Tag: cpi

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Sedang Wait and See Jelang Perilisan CPI AS

    Pergerakan aset kripto dan Bitcoin pada pekan kedua Juli 2023 masih terus stagnan dan cenderung membosankan bagi para pelaku pasar. Kemungkinan besar volatilitas Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan akan terjadi pasca dan setelah data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juni dirilis pada Rabu (12/7) mendatang.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan para pelaku pasar kripto dan Bitcoin saat ini sedang mengadopsi sikap “wait and see” menjelang perilisan CPI AS bulan Juni. Data CPI merupakan indikator penting yang memberikan gambaran tentang tingkat inflasi di Amerika Serikat. Karena AS merupakan salah satu pasar terbesar bagi kripto, data CPI ini dapat berdampak signifikan pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    “Volatilitas pasar kripto selama beberapa bulan terakhir telah menunjukkan tanda-tanda penurunan, dengan harga Bitcoin dan altcoin utama lainnya bergerak dalam kisaran yang relatif sempit. Para trader dan investor kripto berharap bahwa data CPI AS ini dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas tentang arah pergerakan harga aset kripto,” kata Fyqieh.

    Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pasar kripto adalah kebijakan The Fed. Jika data CPI menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari yang diharapkan, ada kemungkinan The Fed akan meningkatkan suku bunga atau mengurangi stimulus ekonomi yang dapat mempengaruhi likuiditas dan investasi di pasar kripto. Meskipun angka nonfarm payroll (NFP) AS yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Juni, taruhan pada kenaikan suku bunga pasca musim panas tetap ada, yang terus menguji selera pembeli.

    Sentimen Pasar Kripto

    Di sisi lain, jika data CPI menunjukkan inflasi yang terkendali atau di bawah ekspektasi, pasar kripto mungkin mengalami sentimen positif. Hal ini dapat memberikan dorongan bagi investor dan trader untuk melanjutkan atau meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar kripto.

    “Sentimen negatif terhadap market juga masih ada, yang terbaru analis di JP Morgan meragukan dampak transformatif ETF Bitcoin spot di pasar kripto. Menurut analis, peluncuran ETF bitcoin spot sepertinya tidak akan menarik banyak minat investor,” jelas Fyqieh.

    Kabar itu membuat harga Bitcoin tetap stabil di kisaran US$ 30.300 karena investor menjadi berhati-hati di tengah sentimen pasar yang beragam. Khususnya, kegilaan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) baru-baru ini yang sebelumnya mendorong harga BTC ke level di atas US$ 31.000 akan segera berakhir.

    Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Riset Ungkap Strategi DCA Sering Buat Investor Kripto Bitcoin Untung

    Sentimen aset kripto berdasarkan indeks “Bitcoin Fear and Greed Index” saat ini berada pada level 56, mengalami sedikit kenaikan dari angka 55 pada Minggu (9/7) lalu. Namun, hal ini menunjukkan investor kurang bergairah dalam beberapa hari terakhir. Di samping itu, indeks dolar AS (DXY) pada Senin (10/7) pagi mengalami performa yang baik mengalami kenaikan 102.45 (+0.18%).

    Sekali lagi, penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangatlah kompleks dan rentan terhadap berbagai faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga aset kripto. Selain data CPI AS, akan ada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Juni pada Jumat (14/7). Meskipun PPI tidak sepenting CPI, namun perlu untuk dicermati. Berita dan peristiwa lainnya seperti regulasi pemerintah, perkembangan teknologi, dan sentimen pasar global juga dapat berkontribusi terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto.

    “Bagi para pelaku pasar kripto, memantau dengan cermat berita dan perkembangan terkait data CPI AS dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pasar kripto menjadi penting. Analisis fundamental dan teknikal serta manajemen risiko yang baik menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar yang mungkin terjadi pasca rilis data CPI AS,” saran Fyqieh.

    Analisis Pergerakan Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Tokocrypto x IDNFT Gelar Edukasi Online Tentang Web3 dan Blockchain

    Harga Bitcoin (BTC) tetap dalam kisaran sempit dengan kenaikan maksimal 4,3% selama 18 hari terakhir. BTC bergerak di kisaran US$ 29.895 hingga US$ 31.165, dan sentimen negatif investor secara signifikan dipengaruhi oleh upaya yang gagal untuk menembus di atas US$ 31.400 pada 6 Juli lalu.

    Kecenderungan trader untuk bereaksi berlebihan untuk taking profit terhadap pergerakan harga jangka pendek Bitcoin sebesar 82% bisa menjadi bagian dari alasan koreksi jangka pendek. Pikiran investor masih fokus pada data CPI AS Juni dan pertanyaan tentang apakah kenaikan harga baru-baru ini semata-mata didorong oleh beberapa permintaan dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF) spot.

    “Melihat Grafik 4 Jam, BTC/USDT menghadapi resistensi kuat di level psikologis US$ 30.500. BTC/USDT berada di bawah EMA 50 hari (US$ 30.440) dan di atas EMA 200 hari (US$ 29.320), mengirimkan sinyal bearish jangka pendek, tetapi bullish jangka panjang,” analisis Fyqieh.

