Tag: Crypto Winter

  • Andreessen Horowitz: Crypto Adalah “Masa Depan Keuangan”

    Adopsi pada kripto kembali hadir dari institusi yang memberikan sentimen positif tambahan untuk mengimbangi sentimen negatif yang terus berdatangan akibat pelarangan penambangan Bitcoin di China dan juga masalah USDT.

    Belum lama ini, perusahaan modal ventura besar Andreessen Horowitz, mengumumkan peluncuran Venture Fund crypto baru senilai $ 2,2 miliar pada hari Kamis lalu.

    Baca Juga: CEO Celsius: Elon Musk Hanya Turis Di Dunia Crypto

    Chris Dixon, Katie Haun, dan Ali Yahya, mitra di tim crypto di Andreessen Horowitz, menjelaskan  produk Fund baru dalam postingan blog berjudul “Crypto Fund III.” Mereka menulis:

    “Ukuran dana ini menunjukkan besarnya peluang yang ada di hadapan kita: crypto bukan hanya masa depan keuangan tetapi, seperti halnya internet di masa-masa awal, ini siap untuk mengubah semua aspek kehidupan kita.”

    Mereka melanjutkan, “Fund ini memungkinkan kami untuk menemukan generasi berikutnya dari pendiri crypto visioner, dan berinvestasi di bidang crypto yang paling menarik.. Kami berinvestasi di semua tahap, mulai dari proyek tahap awal hingga jaringan tahap selanjutnya yang dikembangkan sepenuhnya.”

    Haun mengatakan kepada CNBC bahwa Fund tersebut bukan Hedge Fund tetapi Venture Fund. Dia mengklarifikasi bahwa Fund tersebut akan diinvestasikan dalam token dan protokol serta bisnis.

    Fund yang berfokus pada crypto pertama perusahaan diluncurkan tiga tahun lalu selama “Crypto Winter” ketika nilai Bitcoin anjlok sekitar 80% dari level tertinggi sepanjang masa di tahun 2017.

    Para mitra merinci lebih lanjut:

    “Kami percaya bahwa gelombang inovasi komputasi berikutnya akan didorong oleh crypto. Kami sangat optimis tentang potensi crypto untuk memulihkan kepercayaan dan memungkinkan jenis tata kelola baru di mana komunitas secara kolektif membuat keputusan penting tentang bagaimana jaringan berkembang, perilaku apa yang diizinkan, dan bagaimana manfaat ekonomi didistribusikan.”

    Baca Juga: 5 Crypto dengan Kabar Potensial Saat Transisi Bulan Juni ke Bulan Juli

    Mereka juga menekankan bahwa Itulah mengapa hari ini mereka dengan senang hati mengumumkan Fund baru senilai  $2,2 miliar untuk terus berinvestasi di jaringan crypto dan para pendiri serta tim pengembang di industri tersebut.

    Tentu saja, pandangan dan langkah baru dari perusahaan sekelas Andreessen Horowitz akan menjadi pedoman positif tersendiri bagi masa depan crypto yang akan kita lihat mungkin dalam beberapa bulan, atau tahun kedepan. Kita tunggu saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Institusi Tingkatkan Alokasi Dana Investasi Selama Crypto Winter

    Investor institusi dilaporkan meningkatkan alokasi mereka selama crypto winter, menurut survei yang disponsori oleh exchange, Coinbase. Hasil survei ini menunjukkan bahwa prospek kripto dalam jangka panjang tetap positif.

    Coinbase menerbitkan temuan dari survei yang disponsorinya untuk memahami bagaimana pembuat keputusan di institusi AS memandang aset digital. Survei dilakukan secara independen oleh Institutional Investor Custom Research Lab antara 21 September dan 27 Oktober.

    Sebanyak 140 investor institusional di AS berpartisipasi dalam survei tersebut, mewakili sekitar US$ 2,6 triliun aset yang dikelola. Coinbase tidak terlibat dalam mencari responden.

    “Investor institusi meningkatkan alokasi mereka selama crypto winter, dengan banyak yang menggunakan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan membangun masa depan,” ungkap dalam laporan tersebut.

    Potensi Jangka Panjang

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

    Dikutip Bitcoin.com, 62% investor yang saat ini berinvestasi di kripto meningkatkan alokasi mereka dalam 12 bulan terakhir (vs. 12% yang menurunkan alokasi mereka). Ini adalah bukti bahwa investor institusi terus mengambil pandangan jangka panjang dari kelas aset bahkan ketika harga telah turun.

    Sementara, 58% investor berharap untuk meningkatkan alokasi mereka selama tiga tahun ke depan. Mayoritas investor (59%) saat ini menggunakan atau berencana untuk menggunakan pendekatan buy-and-hold.

