Tag: Coinfest Asia

  • Tokocrypto Hadir dan Bawa Semangat Baru di Coinfest Asia 2023

    Platform perdagangan kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto, hadir dan mendukung sebagai salah satu sponsor dalam acara Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Coinfest Asia adalah salah satu festival tentang blockchain, web3 hingga aset kripto yang terbesar di Asia, khususnya Indonesia.

    Coinfest Asia bertindak sebagai panggung inspirasi di mana para pemimpin visioner, para entusiastis, dan pionir di industri web2 dan web3 dari seluruh dunia berkumpul untuk saling bertukar pandangan, merangkul perkembangan teknologi terkini, dan merayakan pencapaian-pencapaian baru.

    Festival ini akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara yang berasal dari berbagai sektor di ranah web2 dan web3. Para pembicara akan berkolaborasi dalam berbagai sesi menarik yang bertujuan untuk mengupas berbagai aspek terkait web2.5. Diskusi akan mencakup hal-hal seperti inovasi, teknologi, adopsi, dan regulasi.

    Tokocrypto membuka booth eksklusif, menawarkan kesempatan berharga serta penawaran istimewa bagi para pengunjung Coinfest Asia 2023. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto membuka booth eksklusif, menawarkan kesempatan berharga serta penawaran istimewa bagi para pengunjung Coinfest Asia 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengatakan Coinfest Asia bukan hanya sebuah festival, melainkan wadah bagi kolaborasi dan pengembangan positif. Festival ini menjadi platform yang memungkinkan para pelaku industri untuk saling berbagi ide, berkolaborasi, serta merangsang perkembangan yang dapat membangun ekosistem blockchain, web3 hingga kripto di Indonesia menjadi jauh lebih baik.

    “Kami di Tokocrypto merasa sangat berbahagia karena dapat menjadi bagian penting dari Coinfest Asia 2023 dan memiliki kesempatan luar biasa untuk terlibat lebih jauh untuk mensukseskan acara ini. Bagi kami ini adalah salah satu platform yang dapat menerangi jalan bagi pemahaman lebih luas mengenai potensi tak terbatas yang ditawarkan oleh ekosistem blockchain dan aset kripto,” kata Iqbal.

    Iqbal menjelaskan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis turut serta menjadi pembicara dalam diskusi panel di Coinfest Asia 2023 yang bertajuk “Clash of the Titans: Decentralized vs Centralized Trading” bersama dengan sejumlah narasumber lainnya pada hari pertama Coinfest Asia 2023, 24 Agustus 2023, pukul 15.35 – 16.00 WITA. Topik ini masih menjadi perbedatan di kalangan komunitas kripto dan patut untuk mendapatkan inspirasi lebih untuk memahaminya.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis menjadi pembicara dalam diskusi panel di Coinfest Asia 2023 yang bertajuk "Clash of the Titans: Decentralized vs Centralized Trading.” Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis menjadi pembicara dalam diskusi panel di Coinfest Asia 2023 yang bertajuk “Clash of the Titans: Decentralized vs Centralized Trading.” Sumber: Tokocrypto.

    Dalam dua hari intensitas penuh pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2023, Tokocrypto membuka booth eksklusif, menawarkan kesempatan berharga serta penawaran istimewa bagi para pengunjung.

    Program-program yang dihadirkan meliputi peluang kemitraan strategis bersama Tokocrypto, program VIP eksklusif, manfaat dari program Tokocrypto Angels, dan beragam acara menarik yang akan menghidupkan semarak Coinfest Asia 2023.

    Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition

    Tidak hanya berhenti di situ, Tokocrypto juga merayakan semangat komunitas dengan menghadirkan side event Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition yang akan berlangsung pada tanggal 26 Agustus 2023, di The Ambengan Tenten, Denpasar, Bali, dimulai dari pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

    Acara penuh keceriaan ini, yang digagas oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan TAT (The Ambengan Teten dan disponsori oleh blu by BCA Digital, Flip, Konser.co.id (SerMorpheus). Community partner, Akademi Crypto, Republik Rupiah dan IDNFT; serta media partner Asosiasi Media Crypto Indonesia (AMCI), BeInCrypto, Chainsightnews dan Baliportalnews.

    OBRAS Edisi Khusus akan menghadirkan talkshow yang menggugah serta sesi interaktif penuh inspirasi, ditemani oleh para pembicara handal yang berasal dari latar belakang beragam di ranah blockchain, Web3, NFT, dan dunia media kripto. Di antara bintang tamu yang akan hadir dan menjadi pembicara di OBRAS Special Edition adalah:

    • Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto.
    • Timothy Ronald, Pendiri dan CEO Akademi Crypto.
    • Kinno Thingker, Pendiri The Ambengan Teten (TAT).
    • Ibu Lynn Wang, Editor-in-Chief BeInCrypto.
    • Kenneth Destian Tali, CEO SerMorpheus.
    • Arnold Ong, Co-Founder Vox3.
    • Budi Santosa, Pendiri IDNFT.
    • Isybel Harto, Pendiri Blockvest.org.
    Tokocrypto juga merayakan semangat komunitas dengan menghadirkan side event Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto juga merayakan semangat komunitas dengan menghadirkan side event Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Apresiasi Daftar 501 Aset Kripto Legal Baru dari Bappebti

    “OBRAS Special Edition ini akan menjelajahi isu-isu mendesak seperti adopsi Web3 yang mencerahkan, peran mendasar blockchain dalam transformasi digital, serta relevansi tak terbantahkan aset kripto dalam era generasi saat ini. Semua ini ditempuh dengan latar belakang yang memesona di pulau Dewata, Bali,” ujar Iqbal dengan semangat.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Web3 Perkuat Pariwisata di Indonesia

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menyuarakan optimisme terhadap potensi teknologi web3 dalam sektor pariwisata di Indonesia. Menurutnya, teknologi blockchain dan web3 bisa membantu pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi digital.

