Tag: college

  • Cetak Rekor Baru di Tengah Pemilu AS, Harga Bitcoin Tembus $75.000


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) kembali mencetak All Time High (ATH) di level $75.000 pada Rabu (6/11) di tengah proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Analisis memperkirakan tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut meskipun volatilitas tinggi di pasar kripto tetap perlu diwaspadai.

    Sebelumnya BTC bertengger di level $71.300 pada pagi hari pukul 08:00 WIB, dan mengalami kenaikan sebesar 4,80% dalam 24 jam terakhir. Selain BTC, Ethereum (ETH) juga mengalami peningkatan sebesar 3,00%, mencapai $2.500. Total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan naik 4,50% dan mencapai angka $2,322 triliun.

    Kenaikan harga aset kripto saat ini dipengaruhi oleh pemilu AS yang sedang berlangsung dan tengah dalam proses penghitungan suara popular vote, yang akan menentukan electoral college.


    Pada pukul 15.30 WIB, Donald Trump sementara unggul atas Kamala Harris dalam popular vote dan electoral college. Menurut Apnews, Trump telah memperoleh 267 dari 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang, dan unggul di negara bagian penting seperti Michigan dan Wisconsin yang hasilnya belum diumumkan.

    “Dari sisi teknikal, BTC baru saja mencetak harga tertinggi baru di angka $75.000, kami masih melihat potensi lanjut reli untuk mencetak rekor baru hingga $77.875,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).

    Dukungan Trump terhadap BTC serta minat politisi pada aset digital memberikan sinyal positif bagi pasar kripto. Namun, regulasi yang diusung oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) diprediksi akan menentukan arah perkembangan kripto di masa depan, dengan SEC di bawah Gary Gensler kerap dinilai menerapkan aturan ketat terhadap industri ini.

    Panji juga mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga BTC yang sedang tinggi saat ini. “Namun, perlu diperhatikan volatilitas BTC saat ini sedang tinggi, tetap antisipasi jika terjadi pembalikan arah yang diakibatkan oleh aksi profit taking dan sell on news,” tutup Panji.

    Berdasarkan data historis, harga BTC sering mengalami kenaikan menjelang dan sesudah pemilu AS. Seperti yang terjadi pada pemilu 2020 harga BTC naik sebesar 28,24% sebelum pemilihan dan melonjak hingga 42,06%. Dan pada pemilu 2016 kenaikan tercatat sebesar 14,99% sebelum dan 8,43% setelah pemilu.

    Sebagai platform investasi yang terus berinovasi, Ajaib Kripto berharap dapat memberikan edukasi dan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia terhadap aset digital, terutama dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang terus berkembang.

    Dengan peningkatan minat masyarakat pada kripto dan layanan investasi yang semakin mudah diakses, Ajaib Group berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan finansial para investor. Untuk informasi lebih lanjut, segera kunjungi website Ajaib Kripto.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Kesalahan Saat Mengisi Formulir Beasiswa Online


    Jakarta

    Informasi dan pendaftaran beasiswa masa kini bisa dilakukan dengan cepat secara online atau daring. Dengan ini, calon awardee tidak perlu lagi mengirimkan berkas melalui kantor pos yang memakan waktu lama.

    Namun meski cepat dan mudah, pengisian formulir beasiswa secara daring terkadang membuat pendaftar kurang teliti. Akibatnya mereka melakukan kesalahan yang berujung dengan gagalnya proses pendaftaran.

    Lalu apa saja kesalahan yang biasa terjadi saat mengisi formulir beasiswa secara online? Dikutip dari ST John’S University dan US News, berikut informasinya.


    5 Kesalahan Mengisi Formulir Beasiswa Online

    1. Mengabaikan Pedoman Beasiswa

    Tidak mengikuti pedoman beasiswa merupakan salah satu kesalahan yang paling umum terjadi sekaligus paling merugikan. Associate Director St John University, Christine Perrault menegaskan bila pedoman beasiswa haru diperhatikan.

    Pedoman ini memastikan proses evaluasi yang adil dan terorganisasi. Jika mahasiswa mengabaikan detail penting atau memenuhi kriteria tertentu, ini bisa jadi penilaian gagalnya beasiswa.

    “Hal itu dapat menandakan kurangnya perhatian terhadap detail atau rasa hormat terhadap persyaratan program, yang berujung pada diskualifikasi atau skor yang lebih rendah,” katanya.

    Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat daftar untuk memastikan detikers memenuhi semua syarat beasiswa. Daftar ini memuat berbagai hal penting, termasuk syarat, dokumen, dan petunjuk esai.

    Jangan lupa juga untuk memeriksa kembali batas waktu pendaftaran dan format penyerahan dokumen. Bila berbagai hal penting ini terlewat, peluangmu menerima beasiswa mungkin juga ikut terlewat.

    2. Jangan Isi Data Sembarangan!

    Lamaran yang asal-asalan atau tidak profesional dapat merusak peluang detikers dalam menerima beasiswa. Pada dasarnya, panitia meninjau banyak lamaran.

    Salah satu cara agar mendapat perhatian adalah dengan pengajuan aplikasi beasiswa yang rapi dan profesional. Asisten Direktur di Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana St John University, Jillian Perota menyebut lamaran yang matang menunjukkan keseriusan penerima beasiswa.