    Secara signifikan, EMA 50 hari menyempit ke EMA 200 hari, menandakan penurunan melalui EMA 200 hari (US$ 29.320) untuk menampilkan level atas dari pita dukungan US$ 27.500 – US$ 26.850. BTC/USDT harus bergerak melalui EMA 50 hari (US$ 30.440) untuk mendukung penembusan dari level yang lebih rendah dari resistensi dan menargetkan US$ 31.250.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Stagnan, Investor Ketar-ketir Hadapi CPI

    Market kripto pada perdagangan Kamis (11/10) pagi tampak stagnan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) melemah 0,06% di harga US$ 19.091 dan Ethereum (ETH) anjlok 0,38% ke level US$ 1.285.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor semakin tak selera mengoleksi aset berisiko setelah The Fed, kembali menegaskan akan terus mengerek suku bunga acuan sampai ada bukti bahwa inflasi AS mengarah ke target 2%.

    “Risalah rapat The Fed September yang dirilis Rabu (12/10) kemarin, seakan menegaskan lembaga tersebut belum melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Alhasil market tak bergairah menyambut risalah rapat tersebut,” katanya.

    Tunggu Data CPI Inflasi

    Situasi market bisa lebih mencekam, karena risalah rapat The Fed terbit sehari sebelum pengumuman data inflasi AS September. Akibatnya, investor menganggap The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin bulan depan terlepas dari hasil inflasi AS September membaik atau memburuk.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

    “Nilai aset kripto yang masih mondar-mandir di rentang harga sempit mengindikasikan investor belum bisa menentukan sikap di market. Ternyata, mereka semua wait and see menanti data inflasi AS September yang akan terbit hari ini,” jelas Afid.

    Laporan JP Morgan mengatakan, nilai aset berisiko, termasuk aset kripto, bisa tumbang 5%, jika inflasi AS ternyata tak sesuai ekspektasi. Sementara itu, firma Covario mengatakan harga kripto bisa naik atau turun 3% tergantung hasil inflasi AS September.

    Lebih lanjut Afid menjelaskan sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.

    Ekosistem Kripto

    Adapun kabar yang membuat altcoin jatuh adalah platform DeFi di jaringan Solana, Mango, yang alami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib. Kemudian, SEC yang saat ini disebut melakukan penyelidikan terhadap Yuga Labs, perusahaan di balik NFT hits Bored Ape Yacht Club.

    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

    Dari segi analisis teknik, Bitcoin sedang berjuang untuk menolak penurunan di level support terdekatnya yang berada pada level US$ 18.973. Jika berhasil breakdown, maka penurunan selanjutnya ditargetkan ke level US$ 18.860.

    “Sementara, altcoin yang menjadi primadona saat ini adalah Huobi Token (HT) yang reli lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir,” ujar Afid.

    Kenaikan harga didorong oleh kabar exchange, Houbi yang diisukan mengakuisisi Justin Sun sebagai penasihat untuk fokus membawa nilai lebih ke Huobi Token. Alhasil investor merespons untuk mulai mengakumulasi dana mereka ke token utilitas tersebut karena nilainya meningkat untuk hari ketiga berturut-turut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Sideways, Tolak Dorongan CPI dan Tunggu Keputusan FOMC

    Pasar kripto mengalami pergerakan sempit, walaupun didorong data CPI (Consumer Price Index) yang melihatkan inflasi Amerika Serikat melanjutkan tren penurunan pada bulan Mei 2023. Harga Bitcoin hanya naik sekitar 3,4 persen selama tiga hari terakhir setelah berhasil mempertahankan dukungan US$ 25.500 pada 10 Juni lalu.

    Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/5), inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Mei 2023, dibandingkan bulan sebelumnya mengalami kenaikan 0,4 persen pada April 2023. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 4 persen pada Mei 2023 setelah sebelumnya menyentuh 4,9 persen pada bulan April.

    Laju inflasi tahunan mencapai puncaknya yakni sebesar 9,1 persen pada Juni 2022, yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 1981. Tren penurunan pada bulan Mei 2023 ini faktanya masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen .

    Harga Kripto Sideways

    Harga kripto Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 25.846, turun 0,2 persen dalam 24 jam terakhir dan naik lebih tinggi dari US$ 26.000 yang diasumsikan dalam satu jam setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa CPI telah naik 4 persen, lebih baik dari proyeksi 4,1 persen.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: 3 Rumor Menarik Tentang Penggunaan Aset Kripto di Game GTA 6

    Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, mengikuti jejak BTC, naik pada awalnya sebelum mengembalikan sebagian keuntungannya. ETH baru-baru ini berpindah tangan sekitar US$ 1.735, kira-kira di mana posisinya pada hari Senin (12/6), waktu yang sama.

    Di antara 19 token yang disebutkan dalam gugatan SEC, ALG DAN MATIC, token dari blockchain smart contract Polygon dan Algorand, baru-baru ini naik 0,3 persen dan 0,8 persen, sementara AXIE, kripto asli dari platform game Axie Infinity, turun sedikit. Token BNB baru-baru ini meningkat 3,3 persen.

    BTC telah stagnan di bawah US$ 26.000 selama empat hari terakhir karena investor menyisihkan kecemasan tentang tuntutan hukum Securities and Exchange Commission (SEC), dan perhatian investor telah beralih ke area ekonomi makro karena menunggu pembacaan inflasi terbaru dan keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC yang digelar hari Rabu (14/6).

    The Fed Jeda Kenaikan Suku Bunga?

    Setelah CPI, semua mata pelaku pasar kripto akan tertuju pada pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, 30 menit setelah pengumuman suku bunga karena pasar menilai kemungkinan 94% jeda pada pertemuan Juni, berdasarkan CME FedWatch Tools.

