Tag: children

  • Ribuan Orang Berlari Demi Misi Mulia Ini


    Jakarta

    Akhir pekan kemarin baru saja digelar ajang lari BAF Lions 2025. Bertemakan Run for Children, ajang lari amal ini diadakan demi membantu anak-anak penderita kanker.

    Ajang lari ini digelar secara offline maupun virtual race yang mencapai sekitar 9.000 peserta. Untuk acara offline bertempat di Kawasan Parkir Timur Selatan, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (5/1/2025).

    Sejak pagi buta, ribuan peserta sudah memadati area start. Mereka terbagi dalam tiga kategori, yakni 2,5K Fun Run, 5K Race, dan 10K Race. Sementara itu, kategori 21K virtual race diikuti lebih dari 6.000 peserta dari seluruh Indonesia yang telah berlari sejak Juli hingga Agustus lalu.


    Tahun ini, ajang lari tahunan yang digagas oleh Yayasan Lions Indonesia (YLI) bersama PT Bussan Auto Finance (BAF) mengusung tema “Run for Children”. Kegiatan ini mengajak masyarakat berlari sambil berdonasi bagi pengembangan Rumah Singgah Lions di Jakarta, tempat anak-anak pejuang kanker menjalani masa pengobatan.

    Ketua Panitia BAF Lions Run 2025, Solida Abdy Ramly, menyampaikan rasa syukurnya atas antusias besar peserta.

    “Sampai hari ini kami menerima donasi lebih dari Rp 425 juta dari peserta dan masyarakat. Semua hasilnya akan diserahkan kepada YLI untuk pengembangan fasilitas Rumah Singgah Lions,” ujar Abdy dalam rilis kepada detikSport.

    Selain itu, BAF juga menyalurkan donasi Rp2 00 juta sebagai bentuk dukungan terhadap program Childhood Cancer yang dijalankan YLI bersama Lions Club Indonesia. Managing Director BAF, Alung Ng, menyebut kegiatan ini selaras dengan komitmen perusahaan melalui program BAF Caring for Children.

    “BAF Lions Run menjadi salah satu wujud nyata kepedulian kami terhadap anak-anak pejuang kanker agar mereka mendapat harapan baru,” katanya.

    Sementara itu, Ketua YLI, Peter C. Djajadi, menilai meningkatnya jumlah peserta tahun ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap olahraga dan kepedulian sosial semakin tinggi.

    “Kita berlari bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membantu anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker,” ujarnya

    Acara ini juga diwarnai dengan partisipasi lebih dari 100 anak disabilitas dan panti asuhan yang mengikuti kategori 2.5K Fun Run. Seusai lomba, mereka menikmati berbagai aktivitas di area anak yang disediakan panitia.

    (mrp/rin)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Miris! Kelaparan Membuat Anak-anak Gaza Tak Kuat Lagi Menangis



    Jakarta

    Karena tubuh kecilnya yang terlalu lemah, anak-anak di Gaza sudah tak sanggup lagi menangis. Kelaparan selama berminggu-minggu membuat tubuh mereka mengonsumsi lemaknya sendiri untuk bertahan hidup.

    Jika cadangan lemak habis, tubuh anak mengonsumsi dirinya sendiri dengan memakan otot dan organ vital, lalu meninggal secara perlahan dan menyakitkan.

    Pimpinan Save the Children, Inger Ashing menggambarkan secara rinci mengenai penderitaan yang dihadapi anak-anak Gaza yang kelaparan secara perlahan pada Rabu (27/8/2025). Sampai-sampai mereka terlalu lemah sehingga tidak bisa menangis.


    “Klinik kami kini sangat sunyi. Sekarang, anak-anak tidak memiliki kekuatan untuk berbicara bahkan menangis kesakitan. Mereka hanya bisa terbaring dengan tubuh yang kurus kering, benar-benar merana,” kata Ashing.

    Berpidato di pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang konflik Israel-Palestina, presiden lembaga amal internasional, Ashing mengatakan bahwa kelaparan yang dinyatakan oleh PBB pekan lalu terjadi di Gaza. Ini hal yang benar-benar terjadi bukan sekedar istilah teknis.

    “Ketika tidak ada cukup makanan, anak-anak menjadi sangat kekurangan gizi dan kemudian mereka meninggal secara perlahan dan menyakitkan. Secara sederhana inilah yang disebut kelaparan,” ujar Ashing yang dikutip dalam The Strait Times pada Kamis (28/8/2025).

    Ia mengatakan kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan dengan lantang bahwa kelaparan akan datang karena Israel mencegah makanan dan kebutuhan pokok lainnya memasuki Gaza selama dua tahun perang yang dipicu oleh serangan Hamas pada Oktober 2023 lalu.

    “Setiap orang di ruangan ini memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk bertindak menghentikan kekejaman ini,” jelas Ashing.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menyatakan kelaparan di Gaza pada 22 Agustus, menyalahkan apa yang disebutnya sebagai penghalang sistematis bantuan oleh Israel selama lebih dari 22 bulan perang.

    Sebuah lembaga pemantau kelaparan yang didukung PBB yang disebut Integrated Food Security Phase Classification Initiative (IPC) mengatakan kelaparan telah mempengaruhi 500.000 orang di wilayah Palestina termasuk Kota Gaza.

    IPC memproyeksikan bahwa bencana kelaparan akan meluas hingga mencakup sekitar dua pertiga wilayah Gaza pada akhir September mendatang.

    Pada 27 Agustus, Israel menuntut IPC untuk mencabut laporan tersebut, menyebutnya “direkayasa”.

    Setelah pertemuan Dewan Keamanan pada 27 Agustus, 14 anggota – semuanya kecuali Amerika Serikat, sekutu utama Israel – mengeluarkan deklarasi bersama yang menyatakan “kekhawatiran dan kesedihan mendalam” atas deklarasi bencana kelaparan tersebut dan menyatakan bahwa mereka memercayai pekerjaan dan metodologi IPC.

    “Penggunaan bencana kelaparan sebagai senjata perang jelas dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional. Bencana kelaparan di Gaza harus segera dihentikan,” demikian bunyi deklarasi tersebut yang dilansir AFP.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com