    “Pastikan resume Anda terstruktur dengan baik, esai Anda bijaksana, dan semua dokumen jelas dan ringkas,” jelas Perota.

    3. Hindari Tata Bahasa yang Kurang Tepat

    Kebanyakan aplikasi beasiswa meminta tanggapan pendaftar berupa jawaban singkat atau pertanyaan esai. Kesalahan tata bahasa dapat berdampak buruk pada calon awardee.

    Untuk itu, penting mengoreksi sebelum mengirimkan aplikasi beasiswa. Asisten Direktur Bantuan Keuangan di Goldey-Beacom College, Delaware, Amerika Serikat, Eric Johnson menyebut penting mendapat pandangan dari pihak lain.

    “Tidak peduli seberapa bagus kedengarannya di pikiran Anda, selalu mintalah bantuan rekan entah itu teman atau konselor untuk memeriksanya kembali,” ucap Johnson.

    “Terkadang Anda (bisa) melewatkan kata sifat, spasi, kata, atau apapun masalah (ketatabahasaan) lainnya,” sambungnya lagi.

    4. Jangan Biarkan Ada Kolom Kosong

    Beberapa aplikasi beasiswa memang memberikan pertanyaan singkat, tetapi ada juga yang memerlukan banyak waktu dan perhatian untuk mengisinya. Tidak peduli seberapa panjang aplikasi tersebut, calon awardee harus memastikan tidak ada satu bagian pun yang kosong.

    Lamaran beasiswa yang tidak lengkap, pasti tidak akan dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan. Kesalahan lain di tahap wawancara, adalah tidak memberi tanggapan.

    “Kadang-kadang siswa tidak memberikan tanggapan, dan sayangnya hal itu dianggap sebagai penarikan aplikasi Anda,” papar Johnson.

    Sikap menunda-nunda dapat menjadi risiko yang signifikan dalam pendaftaran beasiswa. Menunggu hingga menit terakhir dapat mengakibatkan kesalahan, pengiriman yang terburu-buru, atau tenggat waktu yang terlewat.

    Perota mengingatkan mendaftar sesegera mungkin membuat calon awardee memiliki waktu untuk merevisi dan meminta masukan. Sehingga pengajuan beasiswa bisa dipikirkan dengan baik dan matang.

    Memang, beasiswa tidak menilai berdasarkan waktu siapa yang mendaftar lebih awal. Tetapi tidak menetapkan tenggat waktu internal untuk menyelesaikan setiap bagian aplikasi bisa menjadi awal kegagalanmu.

    Cobalah untuk membagi proses pendaftaran beasiswa ke beberapa tugas kecil. Hal ini akan mudah dikelola untuk menghindari kewalahan pendaftaran.

    Itulah 5 kesalahan saat mengisi formulir beasiswa online. Jangan sampai salah lagi ya detikers!

    (det/faz)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Peluang Beasiswa S1 di Kampus Unggul AS, Mahasiswa Asal RI Ini Berbagi Kiat


    Jakarta

    Yanti Manurung meraih menempuh pendidikan dengan beasiswa sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia tercatat menerima beasiswa di SMA Unggul Del angkatan pertama dan beasiswa Pestalozzi untuk belajar A Level (setara kelas 12-13) di Sussex, Inggris.

    Kini, alumnus S1 Swarthmore College kandidat PhD ini tengah menekuni bidang neuroscience di University of Illinois Chicago (UIC), Amerika Serikat.

    Yanti menuturkan, hingga saat ini, masih ada miskonsepsi bahwa perguruan tinggi besar dan swasta di luar negeri, khususnya AS, mengenakan biaya mahal pada mahasiswa S1-nya. Terlebih mahasiswa internasional seperti dari RI.


    Ia menjelaskan, para calon mahasiswa di kampus tersebut justru menerima calon mahasiswa hanya berdasarkan merit (prestasi). Setelah dinyatakan lolos seleksi, total mahasiswa yang diterima dengan beasiswa juga lebih banyak.

    “Kesempatan dapat beasiswa itu sangat lebih tinggi di universitas-universitas yang lebih bagus, contohnya Harvard, MIT (Massachusetts Institute of Technology), Princeton, Yale, dan Amherst,” tuturnya pada Strategy Session Pendaftaran S-1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) di kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ditulis Senin (9/12/2024).

    Peluang Beasiswa S1 di AS: Need-Blind dan Need-Aware

    Admisi Need-Blind

    Yanti menjelaskan, perguruan tinggi seperti Harvard dan MIT menggunakan prinsip need-blind dalam penerimaan mahasiswa baru. Dalam hal ini, kampus bersangkutan tidak melihat kemampuan finansial pelamar sebagai bahan pertimbangan kelulusannya.

    “Mereka nggak mempertimbangkan apakah kamu akan perlu financial aid, beasiswa, atau nggak. Mereka hanya melihat application kamu hanya dalam merit-based standpoint,” ucapnya.

    Setelah lolos seleksi, sambungnya, calon mahasiswa bersangkutan baru akan diminta melengkapi berkas terkait keuangan keluarga untuk membicarakan pengaturan beasiswa lebih lanjut.