    Dikutip Cointelegraph, perusahaan perdagangan, QCP Capital juga percaya bahwa “konsensus benar” – bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut – setidaknya kali ini.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

    “Berdasarkan indikator frekuensi tinggi, inflasi AS turun dengan cepat, yang akan memungkinkan FOMC membuat pertemuan minggu ini jeda pertama mereka dalam lebih dari setahun,” tulisnya dalam pembaruan pasar.

    QCP mengakui bahwa pertemuan FOMC selanjutnya dapat memberikan hasil yang berbeda, untuk “menenangkan” lebih banyak anggota komite yang hawkish. “Selain itu kami pikir pelonggaran kondisi keuangan sebagai akibat dari reli ekuitas yang meleleh secara besar-besaran ini akan mempengaruhi pikiran mereka,” tambahnya.

    Pertemuan FOMC yang akan datang bukan satu-satunya perhatian bagi perekonomian, karena Departemen Keuangan AS akan menerbitkan lebih dari US$ 850 miliar tagihan baru antara sekarang dan September.

    Penerbitan utang tambahan pemerintah AS cenderung menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi dan, dengan demikian, biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk perusahaan dan keluarga. Mempertimbangkan pasar kredit yang sudah tertahan karena krisis perbankan baru-baru ini, kemungkinan besar pertumbuhan produk domestik bruto akan sangat terganggu dalam beberapa bulan mendatang.

    Investor sekarang mempertanyakan apakah Bitcoin akan menguji resistensi US$ 25.000, level yang tidak terlihat sejak pertengahan Maret, dan untuk alasan ini, mereka memantau dengan cermat premi kontrak berjangka Bitcoin dan biaya lindung nilai menggunakan opsi BTC.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volatilitas Pasar Kripto di Tengah Data CPI dan FOMC

    Keadaan terkini pasar kripto masih menjadi roller coaster, dengan pengaruh yang signifikan dari data CPI (Consumer Price Index) dan FOMC (Federal Open Market Committee). Pasar kripto telah menjadi perhatian utama bagi para investor dan penggemar mata uang digital, dengan fluktuasi harga yang mengguncang dan seringkali sulit diprediksi.

    Pasar kripto, baik Bitcoin (BTC) dan altcoin terpantau ‘berdarah’ sepanjang akhir pekan. Apa penyebabnya?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pertama, pasar kripto yang turun masih dipengaruhi oleh sentimen gugatan SEC. Top kripto yang masuk dianggap sekuritas oleh SEC di dalam gugatan ke Binance dan Coinbase, langsung anjlok.

    “Kedua, beberapa platform perdagangan kripto juga memilih untuk menghentikan perdagangan koin tertentu dan memutuskan untuk calm down terlebih dahulu. Seperti, Binance US bakal stop terima USD, Robinhood delisting token yg dicap sekuritas, dan Crypto.com hentikan layanan investasi institusi di AS,” jelas Fyqieh.

    Dua aset kripto yang kerap menjadi patokan, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), juga anjlok lebih dalam. BTC jatuh 4%  hingga masuk zona US$ 25.000, sedangkan ETH turun sekitar 6% berada di US$ 1.700. Kapitalsasi pasar kripto juga roboh lebih dari 5% secara keseluruhan. Sedangkan Fear & Greed Index mencatat sentimen investor kripto ada di level netral di bawah 50 poin. Terpantau pada Senin (12/6) berada di 47 poin.

    Setelah minggu yang bearish, Bitcoin akan membutuhkan dukungan anggota parlemen AS untuk mengubah narasi yang dilontarkan oleh SEC. Kecuali intervensi, peningkatan aktivitas SEC akan tetap menjadi penghambat laju pasar kripto ke depan.

    Pasar Kripto Bersiap Data CPI dan FOMC

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: ‘Paus’ Bitcoin Akumulasi 57.578 BTC saat Pasar Kripto Lesu, Sinyal Apa?

    Diketahui sejumlah senator di DPR AS dalam upaya memperkenalkan kejelasan regulasi. Awal bulan ini, anggota parlemen AS dari Partai Republik, Patrick McHenry dan Glen “GT” Thompson merilis RUU Struktur Pasar Aset Digital. RUU ini bertujuan untuk kejelasan peraturan, untuk menghilangkan kesenjangan dan mendorong inovasi.

    Di luar sentimen regulasi dan SEC itu sendiri, laporan data makroekonomi minggu ini dapat memberikan pemicu nasib pasar kripto.  Data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Mei akan jatuh tempo pada 13 Juni, bersamaan dengan rilis data rilis indeks harga produsen (PPI) dan pembaruan kebijakan The Fed yang akan menggelar FOMC di hari yang sama pada 14 Juni, yang akan memutuskan langkah selanjutnya untuk suku bunga acuan. Selain itu ada pembukaan data klaim pengangguran pada 15 Juni. 

    Menurut CME FedWatch Tool, pada FOMC di 14 Juni mendatang diperkirakan terdapat peluang sebesar 73% The Fed berpotensi akan mempertahankan suku bunga di level saat ini yaitu 5%-5,25% dan 27% yakin akan ada kenaikan level 5,25-5,50%. Kendati demikian, kemungkinan The Fed meningkatkan suku bunga masih terbuka, menyusul kondisi inflasi AS masih jauh di atas target mereka, yaitu 2%. 