    Sandiaga mengatakan web3 mewakili masa depan internet yang lebih terdesentralisasi dengan memanfaatkan blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran mesin.

    “Teknologi Web3 mampu menciptakan perjalanan yang lebih inklusif dan personal, meningkatkan daya tarik dan kepuasan para wisatawan,” kata Sandiaga dalam pidatonya di acara Coinfest Asia 2023 yang diadakan oleh Coinvestasi di Bali, dikutip pada Jumat (25/8).

    Sambut Coinfest Asia 2023

    Sandiaga menambahkan bahwa Coinfest Asia adalah bukti keterbukaan Asia, terutama Indonesia, terhadap kreasi dan inovasi di dunia Web3. Ia pun mengapresiasi Coinvestasi yang menyelenggarakan Coinfest Asia yang menjadi bukti keterbukaan kawasan Asia, terkhusus Indonesia terhadap kreasi dan inovasi di web3.

    “Selamat kepada Coinvestasi atas penyelenggaraan Coinfest Asia. Saya sangat bersemangat untuk melihat pertumbuhan dan kolaborasi berkelanjutan dalam ekosistem Web3 yang akan terus berkembang dari Coinfest Asia di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

    Coinfest Asia 2023 sendiri digelar pada 24-25 Agustus 2023 di Jimbaran, Bali, hadir dalam skala lebih besar dengan target kehadiran 3.000 peserta dari lebih dari 50 negara. Dalam edisi kali ini, Coinfest Asia 2023 membawa industri Web2 dan Web3 bersatu untuk menciptakan ekosistem Web3 yang kuat dan berkelanjutan.

    Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Coinfest Asia.
    Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Coinfest Asia.

    Baca juga: Faktor Ini yang Sebabkan Harga PEPE Anjlok Lebih dari 16%

    Acara ini menghadirkan lebih dari 25 topik panel diskusi, dengan lebih dari 100 pembicara, yang dibagi menjadi dua panggung utama yaitu Converge dan Sunset. Para pembicara berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengalaman mereka dalam industri Web2 dan Web3 dari berbagai aspek, termasuk bisnis, investasi, adopsi, dan regulasi.

    Beberapa pembicara terkemuka yang hadir termasuk Co-Founder Animoca Brands, Yat Siu; Co-Founder Ledger, Thomas France; Direktur Arsitek Solusi Alibaba Cloud, Eggy Tanuwijaya; CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis; CEO Ballet, Bobby Lee; Chief Commercial Officer OKX, Lennix Lai; Head of DeFi Algorand, Daniel Oon; VP Sales, APAC Fireblocks, Amy Zhang, dan banyak lagi.

    Selain panggung utama, Coinfest Asia juga menyediakan area seperti Breakout Area, di mana peserta dapat berdiskusi lebih mendalam dengan pembicar. Selain itu ada area Bull House di mana para tokoh industri dan regulator berkumpul, serta Government Pitching yang ditujukan bagi proyek-proyek Web3 yang ingin bekerja sama dengan pemerintah.

    Tokocrypto Dukung Coinfest Asia 2023

    Tokocrypto pun hadir dan mendukung sebagai salah satu sponsor dalam acara Coinfest Asia 2023 sebagai festival tentang blockchain, web3 hingga aset kripto yang terbesar di Asia, khususnya Indonesia.

    MO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengatakan Coinfest Asia bukan hanya sebuah festival, melainkan wadah bagi kolaborasi dan pengembangan positif. Festival ini menjadi platform yang memungkinkan para pelaku industri untuk saling berbagi ide, berkolaborasi, serta merangsang perkembangan yang dapat membangun ekosistem blockchain, web3 hingga kripto di Indonesia menjadi jauh lebih baik.

    “Kami di Tokocrypto merasa sangat berbahagia karena dapat menjadi bagian penting dari Coinfest Asia 2023 dan memiliki kesempatan luar biasa untuk terlibat lebih jauh untuk mensukseskan acara ini. Bagi kami ini adalah salah satu platform yang dapat menerangi jalan bagi pemahaman lebih luas mengenai potensi tak terbatas yang ditawarkan oleh ekosistem blockchain dan aset kripto,” kata Iqbal.

    Tokocrypto di Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto di Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Hadir dan Bawa Semangat Baru di Coinfest Asia 2023

    Dalam dua hari intensitas penuh pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2023, Tokocrypto membuka booth eksklusif, menawarkan kesempatan berharga serta penawaran istimewa bagi para pengunjung.

