Tag: crypto

  • Crypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Minat terhadap derivatif crypto melonjak, setelah investor dan sejumlah institusi menunjukkan demand pada pergerakan harga Bitcoin tanpa benar-benar harus memegang aset tersebut.

    Jumlah ETF Bitcoin yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) adalah contoh yang utama.

    Volume dan open interest dari Bitcoin Futures telah melonjak sejak peluncuran ETF pertamanya di ticker BITO.

    Produk ETF Bitcoin Futures, seperti exchange trade note (ETN) yang diluncurkan oleh Eurex, serta European derivatives exchange, merupakan produk utama yang memicu derivatif crypto untuk berkembang.

    Sementara itu, volume dari Bitcoin Options juga tak mau kalah! Menurut data yang dilansir oleh Skew, notional value dari Bitcoin Options telah bernilai 12 miliar dolar di crypto exchanges.

    Baca jugaUNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Pendorong Ekspansi Crypto

    Ekspansi didorong oleh pertumbuhan financial derivative di pasar over-the-counter (OTC) sebesar 40 persen per-tahun. Dan pada saat ini, kapitalisasi pasar crypto OTC keuangan terdesentralisasi (Defi) mencatat $140 miliar.

    Namun jika melihat perkiraan pasar derivatif yang berukuran lebih dari $1 kuadriliun, jumlah tersebut tidak ada apa-apanya. Menurut Bank of International Settlements, pasar derivatif OTC pada 2020 bahkan berhasil mencapai $15 triliun.

    Jumlah lonjakan yang berbeda tersebut, didorong oleh semakin ketatnya regulasi crypto akhir-akhir ini. Terlebih, Amerika Serikat belum lama ini juga mengumumkan akan memperketat regulasi aset digital tersebut.

    Sementara itu, peluncuran ETF Bitcoin Futures yang sukses adalah kesempatan emas bagi cryptocurrency untuk tumbuh lebih besar dalam derivatif crypto.

    Baca JugaEksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Inovasi dari ISDA

    Asosiasi Swap dan Derivatif Internasional (ISDA) mengembangkan standar untuk menyelesaikan dan menghapus derivatif digital. 

    Standar tersebut secara khusus dirancang untuk mengatasi hard fork (peningkatan teknologi blockchain) dan soft fork (blockchain yang ditetapkan berdasarkan aturan baru) yang dapat menyebabkan aset kripto yang dinilai secara tidak konsisten.

    ISDA mengelola derivatif crypto, dengan cara yang sama seperti mereka membenahi suku bunga, FX, komuditas, serta equity derivative.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Raih Untung! The Sandbox Bagi Ratusan Token Kripto SAND Gratis

    Sandbox bagi-bagi token kripto gratis secara cuma-cuma. Begini cara dapatnya!

    Belum lama ini, The Sandbox, meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn (P2E) baru dalam platform game mereka. Untuk merayakan peluncurannya, Sandbox bagi-bagi token gratis nih!

    Bagi kamu yang belum tahu, The Sandbox adalah platform berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna membuat, membangun, membeli dan menjual aset kripto dalam bentuk game. Dengan menggabungkan unsur decentralized autonomous organizations (DAO) dan non-fungible tokens (NFT), The Sandbox menciptakan sebuah platform terdesentralisasi untuk komunitas gamer

    Pada 29 November lalu, mereka meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn baru di mana para pemain akan memiliki sebuah kesempatan untuk menjelajahi The Sandbox Metaverse untuk pertama kalinya, dengan 18 social experience yang telah dibuat khusus oleh tim The Sandbox.

    Untuk meramaikan event tersebut, The Sandbox membagikan token Sandbox (SAND) senilai Rp 8.000.000.000 yang bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma walau sambil rebahan. Promo ini berlaku bagi para nasabah yang melakukan registrasi di Tokocrypto pada periode 8 Desember hingga 15 Desember 2021 pukul 23.59 WIB. Info selengkapnya bisa didapatkan [disini]. 

    Tokocrypto resmi memperdagangkan token Sandbox atau SAND sejak tahun 2020 lalu. Sebagai informasi, SAND merupakan token utilitas di bawah jaringan Ethereum ERC-20 yang sekaligus menjadi media pertukaran dalam Sandbox Metaverse.