    “The Fed masih akan memantau data inflasi yang dirilis pada Slasa (13/6) sebagai bahan pertimbangan kebijakan moneter. Inflasi secara keseluruhan diproyeksikan turun menjadi 4,1 persen. Meskipun masih sangat tinggi, inflasi yang secara bertahap melandai memberikan ruang bagi bank sentral untuk memberi jeda pengetatan kebijakan moneter,” ungkap Fyqieh.

    Salah satu indikator adalah data Nonfarm Payrolls (NFP) naik sebesar 339 ribu pada Mei 2023. Selain itu, Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu. 

    Secara garis besar para pelaku pasar akan wait and see terlebih dahulu, memperhatikan data inflasi AS dan hasil FOMC. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto, karena cenderung bergerak sideways.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk Area Sideways

    BTC/USD  by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pada akhir-akhir ini, sentimen yang tidak baik dan ketidakpastian di pasar kripto telah menyebabkan penurunan dalam pergerakan Bitcoin. Gejolak geopolitik, FUD yang mengenai Binance dan Coinbase, serta isu tentang Debt Ceiling telah menciptakan perubahan yang signifikan dalam aset kripto selama seminggu terakhir. Berita tentang suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan untuk Juni 2023 juga dianggap sebagai faktor penentu. 

    “Target suku bunga acuan FED berada di kisaran 5-5,25%, dan pada bulan Mei 2023, target tersebut sudah tercapai. Jika FOMC pada bulan Juni mengindikasikan kenaikan lebih lanjut, maka Bitcoin dan komoditas lainnya mungkin mengalami pelemahan karena menguatnya nilai tukar dolar AS,” analisis Fyqieh.

    Dalam situasi seperti ini, kemungkinan Bitcoin akan mengalami penurunan atau performa negatif dalam bulan Juni. Target negatif yang dekat adalah di kisaran harga US$ 25.300 atau bahkan US$ 23.500. Jika sentimen negatif terus berlanjut, ini dapat dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan pembelian (buying opportunity).

    Ethereum (ETH) Sideways Cenderung Bearish

    ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Pergerakan harga ETH (Ethereum) kemungkinan mengalami koreksi dan menuju ke harga base sideways di kisaran US$ 1.720 hingga US$ 1.780. Jika ETH berhasil break down di bawah level US$ 1.720 dengan penutupan candlestick 4 jam di bawahnya, maka ada kemungkinan harga ETH akan melanjutkan penurunan menuju harga US$ 1.728. 

    Dalam timeframe yang lebih besar, ETH telah breakout dari resisten linennya dan saat ini masih berada di atas resisten tersebut. Namun, adanya berita FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) membuat ETH tertahan di area sideways. Jika harga ETH berhasil menutup harga harian di atas US$ 1.830, kemungkinan akan terjadi kenaikan lanjutan dengan target terdekat di sekitar US$ 1.920.

    Cardano (ADA) Bearish All Time Low 3 Bulan terakhir

    ADA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga Cardano saat ini mengalami penurunan yang signifikan dan menuju ke harga terendah dalam tiga bulan terakhir. Prediksi menunjukkan bahwa Cardano kemungkinan akan terus mengalami penurunan dan mencapai area harga US$ 0,3 sebagai target sementara. Ada juga kemungkinan harga akan melanjutkan penurunan hingga mencapai harga US$ 0,267. 

    Penurunan ke harga US$ 0,3 adalah potensi terdekat, dan area tersebut juga merupakan level support dan memiliki signifikansi psikologis. Di sisi lain, harga US$ 0,267 adalah area harga terendah dalam tiga bulan terakhir untuk Cardano (All-Time Low). Jika Anda saat ini memiliki Cardano (ADA), maka dapat mempertimbangkan melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) di harga tersebut.

    Penurunan ini juga dipengaruhi oleh berita yang kurang baik dalam hal geopolitik yang mempengaruhi seluruh aset kripto. Harap diingat bahwa prediksi harga aset kripto memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan bisa berubah dengan cepat. Adanya berita, sentimen pasar, dan peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis yang cermat, memperhatikan sumber informasi yang terpercaya, dan mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan investasi.

    Chromium (CHR) Bearish

    CHR/BUSD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga CHR (Chromia) telah dikonfirmasi mengalami penurunan setelah menghadapi penolakan di level resisten sebelumnya yang sekarang berfungsi sebagai level support di harga US$ 0,1457.

    Setelah penolakan tersebut, harga CHR saat ini berada di area support base sideways di sekitar harga US$ 0,14, dan ada kemungkinan akan terus melemah menuju area US$ 0,1353. Dalam jangka waktu mingguan, potensi penurunan mungkin mencapai harga US$ 0,1262 dengan penurunan harian saat ini mencapai -10,11%.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh

    Market aset kripto harus terima kenyataan bahwa data inflasi AS berhasil membuat guncangan besar. Sejumlah kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana jatuh nilainya dan terjebak zona merah dalm 24 jam terakhir.

    Melansir CoinMarketCap pada Rabu (14/9) pukul 07.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami penurunan hingga 9,62% bertengger di US$ 20.185 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga bernasib sama anjlok 7,81% dan berada di posisi US$ 1.576 di waktu yang sama. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan semua kelas aset kripto dan saham menyusut pasca laporan inflasi AS bulan Agustus yang menunjukkan peningkatan lebih dari yang diantisipasi. Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus menunjukkan kenaikan harga 8,3% yang tak terduga tinggi dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 8,1%.