    Program-program yang dihadirkan meliputi peluang kemitraan strategis bersama Tokocrypto, program VIP eksklusif, manfaat dari program Tokocrypto Angels, dan beragam acara menarik yang akan menghidupkan semarak Coinfest Asia 2023.

    Tidak hanya berhenti di situ, Tokocrypto juga merayakan semangat komunitas dengan menghadirkan side event Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition yang akan berlangsung pada tanggal 26 Agustus 2023, di The Ambengan Tenten, Denpasar, Bali, dimulai dari pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

    OBRAS Edisi Khusus akan menghadirkan talkshow yang menggugah serta sesi interaktif penuh inspirasi, ditemani oleh para pembicara handal yang berasal dari latar belakang beragam di ranah blockchain, Web3, NFT, dan dunia media kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan ini juga sejalan dengan tingginya permintaan talenta pekerja untuk mengisi banyak posisi yang tersedia di industri teknologi yang masih baru ini.

    Anggota pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), Yos Ginting, mengatakan ada kurang lebih 569 perusahaan atau startup terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masuk kategori pengembang blockchain. Data ini menunjukan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari pelaku usaha yang fokus pada pengembangan teknologi rantai blok.

    “Terkait potensi kripto dan blockchain,saya melihat waktu tu itu ketika mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia pada Maret 2018 anggotanya hanya tujuh atau sembilan sekarang sudah 39. Pertumbuhannya sangat baik, jika kita lihat di KOMINFO ada 569 perusahaan yang secara kategori pengembang blockchain, kalau potensi Indonesia saya rasa sangat besar,” kata Yos Ginting di acara Coinfest Asia 2022, Kamis (25/8).

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Indonesia Tingkatkan Adopsi Blockchain

    Dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan tingkat adopsi dari teknologi blockchain. Menurut Yos Ginting saat mengisi acara Coinfest Asia dalam sesi “Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia?” Selain jumlah pengguna dari segi bisnis kategori blockchain yang memiliki kaitan erat dengan kipto juga terus tumbuh.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Menurut laporan LinkedIn dan exchange kripto, OKX, berjudul “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan pertumbuhan pekerja yang ada di industri blockchain Indonesia masuk dalam daftar teratas yang meningkat signifikan.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hari Pertama Coinfest Asia 2022 Sukses Dihadiri Lebih dari 1.000 Peserta

    Indonesia kini sedang menjadi pusat perhatian bagi penggemar dan komunitas kripto di Asia. Pasalnya selama tanggal 25-26 Agustus 2022, digelar acara Coinfest Asia yang di hari pertamanya sukses mendatangkan lebih dari 1.000 peserta yang antusias dengan perkembangan kripto, blockchain, NFT hingga web3.

    Coinfest Asia sendiri adalah acara yang diadakan oleh Coinvestasi, portal berita kripto dan blockchain anak perusahaan dari Indonesia Crypto Network (ICN). Festival ini fokus pada masa depan aset kripto dan web3 di Asia.

    Head of Coinvestasi, Felita Setiawan, menjelaskan diadakan dalam bentuk festival, Coinfest Asia bertujuan untuk menjadi platform bagi para penggemar aset kripto, pemimpin industri, serta eksekutif untuk berkumpul dan berdiskusi untuk membangun masa depan aset kripto dan teknologi blockchain di Asia.

    “Tahun ini kita bawa konsep yang berbeda, tapi belum ada yang mengangkat konsep yang lebih fun, kita piker untuk crypto dibuat lebih santai, karena di sini pusatnya kita untuk dapat network dan insight, karena lebih nyaman dan berkoneksi dengan yang lain, dan rencananya kita akan buat ini rutin setiap tahun dan bisa lebih baik lagi,” kata Felita dalam keterangan resminya.

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).

    Baca juga: SMS Vs Google Authenticator, Lebih Aman Mana Lindungi Akun Kripto?

    Konsep Coinfest Asia 2022 yang Unik

    Coinfest Asia 2022 diselenggarakan di Cafe del Mar Bali pada 25-26 Agustus 2022. Di hari pertama penyelenggaraannya terbilang sukses dengan kehadiran lebih dari 1.000 peserta baik dari dalam dan luar negeri.

    Mereka terdiri dari penggemar, penggiat, hingga pemain industri kripto yang mendapatkan pengalaman menyenangkan di Coinfest Asia ini dengan memperoleh wawasan dan koneksi, yang diharapkan bisa menjadi peluang untuk memperluas adopsi kripto.

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Sanjaya, mengatakan Coinfest Asia menjadi salah satu acara yang luar biasa di tingkat Asia dan banyak sekali pembicara dari luar negeri yang terlibat dalam industri aset kripto.

    “Saya harap Coinvestasi akan terus menyelenggarakan acara-acara positif seperti ini juga bisa memberikan literasi, dan edukasi aset kripto,” ujarnya.