    Token ini juga menawarkan pengalaman terbaik pada para pemain game The Sandbox, tanpa batasan kreativitas. Para pemegang token ini bisa menggunakan sebagai media pertukaran untuk membeli item di pasar, menyewa tanah dari pemain lain dan membayar fitur-fitur yang ada di game. Mereka juga dapat digunakan untuk membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game di blockchain Ethereum. Selengkapnya tentang campaign ini dapat dilihat disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Eksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Pada Rabu kemarin, Kepala Eksekutif dari enam perusahaan crypto telah bersaksi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR terkait penetapan crypto sebagai aset yang berbahaya.

    Sidang tersebut terkenal karena menjadi yang pertama di Capitol Hill yang fokus secara eksklusif pada cryptocurrency.

    Akibatnya, sebagian besar waktu sidang dipusatkan di sekitar Kongres, untuk mempercepat inti pembahasan utamadan memberikan kedua anggota parlemen serta panelis kesempatan untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap bagaimana peraturan di masa depan dapat mengguncang industri crypto.

    Baca jugaPlatform NFT Chilliswap Jajaki Industri GameFi

    Apalagi, setelah Amerika Serikat mengeluarkan peraturan ketat akan industri, cryptocurrecy yang sedang berkembang saat ini tengah terancam.

    “Tujuan hari ini adalah untuk mendengarkan, belajar, dan mengajukan pertanyaan,” kata Patrick McHenry, salah satu perwakilan dari Republican.

    Sidang diadakan oleh Perwakilan Maxine Waters, Demokrat California yang memimpin komite. Sebagai bagian dari upaya untuk memahami aset digital yang berkembang dengan sangat signifikan.

    Waters disini sangat menyayangkan The Fed yang hingga saat ini tidak memiliki “overarching regulatory framework” yang jelas kepada cryptocurrency.

    Penjelasan Eksekutif Tentang Manfaat Crypto

    Para eksekutif sering menanggapi dengan menjelaskan manfaat dari cryptocurrency.

    Menurut panelis, aset crypto sangat efektif dan efisien karena dapat mengurangi biaya pengiriman uang, memiliki transaksi yang cepat, serta menghilangkan kebutuhan akan central clearinghouses.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Travala, Buat Apa?

    “Segera kami percaya bahwa dolar di internet akan seefisien dan tersedia secara luas seperti pesan teks dan email,” kata Jeremy Allaire, CEO Circle, yang menerbitkan stablecoin utama.

    Mereka juga mencatat bahwa keuangan terdesentralisasi dapat membantu mengurangi faktor risiko seperti keserakahan oknum, kelalaian, bahkan bias dalam sistem keuangan.

    Sementara itu, cryptocurrency kembali menjadi agenda di Kongres lagi minggu depan. Senator Sherrod Brown selaku ketua Demokrat dari Komite Perbankan Senat, telah mengadakan sidang tentang stablecoin. Namun daftar saksi belum final.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Sandbox (SAND) praktis di luar radar bagi sebagian besar trader dan investor kripto, sebelum Facebook memutuskan mengubah namanya menjadi Meta. Bagaimana kekuatan fundamental Sandbox (SAND)? Apakah ini sekadar hype sesaat?

    Per Kamis (25/11/2021) SAND berada di peringkat ke-29 versi Coinmarketcap dan berada di peringkat ke-3 untuk kategori metaverse, di bawah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity Shard (AXS). Nilai pasar SAND cukup memukau di kisaran setara Rp105 triliun dengan penguatan 99,7 persen selama sepekan terakhir di harga Rp117 ribu.

    Sandbox (SAND) metaverse
    Kinerja kripto Sandbox (SAND).

    Di hari yang sama harga SAND mencetak rekor tertinggi baru di kisaran Rp121 ribu per SAND. Dalam rentang 30 hari harga terendah adalah Rp10.281.

    Sandbox (SAND) metaverse
    10 kripto teratas untuk kategori metaverse berdasarka versi Coinmarketcap.

    Kenaikan luar biasa ini setara dengan 1110 persen. Setahun lalu harga SAND terkesan tak dianggap, karena masih sangat murah, yakni Rp493.

    Baca jugaPecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Kripto Sandbox (SAND) Popular Gegara Metaverse?

    Kenaikan harga Sandbox (SAND) dan meningkatnya popularitasnya di pasar kripto dikait-kaitkan dengan istilah metaverse yang sedang naik daun. Ini cukup beralasan karena game yang interaktif plus avatar pengguna adalah satu unsur terpenting di dunia realitas virtual baru ini.

    Produk terpenting dari Sandbox adalah game virtual yang bagi sebagian besar sudah umum dan lazim. Sebab di dunia metaverse usungan ini menggabungkan blockchain, kripto dan NFT (non-fungible token) dalam satu tempat. Ia pun terbuka, membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

    Di dalam metaverse Sandbox pula penggunaan kripto adalah keharusan sebagai unsur ekonomi. Setidaknya dalam urusan jual beli tanah virtual, avatar premium dan lain sebagainya.

    Salah satu syarat metaverse bermutu lainnya terterapkan di Sandbox. Sebut saja fitur membuat game virtual sendiri, termasuk penyediaan tool keren untuk membuat avatar yang istimewa bagi masing-masing penggunanya.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Bandara AS Ini

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse sejatinya adalah perlanjutan istilah dari virtual realitas alias virtual reality di Internet. Wujudnya adalah dunia visual 3 dimensi yang mensimulasikan dunia nyata manusia. Para pengguna dan penghuninya ditampilkan dalam wujud avatar, baik yang identik atau menyerupai wajah aslinya.

    Kendati istilah virtual reality jauh dikenal sejak tahun 1980-an, namun istilah metaverse mulai digunakan cukup popular di novel karya Neal Stephenson, yakni Snow Crash (1992).

    Kemudian pada 30 Oktober 2021, Facebook mengumumkan mengganti nama perusahaan menjadi Meta, sebuah visi bahwa metaverse akan menjadi tema baru teknologi dan bisnis yang menjanjikan.

    Popularitas metaverse juga datang ketika penggunaan piranti lunak rapat daring seperti Zoom meningkat, karena pandemi memaksa kita bersua dalam jarak jauh.

    Untuk sebuah visi, setidaknya di atas kertas, metaverse menjadi istilah yang seksi, apalagi dilekatkan dengan kripto yang punya nada uang dan keuntungan. Metaverse dan kripto sejatinya membangun dunia ekonomi virtual yang baru.

    Bernilai US$1 Triliun Per Tahun

    Besarnya peluang pasar kripto di metaverse, Grayscale memprakirakan nilainya bisa meningkat menjadi US$1 triliun secara tahunan. Karena tema itu masuk kategori Web 3.0, sesungguhnya masih kalah jauh dengan Web 2.0 yang bernilai sekitar US$15 triliun saat ini.

    Metaverse adalah poros penting untuk mempercepat Web 2.0, termasuk kripto yang layak terus diikuti,” sebut Grayscale dalam ulasan khusus mereka pada 25 November 2021.

    Namun, di atas itu semua, jikalau usungan metaverse akan terus mengemuka, itu sekaligus tema persaingan baru, karena akan semakin banyak proyek kripto baru ataupun pemain lama di kelas aset ini masuk ke metaverse.

    Entah itu hype atau bukan, mimpi metaverse ala Meta dan Mark Zuckerberg adalah satu panggung pesta baru yang bisa menyesatkan ataupun sebaliknya. Sinyal waspada dan berhati-hati maksud kami.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Pasar Crypto DeFi Naik Tajam Sejak Juni

    Selama pandemi crypto DeFi kian diperhitungkan sebagai alternatif investasi cryptocurrency selain Bitcoin. Berdasarkan catatan dari DeFipulse bahwa pasar crypto DeFi sudah mengalami lonjakan hingga lebih dari 1.000% dari Juni hingga saat ini, dari $1 miliar menjadi $10,71 miliar.

    Salah satu hal yang membuat lonjakan nilai pasar crypto DeFi yang begitu besar adalah adanya investor yang menggelontorkan dananya dalam jumlah besar ke Compounds, YAM, Chainlink, Uniswap, Cream Finance, dan Melon.

    Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    Tiga Alasan Mengapa Investor Berbondong-Bondong Membeli Aset Digital DeFi

    • Menggunakan teknologi DeFi, seseorang bisa membangun smart contract dengan kode yang memfasilitasi tindakan perantara, termasuk mengelola dan menerima simpanan, menanggani pinjaman yang dijaminkan, dan melakukan likuidasi aset jaminan sesuai smart contract, jika nilainya mengalami fluktuasi.
    • Walaupun beberapa hari lalu mengalami koreksi harga karena dolar rebound danoverbought. Namun, koin-koin digital DeFi masih berada di tren bullish gegara investor DeFi meningkatkan pembelian aset mereka untuk sementara waktu.
    • Tingkat keuntungan dari bunga pinjaman cryptocurrency lewat platform DeFi lending lebih tinggi dibanding bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank tradisional.

    Konsep dari DeFi adalah untuk menghilangkan perantara dengan menggantikannya dengan kode smart contract dan menurunkan biaya layanan keuangan. Lantaran, mampu membagi beban kerja dan risiko saat memproses suatu transaksi karena tidak berpusat pada satu komputer saja melainkan ribuan komputer yang ada di berbagai belahan dunia sana. Sehingga, tidak ada otoritas yang mengendalikannya dan berbeda dengan sistem keuangan saat ini yang bersifat tertutup dengan adanya bank sentral sebagai pembuat kebijakan moneter.

    Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fundamental Avalanche, Pesaing Ethereum dalam Biaya Gas dan Kecepatan

    Avalanche (AVAX) terus menunjukan performa positif di bulan November 2021. Token nativ dari blockchain Avalanche ini naik lebih dari 100% dalam tiga pekan terakhir. Di akhir bulan Oktober, AVAX diperdagangkan di harga $69, dan pada perdagangan hari ini  AVAX berada di level $130.

    Kenaikan harga AVAX ini menunjukan bahwa performa jaringan blockchain Avalanche mulai diperhitungkan. Blockchain ini dinilai memiliki kecepatan tinggi dengan biaya gas yang murah. Banyak analis menilai, Avalanche merupakan pesaing dari Ethereum.

    Performa AVAX di tiga pekan terakhir membuat token ini hampir masuk dalam jajaran 10 besar aet kripto berkapitalisasi pasar terbesar. Token ini sekarang bernilai $134,74 dan memiliki kapitalisasi pasar $30,19 miliar. AVAX telah menginjak harga tertinggi sepanjang masa di level $146,22.

    Baca jugaSi Kembar Winklevoss Mengumpulkan Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Metaverse

    Fundamental Avalanche

    Avalanche bertujuan untuk menggeser Ethereum sebagai blockchain yang memiliki keunggulan dalam hal smart contract.  Blockchain ini memiliki output transaksi yang lebih tinggi hingga 6.500 transaksi per detik tanpa mengorbankan skalabilitas.

    Baca jugaPemulihan Pasar! Berikut Analisis Harga ADA, COTI, ICP

    Adapun, jaringan Avalanche terdiri dari tiga blockchain individu: X-Chain, C-Chain dan P-Chain. Setiap rantai memiliki tujuan yang berbeda, yang sangat berbeda dari pendekatan yang digunakan Bitcoin dan Ethereum, yaitu membuat semua node memvalidasi semua transaksi. Blockchain ini menggunakan mekanisme konsensus yang berbeda berdasarkan kasus penggunaannya.

    Bisakah Menggeser Ethereum?

    Kenaikan harga AVAX ini tak lepas dari cuitan CEO perusahaan manajemen investasi asal Singapura Three Arrows Capital, Zhu Su,. Ia  mentweet bahwa dirinya telah meninggalkan Ethereum meskipun sebelumnya ia merupakan pendukung dari jaringan tersebut.

    Meskipun demikian, pernyataan Zhu Su itu nampak bias, karena perusahaanya Three Arrows telah banyak berinvestasi di Avalanche. Bersama dengan Polychain Capital, Three Arrows memimpin putaran pendanaan senilai $230 juta di Avalanche pada bulan September.

    “Ethereum telah meninggalkan penggunanya meskipun mendukung mereka di masa lalu. Gagasan duduk-duduk sambil menyentak menonton pembakaran dan meramu tes kemurnian, sementara tidak ada pendatang baru yang mampu membeli rantai, itu menjijikkan, ” tweetnya hari ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

    Tether secara langsung membekukan 13 juta USDT terkait dengan peretasan dan memblokir sementara alamat dengan 20 juta sebagai tindakan pencegahan.

    Pertukaran lain berkomitmen untuk melacak dana, dan Silent Notary mengatakan mereka akan membakar semua token SNTR yang dirampok dan menggantinya dengan yang baru.

    Secara tidak langsung, ini telah menunjukkan masih pentingnya memiliki tingkat sentralisasi tertentu dalam sebuah protokol, sesuatu yang sangat krusial bagi keamanan dana crypto.

    Sentralisasi memang membawa risiko penyensoran, tetapi pengguna memiliki ketenangan pikiran bahwa suatu entitas akan menjaga kepentingannya. Padahal, jika terjadi masalah, dalam hal ini, korban bisa ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

    Sama halnya beberapa minggu lalu, dimana orang salah mentransfer BNB dan meminta bantuan ke CEO Binance untuk mengembalikan koin tersebut.

    Jika benar-benar terdesentralisasi, orang atau investor yang menyimpan koin di Kucoin akan hilang, sama seperti orang yang mentransfer BNB. Dan, tidak ada orang yang mengurus hal ini.

    Baca Juga: Singapura Memiliki Uang Digital, Indonesia Kapan?

    Inilah sebabnya mengapa banyak yang menganggap persetujuan ETF Bitcoin dan pembuatan layanan bagi investor institusional menjadi penting untuk seluruh ekosistem crypto.

    Bukan karena uang yang akan masuk, tetapi karena kepercayaan investor akan mengetahui bahwa uang mereka aman yang tentu saja menjadi alasan utama.

    Apakah hal dalam crypto yang masih muda ini memang memerlukan sentralisasi untuk keamanan yang lebih baik, mengingat banyaknya peretasan yang sulit diselesaikan karena sifat desentralisasi? Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Pada bulan Mei lalu, perusahaan antariksa SpaceX mengumumkan akan meluncurkan Satelit Dogecoin (DOGE) bernama DOGE-1 CubeSat ke orbit bumi. Satelit tersebut adalah misi riset kolaborasi dengan Geometric Energy Corporation (GEC).

    Satelit DOGE 

    Selain mengumpulkan data ruang angkasa melalui rangkaian sensor, CubeSat yang berbobot 40 kg tersebut dilengkapi dengan layar dan kamera untuk menyiarkan NFT yang akan dilelang selama misi berjalan.

    DOGE-1 akan menjadi misi antariksa dalam sejarah yang sepenuhnya dibiayai dengan DOGE. DOGE menjadi alternatif yang cepat dan aman bagi keuangan tradisional dan dapat menjadi alat tukar bagi semua penjelajahan antariksa di antara SpaceX dan GEC.

    Baca jugaGemini dan ChangeHero Dukung Shiba Inu (SHIB), Level US$$0,00006099 Jadi Penentu

    Menanggapi kerjasama ini, CEO GEC Samuel Reid berkata GEC dan SpaceX telah mengukuhkan DOGE sebagai alat tukar bagi bisnis luar angkasa setelah melakukan transaksi dalam skala besar.

    “Misi ini akan menunjukkan penerapan kripto di luar bumi dan menjadi landasan bagi perdagangan antar planet. Kami sangat senang meluncurkan DOGE-1 to the moon!” jelas Wakil Presiden Penjualan Komersial Space X, Tom Ochinero.

    Demi membantu membangun dan menjalankan sisi kripto dari misi DOGE-1. GEC menyatukan keahlian dan layanan data satelit CubeSat dari anak perusahaan GEC dengan solusi likuiditas pertukaran kripto dari Unizen.

    Misi ini memanfaatkan inkubator startup kripto ZenX yang membantu mempercepat penggarapan Protocol XI GEC dan menghubungkan infrastruktur antariksa dengan jaringan kripto.

    Baca jugaToken Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Berbicara soal gerakan ini. CEO Unizen, Sean Noga menjelaskan GEC adalah tim yang inovatif serta ambisius dengan visi yang memukau bagi masa depan dan keyakinan mendalam kepada kegunaan yang terus berkembang.

    “XI Protocol adalah terobosan cara infrastruktur antariksa terhubung dengan teknologi distributed ledger. Awalnya, teknologi ini akan memungkinkan layar tampilan luar angkasa berbasis satelit yang didorong oleh klaim token,” jelas Noga.

    Ia menambahkan, Unizen senang menjadi inkubator dan memperkenalkan XI Protocol GEC ke rekan-rekan strategis Unizen.

    Inkubasi XI Protocol GEC di ZenX menjadi contoh pionir kolaborasi sains dan teknologi yang memanfaatkan kripto untuk memajukan bidang penjelajahan ruang angkasa.

    Misi tersebut telah mendemonstrasikan kemampuan aset kripto seperti DOGE untuk mendanai proyek sebesar peluncuran kapal luar angkasa. Unizen dan GEC yakin kegunaan ini akan menjadi cetak biru besar bagi usaha berbasis kripto lainnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter: Tim akan Fokus pada Crypto, dApps, NFT dan Teknologi Blockchain

    Salah satu pendukung garis keras crypto, Jack Dorsey, tampak semakin berfokus pada teknologi crypto dan blockchain melalui salah satu perusahaannya, Twitter.

    Diketahui, Twitter bertekad untuk meningkatkan industri teknologi terdesentralisasi dan telah menciptakan tim crypto khusus yang berfokus pada pengembangan solusi untuk crypto, dApps dan DeFi.

    Insinyur Tess Rinearson akan memimpin tim. Sebelum bergabung dengan Twitter, Tess terlibat dalam pengembangan Tendermint Core, juga bekerja dengan Chain.com, Interchain Foundation, dan Cosmos.

    Baca jugaETH Dibakar, Bagaimana Harga Selanjutnya Untuk Ethereum?

    Seperti yang dijelaskan Tess Rinearson dalam sebuah utas, tim akan bekerja di bidang cryptocurrency, blockchain dan teknologi terdesentralisasi lainnya untuk menciptakan solusi yang tidak selalu terkait dengan domain keuangan.

    Tim berharap untuk menyempurnakan platform pemberian tip Bitcoin dan layanan bukti identitas yang diumumkan melalui NFT.

    Lebih jauh lagi, Rinearson berencana untuk bekerja pada dukungan untuk dApps dan solusi berorientasi identitas lainnya, kepemilikan aset dan pembangunan komunitas.

    Di bawah nama “Twitter Crypto,” tim akan bertanggung jawab untuk menangani semua yang terkait dengan Web 3.0, dan meskipun tidak ada daftar pekerjaan. Tess telah membuka DM-nya untuk siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek untuk melamar.

    Twitter mungkin adalah jejaring sosial paling ramah kripto di luar sana. Filosofi perusahaan sejalan dengan visi CEO Jack Dorsey bahwa Bitcoin dapat menjadi mata uang internet dan teknologi blockchain dapat merevolusi masa depan umat manusia.

    Baca jugaGame Blockchain Solana Siap-Siap Terima US$100 Juta

    Untuk mendorong pengembangan teknologi ini. Baru-baru ini Twitter telah menerapkan fungsionalitas untuk mengirim dan menerima tip dalam Bitcoin melalui Lightning Network. Inisiatif ini menempatkan Bitcoin di liga yang sama dengan bentuk pembayaran lainnya seperti Cash App, Patreon dan Venmo.

    Selain itu, Dorsey juga meluncurkan inisiatif Bluesky, yang berfokus pada desentralisasi jaringan sosial.

    Jack Dorsey membayangkan masa depan di mana pengguna dapat memilih apa yang mereka lihat di jejaring sosial dengan memilih algoritme rekomendasi favorit mereka, daripada mengandalkan satu perusahaan untuk mengendalikannya.

    Idenya sudah dikembangkan sejak 2019 tetapi belum diimplementasikan. Jika berhasil, Bluesky dapat menjadikan dirinya sebagai contoh jaringan sosial yang sukses secara global.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar PayPal Dukung Crypto, Buat Bitcoin Melambung ke $13.000!

    Berita PayPal yang akan mendukung mata uang crypto, membuat harga Bitcoin (BTC) melonjak naik dan sempat menginjakan kaki di harga $13.000 semalam. Sayangnya, konsolidasi terkait harga tertinggi BTC itu belum tuntas. Saat penulisan artikel, harga BTC berada di kisaran $12.765.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Harga BTC Dekati Nilai Tertinggi 2019

    Beberapa laporan dari Cointelegraph Markets, Coin360, dan TradingView menunjukan hari-hari terbaik sedang dialami Bitcoin. Pasalnya, Bitcoin melonjak lebih dari 7% hanya dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, BTC sedang dalam tahap konsolidasi dan mencari nilai resistance di bawah $13.000.

    PayPal Dukung Mata Uang Crypto

    Kenaikan harga Bitcoin ini digadang-gadang terkait dengan keputusan PayPal dalam mendukung mata uang crypto, seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH) tahun depan.

    Keputusan ini disambut beragam reaksi komunitas crypto. Beberapa ada yang mendukung keputusan PayPal. Namun, sebagian lainnya mengkritisi tujuan PayPal tersebut.

    Jika dilihat dari beberapa dokumen pernyataan terkait keputusan PayPal ini, perusahaan ini bertujuan untuk menjadi penyedia layanan penyimpanan mata uang crypto. Sayangnya, perusahaan ini akan membatasi cara/proses mata uang crypto tersebut keluar dan masuk platform PayPal.

    Meski begitu, sentimen pasar tetap positif terkait dengan kenaikan harga BTC. Koreksi harga diperkirakan akan terjadi dan banyak yang berharap BTC dapat menemukan level resistance dikisaran $12.500 ke atas.

    Baca Juga: Sukses Adakan Undian, Yuan Digital Sudah Ditransaksikan Senilai Rp19,2 Miliar!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com