Tag: Coinshares

  • Investasi Aset Digital Cetak Rekor Tertinggi! Berikut Jumlahnya

    Investasi terhadap aset digital nampaknya terus meningkat hingga saat ini menyentuh rekor tertingginya.

    Dunia investasi aset digital nampaknya masih didominasi oleh Bitcoin dan Ethereum yang menjadi pendukung beberapa produk investasi institusi.

    Baca Juga: Mengenal Binance Smart Chain

    Investasi Aset Digital Cetak Rekor Tertinggi

    Menurut perusahaan investasi aset digital, Coinshares, alur dana yang masuk ke produk investasi aset digital oleh institusi telah mencetak rekor di 2021.

    Coinshares menyatakan melalui laporan yang dipublikasi pada 15 Maret 2021, hingga kuartal pertama 2021, dana yang masuk ke aset crypto naik 7,7%.

    Angka ini merupakan rekor tertinggi karena telah mencapai Rp60,6 Triliun, naik dari kuartal empat 2020 yang mencapai Rp56,2 Triliun.

    Saat ini terdapat lima perusahaan pengelola dana utama dengan dana yang dikelola mencapai triliunan Rupiah.

    Baca juga: Bitcoin Sentuh Rp739 Juta, Adopsi Investor Institusional Terus Meningkat

    Lima perusahaan tersebut adalah Grayscale, CoinShares, 3iQ, ETC Issuance, dan 21Shares.

    Pada peringkat keenam terdapat Exchange Traded Fund (ETF) atau Reksadana Bitcoin baru di Kanada.

    Pengelola reksadana ETF tersebut dikabarkan telah mencapai Rp7,46 Triliun.

    Angka tersebut tergolong mengesankan mengingat keberadaannya yang tergolong baru.

    Bitcoin Mendominasi Bersama Beberapa Crypto

    Dana investasi aset crypto terlihat mencapai angka tertinggi pada Rp805,37 Triliun akibat pergerakan apresiasi pasar crypto pada 12 Maret 2021.

    Investasi dengan produk tipe ini memperlihatkan pergerakan dana yang masuk sebesar Rp3,49 Triliun, apresiasi sebesar 124% dari pekan sebelumnya.

    Walau Bitcoin masih mendominasi produk investasi berbasis Ethereum juga telah naik secara signifikan akibat investor institusional.

    Pada akhir pekan lalu, 12 Maret 2021, terdapat dana yang masuk ke produk investasi berbasis Ethereum sebesar Rp1,6 Triliun.

    Pekan lalu, di bawah investasi aset crypto terdapat produk investasi dengan dasar beberapa aset yang mencapai Rp51,9 Miliar.

    Selain itu, total dana yang dikelola oleh produk investasi dengan aset tersebut telah mencapai Rp33,19 Triliun, menurut laporan sebelumnya.

    Baca Juga: Investor Institusi Kian Tak Tahan Melihat Geliat Bitcoin Selama Pandemi

    Satu produk investasi yang turun adalah produk yang didasari aset mata uang crypto XRP akibat adanya dana keluar dalam jumlah miliaran Rupiah.

    Laporan tersebut juga menyatakan bahwa volume perdagangan Bitcoin telah naik secara rata-rata di atas Rp170,3 Triliun dari Rp155,8 Triliun.

    Grayscale juga baru saja mengumumkan bahwa dana kelolaannya telah mencapai Rp619,18 Triliun, dimana 84% dana tersebut berasal dari Bitcoin.

    Data ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap aset digital masih terus mengalami apresiasi dan belum memperlihatkan pergerakan melambat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Mulai Digandrungi Investor Institusional

    Aset crypto Solana mendapat sambutan positif dari investor institusional. Peningkatan harganya yang tinggi dalam sebulan terakhir, membuat para whales mulai memperhitungkan produk Solana untuk berinvestasi.

    Meningkat 388%

    Berdasarkan  laporan mingguan Digital Asset Fund Flows Weekly, Coinshares, 7 September 2021, menyebutkan adanya lonjakan arus masuk mingguan sebesar 388% untuk produk berbasis Solana (SOL). Produk SOL menyerap $13,2 juta investasi institusional. Hal ini  bertepatan dengan harga SOL yang naik 37% selama periode yang sama.

    CoinShares menyoroti bahwa arus masuk ke produk Solana berlipat ganda year-to-date (YTD) minggu lalu, dengan $25 juta telah diinvestasikan ke instrumen SOL selama keseluruhan tahun 2021 sejauh ini. Produk berbasis SOL sekarang mewakili $44 juta total asset under management (AUM).

    Secara keseluruhan arus masuk institusional untuk produk altcoin bulan ini mencatatkan peningkatan yang sangat berarti. Hampir 40% dari arus masuk minggu lalu ke produk investasi aset digital dialokasikan untuk produk altcoin.

    Baca Juga: Solana Salip Posisi Dogecoin Sebagai Cryptocurrency Terbesar Ketujuh

    Sementara $97,8 juta diinvestasikan ke dalam produk investasi crypto yang digabungkan antara 30 Agustus dan 3 September untuk menandai minggu ketiga berturut-turut arus masuk sektor ini , $38,9 juta diinvestasikan ke produk altcoin.

    Pada pekan pertama September 2021 ini ditandai dengan meningkatnya investasi institusional pada produk crypto. Total arus masuk institusional pekan lalu senilai US$98 miliar.

