Tag: cipta

  • Biar Tak Kena Masalah, Ini Izin yang Wajib Dipenuhi Sebelum Renovasi Rumah



    Jakarta

    Sederet hal harus disiapkan jika ingin merenovasi rumah. Bukan cuma uang yang harus disiapkan, tapi juga sederet izin wajib dipenuhi sebelum melakukan renovasi rumah.

    Sederet izin itu perlu dilakukan karena proses renovasi rumah akan bersinggungan dengan kenyamanan dan ketertiban antar tetangga atau lingkungan tempat tinggal. Walaupun renovasi rumah merupakan hak pemilik rumah tersebut.

    Misalnya, suara berisik dari para tukang yang sedang getok-getok palu atau merobohkan tembok tentu akan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Belum lagi debu-debu bangunan yang bertebangan membuat halaman rumah tetangga mudah kotor.


    Hal itulah yang harus dipikirkan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Jika tidak, maka dikhawatirkan dapat memicu konflik dengan tetangga yang tak senang dengan aktivitas renovasi rumah.

    Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Izin yang Wajib Dipenuhi Sebelum Renovasi Rumah

    Andi Saputra selaku advokat hukum mengatakan, ada beberapa izin yang harus dipenuhi oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Saat dihubungi detikcom, Andi menjelaskan beberapa izin renovasi rumah yang wajib disiapkan, yaitu:

    1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

    Dalam hal ini, izin yang dimaksud bukanlah izin tertulis. Andi mengungkapkan bahwa izin kepada tetangga sekitar cukup lewat verbal, seperti yang dilakukan orang Timur pada umumnya.

    Kamu bisa mengadakan syukuran dengan mengundang tetangga sekitar untuk mendoakan kelancaran pembangunan renovasi. Jika rumah kamu berada di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan berita renovasi ke grup WhatsApp.

    Lewat pesan yang dikirim ke grup tetangga, kamu bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah. Beberapa dampak yang ditimbulkan mulai dari suara berisik, debu berterbangan, hingga akses jalan yang terhambat.

    2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Saat melakukan renovasi rumah, detikers juga perlu menyiapkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

    Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka biasanya sudah memasukkan biaya pengurusan IMB dalam paket renovasinya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

    Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

    3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

    Agar proses renovasi rumah berjalan lancar tanpa ada gangguan, kamu bisa melapor kepada pihak berwenang seperti RT atau RW. Namun, izin ini sebenarnya tidak terlalu penting dan sah-sah saja jika tidak melapor.

    Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

    Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu detikers.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Terhindar dari Drama, Urus 3 Perizinan Ini Sebelum Renovasi Rumah


    Jakarta

    Siapa di sini yang akan renovasi rumah? Wah pasti persiapannya banyak ya? Sebab bukan hanya biaya yang harus dipersiapkan, tetapi ada izin yang wajib dipenuhi.

    Izin ini diperlukan agar tidak ada orang yang merasa terganggu selama pembangunan berjalan. Seperti yang kita tahu renovasi pasti membuat lingkungan sekitar kotor oleh debu, ketika membongkar rumah pasti menyebabkan suara, truk-truk yang mengangkut bahan bangunan pasti lalu lalang dan berhenti lama di depan rumah yang mungkin saja menghalangi jalan, serta kemungkinan terjadi kerusakan pada bangunan tetangga karena dinding yang saling menempel.

    Bisa dibilang renovasi rumah itu bukan hal sepele. Ada banyak pihak yang akan terkena dampaknya, jadi izin merupakan hal mendasar.


    Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Izin yang Dilakukan Sebelum Renovasi Rumah

    Advokat hukum Andi Saputra mengatakan, ada beberapa izin yang harus dilakukan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi, berikut diantaranya.

    1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

    Andi mengatakan sebelum renovasi dimulai, pemilik rumah perlu meminta izin kepada tetangga sebelah, depan, dan belakang. Izin ini bisa dilakukan dengan bertemu dan berbicara baik-baik, tidak perlu sampai mengirimkan surat.

