Tag: cipete

  • Racikan Teh Nusantara yang Harum Semerbak


    Jakarta

    Kawasan Cipete, Jakarta Selatan identik dengan kafe dan tempat makan kekinian. Ternyata ada kedai teh dengan racikan unik yang menarik untuk dicoba.

    Kawasan Jakarta Selatan seolah memanjakan para penduduk dan pengunjungnya dengan tempat-tempat kekinian untuk hangout. Misalnya di kawasan Cipete yang kini dipenuhi oleh kafe hingga restoran populer.

    Ternyata masih di kawasan yang sama, ada sebuah kedai teh dengan gaya yang berbeda dari kafe-kafe lainnya. Jika kafe lebih banyak menawarkan racikan es kopi susu atau dessert, di sini kamu bisa menikmati racikan teh Nusantara yang hangat dan menyegarkan.


    Uniknya lagi, teh yang dihadirkan tak hanya jenis teh single origin saja. Ada infused teh hingga teh artisan yang berasal dari perpaduan bahan-bahan lokal terbaik.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Tanagaia
    Alamat Jalan Asem Dua, Cipete Selatan, Cipete, Jaarta Selatan
    Instagram
    tanagaia.id
    Jam Operasional Setiap hari, 10.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 65.000
    Tipe Kuliner Kedai teh
    Fasilitas
    • Minum di Tempat
    • Musholla
    • Toilet
    • Parkir Luas
    • Bawa Pulang
    • dll

    Konsep Tea Bar yang Nyaman

    Berbeda dengan kedai teh lainnya, Tanagaia menempati salah satu sisi dari sebuah restoran bergaya Aceh di kawasan Cipete. Namun ruang yang tak terlalu besar itu berhasil disulap menjadi tea bar yang nyaman juga menenangkan.

    Jika memilih duduk di meja bar, terdapat 6 kursi tinggi di mana pemandangan yang disuguhkan adalah deretan kemasan-kemasan teh yang warna-warni. Tanagaia sendiri mengenalkan produknya sebagai heritage tea spesialis yang artinya memiliki menu-menu teh pusaka sebagai andalannya.

    Dengan duduk di bagian barnya para pengunjung tak hanya dapat melihat langsung proses penyeduhan. Ada tea brewer yang siap diajak berbincang hingga menjawab semua pertanyaan atas rasa penasaran terhadap teh yang disajikan.

    Saat ini ada 10 jenis teh yang dapat dipesan para pengunjung Tanagaia. Agar tak salah pilih, para pengunjung juga boleh mengendus atau sniffing aroma teh untuk mengenali rasa yang akan dinikmati.

    TanagaiaTanagaia menggunakan teknik penyeduhan cangkir bukan dengan teko teh biasa. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Metode Penyeduhan yang Efektif

    Tanagaia memiliki metode penyeduhan yang berbeda dari cara menyeduh teh di kedai-kedai teh lainnya. Tanagaia tidak menggunakan teko yang merendam daun teh bersamaan dengan air seduhannya.

    Setelah pengunjung menentukan jenis teh yang diinginkan, tea brewer akan mengambil 3 gram teh untuk dimasukkan ke dalam cangkir transparan. Kemudian air panas dengan suhu yang sudah disesuaikan oleh jenis tehnya dituangkan sebanyak 250 mililiter.

    Ternyata penggunaan cangkir seduh daripada teko seduh dimaksudkan untuk mengekstrak teh lebih efektif. Cangkir seduh memiliki ruang yang lebih besar untuk teh mengembang sehingga rasa dan aroma yang dikeluarkan akan lebih maksimal, dibandingkan dengan teko seduh.

    Setelah diseduh selama 4-10 menit teh kemudian akan disaring ke dalam teko saji. Untuk menikmati aromanya terlebih dahulu, pengunjung bisa menutup bagian atas teh dengan cangkir kecil untuk mengumpulkan uapnya. Dari uap tersebut aroma asli teh setelah diseduh dapat dinikmati dengan maksimal.

    TanagaiaVarian teh yang dihadirkan semuanya murni dari petani dan produsen teh lokal. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Teh Murni dari Produsen Lokal

    Tanagaia tampaknya menyadari kekayaan alam Indonesia terutama dari para penghasil eh dan rempah-rempah. Semua menu yang tertulis pada buku menunya dijelaskan asal daerah bahan-bahan yang digunakan.

