Tag: Cileungsi

  • Berwisata Religi yang Nyaman dan Sejuk di Masjid Istiqlal Jakarta



    Jakarta

    Masjid Istiqlal Jakarta merupakan masjid megah di Jakarta. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, masjid itu juga menjadi tujuan wisata religi.

    Area halaman masih yang luas menjadi tempat pengunjung untuk beristirahat, mulai dari duduk-duduk, makan, hingga mengabadikan foto. Suasana yang nyaman dan asri membuat betah masyarakat yang berkunjung ke sini.

    Mulai dari anak-anak hingga orang tua semua terlihat senang ketika berada di masjid, hendak melaksanakan sholat ataupun beristirahat.


    Salah satu pelancong yang datang ke Masjid Istiqlal ini adalah Marta. Bersama keluarganya, Marta sebetulnya akan menghabiskan akhir pekannya di Lapangan Banteng, namun karena jarak yang dekat dengan masjid dan telah mendekati waktu salat dzuhur, ia memutuskan untuk datang ke masjid ini.

    “Karena berada di pusat kota jadi lebih enak ya jadi dekat ke Monas, terus ini juga lagi ada acara kan di Lapangan Banteng jadi istilahnya kalau main ke Istiqlal mainannya dekatlah kalau mau ke tempat wisata. Ya jadi sekalian ke sini walaupun tujuannya ke Lapangan Banteng,” kata Marta usai menunaikan sholat dzuhur, Sabtu (13/7/2024).

    Ini sudah kali keempat Marta dan keluarganya berkunjung ke Masjid Istiqlal, Bagi Marta, masjid itu memiliki suasana yang nyaman mengingatkannya kepada suasana di Bandung yang sejuk.

    Memang tak seperti di area Jakarta yang lain, saat detikTravel berada di halaman dalam masjid itu suasana seolah berubah sekejap. Berada di lingkungan Masjid Istiqlal udara terasa sejuk dan asri kendati di area luarnya sedang panas.

    “Enak dingin ya, ademlah gitu jadi nggak kerasa kayak di Jakarta. Di Bandung kan dingin ya anginnya nah jadi senang lah nggak kerasa panas di sini,” ujar Marta.

    Selain Marta yang menikmati kunjungannya di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini, Dina yang merupakan warga Cileungsi, Bogor mengajak anak-anaknya untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal. Tujuan mereka berlibur ke Jakarta memang untuk berwisata religi dan jujugannya adalah Masjid Istiqlal.

    Agenda tersebut untuk mengisi waktu libur sekolah sang anak yang sebentar lagi usai. Sebari duduk santai, dia mengisahkan pengalaman perjalanan kali kepada detikTravel. Dia mengatakan rasa senang anaknya ketika berwisata religi ke tempat yang luas dan nyaman seperti Masjid Istiqlal ini.

    “Cuma untuk liburan ini baru ke sini (Masjid Istiqlal) saya memang biasa kalo liburan suka wisata religi, ke mana aja pokoknya yang sambil main sambil ke masjid. Alhamdulilah di sini rame, nyaman, luas juga kan tempatnya,” ujar Dina.

    “Anak saya senang kalau diajakin wisata kayak gini berwisata sambil beribadah gitu senang banget. Di sini selain solat ya paling makan, anak-anak kan sering minta jajan ya sambil main aja begini,” Dina menambahkan.

    Masjid Istiqlal itu memang memiliki keindahan bangunan. Selain itu, area masjid yang luas dan fasilitas yang memadai membuat pengunjung bisa berlama-lama di sana dengan nyaman.

    Pengunjung yang datang ke Masjid Istiqlal ini bukan hanya masyarakat Indonesia, banyak dari wisatawan mancanegara pun yang datang ke sini untuk melihat-lihat kemegahan Masjid Istiqlal. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan busana yang sopan akan diarahkan ke ruang informasi untuk diberikan busana yang sopan agar bisa masuk ke area masjid.