    Cara lain untuk meminta izin adalah dengan mengundang tetangga ke acara syukuran. Inti acara tersebut sebenarnya berdoa bersama untuk kelancaran renovasi, di tengah acara bisa disampaikan permohonan izin apabila beberapa bulan ke depan mungkin akan mengganggu karena pembangunan tersebut.

    Jika tinggal di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan kabar renovasi ke grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pemilik rumah bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah.

    2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka bisa membantu mengurusnya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

    Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

    Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

    3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

    Selain tetangga, pemilik rumah bisa melapor kepada RT atau RW. Namun, izin satu ini tidak wajib, kecuali ada area publik yang hendak dipakai. Sebagai contoh renovasi rumah berada di samping pos siskamling, lapangan olahraga, atau memakai pinggiran jalan umum. Apabila dirasa renovasi rumah akan mengganggu ketenangan banyak orang, harus meminta izin kepada perangkat daerah.

    Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

    Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pakai Watermark Remover? Perhatikan Dulu Ini!


    Jakarta

    Aplikasi watermark remover banyak digunakan dalam editing foto saat ini. Sebelum menggunakannya, simak dulu hal-hal penting berikut ini!

    Di era digital saat ini, watermark remover atau penghapus watermark menjadi alat yang makin populer dalam dunia editing foto.

    Watermark, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tanda air, merupakan logo atau teks yang ditambahkan pada gambar untuk melindungi hak cipta. Ini sering kali menjadi penghalang bagi orang yang ingin menggunakan gambar tersebut untuk keperluan pribadi atau komersial.


    Watermark remover dirancang untuk menghilangkan watermark ini sehingga memberikan akses yang lebih bersih ke gambar asli. Namun, sebelum Anda mulai menggunakan alat ini, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan untuk memastikan hasil yang maksimal dan mematuhi hukum yang berlaku.

    Kepatuhan Hak Cipta

    Salah satu pertimbangan paling penting saat menggunakan watermark remover adalah kepatuhan terhadap hak cipta. Watermark sering kali digunakan untuk melindungi karya cipta dari penggunaan tanpa izin. Menghapus watermark dari gambar tanpa hak atau izin yang sah bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Hal ini dapat menimbulkan masalah hukum serius.

    Sebelum Anda menggunakan alat ini, pastikan Anda memiliki izin yang diperlukan untuk mengedit dan menggunakan gambar tersebut. Jika gambar tersebut bukan milik Anda, pertimbangkan untuk mendapatkan izin dari pemilik hak cipta atau mencari alternatif yang bebas hak cipta. Dengan pertimbangan ini, Anda bisa terhindar dari berbagai konsekuensi di masa depan.

    Kualitas Gambar

    Kualitas gambar setelah penghapusan watermark merupakan faktor krusial yang harus Anda perhatikan. Proses penghapusan watermark dapat memengaruhi kualitas gambar, dan hasil akhir mungkin tidak selalu memuaskan jika alat yang digunakan tidak berkualitas tinggi.

    Beberapa watermark remover hanya menghapus watermark tanpa mempertimbangkan kualitas visual gambar sehingga menghasilkan gambar yang buram atau terdistorsi. Pilihlah alat yang mampu memproses gambar dengan presisi tinggi untuk menjaga kualitas gambar sebanyak mungkin. Dengan memperhatikan hal ini, Anda tetap bisa menghapus watermark yang tidak Anda butuhkan tetapi tetap menjaga kualitas gambar agar tetap baik.

    Backup Gambar Asli

    Selalu buat salinan cadangan dari gambar asli sebelum melakukan pengeditan, terutama jika Anda berencana menggunakan watermark remover. Proses penghapusan watermark dapat memengaruhi struktur gambar secara permanen, dan hasil akhirnya mungkin tidak selalu memuaskan atau sesuai dengan harapan Anda.

    Dengan memiliki salinan cadangan dari gambar asli, Anda dapat dengan mudah kembali ke versi yang belum diedit. Ini akan sangat membantu, terutama jika ternyata hasil pengeditan tidak memenuhi standar atau Anda perlu melakukan pengeditan tambahan.