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Di hari pertama tersebut, Coinfest Asia memiliki berbagai agenda menarik, di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia
    • The Future of Payments
    • Who’s Hacking The Blockchain?
    • Unstable Stablecoins
    • How Web2 Companies Get to Web3
    • NFTs… Now What?
    • Tokenization: The Future of Financial Markets
    • How Web3 Companies Get Traction in SEA

    Beberapa pembicara yang mengisi berbagai sesi tersebut adalah Jeth Soetoyo, CEO PINTU; Yos Ginting, Ketua Kadin; Tirta Karma Senjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti; Tung Li Lim. Senior Advisor Elliptic; Rahul Advani. Policy Director APAC Ripple; Sagar Sarbhai, Head Of Business Solutions & Advisory Fireblocks, dan lain sebagainya.

    Coinfest Asia 2022 juga didukung oleh Coindesk, Fireblocks, Enjinstarter, KunciCoin, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Blockchain Alliance, Aspakrindo, dan Blockchain Association Singapore (BAS).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto x Binance Beach House Disambut Antusias, Lebih dari 1.000 Pengunjung Hadir

    Side event Coinfest Asia 2024: Tokocrypto x Binance Beach House, yang mengangkat tema “Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth” sukses digelar pada 23 Agustus 2024. Event ini berhasil menarik kurang lebih seribu (1000) pengunjung dan menyajikan lebih dari 20 (dua puluh) industry leaders, KOL, komunitas di industri web3, kripto dan blockchain

    “Kami sangat antusias menyelenggarakan Tokocrypto x Binance Beach House sebagai bagian dari Coinfest Asia 2024. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi di antara para pelaku industri,” kata CMO Tokocrypto, Wan Iqbal.

    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.

    “Dengan menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka dalam ekosistem Web3 dan kripto, kami berharap bisa mendorong adopsi teknologi ini secara lebih luas di Indonesia dan kawasan Asia. Side event ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana blockchain dan kripto dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari transaksi keuangan hingga pengelolaan aset digital, serta pentingnya membangun komunitas yang solid dan teredukasi.”

    Side event Tokocrypto x Binance Beach House dimulai dengan diskusi panel yang membahas “The Power of Blockchain: Transforming Real-World Assets, Gaming, and Payments.” Diskusi pertama ini menyoroti bagaimana blockchain mampu mentransformasi aset dunia nyata, industri game, dan sistem pembayaran dengan para panelisnya John Patrick Mullin (CEO & Co-Founder Mantra), Apollo Green (Co-Founder Tilted) dan Raagulan Pathy (Ex-Head of Asia Circle dan Founder KAS).

    Edukasi dan Perkuat Ekosistem Blockchain

    Selanjutkan, acara semakin memanas dengan digelarnya diskusi panel kedua “Empowering the Blockchain Ecosystem: Education and Community Building.” Panel kedua membahas pentingnya pendidikan dan pembangunan komunitas dalam memperkuat ekosistem blockchain dengan para panelisnya Walter Lee (Business Development BNB Chain Innovation)bdan Stephen McAllister (Binance Academy Team Lead).

    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana, Avalanche, dan Altcoin Lainnya Potensi Menunjukkan Kenaikan

    Di sesi selanjutnya, Tokocrypto mengumumkan peluncuran pembaruan aplikasi versi 2.12 yang menghadirkan fitur-fitur unggulan seperti TKO Megadrop dan IDR Convert. Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, menjelaskan, “Peluncuran versi terbaru aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dalam berinvestasi kripto serta memberikan peluang keuntungan yang lebih besar melalui fitur-fitur inovatif.”

    Side event Tokocrypto x Binance juga menjadi wadah untuk membahas “Empowering Indonesia’s Future: Blockchain Adoption and Digital Payments.” Diskusi ini mengangkat tema adopsi blockchain dan pembayaran digital di Indonesia. Javier Tan (Co-Founder dan CEO Creo Engine), Natasha A. Hartoro (Co-Founder & COO Durianpay) dan Chung Ying Lai (CEO D3 Labs.).

    Di sesi selanjutnya, para panelis membahas “The Next Frontier: Securing the Evolving Crypto Landscape.” Diskusi ini membahas tantangan keamanan dalam ekosistem kripto yang terus berkembang bersama Vishal Sacheendran (Head of Regional Binance) dan Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto, mengatakan, “Kami terus berupaya untuk mengembangkan infrastruktur keamanan yang dapat melindungi pengguna kami dari ancaman yang berkembang di dunia kripto.”

    Adopsi Blockchain dan Ciptakan Ekosistem kripto yang Aman

    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto x Binance Beach House. Sumber: Tokocrypto.

    Diskusi terakhir melihat “Next-Gen Finance: The Role of Banks and the Crypto Ecosystem” di masa depan. Sesi terakhir ini membahas potensi industri perbankan dalam kolaborasi ekosistem kripto bersama beberapa panelis mulai dari Yudhono Rawis (CEO Tokocrypto), Altona Widjaja (Digital and Channel Solutions Division Head, OCBC Indonesia), Onny Widjanarko (Commissioner of BTPN – SMBC Group). Dalam sesi tersebut Yudho menyatakan, “Kolaborasi antara industri perbankan dan ekosistem industri kripto sangat penting untuk menciptakan layanan keuangan yang lebih inklusif dan inovatif.”

