Tag: cuaca

  • 6 ‘Negeri di Atas Awan’ di Indonesia yang Menawan


    Jakarta

    Istilah “negeri di atas awan” merujuk pada lokasi yang tinggi sehingga awan tampak lebih dekat dan terkadang menyelimuti kawasan itu. Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

    Di Indonesia, ada tempat-tempat yang disebut negeri di atas awan karena menawarkan daya tarik sensasi dramatis dan keindahan alam yang menawan.

    Negeri di Atas Awan yang Ada di Indonesia

    Negeri di atas awan lokasinya ada di sekitaran dataran tinggi, pegunungan hingga puncak gunung. Tak heran, sehingga tempat-tempatnya sering dijadikan destinasi wisata.


    Berikut adalah beberapa tempat yang disebut sebagai negeri di atas awan di Indonesia versi detikTravel:

    1. Bukit Panyangrayan

    Lokasi: Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Traveler pernah mendengar nama Bukit Panyangrayan? Pesonanya di pagi hari bakal memanjakan mata travaler saat menikmati sunrise dari atas ketinggian. Bahkan saking indahnya, ada yang menjulukinya sebagai negeri di atas awan.Bukit Panyangrayan dengan pesonanya di pagi hari. (Dadan Kuswaraharja)

    Bukit Panyangrayan beralamat di Kampung Pramuka Sadaukir Kapunduhan Barumekar, Sukapura, Sukaraja, Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, untuk menuju lokasi waktu tempuhnya sekitar 30-40 menit.

    Bukit ini berada di ketinggian sekitar 350 mdpl (meter di atas permukaan laut). Dilansir situs Perhutani, Bukit Panyangrayan adalah wisata rintisan yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadaukir.

    Jika traveler ingin mencari sensasi melihat sunrise dan melihat Gunung Galunggung, disarankan untuk sudah di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Karena pada jam tersebut kabut begitu tebal, dan mulai menipis saat matahari beranjak naik sekitar mulai pukul 07.00 WIB.

    Di sana, traveler juga bisa berkemah. Di atas bukit saat malam hari, akan ada pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya.

    2. Dataran Tinggi Dieng

    Lokasi: Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/6). Kawasan dieng merupakan salah satu wisata pengunungan andalan di Jawa Tengah.File/detikFoto.Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Agung Pambudhy)

    Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan julukan negeri di atas awan Indonesia selanjutnya. Lokasinya ada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl. Di sana, traveler akan melihat samudra awan ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

    3. Puncak Lolai

    Lokasi: Toraja Utara, Sulawesi Utara.

    Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/7/2024). Pemerintah setempat melakukan penataan kawasan wisata alam tersebut agar lebih produktif serta ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/aww.Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Sakti Karuru/Antara)

    Dewa wsiata Lolai beralamat Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Desa Lolai Toraja berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

    Terkenal dengan sebutan negeri di atas awan, karena dari sana traveler bisa melihat hamparan awan di pagi hari. Terkadang, di sela-selanya juga akan terlihat puncak puncak gunung yang megah.

    Dari puncaknya, kita juga bisa melihat sunset dan sunrise dengan udara yang sejuk. Tentunya, hal ini membuat tempat ini memiliki banyak spot untuk diabadikan.

    4. Puncak B29

    Lokasi: Lumajang, Jawa Timur

    Puncak B29Puncak B29. (Lily Kusumawati/d’Traveler)

    Negeri di atas awan Jawa Timur dijuluki untuk Puncak B29 Lumajang. Alamatnya ada di Lokasinya berada di Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

    Puncak B29 memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Letaknya berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

    Mengutip situs pemerintah Kecamatan Sumber,Probolinggo, ada dua versi alasan di balik nama Puncak B29 ini. Pertama, huruf “B” artinya bukit dan angka 29 adalah nomor urutan dari jumlah bukit di sana.

    Untuk versi kedua, asalan nama puncak B29 yaitu karena penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (bahasa Jawa) dan dalam bahasa Indonesia artinya 29 mengacu pada ketinggiannya yang 2900 mdpl.