    “Hal tersebut bisa menandakan bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi 0,75% minggu depan. Bitcoin langsung turun menjauh dari level harga US$ 21.000. Dan Ethereum juga tidak bisa menahan penurunan juga, padahal The Merge semakin dekat, tetapi tak bisa memompa harga lebih jauh. Jadi dalam jangka pendek, kripto akan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market.
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

    Angka inflasi AS akan mendapatkan sebagian besar perhatian di seluruh pasar. Angka inflasi yang lebih besar dari perkiraan dapat dipastikan akan membuat kenaikan suku bunga agresif selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

    Kapitalisasi pasar atau market cap kripto pun turun di bawah US$ 1 triliun setelah data inflasi AS yang mengecewakan. Padahal, menurut pelacak indeks kripto, Nomics, volume perdagangan krippto di semua bursa telah meningkat 62% menjadi US$ 739 miliar selama seminggu terakhir.

    Aktivitas perdagangan kripto dalam dolar AS juga meningkat 20% menjadi US$ 134 miliar selama 24 jam sebelumnya. Peningkatan aktivitas sebagian disebabkan oleh para investor yang bersiap untuk peningkatan The Merge Ethereum akhir pekan ini.

    bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

    Namun, data inflasi AS Agustus yang tinggi membuat semua berubah. Dalam empat jam terakhir, lebih dari US$ 329 juta posisi price in investor pada Bitcoin di pasar derivatif telah dilikuidasi dengan sekitar 75% dari itu berasal dari posisi BTC long versus short, menurut Coinglass.

    Saham perusahaan yang memegang bitcoin di neraca mereka seperti Marathon Digital (MARA), Coinbase Global (COIN), Block (SQ) dan MicroStrategy (MSTR) telah jatuh dan semuanya menunjukkan kerugian antara 7% dan 12% pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/9) lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inflasi CPI AS Turun di Bulan April, Bitcoin Sempat Naik di Atas US$ 28K

    Harga Bitcoin (BTC) sempat tembus ke level US$ 28.000 pasca perilisan data Consumer Price Index (CPI) atau tingkat inflasi tahunan AS yang melambat menjadi 4,9% pada April 2023. Setelah beberapa hari gagal menghasilkan pergerakan substansial, Bitcoin akhirnya mengalami beberapa volatilitas setelah AS mengumumkan data CPI untuk bulan April.

    Estimasi CPI AS bulan lalu mencapai 5%. Pada kenyataannya, kenaikan tahunan sedikit lebih rendah – sebesar 4,9%. Ini juga merupakan penurunan bulanan dibandingkan dengan angka bulan Maret, ketika CPI mencapai 5%.

    CPI Inti, yang tidak termasuk sektor yang lebih bergejolak seperti makanan dan energi, memenuhi ekspektasi dengan kenaikan 5,5% YoY. Saat ini semua mata di AS dalam beberapa minggu terakhir terfokus pada anggaran fiskal 2024 serta utang negara.

    Bitcoin Naik

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Kenal Open Campus (EDU), Token Blockchain Pendidikan Basis Web3

    Mendapat dorongan inflasi AS yang melambat, Bitcoin bereaksi dengan lonjakan harga langsung dari US$ 27.500 ke grafik tertinggi multi-hari di atas US$ 28.000. naik 2% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, harga ETH juga naik di atas $1850, naik 2% dalam 24 jam terakhir.

    Pasar kripto yang lebih luas telah mengikuti dengan harga altcoin utama Cardano, XRP, Solana, Dogecoin naik lebih tinggi.

    Dengan pendinginan CPI di bulan April, Indeks Dolar AS (DXY) turun di bawah 101,50. Penurunan terus-menerus, terutama ke 101, menegaskan momentum bullish dalam Bitcoin menjadi US$ 30.000, dengan aset kripto lain termasuk Ethereum akan mengikuti.

    Meski sempat melonjak, harga Bitcoin saat ini sekitar US$ 27.529 pada Kamis (11/5) pukul 10.00 WIB. Ethereum (ETH) juga diredam pada US$ 1.833, menurut Coingecko. Top kripto lainnya seperti Cardano dan Dogecoin juga turun 0,2% dan 0,5%.

    Perdagangan Kripto Datar

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Warren Buffett Jual Saham US$ 13,3 Miliar, Hal Baik bagi Bitcoin & Kripto?

    Sementara Laporan CPI AS memberikan dukungan BTC singkat, sentimen terhadap kebijakan moneter Fed dan berita tentang pembongkaran BTC oleh Pemerintah AS membebani selera investor. Analis memperkirakan IHK tahunan AS April stabil di 5%, dengan inflasi inti , tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik menjadi 5,5%.

    Meskipun menggabungkan lebih rendah, inflasi utama masih jauh dari target The Fed 2%. Inflasi inti sesuai ekspektasi, mencapai 5,5% per tahun dan naik 0,4% setiap bulan.

    The Fed mengatakan pada 4 Mei bahwa kenaikan suku bunga di masa depan akan bergantung pada data yang akan datang. Ini telah meningkatkan suku bunga sekitar 500 basis poin dalam 14 bulan terakhir. Laporan non-farm payrolls bulan lalu mengungkapkan kenaikan upah per jam yang dapat mendorong lebih banyak kenaikan.