    Ia menggarisbawahi, financial aid pada kampus need-blind admission lazimnya tidak 100 persen. Contohnya seperti perguruan tinggi negeri AS University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), University of Illinois Chicago (UIC), dan University of California (UC) yang notabene memiliki endowment (anggaran pendanaan) terbatas dan jumlah mahasiswa sangat banyak.

    Sementara itu, beasiswa pada perguruan tinggi dengan endowment yang besar seperti Harvard, MIT, Princeton, dan Amherst memungkinkan financial aid hingga 100 persen. Termasuk di dalamnya seperti uang kuliah dan tempat tinggal.

    “Biasanya untuk anak internasional (di universitas negeri AS) tidak dikasih (financial aid) 100 persen sesuai kebutuhan. Tapi di universitas ini (Harvard hingga Amherst), kita jamin pasti akan memenuhi 100 persen kebutuhan kalian,” terangnya.

    Need-Aware

    Perguruan tinggi dengan need-aware admission mempertimbangkan kemampuan finansial calon pelamar di samping prestasi luar biasa. Namun, jika sudah lolos seleksi, calon mahasiswa lazimnya mendapat beasiswa 100 persen. Untuk itu, seleksi beasiswa di kampus need-aware admission sangat kompetitif.

    “Implikasinya, anak yang berprestasi tapi butuh beasiswa 100 persen, dibandingkan dengan anak yang prestasinya sama tapi tidak perlu beasiswa sama sekali, anak ini (yang tidak butuh beasiswa) yang akan dikasih kesempatan masuk, karena bagaimanapun, universitas butuh uang,” ucap Yanti.

    “Berarti, agar kamu bisa menyaingi anak-anak dari negara kaya seperti China, Korea, Jepang, kalian prestasinya harus 2 kali lipat dibanding mereka,” imbuhnya.

    Contoh perguruan tinggi need-aware admission antara lain Swarthmore College, Columbia University, Stanford University, University of Pennsylvania, Cornell University, dan lain-lain.

    Persiapan Dana

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie sebelumnya menyarankan agar siswa fokus untuk untuk menyiapkan pendaftaran kuliah di luar negeri ketimbang memikirkan dana untuk kuliah. Sebab, peluang beasiswa dan bantuan pendidikan dapat diurus kemudian.

    “Jangan khawatir dulu tentang dana. Misalnya kalian diterima di top university, itu ada cara, pasti ada jalannya. Saya jamin. Bukan berarti akan mulus, tapi kemungkinan besar ada jalannya,” ucapnya.

    Stella sendiri lulus dari S1 Harvard University, AS dengan predikat Magna Cum Laude. Ia memperoleh financial aid yang meliputi tuition (uang kuliah) dan board (tempat tinggal, termasuk akomodasi dan makanan).

    Untuk mencukupi kebutuhan lainnya, Stella bekerja sebagai pembersih toilet di Harvard, staf yang menyiapkan bahan makanan, pencuci piring, penyiapan teknis presentasi, dan petugas perpustakaan.

    “Kalau kita mau, pasti ada cara,” ucapnya.

    Diketahui, beasiswa dari berbagai negara juga meliputi uang pendaftaran kuliah hingga biaya hidup. Selamat mencari dan menyiapkan diri untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, detikers!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Program Diputus, Ortu Siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Pertanyakan Nasib Anak


    Jakarta

    Sekitar 40 orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan aspirasi dan petisi soal keberlanjutan rangkaian beasiswa di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Siswa Penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 H Ishandawi mengatakan aksi kunjungan orang tua siswa sehubungan dengan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4.

    Ishandawi menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, komponen konseling perkuliahan dan penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri ditiadakan pada beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.


    Perubahan tersebut mengakibatkan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran perguruan tinggi mancanegara jadi mengurungkan harapan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, sesuai peluang yang dijanjikan pada awal penyelenggaraan program beasiswa.

    Sejumlah siswa penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 tersebut juga terkendala dengan ketiadaan pembimbingan pendaftaran hingga penulisan esai.

    Sementara itu, sebelumnya, mereka telah dibekali kursus IELTS dan meraih skor di atas persyaratan. Tak sedikit pula yang telah memperoleh nilai sekitar 1.200-1.400, di atas persyaratan Puspresnas.

    “Jadi sayang, miris, Asta Cita ke-4 kan penguatan sumber daya manusia nanti menuju Indonesia Emas 2045, ini sudah ada (talentanya),” ucap Ishandawi pada detikEdu sebelum penyerahan petisi pada perwakilan Puspresnas.

    Perubahan Rangkaian BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Berdasarkan Surat Puspresnas, nama BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 telah diubah menjadi BIM Persiapan Program Sarjana 4. Program ini meliputi pengayaan akademik berupa kursus dan tes resmi IELTS dan SAT/ACT serta pengayaan nonakademik berupa webinar series, proyek sosial, dan summer program.

    Dalam surat itu, Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbudristek menyatakan bahwa program persiapan tersebut akan berakhir.

    Untuk itu, kepala sekolah diminta mengabari siswa BIM Persiapan S1 Angkatan 4 atas sejumlah perubahan berikut.

    Tidak Ada Konseling Kuliah

    Program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 tidak meliputi college counseling.