    Salinan cadangan juga memberikan fleksibilitas jika Anda ingin mencoba berbagai metode penghapusan watermark atau alat yang berbeda. Misalnya, Anda merasa bahwa alat pertama yang digunakan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Jadi, Anda bisa mencoba alat atau teknik lain tanpa kehilangan gambar asli yang mungkin lebih berkualitas.

    Tool yang Digunakan

    Berbagai alat watermark remover tersedia di pasaran, dari aplikasi desktop hingga perangkat lunak online. Beberapa alat menawarkan fitur canggih, seperti kemampuan untuk memperbaiki area yang dihapus secara otomatis. Sementara itu, yang lain mungkin memerlukan penyesuaian manual untuk hasil yang lebih baik.

    Pilihlah alat yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan yang memiliki reputasi baik dalam hal keandalan dan efektivitas. Selain itu, pastikan alat tersebut mudah digunakan dan menawarkan dukungan yang memadai jika Anda menemui masalah.

    Keterampilan Pengguna

    Keterampilan pengguna juga mempengaruhi hasil akhir dari penghapusan watermark. Meskipun beberapa alat watermark remover dirancang untuk pengguna awam, keterampilan dalam pengeditan gambar sangat krusial. Pengalaman dalam menggunakan alat ini dan teknik editing yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hasil akhir.

    Jika Anda tidak berpengalaman, Anda mungkin perlu waktu untuk belajar dan berlatih agar dapat menghasilkan gambar yang bersih dan profesional. Latihan dan kesabaran akan membantu Anda menguasai teknik pengeditan yang diperlukan.

    Hasil Akhir

    Hasil akhir dari penghapusan watermark harus diperiksa dengan cermat. Pastikan bahwa area yang telah dihapus tidak meninggalkan jejak yang terlihat atau cacat yang dapat mengganggu tampilan keseluruhan gambar. Terkadang, area yang dihapus bisa memerlukan retouching tambahan untuk mencapai hasil yang mulus dan natural.

    Evaluasi hasil akhir dengan cermat untuk memastikan bahwa gambar tersebut sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan dan tidak mengurangi estetika keseluruhan. Periksa juga pencahayaan dan warna untuk memastikan konsistensi visual.

    Legalitas dan Etika

    Aspek legalitas dan etika adalah hal yang tidak boleh diabaikan saat menggunakan watermark remover. Secara hukum, menghapus watermark dari gambar tanpa izin bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

    Dari segi etika, Anda harus mempertimbangkan dampak dari penggunaan gambar yang telah dimodifikasi, terutama jika gambar tersebut digunakan untuk keperluan komersial. Selalu hormati hak cipta dan hak pemilik gambar, serta pertimbangkan dampak etis dari pengeditan yang Anda lakukan.

    Gunakan DeWatermark.ai untuk Hasil Terbaik

    Untuk hasil terbaik dalam penghapusan watermark, pertimbangkan menggunakan DeWatermark.ai. DeWatermark.ai adalah alat penghapus watermark berbasis AI yang dirancang untuk memberikan hasil yang optimal dengan mempertahankan kualitas gambar.

    Dengan teknologi canggih yang menganalisis dan menghapus watermark secara akurat, DeWatermark.ai dapat membantu Anda mencapai hasil yang bersih dan profesional. Selain itu, DeWatermark.ai menawarkan antarmuka yang ramah pengguna dan panduan yang memudahkan Anda dalam proses pengeditan. Bagaimana cara menghapus watermark dengan menggunakan DeWatermark.ai? Simak langkah-langkah berikut ini!

    dewatermarkFoto: DeWatermark
    • Pada kolom unggah (upload), unggah atau seret file yang ingin Anda hapus watermark-nya. Saat ini, DeWatermark.ai masih mendukung jenis file JPG dan PNG (akan ada upgrade jenis file nantinya).
    • Setelah foto diunggah, artificial intelligence atau AI yang ada di platform akan mendeteksi watermark yang ada pada foto yang Anda unggah. Secara otomatis, watermark yang terdeteksi oleh algoritma akan dihapus dari foto.
    • Edit lagi secara manual dengan brush yang tersedia. Dalam beberapa kasus, watermark yang dihapus dengan AI tidak bisa hilang dengan sempurna. Anda bisa menggunakan manual brush untuk merapikannya agar hasilnya lebih sempurna
    • Unduh foto yang sudah bebas watermark. Cek sekali lagi foto yang Anda hapus watermark-nya. Jika sudah dirasa sempurna, unduh filenya. Anda bisa memilih versi original atau versi HD sesuai kebutuhan. Mudah sekali bukan?