    Mayoritas teh yang digunakan berasal dari Jawa Barat. Selain daun teh, ada juga beberapa rempah yang digunakan untuk meracik teh yang diambil dari daerah asli rempah-rempah tersebut.

    Misalnya pada menu teh artisan Bandapala, ada penambahan kembang pala di dalam tehnya. Mengingat kembang pala terbaik tumbuh di Pulau Banda, Maluku, maka sumber dari kembang pala yang digunakan pun sengaja didatangkan langsung dari Maluku.

    Ada infused tea hingga teh artisan yang unik di halaman selanjutnya.

    TanagaiaAda teh putih yang pekat dan berkualitas premium untuk diseruput di sini. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Teh Putih yang Pekat Rasanya

    Untuk mencicipi kualitas teh murni yang disajikan, kami memesan teh putih bernama Pucuk Perak Tanah Jawa yang didatangkan dari Jawa Barat. Segelas teh putih atau white tea yang kami pesan harga Rp 65.000 dan dapat diisi ulang sebanyak 2 kali dengan seduhan 250 mililiter air panas setiap seduhannya.

    Teh putih yang juga dikenal sebagai silver needle punya karakteristik yang unik ketika diseduh sebagai penanda kualitas tehnya. Ciri teh putih dengan kualitas yang baik adalah daun tehnya akan berdiri tegak seperti jarum ketika diseduh.

    Biasanya rasa teh putih cenderung lebih ringan. Tetapi kami mencicipi teh putih yang lebih kuat rasanya, dengan sentuhan manis mirip buah leci, dan selintas aroma melati saat disesap pertama kali. Perpaduan aroma dan rasanya cocok untuk diminum saat sore hari untuk menenangkan pikiran.

    Infused Tea dengan Bunga Cempaka

    TanagaiaTeh yang diinfusi dengan bunga cempaka memiliki sentuhan rasa manis alami yang unik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain tehnya yang murni tanpa campuran, Tanagaia juga menawarkan menu teh yang telah diinfusi bahan-bahan tertentu. Menu bernama Champaca menarik perhatian karena menggunakan teh hitam asal Cianjur dan memasukkan aroma serta rasa bunga cempaka ke dalam racikannya.

    Segelas teh Champaca ini dibanderol dengan harga Rp 38.000. Sesaat setelah diseduh dan disajikan oleh tea brewer aroma perpaduan teh hitam dengan bunga cempaka yang lembut akan masuk ke hidung.

    Ketika disesap pertama kali ada rasa manis alami yang datang dari nektar bunga cempaka. Karena dipadukan dengan teh hitam sehingga rasa tehnya akan lebih pekat dan tidak kalah dengan sentuhan aroma dan rasa bunga cempaka yang ditambahkan.

    Racikan Teh Artisan Berempah yang Unik

    TanagaiaPerpaduan teh hitam dan andaliman yang unik juga bisa diseruput untuk menyegarkan tubuh. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Salah satu menu teh yang paling unik yang dimiliki oleh Tanagaian bernama Tobaliman. Jika biasa andaliman dari Sumatera Utara lebih awam digunakan sebagai racikan makanan berupa sambal, di sini andaliman diseduh bersamaan dengan teh.

    Tobaliman sendiri dibanderol seharga Rp 45.000 per gelasnya. Bahan dasarnya menggunakan teh hitam dari Sumatera Utara dan andaliman yang didatangkan dari Toba.

    Pada teh artisan ini bahan yang digunakan juga lebih banyak sehingga hasil rasa dan aromanya lebih kaya. Ada andaliman, kecombrang, jeruk shantang, cengkeh, hingga bunga lawang. Ketika diendus kamu akan mendapatkan aroma hangat berempah dari teh ini.

    Saat menyesap andaliman pertama-tama lidah akan dibuat kebingungan terlebih dahulu. Setelah tehnya menyebar ke seluruh rongga mulut baru terasa sentuhan kecombrang, cengkeh, hingga andalimannya.

    Sensasi hangat yang didatangkan dari andaliman berbeda jauh dengan ketika minum jahe. Hangatnya lebih lembut dan tidak meninggalkan kesan pahit pada pangkal tenggorokan.

    Teh ini cocok untuk dinikmati saat pagi atau sore hari. Agar lebih komplet ada juga camilan yang dapat dipesan untuk menemani waktu minum teh.

