Tag: COVID-19

  • Teken Kontrak Baru, De Jong: Itu Selalu Jadi Mimpiku


    Barcelona

    Frenkie de Jong resmi meneken kontrak baru di Barcelona sampai 2029. De Jong tidak pernah berpikir sedikit pun meninggalkan Los Cules.

    Kepastian itu diumumkan Barcelona lewat situs resminya, Rabu (15/10/2025) malam WIB. De Jong memperpanjang masa tinggalnya sampai 4 tahun ke depan.

    Ini sekaligus mengakhiri rumor seputar masa depannya yang bergulir belakangan ini. Sebab, kontrak De Jong akan habis musim panas tahun depan.


    Pembicaraan kontrak baru sempat mandek sekalipun dimulai sejak Maret lalu. Sebab, De Jong kabarnya menolak proposal kontrak baru di mana ada pemotongan gaji.

    Gaji De Jong saat ini termasuk salah satu yang tertinggi, sekitar 360 ribu euro per pekannya. Barcelona memang belum pulih dari krisis finansial yang mendera sejak era Pandemi Covid-19.

    Apalagi Barcelona masih berutang ke De Jong untuk mengembalikan sisa gajinya yang dipotong saat meneken kontrak terakhir tahun 2020.

    Pada akhirnya kondisi Barcelona membaik dan De Jong memutuskan bertahan. Ini karena De Jong sudah kadung cinta dengan klub Catalan itu.

    “Seperti yang selalu aku bilang, aku selalu bermimpi untuk main di Barca. Kini aku sudah di sini, saya ingin melanjutkan mimpiku sejak kecil,” ujar De Jong di situs resmi klub.

    De Jong sudah tampil 267 kali dengan torehan 19 gol dan 24 assist.

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • De Jong soal Isu Gaji Tertinggi di Barca: Lebay!


    Barcelona

    Kontrak baru Frenkie de Jong membuatnya diklaim sebagai pemain Barcelona dengan gaji tertinggi. De Jong membantah keras.

    De Jong menyudahi spekulasi masa depannya dengan meneken kontrak baru di klub Catalan itu sampai 2029. Sebelumnya, masa tinggal De Jong cuma sampai musim panas ini.

    Sebab, sebelum ini De Jong sempat dikabarkan akan hengkang karena tidak puas dengan kontrak yang diberikan. Apalagi De Jong disebut-sebut akan mengalami pemotongan gaji.


    Belum lagi, Barcelona sebenarnya masih berutang sisa pembayaran gaji kepada De Jong imbas keuangan klub yang buruk di era Pandemi Covid-19. Namun, di kontrak terbaru De Jong, Barcelona malah menaikkan kontraknya.

    Menurut laporan Capology, De Jong mendapat 76 juta euro untuk empat tahun ke depan. Ini belum termasuk bonus sekitar 24,8 juga euro.

    Jika diperinci, maka De Jong mendapat bayaran kotor sekitar 365 ribu euro per pekan, ditambah bonus sekitar 119 ribu euro. Sehingga De Jong jadi pemain dengan gaji tertinggi di Barcelona yakni 486 ribu euro atau hampir setengah juta euro per musim.

    Naiknya gaji De Jong ini jadi kabar baik karena pertanda keuangan Barcelona mulai stabil. Tapi, De Jong membantah keras isu tersebut.

    “Saya tidak ingin katakan berapa gaji saya, tapi selalu saja ada yang memberitakan soal itu dan angkanya selalu berlebihan,” ujar De Jong di ESPN.

    “Yang diberitakan tidak benar. Itu sudah mempengaruhi cara pandang soal saya karena mereka membaca berita bahwa saya jadi pemain dengan gaji tertinggi – itu salah kalian (media)!”

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lagi! Barca Punya Masalah Daftarkan Pemain Baru, Kini Marcus Rashford


    Jakarta

    Barcelona dibayangi masalah tak bisa mendaftarkan pemain baru. Kini, Marcus Rashford yang terancam tak bisa didaftarkan Los Cules.

    Semenjak pandemi COVID-19 beberapa tahun silam, Barcelona mengalami masalah keuangan. Akibatnya, Lionel Messi sampai harus hengkang, sampai permasalahan mendaftarkan pemain baru selalu menjadi langganan di bursa transfer.