    “Kolaborasi bersama industri perbankan dapat memainkan peran strategis dalam menjembatani antara keuangan tradisional dan dunia kripto, sehingga memungkinkan adopsi yang lebih luas dan aman. “Masa depan keuangan akan sangat bergantung pada bagaimana kita dapat menyatukan kekuatan sektor perbankan dengan teknologi kripto untuk menciptakan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.”

    Side event ini merupakan kesempatan emas bagi para peserta untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Web3 dan kripto, serta terlibat dalam diskusi yang akan membentuk masa depan industri ini. Tokocrypto x Binance Beach House tidak hanya sekedar acara, tetapi juga sebuah platform untuk mendorong kolaborasi dan pertumbuhan dalam ekosistem blockchain dan kripto.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Gelar Side Event di Coinfest Asia 2024, Apa yang Menarik?

    Tokocrypto, pedagang aset kripto no. 1 di Indonesia, dengan bangga mengumumkan partisipasinya sebagai salah satu sponsor utama Coinfest Asia 2024. Dalam semangat kolaborasi dan edukasi, Tokocrypto mengadakan side event bertajuk Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 23 Agustus 2024 di Tabanan, Bali, sebagai bagian dari edisi ketiga Coinfest Asia.

    Coinfest Asia, yang akan digelar pada tanggal 22-23 Agustus 2024, kembali hadir dengan fokus untuk mempercepat adopsi dan inovasi Web3 di kawasan Asia. Dengan tema “Where Innovation Meets Adoption”, acara ini diharapkan mampu menarik lebih dari 6.000 peserta dari seluruh dunia, termasuk lebih dari 150 tokoh terkemuka dalam ekosistem Web3.

    Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan bahwa Tokocrypto bangga menjadi salah satu sponsor Coinfest Asia 2024. “Kami mendukung penuh inisiatif ini karena Coinfest Asia tidak hanya sekadar event, tetapi juga sebuah gerakan yang mendorong pertumbuhan dan adopsi Web3 di kawasan Asia. Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masa depan industri ini.”

    Tokocrypto mengadakan side event bertajuk Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth.
    Tokocrypto mengadakan side event bertajuk Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth.

    Dalam semangat tersebut, Tokocrypto menggelar Official (IN)Side event yang bertajuk “Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth“. Acara ini bertujuan untuk menggali potensi pertumbuhan Web3 dan kripto melalui kolaborasi berbagai pihak di industri.

    Iqbal menjelaskan, tema yang dipilih secara cermat untuk menggambarkan komitmen Tokocrypto dalam membangun ekosistem Web3 yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, “Tema ini mencerminkan keyakinan kami bahwa masa depan Web3 akan tercapai melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. Dengan menggabungkan kekuatan teknologi blockchain, semangat inovasi, dan dukungan komunitas, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.”

    Side event Coinfest Asia 2024, Tokocrypto x Binance Beach House akan menjadi wadah bagi para pelaku industri, pengembang, investor, dan penggemar kripto untuk bertukar pikiran, membangun jaringan, dan mendapatkan wawasan terbaru tentang perkembangan terkini di dunia Web3. Peserta akan memiliki kesempatan untuk bergabung dengan komunitas Tokocrypto dan berinteraksi dengan berbagai profesional di industri blockchain dan kripto global dan Indonesia.

    Hadirkan Tokoh Kripto Ternama

    Tokocrypto mengadakan side event bertajuk Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth.
    Tokocrypto mengadakan side event bertajuk Tokocrypto x Binance Beach House: Unleashing the Future of Web3 and Crypto: Harnessing Collaborative Forces for Growth.

    Baca juga: 4 Altcoin Pilihan untuk Pemulihan Pasar Kripto

    Beberapa tokoh ternama yang akan hadir dalam acara ini antara lain: Vishal Sacheendran, (Head of Regional Binance); Yudhono Rawis (CEO Tokocrypto); Wan Iqbal (CMO Tokocrypto); Tirta Karma Senjaya (Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti); Otoritas Jasa Keuangan (OJK); Walter Lee (Business Development & Web3 Gaming lead BNB Chain Innovation); Altona Widjaja (Head of Digital Payment and Solutions OCBC Indonesia); Stephen McAllister (Binance Academy Lead); Onny Widjanarko (Commissioner BTPN – SMBC Group); Chung Ying Lai (co-CEO D3 Labs); Javier Tan (Co Founder and CEO Creo Engine); John Patrick Mullin (CEO & Co-Founder Mantra); Natasha A. Hartoro (Co-Founder/COO Durianpay); Frank Alexander Hutapea (Business & Tech Law Critics) dan Yanuar (Lead dev FactorDAO).

    Kehadiran para tokoh ternama ini tidak hanya akan memperkaya diskusi seputar masa depan Web3 dan kripto, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong inovasi baru di industri ini. Dukungan dari berbagai pihak, seperti Creo Engine, Mantra, System 9, Durianpay, BNB Chain, dan Binance Academy, semakin mempertegas pentingnya sinergi dalam memperkuat ekosistem Web3 di Asia.

    Dengan semangat kolaborasi dan visi yang jauh ke depan, Tokocrypto berharap side event ini akan menjadi batu loncatan untuk mempercepat adopsi teknologi Web3 dan kripto di Indonesia dan kawasan Asia. Salah satu tujuan utama acara ini adalah untuk bergerak menuju adopsi Web3 yang meluas dengan mendorong kolaborasi, dimulai dengan Indonesia, yang memperoleh lebih dari 400 ribu pengguna kripto baru setiap bulan. 

