Tag: circle

  • Circle Luncurkan Jaringan Pembayaran Global Berbasis USDC

    Circle, perusahaan penerbit stablecoin USD Coin (USDC), resmi meluncurkan jaringan pembayaran global dan layanan remitansi lintas batas pada hari ini, Senin (22/4).

    Inisiatif ini dirancang untuk menargetkan lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial (fintech), dengan tujuan menyediakan alternatif yang lebih efisien dan modern dibandingkan jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Dilaporkan The Defiant, melalui peluncuran ini, Circle berupaya memperluas adopsi stablecoin USDC sebagai alat penyelesaian transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat posisinya di sektor pembayaran digital global. Platform baru ini memungkinkan mitra institusional untuk melakukan transaksi dengan cepat dan murah menggunakan teknologi blockchain, tanpa harus melalui proses perbankan konvensional yang biasanya lambat dan penuh biaya tambahan.

    Apa Itu USDC?

    USDC atau USD Coin adalah jenis stablecoin, yakni aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berbeda dengan aset kripto lain yang cenderung volatil seperti Bitcoin atau Ethereum, nilai USDC relatif stabil karena didukung oleh cadangan aset yang setara dengan jumlah token yang beredar. Ini menjadikan USDC sebagai pilihan populer untuk transaksi digital, terutama dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan perdagangan kripto.

    Pergerakan harga Circle (USDC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Fakta Menarik Dibalik Trading dengan Stablecoin USDC

    USDC diterbitkan oleh Circle dan diawasi secara ketat melalui audit rutin untuk memastikan transparansi dan kestabilan nilainya. Hingga saat ini, USDC merupakan stablecoin terbesar kedua di dunia setelah Tether (USDT), dan telah digunakan di berbagai platform perdagangan aset digital maupun aplikasi keuangan.

    Saingi Visa dan Mastercard

    Dengan peluncuran jaringan pembayaran ini, Circle secara terbuka menantang dominasi sistem pembayaran konvensional. Perusahaan mengklaim bahwa solusi berbasis stablecoin dapat menawarkan kecepatan penyelesaian instan, biaya yang jauh lebih rendah, dan akses yang lebih luas terutama bagi wilayah dengan sistem perbankan yang belum berkembang.

    “Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan USDC sebagai infrastruktur pembayaran utama dalam ekonomi digital global,” ujar perwakilan Circle dalam pernyataan resmi.

    Circle juga menyatakan bahwa jaringan baru ini akan terintegrasi dengan berbagai sistem keuangan dan aplikasi teknologi, memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah bagi institusi dan konsumen. Selain itu, pendekatan berbasis blockchain memungkinkan transparansi dan keamanan yang lebih tinggi dalam setiap transaksi.

    Peran Stablecoin dalam Ekosistem Keuangan

    Peluncuran ini mencerminkan meningkatnya peran stablecoin dalam lanskap keuangan modern. Di tengah meningkatnya minat terhadap mata uang digital dari sektor publik dan swasta, stablecoin seperti USDC dianggap sebagai jembatan penting antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Dengan mengandalkan teknologi ini, Circle berharap dapat mendorong efisiensi dan inklusi keuangan global, sekaligus membuka peluang baru untuk transformasi sistem pembayaran internasional.

    Baca juga: Visa Pakai Solana dan USDC untuk Tingkatkan Pembayaran Lebih Cepat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hacker Korea Utara Selesaikan Pencucian Dana $1,5 Miliar dari Bybit!

    Hacker Korea Utara yang menyerang Bybit hampir menyelesaikan proses pencucian dana dari 499.000 ETH yang dicuri, atau senilai sekitar $1,5 miliar (Rp 24,7 triliun), seperti dikabarkan oleh Beincrypto pada Senin (3/3).

    Dengan kecepatan saat ini, pencucian dana ini diperkirakan akan selesai dalam tiga hari ke depan.

    Aktivitas Pencucian Dana Kian Meningkat

    Pada 1 Maret 2025, peretas memindahkan tambahan 62.200 ETH senilai $138 juta, menyisakan hanya 156.500 ETH yang belum dicuci.