    Pada musim lalu, Dani Olmo dan Pau Victor yang terancam tak bisa dimainkan pada paruh kedua. Barcelona harus mengurangi beban gaji untuk bisa mendaftarkan pemain baru.


    Di La Liga, memang ada kebijakan salary cap. Barcelona sudah mencapai batas atas.

    Kini, Barcelona berpacu dengan waktu agar bisa menciptakan ruang agar Rashford bisa didatangkan. Inago Martinez dikabarkan akan dilepas Barcelona ke Al Nassr untuk memuluskan proses pendaftaran Rashford.

    Selain itu, Barcelona juga memaksa Marc-Andre ter Stegen agar pergi. Pemain asal Jerman itu cedera punggung, akan absen selama tiga bulan. Dia sebenarnya diharapkan menepi empat bulan, agar 50 persen gaji pemain 33 tahun itu bisa dialihkan untuk pemain lain.

    Pada prosesnya, Barcelona dan Ter Stegen malah terlibat konflik. Dia akan dilepas, Paris Saint-Germain yang menjadi peminatnya.

    Untuk bergabung dengan Barcelona, Rashford sudah bersedia menurunkan gajinya. Rashford digaji 325 ribu poundsterling atau setara 375 ribu euro, bersedia memangkas setengah dari bayarannya di Man United setiap pekan. Jadi, bisa segera mendaftarkan Rashford, Barcelona.

    (cas/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Vitamin C untuk Imunitas Tubuh Cegah Covid-19


    Jakarta

    Kasus Covid-19 kembali meningkat. Untuk mencegahnya, kamu bisa meningkatkan imunitas tubuh dengan konsumsi makanan tinggi vitamin C berikut ini.

    Lonjakan kasus covid-19 terjadi di sejumlah negara. Meskipun sudah menjadi endemik, tetapi ditemukan penyebab gelombang infeksi yang kemungkinan besar dipicu oleh berkurangnya kekebalan tubuh dan tingkat vaksinasi ulang. Kasus Covid-19 di kawasan Asia ini juga membuat Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Covid-19.

    Karenanya, menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh menjadi penting. Caranya dengan konsumsi makanan tinggi kandungan vitamin C. Vitamin C tidak hanya membantu tubuh melawan penyakit, tetapi juga membantu produksi kolagen, meningkatkan kesehatan kulit, dan berperan sebagai antioksidan kuat.


    Lantas, apa saja makanan kaya kandungan vitamin C? Melansir Hindustantmes.com (20/07/2024), berikut daftarnya:

    1. Jambu Biji

    close-up guava fruit backgroundJambu biji kaya akan vitamin C untuk imunitas tubuh. Foto: iStock

    Guava atau jambu biji kaya akan vitamin C yang lebih bernutrisi dibandingkan jeruk.

    Dalam satu jambu biji pun menyediakan lebih dari dua kali lipat asupan vitamin C harian yang direkomendasikan. Setidaknya ada 250-300 miligram vitamin C.

    Vitamin C dapat membantu memperkuat imunitas tubuh. Buah ini juga kaya akan antioksidan yang mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh.

    2. Pepaya

    Healthy of sweet papaya slices on plate and wooden background. Healthy food and close up.Kandungan vitamin C di dalam pepaya bisa meningkatkan imunitas sekaligus kesehatan kulit. Foto: Getty Images/Chatiyanon

    Buah tropis lainnya yang kaya akan vitamin C adalah pepaya.

    Vitamin C di dalamnya menawarkan berbagai manfaat sehat, mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan kulit, hingga mendukung kesehatan jantung.

    Pepaya juga kaya antioksidan yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan likopen di dalam buah ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    3. Nanas

    Ilustrasi buah nanasNanas juga kaya akan vitamin C untuk imunitas. Foto: Getty Images/Teen00000

    Selain enak dan menyegarkan, nanas juga kaya akan vitamin C. Konsumsi buah tropis ini membantu meningkatkan imunitas tubuh.

    Kandungan vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Vitamin C turut membantu penyerapan zat besi dan mendukung kesehatan kulit. Konsumsi nanas juga bisa membuat tubuh tercegah dari serangan penyakit.

    Daftar makanan tinggi vitamin C lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Brokoli

    Sayuran kaya serat ini juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang baik.

