Tag: coto makassar

  • Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih Mantap


    Jakarta

    Ada tempat makan hidangan khas Makassar hidden gem di tengah Jakarta. Rasanya yang autentik membuktikan gerai dengan nama menu kocak ini legendaris.

    Makanan khas Makassar dengan ciri khasnya yang berempah menjadi salah satu sajian daerah yang populer di Indonesia. Di Jakarta sendiri tempat makan yang menyajikan hidangan khas Makassar banyak diburu oleh para foodies penggemarnya.

    Apalagi jika berbicara tentang konro bakar khas Makassar yang smokey juicy tiada lawannya. Kemudian mulut dibasuh dengan gurihnya coto Makassar dengan isian yang melimpah ruah.


    Di kawasan Cilandak, ada tempat makan khas Makassar yang otentik lezatnya tetapi cukup tersembunyi. Menunya diberi nama unik, jika datang ke sini juga jangan lupa mencuci mulut dengan es pisang ijonya yang legit menyegarkan.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Coto Makassar Daeng Rahman
    Alamat Jalan Ampera Raya No.11, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
    No Telp 0852-8282-6699
    Jam Operasional 09.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 85.000
    Tipe Kuliner Indonesia, Makassar
    Fasilitas
    • Makan di tempat
    • Area parkir luas
    • Toilet
    • Bawa pulang
    • dll
    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapCoto Makassar Daeng Rahman memilih untuk tak berada di pinggir jalan besar, membuat suasananya terasa lebih tenang. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tersembunyi dan Legendaris

    Kedai bernama Coto Makassar Daeng Rahman berlokasi di tempat yang tak mudah terlihat kasat mata. Warung makan khas Makassar ini menempati sebidang tanah di kawasan Jalan Ampera yang lokasinya lebih terlihat seperti parkiran.

    Lokasinya berada di dalam sebuah lahan yang dikelilingi dengan pagar dan tembok di seberang PT TASPEN di Jalan Ampera Raya. Jika meminjam istilah gen Z, tempat makan ini layak menyandang predikat untuk mereka yang tau-tau aja (YTTA).

    Ternyata warung makan ini bukalah pendatang baru. Coto Makassar Daeng Rahman telah beroperasi sejak 1990an yang dikelola secara turun temurun oleh keluarga dan keturunan Daeng Rahman itu sendiri.

    Nama Menu yang Unik dan Nyeleneh

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapPemilihan nama yang unik membuat warung makan khas Makassar ini begitu nyentrik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain legendarisnya, warung makan ini memiliki konsep yang unik. Mereka menggunakan istilah-istilah unik untuk menamai menu-menu yang ditawarkan.

    Salah satu yang paling populer dan terpampang besar di spanduknya adalah ‘Narkoba’. Menu tersebut merupakan singkatan dari Nasi Konro Bakar khas Makassar yang menyajikan potongan daging iga dibakar dengan olesan khusus dan kaldu pendamping.

    Ketika datang ke warung makan khas Makassar rasanya tak lengkap jika tidak memesan coto, bukan? Untuk memilih menu coto yang diinginkan bisa melihat pada spanduk bertuliskan ‘Gudangnya Janda’ pada sisi dinding belakang warung.

    Pilihan menu cotonya berupa Janda, Janda Baru, Janda Hot, Janda Panas dan masih banyak lainnya. ‘Janda’ yang ditawarkan adalah irisan jantung dan daging sapi sebagai isian utama dari cotonya, ditambah dengan imbuhan unik di belakangnya sebagai keterangan pelengkap isian.

    Kelezatan menu utamanya hingga kudapan penutup ada di halaman berikutnya.

    Smokey Lezat Konro hingga Coto

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapKonro bakarnya yang tebal dan smokey dengan sebutan ‘Narkoba’ menjadi andalannya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tiba di Coto Makassar Daeng Rahman, kai langsung memesan ‘Narkoba’ yang menjadi ciri khas warung makan ini. Seporsi nasi konro bakar yang dilengkapi kuah kaldu dibanderol seharga Rp 85.000.