    Kami mencoba memesan pisang goreng kaya seharga Rp 25.000. Pisang kepok yang manis dan matang sempurna memberikan tekstur yang manis lembut di dalam tetapi renyah di luar. Menu ini salah satu yang cocok untuk memberikan rasa manis alami saat menikmati teh artisan yang disajikan tanpa gula.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sego Oyek Ramesan Khas Kebumen yang Sedap Sehat


    Jakarta

    Tempat makan rumahan hidden gem di Cipete ini tawarkan menu unik yang lezat nan menyehatkan. Ada sego oyek asal Kebumen dengan lauk ramesan sedap ala rumahan.

    Makanan asli Indonesia pada dasarnya didominasi oleh plant based atau bahan nabati. Salah satu buktinya ialah kehadiran nasi oyek yang populer di Jawa Tengah sebagai asupan karbohidrat.

    Nasi oyek yang terbuat dari singkong ini dapat mengenyangkan sekaligus menjadi alternatif asupan yang lebih sehat. Di Jakarta ternyata ada tempat makan nasi oyek yang masih menjaga kelestarian makanan asli Indonesia.


    Namanya Nasi Oyek Bu Tini, walaupun posisinya bersembunyi pada jalan sempit tetapi popularitasnya tinggi. Banyak artis hingga food vlogger yang datang rela datang ke sini demi mencicipi nasi oyek dan lauk pauk ramesannya yang sedap.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Nasi Oyek Ibu Tini
    Alamat Jalan Cereme No.34, Cilandak Barat, Jakarta Selatan
    No Telp
    Jam Operasional

    Senin-Sabtu, 09.30 – 21.00 WIB

    Minggu Tutup

    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 33.000
    Tipe Kuliner Tradisional
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Parkir Luas
    • Pesan Online
    • Bawa Pulang
    • dll

    Berbahan Singkong yang Menyehatkan

    Nasi oyek atau sego oyek berbeda dengan nasi yang berasal dari padi. Sego oyek merupakan olahan singkong yang telah dibersihkan kemudian direndam selama tiga hari hingga lunak, ditumbuk, direbus, dan dijemur secara alami di bawah matahari hingga kering sempurna.

    Proses pembuatan nasi oyek yang panjang ternyata menjadi alasan tak banyak produsen nasi oyek masa kini. “Bikinnya itu panjang, sekarang sudah jarang yang buat. Untungnya masih ada saudara saya di kampung yang jadi produsen oyek,” ujar Tini kepada detikcom (21/11) saat ditemui di warungnya.

    Nasi oyek kemudian akan didistribusikan dalam bentuk bulir beras bulat-bulat kecil yang sudah kering. Ketika hendak disajikan, nasi oyek lebih singkat pemasakannya daripada nasi putih.

    Pertama-tama oyek harus direndam selama satu jam untuk kembali melunakkan teksturnya. Kemudian cukup dikukus selama kurang lebih 20-25 menit hingga lembut dan tanak atau teksturnya seperti nasi.

    Nasi oyek secara kasat mata memiliki perbedaan terhadap nasi putih dan nasi porang, warnanya kuning keabu-abuan tidak putih susu atau transparan. Rasanya sendiri tidak memiliki ciri khas yang berbeda, rasanya tawar mirip nasi porang dan ketika dikunyah tak ada rasa manis yang keluar untuk menandakan berubahnya karbodhirat menjadi glukosa.

    Nasi Oyek Bu Tini: Sego Oyek Ramesan Khas Kebumen yang Sedap SehatSego oyek pada Nasi Oyek Ibu Tini dipasok langsung dari produsennya di Kebumen, Jawa Tengah. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Dipasok Langsung dari Kebumen

    Tini, selaku pemilik Nasi Oyek Ibu Tini, mengaku mendapatkan pasokannya dari Kebumen, Jawa Tengah. Di desa asalnya, banyak sanak saudara yang masih memproduksi oyek bahkan sampai dipasok ke berbagai kota besar di Jawa Tengah hingga Jakarta.

    Tini mengatakan tak ada jumlah atau waktu yang terjadwal untuk memesan nasi oyek dari Kebumen. Ia hanya menyesuaikan persediaan warungnya dan mengira-ngira jumlah yang hendak diminta berdasarkan ramainya pemesan nasi oyek.

    “Nggak tentu kapannya, yang penting kalau dikira sudah mau habis baru nanti telepon ke kampung. Minta dikirimi. Jumlahnya juga nggak tentu, tergantung ramai atau tidak. Ya pernah sampai 70 kilogram,” ucapnya.