    Negara-negara Asia seperti India, Vietnam, Filipina, Indonesia menjadi negara dengan peringkat 10 besar dalam adopsi aset kripto. Berdasarkan laporan Chainalysis, pertumbuhan adopsi kripto di Asia tercermin dari peningkatan volume transaksi, daya beli, dan jumlah populasi. 

    Di sisi lain, walau tidak termasuk ke dalam 20 besar, Indonesia patut dipertimbangkan sebagai negara yang ramah kripto. Menurut Kominfo ada 1.629 perusahaan atau startup yang telah terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) dalam kategori “Aktivitas Pengembangan Teknologi Blockchain. 

    “Seperti gelombang di pantai Bali yang terus bergerak, semoga inisiatif ini mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi industri kripto dan teknologi di masa mendatang. Mari bersama-sama menyongsong masa depan yang lebih terang dan penuh inovasi,” tutup Iqbal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto x Binance Beach House: Pecah Rekor di Coinfest Asia 2025

    Side event Tokocrypto x Binance Beach House berhasil mencetak all-time high dengan lebih dari 2.500 peserta yang hadir, menjadikannya salah satu acara paling ramai dan berkesan dalam rangkaian Coinfest Asia 2025. Acara ini berlangsung pada 22 Agustus di Tabanan, Bali, dengan mengusung tema “Surfing the Next Crypto Wave: Innovation, Adoption, and Beyond.”

    Dengan memadukan suasana pantai Bali yang santai dengan diskusi strategis, Beach House menjadi titik temu penting bagi pengembang, investor, regulator, komunitas, serta pelaku industri kripto global untuk bertukar ide, memperluas jaringan, dan membangun kolaborasi.

    Berbagai agenda seru turut meramaikan acara, mulai dari panel diskusi eksklusif, networking session, hingga aktivitas hiburan khas Bali yang mencairkan suasana. Kehadiran para tokoh industri global juga semakin memperkuat posisi Beach House sebagai ruang interaktif yang bukan hanya membicarakan masa depan kripto, tetapi juga merayakan komunitas yang mendukungnya.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari semangat kolaborasi. “Kami sangat bangga bisa menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta, di mana diskusi serius tentang inovasi dan regulasi bisa berjalan beriringan dengan suasana santai dan hangat khas Bali. Momentum ini akan kami bawa untuk terus mendorong pertumbuhan industri kripto di Indonesia maupun Asia Tenggara,” jelasnya.

    Diskusi Panel: Dari Gaming, DeFi, hingga TKO Update

    Acara ini diramaikan oleh panel-panel yang topiknya sedang panas dibicarakan di industri. Nama-nama besar seperti Gabby Dizon (Co-Founder YGG), Arief Widhiyasa (CEO Confiction Labs), Kenny Li (Co-Founder Manta Network), hingga Ivan K (CMO Sakestone) hadir memberikan insight. Topiknya pun beragam dari gaming & edukasi untuk miliaran pengguna baru hingga masa depan inklusi finansial lewat DeFi & PayFi.

    Tak ketinggalan, Bonifacio Renanda, Project Lead TKO Token, juga membawa kabar segar soal TKO. “Kami baru saja meluncurkan TKO Lock dan tampilan website terbaru. Saat ini TKO telah tumbuh menjadi komunitas dengan lebih dari 1 juta pemegang token di 208 negara, termasuk sekitar 700 ribu di Indonesia. Visi kami adalah menjadi jembatan utama bagi pengguna Web2 yang ingin bertransisi ke Web3. Melalui kolaborasi strategis lintas industri, kami yakin TKO bisa membuka jalan menuju adopsi Web3 yang lebih masif,” ujar Boni.

    Baca juga: Tokocrypto Bawa Edukasi Kripto ke Papua untuk Perkuat Literasi Keuangan Digital

    Keberhasilan Beach House tahun ini tidak hanya tercermin dari jumlah peserta yang mencapai rekor, tetapi juga dari atmosfer yang berhasil dibangun. Acara ini mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis seperti Yield Guild Games (YGG), Manta Network, Stakestone (STO), Hooked, serta TKO Token. Selain itu, dukungan dari Tokocrypto Prestige partners: JTB Indonesia dan Baller, semakin memperkuat peran acara ini sebagai wadah kolaborasi global.

    Sebagai ajang Web3 terbesar di Asia, Coinfest Asia telah lama menjadi titik temu penting bagi komunitas global. Namun, Beach House berhasil menghadirkan nuansa berbeda dengan memanfaatkan daya tarik Bali sebagai lokasi strategis. Pulau ini bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata internasional, tetapi juga mulai menegaskan posisinya sebagai pusat percakapan global terkait blockchain, kripto, dan tokenisasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto akan Hadirkan Pusat Kolaborasi Web3 di Coinfest Asia 2025

    Tokocrypto, pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, mengumumkan partisipasinya sebagai salah satu sponsor utama Coinfest Asia 2025, ajang Web3 terbesar di kawasan Asia. Acara ini akan digelar pada 21–22 Agustus 2025 di Bali dengan mengusung tema “Full Moon”, simbol fase penuh industri Web3 pasca-halving Bitcoin, integrasi blockchain dan kecerdasan buatan (AI), serta pertumbuhan ekosistem tokenisasi di Asia.

