Tag: cikini

  • Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun


    Jakarta

    Tempat makan ini letaknya tersembunyi di Cikini, Jakarta Pusat. Meskipun sederhana, racikan bakmi ayam kampunya kondang sejak 1970.

    Menelusuri sepanjang jalan Cikini, ada banyak jajanan, restoran sampai tempat makan tersembunyi yang belum banyak orang tahu. Salah satunya Bakmi Tan Ayam Kampung yang lokasinya ‘nyempil’ di Jalan Probolinggo, Gondangdia.

    Tempat makan bakmi ini lokasinya berada di halaman rumah lama yang sederhana. Sang pemilik Ko Petrus, terjun langsung untuk meracik bakmi halal ini yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu.


    Berikut beberapa menu klasik di Bakmi Tan Ayam Kampung:

    Detail Informasi Bakmie Tan Ayam Kampung
    Nama Tempat Makan Bakmie Tan Ayam Kampung
    Alamat Jl. Probolinggo No.4 Pav, RT.1/RW.2, Gondangdia, Jakarta Pusat.
    No Telp 0818-798-989
    Jam Operasional 09.00 – 17.00 (Minggu tutup).
    Estimasi Harga Rp 35.000 – Rp 64.000
    Tipe Kuliner Bakmi
    Fasilitas
    • Cashless
    • Semi outdoor dining

    1. Bakmi ayam kampung diracik pemiliknya

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sebelum pindah ke Cikini, Bakmi Tan pertama kali berjualan di kawasan Pecenongan. Ko Petrus sang pemilik kedai menceritakan bahwa ia mulai jualan di Cikini pada tahun 2010 atau sekitar 15 tahun silam.

    “Saya memang dari kecil hobi masak, keluarga saya juga jago masak jadi bisa dibilang buat bakmi itu sudah keturunan. Ciri khas Bakmi Tan semuanya bahannya tanpa pengawet, saya olah sendiri dan tanpa tambahan MSG serta halal,” ungkap Ko Petrus yang usianya sudah menginjak angka 70.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Meski sudah tak muda lagi, setiap harinya Ko Petrus masih semangat membuat mie hingga melayani pengunjung.

    “Sempat pernah ada karyawan kerja di sini, meski karyawan itu punya latar belakang memasak tapi rupanya racikan bakminya kurang sesuai sama pelanggan. Jadi akhirnya saya turun tangan lagi untuk racik bakminya,” ujar Ko Petrus ramah.

    2. Bakmi dibuat dengan telur bebek

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sempat didatangi food vlogger Nex Carlos, tempat makan ini mulai diketahui banyak orang. Akan tetapi Ko Petrus menyebut bahwa pelanggan setianya masih berdatangan untuk makan di tempatnya.

    “Saya selalu berinovasi, memang resep mie ini pakai resep keluarga. Mie saya buat pakai telur bebek dan tanpa pengawet atau campuran apapun, jadi mie hanya kuat di suhu ruangan selama 1-2 jam untuk menjaga kualitasnya. Begitu juga dengan sayurnya saya pakai sayur siomak bukan sawi, teksturnya lebih renyah meski sudah direbus,” ungkap Ko Petrus.

    Setiap harinya Ko Petrus tidak menghitung berapa jumlah porsi yang terjual. Ia biasanya menghitung dari jumlah ayam kampungnya. Dalam sehari bisa menghabiskan 5-10 ekor ayam kampung.

    3. Cita Rasa Bakmi Ayam Kampung Halal

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Menu utama yang paling banyak dipesan ada Bakmi Bakso Sapi (Rp 64.000) dan Bakmi Swikiaw Shitake (Rp 64.000). Mie diracik tanpa menggunakan minyak ayam melainkan minyak dari campuran kacang tanah dan kacang kedelai tanpa campuran minyak hewani atau bawang putih.

    Disajikan dengan kuah terpisah, tampilan bakmi tampak menggugah selera dengan irisan jamur shitake dan taburan wijen di atasnya. Jenis mienya keriting kecil dengan tekstur mie yang kenyal dan garing. Meski tidak menggunakan MSG, tapi rasanya tetap enak karena mie direbus dengan kaldu ayam kampung yang gurih.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Irisan daging kampung yang direbus cukup royal, tak terlalu berminyak dan daging ayamnya tetap empuk. Tampilan mie ayam ini mirip dengan mie ayam ala Hong Kong yang bersih.

    Topping suikiaw tak kalah menarik perhatian Suikiaw, sejenis pangsit dibuat dadakan ketika ada yang pesan, menggunakan isian daging udang dan ayam yang dicincang halus. Ukurannya cukup besar mirip seperti gyoza, rasanya tidak terlalu asin cocok disantap dengan bakmi dan kaldu ayam.