    Makan sehat tetap enak dengan nasi oyek dan lauk ramesannya ada di halaman berikutnya.

    Paket Nasi Oyek Komplet

    Nasi Oyek Bu Tini: Sego Oyek Ramesan Khas Kebumen yang Sedap SehatPilihan paket yang komplet sudah memadukan nasi oyek dengan lauk pauk dan sambal juga lalapan sebagai pelengkap. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Nasi oyek yang disajikan oleh Tini tak bedanya seperti nasi putih biasa. Berbagai lauk pauk bisa disajikan untuk melengkapi, hanya hanya kadar gula dan kalori dari nasi oyek yang lebih rendah daripada nasi putih menjadi pembedanya.

    Tini menyajikan 3 paket nasi oyek yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Ada nasi oyek yang paling sederhana hingga nasi oyek dengan potongan daging kambing.

    Harga per paketnya dibanderol mulai dari Rp 20.000an-Rp 33.000. Ia mengungkapkan walaupun tak menggunakan beras tetapi kenaikan harga berdampak pada lauk pauk yang disajikan. Paket nasi oyek paling sederhananya hanya dilengkapi ikan asin, oseng nangka, lalapan dan sambal.

    Paket yang paling banyak dipesan ialah Paket 2 yang berisi nasi oyek atau nasi biasa, ayam goreng, oseng ikan asin, oseng nangka, lalapan dan sambal. Takaran lauknya cukup banyak ditambah potongan ayam dari satu ekor yang dibagi 6 cukup mengenyangkan.

    Sementara ada paket paling istimewa yaitu Paket 3 dengan isian nasi oyek, potongan daging kambing, oseng ikan asin, oseng nangka, lalapan dan sambal. Potongan daging kambingnya dimasak dengan bumbu kuning hingga empuk tanpa digoreng.

    Kadar serat yang tinggi pada nasi oyek membuat kami cukup hanya dengan menyantap satu porsi nasinya. Uniknya, rasa kenyang yang diberikan lebih ringan daripada nasi putih biasa.

    Lauk Pauk Ramesan Sedap ala Rumahan

    Nasi Oyek Bu Tini: Sego Oyek Ramesan Khas Kebumen yang Sedap SehatJika tak ingin menu pada pilihan paket, juga boleh memesan menu ramesan yang tak kalah enak. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Jika tak ingin menu paket, para pelanggan juga boleh memilih lauk pauk seperti ramesan yang tersedia pada etalasenya. Semua racikan makanan di sini dimasak langsung oleh Tini dengan bumbu ala rumahan.

    Untuk mencoba lauk ramesannya kami memesan nasi oyek, sambal, oseng ikan asin, telur dadar balado, lalapan dan tumis tempe kikil. Seporsi lengkap ini hanya dibanderol Rp 21.000 saja.

    Salah satu ciri khas dari Nasi Oyek Ibu Tini ini ada pada racikan sambalnya. Sambalnya memiliki perpaduan rasa pedas dan manis yang seimbang. Dijelaskan oleh Tini ia terlebih dahulu menggoreng bahan-bahan sambal ketika utuh sehingga hasilnya takkan terlalu berminyak.

    Tidak hanya rasa makanan yang terasa seperti masakan rumahan tetapi warung yang berlokasi di halaman teras rumah ini juga menguatkan kesan yang cozy. Apalagi jika datang sore hari, rasanya seperti bersantai di kebun rumah sambil menikmati makanan yang enak dan menyehatkan.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Perlukah Cantumkan Alamat Lengkap saat Jual Rumah? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Ketika menjual rumah, biasanya pemilik mencantumkan alamat properti yang akan dijual. Ada yang mencantumkan dengan lengkap ada juga yang hanya mencantumkan daerahnya saja.

    Proses pemasaran rumah saat ini lebih mudah dengan adanya internet. Namun, harus hati-hati karena bisa saja alamat rumah yang terpampang dibuat untuk tindak kejahatan.

    Para penjahat bisa dengan mudah mengambil gambar dari rumah yang sedang dijual melalui alamat lengkap yang dicantumkan oleh penjual.


    Lantas, sebenarnya perlu nggak sih mencantumkan alamat lengkap saat menjual rumah?