    Vitamin C di dalamnya berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi optimal. Konsumsi brokoli juga bisa membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

    Brokoli juga mengandung vitamin C yang bisa membantu menyerap zat besi yang penting untuk mencegah anemia. Antioksidan di dalam brokoli juga dapat melawan radikal bebas serta mendukung produksi sel-sel imun.

    5. Jeruk

    Konsumsi buah jeruk tentu tidak boleh dilewatkan. Buah jeruk terkenal dengan kandungan vitamin C tinggi yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara kerjanya dengan memperkuat sistem kekebalan, mendukung produksi sel darah putih, dan bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan.

    Vitamin C juga bisa meningkatkan kesehatan kulit serta membantu penyerapan at besi. Jeruk juga kaya antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta mendukung kesehatan jantung dan mata.

    6. Stroberi

    Stroberi KoreaMakan strawberry yang kaya akan vitamin C juga dapat membantu. Foto: Getty Images/iStockphoto/ruksutakarn

    Jika mencari buah menyegarkan, kamu bisa mencoba buah stroberi. Buah beri ini mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Vitamin C di dalam stroberi juga bermanfaat menjaga kesehatan otak, mengurangi kadar kolesterol, mengontrol gula darah, serta meningkatkan kesehatan tulang. Stroberi bisa dimakan begitu saja atau dicampur ke dalam smoothie menjadi minuman segar.

    7. Kembang kol

    manfaat dan nutrisi brokoli vs kembang kolBisa juga konsumsi kembang kol yang punya vitamin C untu kekebalan tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sayuran cruciferous adalah kelompok sayuran yang termasuk ke dalam keluarga Brassica. Memiliki ciri khas berupa kelopak bunga menyerupai salib, mirip seperti kubis. Sayuran yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu kubis, brokoli, kembang kol, bok choy, dan lain sebagainya.

    Sayuran silang ini kaya akan vitamin C yang memberikan banyak manfaat sehat. Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, hingga membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati yang penting untuk mencegah anemia.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mirip COVID-19, Ini Penyakit yang Lagi Ngegas Hampir 2 Juta Kasus di DKI!


    Jakarta

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka data kenaikan kasus penyakit di balik ramai warga yang merasa tak kunjung sembuh dari gejala batuk, pilek, hingga keluhan lain menyerupai COVID-19.

    Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menyebut sebetulnya tidak ada peningkatan kasus tertentu yang relatif berbeda dari tahun ke tahun. Di tengah cuaca tak menentu, wajar keluhan semacam itu banyak dilaporkan.

    Penyakit Apa yang Lagi Melonjak?


    Namun, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat memang tengah melonjak, terlihat sejak periode Juli. Meski begitu, tren ini sebenarnya dilaporkan setiap tahun.

    “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).

    Peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat.

    Ani mewanti-wanti gejala ISPA yang kerap muncul yakni batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam. Gejalanya bisa dibarengi dengan keluhan hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak.

    “Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” wanti-wantinya.

    Meski begitu, masyarakat dinilai tidak perlu khawatir mengingat penyakit saluran napas seperti ISPA dapat dicegah dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Berikut imbauannya:

    • Mencuci tangan dengan sabun
    • Menghindari kerumunan
    • Memakai masker saat beraktivitas di ruangan padat maupun di luar ruangan dengan banyak orang berkerumun
    • Menerapkan etika batuk dan bersin
    • Segera akses layanan kesehatan jika ada gejala batuk pilek
    • Membatasi aktivitas saat sakit
    • Menghindari asap rokok
    • Meningkatkan imunitas dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin serta kelola stres.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kemenkes Ingatkan RI Dibayangi Kenaikan Influenza A, Mulai Ngegas di Asia Tenggara


    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan kemungkinan meningkatnya kasus influenza A, khususnya subtipe H3N2, yang kini dilaporkan mendominasi di kawasan Asia Tenggara.

    Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) FluNet, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan kasus terbanyak paparan influenza di Indonesia juga dilaporkan berkaitan dengan varian influenza A (H3N2).

    “Dari data WHO terbanyak influenza A (H3),” ujar Aji, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (16/10/2025).


    Namun, ia belum dapat merinci wilayah mana saja di Indonesia yang mencatat jumlah kasus tertinggi.

    Menurut Dicky, praktisi global health security, peneliti sekaligus pakar epidemiologi, tren kasus influenza A memang mulai dominan di beberapa negara.