    Seporsi Narkoba berisi dua potong iga atau konro yang tebal-tebal dagingnya. Sebelum dibakar daging iga telah dimasak dengab panci presto terlebih dahulu. Karena itu tekstur dagingnya sangat lembut. Tak butuh tenaga untuk melepaskan dari tulangnya.

    Aromanya cukup smokey tetapi olesan kecapnya dominan manis. Untungnya menu in idiimbangi dengan bumbu kacang yang kental dan legit. Rasanya gurih legit menandakan kacang menjadi bahan yang dominan untuk bumbunya.

    Mencicipi kuah kaldunya, dominan terasa kaldu sapi yang lembut dengan kluwek yang memberikan warna hitam gelap pada kuahnya. Perpaduan kemiri, ketumbar, hingga jintan membuat rasanya gurih kental dengan aroma harum yang khas.

    Untuk menu coto Makassar kami memesan Janda Baru yang berisi jantung, daging, babat, dan paru. Harga seporsi Coto Makassarnya yang cukup mengenyangkan dibanderol Rp 35.000 saja, isiannya juga melimpah dan memuaskan.

    Kuahnya kental dan keruh karena memakai kemiri yang royal pada racikannya. Aroma jintan dan irisan daun bawang membuatnya semerbak ketika diseruput kuahnya.

    Irisan daging yang telah dimasak terlebih dahulu juga terasa empuk. Tak ada aroma amis atau bau tak sedap walaupun penggunaan jeroan sapi lebih dominan di dalam racikan coto Makassarnya.

    Hidangan Penutup khas Makassar nan Legit

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapEs pisang ijo khas Makassarnya juga tak boleh dilupakan untuk mencuci mulut. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Jika sudah puas dengan makanan utamanya, jangan melupakan kudapan penutup. Selayaknya warung makan khas Makassar es pisang ijo tak boleh dilupakan, begitu pula dengan jalangkote yang disajikan di atas meja dengan sambal khususnya.

    Jalangkotenya yang renyah dengan isian padat diabnderol Rp 5.000an saja per buah. Walaupun kondisinya tak terlalu hangat tetapi bagian kulitnya masih renyah dengan isian potongan sayur memadati bagian dalamnya.

    Cocolan sambalnya pedas gurih yang diakui pemilik warung dibuat sendiri dengan resep dan racikan khas keluarganya. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya es pisang ijo yang kami tunggu-tunggu datang juga.

    Harga seporsi Es Pisang Ijonya dibanderol Rp 20.000. Porsinya datang dengan gelas yang besar dan isian yang menggunung. Lapisan bubur sumsum, siru, kucuran kental manis, potongan pisang ijo, dan es batu yang dihancurkan sampai halus tampak cantik.

    Bubur sumsumnya sedikit gurih sehingga menyeimbangkan perpaduan sirup dan kental manis. Untuk pisang ijonya memakai pisang agak mengkal terasa padat Mengimbangi isian es pisang ijo yang hampir semua teksturnya lembut.

    Ingin produk atau tempat makan Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Autentik! Coto Makassar Ini Favorit Selebriti hingga Jusuf Kalla


    Jakarta

    Setengah abad berdiri, warung coto Makassar ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan pernah diundang ke Istana Negara dan jadi langganan artis terkenal.

    Coto Makassar merupakan salah satu kuliner yang ikonik. Berbeda dengan soto, coto memiliki kuah yang keruh karena menggunakan rempah-rempahan dan campuran kacang tanah.

    Untuk isiannya berupa daging sapi dan jeroan, seperti babat, limpa, paru, lidah, usus, hati, jantung, dan otak sapi. Coto Makassar banyak diminati di Jakarta.


    Salah satu warung yang legendaris adalah Coto Makassar Syamsul Daeng Ngawing. Warung yang berdiri sejak tahun 1970-an ini lokasinya ada di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

    1. Harganya awalnya Rp 1.500 per porsi

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing berdiri tahun 1970. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (15/01/25) Syawal selaku penanggung jawab warung mengatakan bahwa warung ini milik pasangan suami istri bernama Syamsul dan Nurhayati.