    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro, apabila rumah yang dijual kosong boleh-boleh saja mencantumkan alamat lengkap. Namun, jika rumah masih dihuni sebaiknya tidak ditulis secara detail.

    “Kalau ada yang nanya, baru nanti sama client kita ketemu di mana gitu, biar liat lokasinya bareng. Kalau misal di Cipete, nah Cipete kan luas tuh, yaudah tulisnya Cipete aja. Atau misal ditambah dekat apa, di jalan apa, masukkin aja tapi nggak usah detail kasih alamatnya,” terang Nina saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain alamat rumah yang dicantumkan, ada beberapa detail yang harus diberitahu saat dijual. Nina mengatakan, pada umumnya standar detail yang harus ditulis saat memasarkan sebuah rumah baru cenderung harus lebih detail dibandingkan dengan rumah lama atau rumah second.

    Ia menuturkan, detail yang harus ditulis saat menjual rumah baru itu berupa keterangan lengkap fasilitas rumah tersebut, seperti detail jumlah ruangan, fitur rumah, dan lainnya. Sementara itu, untuk rumah lama biasanya hanya cukup mencantumkan jumlah ruangan saja.

    “Kalau rumah baru, cantumkan keterangan fasilitas apa saja yang ada di dalam rumah. Seperti ruangan kamar tidur, kamar mandi, garasi, carport, daya listriknya berapa. Biasanya detail lebih seperti spek (spesifikasi) rumahnya juga dicantumkan seperti apa. Kalau rumah lama sih biasanya nggak dicantumin, cuma tempat tidur, kamar mandi, gitu aja,” kata Nina.

    Selain itu, Nina juga menyarankan para penjual rumah untuk lebih bijak dalam menjaga dokumen penting supaya rumah tersebut terhindar dari kejahatan berlebih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pramono Anung Hadiri Turnamen Padel di Jaksel, Dukung Kegiatan Positif


    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri DYA Padel Tournament di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Ia mendukung penuh kegiatan positif masyarakat.

    Turnamen di Mr. Padel, Cipete, Jaksel, diikuti 68 peserta dari berbagai komunitas padel di Jakarta dan sekitarnya. Ketua penyelenggara DYA Padel Tournament Lidya Praditta mengatakan bahwa turnamen ini merupakan inisiatif dari komunitas padel yang ia bentuk.

    “Ini first time turnamen saya. DYA itu nama saya. Separuh peserta dari komunitas saya. Separuh lagi dari teman-teman yang biasa ikut turnamen,” kata Lidya saat ditemui di lokasi acara.


    “Begitu poster (turnamen) keluar, dua hari langsung full. Waiting list-nya sampai ratusan orang,” ujarnya menambahkan.

    Turnamen kali ini hanya membuka satu kategori: Mix double. Lidya berencana menambah kategori pada turnamen berikutnya.

    Rencananya, Januari atau Februari ia ingin membuka turnamen lagi di beberapa kategori. Lidya menyebut olahraga padel kini makin diminati masyarakat. Ia pun tak risau dengan kabar bahwa di beberapa negara, seperti Swedia, sejumlah lapangan padel mulai tutup karena penurunan minat, Lidya mengaku tidak khawatir.

    “Di Indonesia hype-nya sempat turun. Tapi sekarang ramai lagi. Sebab, padel ini olahraga sosial. Sekarang anak-anak kecil sudah mulai private padel. Kalau diteruskan, bagus banget untuk regenerasi atlet,” ujarnya.

    Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi antusiasme komunitas padel di Jakarta.

    “Saya tahu sekarang ini padel benar-benar hype-nya luar biasa. Seluruh komunitas kalau belum menyentuh raket padel itu belum menjadi anak Jakarta. Terutama anak Jakarta Selatan,” ucap Pramono.

    “Saya surprise melihat lokasinya seperti ini. Saya yakin turnamen ini akan memperkuat komunitas padel di Jakarta. Dan, semoga ini bukan sekadar tempat kumpul main padel. Yang paling penting, komunitas seperti ini harus membantu menghidupkan UMKM di sekitar. Itu akan memberikan dampak positif,” kata dia.

    Pramono Anung, padelFoto: Muhammad Robbani/detikSport

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari turut menghadiri turnamen ini. Ia bersama Pramono Anung sempat mencicipi bermain padel sebentar.