    Cek menu lainnya di halaman berikutnya!

    4. Menu Bihun dan Otak-otak

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Di Bakmi Tan menu makanannya memang tidak banyak, hanya ada bakmi dan bihun serta camilan seperti otak-otak dan bakso goreng. Alasannya karena Ko Petrus ingin menjaga mutu kualitas makanan yang ia sajikan ke pembeli.

    Seperti menu Bihun Pangsit Swikiaw Shitake (Rp 64.000), berbeda dengan bihun di kedai bakmi Bangka, di sini Ko Petrus menggunakan jenis bihun beras yang lebih tinggi serat. Bihun direndam menggunakan air panas selama kurang dari 2-3 menit agar teksturnya tidak hancur. Rasanya sama enaknya dengan bakmi, porsinya pun mengenyangkan.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Terakhir ada Otak-otak (Rp 35.000) dan Bakso Goreng Ayam (Rp 35.000). Kedua camilan ini dibuat secara homemade oleh Ko Petrus.

    “Otak-otak saya pakai ikan tenggiri segar sebagai bahan utamanya. Begitu juga dengan bakso gorengnya pakai daging ayam. Keduanya tidak menggunakan MSG atau pengawet tapi pakai bumbu sederhana saja,” pungkas Ko Petrus.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Ia sejak dulu memiliki misi untuk menyajikan makanan yang enak dan lebih sehat untuk pelanggannya. Meskipun harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal dari mie ayam umumnya, tetapi setara dengan kualitas dan rasa yang diberikan.

    Bagi yang tertarik ingin mencoba bakmi legendaris ini bisa berkunjung langsung ke Bakmi Tan atau memesannya via aplikasi ojek online.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Perpustakaan Jakarta, Alternatif WFA dan Tempat Belajar Gratis


    Jakarta

    Jakarta memiliki segudang fasilitas perpustakaan yang dapat dijangkau masyarakat umum. Salah satu perpustakaan Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini.

    Interiornya yang modern, nyaman, dan aesthetic membuat perpustakaan ini menjadi spot yang cocok bagi kawula muda untuk nugas atau kerja. Ingin tahu lebih lanjut seputar Perpustakaan Jakarta?

    Jam Operasional, Lokasi, dan HTM Perpustakaan Jakarta

    Dilansir dari akun Instagram resmi @perpusjkt, berikut informasi terkait jam operasional, lokasi dan HTM yang perlu diketahui pengunjung:


    • Jam operasional: 09.00-17.00 WIB (Senin-Kamis) dan 09.00-20.00 WIB (Jumat-Minggu).
    • Lokasi: Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.
    • HTM: Pengunjung dapat masuk ke Perpustakaan Jakarta secara gratis tanpa dikenakan biaya.

    Pengunjung harus mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan melalui aplikasi Jaklitera atau situs perpustakaan.jakarta.go.id terlebih dulu.

    Fasilitas Perpustakaan Jakarta, Ada Wifi Gratis

    Mengutip dari laman ENJOYJAKARTA dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Perpustakaan Jakarta dibuka untuk umum setelah kawasan Taman Ismail Marzuki direvitalisasi pada tahun 2019. Setelah sekitar 3 tahun direvitalisasi, Perpustakaan Jakarta akhirnya diresmikan pada 7 Juli 2022.

    Kini, Perpustakaan Jakarta menyimpan lebih dari 100.000 koleksi buku dari berbagai genre dan arsip. Sebagai informasi, ruang baca Perpustakaan Jakarta berada di lantai 3 Gedung Ali Sadikin.

    Bangunan baru Perpustakaan Jakarta memiliki desain modern dan terbuka dengan sejumlah fasilitas interaktif yang bisa dengan bebas digunakan pengunjung. Berikut beberapa fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Jakarta:

    • Loker penyimpanan barang
    • Ruang baca umum
    • Ruang baca privat
    • Ruang baca anak
    • Ruang baca tangga
    • Bilik diskusi
    • Bilik siniar
    • Mushola
    • Ruang layanan multimedia
    • Ruang multifungsi
    • Ruang laktasi
    • Bilik bermain
    • Bilik bercerita
    • WiFi gratis
    • Akses komputer
    • Ruang diskusi
    • Ruang multimedia.

    Rute ke Perpustakaan Jakarta Via Transportasi Umum

    Lokasinya yang strategis di daerah Jakarta Pusat membuat Perpustakaan Jakarta sangat mudah diakses menggunakan transportasi umum. Berikut rute ke Perpustakaan Jakarta bagi detikers pengguna transportasi umum:

    1. Rute Via KRL

    Buat detikers pengguna moda transportasi KRL, kamu bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Cikini. Dari stasiun Cikini, detikers bisa lanjut menggunakan transportasi ojek online, bajaj, atau jalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke Perpustakaan Jakarta.