    Masjid Istiqlal boleh dikunjungi bagi para pengunjung setiap harinya mulai dari pukul 03.30 hingga 22.00 WIB. Dan untuk pengunjung yang datang untuk menunaikan sholat ataupun sekadar berkunjung, nantinya akan diarahkan ke dua pintu masuk masjid yakni pintu Al Fattah untuk laki-laki dan pintu Al Quddus untuk perempuan.

    “Pokoknya masjid buka dari setengah empat subuh sampai jam sepuluh malam tapi jam sembilan sudah harus clear area,” kata salah satu petugas keamanan Masjid Istiqlal.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik Gunung Kuta dan Lokasinya, Cocok untuk Pendaki Pemula


    Jakarta

    Bogor menyimpan berbagai destinasi alam yang memikat, salah satunya adalah Gunung Kuta. Berada di kawasan yang asri, Gunung Kuta menawarkan keindahan alam yang begitu alami dan menenangkan.

    Tempat ini menjadi tujuan yang menarik bagi para pecinta petualangan atau pendaki pemula. Sebelum datang ke sini, ketahui berbagai daya tarik, harga tiket masuk, dan fasilitasnya.

    Daya Tarik Gunung Kuta

    Gunung Kuta dibuka pada tahun 2019. Pendakiannya cocok untuk para pendaki pemula sebab jalurnya relatif mudah. Berikut beberapa daya tariknya.


    1. Ketinggian 1.050 mdpl

    Gunung Kuta mempunyai ketinggian mencapai 1.050 mdpl. Mengutip arsip detikTravel berdasarkan pengalaman ke Gunung Kuta pendakian ini mempunyai mempunyai 3 pos yang dilalui pendaki.

    2. Dekat dengan Jakarta

    Gunung Kuta bisa menjadi pilihan bagi traveler yang berdomisili di Jakarta. Perjalanan dari Jakarta ke Gunung yang berada di Kabupaten Bogor ini tidak terlalu lama. Para pendaki bisa menggunakan kendaraan motor atau mobil dalam menjangkaunya.

    3. Pemandangan Malamnya Indah

    Para pendaki bisa menggelar tenda di Bukit Wanapa yang bisa menampung hingga ratusan tenda. Pemandangan malamnya cukup indah dengan lanskap gemerlap Bogor.

    4. Jalur Trek Relatif Mudah

    Pendaki bisa trekking di jalur yang dilalui relatif mudah. Meski begitu, ada beberapa bagian yang cukup menantang. Selama trekking, pendaki akan ditemani panorama alam yang indah.

    Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Kuta

    Untuk bisa mendaki di Gunung Kuta, harga tiket atau retribusinya cukup terjangkau. Mengutip salah satu laman agen travel, berikut harganya:

    • Harga tiket masuk: Rp 20.000
    • Parkir kendaraan: Rp 5.000 (Motor) dan Rp 10.000 (Mobil).

    Gunung Kuta berlokasi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta, kamu bisa menuju Cibubur, kemudian Cileungsi. Lanjutkan perjalanan menuju Jonggol dan Sukamakmur, dan terakhir ke Desa Cibadak.

    Fasilitas Wisata Gunung Kuta

    Terdapat beragam fasilitas yang cukup lengkap di Wisata Gunung Kuta. Berikut di antaranya:

    • Air bersih
    • Mushola dan tempat berwudhu
    • Kamar mandi
    • Warung yang menjual makanan dan minuman

    Untuk traveler yang mau mendaki ke Gunung Kuta, musim panas menjadi waktu yang tepat. Sebab, kontur tanah yang kering dan tidak hujan akan meminimalisir terjadinya badai saat camping. Sebelum datang, jangan lupa update informasi terbaru terkait Gunung Kuta ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ketua LTN-PBNU Minta Muslimat Jadi Ujung Tombak



    Jakarta

    Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) atau Infokom dan publikasi PBNU, Ishaq Zubaedi Raqib mengatakan sebagai badan otonom dengan anggota terbesar di lingkungan NU, Muslimat memiliki ruang khidmah yang sangat luas dan mengakar hinga ke lapisan terbawah masyarakat. Pria yang akrab disapa Edi itupun memberikan target kepada pengurus Muslimat Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat yang hari ini dilantik.