    “Turnamen ini kan bagian dari aktivitas olahraga masyarakat. Saya sampaikan karena hari ini padel belum menjadi olahraga yang direkognesi oleh Olimpiade, (3:59) tapi saya yakin dalam waktu dekat karena padel ini merupakan salah satu olahraga yang paling cepat di dunia, sama seperti e-sport,” ucap Raja Sapta.

    (mro/aff)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Adu Hebat Komunitas Padel Indonesia dan Malaysia


    Jakarta

    Olahraga padel lagi booming di tanah air. Sampai-sampai ada adu hebat antara komunitas padel Indonesia dan Malaysia bernama Padelink.

    Turnamen tersebut digelar di Lapangan Mr Padel, Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). Sebanyak 20 komunitas padel dari Indonesia dan Malaysia berpartisipasi dalam program Citylink Sport Tourism yang menggandeng Traveloka.

    Padelink mempertandingkan empat kategori, yakni Men’s Bronze, Women’s Lower Bronze, Mix Lower Bronze, dan All Stars Fun Match. Kategori All Stars Fun match akan diikuti sejumlah artis dan musisi ternama Tanah Air. Diantaranya Atta Halilintar, Ade Govinda, Thoriq Halilintar, Mikha Hernan, hingga Ben Sihombing.


    Project Director Padelink Zeyhan Fitra Fadillah mengaku ini menjadi event pertama Padelink dan bakal menjadi agenda rutin untuk komunitas padel di Indonesia. Dia menyebut Padelink bukan sekadar “sport fun” tetapi juga memasukkan unsur kompetitifnya di setiap turnamen.

    Itulah mengapa event Padelink mengumpulkan komunitas-komunitas padel di seluruh Indonesia, bahkan negara tetangga.

    “Padelink sendiri sesuai namanya kita nge-link-in semua komunitas untuk bergabung disini. Jadi ada unsur comunity gatheringnya,” tutur Zehan dalam rilis kepada detikSport.

    Selain 19 komunitas padel dari wilayah Jabodetabek, Padelink juga diikuti komunitas padel dari Malaysia, Records Padel. Bahkan, komunitas padel yang diisi putra Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Audy Pratama Subagdja, juga berpartisipasi di event ini.

    Para komunitas mengirim jagoan-jagoan mereka untuk berpartisipasi di turnamen yang merebutkan hadiah uang tunai dan tiket gratis kemana saja dari Citylink dan Traveloka.

    “Kedepannya, Insya Allah kalau berjalan lancar dan mereka happy, kita akan rutin, agenda 4 bulan sekali, bisa tahunan, atau bisa kita jadikan liga (padel),” ujar Zeyhan yang juga CEO Terus Group ini.

    Audy Pratama yang tergabung dalam komunitas Padel ISS mengaku turnamen Padelink seru karena mengumpulkan komunitas padel di seluruh Indonesia. Menurutnya, event ini bukan sekadar olahraga, tapi juga berjejaring, membangun relasi dan bertemu banyak teman baru dari komunitas padel lain.

    “Sudah banyak sekali (komunitas padel), saya juga aktif di komunitas-komunitas, ada Disco, ada Tuespac (Tuesday Padel Club), yang selalu main di hari Selasa, ada GI-Jo, jadi disini, khususnya di Jakarta, komunitas ini benar-benar nge-gather mengumpulkan orang-orang padel, jadi Jakarta keren banget,” ujar Audy.

    Audy mengaku Padelink menjadi turnamen padel ke-12 yang diikutinya. Menurutnya, olahraga padel bukan sekadar sport fun, tetapi juga olahraga kompetitif. Terlebih, saat Indonesia sudah memiliki Tim Nasional Padel. Timnas Padel saat ini tengah bertanding dalam debutnya di World Asia Cup 2015 di Qatar.

    “Harapannya padel maju terus, harus konsisten, karena bagaimanapun olahraga itu salah satu pemersatu bangsa dengan negara lain,” tegas Audy.

    Sementara, Direktur Operasional Citylink Arry Kalzaman Sudarmadji mengakui Padelink menjadi turnamen olahraga yang sedang naik daun dan digemari masyarakat di Indonesia saat ini. Arry menyebut event ini menjadi penghubung antarkomunitas untuk berkumpul dan mempererat hubungan sesama pecinta dan pemain padel.

    “Saya harap dengan kegiatan ini kita bisa berinteraksi dengan lebih hangat mempererat hubungan dan menumbuhkan hubungan yang lebih positif. Semoga menjadi ajang yang menyenangkan, sehat dan merawat hubungan diantara kita semua,” ujar Arry.