    Warung yang merupakan usaha keluarga turun temurun ini berdiri pertama kali sekitar tahun 1970-an. Awalnya berjualan menggunakan pikulan di Makassar dan harganya hanya Rp 1.500 per porsi.

    Kemudian, warungnya pindah ke Jakarta dan buka di daerah Jakarta Utara. Pada tahun 2003, warungnya pindah di bilangan Senen, Jakarta Pusat.

    “Iya yang punya namanya Daeng Syamsul dan Ibu Nurhayati. Kalau buka di Senen itu sejak 2003, tapi warungnya sudah buka dari tahun 1970-an,” tutur Syawal.

    2. Kompornya selalu menyala 24 jam

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing buka 24 jam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Di kawasan Senen, warung coto Makassar ini terbilang ‘nyempil’ di antara warung nasi Kapau yang berjejer. Meski begitu, warungnya tak pernah sepi pengunjung.

    Warung ini buka 24 jam, dan setiap hari kompor untuk memasak kuahnya pun tak pernah dimatikan. Inilah yang menjadi ciri khas kuah coto Makassar di sini.

    Seporsinya dibanderol Rp 30.000 dan disajikan dengan mangkuk kecil berdiameter 12 cm. Cotonya disajikan dengan kuah yang panas dan hambar. Jadi, pengunjung bisa racik menambahkan garam di meja.

    Fakta menarik Coto Makassar Syamsul Daeng Ngawing ada di halaman selanjutnya

    3. Porsi royal dan cita rasa autentik

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kuahnya harum, agak kental, dan terasa gurih. Isian daging dan jeroan sapinya juga disajikan royal. Jangan lupa menambahkan sambal tauco agar rasanya semakin sedap.

    Sambal tauco ini memberikan rasa pedas dan sensasi asam dari fermentasi kacang kedelai. Makan coto Makassar di sini juga bisa pakai buras dan ketupat seharga Rp 4.000.

    Baik buras dan ketupat sudah tersaji di setiap meja, lengkap dengan gorengan seperti jalangkote dan bakwan seharga Rp 4.000. Jadi, pengunjung bisa ambil sendiri sesuai selera.

    4. Diundang ke Istana Negara

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing pernah diundang ke istana. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kelezatan coto Makassar ini bahkan menarik perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019. Mengingat Jusuf Kalla sendiri berasal dari Sulawesi Selatan.

    Karenanya ia tak asing dengan coto Makassar. Pada 2015, Jusuf Kalla pernah mengundang coto Makassar ini datang ke istana Wakil Presiden. Syamsul diundang untuk menyajikan berporsi-porsi coto Makassar.

    Syawal mengatakan bahwa undangan tersebut untuk jamuan makan dalam rangka acara kenegaraan. Syamsul bahkan sempat berfoto dengan Jusuf Kalla dan fotonya dipajang di warung.

    5. Langganan artis terkenal

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing langganan artis terkenal. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak hanya Wakil Presiden Jusuf Kalla, banyak pula artis terkenal yang sudah pernah makan di sini. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi langganan di sini.

    Syamsul menceritakan bahwa artis Denny Sumargo menjadi salah satu artis yang kerap kali datang untuk menikmati coto Makassar.

    Selain itu, beberapa artis lainnya ada mulai dari Ayu Ting Ting, Anwar Sanjaya hingga para food vlogger ternama, seperti Nex Carlos.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Coto Makassar dan Nasi Goreng Otentik di dekat Blok M


    Jakarta

    Tak jauh dari kawasan Blok M yang dipadati kuliner kekinian, ada kedai khas Makassar autentik. Namanya RM Daeng Yahya yang punya coto makassar layak dicoba!

    Kawasan Blok M ramai disambangi karena pilihan makanan kekinian yang bikin penasaran. Bahkan hampir semua makanan yang ada di sana dinobatkan sebagai makanan-makanan viral.

    Ternyata di tengah ramainya sajian makanan kekinian ada juga hidangan tradisional yang otentik rasanya. Bergeser sedikit ke arah Jalan Sampit, kamu bisa menemukan Rumah Makan Daeng Yahya.