    Puncak B29 juga disebut Puncak Argosari, yang merupakan puncak tertinggi di kawasan gunung bromo. Makannya, dari sini kita akan disajikan pemandangan indah vegetasi khas gunung dan savanna.

    5. Puncak Citorek Gunung Luhur

    Lokasi: Banten.

    Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten. (Afif Farhan/detikcom)

    Citorek Gunung Luhur beralamat di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Banten. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar sekitar 80 km barat daya.

    Puncak Gunung Luhur memiliki ketinggian 1.037 mdpl. Pemandangan lautan awan yang menakjubkan bisa dilihat di pagi hari sekitar jam 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.

    Supaya tak melewatkan pemandangan tersebut, traveler disarankan untuk bermalam di puncak. Namun, pemandangan lautan awan juga bergantung jika kondisi cuaca sedang bagus.

    6. Puncak Wolobobo Bajawa Flores

    Lokasi: Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)

    Negeri di atas awan juga jadi julukan untuk Puncak Wolobobo yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Lokasinya ada di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

    Selain lautan awan yang menutupi lembahnya, puncak Wolobobo juga diapit oleh perbukitan hijau yang rimbun, hamparan kebun kopi yang tertata dan Gunung Inerie yang indah.

    Untuk mencapai spot foto utama dan melihat pemandangan yang menawan, traveler berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir. Di area puncak, traveler bisa sambil duduk menikmati kopi arabika khas Ngada gazebo dengan latar belakang Gunung Inerie dan Laut Sawu.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Banyak Ditemui di Tol Trans Jawa, Ini Cara Aman Nyetir di Jalan Beton



    Jakarta

    Jalanan dengan material beton banyak ditemui bahkan di jalan tol. Namun, masih ada anggapan saat lewat jalan beton ban mobil bisa lebih cepat aus. Begini cara aman nyetir di jalan beton.

    Di jalan tol seperti Tol Trans Jawa atau Trans Sumatera banyak ditemui jalanan beton. Penggunaan beton untuk material jalan didasarkan fakta bahwa tingkat durabilitasnya lebih tinggi dibandingkan aspal yang butuh pelapisan ulang secara berkala. Pemilihan beton sebagai material pembangunan jalan juga didasarkan pada kemampuan material ini dalam menahan rembesan air yang keluar dari permukaan tanah sehingga tidak mudah lapuk dibandingkan jalan aspal.

    Karakter ini sangat menguntungkan mengingat cuaca di Indonesia yang curah hujannya tinggi disertai tingkat kelembaban tinggi dengan risiko membuat aspal lebih cepat rusak. Apalagi jika ternyata sistem drainase jalan tidak optimal sehingga mengakibatkan genangan air.

    Banyak anggapan jalan beton bikin berkendara kurang nyaman karena traksi yang diberikan tidak seoptimal bahan aspal. Sehingga, pengemudi cukup kesulitan merasakan grip ban ke permukaan beton sekaligus lebih sulit dikendalikan.


    Juga ada anggapan bahwa jalan beton bisa menyebabkan ban mobil lebih cepat aus, khususnya pada jalan beton yang alur pembuangan air hujannya melintang (cross) alias memotong arah laju kendaraan.

    Kebisingan akibat gesekan ban terhadap jalan beton pun terdengar lebih tinggi. Ada pula anggapan jalan beton lebih panas ketimbang aspal. Tapi faktanya, baik jalan aspal maupun jalan beton sama-sama menyimpan panas di tengah cuaca siang hari yang terik.

    Cara Aman Lewat Jalan Beton

    Menurut Yagimin, Chief Marketing Auto2000, sebenarnya tidak ada bedanya berkendara di jalan aspal maupun jalan beton. Yang terpenting adalah kondisi ban kendaraan harus terjaga.

    “Pada dasarnya, tidak ada perbedaan mengemudi di permukaan jalan beton maupun aspal. Syarat utamanya, ban dalam kondisi optimal. Berikutnya tentu mengatur perilaku berkendara sesuai prinsip safety driving,” kata Yagimin dikutip dari siaran persnya.