    “Secara regional Asia Tenggara bahkan global, tahun ini influenza A, khususnya subtipe A H3N2 dilaporkan dominan di beberapa zona dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus,” beber Dicky saat dihubungi terpisah.

    Ia menjelaskan WHO memang mencatat peningkatan aktivitas influenza A H3N2 di beberapa wilayah Asia Selatan termasuk Asia Tenggara. Salah satu lonjakan terbesar terjadi di Thailand, dengan 61 kematian dari 702.308 kasus sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2025.

    “Ini menunjukkan gelombang nyata di kawasan ASEAN,” tambahnya.

    Rawat Inap Lebih Lama dan Risiko Komplikasi

    Dicky menyebut, sejumlah studi klinis menunjukkan influenza A menjadi penyebab dominan pasien dewasa dirawat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan rata-rata lama rawat inap 9 hingga 10 hari, lebih panjang dibandingkan paparan virus lain.

    “Ini mendukung pengamatan bahwa pada gelombang tertentu, flu A bisa menimbulkan beban rumah sakit yang besar, jadi harus waspada,” jelasnya.

    Meski begitu, Dicky menekankan distribusi subtipe flu relatif berbeda di setiap waktu.

    “Dominasi flu A H3N2 bersifat spasial dan temporal, tidak otomatis semua negara memiliki pola yang sama,” katanya.

    Karena itu, data lokal dan sistem sentinel perlu terus dimonitor untuk memastikan pola penularan di Indonesia. Ia menambahkan, mayoritas kasus flu akan sembuh dalam 1 hingga 2 minggu, tetapi pasien dengan influenza A cenderung mengalami demam lebih lama, batuk berkepanjangan, dan komplikasi seperti pneumonia sekunder yang membuat masa rawat inap lebih panjang.

    Dicky menuturkan, anak kecil dan lansia merupakan kelompok paling rentan terhadap infeksi berat akibat influenza A. Selain karena imunitas tubuh yang rendah, faktor lain seperti varian baru, ketidaksesuaian vaksin, atau infeksi ganda dengan COVID-19 juga dapat memperparah kondisi pasien.

    “Flu A menyebabkan lebih banyak rawat inap dengan durasi lebih lama karena komplikasi pneumonia sekunder, eksaserbasi asma, atau efek batuk berkepanjangan,” paparnya.

    Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, musim influenza tahun ini bahkan disebut memiliki beban rumah sakit yang tinggi dengan potensi kematian lebih besar dibandingkan musim flu sebelumnya.

    Menghadapi tren ini, Dicky mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana, mulai dari vaksinasi flu musiman hingga menjaga kebersihan diri.

    “Kelompok berisiko tinggi harus divaksinasi flu. Gejala berat yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi dan sesak napas,” ujarnya.

    Ia juga menekankan vaksinasi flu musiman, mencuci tangan, isolasi saat sakit, serta memakai masker di tempat padat tetap menjadi langkah efektif untuk menekan penularan.

    “Untuk masyarakat, bila mengalami demam, batuk, pilek, sebaiknya istirahat di rumah, minum air hangat, dan konsumsi obat pereda demam sesuai anjuran. Jangan berangkat sekolah atau kerja dulu satu-dua hari,” imbaunya.

    Dicky juga menyarankan vaksinasi flu bagi ibu hamil, anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 50 tahun, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang sering bepergian.

    Meskipun mayoritas kasus influenza A dapat sembuh tanpa komplikasi, gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat sistem surveilans dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.

    “Dalam menghadapi lonjakan kekhawatiran ini, penting untuk memastikan data lokal diperbarui secara rutin dan fasilitas kesehatan siap menghadapi potensi peningkatan pasien influenza A,” kata Dicky.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Hampir 2 Juta Kasus Penyakit Mirip COVID Hantui DKI, Dokter Bagi Tips Cegah Tertular


    Jakarta

    Di tengah cuaca panas yang tak kunjung reda, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat lebih dari 1,9 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga Oktober 2025.

    Lonjakan mulai terdeteksi sejak Juli, seiring menguatnya paparan polusi dan datangnya musim kemarau basah yang disebut sebagai pemicu utama gangguan pernapasan warga.

    Meski jumlah kasus mendekati dua juta, Dinkes DKI memastikan situasi masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) melalui Sistem Kewaspadaan dan Respons Dini (SKDR) untuk memantau potensi wabah seperti ISPA dan COVID-19.