    Menurut CME FedWatch Tool, kemungkinan kenaikan suku bunga Juni sebesar 25 basis poin turun dari 21,2% menjadi 5,0% sebagai respons terhadap Laporan CPI. Namun, peluang penurunan suku bunga Juni tetap di 0%.

    BTC perlu menghindari pivot US$ 27.604 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 28.358. Pengembalian ke US$ 28.000 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Aset Kripto Hijau, Harga Bitcoin Naik

    Tingkat inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) akhirnya melandai dan membuat performa market aset kripto mengalami kenaikan. Tidak hanya itu harga Bitcoin (BTC) sempat tembus level US$ 26.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

    Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 6% pada Februari 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Tingkat inflasi AS ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2023 sebesar 6,4 persen yoy.

    Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS Februari mencapai 0,4 persen, lebih rendah dari Januari 2023 dengan inflasi 0,5 persen. Angka ini berbeda dengan hasil konsensus IHK tahunan pada Februari 2023 yang diperkirakan naik 6 persen yoy, sedangkan IHK bulanan diperkirakan naik 0,4 persen.

    Market Kripto Hijau

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

    Data inflasi terbaru dari AS bersifat bullish bagi pasar kripto, karena dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk menghentikan suku bunga atau bahkan memangkasnya. Dan harga Bitcoin segera bereaksi. Pada saat data inflasi keluar, BTC menembus resistensi yang sangat penting di US$ 25.200 dan mencapai US$ 26.278.

    Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami penurunan setelah laporan pekerjaan AS yang beragam baru-baru ini dan masalah perbankan terbesar sejak krisis keuangan besar pada tahun 2008. Karena masalah intrinsik sistem perbankan dengan pemerintah AS obligasi dan “Bank Term Funding Program” baru dari Federal Reserve (Fed) AS, ekspektasi dovish telah meningkat secara besar-besaran.

    Melalui program baru, The Fed menyelamatkan semua bank. Mereka dapat menjaminkan obligasi Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang saat ini merugi kepada Fed dengan harga beli saat itu, bukan nilai pasar saat ini dan menerima uang tunai sebagai imbalannya. Bagi banyak pelaku pasar, ini berarti Fed sekali lagi menghidupkan mesin pencetak uang sementara DXY bersiap untuk penurunan lebih lanjut.

    Reli Melandai

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Analisis Harga Cardano (ADA) Pasca Raih TVL Tertinggi Sepanjang Masa

    Reli market kripto kini telah melandai. Harga Bitcoin kembali ke posisi di kisaran level US$ 24.000. Terpantau pada situs CoinMarketCap, BTC hanya mengalami kenaikan 2,05% dalam 24 jam terakhir dengan harga US$ 24.756.

    Aset kripto yang lebih kecil juga melonjak dan kemudian jatuh kembali sepanjang hari, termasuk Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Polygon (MATIC) dan Polkadot (DOT). ETH, Dogecoin, Polygon, dan Polkadot semuanya turun antara 1-2%.

    “Saya pikir itu adalah kemunduran yang sehat setelah reli khusus kripto yang euforia,” Riyad Carey, analis riset di firma data kripto, Kaiko dikutip CoinDesk.

    “Saya masih terkejut betapa cepatnya pasar mengabaikan peristiwa akhir pekan.”

    Carey menyoroti bahwa pasar masih tidak likuid, yang “membuat semua pergerakan ini lebih tajam.” Sementara itu, berita tentang jet tempur Rusia yang bertabrakan dengan drone Angkatan Udara AS di atas Laut Hitam, “menambah beberapa kegelisahan di semua pasar,” tambahnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin dan Ethereum Naik Imbas Laporan CPI Inflasi AS Melambat

    Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price index (CPI) yang menunjukan inflasi melambat selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.

    Dilaporkan Coindesk, Bitcoin sempat tenggelam dalam satu jam pertama setelah rilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis CPI Januari, yang menunjukkan data naik 6,4% dibandingkan proyeksi 6,2%. Kemudian, BTC kembali di atas US$ 22.000 atau sekitar Rp 334 juta (kurs dolar AS Rp 15.191) dan ETH naik ke level US$ 1.549 (Rp 23 juta), posisi yang telah hilang lima hari lalu.

    Bitcoin dan Ethereum tetap stabil, karena indeks saham utama seperti S&P 500 naik tipis sekitar 0,04%. Aset kripto lainnya, termasuk Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE), keduanya naik tipis, menikmati kenaikan 1,7% dan 0,1% pada saat data CPI Januari rilis.

    Pasar Kripto Berusaha Naik

    Data CPI naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari, tanda yang berpotensi negatif dari aset berisiko seperti kripto pada tahun 2023 karena The Fed mencoba menjinakkan inflasi melalui kampanye kenaikan suku bunga.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

    “Laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini, meskipun tidak jauh lebih tinggi, ini menambah argumen potensial ‘lebih tinggi untuk lebih lama’ yang telah didorong oleh Fed,” Kepala Riset di IntoTheBlock, Lucas Outumuro dikutip Decrypt .

    Laporan CPI bulan lalu menunjukkan harga turun 0,1% pada bulan Desember, membawa tingkat inflasi tahunan turun menjadi 6,5%. Tetapi harga naik 0,5% pada bulan Januari di semua item setiap bulan. Kenaikan CPI bulanan terbesar berasal dari makanan, bensin, dan tempat tinggal, yang menyumbang hampir setengah dari inflasi di bulan Januari.