    Untuk lebih aman lewat jalan tol bermaterial beton, kamu harus lebih fokus dalam melihat marka jalan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Gunakan jarak minimal 3 detik dengan kendaraan yang ada di depan untuk mengantisipasi potensi masalah.

    Menjaga jarak bertujuan agar pengendara bisa bertindak dan berhenti tepat waktu pada jarak yang tepat bila di depan ada kejadian bahaya. Apalagi di momen libur Lebaran, jalan akan padat lantaran banyak pengguna mobil yang pergi keluar kota untuk mudik atau wisata.

    Jangan lupa pula, sekarang sudah memasuki musim hujan. Begitu hujan turun, segera kurangi kecepatan untuk menjaga fokus berkendara dan ban mobil tidak kehilangan daya cengkeram ke jalan. Meskipun bukan aspal, tetap ada potensi aquaplaning kalau mobil melewati genangan air.

    Kunci dari mengemudi aman di jalan berbahan beton adalah penggunaan ban yang layak. Seperti telapak ban yang harus tebal sesuai aturan, tidak ada masalah seperti benjol di telapak atau dinding ban, apalagi kalau sampai terlihat kawat ban. Pastikan tekanan udara ban dalam perjalanan mudik sesuai rekomendasi pabrikan.

    Jangan lupa istirahat di rest area setelah mengemudi selama 2 jam. Selain memberikan ruang bagi pengemudi untuk istirahat, mobil juga bisa cooling down. Termasuk ban mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan beton yang panas.

    Sebelum berangkat mudik, pastikan lakukan perawatan kendaraan. Jangan segan untuk mengganti ban jika terdeteksi sudah tidak layak, seperti alur ban tipis atau dinding ban sobek, apalagi kalau sampai anyaman kawat baja terlihat.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi, Lengkap dengan Harga dan Fasilitasnya


    Jakarta

    Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Situ Gunung, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Jawa Barat. Sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, tempat ini menawarkan pengalaman seru bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam.

    Dengan panorama hutan hijau yang membentang luas, jembatan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil menguji adrenalin. Terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jembatan Gantung Sukabumi memiliki panjang sekitar 243 meter dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas tanah.

    Kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan, sambil menikmati pemandangan hutan tropis yang asri. Selain itu, destinasi ini juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung yang membuat perjalanan semakin nyaman dan menyenangkan.


    Lokasi dan Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi

    Jembatan Gantung Situgunung SukabumiJembatan Gantung Situgunung Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikcom

    Situ Gunung adalah tempat wisata alam terletak di Sukabumi yang menyimpan berjuta pesona dan keindahan. Di dalamnya, ada beberapa spot wisata populer. Salah satunya Jembatan Gantung Situ Gunung atau Situ Gunung Suspension Bridge.

    Jembatan Gantung Sukabumi berlokasi di Desa Wisata Gedepangrango tepatnya di Jl. Raya Situgunung KM 9, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Jembatan ini merupakan jembatan gantung tengah hutan, yang terpanjang di Asia Tenggara. Dikutip dari laman Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, jembatan gantung ini membentang sepanjang 243 meter, dengan lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.

    Apalagi, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki banyak keindahan alam. Adapun daya tarik jembatan ini yakni di sekitarnya (area Situ Gunung Sukabumi) terdapat beberapa spot wisata yaitu Air Terjun Curug Sawer dan Air Terjun Lembah Purba.

    Belum lagi, kita akan dimanjakan dengan pemandangan dari jalur gua, jalur pendakian, dan danau. Salah satu dari keindahan-keindahan tersebut adalah Kawasan Situgunung.

    Jembatan gantung memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain memacu adrenalin dengan berjalan di atas ketinggian, pemandangan sekitarnya pun sangat memukau.