    (mrp/raw)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Daftar Tenant, Jam Buka, dan Cara ke Sana


    Jakarta

    Penat dengan hiruk pikuk Jakarta dan ingin hangout di tempat teduh nan rindang yang dekat? Urban Forest Cipete bisa jadi pilihan untuk healing singkat di pertengahan kota lho.

    Sesuai namanya, Urban Forest Cipete berlokasi di kawasan Cipete. Tepatnya di Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 45, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Urban Forest Cipete punya ruang terbuka hijau yang mirip dengan hutan kota. Di sana, kamu akan melihat rerumputan dan pepohonan hijau yang membuat suasananya jadi adem juga sejuk. Poin plusnya, semua ini bisa didapatkan secara gratis.


    Selain nuansa hutan, kamu bisa menemukan sejumlah kafe di Urban Forest Cipete. Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan siap memanjakan perutmu. Jadi, kamu tak perlu khawatir kalau tiba-tiba kelaparan.

    Kira-kira, apa saja kafe yang ada di Urban Forest Cipete? Kapan waktu operasional tempat ini? Dan bagaimana cara ke sana? Simak informasinya berikut.

    Tenant di Urban Forest Cipete

    Di Urban Forest Cipete terdapat sejumlah tenant makanan dan minuman yang dapat kamu cicipi hidangannya. Berikut daftar kafe di Urban Forest Cipete:

    1. El Profesor

    Steakhouse El Profesor bisa kamu temukan di Urban Forest Cipete. Di tempat ini, kamu dapat menyantap menu andalannya yaitu steak dengan daging wagyu.

    Bukan hanya itu, menu lain juga tersedia di El Profesor. Terdapat pasta, chicken grill, seafood grill, burger, french fries, sandwich, salad, hingga dessert dan pastry. Menu lokal Indonesia seperti nasi goreng, sop buntut, sampai bebek goreng juga ada.

    2. Solo Pizza

    Kalau ingin menikmati pizza, ada restoran Solo Pizza di Urban Forest Cipete. Aneka menu pizza ala Italia dapat kamu temukan di sana.

    Kamu juga bisa mencicipi hidangan lain seperti pasta, salad, dan daging wagyu di sini. Untuk menu minumannya juga banyak, ada kopi, teh, kombucha, dan minuman non kopi.

    3. Rivareno

    Ada juga tenant gelato lho di Urban Forest Cipete, yaitu Rivareno. Berbagai pilihan rasa gelato dan sorbet dapat kamu jumpai di sini, mulai dari pistachio, dark chocolate, matcha, stroberi, hingga mango dan pineapple.

    Menu milkshake, crepes, pastry, serta aneka kopi bisa kamu cicipi juga di Rivareno.

    4. Little Talk Bistro

    Restoran Little Talk Bistro juga ada di Urban Forest Cipete. Di sini, kamu bisa menyantap beragam menu main course maupun camilan

    Menunya variatif, mulai dari hidangan Indonesia, Asia, dan Western. Ada nasi bebek sambal hijau, nasi konro, steak ayam, bakmi, salad, dessert, nacho, hingga menu sarapan ala barat. Tersedia juga menu khusus untuk anak dengan porsi yang lebih kecil.

    5. Kohai Izakaya

    Kalau mau menyantap hidangan Jepang bisa di resto Kohai Izakaya. Di tempat ini, kamu dapat mencicipi makanan ala Negeri Sakura yang otentik.

    Di Kohai Izakaya tersedia menu sashimi segar, aneka yakitori, robatayaki, agemono, tempura, yakiniku, teriyaki, hingga udon lho.

    Jam Buka Urban Forest Cipete

    Urban Forest Cipete buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 22.00 WIB. Untuk masuk ke kawasan ini tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

    Aturan di Urban Forest Cipete adalah tidak membawa makanan dari luar. Jadi, kamu bisa beli makanan juga minuman di tenant yang tersedia dan tentunya jangan lupa dibayar sendiri ya.

    Cara ke Urban Forest Cipete

    Urban Forest Cipete berada di kawasan Cipete, tepatnya di dalam area Grange Park Cipete. Letak ruang terbuka hijau ini terbilang mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama.

    Apabila tertarik ke sini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika naik mobil atau motor pribadi, kamu bisa lihat lokasi Urban Forest Cipete dengan cek di online maps. Selanjutnya, kamu dapat mengikuti petunjuk arah yang diberikan.