    “Muslimat Pasirangin yang baru dilantik, harus bersyukur karena ibu-ibu tergerak hatinya untuk berkhidmah dalam kepengurusan NU. Suara hati itu, saya yakin adalah berkah doa para kiai dan barokah para muassis jam’iyyah kita” kata Edi saat memberi sambutan usai pelantikan Pengurus Muslimat Desa Pasiringin, Kecamatan Cileungsi di teras Masjid Annur, Sabtu (4/3)

    Pengurus Muslimat Pasirangin yang hari ini dilantik adalah Sumiati Askar sebagai ketua, Elok Ngawikani dan Sri Kusrini masing-masing sebagai wakil ketua 1 dan ketua 2 serta sejumlah pengurus pada sejumlah bidang pengabdian. Edi mengingatkan bahwa menjadi pengurus badan otonom, lembaga dan badan khusus di NU bukan untuk mencari ketenaran pribadi apalagi untuk kepentingan-kepentingan pribadi di luar jamaah dan jam’iyah.


    “Menjadi pengurus, justeru terbuka kesempatan untuk membatasi kesenangan pribadi dan jangka pendek kepada kepentingan jama’ah dan jam’iyah serta ibadah jangka panjangan. Bukankah kita semua berharap dan berdoa agar dapat kesempatan diakui sebagai santri dan murid para kiai, ulama dan muassis BU ? Ini kesempatan yang langka dan mahal,” kata wartawan senior itu.

    Pelantikan Muslimat NU PasiranginPelantikan Muslimat NU Pasirangin Foto: Dokumentasi LTN-PBNU

    Mengutip Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Edi mengingatkan bahwa warga NU saat ini, saat masuk di abad kedua, tinggal mengikhtiarkan barokah dari maqom-maqom amal yang sudah dibangun para kiai dan ulama. Maqom-maqom itu ibarat lumbung raksasa berisi kekuatan barokah, lanjut Edi, sehingga nahdliyin dan nahdliyat di abad kedua NU, tinggal menikmati dan menjaga sebaik-baiknya.

    “Para guru kita, kiai dan ulama serta habaib, dan terutama para muassis NU, telah menanam nilai-nilai baik di atas tanah subur, di bentangan Ibu Pertiwi. Tanaman itu berupa ajaran ahluss sunnah wal jama’ah an bahdiyah khas Indonesia. Tanaman yang sudah kita nikmati. Maka, sejak saat ini, teguhkan dalam hati dan tindakan kita, agar kita juga mampu menanam, sehingga buahnya dapat dinikmati oleh generasi setelah kita,” serunya.

    Dia juga mengingatkan bahwa Cileungsi memang khas, karena termasuk daerah yang sangat heterogen. Berbagai macam dan jenis amaliyah keagamaan menyebar hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Edi meminta agar arah semua kegiatan muslimat adalah untuk kemaslahatan bersama.

    “Hindari perpecahan dan jauhi perselisihan. Usahakan apa-apa dibicarakan bersama-sama,” pintanya.

    Hadir dalam mengambil sumpah kepengurusan adalah Ketua Muslimat Cileungsi, Umi Rosyisah, Sekretaris MWC NU Cileungsi Ust Syahri Ramdhani, Ketua NU Ranting Pasirangin KH Asymuni Adnan, Ketua DKM Annur Ust Tahmid, aparat desa, babinsa, bhabinmaspol, serta para tokoh masyarakat sekitar.

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com