    Di sekeliling jembatan, pengunjung akan melihat bukit hijau dan pepohonan tinggi. Suasana sejuk dan dingin akan menemani perjalanan selama berjalan-jalan di Situ Gunung. Selain itu, jembatan ini juga sangat instagramable untuk berswafoto bersama keluarga atau orang terkasih.

    Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Jembatan Gantung Sukabumi

    Tiket masuk ke Situ Gunung mulai dari Rp50-100 ribu. Tiket tersebut sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Selain masuk ke area, masuk ke Curug Sawer, juga ada fasilitas minuman dan camilan sebelum memasuki pintu masuk jembatan.

    • Harga tiket reguler: Rp 50 ribu
    • Harga tiket VIP: Rp 100 ribu
    • Harga tiket VVIP: Rp 150 ribu.

    Tarif tersebut bergantung dengan fasilitas yang didapatkan. Pengunjung dengan tiket reguler akan masuk ke area menuju jembatan dengan berjalan kaki. Namun jika membeli tiket VIP, pengunjung diantarkan ke lokasi utama dengan menggunakan mobil atau ojek secara gratis.

    Sebelum masuk ke jembatan gantung akan disuguhi welcome drink berupa bakso, kacang hijau, dan teh atau kopi panas. Sementara pengguna tiket VVIP tak jauh berbeda, tapi memperoleh makan siang di De’Balcone Resto.

    Jam operasional Jembatan Situ Gunung mulai dari pukul 07.00-16.00 WIB pada hari biasa. Lalu buka pukul 07.00-17.00 WIB ketika weekend dan waktu high season (libur panjang).

    Fasilitas Jembatan Gantung Sukabumi

    Jembatan Gantung Situgunung pertama kali dibangun di pertengahan tahun 2017. Proses pembangunan jembatan dilakukan secara manual dengan melibatkan warga lokal dan tenaga ahli dari Bandung.

    Dalam laman Kementerian Maritim juga disebut pembangunannya tidak menggunakan alat berat, namun bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, lebih tepatnya selama 4 bulan.

    Material yang digunakan Jembatan gantung Situ Gunung Sukabumi berbahan dasar kayu ulin. Bahan kayu ini digunakan karena memiliki banyak keistimewaan, seperti sifatnya yang tahan terhadap kelembaban dan perubahan cuaca dan air laut.

    Tekstur kayu ulin atau kayu besi dari Papua ini, sangat berat dan keras. Memiliki diameter yang lebar dan panjang, kayu ini tidak mudah dimakan oleh rayap.

    Saat menaiki jembatan, pengunjung juga akan diberi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh pengelola, berupa sabuk pengaman. APD ini wajib kita kenakan di pinggang saat berada di atas jembatan sebagai standar keselamatan. Saat terjadi guncangan, pengunjung harus mengaitkan sabuk ke ramp yang ada pada bagian sisi-sisi jembatan.

    Adapun fasilitas lainnya yang bisa digunakan pengunjung yakni ATM, pusat Kesenian dan Budaya, Musholla, Persewaan Alat, Selfie Area, Tempat makan, dan Wifi Area.

    Ada pula pengalaman wahana lainnya seperti Keranjang Sultan, Floating Lodge Danau Situ Gunung, Flying Fox, hingga paket wisata bermalam di Situ Gunung dari Glamping maupun Camping Ground.

    Dikutip dari laman Kemenkeu Tim KPPN Sukabumi, di area dalam jembatan ini terdapat banyak UMKM makanan dan minuman khas Sunda. Di antaranya cilok, combro, mie rebus, hingga aksesoris dan kerajinan tangan.

    Nah itulah tadi penjelasan soal jembatan gantung Sukabumi dengan lengkap. Jadi, kamu tertarik mengunjunginya?

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



    Bogor

    Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

    Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

    Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


    Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

    Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

    Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

    Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

    Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

    Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

    Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

    Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

    Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

    Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

    Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

    Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Hits di Boyolali, Bisa Berenang hingga Naik Wahana Seru!


    Jakarta

    Boyolali, Jawa Tengah punya sejumlah tempat wisata yang lagi hits dan ramai dikunjungi. Destinasi wisatanya bervariasi, traveler dapat menaiki berbagai wahana seru hingga berenang atau sekadar bermain air.