    Sebagai bagian dari rangkaian Coinfest Asia 2025, Tokocrypto akan mengadakan side event Tokocrypto x Binance Beach House pada 22 Agustus 2025 di Tabanan, Bali. Acara yang mengusung “Surfing the Next Crypto Wave: Innovation, Adoption, and Beyond” ini diharapkan menjadi titik temu penting bagi pengembang, investor, regulator, komunitas, dan pelaku industri kripto global untuk bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan strategis.

    Bali Jadi Pusat Percakapan Web3 Global

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan bahwa partisipasi di Coinfest Asia 2025 merupakan bagian dari strategi Tokocrypto untuk memperkuat peran Indonesia dalam peta industri aset digital dunia.

    “Coinfest Asia adalah ajang penting bagi para pelaku Web3 di Asia untuk bertemu, berdiskusi, dan membentuk masa depan industri. Melalui Beach House ini, kami ingin menyediakan ruang yang inklusif, di mana semua pihak bisa berkolaborasi dan menciptakan inovasi bersama,” ujar Calvin.

    Deretan nama besar akan hadir dalam acara ini, mulai dari Calvin Kizana (CEO Tokocrypto), Rachel Conlan (CMO Binance), hingga Bonifacio Renanda (Project Lead TKO). Kolaborasi lintas industri diperkuat dengan partisipasi mitra ekosistem seperti Yield Guild Games (YGG), Manta Network, Stakestone (STO), TKO Token, dan Hooked, serta dukungan dari mitra Tokocrypto Prestige: JTB Indonesia dan Baller.

    Berbeda dari forum formal pada umumnya, Tokocrypto x Binance Beach House dirancang sebagai ruang santai namun produktif, memadukan suasana pantai Bali dengan diskusi strategis seputar tren Web3 dan kripto. Peserta dapat mengikuti talkshow, networking session, hingga diskusi panel yang membahas isu-isu terkini, mulai dari regulasi, keamanan aset digital, hingga peluang investasi di pasar Asia.

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tokocrypto berharap kehadiran Beach House dapat menjadi katalis untuk kolaborasi lintas negara, memperkuat posisi Asia sebagai pusat inovasi Web3, dan mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain di Indonesia.

    Segera bergabung di side event Tokocrypto x Binance Beach House bagi pengunjung Coinfest Asia 2025. Dapatkan insight menarik dan berbagai aktivitas serta merchandise spesial dan jangan lewatkan juga berjejaring dengan berbagai komunitas dan Web3 enthusiast. Pendaftaran bisa dilakukan melalui link: http://bit.ly/BEACHOUSE2025.

    Industri Kripto Indonesia Tumbuh Pesat

    Sejalan dengan tren global, Asia menjadi salah satu pusat adopsi kripto terbesar di dunia. Chainalysis menempatkan Indonesia bersama India, Vietnam, dan Filipina di peringkat 10 besar negara dengan adopsi kripto tertinggi, didorong oleh meningkatnya volume transaksi, daya beli, dan minat terhadap aset digital di kalangan masyarakat. Perkembangan Web3 di Asia turut ditopang oleh semakin matangnya ekosistem teknologi pendukung, termasuk integrasi blockchain dengan AI, perluasan pemanfaatan tokenisasi di sektor keuangan dan real estate, serta adopsi NFT di industri kreatif.

    Hingga pertengahan 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp224,11 triliun, dengan jumlah investor terdaftar mencapai 15,07 juta orang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 1.181 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    “Dalam beberapa diskusi strategis, sejumlah pihak termasuk komunitas kripto lokal mendorong pembentukan cadangan Bitcoin nasional sebagai langkah diversifikasi aset negara dan mitigasi risiko terhadap fluktuasi ekonomi global. Gagasan ini dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian digital, sekaligus memberikan sinyal positif kepada pasar internasional mengenai keseriusan pemerintah dalam mengadopsi teknologi blockchain,” ungkap Calvin.

    Sementara itu, OJK dalam pernyataannya juga menyarankan agar Danantara, pengelola dana investasi alternatif, mulai mengeksplorasi instrumen investasi digital yang memiliki legalitas dan underlying yang lebih kuat, seperti Real World Asset (RWA) yang di tokenisasi. Tokenisasi aset riil, seperti properti, proyek infrastruktur, atau komoditas berbasis blockchain, dinilai memiliki potensi konkret dan lebih mudah diterima dalam kerangka hukum yang berlaku.

    Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan lebih dari 277 juta penduduk dan tingkat penetrasi internet mencapai 79%. Setiap bulan, rata-rata ada 500 ribu pengguna kripto baru di Indonesia, menunjukkan minat yang tinggi terhadap investasi dan teknologi berbasis blockchain.