    Kalau transportasi umum, kamu dapat menggunakan MRT untuk pilihan termudahnya. Turun di Stasiun MRT Cipete Raya dan keluar di pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya.

    Dari sana, kamu hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dengan waktu 3 menit untuk sampai di Urban Forest Cipete.

    Fasilitas di Urban Forest Cipete

    Fasilitas penunjang yang nyaman untuk pengunjung juga tersedia di Urban Forest Cipete. Di sini terdapat area parkir luas, toilet, stop kontak, hingga akses WiFi.

    Kamu juga dapat menemukan playground anak di sini. Playground buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 di Senin-Jumat dan 08.00- 18.00 di Sabtu-Minggu. Untuk bermain di playground dikenakan biaya sebesar Rp 85.000 untuk weekdays dan Rp 100.000 untuk weekend.

    Nah, itu tadi informasi seputar Urban Forest Cipete. Kamu tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk cuci mata melihat yang hijau-hijau.

    Dan FYI, kamu bisa pula berpiknik atau duduk-duduk santai di area rerumputan di tempat ini. Bersepeda di jalanan paving di Urban Forest Cipete diperbolehkan. Dan taman hijau ini juga pet friendly lho, asal jangan lupa bersihkan kotoran hewan peliharaanmu jika buang air ya.

    (azn/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ivan Gunawan Akui 43 Tahun Tak Pernah Sholat Jumat, Dapat Hidayah ketika Umrah



    Jakarta

    Dalam hidup ini, hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Tak semua orang mendapatkannya sejak awal, namun ketika datang, ia mampu mengguncang hati dan mengubah arah hidup seseorang secara drastis. Begitu pula yang dialami oleh seorang publik figur Indonesia, Ivan Gunawan, yang secara terbuka membagikan kisahnya.

    Dalam tayangan podcast di channel YouTube Daniel Mananta Network, Ivan Gunawan membagikan pengalaman hijrahnya. Pria kelahiran 31 Desember 1981 ini mengakui dirinya tidak pernah mendirikan sholat Jumat.

    “Gue 43 tahun hampir nggak pernah sholat Jumat. Peran gue selama ini kan kemayu. Jadi kalau mau sholat Jumat, gue ngerasa sisi gue cewek, jadi nggak perlu sholat Jumat,” kata pria yang akrab disapa Igun ini.


    Dalam obrolan bersama Daniel Mananta, Igun juga menceritakan bahwa ia mendapatkan hidayah usai menjalani umrah.

    Lebih dari sekadar sholat Jumat, dalam video berdurasi 1 jam 6 menit ini juga Igun mengaku dirinya tidak pernah puasa. Ia mengaku bahwa selama bertahun-tahun tidak pernah berpuasa Ramadhan. Meski demikian, Igun mengaku tetap mendapat limpahan rezeki yang luar biasa.

    “Segitu nikmatnya Allah kasih, gue dikasih program sahur, program buka puasa. Tapi gue nggak puasa. Masuk Lebaran, gue bangun jam 9. Sholat Idul Fitri pun nggak. Gue ke rumah nyokap cuma karena nyokap masak ketupat sayur. Nggak ada makna Idul Fitri,” beber Ivan Gunawan menceritakan kisah masa lalunya.

    Pengakuan ini menunjukkan betapa Allah SWT masih melimpahkan rezeki kepada hamba-Nya, bahkan saat hamba itu belum menunaikan kewajiban dasarnya.

    Titik Balik: “Gue Minta, Allah Kasih”

    Perubahan hati Ivan Gunawan dimulai dari momen penting ketika permintaan sederhananya dikabulkan Allah SWT.

    Ketika umrah, Igun memanjatkan doa yang spesifik. Ia berharap diberi kemudahan untuk membeli tanah yang lokasinya berada bersebelahan dengan butiknya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Melalui doa yang dikabulkan inilah, Igun memantapkan diri untuk berusaha menjalani perintah Allah SWT.

    “Ternyata gue minta sendiri bisa. Gue minta, Allah kasih. Sadarnya tuh di situ. Allah denger gue, Allah kasih gue.”

    Dari situ, Ivan mulai memahami bahwa meski dirinya jauh dari ibadah, Allah tidak pernah jauh darinya. Allah Maha Mendengar, Maha Pengasih, dan Maha Menerima Tobat.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com