    Boyolali sendiri memiliki panorama mempesona yang tak kalah dengan wilayah lain di Jawa Tengah. View Gunung Merapi dan Merbabu yang kehijauan dapat terlihat jelas saat cuacanya cerah. Udara sejuk dan alam yang asri pun bikin traveler betah berkunjung ke Boyolali. Simak tempat wisatanya di bawah ini.

    Wisata Hits di Boyolali

    Berikut sederet tempat wisata di Boyolali yang lagi hits dan patut didatangi, merangkum Google:


    1. Cepogo Cheese Park

    Lokasi: Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 20.000-65.000

    Cepogo Cheese Park termasuk objek wisata ramah keluarga di bawah naungan Cimory Group. Di sana traveler dapat bisa melihat dan berinteraksi dengan hewan di Mini Zoo hingga menaiki wahana seru seperti Tractor Tour De Farm, Rainbow Slide, ATV, dan Gokart.

    Panorama di tempat juga nggak kalah loh, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu bisa terlihat saat cuacanya cerah. Suasana sejuknya pun bikin betah bermain-main seharian.

    Kalau lapar, traveler dapat bersantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Bisa juga mampir ke toko oleh-olehnya untuk membeli buah tangan berupa aneka makanan dan aksesoris.

    2. Merapi Garden Selo

    Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo

    Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: Senin-Jumat (09.00-20.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB)
    Tiket Masuk: Rp 5.000

    Berbagai bunga warna-warni bisa dijumpai di Merapi Garden Selo dan latar Gunung Merapinya mempercantik tempat ini. Ornamen seperti kincir angin hingga ayunan dapat dijadikan spot foto Instagramable.

    Panorama menawan di sini bisa dinikmati lebih lama sambil menyeruput kopi di D’Garden Cafe. Ada juga hidangan enak lain yang dapat dipesan untuk mengisi perut. Boleh reservasi aktivitas menarik seperti paralayang, outbound, dan jeep wisata kafe ini.

    3. Waduk Cengklik Park

    Waduk Cengklik Park, Destinasi Baru Wisata di BoyolaliWaduk Cengklik Park Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

    Lokasi: Gunungparan, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 20.000-75.000

    Sesuai namanya, Waduk Cengklik Park berada dekat dengan Waduk Cengklik Boyolali. Traveler dapat menjajal sejumlah wahana seru seperti trampolin, rainbow slide, monorail, hingga bom bom car.

    Anak-anak semakin betah karena di sini terdapat waterboom. Areanya yang dipenuhi miniatur tempat-tempat terkenal dunia juga bisa banget dijadikan spot foto estetik. Pesan tiket masuk bundling agar lebih hemat.

    4. New Selo

    Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tarif Parkir: Rp 3.000-5.000

    View Gunung Merbabu terlihat jelas di New Selo saat cuaca cerah. Puncak gunung hingga hutan lerengnya yang hijau sangat bagus dijadikan background foto.

    Singgah di beberapa warungnya juga boleh untuk menikmati panorama mempesona sambil ditemani minuman dan makanan hangat.

    5. Wisata Alam Panorama

    Wisata Alam Panorama BoyolaliWisata Alam Panorama Boyolali Foto: dok. Instagram @panoramaboyolali.official

    Lokasi: Desa Nepen Teras, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 10.000

    Kunjungi Wisata Alam Panorama kalau ingin bermain air di kolam bebatuan jernih yang airnya mengalir dari mata air alami. Pengunjung semua usia bisa berenang di sini karena terdapat kolam dangkal hingga sedang. Bisa juga melakukan ban tubing atau menyusuri aliran air menggunakan ban karet.

    Bosan bermain air dapat mencoba berkuda atau tangkap ikan. Ada juga paket outbound bersama rombongan. Jika tak ingin basah-basahan bisa bersantai di gazebonya. Tempatnya sejuk dan teduh lantaran berada di bawah pohon rindang.