    Menu yang ditawarkan khas Makassar dengan racikan otentik. Bahkan bumbu yang digunakan juga khusus didatangkan langsung dari Makassar.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan RM Daeng Yahya
    Alamat Jalan Sampit II, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    No Telp 0821 2389 9836
    Jam Operasional

    Minggu-Senin, Rabu-Kamis 07.00 – 21.00 WIB

    Selasa TUTUP

    Jumat-Sabtu 08.00 – 22.00 WIB

    Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner [tipe]
    Fasilitas
    • [fasilitas 1]
    • [fasilitas 2]
    RM Daeng YahyaTak jauh dari Blok M, ada tempat makan coto makassar otentik. Foto: Tim detikfood

    Keaslian yang Dijaga

    RM Daeng Yahya hadir sebagai tempat makan makanan khas Makassar otentik di tengah gempuran pilihan kuliner viral di kawasan Blok M-Bulungan, dan sekitarnya. Menyambangi tempat makannya saja sudah kental dengan dekorasi dan warna-warna khas Makassar.

    Tempat makan yang berada di Jalan Sampit II, Jakarta Selatan ini tak bisa dibayangkan sebagai restoran mewah nan nyaman. Suasananya dibuat sederhana tetapi seperti makan di warung coto makassar langsung.

    Tak sekadar penampilannya, banyak juga bumbu-bumbu yang digunakan didatangkan langsung dari Makassar. Terutama terasi dan beberapa rempah khas yang dikhawatirkan pengelolanya jika diubah dengan rempah dari Jakarta akan mengubah citarasanya.

    RM Daeng YahyaPilihan menunya tak terlalu beragam tetapi kualitas rasanya patut diacungi jempol. Foto: Tim detikfood

    Pilihan Menu yang Eksklusif

    RM Daeng Yahya mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Terlihat dari pilihan menu makanan yang tak terlalu banyak tetapi mereka benar-benar fokus menjaga racikan bumbunya.

    Hanya ada tiga menu utama di sini yaitu Coto Makassar, Nasi Goreng Merah, dan Es Pisang Ijo. Selain itu terdapat beberapa topping tambahan dan pilihan minuman pelengkap saja.

    Tak ingin kelewatan menu-menunya, kami mencicipi tiga menu utama tersebut. Coto Makassarnya dibanderol mulai dari Rp 15.000an dengan tambahan setiap topping Rp 7.500.

    Untuk Nasi Goreng Merah merogoh kocek Rp 45.000 dengan porsi yang cukup untuk disantap dua orang. Ada juga Es Pisang Ijo yang dipatok Rp 35.000 dengan rasa manis legit nan menyegarkan.

    RM Daeng YahyaRacikan bumbunya pekat dengan isian yang empuk dan tak amis. Foto: Tim detikfood

    Racikan Coto Makassar Otentik

    Keunikan dari penyajian Coto Makassar di sini ialah tidak ada satu menu coto makassar dengan isian tertentu. Pelanggan dibebaskan untuk memilih isiannya sendiri, seperti daging, lidah, paru, babat, pipi, hati, dan tambahan alas atau kuning telur.

    Kuah coto makassarnya terasa pekat. Gurih dari kaldu daging sapinya diiringi jejak rempah seperti ketumbar dan jinten yang masih terasa kuat.

    Ketika kuning telur ayam kampungnya diaduk, kuah coto jadi semakin creamy. Racikan rempahnya semakin kental dengan potongan daging, paru, dan pipi yang empuk.

    Agar lebih kenyang, kamu bisa memesan buras yang empuk kenyal sebagai tambahan. Menu Nasi Goreng Merahnya juga tak kalah enak.

    Terasi yang ditambahkan pada racikan nasi goreng merahnya konon didatangkan langsung dari Makassar. Tekstur nasi yang digunakan pulen sedang, sehingga menyerap bumbu dengan baik.

    Rasa gurih dari rempah dengan sentuhan asam-manis dari tomat terasa pada setiap suapannya. Untuk nasi goreng merahnya sendiri disajikan polos, agar lebih enak bisa disantap bersama kerupuk dan acar.