    Menurut penyelidik kripto EmberCN, pola transaksi menunjukkan bahwa para peretas memiliki strategi pencucian dana yang sangat efisien dan canggih, melibatkan dompet perantara, bursa terdesentralisasi, serta jembatan lintas rantai (cross-chain bridges) untuk menyamarkan pergerakan dana.

    FBI Identifikasi Pelaku di Balik Serangan

    Pada 27 Februari, FBI mengidentifikasi kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara, TraderTraitor, sebagai dalang di balik serangan Bybit.

    Menanggapi hal ini, Bybit telah meluncurkan program bounty senilai $140 juta untuk membantu melacak dan membekukan aset yang dicuri.

    Sejauh ini, 16 orang telah menerima total $4,2 juta sebagai imbalan atas kontribusi mereka.

    Circle Dikritik karena Tanggapan yang Lambat

    Sementara itu, penerbit stablecoin USDC, Circle, mendapat kritik tajam karena dianggap lambat dalam memblokir dompet yang dikendalikan oleh peretas.

    Pakar blockchain ZachXBT menyoroti bahwa Circle membutuhkan lebih dari 24 jam untuk bertindak, memberi waktu bagi peretas untuk memindahkan dana lebih jauh dari jangkauan hukum.

    CEO Circle, Jeremy Allaire, membela kebijakan perusahaan dengan menyatakan bahwa mereka hanya bertindak berdasarkan permintaan resmi dari otoritas hukum.

    Namun, para pakar keamanan, termasuk Taylor Monahan, menilai bahwa keterlambatan ini memungkinkan peretas untuk mencuci dana sebelum tindakan pencegahan dilakukan.

    Pentingnya Respons Cepat dalam Menangani Kejahatan Kripto

    Kritik terhadap Circle menyoroti perlunya respons yang lebih cepat dalam menangani kejahatan siber, terutama di sektor kripto yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

    Monahan menegaskan bahwa perusahaan seperti Circle harus lebih proaktif dalam membekukan dana hasil kejahatan untuk mengurangi dampak buruk bagi ekosistem kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!

    Circle kembali bikin gebrakan besar di dunia kripto! Pada 19 September 2025, penerbit stablecoin ini resmi mencetak 250 juta USDC di jaringan Solana, menurut laporan Whale Alert. Langkah ini langsung memperkuat ekosistem DeFi Solana yang belakangan semakin jadi pusat perhatian investor.

    USDC Membanjiri Solana: Apa Artinya?

    Dilaporkan Coincu, penerbitan masif ini membawa likuiditas segar ke blockchain Solana. Dengan tambahan pasokan stablecoin, pool perdagangan dan likuiditas di jaringan ini semakin kaya. Efeknya?

    • Suku bunga pinjaman bisa turun.
    • Volume trading berpotensi melonjak.
    • Pasangan pasar populer seperti SOL/USDC makin aktif dimainkan trader.

    Circle sendiri belum memberikan komentar resmi terkait langkah ini, namun jejak transaksi on-chain membuktikan transparansi dan keandalan USDC. Seperti ditegaskan CEO Circle, Jeremy Allaire:

    “Setiap USDC selalu dapat ditukarkan 1:1 dengan dolar AS yang disimpan di lembaga keuangan teregulasi. Semua transaksi dapat diaudit secara publik.”

    Dampak ke Ekosistem Solana

    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Harga Solana (SOL) Naik 20% Berkat Alpenglow dan Circle USDC

    Kabar ini langsung memicu sentimen positif di komunitas Solana. Aktivitas pengembang dan partisipasi komunitas meningkat tajam, memperkuat posisi Solana sebagai salah satu jaringan DeFi dengan pertumbuhan tercepat.

    Masuknya USDC ke Solana diprediksi akan membuka lebih banyak pintu:

    • Memperluas akses pembayaran lintas batas.
    • Mendorong inovasi aplikasi DeFi baru.
    • Memberi jalan bagi adopsi stablecoin yang lebih luas secara global.