    6. Desa Wisata Samiran

    Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam

    Kegiatan seru meliputi berburu sunrise, soft dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, hingga outbound dan wisata edukasi bisa dicoba saat ke Desa Wisata Samiran atau dikenal Dewi Sambi.

    Traveler juga dapat bermalam di sana lantaran terdapat banyak homestay dengan harga sewa terjangkau. Alam asri dan udara sejuknya cocok jadi tempat healing sejenak.

    7. Wisata Kali Talang

    Lokasi: Area Sawah Desa Nepen, Teras, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tiket Masuk: Gratis

    Kalau mau wisata gratisan di Boyolali bisa datangi Wisata Kali Talang. Traveler bisa bermain air atau berenang di aliran airnya yang bersih, cukup jernih, dan agak deras. Kalinya dangkal sehingga aman untuk anak-anak.

    Warga sekitar juga kerap memanfaatkan Kali Talang untuk tempat cuci baju hingga tikar. Jadi, jangan heran kalau berenang di sini sambil ditemani ibu dan bapak-bapak yang sedang mencuci.

    8. Simpang Paku Buwono VI

    Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng

    Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tiket Masuk: Gratis

    Simpang Paku Buwono VI bukan sekadar area alun-alun biasa. Pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dengan jelas ketika cuacanya cerah di sini.

    Sepeda listrik, delman, dan kuda dapat disewa untuk berkeliling Alun-Alun Selo, Boyolali yang indah ini. Di sekelilingnya juga banyak penjual makanan yang menjajakan berbagai menu memanjakan lidah.

    9. Taman Air Tlatar

    Taman Air Tlatar di BoyolaliTaman Air Tlatar di Boyolali Foto: Brigida Emi Lilia/d’traveler

    Lokasi: Jl. Pangeran Diponegoro, Dusun 2, Kebonbimo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 09.00-17.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 7.000

    Kunjungi Taman Air Tlatar kalau ingin berenang atau sekadar main air, melihat ikan, dan makan-makan. Kolam renang di sini ditujukan buat anak-anak. Sambil menyantap berbagai hidangan lezat di restonya, traveler bisa melihat ikan di kolam yang jernih. Ada juga taman hijau yang sejuk dan asri di sini.

    10. Omah Kita Selo

    Omah Kita SeloOmah Kita Selo Foto: dok. Instagram @omahkitaselo

    Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 10.00-19.00 WIB

    Panorama Selo, Boyolali amat disayangkan jika dinikmati hanya sehari. Traveler dapat bermalam di Omah Kita untuk pengalaman menginap yang terjangkau. Namun jangan salah, panorama yang disuguhkannya nggak murahan karena Gunung Merapi beserta lereng hijaunya terlihat jelas dari sini.

    Di Omah Kita juga terdapat kafe asik untuk nongkrong. Menu ramen katsu hingga paket sukiyaki dan steamboat bisa dipesan untuk mengganjal perut keroncongan.

    (azn/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lakukan 5 Hal Ini Setelah Mobil Dipakai Perjalanan Mudik


    Jakarta

    Servis mobil umumnya dilakukan sebelum perjalanan jauh, misalnya mudik. Namun perawatan mobil sebaiknya juga dilakukan usai melakukan perjalanan.

    Perawatan diperlukan agar kinerja kembali maksimal, apalagi setelah mesin mobil bekerja keras. Simak hal apa saja yang mesti dicek setelah kendaraan digunakan mudik pada uraian ini.

    Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Pakai Mobil Buat Perjalanan Jauh

    Mulai dari pencucian mobil, ganti oli, hingga perawatan bagian kaki-kaki mobil dapat dilakukan setelah mobil dipakai mudik. Dalam catatan detikcom, berikut penjelasannya:


    1. Cuci Mobil

    Mobil yang dipakai mudik biasanya akan lebih kotor akibat debu dan pasir yang menempel. Kotoran makin tebal seiring jauhnya perjalanan dan pergantian cuaca.