    2. Rute Via Transjakarta

    Perpustakaan Jakarta juga bisa diakses menggunakan Transjakarta. Caranya, kamu bisa naik Transjakarta koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus) lalu turun di halte Taman Ismail Marzuki yang terletak persis di depan gedung perpustakaan. Selain itu, pengunjung juga dapat menaiki Jaklingko 10A.

    3. Rute Via MRT

    Alternatif berikutnya untuk berkunjung ke Perpustakaan Jakarta adalah via MRT. Untuk rute via MRT, Detikers bisa langsung menjangkau stasiun MRT terdekat kemudian naik MRT ke arah Bundaran HI dan turun di stasiun MRT Bundaran HI. Setelah itu, kamu bisa lanjut menaiki transportasi ojek online.

    Nah, itu dia ulasan mengenai Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di tengah Kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini. Sebelum berkunjung dan meminjam buku, jangan lupa mendaftarkan diri dulu ya detikers.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Spot Jakarta Versi Lebih Tenang dan Nyastra, di Perpus HB Jassin Tempatnya



    Jakarta

    Jakarta Pusat memiliki spot yang pas buat berburu koleksi karya sastra sekaligus begitu tenang. Adalah Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini.

    PDS HB Jassin berada di lantai 5 Gedung Panjang, TIM. Di sini, traveler bakal dilempar ke vibe yang tenang, sepi, dan nyastra. Itulah yang dirasakan detiktravel saat mengunjungi PDS HB Jassin pada Selasa (16/9/2025) sore selepas azan Salat Asar.

    Di dalam ruangan itu terdapat begitu banyak rak buku dengan beragam karya sastra modern lintas zaman. PDS HB Jassin ini menyimpan manuskrip asli dan dokumen tulisan tangan karya sastrawan besar Indonesia seperti Chairil Anwar dan WS Rendra, ribuan karya sastra (puisi, cerpen, novel), biografi pengarang, Sastra Melayu Tionghoa, berbagai macam majalah, naskah kuno, serta kumpulan surat-surat korespondensi sastrawan.


    Ya, ruangan itu lekat sastrawan, baik dalam bentuk foto atau kutipan. Termasuk, foto HB Jassin, yang memiliki nama lengkap Hans Bague Jassin. Beliau wafat pada 11 Maret 2000 dalam usia 83 tahun.

    Dikutip dari antara, budayawan sekaligus Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2015-2024) Hilmar Farid menilai HB Jassin sebagai sosok penulis kritik sastra yang tekun melahirkan berjilid-jilid karya tulis sehingga dikenal dengan julukan Paus Sastra.

    HB Jassin berperan sebagai seorang arsiparis. Menurut catatan, dia sudah mulai mengumpulkan arsip sejak awal tahun 1930-an. Dia menyimpan penerbitan sastra dalam berbagai bentuk, berupa surat dan dokumen pribadi, makalah seminar, makalah diskusi yang tidak diterbitkan dan berbagai macam bentuk dokumentasi lainnya.

    Perpustakaan ini adalah pusat dokumentasi sastra terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan vital bagi penelitian sastra dan humaniora nasional maupun internasional.

    PDS HB JassinPDS HB Jassin (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    detiktravel menelusuri rak demi rak di perpus yang berawal dari inisiatif Sang Paus Sastra–julukan untuk HB Jassin–dan menemukan banyak pengunjung duduk di lantai. Mereka sibuk membaca, bekerja dengan laptop, atau melihat-lihat aneka koleksi ari dataran Eropa, Asia, dan Amerika.

    Di seputar area PDS HB Jassin memang tidak terdapat tempat duduk atau meja kerja. Pengunjung yang ingin membaca, menulis, atau bekerja dengan laptop duduk di lantai dan melakukan kegiatannya. Nah, mereka yang ingin duduk mau tidak mau harus keluar ruangan PDS HB Jassin lebih dulu.

    Dengan koleksi buku-buku sastra itu, PDS HB Jassin cukup emnjadi oase bagi pencari ketenangan dan ilmu di jantung kota Jakarta. Untuk sementara, pengunjung diajak menyelami pemikiran dan wawasan para pegiat sastra. Paduan diksi yang tepat adalah pemandangan indah bagi pecinta sastra.

    Koleksi lain PDS HB JassinKoleksi lain PDS HB Jassin (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Buat traveler yang ingin memuaskan hobi baca, sekadar ingin meningkatkan pengetahuan, atau memang mendalami sastra, PDS HB Jassin adalah pilihan yang tepat. Traveler dijamin menemukan dunia baru yang sangat memukau dan bisa jadi menimbulkan ketagihan literasi.

    (fem/row)



    Sumber : travel.detik.com