    “ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).

    Di sisi lain, dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) beberapa waktu lalu menyebut saat ini memang terjadi musim infeksi saluran napas. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan sirkulasi virus yang tinggi.

    Ia membagikan beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga paru-paru tetap bersih dan sehat. Dengan begitu, tubuh bisa menjadi lebih kuat dalam menghadang berbagai penyakit, termasuk batuk pilek.

    ⁠”Pakai masker dan gizi seimbang, banyak makan sayur dan buah sebagai antioksidan. Serta juga hindari kerumunan,” ujar dr Erlang ketika dihubungi detikcom, Rabu (8/10).

    Makanan tinggi antioksidan juga dapat membantu memperkuat sistem imun dengan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan sistem imun yang optimal, tubuh menjadi lebih tahan terhadap serangan virus dan mampu mempercepat pemulihan saat sudah terkena batuk atau pilek.

    Menurutnya, masalah infeksi virus yang memicu batuk dan pilek bisa sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, ia mewanti-wanti kelompok rentan, seperti lansia dan orang dengan komorbid untuk lebih berhati-hati.

    “Kalau tanda bahaya kalau sudah ada perburukan seperti sesak napas, dahak yang sudah berubah warna yang menandakan terjadinya infeksi bakteri, dan demam tinggi perlu ke fasilitas kesehatan,” sambungnya.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • DKI Catat 1,9 Juta Kasus Penyakit Mirip COVID, Segera Periksa Jika Alami Gejala Ini


    Jakarta

    Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di DKI Jakarta menunjukkan tren peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025. Peningkatan jumlah kasus teridentifikasi sejak Juli 2025.

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan ISPA saat ini menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas. Penularan penyakit ini, kata Ani, sangat mudah terjadi melalui percikan droplet dan partikel aerosol di udara.

    “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli,” kata Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).


    Selain di tengah cuaca yang tak menentu dan polusi udara, peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat. Adapun gejala ISPA di antaranya:

    • Batuk
    • Pilek
    • Sakit tenggorokan
    • Demam

    “Gejala lainnya bisa berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak. Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” kata Ani.

    Senada, dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) beberapa waktu lalu mengatakan saat ini memang terjadi musim infeksi saluran napas. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan sirkulasi virus yang tinggi.

    Ia juga mengingatkan segera mencari pertolongan bila muncul tanda bahaya, seperti sesak napas atau dahak yang berubah warna. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya infeksi bakteri.

    “Demam tinggi perlu ke fasilitas kesehatan,” ucapnya Rabu (8/10).

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Jemput Ramadan dengan Persiapan yang Matang



    Jakarta

    Ramadan merupakan bulan suci yang paling dinantikan oleh seluruh umat Islam. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, pahala yang didapatkan seorang muslim pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

    Ketika bulan Ramadan tiba, kita harus menjemputnya dengan baik. Saking mulianya Ramadan, para nabi bahkan merasa iri terhadap Nabi Muhammad SAW.

    Berkaitan dengan itu, Prof Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ada sebuah hadits yang menyebutkan jika nabi-nabi sebelum Muhammad diberi kesempatan hidup kembali, maka mereka ingin menjadi umat Rasulullah karena terdapat bulan penuh ampunan, yaitu Ramadan.


    Sebagai umat Rasulullah SAW, rasanya sayang apabila kita tidak bersungguh-sungguh untuk memanfaatkan bulan Ramadan. Terlebih pada bulan tersebut ada malam lailatul qadar, sebuah malam yang lebih istimewa dari seribu bulan.

    “Angka yang paling tinggi pada saat turunnya Al-Qur’an adalah seribu. Seandainya ada angka triliun, mungkin ayat itu berbunyi malam lailatul qadar lebih mulia daripada satu triliun tahun,” tutur Prof Nasaruddin dalam detikKultum detikcom, Kamis (23/3/2023).

    Ia menjelaskan, pada bulan Ramadan hampir semua peristiwa-peristiwa penting terjadi di bulan tersebut, seperti pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang ditandai dengan nuzulul Qur’an. Bahkan, dari segi sejarah pun banyak momen-momen yang terjadi di bulan Ramadan.