    Sedangkan berdasarkan booklet beasiswa Indonesia Maju Program Sarjana Luar Negeri Angkatan 4, biaya layanan college counseling 2024-2025 termasuk komponen beasiswa.

    Jika konseling diadakan, siswa sedianya akan dibimbing untuk memenuhi tiap kriteria dan persyaratan pendaftaran, termasuk esai, hingga mendapat LoA. Siswa juga dibimbing untuk menetapkan pilihan perguruan tingginya.

    Tidak Ada Penggantian Biaya Pendaftaran Universitas Luar Negeri

    Pemberian bantuan biaya pendaftaran universitas (reimbursement) juga ditiadakan pada program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 menurut surat Puspresnas Kemendikbudristek tanggal 3 November 2024 tersebut.

    Sedangkan biaya aplikasi atau pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri 2024-2025 dijanjikan sebagai komponen beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.

    “(Sebelumnya) Bisa sampai empat perguruan tinggi luar negeri,” kata Ishandawi.

    Adanya komponen ini seharusnya memungkinkan beban biaya pendaftaran pendidikan tinggi luar negeri ditanggung negara sehingga meringankan beban finansial orang tua dan siswa.

    Ishandawi mencontohkan, biaya pendaftaran ke University of British Columbia (UBC), Kanada sendiri mencapai CAD 160-an atau sekitar Rp 1,9 juta. Sedangkan biaya pendaftaran ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencapai USD 75 atau sekitar Rp 1,2 juta.

    Biaya pendaftaran perguruan tinggi yang relatif tinggi dan kini tidak masuk komponen beasiswa BIM Persiapan S1 tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua mengurungkan niat mendaftar ke kampus luar negeri laiknya rencana awal mereka.

    BIM Persiapan Sarjana Kini Hanya Program Pengayaan

    BIM Persiapan Program Sarjana yang digelar Puspresnas kini hanya meliputi program pengayaan untuk mempersiapkan siswa bisa bersaing dalam pendaftaran ke universitas luar negeri dan dalam negeri.

    Sedangkan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dijanjikan meliputi program berikut:

    • Pengayaan akademik:
      • Kursus persiapan tes TOEFL/IELTS/bahasa asing lainnya
      • Kursus persiapan tes SAT/ACT
    • Pengayaan talenta nonakademik
    • Program konseling pendidikan tinggi (college counseling)
    • Pembinaan penguatan karakter kebangsaan

    Diminta Mendaftar Sendiri ke Beasiswa S1

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain.

    Sedangkan pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, diatur bahwa siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan) untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Opsi Mendaftar ke Kampus Dalam Negeri

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana kini disebut juga dapat didaftarkan ke universitas dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau seleksi penerimaan perguruan tinggi dalam negeri lainnya.

    Lebih lanjut, hasil pengayaan siswa peserta disampaikan dalam Rapor Program Pembinaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 Tahun 2024 pada awal 2025.

    Sedangkan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 diatur bahwa pada akhir tahapan persiapan, termasuk konseling pendidikan tinggi dan biaya pendaftaran ke universitas luar negeri, penerima beasiswa persiapan seharusnya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

    Daftar perguruan tinggi yang bisa dilamar oleh siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sendiri ditetapkan oleh panitia Beasiswa Indonesia Maju.

    Termasuk di antaranya yaitu tiga universitas terbaik di dunia versi QS World University (WUR) 2025 Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat; Imperial College London, Inggris; dan University of Oxford, Inggris.

    Ishandawi berharap aksi orang tua siswa di kantor Puspresnas tidak dipandang negatif. Ia menyatakan pihaknya mendukung Puspresnas agar melanjutkan program ini sesuai kesepakatan awal siswa penerima beasiswa dan panitia BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, yang diketahui dan diteken orang tua.

    “Kami mendukung Puspresnas, dan saya minta Pemerintah tidak membubarkan Puspresnas, karena ini adalah tempat anak muda yang punya prestasi secara nasional, yang akan menjadi calon generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ucapnya pada penyampaian petisi di halaman Kantor Puspresnas.

    “Oleh karena itu, sama-sama kita para orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (Persiapan S1) Angkatan 4 ini dengan Puspresnas bergandengan, sama-sama agar programnya berjalan sesuai dengan harapan kita, bahwa anak-anak disiapkan secara mental, secara karakter, dan secara skill, bahasa Inggris maupun SAT-nya untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi di luar negeri.

    Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” imbuhnya.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa Pertukaran ke Amerika CCI Aminef 2025 Dibuka, Lulusan SMA Bisa Ikut!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa pertukaran Community College Initiative (CCI) American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) dibuka hingga 31 Desember 2024. Detikers yang lolos seleksi akan menjalani program pertukaran ke Amerika Serikat pada Juli 2025 mendatang.

    Program Community College Initiative (CCI) merupakan program akademik non-gelar di community college AS. Peserta CCI akan dibimbing selama 1 tahun untuk membangun keterampilan teknis peserta, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, dan memperkuat kemahiran berbahasa Inggris.

    Pelamar beasiswa CCI Aminef dapat mendaftar sesuai pengalaman akademik maupun pengalaman kerja sesuai persyaratan. Peserta pertukaran nantinya dapat sertifikat di bidang studi yang dipilih pada saat melamar, bergantung pada perguruan tinggi tuan rumah, program akademik yang dibuka, dan keberhasilan penyelesaian mata kuliah yang disyaratkan dalam pertukaran.