    Tren Stablecoin & Regulasi Global

    Saat ini, harga USDC berada di sekitar $0,99 dengan kapitalisasi pasar mencapai $74,15 miliar. Meski turun tipis 0,14% dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan harian USDC tetap tinggi di angka $13,31 miliar, membuktikan perannya yang tak tergantikan di pasar kripto.

    Namun, di balik pertumbuhan ini, ada faktor penting lain: regulasi. Tim riset Coincu menilai kerangka hukum baru seperti GENIUS Act bisa semakin memperkuat posisi USDC di sektor institusional dan mempercepat arus likuiditas ke DeFi global.

    Dengan pencetakan 250 juta USDC di Solana, Circle bukan hanya menambah likuiditas, tetapi juga mengokohkan posisi stablecoin sebagai pondasi keuangan digital masa depan. Bagi Solana, ini bisa jadi dorongan besar menuju level selanjutnya di dunia DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Aktivitas transaksi stablecoin mencatat rekor baru pada Februari 2026 setelah volume transfer bulanan mencapai sekitar US$1,8 triliun. Menariknya, stablecoin USDC justru mendominasi sebagian besar aktivitas tersebut dan melampaui Tether (USDT) dalam volume transaksi.

    Data dari platform analitik Allium menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total volume transaksi stablecoin pada Februari berasal dari USDC. Angka ini menjadikan USDC sebagai stablecoin dengan aktivitas transfer terbesar selama periode tersebut.

    USDC Salip USDT dalam Volume Transaksi

    Dilaporkan Cointelegraph, volume transaksi USDC tercatat mencapai sekitar US$1,26 triliun sepanjang Februari. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume transaksi USDT yang berada di sekitar US$514 miliar.

    Perkembangan ini dinilai cukup mengejutkan oleh sebagian analis karena kapitalisasi pasar USDC masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT.

    Saat ini USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$77,4 miliar, sedangkan USDT mencapai sekitar US$184 miliar.

    Meski demikian, pendiri Moonrock Capital Simon Dedic mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir USDC secara konsisten melampaui USDT dalam hal volume transfer.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasi besarnya adalah stablecoin semakin berfungsi sebagai infrastruktur settlement inti, bukan sekadar tempat parkir dana di exchange.

    “Bagi pasar, kenaikan volume transfer ini mendukung pandangan bahwa pembayaran, trading, dan perpindahan modal onchain semakin terkonsolidasi di aset berbasis dolar sebagai lapisan likuiditas utama crypto,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

    Pasokan USDC Tumbuh Cepat

    Selain volume transaksi yang meningkat, pasokan USDC juga tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan USDT dalam beberapa pekan terakhir.

    Perusahaan analitik blockchain Arkham melaporkan bahwa lebih dari US$3 miliar USDC telah dicetak sejak awal Maret. Sementara itu, pasokan USDT relatif tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode yang sama.

    Kinerja ini sejalan dengan laporan keuangan Circle Internet Group, penerbit USDC, yang mencatat hasil kuat pada kuartal keempat 2025 berkat pertumbuhan bisnis pembayaran dan peningkatan penggunaan USDC.

    Likuiditas Stablecoin Dorong Daya Beli Pasar

    Meningkatnya aktivitas stablecoin juga menjadi sinyal penting bagi pasar kripto secara keseluruhan.

    Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi pasar stablecoin, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun tajam pada Februari.

    Menurut analis CryptoQuant Sunny Mom, perbaikan SSR menunjukkan bahwa daya beli mulai kembali ke pasar.

    Pasokan stablecoin di bursa kripto juga meningkat. Data CryptoQuant menunjukkan jumlah stablecoin di exchange mencapai sekitar US$66,5 miliar, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

    Arus Masuk Stablecoin ke Bursa Meningkat

    Lonjakan likuiditas juga terlihat dari arus masuk stablecoin ke bursa kripto.

    Pada 5 Maret, total stablecoin yang dipindahkan ke exchange mencapai sekitar US$5,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar US$1,14 miliar pada 1 Maret.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, meningkatnya pasokan stablecoin di bursa sering menjadi indikator meningkatnya daya beli investor terhadap aset kripto.