    Beberapa investor mengkategorikan aset digital sebagai komoditas nyata atau sebagai aset alternatif, lebih banyak investor yang membuat kategori mereka sendiri untuk kripto atau mengklasifikasikannya sebagai bagian dari inovasi atau teknologi baru. Ini juga merupakan bukti peluang jangka panjang yang mungkin muncul di masa depan

    Tetap Positif

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

    Sentimen keseluruhan terhadap aset digital tetap positif dengan 72% mendukung pandangan bahwa aset digital akan tetap ada dan 86% di antara yang saat ini diinvestasikan dalam kripto dan 64% di antara mereka yang berencana untuk berinvestasi.

    Mengingat iklim saat ini, ini adalah sinyal kuat penerimaan kripto sebagai kelas aset. Meskipun crypto winter, Coinbase mengatakan investor institusional masih bullish tentang kripto jangka panjang.

    “Prospek harga dalam jangka panjang tetap positif dengan 71% investor mengatakan bahwa mereka memperkirakan valuasi aset digital akan meningkat dalam jangka panjang,” jelas Coinbase.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

    Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

    Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

    Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

    Apa itu Altcoin?

    Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

    Apa itu Altcoin Season?

    Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

    Kapan Alt Season Terjadi?

    Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

    Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

    Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

    Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

    Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

    Apa Penyebab Altcoin Season?

    Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

    Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin. 

    Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

    Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

    tweet dogecoin elon musk 1

    Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

    Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

    Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

    1. Berdasarkan pengertian atau definisi

    Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

    2. Berdasarkan kondisi pasar

    Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

    3. Berdasarkan periode berlangsungnya

    Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

    4. Berdasarkan waktu terjadinya

    Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

    Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

    5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

    Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

    1. Ethereum (ETH)

    Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

    2. Cardano (ADA)

    Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

    3. Solana (SOL)

    Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

    4. Polkadot (DOT)

    Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

    5. Dogecoin (DOGE)

    Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

    Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

    Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin Prediksi Crypto Winter Segera Tiba

    Salah satu pendiri blockchain Ethereum, Vitalik Buterin, memprediksi bahwa crypto winter bisa segera tiba dalam waktu dekat. Pernyataan Buterin tersebut mencerminkan kondisi pasar kripto yang telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir.

    Market kripto sedang dalam tekanan bersama saham, karena investor memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengambil risiko mengingat kenaikan inflasi yang terus-menerus, rencana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Federal Reserve, dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

    Investor ‘Senang’ Nilai Kripto Turun

    Vitalik Buterin, menyatakan bahwa tren pasar yang menurun ini telah membuat sebagian orang senang. Bagi pengembang kripto penurunan nilai aset kripto yang berkelanjutan, dapat menghapus proyek-proyek yang kurang layak, sehingga menyisakan yang terbaik.

    analisa teknikal

    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin.

    Sementara, investor yang sudah kawakan senang menyambut penurunan harga karena ada potensi pembalikan sebelum naik lebih tinggi lagi. Mereka melihat ada celah untuk melakukan buy the dip, di mana investor melihat penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya.

    “Mereka menyambut tren pasar menurun itu karena ketika ada periode pembalikan harga juga akan naik cepat, ini jelas membuat banyak orang senang. Tetapi juga cenderung mengundang banyak kerugian jangka pendek karena ada spekulasi,” kata Buterin dikutip Bloomberg.

    Baca juga: Nilai Bitcoin Anjlok di Bawah $40.000 Bikin Investor Panik

    Crypto Winter Ciptakan Jutawan Baru

    Miliarder kripto berusia 28 tahun itu, juga mengatakan crypto winter yang membuat harga kripto mengalami penurunan besar-besaran, pada saat yang bersaman bisa menciptakan kenaikan signifikan, bahkan ada yang tembus rekor harga baru, setelah masanya usai. Kejadian ini juga mendorong munculnya para jutawan baru.

    “Crypto winter adalah ketika banyak dari project kripto tersebut jatuh dan Anda dapat melihat proyek mana yang benar-benar berkelanjutan dalam jangka panjang, baik dalam proyek independen maupun bekerja sama dalam orang lain,” ungkap Buterin.

    penyebab harga ethereum naik di tahun 2021

    Ilustrasi Ethereum.

    Buterin tidak yakin apakah pasar crypto sudah mengalami kerugian dari crypto winter yang baru, atau apakah itu hanya mencerminkan pergerakan aset lain, karena mata uang digital menarik lebih banyak investor arus utama. Ia juga menambahkan musim dingin kripto juga dapat membantu mereka yang sedang membangun proyek di kripto untuk fokus pada peningkatan teknologi.

    Pada saat berita ini ditayangkan pada Selasa (22/2), harga Bitcoin jatuh di bawah level support kuatnya di $39.600. Sementara, telah kehilangan 35% year-to-date, turun dari $3.722 pada awal Januari menjadi di bawah $ 2.532.