    Perlu digarisbawahi, sertifikat perguruan tinggi tersebut sah tetapi bukan berupa ijazah gelar akademik. Karena itu, peserta CCI Aminef tidak bisa pindah dari program nongelar ke program gelar selama pertukaran berlangsung dalam keadaan apa pun.

    Sementara itu, peserta CCI juga berkesempatan menjalani magang profesional, pembelajaran berbasis pelayanan, dan kegiatan kemasyarakatan yang berfokus pada pengembangan pemahaman dan pengetahuan bersama tentang Amerika Serikat.

    Setelah lulus program, peserta akan memproleh sertifikat di bidang studi pilihan masing-masing. Alumni CCI Aminef kemudian kembali ke negara asal dengan bekal keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, merespons prioritas nasional yang sedang berkembang, dan merespons permintaan pasar tenaga kerja di bidang-bidang seperti pertanian, teknik terapan, dan teknologi informasi.

    Beasiswa CCI Aminef 2025-2026 akan didanai Departemen Luar Negeri AS dengan kuota peserta sekitar 120 orang dari berbagai negara. Di Indonesia, pelamar dari luar kota-kota besar dan di provinsi-provinsi di luar Jawa yang secara historis lebih sedikit kesempatan untuk belajar di luar negeri diutamakan untuk mendaftar.

    Sementara itu, kandidat beasiswa dari Papua dapat didanai PT Freeport Indonesia. Inisiatif ini memungkinkan sejumlah pelamar asal Papua dapat diterima di CCI Aminef setiap tahun.

    Nah, apakah detikers berminat mendaftar? Simak syarat dan informasinya di bawah ini.

    Syarat Beasiswa Pertukaran CCI Aminef

    • Penyandang disabilitas didorong untuk mendaftar.
    • Warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia.
    • Berusia 18 tahun atau lebih pada tanggal 1 Juli 2025.
    • Ijazah minimal SMA.
    • Pelamar dengan gelar D1, D2, D3, dan S1 diperbolehkan mendaftar pada bidang yang berbeda dari bidang gelar akademik mereka dan mempunyai pengalaman kerja yang relevan di bidang yang dilamar.
    • Pelamar bidang teknik terapan harus memiliki dasar yang kuat dalam matematika dan diharuskan mengikuti ujian penempatan matematika di kampus tuan rumah agar memenuhi syarat untuk mengikuti pelajaran tertentu yang memberikan kredit.
    • Pelamar yang memegang gelar master atau doktor (PhD) atau saat ini terdaftar sebagai mahasiswa jenjang S2 dan S3 tersebut tidak dapat mendaftar.
    • Memiliki kualitas kepemimpinan dan menunjukkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat.
    • Memiliki persiapan dan komitmen yang ditunjukkan terhadap bidang studi yang dipilih melalui beberapa pengalaman akademis atau profesional. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi peserta dengan keterampilan atau minat yang terbukti dan pengalaman profesional yang terbatas di bidang studi yang ditawarkan.
    • Bidang dan konsentrasi pendidikan atau pengalaman:
      • Pertanian
      • Teknik terapan
      • Bisnis dan kewirausahaan
      • Pendidikan anak usia dini
      • Teknologi informasi
      • Ekonomi kreatif dan media
    • Saat ini bekerja di bidang yang dilamar dengan pengalaman kerja maksimal di bawah 5 tahun.
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Memiliki skor TOEFL ITP minimal 480, atau skor TOEFL iBT minimal 55, atau skor IELTS minimal 5,5, atau skor Duolingo minimal 95, dan berdedikasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
    • Untuk mendaftar dalam kursus-kursus yang memberikan kredit di bidang studi akademis, pelamar harus memenuhi persyaratan bahasa minimum dari perguruan tinggi tuan rumah-biasanya 500 pada tes TOEFL atau skor yang setara pada ujian-ujian lain yang diterima. Keterampilan bahasa peserta akan dievaluasi setelah tiba di institusi tuan rumah.
    • Memiliki prestasi akademis unggul.
    • Memiliki pengalaman terbatas atau tidak memiliki pengalaman belajar di luar negeri, Kandidat yang belum pernah belajar di luar negeri atau bepergian ke Amerika Serikat akan diberikan prioritas penempatan.
    • Bersedia dan mampu secara mental dan fisik (dengan akomodasi sebagaimana dibutuhkan) untuk menyelesaikan program secara menyeluruh, termasuk aktivitas atau perjalanan yang dapat diprogramkan pada hari apa pun dalam seminggu, mungkin termasuk pada pagi hari atau sore hari.
    • Berkomitmen untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan program dan memenuhi persyaratan tinggal dua tahun visa J.
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain pada saat mengajukan aplikasi beasiswa ini.
    • Bersedia memulai program pertukaran akademis di Amerika Serikat pada Juli 2025.