    Jika tren ini berlanjut, likuiditas yang kembali ke pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDC Makin Agresif! Circle Kerja Sama dengan Polymarket

    Circle resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Polymarket, platform prediction market terbesar di dunia. Kolaborasi ini disebut bertujuan mendukung evolusi terbaru pasar keuangan berbasis on-chain, khususnya pada sektor prediction market yang kini semakin berkembang sebagai instrumen finansial berbasis informasi.

    Dalam pengumuman resminya, Circle menyebut bahwa kemitraan ini akan memperkuat fondasi stablecoin di ekosistem prediction market dengan menghadirkan infrastruktur stablecoin yang transparan dan sepenuhnya didukung cadangan (fully-reserved). Langkah ini dinilai penting karena prediction market kini mulai berkembang lebih luas dan membutuhkan sistem penyelesaian transaksi yang lebih kuat dan andal.

    Fokus Kemitraan: Stablecoin Transparan dan Settlement Lebih Mulus

    Circle menjelaskan bahwa kerja sama dengan Polymarket akan difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, membawa infrastruktur stablecoin yang transparan dan fully-reserved ke pasar prediksi agar pengguna memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap sistem transaksi.

    Kedua, meningkatkan reliabilitas settlement serta mengurangi hambatan transaksi seiring meningkatnya skala pasar. Dengan aktivitas prediction market yang semakin besar, proses settlement yang cepat dan minim friction dianggap menjadi kebutuhan utama untuk menjaga efisiensi dan kenyamanan pengguna.

    Ketiga, memperkuat kepercayaan pasar ketika partisipasi dan likuiditas semakin tumbuh. Circle menilai bahwa stablecoin seperti USDC dapat berperan sebagai pilar utama dalam mendorong sistem keuangan baru yang lebih terbuka dan berbasis data.

    Circle Sebut Prediction Market Mulai Jadi Alat Keuangan Dunia Nyata

    Circle menegaskan bahwa prediction market kini mulai berkembang dari sekadar platform spekulasi menjadi alat finansial berbasis informasi yang dapat digunakan dalam konteks dunia nyata. Kemitraan ini menjadi sinyal bahwa Circle melihat prediction market sebagai bagian penting dari masa depan sistem keuangan on-chain.

    Dalam pernyataannya, Circle juga menekankan bahwa USDC dan infrastrukturnya berpotensi menjadi jalur utama (foundational rails) untuk mendukung ekosistem pasar prediksi yang lebih matang dan terintegrasi, terutama ketika permintaan dan volume transaksi semakin meningkat.

    Kemitraan Circle dan Polymarket ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperluas penggunaan USDC, sekaligus memperkuat posisi stablecoin sebagai infrastruktur inti dalam perkembangan pasar keuangan on-chain generasi berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi infrastruktur Circle ke dalam Polymarket melegitimasi pasar prediksi sebagai sektor finansial on-chain yang serius. Penggunaan USDC yang fully-reserved akan meningkatkan kepercayaan pengguna dan likuiditas platform secara signifikan.

    Baca juga: Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Ramai-ramai Jual Bitcoin Imbas Tarif Trump, Nilainya Capai Rp 3,7 T


    Jakarta

    Pasar aset digital kripto merosot cukup dalam usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik untuk puluhan negara pada Jumat (1/8) kemarin. Menunjukkan bagaimana tarif Trump ini membuat banyak investor menjual aset ‘panas’ mereka ke instrumen yang lebih aman.

    Pada perdagangan kemarin, harga bitcoin tercatat turun hingga 3% menjadi US$ 113.231,41 per koin. Sementara aset kripto ternama lain seperti Ether dan Solana ikut turun masing-masing 6% dan 5%.

    Melansir CNBC, Sabtu (2/8/2025), akibat penurunan pasar banyak investor menjual aset digital mereka untuk mengurangi kerugian lebih jauh atau untuk mencari aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar. Menciptakan gelombang likuidasi aset yang kemudian semakin mendorong harga kripto turun.