    Baca juga: 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Ethereum Dikritik Lambat dan Mahal

    Ethereum (ETH) sendiri sukses jadi koin kripto yang mengekor Bitcoin dalam 10 koin dengan kapitalisasi pasar di dunia. Hal itu dikarenakan ETH membuat teknologi yang lebih kuat beserta smart contract, sehingga banyak pengembang pun memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi DeFi (decentralized finance).

    Teknologi blockchain ETH banyak digunakan untuk minting NFT yang kini sedang tren di global hingga Indonesia. Artinya prospek ke depan akan semakin tumbuh seiring dengan token utilitas yang berjalan di jaringan ETH tersebut.

    Meski begitu, Buterin telah lama dikritik karena transaksi di Ethereum lambat dan mahal. Ethereum Foundation yang dipimpin Buterin telah melakukan upaya terbaru yang didedikasikan untuk meningkatkan skalabilitas blockchain dengan mungkin peningkatan paling penting dalam sejarah Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bahaya! Crypto Winter Disebut Bisa Kembali Hantam Pasar di 2026

    Pasar kripto kembali dibayangi kekhawatiran. Setelah Bitcoin menutup 2025 dengan kinerja negatif untuk pertama kalinya sejak 2022, analis memperingatkan bahwa Crypto Winter berpotensi kembali terjadi pada 2026.

    Peringatan tersebut disampaikan oleh Sean Williams, analis dari Motley Fool, yang melihat pola penurunan pasar kripto berulang setiap empat tahun, seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022. Menurutnya, tekanan terhadap aset kripto belum sepenuhnya berakhir.

    Dilaporkan BeInCrypto, Bitcoin tercatat turun lebih dari 6% sepanjang 2025, menutup tahun di level US$87.474. Padahal, aset kripto terbesar dunia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada awal Oktober 2025, terdorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.

    Rekap Tahun 2025: Tekanan Makro

    Namun, reli tersebut runtuh pada 10 Oktober 2025 setelah Presiden Trump mengumumkan tarif baru terhadap impor China serta ancaman pembatasan ekspor perangkat lunak strategis. Kebijakan itu memicu likuidasi lebih dari US$19 miliar, menjadi yang terbesar dalam sejarah kripto.

    Williams menilai, sejumlah katalis utama yang sebelumnya menopang pasar kini telah habis. Halving Bitcoin, kemenangan Trump, hingga pengesahan Genius Act disebut sudah “sepenuhnya tercermin dalam harga”.

    Bitcoin saat ini sudah lebih dari 30% di bawah level tertinggi 52 minggunya. Masalah terbesar kripto adalah tidak adanya katalis besar untuk tahun baru,” tulis Williams.

    Ia juga mengkritik tren strategi treasury Bitcoin yang dipopulerkan oleh Michael Saylor melalui Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Menurut Williams, banyak perusahaan kecil yang meniru strategi tersebut tidak terbukti menguntungkan, merugi, dan memiliki daya beli terbatas, sehingga sulit menopang permintaan Bitcoin.

    Selain itu, saham perusahaan pemegang Bitcoin dinilai diperdagangkan dengan premi tinggi terhadap nilai aset bersih (NAV), sesuatu yang dianggap tidak masuk akal di tengah kemudahan investasi melalui ETF Bitcoin spot.

    Turunkan Harga XRP Hingga $1

    Tak hanya Bitcoin, XRP juga mendapat proyeksi suram. Williams memperkirakan harga XRP bisa kembali jatuh ke US$1, dengan alasan sentimen positif seperti kemenangan Trump, penyelesaian kasus Ripple-SEC, dan persetujuan ETF spot sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Ia juga menyoroti adopsi XRP yang masih terbatas, dengan hanya sekitar 300 institusi keuangan, jauh dibandingkan lebih dari 11.000 institusi yang menggunakan SWIFT.

    Meski demikian, Williams melihat satu potensi positif di 2026, yakni kemungkinan banjir persetujuan ETF kripto spot. Tercatat sekitar 125 ETF kripto masih menunggu persetujuan regulator hingga pertengahan Desember 2025, termasuk untuk Avalanche, Cardano, dan Polkadot, yang berpeluang mendorong kinerja altcoin tertentu.

    Di sisi lain, sejumlah analis tetap optimistis. Mereka meyakini bull run dan alt season justru akan terjadi pada 2026, didukung pemerintahan AS yang pro-kripto, adopsi institusional yang berlanjut, pertumbuhan stablecoin, serta potensi penurunan suku bunga. Blockchain juga diprediksi akan semakin luas diterapkan di berbagai sektor sepanjang tahun ini.

    Meski pandangan pasar masih terbelah, satu hal jelas: 2026 berpotensi menjadi tahun penentuan bagi arah pasar kripto global.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com