    Syarat Dokumen

    • Formulir lamaran yang sudah diisi
    • Fotokopi laporan skor TOEFL/IELTS/Duolingo ITP terbaru (kurang dari dua tahun)
    • Fotokopi ijazah dan transkrip SMA yang telah dilegalisir (dalam terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
    • Fotokopi legalisir transkrip nilai D1/D2/D3 atau S1 (dalam terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
    • Salinan dokumen identitas (KTP atau paspor)
    • Daftar riwayat hidup/resume
    • Surat pernyataan ketenagakerjaan (surat keterangan bekerja) dari supervisor, pemberi kerja, atau kepala HRD dalam bahasa Indonesia

    Komponen Beasiswa CCI Aminef

    • Dana visa J-1
    • Ongkos perjalanan pulang pergi dari kota asal peserta ke institusi tuan rumah di Amerika Serikat
    • Biaya kuliah dan biaya kuliah wajib
    • Tempat tinggal
    • Tunjangan kebutuhan dasar termasuk makanan dan transportasi
    • Beberapa perguruan tinggi dapat menyediakan makanan di kampus, tunjangan kecil untuk buku, materi, dan biaya insidental, asuransi kecelakaan dan kesehatan terbatas sesuai visa J, dan berbagai kegiatan pengembangan pribadi dan profesional.

    Cara Daftar

    • Lengkapi syarat dan dokumen pendaftaran
    • Cetak semua dokumen persyaratan
    • Kirimkan dokumen persyaratan via pos atau secara langsung ke:

    American Indonesian Exchange Foundation (Aminef)
    Intiland Tower, Lantai 11
    Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
    Jakarta 10220
    Telp : (021) 579 39 085 – 9086

    Pelamar bisa mengirimkan lamarannya di dropbox di lantai dasar Intiland Tower termasuk di luar jam atau hari kerja reguler.

    Berminat mendaftar, detikers? Simak informasi beasiswa CCI Aminef 2025 lebih lanjut dengan klik DI SINI.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa LPDP Dana Abadi Pesantren 2024 ke Amerika, Santri-Guru Cek Ya!


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan buka pendaftaran beasiswa Dana Abadi Pesantren Non-Gelar Micro-credential 2024. Sesuai namanya, beasiswa ini ditujukan kepada santri, mahasantri, guru, hingga pengasuh pesantren.

    Sebagai informasi, micro-credential adalah program pendidikan/pelatihan jangka pendek dengan topik materi pendidikan dan pelatihan yang bersifat teknis dan spesifik. Micro-credential juga bersifat non-gelar, dalam artian peserta yang telah menyelesaikan pendidikan tidak memperoleh gelar akademik.

    Penerima beasiswa akan belajar selama 2 bulan di American Islamic College (AIC). Selama program, peserta akan bertukar ide dan gagasan, terutama tentang wawasan internasional, kehidupan beragama, dan strategi untuk menanamkan sikap moderat pada masyarakat melalui agen moderasi beragama.


    Usai program, peserta diharapkan bisa menjadi agen yang moderat dalam wawasan internasional dan kehidupan beragama bagi sekitarnya.

    Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Pusaka hingga 7 September 2024. Siap mendaftar? Berikut informasinya, dikutip dari postingan Instagram Beasiswa Santri dan buku panduan Program Beasiswa Non-Gelar (Amerika), Rabu (4/9/2024).

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP Non-Gelar Micro-credential Amerika 2024

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (WNI).
    2. Berusia sekurang-kurangnya 22 tahun dan maksimal 40 tahun saat mendaftar.
    3. Diutamakan mahasantri yang dalam masa studi di Ma’had Aly Marhalah Ula.
    4. Sudah lulus pendidikan tingkat ulya/aliyah/menengah atas saat mendaftar.
    5. Guru, pengelola, dan pengasuh di pesantren diperkenankan mendaftar dengan ketentuan telah terdaftar di Kementerian Agama. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) dan aktif melakukan pemutakhiran data pada EMIS Ditjen Pendidikan Islam.
    6. Memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program.
    7. Direkomendasikan oleh pimpinan pesantren dibuktikan dengan surat rekomendasi dari pimpinan pesantren asal.
    8. Memiliki kemampuan berbahasa asing (Inggris/Arab).
    9. Memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning.
    10. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.
    11. Mendapat izin dari pimpinan pesantren untuk melaksanakan program secara luring di Amerika.
    12. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai moderasi beragama, nasionalisme, patriotisme, dan integritas.
    13. Memiliki paspor dan masih aktif dalam 8 bulan ke depan.

    Syarat Dokumen

    1. Isian data diri pendaftar
    2. Pas foto ukuran 3×4
    3. Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP), jika belum punya bisa digantikan dengan Akta Kelahiran
    4. Scan Kartu Keluarga
    5. Scan asli ijazah pendidikan terakhir
    6. Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik
    7. Scan asli sertifikat bahasa Inggris TOEFL minimal 450 dan IELTS minimal 5.5
    8. Scan asli surat pengantar pesantren bermeterai Rp 10.000 ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    9. Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    10. Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen bermeterai Rp 10.000 ditandatangani peserta
    11. Scan asli surat pernyataan komitmen bermeterai Rp 10000 ditandatangani peserta
    12. Scan asli SK pengangkatan guru/pengasuh pesantren
    13. Scan asli piagam/SK izin operasional pesantren
    14. Esai tentang moderasi beragama (1.000-1.500 kata)

    Komponen Pendanaan Beasiswa Non-Gelar Micro-credential Amerika 2024

    Berbagai manfaat yang akan diterima peserta melalui beasiswa ini, yakni:

    • Biaya pendidikan
    • Biaya hidup di Amerika Serikat
    • Biaya visa
    • Biaya transportasi
    • Biaya asuransi
    • Biaya mobilisasi.

