. Para santri yang lolos beasiswa akan mendapatkan pendanaan berupa biaya pendidikan, biaya mobilisasi, tunjangan hidup, biaya transportasi, dan biaya Asuransi. Info selengkapnya dapat dicek melalui bit.ly/bookletdng06. Apabila sudah yakin dengan beasiswa yang dipilih, dapat mendaftarkan diri melalui pusaka.kemenag.go.id

    4. Santri International Fellowship di Inggris

    Program Beasiswa Non-Degree Santri International Fellowship ke Inggris telah dibuka pada 26 Agustus 2024 hingga 31 Agustus 2024 lalu. Beasiswa ini bekerja sama dengan Conventry University, Inggris.

    Adapun cakupan beasiswa di benua Eropa itu meliputi biaya program pendidikan, tunjangan hidup, biaya transportasi, serta biaya asuransi.

    Demikian empat beasiswa non-degree khusus santri yang dibuka Kemenag. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perubahan yang Terjadi Pada Mr P Seiring Bertambahnya Usia

    Jakarta

    Seiring pertambahan usia, tubuh manusia akan mulai mengalami perubahan. Pada pria, perubahan juga terjadi pada Mr P alias penis.

    Penis dapat mengalami berbagai macam perubahan, mulai dari ukuran, bentuk, hingga kemampuan ereksi. Terkadang, risiko penis mengalami masalah kesehatan tertentu pun meningkat seiring bertambahnya usia.

    Lantas, apa saja perubahan yang bisa terjadi pada penis seiring pertambahan usia? Dikutip dari Livestrong, berikut penjelasannya.


    1. Ereksi Berkurang

    Profesor urologi dari Loyola Medicine di Chicago, Denise Asafu-Adjei, MD mengatakan pertambahan usia bisa memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi. Ini disebabkan oleh perubahan pada jaringan yang membuat penis bisa ereksi.

    “Ketika kita masih muda, jaringan penis ada pada bentuk terbaiknya, elastis serta dapat menghasilkan ereksi yang keras dan utuh,” ujarnya.

    Selain faktor usia, penurunan fungsi ereksi juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup. Karenanya, menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, dapat membantu mempertahankan fungsi ereksi meski sudah memasuki usia lanjut.

    2. Penis Jadi Kurang Sensitif

    Pertambahan usia juga bisa memengaruhi sensitivitas penis terhadap rangsangan seksual. Inilah penyebab pria yang sudah tua membutuhkan waktu lebih lama agar bisa terangsang saat bercinta.

    Risikonya akan semakin bertambah ketika seorang pria mengidap kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2. Diabetes dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk yang ada di penis.

    Kabar baiknya, pria sehat memiliki risiko yang lebih kecil mengalami masalah ini. Jadi, penurunan sensitivitas bukanlah perubahan mutlak yang bakal terjadi pada setiap pria seiring pertambahan usia.

    3. Ukuran Penis Mengecil

    Asafu-Adjei menjelaskan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ukuran penis menyusut seiring pertambahan usia. Pertama, jaringan penis mulai kehilangan elastisitasnya.

    Kedua, kelebihan berat badan. Asafu-Adjei mengatakan lemak yang menumpuk di perut dapat ‘mengubur’ penis dan membuatnya tampak lebih kecil. Karenanya, mengurangi lemak visceral bisa saja membuat penis tampak lebih panjang atau besar.

    “Saya melihat peningkatan yang baik dalam cara orang-orang memandang diri dan tampilan penis mereka hanya dengan memangkas lemak perut,” katanya.

    4. Penis Melengkung

    Penis pria mengalami banyak hal selama bertahun-tahun. Terkadang, itu dapat menyebabkan perubahan bentuk penis.

    Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit Peyronie, yaitu kondisi penis melengkung yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut di bawah kulit penis.

    Penyakit terbilang cukup jarang, hanya menyerang 1 dari 10 orang pria. Namun, risikonya dapat meningkat seiring pertambahan usia.

    “Hal ini disebabkan oleh cedera pada penis, termasuk posisi seksual tertentu,” ujar Asafu-Adjei.

    5. Risiko Disfungsi Ereksi Meningkat

    Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi.

    Usia menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Translational Andrology and Urology pada 2017 menemukan saat pria berusia 40-an, risiko terkena disfungsi ereksi adalah 40 persen, dan akan terus meningkat sebesar 10 persen per dekade.

    Sebagian dari peningkatan itu disebabkan oleh meningkatnya risiko kondisi yang dapat memengaruhi fungsi ereksi, seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, dan tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, penurunan kadar testosteron yang terjadi seiring pertambahan usia juga berkontribusi memengaruhi dorongan seks dan kemampuan ereksi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy