Tag: cryptoasset

  • Bitcoin Dominasi Pasar Crypto Tahun 2020

    Pada perjalanan bulan ini, Bitcoin naik hampir 14% seperti nilai return awal tahun 2020. Pemulihan pada Bitcoin terjadi lebih cepat dibandingkan aset-aset tradisional dan menurut penelitian tren ini akan terus berlanjut.

    Dominasi Bitcoin pada Pasar Crypto

    Ethereum (ETH) berada di posisi atas minggu ini, dalam hal keuntungan yang didapat, dan Litecoin (LTC) memimpin demonstrasi sebelumnya, tetapi para peneliti di situs Blockchain.com mengantisipasi Bitcoin akan terus mendorong pergerakan harga keseluruhan di pasar cryptocurrency.

    Dalam newsletter bulanan terbarunya, pertukaran cryptocurrency dan penyedia dompet ini merangkum bahwa pasar crypto telah pulih sejak pertengahan Maret. Buletin tersebut juga menambahkan bahwa dominasi Bitcoin, yang saat ini ada pada 62,5 persen menurut Tradingview.com, akan terus meningkat sepanjang tahun ke depan.

    Penelitian yang dilakukan Blockchain.com tersebut mengkaitkan secara positif metric on-chain Bitcoin dengan hal ini dan menyatakan bahwa tingkat hash sudah mulai pulih, berkat pemulihan harga Bitcoin dan menurunnya penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan terhadap masalah yang berkembang baru-baru ini.

    Tingkat hash diperkirakan akan naik kembali lebih dari EH/s, yang tidak jauh dari puncak all-time mereka.

    Laporan tersebut juga menambahkan miners yang kurang efisien mungkin dengan terpaksa harus menjual lebih banyak bitcoin karena tingkat harga yang tertekan dan peristiwa halving yang akan datang kurang lebih 35 hari lagi.

    Baca juga: Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

    Di lain sisi, hal tersebut akan memiliki efek positif pada miners yang lebih “kuat” pada ekosistem mining ini, karena mereka mungkin akan menghadapi lebih sedikit tekanan dalam melikuidasi kepemilikan mereka, yang dapat menekan harga ke bawah.

    Metrik lain, seperti pita hash, juga menunjukkan bahwa tidak akan ada kapitulasi mining lebih lanjut dan miners yang “lemah” mungkin telah mematikan komputer mereka ketika menunggu pemulihan harga.

    Laporan ini juga mengaitkan teori ‘emas digital’ dan status Bitcoin sebagai nilai lindung makro pada performa Bitcoin ke depan. Kematangan blockchain, jika dibandingkan dengan aset digital lainnya dan lebih banyak fiat on-ramps merupakan faktor yang berkontribusi terhadap dominasi aset untuk tahun yang akan datang.

    Masih Menjadi Safe Haven

    Dalam newsletter tersebut disimpulkan bahwa bulan Maret lalu adalah salah satu bulan paling bergejolak dalam sejarah pasar keuangan. Bitcoin berhasil mengungguli ekuitas tetapi dikalahkan oleh meningkatnya harga emas yang menjadi Safe Haven teraman di dunia.

    Analis lain, seperti guru chart Willy Woo, masih mempertahankan pendapatnya mengenai Bitcoin sebagai sebuah Safe Haven. Dalam grafik terbarunya, ia membandingkan pertumbuhan nilai Bitcoin dengan aset lainnya dan perencanaan berdasarkan algoritma logis selama dekade terakhir.

    Terlihat  dalam grafik ini, setidaknya Bitcoin telah menjadi sebuah investasi yang lebih stabil dengan pertumbuhan nilai yang lebih besar bila dibandingkan dengan S&P 500 dan lahan yasan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dewan Penasihat Syariah Malaysia: Crypto Punya Potensi Besar

    Setelah Dewan Penasihat Syariah Malaysia mengizinkan perdagangan aset digital pada Juli 2020 lalu, pertumbuhan mata uang crypto di Malaysia tampak bullish. Warga Malaysia mulai terbuka menjadikan aset digital sebagai aset investasi.

    Dilansir dari The Malaysian Reserve, Dr. Modh Daud Bakar meyakini bahwa perkembangan aset digital termasuk crypto memiliki potensi yang sangat besar. Namun, tantangan yang saat ini harus dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai kelas aset. Sehingga menghambat adanya adopsi yang besar terhadap mata uang crypto ini.

    Baca Juga: Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Pasar Crypto DeFi Naik Tajam Sejak Juni

    Ketua Dewan Penasihat Syariah Komisi Sekuritas Malaysia tersebut juga menyampaikan bahwa hanya 2% warga Malaysia yang memiliki pengetahuan mengenai mata uang crypto. Hal ini disampaikan ketika menjadi pembicara di SCxSC Fintech Conference 2020 di Kuala Lumpur pada 6 Oktober 2020 lalu.

    Lebih lanjut, ia juga menambahkan saat ini mata uang crypto belum dianggap sebagai alat pembayaran yang sah menurut hukum agama di Malaysia. Di sisi lain, crypto secara resmi telah menjadi aset komoditas yang dapat diperjual/belikan, tetapi dengan syarat tidak mendukung sesuatu yang ribawi. Nilainya harus dapat diukur seperti emas dan perak.

    “Ini adalah alat tukar, dan kami tidak bisa menghentikan orang lain untuk menggunakan komoditas sebagai alat tukar. Ini sama baiknya dengan membeli tiket elektronik atau komoditas di pasar.”

    Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa adopsi aset digital di Malaysia akan membuka banyak area menarik lainnya. Termasuk potensinya untuk terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital dunia.

    Baca juga: Dewan Syariah Malaysia Izinkan Investasi dan Perdagangan Cryptocurrency

    Setelah kenaikan harga Bitcoin yang drastis pada 2017 silam, membuat perdebatan terkait izin mengenai crypto dalam hukum Islam. Dikutip dari Cointelegraph, CEO FinTek di Indonesia Matthew Martin berpendapat bahwa crypto lebih mungkin diizinkan berdasarkan hukum Islam dibandingkan dengan fiat. Mengingat crypto memiliki dasar Proof-of-work daripada hutang.

    Meskipun Malaysia merupakan negara sekuler, tetapi lebih dari 60% warganya mempraktikan Islam dalam sudut pandang bermasyarakat.

    Dengan adanya kejelasan regulasi dan hukum terkait crypto di malaysia, Dr. Bakar juga menambahkan,

    “Ini akan membuka peluang untuk memanfaatkan crypto sebagai komoditas atau sebagai investasi di perusahaan.”

    Saat ini, sudah ada tiga bursa pertukaran mata uang crypto berlisensi, seperti Luno Malaysia, Tokenize Malaysia, dan Sinegy Technologies.

    Informasi ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com