    Calvin menegaskan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem Web3 yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. “Dengan dukungan regulasi yang adaptif, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif komunitas, kita bisa menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tapi juga pemain kunci dalam inovasi Web3 di Asia,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto x Binance Beach House: Official (IN)Side Event at Coinfest Asia 2025

    Ngobrolin web3 + networking + sunset Bali = kombinasi sempurna! Itulah yang akan kamu dapatkan di Tokocrypto x Binance Beach House – Official (IN)Side Event di Coinfest Asia 2025!

    📍 Lokasinya cuma 3 menit jalan kaki dari Luna Beach Club, dan akan berlangsung pada:

    🗓 Jumat, 22 Agustus 2025
    🕐 Pukul 13.00 – 20.00 WITA

    Di sini, kamu nggak cuma dapat insight eksklusif seputar Web3 dan crypto. Kamu juga bisa:

    Ikutan sesi panel yang insightful bareng para expert,

    Seru-seruan di community games dan networking santai,

    Dapat akses ke special perks yang nggak bisa kamu temuin di tempat lain!

    Acara ini cocok banget buat kamu yang mau belajar, cari koneksi, atau sekadar menikmati suasana pantai sambil ngobrolin masa depan blockchain bareng komunitas.

    Catatan penting: kamu harus punya tiket Coinfest Asia 2025 yang masih berlaku untuk bisa masuk ke event ini.

    Siap jadi bagian dari momen paling seru di dunia Web3 tahun ini?
    Langsung daftar sekarang dan pastikan kamu nggak ketinggalan keseruannya!

    👉 Daftar Sekarang di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Aset Kripto RI Tembus Rp 344 T, Melesat 353%


    Jakarta

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia yang naik cukup signifikan.

    Pada Januari-Juli 2024, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 344,09 triliun atau naik 353,94% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan aset kripto juga terus meningkat, hingga data Juli 2024 mencapai 20,59 juta pelanggan.

    Sedangkan, nilai pajak aset kripto pada Januari-Juni 2024 tercatat mencapai Rp 331,56 miliar, sehingga total pajak pada Januari 2022-Juni 2024 tercatat Rp 798,84 miliar.


    Untuk memperkuat sektor aset kripto nasional, Bappebti menggelar Coinfest Asia 2024 yang telah diadakan di Tabanan, Bali, 22 sampai 23 Agustus 2024. Acara tersebut menjadi ruang bertukar informasi, berkolaborasi, serta menggali inovasi pelaku usaha sektor aset kripto.

    Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kasan mengatakan pelaku usaha kripto harus cerdas dalam memanfaatkan berbagai media dan momentum internasional terkait aset kripto. Terlebih, aset kripto merupakan bagian teknologi blockchain yang potensial dan berkembang sangat pesat di pasar global.

    “Para pelaku usaha aset kripto dapat memanfaatkan berbagai kegiatan, termasuk Coinfest Asia, untuk bertukar informasi, berkolaborasi, serta menggali inovasi baru blockchain dan teknologi Web3 untuk penguatan sektor aset kripto nasional. Tahun ini adalah kali ketiga Bappebti hadir aktif sebagai salah satu bagian dari Coinfest Asia,” terang Kasan, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/8/2024).

    Sementara Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita menjelaskan, pengembangan aset kripto di Indonesia harus diarahkan pada adanya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi blockchain, termasuk Web3, dan kebutuhan pasar yang selaras dengan perlindungan masyarakat.

    Pemerintah memandang aset kripto sebagai komoditas, sehingga pengaturannya didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

    “Untuk itu, Bappebti hadir sebagai regulator yang mengatur tata kelola perdagangan aset kripto, salah satunya melalui pembentukan ekosistem yang lengkap, terdiri dari bursa, lembaga kliring, dan depository. Hadirnya bursa kripto adalah langkah konkret pemerintah untuk mengatur perdagangan aset kripto Indonesia menjadi lebih baik,” tegas Olvy.

    Menurut Olvy, ada tiga target utama pengaturan aset kripto yang dilakukan pemerintah. Di antaranya mendorong industri aset kripto untuk berkontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia, menjadikan tata kelola perdagangan aset kripto menjadi lebih tertib dan dipercaya oleh masyarakat melalui optimalisasi aset kripto, serta mengatur produk yang diperdagangkan di pasar aset kripto.

    Kemudian, Direktur Utama CFX, Subani menyampaikan, ekosistem aset kripto adalah perpanjangan tangan. pemerintah yang tugasnya mengawal agar para pelaku industri patuh pada regulasi yang ada.

    Target utamanya yaitu melindungi masyarakat dan pelanggan serta mendorong agar industri dapat terus bergerak maju dan lebih baik.

    “Untuk mendukung hal tersebut, ekosistem aset kripto siap mendukung pemerintah agar kerangka regulasi terus disempurnakan tanpa menghambat pertumbuhan industri,” jelasnya.

    Coinfest Asia 2024 dikemas dalam berbagai diskusi panel dengan tema besar ‘Where Innovation Meets. Adoption’ sebagai dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

    Dalam kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 8.000 peserta dari berbagai negara ini, turut diselenggarakan pula beberapa side event guna penguatan kolaborasi dan literasi.

    Di sela kegiatan, Bappebti bersama bursa kripto bertemu dengan para pelaku usaha untuk mendiskusikan berbagai langkah strategis pengembangan perdagangan aset kripto Indonesia.

    Simak Video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com