    Bahkan selama perdagangan kemarin, Bitcoin mengalami likuidasi sebesar US$ 228 juta atau Rp 3,76 triliun (kurs Rp 16.513 per dolar AS) di seluruh bursa kripto, dan Ether mengalami likuidasi sebesar US$ 262 juta atau Rp 4,32 triliun.

    Lebih jauh, saham-saham perusahaan yang terkait dengan kripto juga ikut mengalami kerugian yang lebih dalam. Misalkan saja bursa kripto, Coinbase yang nilai sahamnya turun 16%.

    Ada juga saham perusahaan terkait kripto lain seperti Circle yang turun hingga 8,4%, Galaxy Digital turun 5,4%, dan perusahaan treasury ether Bitmine Immersion
    turun 7,4%.

    “Kripto baru saja melewati bulan yang menguntungkan, tetapi bisa segera melemah di tengah ketidakpastian makro yang baru,” tulis CNBC dalam laporannya.

    Disebutkan pergerakan aset digital kripto dan saham perusahaan terkait terjadi di tengah gelombang sentimen penghindaran risiko setelah Trump mengeluarkan tarif baru berkisar antara 10% dan 41%, yang memicu kekhawatiran tentang peningkatan inflasi dan kemampuan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.

    Saat para investor mencari aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ini, pasar kripto cenderung terpukul karena investor menarik diri dari aset yang paling spekulatif dan volatil tersebut.

    “Setelah sangat panas di bulan Juli, ini adalah masa tenang strategis yang sehat. Pasar tidak bereaksi terhadap krisis, melainkan merespons ketiadaan krisis,” kata Ben Kurland selaku CEO platform riset kripto DYOR.

    “Tanpa adanya katalis makro baru yang akan datang, modal akan beralih dari aset spekulatif ke aset yang lebih aman, ini adalah jeda yang terencana,” sambungnya.

    (igo/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Cara Dongkrak Produktivitas dengan S Pen di Galaxy S25 Ultra

    Jakarta

    S Pen di Galaxy S25 Ultra memang tidak dibekali Bluetooth. Pun begitu stylus ikonis dari Samsung ini masih mumpuni dalam membantu produktivitas dan kreativitas pengguna.

    Berkat perpaduan Galaxy AI, S Pen di Samsung S25 kini dilengkapi dengan serangkaian fitur baru yang inovatif, melengkapi fungsi-fungsi klasiknya. Berikut 5 tips untuk memaksimalkan produktivitas menggunakan S Pen di Galaxy S25 Ultra:


    1. Catat dan Buat To-Do List dengan Cepat

    S Pen dan Samsung Notes memungkinkan pengguna mencatat poin-poin penting dan membuat daftar tugas (to-do list) dengan lancar layaknya menulis di atas kertas.

    Akses cepat ke menu Air Command memudahkan pengguna menambahkan gambar atau rekaman suara ke dalam catatan. Semua catatan tersimpan aman di cloud, sehingga dapat diakses dan diperbarui kapan saja dari perangkat Galaxy.

    2. Seleksi dan Anotasi yang Presisi

    Smart Select memungkinkan pengguna memotong konten di layar dengan mudah, menambahkan anotasi, mengekstrak teks, dan membagikannya dengan cepat.

    Fitur Circle to Search with Google yang didukung Galaxy AI memungkinkan pengguna mencari informasi dengan cepat. Cukup lingkari objek atau teks di layar dengan S Pen, dan jendela dengan hasil pencarian akan muncul secara otomatis.

    4. Terjemahan Lebih dari 30 Bahasa

    Fitur Translate di menu Air Command berfungsi sebagai penerjemah pribadi. Dukung lebih dari 30 bahasa, fitur ini menerjemahkan email, dokumen, dan bahkan teks lisan secara instan.

    5. Tulis di Layar Terkunci

    Fitur “Screen off memo” memungkinkan Anda mencatat di Galaxy S25 Ultra tanpa perlu membuka kunci layar. Cukup lepaskan S Pen dan mulailah menulis pengingat penting.

    Pengguna juga dapat menulis email dengan tulisan tangan kemudian mengonversinya menjadi teks. Selain itu dapat membuat sketsa saat ide seketika muncul.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com