    Menunggu Respons The Fed

    The Fed telah mengikuti perubahan data CPI dengan cermat untuk mengukur seberapa efektif kenaikan suku bunganya dalam mendinginkan ekonomi, dengan tujuan menurunkan inflasi ke target 2%. Tapi itu juga mempertimbangkan faktor lain saat membentuk kebijakan moneter, seperti kekuatan pasar tenaga kerja AS.

    Anggota The Fed memilih dengan suara bulat bulan ini untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase ke kisaran target 4,50% hingga 4,75%, mendorong bank sentral AS untuk memberikan kenaikan suku bunga kedelapan sejak menaikkan suku bunga dari mendekati nol Maret lalu.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: BLK 2023: Tips Investasi Aset Kripto Bagi Pemula yang Aman

    Suku bunga yang lebih tinggi telah membuat kripto dan aset berisiko lainnya seperti saham menjadi kurang menarik, jika dibandingkan dengan aset yang lebih konservatif seperti obligasi, yang memiliki potensi kenaikan yang lebih kecil tetapi didukung oleh pemerintah dalam hal keuntungan.

    Banyak investor mencari tanda-tanda yang menunjukkan bahwa The Fed dapat segera beralih dari pengetatan ekonomi ke mempertahankan suku bunga atau bahkan merangsang pertumbuhan dengan memangkas suku bunga akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin dan Ethereum sama-sama naik lebih dari 25% sejak awal tahun, pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Januari telah memperkeruh pembacaan investor tentang kenaikan suku bunga di masa depan dari Fed, dan kripto menghadapi tantangannya sendiri di tengah pengetatan regulasi dari Securities and Exchange Commission (SEC).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Market Kripto Turun dan Proyeksi Setelah CPI Januari 2023 Rilis

    Setelah menghadapi peningkatan harga yang cukup tajam, akhirnya market kripto kembali alami koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Ada berbagai alasan mengapa pasar kripto kembali lesu dan membuat investor kurang bergairah untuk melakukan akumulasi.

    Menurut data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) telah turun sekitar 5,91% dari kenaikan tertinggi pada bulan Januari lalu di level US$ 24.165. Pada Selasa (14/2) pukul 08.00 WIB, harga BTC terpantau berada di posisi US$ 21.771 dengan penurunan 4,44% dalam tujuh hari terakhir.

    Tim Riset Tokocrypto mengatakan penurunan dan volatilitas pasar kripto yang tinggi akhir-akhir ini disebabkan oleh kombinasi antara kekhawatiran investor atas peningkatan penegakan peraturan di Amerika Serikat (AS) dan data laporan Consumer Price Index (CPI) alias Indeks harga konsumen AS bulanan Januari 2023 yang akan mengukur tingkat inflasi. Disamping itu, investor tengah membukukan keuntungan setelah kinerja Bitcoin pada bulan Januari yang luar biasa.

    “Tndakan US Securities and Exchange Commission (SEC) terhadap Kraken dan Paxos Trust dan rumor pelarangan staking kripto di AS dapat diterjemahkan menjadi penurunan lebih lanjut untuk Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas. Melihat situasi itu, mendorong investor untuk mulai melakukan aksi jual untuk mendapatkan untung dari kenaikan harga di Januari lalu. Akhirnya BTC mencapai penurunan dalam posisi terendah dalam tiga minggu terakhir,” kata Tim Riset Tokocrypto. 

    bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

    Serangkaian kabar buruk tersebut cukup untuk kembali melemahkan harga kripto. Saat ini kemungkinan besar investor masih takut dan khawatir imbas dari perkembangan regulasi kripto di AS yang belum menunjukan hal positif. 

    Meskipun terjadi penurunan harga pada sebagian besar aset kripto, sentimen pasar kripto masih terjaga dan stabil. Hal tersebut terlihat dari pergerakan sideways pada Bitcoin Fear and Greed Index di area level 48-58 masih dalam kategori Neutral.

    Sentimen Pasar Terhadap CPI

    Investor tengah bersiap menghadapi agenda penting yang diyakini akan menjadi pemicu terjadinya volatilitas tinggi pada pasar kripto. Laporan CPI yang akan diumumkan Selasa, 14 Februari 2023, pukul 20.30 WIB.  Naik atau turunnya CPI Januari 2023 ini menjadi salah satu indikator makro yang biasanya mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin (BTC) dan market kripto.

    Sejumlah lembaga memperkirakan CPI bulanan Januari 2023 naik di kisaran 0,5%.  Bila prediksi ini benar, hal tersebut akan menandai kenaikan terbesar CPI bulanan dalam tiga bulan terakhir. Peningkatkan bulanan ini akan memperlambat tingkat kenaikan tahunan dari 6,5% pada Desember menjadi 6,2% pada Januari. Sedangkan core CPI diperkirakan akan naik 0,3% di Januari, lebih rendah 5,4% secara YoY berbanding 5,7% di bulan Desember.

    Data CPI ini kerap menjadi indikator pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lain. Bila CPI aktual lebih rendah dari perkiraan para ekonom, harga kripto biasanya akan mengalami kenaikan. Namun, bila kenaikan lebih tinggi atau sama dengan perkiraan, pasar kripto biasanya bereaksi negatif.