    Baca Juga: Oxygen for Indonesia Kumpulkan Donasi Sebesar 61 Miliar Rupiah

    Dari total dana masuk institusional pekan lalu, sekitar 35% dari modal yang diinvestasikan ini terkunci dalam aset selain Bitcoin. Ethereum ( ETH ) memimpin paket altcoin untuk minggu kedua berturut-turut, mencatat arus masuk sebesar $14.4 juta, turun 16,2% dari minggu sebelumnya sebesar $17.2 juta.

    Selain itu, dana masuk ke Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) juga meningkat, arus masuk yang masing-masing sebesar $6,5 juta dan $2,7 juta.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,1 Miliar di Tengah Pilpres AS


    Jakarta

    Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) pada Rabu pagi. Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).

    Isyarat pasar yang positif selama 24 jam terakhir disebut-sebut jadi sentimen besar terhadap kenaikan tersebut, meskipun Bitcoin menghadapi tren yang umumnya melemah dalam beberapa minggu terakhir.

    Dilansir dari laman beincrypto, Rabu (6/11/2024), Pemilu AS yang sedang berlangsung jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin. Investor dengan penuh semangat menunggu hasil pemilu, dengan tanda-tanda yang mendukung Donald Trump akan kembali menang jadi presiden.


    Popularitas Trump yang terus meningkat, dinilai bisa ikut meningkatkan kepercayaan pasar. Pasar kripto sendiri telah berspekulasi tentang dampak pemilu AS terhadap Bitcoin selama beberapa waktu.

    CoinShares baru-baru ini menyoroti sentimen ini dalam sebuah laporan, mencatat bahwa arus masuk institusional minggu lalu mencapai US$ 2,2 miliar. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investasi ini kemungkinan berasal dari optimisme seputar potensi kemenangan Partai Republik.

    Pada platform prediksi Polymarket, peluang kemenangan Trump melonjak, yang menunjukkan pergeseran ekspektasi pasar. Peluang Trump untuk menang meningkat tajam dari 58% menjadi 93,3%.

    Latar belakang politik ini telah memicu minat beli yang signifikan terhadap Bitcoin. Sentimen investor terhadap Bitcoin cukup baik sejak pertengahan Agustus. Exchange Net Position Change menunjukkan bahwa, selama tiga bulan terakhir, bursa kripto sebagian besar mencatat arus keluar Bitcoin yang menandakan sinyal peningkatan aktivitas pembelian.

    Pola arus keluar BTC ini menunjukkan bahwa investor telah mempertahankan minat yang kuat. Namun nampaknya kenaikan harga ini tidak bertahan lama, karena dengan kenaikan harga Bitcoin, pasar pun jadi melambat. Bitcoin kini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa membuat investor berpikir dua kali untuk menaruh investasinya di Bitcoin.

    Harga Bitcoin telah melonjak sebesar 7% hari ini. Sekarang berada di dekat titik kritis, dengan US$ 73.773 dan US$ 71.367 sebagai support potensial langsung. Jika investor mulai membukukan keuntungan dengan menjual Bitcoin-nya maka harga dapat stabil di sekitar level tersebut.

    Jika momentum penguatan berlanjut, yang didukung lebih lanjut oleh kondisi ekonomi makro yang menguntungkan, Bitcoin dapat mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 75.100.

    Simak juga video: Jokowi Kaget Ada yang Belajar Robotik, Bitcoin hingga AI di UNU Yogya

    [Gambas:Video 20detik]

    (hal/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000, Ada Apa?


    Jakarta

    Harga Bitcoin terus merosot ke bawah level US$ 64.000 seiring intensitas aksi jual karena keraguan investor tentang kripto meningkat. Bitcoin telah turun hampir 30% selama setahun terakhir.

    Pada satu titik Bitcoin merosot ke level US$ 62.303 atau terendah sejak November 2024. Terakhir Bitcoin diperdagangkan pada level US$ 63.010.

    “Penjualan yang stabil ini menurut pandangan kami menandakan bahwa investor kehilangan minat dan pesimisme secara keseluruhan tentang kripto semakin meningkat,” kata analis Deutsche Bank, Marion Laboure dalam catatan dikutip dari CNBC, Jumat (6/2/2026).


    Mata uang kripto tersebut sempat turun di bawah US$ 70.000 pada sesi perdagangan Kamis (5/2) hingga memicu peningkatan penjualan. Penurunan Bitcoin sampai 20% hanya dalam minggu ini.

    Investor mulai goyah karena banyak klaim sensasional tentang Bitcoin yang gagal terwujud. Token ini sebagian besar diperdagangkan searah dengan aset berisiko lainnya seperti saham, terutama selama gejolak geopolitik dan makroekonomi baru-baru ini di Venezuela, Timur Tengah dan Eropa, serta adopsinya sebagai bentuk pembayaran barang dan jasa sangat minim.

    Padahal banyak investor memilih aset digital termasuk Bitcoin karena menilai token yang diunggulkan tidak hanya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian makroekonomi, tetapi juga sebagai alternatif untuk mata uang fiat dan tempat aman tradisional seperti emas. Hal itu dirasa belum terwujud sejak Bitcoin mencapai puncaknya sedikit di atas US$ 126.000 pada awal Oktober 2025.

    Mata uang kripto lainnya juga turun tajam. Ether turun 23% minggu ini, menuju minggu terburuknya sejak November 2022 ketika anjlok 24%. Solana mencapai level US$ 88,42, terendah dalam dua tahun dan turun 24% dalam seminggu.

    “US$ 70.000 adalah level kunci yang perlu diperhatikan. Jika kita gagal mempertahankannya, pergerakan menuju” kisaran US$ 60.000 hingga US$ 65.000 menjadi sangat mungkin,” ujar Kepala Penelitian di Coinshares, James Butterfill.

    (aid/ara)



    Sumber : finance.detik.com