    Jadwal Pelaksanaan Beasiswa LPDP Micro-credential Amerika 2024

    • Pendaftaran: hingga 7 September 2024
    • Verifikasi, validasi data, dan seleksi dokumen: 8-9 September 2024
    • Pengumuman hasil seleksi berkas: 11 September 2024
    • Seleksi wawancara: 15-16 September 2024
    • Pengumuman hasil seleksi wawancara: 19 September 2024
    • Pemberkasan dokumen, pengurusan visa, dan lainnya: 25 September 2024
    • Pelaksanaan program: Oktober-November 2024

    Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui tautan bit.ly/bookletdng06. Semoga berhasil detikers!

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



    Jakarta

    Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

    Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

    Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


    “Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

    “Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

    Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

    “Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

    Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

    “Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

    Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

    “Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

    “Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

    Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

    Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

    Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP? Ini Daftar Kampus dan Syarat-syaratnya



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025 telah dibuka. Apa itu dan apa perbedaanya dengan beasiswa LPDP yang lain?

    Seperti diketahui, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan lembaga pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dana abadi pendidikan. Dalam pelaksanaannya, LPDP meluncurkan beragam beasiswa pendidikan tinggi. Salah satunya adalah Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia.

    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP adalah program beasiswa yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang telah memperoleh Letter of Admission/Acceptance dari Perguruan Tinggi Utama Dunia untuk menempuh jenjang pendidikan Magister dan Doktor. Perlu diketahui, daftar perguruan tinggi yang termasuk top dunia tergantung pada daftar yang telah dirilis LPDP.


    Daftar Kampus yang Termasuk Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Daftar kampus yang termasuk Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP dibedakan menjadi All Subject dan Specific Subject atau Bidang Tertentu. All Subject berarti pelamar bisa mendaftarkan diri di semua program studi pada universitas terkait, sementara dalam Specific Subject pelamar hanya bisa mengikuti program studi tertentu.

    Melansir dari Buku Panduan Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP, berikut daftar kampusnya:

    All Subject

    Massachusetts Institute of Technology (MIT)
    University of Oxford
    Harvard University
    University of Cambridge
    Stanford University
    California Institute of Technology (Caltech)
    University of California (UCB)
    Imperial College London
    ETH Zurich-Swiss Federal Institute of Technology
    Princeton University
    University of Pennsylvania
    Yale University
    UCL (University College London)
    Peking University
    University of Chicago
    Cornell University
    Tsinghua University
    Johns Hopkins University
    Columbia University
    University of Toronto
    National University of Singapore (NUS)
    University of California, Los Angeles (UCLA)
    The University of Melbourne
    The University of Tokyo
    The University of Edinburgh
    Technical University of Munich
    University of Michigan-Ann Arbor
    Université PSL (Paris Sciences & Lettres)

    Specific Subject

    London School of Economics and Political Science (LSE)
    Prodi: Economics & Econometrics
    Babson College
    Prodi: Entrepreneurship

    Manfaat Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Dana Pendidikan

    Dana Pendaftaran
    Dana SPP/Tuition Fee
    Dana Tunjangan Buku
    Dana Penelitian Tesis/Disertasi
    Dana Seminar Internasional
    Dana Publikasi Jurnal Internasional

    Dana Pendukung

    Dana Transportasi
    Dana Aplikasi Visa
    Dana Asuransi Kesehatan
    Dana Kedatangan
    Dana Hidup Bulanan
    Dana Lomba Internasional
    Dana Tunjangan keluarga (khususDoktor)
    Dana Keadaaan Darurat (jika diperlukan)

    Syarat Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Memiliki dokumen LoA Perguruan Tinggi tujuan
    3. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu:
      a. Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun.
      b. Pendaftar jenjang pendidikan doktor berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.
      c. Pendaftar yang berprofesi sebagai dosen tetap yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) berusia paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun untuk jenjang pendidikan magister dan 47 (empat puluh tujuh) tahun untuk jenjang pendidikan doktor dibuktikan dengan dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).
    4. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (24 Maret 2025). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS (www.ielts.org)
    5. Syarat minimal kemampuan bahasa Inggris yaitu
      a. Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa InggrisTOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
      b. Pendaftar program Doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.
    6. Menyertakan Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi

    Syarat Dokumen Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Scan Ijazah S1/D4/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus)
    3. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi).
    4. Scan Transkrip Nilai S1/D4/S2 (bukan Transkrip Profesi)
    5. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendiktisaintek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah sesuai ketentuan
    6. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli)
    7. Letter of Acceptance (LoA) yang sesuai dengan ketentuan LPDP (jika ada)
    8. Surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidang keagamaan
    9. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit
    10. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan
    11. Dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) bagi pendaftar berprofesi dosen tetap
    12. Surat Kesediaan menjadi promotor dan/atau copromotor bagi pendaftar jenjang Doktor (opsional)
    13. Profil diri pada formulir pendaftaran online
    14. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    15. Proposal Penelitian (khusus Doktor)
    16. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Cara Mendaftar Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Mendaftar secara online pada melalui laman Pendaftaran Beasiswa LPDP https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran

    Jadwal Seleksi Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Pendaftaran Seleksi: 17 Januari – 17 Februari 2025
    Seleksi Administrasi: 18 Februari – 6 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan Sanggah: 8 – 10 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi Bakat Skolastik: 14 – 28 April 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi Substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025
    Periode Perkuliahan paling cepat: Bulan Juli 2025

    Itulah penjelasan mengenai pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025 serta daftar kampusnya. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP di Kampus Irlandia Dibuka, Kuliah Magister 1 Tahun


    Jakarta

    Beasiswa LPDP-University College Dublin (UCD) 2025 dibuka Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama UCD. Penerima beasiswa dapat kuliah di jenjang magister (S2) selama maksimal 12 bulan atau 1 tahun di kampus Irlandia ini.

    Beasiswa kemitraan ini dibuka pada program magister bidang-bidang strategis sesuai prioritas pembangunan Indonesia. Beberapa di antaranya yakni teknik dan arsitektur, ilmu kesehatan dan pertanian, dan sains.

    Seleksi beasiswa targeted ini terdiri dari seleksi administrasi dan seleksi substansi. Berminat mendaftar? Simak infonya di bawah ini.


    Beasiswa LPDP University College Dublin 2025

    Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, komponen beasiswa LPDP ini meliputi:

    • Biaya kuliah (tuition fee)
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    Daftar Prodi Beasiswa LPDP di UCD

    Berikut daftar program studi yang dapat dipilih pada Beasiswa LPDP-University College Dublin Program Master 2025 seperti dikutip dari panduan pendaftarannya:

    • MSc Architecture Urbanism and Climate Action
    • MSc Environmental Policy
    • MSc Smart and Carbon Neutral Cities
    • MEngSc Robotics & Intelligent Manufacturing
    • MEngSc Electronic and Computer Engineering
    • MEngSc Electrical Power Networks
    • MEngSc in Water, Waste & Environmental Engineering
    • MSc in Wildlife Conservation & Management
    • MSc (Agr) in Environmental Resource Management
    • MSc (Agr) in Sustainable Agriculture and Rural Development
    • MAgrSc in Agricultural Extension and Innovation
    • MSc in Humanitarian Action
    • MSc in Horticulture
    • MSc in Food Business Strategy
    • MSc Food Science with Nutrition
    • MSc Precision Medicine
    • MSc in Clinical and Translational Research
    • MSc Healthcare Informatics
    • MSc in Experimental Physiology
    • MSc in Artificial Intelligence for Medicine and Medical Research
    • MSc in Clinical and Diagnostic Biochemistry
    • MSc Sports Management
    • MSc Applied Environmental Science
    • MSc Plant Biology & Biotechnology
    • MSc Subsurface Characterisation & Geomodelling
    • MSc Advanced Synthetic Chemistry
    • MSc Biological & Biomolecular Science (Negotiated Learning)
    • MSc Nanotechnology
    • MSc NanoBioScience

    Syarat Beasiswa LPDP-UCD 2025

    • WNI, baik umum maupun CPNS/PNS, TNI, dan Polri
    • Sudah selesai studi D4 atau S1
    • Tidak pernah menyelesaikan studi magister (S2) sebelumnya
    • Khusus pendaftar lulusan kampus luar negeri wajib menyertakan hasil penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atau Kementerian Agama (Kemenag), bisa digantikan tangkapan layar ajuan penyetaraan dan konversi jika hasilnya belum terbit
    • Jika sedang menempuh studi magister (S2), maka tetap bisa mendaftar dengan syarat memilih prodi dan kampus yang berbeda dengan tempat studi saat ini, lalu mengundurkan diri dari kampus sebelumnya jika lulus seleksi substansi maksimal 14 hari setelah pengumuman kelulusan
    • Jika pernah menempuh studi magister (S2) tapi tidak dirampungkan, maka bisa melampirkan surat pemberhentian/sejenis dari kampus asal
    • Usia maksimal:
      • – 35 tahun bagi warga umum
      • – 37 tahun bagi PNS dan CPNS
      • – 42 tahun bagi PNS jabatan fungsional (JF) peneliti, perekayasa, medis, paramedis, dan pendidik
      • – 42 tahun bagi dosen tetap yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
      • – 40 tahun bagi anggota Polri/prajurit TNI
    • IPK D4/S1 minimal 3,00 dari 4,00
    • Skor bahasa Inggris yang masih berlaku sampai 25 Juni 2025, minimal TOEFL IBT 80 atau IELTS 6.5

    Cara Daftar

    Jadwal Beasiswa LPDP-University College Dublin 2025

    • Pendaftaran: 7 Mei-2 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 3-12 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 13 Juni 2025
    • Pengajuan sanggah: 14-16 Juni 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 25 Juni 2025
    • Seleksi substansi: 30 Juni-4 Juli 2025
    • UCD menyampaikan LoA ke LPDP: 7 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 14 Juli 2025
    • Mulai kuliah: 8 September 2025

    Pastikan submit beasiswa LPDP tepat waktu agar mendapat kode registrasi. Simak info selengkapnya dengan buka https://lpdp.kemenkeu.go.id/ atau klik .

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com