    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

    Baca juga: Analisis Potensi Kenaikan Harga Bitcoin Jelang Laporan CPI Terbaru

    “Berdasarkan data perilisan CPI dalam enam bulan terakhir, ada korelasi kuat yang antara hasil prediksi CPI dengan pergerakan harga Bitcoin. Bila hasil CPI lebih rendah dari prediksi, harga BTC akan mengalami kenaikan. Sedangkan bila CPI sesuai atau melebihi prediksi, harga BTC dan market kripto akan turun,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

    Analisis Teknikal Bitcoin

    Dalam analisis teknikal, volatilitas Bitcoin dalam jangka pendek mungkin tetap tinggi dalam waktu dekat karena pelaku pasar menunggu data CPI. Menariknya, Bitcoin telah membuat golden cross pada daily chart dan death cross pada time frame mingguan.

    Hal tersebut menunjukkan bahwa tren jangka menengah pergerakan harga Bitcoin tetap negatif, tetapi tren jangka pendek bisa menandakan perubahan haluan. Tekanan jual yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebab terjadi penurunan harga Bitcoin. Hal tersebut terlihat dari penurunan yang terjadi pada relative strength index (RSI).

    Level support terkuat Bitcoin berada di posisi US$ 21.480 atau sekitar Rp 326 juta. Sementara, bila hasil CPI positif untuk BTC, akan membuka pintu untuk kemungkinan reli hingga US$ 23.500 (Rp 357 juta).

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi terkait analisis pasar yang bertujuan sebagai edukasi, bukan saran finansial.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Potensi Kenaikan Harga Bitcoin Jelang Laporan CPI Terbaru

    Harga Bitcoin (BTC) memang tengah terpuruk, namun laporan data Consumer Price Index (CPI) alias Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Selasa, 14 Februari 2023 malam WIB bisa menjadi sentimen pendorong kenaikan selanjutnya.

    Pasar kripto memiliki periode bullish di awal tahun, tetapi risiko regulasi dan ketakutan The Fed masih akan menjadi hambatan, membatasi keuntungan jangka pendek. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mengambil sikap keras terhadap bursa kripto, Kraken, menempatkan sektor aset kripto secara keseluruhan di bawah tekanan. Sebuah langkah yang menyebabkan kerugian dua digit untuk beberapa aset kripto.

    Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 untuk harga pertama dalam tiga minggu di tengah kabar suram ini, dan pangsa pasar kripto turun lebih dari US$ 40 miliar. Untuk menambah bahan bakar pendorong, pada 14 Februari nanti, data CPI atau inflasi AS bulan Januari diharapkan bisa menaikan harga Bitcoin dan altcoin lainnya.

    Optimis Data Inflasi Positif

    Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

    Alex Krüger, seorang ekonom dan investor mengklaim bahwa Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mungkin memiliki potensi penurunan tambahan, tetapi reli kripto baru sudah dekat. Krüger mengklaim bahwa penurunan harga kripto adalah reaksi logis atas penutupan layanan staking Kraken oleh SEC. Tetapi menurut ramalannya, pasar kripto mungkin pulih segera setelah beberapa hari berikutnya.

    “Pandangan pasar kripto cepat. Belum nambah size. Pikirkan bull run berikutnya dimulai dengan CPI atau akhir bulan. Bitcoin dan ETH masih memiliki level putaran di bawah untuk dilindas. Tidak stres tentang pasar juga. Lihat ini sebagai kemunduran yang sehat. Aktifkan sentimen bearish penuh hanya jika CPI mengalahkan 0,2%,” kata Krüger.

    CPI adalah statistik yang sering diamati karena investor menginterpretasikan data baru sebagai tanda apa yang akan dilakukan The Fed selanjutnya untuk melawan inflasi. The Fed dapat memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga yang agresif sebagai tanggapan atas laporan CPI yang berada di bawah ekspektasi konsensus, yang biasanya ditafsirkan sebagai indikator bullish.

    Analisis Teknikal

    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

    Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

    Tim Riset Tokocrypto menjelaskan banyak analis berharap ada penurunan 0,4% dalam CPI untuk Januari menjadi 6,1% dari 6,5%. Data inflasi ini akan digunakan oleh The Fed untuk menetapkan suku bunga. Dengan begitu peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuannya bulan depan semakin terbuka lebar.

    “Diharapkan apabila tingkat inflasi AS mengalami penurunan, Bitcoin kembali menghijau. Ini akan merangsang market kripto bergerak reli untuk menembus kerugian sebelumnya,” tulis analisisnya.

    Dari segi analisis teknikal, candle weekly Bitcoin ditutup merah dengan penurunan sebesar 5,32%. Penutupan mingguan tersebut melihatkan tingginya aksi jual. Ini juga menjadi sinyal adanya penurunan kekuatan dari laju naik Bitcoin.

    Relative strength index (RSI) masih bergerak sideways di area oversold, belum ada pergerakan agresif setelah penurunan tajam. BTC masih bersusah payah untuk kembal rebounce ke level US$ 22.000. Level support terdekat BTC pada level US$ 21.437, ini penting untuk menjaga sentimen bullish Bitcoin.

    Proyeksi bila data inflasi AS sesuai prediksi hasilnya positif adanya penurunan, laju Bitcoin bisa kembali naik untuk tembus level US$ 22.000 atau sekitar Rp 335 juta. Kemudian kuat untuk menargetkan kenaikan capai level US$ 22.437.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com