    RM Daeng YahyaUntuk penutup yang manis menyegarkan, bisa memesan es pisang ijo. Foto: Tim detikfood

    Es Pisang Ijo sebagai Penutup

    Setelah puas makan menu utamanya, coba pesan Es Pisang Ijo. Semangkuk es pisang ijo disuguhkan dengan royal, kira-kira cukup untuk dinikmati 2-3 orang.

    Jenis pisang yang digunakan ialah pisang raja. Terasa dari teksturnya yang lembut tetapi tidak terlalu lunak, rasa manisnya alaminya yang legit, serta warna daging pisang yang kuning cerah.

    Lapisan hijau pembungkus pisangnya tak terlalu tebal, sehingga memaksimalkan rasa asli daging pisang terasa di lidah. Bubur sumsum sebagai pelengkapnya punya rasa antara gurih manis yang seimbang.

    Ketika menyuap semua komponennya, seperti pisang ijo, bubur sumsum, serutan es, dan kucuran sirup, rasa manisnya tak terlalu mendominasi. Sehingga tetap nyaman dinikmati walaupun perut sudah kenyang.

    Taburan kacang yang dicincang sebagai toppingnya juga melengkapi tekstur dari semangkuk pisang ijo di sini. Di antara tekstur yang lembut ada renyahnya kacang yang harus dikunyah sehingga menambah kenikmatan.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikFood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pilihan Kuliner Halal buat Dicoba di Toraja: Coto Makassar



    Rantepao

    Kini sudah banyak makanan halal di Toraja. Satu yang bisa dicoba adalah Coto Makassar. Cocok disantap ketika lagi ingin makanan yang berkuah rempah.

    Coto Makassar adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, coto kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, termasuk di Toraja Utara.

    Coto Makassar bisa dijadikan sebagai opsi makanan halal yang bisa disantap traveler Muslim ketika liburan ke Toraja. Karena kuliner ini terbuat dari daging sapi yang otomatis halal.


    Ada beberapa tempat untuk menikmati Coto Makassar di Toraja Utara. Salah satunya adalah tempat milik Daeng Empo yang berada di jalan poros Rantepao-Makale.

    Warung Coto Makassar milik Daeng Empo sederhana saja. Hanya ada 4 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Kami pun memesan Coto Makassar untuk santap siang.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sebagai pelengkap, di meja sudah tersedia ketupat, jeruk nipis, kecap manis, sambal, dan garam jika dirasa kurang asin. Traveler juga bisa memesan nasi sebagai pendamping makan coto.

    Kami sendiri memilih ketupat karena lebih praktis dan cocok saja dipasangkan dengan Coto Makassar. Per porsinya, Coto Makassar di sini dibanderol Rp 25.000. Sedangkan untuk ketupatnya cuma Rp 1.000 saja per buah.

    Daging Sapi Diimpor dari Takalar

    Daeng Empo mengaku mengimpor langsung daging sapi yang dia gunakan untuk membuat coto. Bukan dari luar negeri, tapi dari daerah Takalar di Sulawesi Selatan. Ia mengimpor daging lantaran di Toraja tidak ada daging sapi.

    “Daging saya impor sendiri dari Takalar. Setiap minggu datang. Bisa satu minggu sekali, bisa satu minggu dua kali, tergantung stok,” jelas Daeng Empo kepada detikTravel.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Coto Makassar kami siang itu diracik oleh anak Daeng Empo. Kepada kami, dia mengaku, coto yang dia jual menggunakan resep keluarga yang sudah turun temurun diajarkan bapaknya.

    Tak butuh waktu lama, seporsi Coto Makassar pun sampai ke meja kami. Kami pun meraciknya dengan sambal, jeruk dan sedikit kecap manis. Slurrrpp… Alamak, rasanya mantap betul.

    Sendok demi sendok, Coto Makassar itu akhirnya tandas sudah masuk ke dalam perut kami. Rasanya sungguh mantap disantap di siang hari yang terik.

    Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan Coto Makassar ini sebagai pilihan yang ‘aman’ untuk dikonsumsi, karena dipastikan menggunakan daging sapi yang diolah secara halal.

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com