    Itulah berbagai hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan watermark remover. Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda dapat menggunakan watermark remover dengan lebih efektif dan bertanggung jawab. Ingatlah untuk selalu menghormati hak cipta dan mempertimbangkan kualitas serta legalitas dalam setiap pengeditan yang Anda lakukan!

    Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat menghasilkan gambar yang bersih dan profesional tanpa mengorbankan etika dan kepatuhan hukum. Untuk hasil penghapusan watermark yang maksimal, jangan lupa gunakan DeWatermark.ai!


    (Content Promotion/DeWatermark)



    Sumber : inet.detik.com

  • BPJPH Mau Gratiskan Sertifikasi Halal Self Declare Warteg dan Sejenisnya



    Jakarta

    Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengusulkan skema sertifikasi halal gratis untuk usaha Warung Tegal (Warteg), Warung Sunda, Warung Padang dan sejenisnya. Skema ini dilakukan lewat mekanisme self declare.

    Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendaftaran bersama dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (7/7/2025).

    “Dalam rangka penguatan daya saing pelaku usaha mikro dan kecil, khususnya dalam sertifikasi halal maka kita harus bisa membantu para pedagang Warung Sunda, Warung Tegal dan Warung Padang untuk diberikan sertifikat halal,” kata pria yang akrab disapa Babe Haikal itu dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).


    Mekanisme self declare tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMK.

    Skema self declare dilakukan berdasarkan pernyataan mandiri dari pelaku usaha terkait kehalalan produknya, khususnya untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Metode ini memungkinkan UMK menyatakan produknya halal tanpa melalui proses sertifikasi halal reguler yang lebih kompleks dan cukup memakan waktu.

    “Dengan peraturan yang baru, nantinya para pelaku usaha warung tersebut cukup didampingi oleh Pendamping Proses Produk Halal untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis,” sambung Babe Haikal.

    Babe Haikal menilai terobosan ini penting dilakukan untuk memudahkan UMK mendapatkan sertifikat halal. Saat ini masih banyak Warsun, Warteg dan sejenisnya yang belum memiliki sertifikat halal. Di sisi lain, restoran besar juga banyak yang datang dari luar yang sudah memiliki sertifikat halal.

    Sebelumnya, Babe Haikal pernah melakukan pertemuan dengan Komunitas Warung Nusantara (Kowantara) dan Koperasi Warung Cipta Niaga Mandiri (Kowartami). Melalui kedua komunitas pedagang warung makan itulah, dia mengedukasi dan literasi untuk percepatan sertifikasi halal dilakukan. Pengusaha warung makan harus memiliki pemahaman akan urgensi sertifikasi halal bagi pengembangan produk dan usaha mereka.

    “Sesuai amanat UU UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tujuan sertifikat halal adalah untuk menambah nilai tambah dalam setiap produk yang diedarkan. Demikian juga dengan Warteg, Warsun dan Warung Padang yang sudah bersertifikat halal maka akan punya nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” katanya.

    Selama ini sertifikat halal bagi warung makan dilaksanakan melalui mekanisme sertifikasi halal reguler. Dalam mekanisme sertifikasi halal ini, produk harus diperiksa oleh Auditor dari Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH. Selanjutnya, mekanisme sertifikasi halal bagi warung makan tersebut akan dialihkan melalui mekanisme self declare, dengan perubahan peraturan yang disederhanakan.

    tag
    hikmah
    bpjph
    sertifikat halal
    warteg
    warsun
    warpad
    self declare

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com