    “Kita bisa lihat dalam sejarah, Perang Badar terjadi dahsyat sekali dan dimenangkan Rasulullah pada bulan suci Ramadan,” tambah Prof Nasaruddin.

    Tak hanya itu, peristiwa kemerdekaan Indonesia juga berlangsung ketika bulan suci, tepatnya pada tanggal 9 Ramadan. Kemenangan kerajaan-kerajaan lokal di Indonesia juga banyak ditaklukan di bulan Ramadan.

    “Contohnya kerajaan Bone di Indonesia bagian timur, kerajaan besar, itu ditaklukan terakhir pada bulan suci Ramadan,” paparnya.

    Menurut Prof Nasaruddin, bulan Ramadan menentukan warna sejarah Islam. Karenanya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk lebih melakukan persiapan yang matang dalam menyambut bulan suci.

    Apalagi, di tahun ini kita bisa beribadah dengan maksimal karena pandemi COVID-19 telah usai. Untuk itu, Prof Nasaruddin mengimbau kaum muslimin untuk lebih memakmurkan masjid di bulan suci Ramadan 2023.

    “Mari kita menjadikan bulan suci Ramadan ini bulan penyelamat, saya sungguh sangat yakin bapak ibu sekalian sudah siap menjalani Ramadan tahun ini. Tidak ada Covid-19 yang menghalangi seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

    Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menjemput Ramadan DI SINI.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Menolak Satu Mudharat Lebih Utama dari Mengejar Manfaat



    Jakarta

    Secara bahasa, mudharat diartikan sebagai kondisi yang sangat berbahaya. Dalam Al-Qurthubi disebutkan bahwa mudharat berarti pelarangan yang sifatnya mutlak karena membahayakan atau menderitakan.

    Sementara itu, ahli ushul fikih menyebut pengertian mudharat sebagai perbuatan yang tidak mengandung manfaat dan bahkan bisa melukai seseorang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mudharat merupakan perbuatan yang tidak berarti dan cenderung berbahaya.

    Berkenaan dengan mudharat, Prof Nasaruddin Umar menerangkan bahwa menolak suatu mudharat lebih utama daripada mengejar satu manfaat. Ia mencontohkan perihal pandemi COVID-19 yang sempat merebak di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.


    “Kalau orang yang tidak mengerti ushul fikih itu bisa memprovokasi dan menimbulkan salah paham. Seperti pelarangan ke masjid saat pandemi COVID-19 oleh pemerintah,” kata Prof Nasaruddin dalam detikKultum detikcom, Selasa (28/3/2023).

    Ia menerangkan, langkah yang diambil pemerintah melakukan pelarangan dinilai tepat, karena ada kaidahnya. Sebab, apabila umat muslim diizinkan pergi ke masjid kala COVID-19 merebak, tentu penularan akan semakin meluas.

    “Misal nekat, tidak peduli dan tetap pergi ke masjid saat COVID-19 mengamuk. Dia sehat, tapi begitu sampai rumah, orang tuanya yang rentan terkena virus. Apa yang terjadi? Bapak ibunya meninggal karena dia sholat di masjid,” papar Prof Nasaruddin Umar.

    Mencegah musibah lebih penting daripada mengejar manfaat. Contoh lainnya seperti pelaksanaan sholat Jumat. Meskipun wajib, apabila ada sesuatu seperti sakit, musafir, maka boleh diganti menjadi sholat Dzuhur biasa, begitu pun ketika pandemi COVID-19.

    Menurut Prof Nasaruddin, hal tersebut tidak melanggar syariat agama dan boleh dilakukan dalam keadaan darurat. Ia mengimbau kaum muslim untuk beragama secara benar, bukan secara nekat.

    Lebih lanjut ia memaparkan tentang dua macam hukum yang harus diikuti, yaitu hukum alam (takwini) dan hukum syariah (tasyri’i). Apabila keduanya bertentangan, kita diminta memilih salah satu yang menguntungkan kehidupan kita.

    “Contohnya, ulama mengatakan rapatkan shafnya ketika sholat. Tapi dokter mengatakan social distancing, mau ikut dokter atau hadits? Kita harus menyelamatkan tubuh, maka prioritaskan hukum takwini,” kata Prof Nasaruddin.

    Selengkapnya detikKultum Prof Nasaruddin Umar: Menolak Satu Mudharat Lebih Utama dari Mengejar Satu Manfaat klik DI SINI.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com