    Kotoran yang dibiarkan menumpuk, makin sulit untuk dihilangkan. Karena itu, pemilik mobil sebaiknya langsung mencuci mobilnya usai digunakan. Cuci mobil meliputi bagian eksterior, interior, karpet, dan jok mobil.

    2. Cek Kondisi Mesin

    Apabila mesin mobil dirasa tidak nyaman, segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya. Periksa keadaan mesin secara menyeluruh, mulai dari oli, gearbox, dan komponen penting lainnya. Bisa ganti oli jika diperlukan.

    Penting mengecek mesin kendaraan setelah mudik sebab selama perjalanan jauh biasanya komponen-komponen terus-menerus bergesekan. Hal ini membuat oli lebih cepat kotor dan kualitas fungsinya dapat menurun.

    3. Periksa Sistem Pendingin Mesin

    Sistem pendingin mesin mobil juga perlu dicek. Periksa apakah komponen tersebut bekerja dengan baik dalam menjaga suhu mesin tetap stabil pada temperatur ideal sehingga mencegahnya overheat.

    Pemeriksaan komponen sistem pendingin dapat diawali dengan mengecek volume air di tabung reservoir hingga coolant radiator. Pastikan kipas radiator, selang pendingin, sampai thermostat dalam kondisi optimal agar berfungsi dengan baik.

    4. Perhatikan Kondisi Ban

    Mobil umumnya mengangkut banyak penumpang selama mudik. Beban kendaraan semakin bertambah saat banyaknya beban saat perjalanan pulang. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kondisi ban.

    Pemilik mobil bisa memeriksa keadaan semua ban termasuk tekanan anginnya. Tambah tekanan angin jika berkurang. Ukuran rujukan umumnya dapat dilihat di pintu mobil pengemudi.

    Cek juga apakah kondisi ban sudah aus atau bocor. Jika terjadi keausan atau kebocoran, sebaiknya ganti ban dengan yang baru agar tidak mengancam keselamatan selama berkendara.

    5. Lakukan Spooring dan Balancing

    Jika mobil terasa bergetar atau tidak stabil saat digunakan, pemilik dapat melakukan spooring dan balancing. Spooring dilakukan untuk mengembalikan setelan kaki-kaki mobil. Sementara balancing berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada titik atas, bawah, kiri, dan kanan roda.

    Kaki-kaki mobil yang tidak seimbang bisa memicu kecelakaan. Perubahan sudut toe dan chamber dapat menyebabkan ban aus di bagian dalam atau luar. Oleh sebab itu, perlu adanya penyesuaian kembali posisi roda mobil supaya berkendara dengan nyaman dan mencegah hal-hal tak diinginkan.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ngabuburit Sambil Ngadem Dulu di Danau Ciperna Cirebon



    Cirebon

    Cuaca sedang panas membara. Traveler yang mau ngabuburit sambil ngadem sejenak bisa mampir ke danau Ciperna di Cirebon. Sudah pernah ke sini belum?

    Ada banyak cara untuk menunggu waktu berbuka puasa, salah satunya adalah dengan menghabiskan waktu di alam terbuka. Di Cirebon, ada salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan untuk menunggu waktu berbuka puasa, yaitu Danau Ciperna.

    Lokasinya berada tepat di area Lapangan Golf Ciperna yang luas. Memasuki area Danau Ciperna, pengunjung akan disuguhkan dengan rindangnya pepohonan yang banyak tumbuh di sekitar danau.


    Masuk lagi ke dalam, tampak danau Ciperna yang dipenuhi dengan air berwarna hijau. Di sekeliling danau itu, terdapat rerumputan dan juga bangku kayu yang menghadap langsung ke area danau.

    Meski letaknya tidak jauh dari Jalan Raya Cirebon-Kuningan, tetapi, udara di sekitar danau terasa adem. Ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi membuat suasana ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sana menjadi semakin nyaman.

    Suasana Danau Ciperna yang asri dan adem di CirebonSuasana Danau Ciperna yang asri dan adem di Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

    Sedikit berbeda dengan di tempat lain, di sekitar danau tidak ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Hal ini membuat suasana Danau Ciperna terasa semakin asri dan menenangkan.

    Selain bisa menikmati suasana danau yang asri dengan cara duduk santai atau berjalan kaki mengelilingi danau, pengunjung juga bisa memancing ikan di Danau Ciperna. Sore itu, tampak beberapa orang sedang memancing ikan sambil menikmati suasana Danau Ciperna.

    Salah satu pengunjung yang sering datang ke Danau Ciperna adalah Sendi (21). Menurut dia, Danau Ciperna memiliki suasana yang adem dan nyaman, sehingga cocok dijadikan tempat untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.

    “Nyaman, adem di sini, apalagi jaraknya nggak jauh dari rumah juga, paling berapa menit, ” tutur Sendi, Rabu (5/4/2025).

    Senada dengan Sendi, Doni (22), juga merasa nyaman untuk menghabiskan waktu sore di Danau Ciperna. Menurutnya, meski letaknya di perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon, namun, masih banyak orang yang belum tahu tentang adanya Danau Ciperna.

    Selain nyaman, tidak ada tiket masuk atau biaya parkir di Danau Ciperna, pengunjung hanya perlu memarkirkan kendaraannya dengan tertib di sekitar danau.

    “Kayak tempat hidden gems lah karena masih banyak orang yang belum tahu, padahal lokasinya deket, jadi rasanya nyaman, masih asri, adem juga, nggak terlalu ramai, apalagi di sini masuknya nggak bayar juga, masih gratis, rekomendasi buat yang mau ngabisin waktu sore,” tutur Doni.

    Cara Menuju ke Danau Ciperna

    Danau Ciperna sendiri berlokasi di Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Dari Terminal Bus Harjamukti, Kota Cirebon hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk sampai ke Danau Ciperna.

    Untuk rutenya, dari Terminal Bus Harjamukti, bisa langsung belok kiri di Jalan Ahmad Yani lurus terus menuju Jalan Raya Ciperna sampai terlihat gapura kecil sebelah kiri di Jalan Cirebon-Cilimus.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Habis Dipakai Long Weekend, Ini 10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa



    Jakarta

    Bagi Anda yang bepergian menggunakan mobil pribadi saat momen long weekend pekan lalu jangan lupa mengecek sepuluh komponen yang ada di kendaraan Anda, apalagi jika mobil yang digunakan adalah jenis hybrid. Hal ini bertujuan untuk memastikan mobil hybrid Anda tetap terjaga kondisinya dan siap digunakan lagi buat aktivitas harian.

    10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, berikut 10 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh:

    1. Ban

    Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.


    Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol. Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Shock absorber tak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan juga kemudi tetap bisa bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan sampai kerusakan pada part kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian maupun saat menemani wisata libur panjang.

    3. Motor Listrik

    Komponen lain yang wajib dicek adalah motor listrik mobil hybrid. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerja motor listrik terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak. Pastikan tidak ada masalah pada parts penting ini dengan melakukan servis berkala.

    4. Baterai Hybrid

    Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, juga air. Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

    Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil, tapi juga menjalankan mobil, supaya performa baterai tetap terjaga.

    5. Rem

    Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambah cairan rem bila kurang.

    6. Oli Mesin

    Mesin mobil hybrid butuh perawatan oli supaya dapat bekerja dengan baik. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air. Ganti oli mesin setiap 6 bulan bersamaan dengan servis berkala.

    7. Radiator Coolant

    Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat. Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

    8. Cairan Kendaraan Lainnya

    Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

    9. Kabin

    Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

    10. AC

    AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun. Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

    Langkah pemeriksaan dan perbaikan di atas belum tentu dapat dilakukan sendiri, khususnya komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai hybrid. Daripada salah, solusinya adalah servis berkala di bengkel Auto2000 yang sudah memenuhi standar Toyota global untuk mengurus mobil hybrid.

    Servis berkala sanggup menjaga performa mobil dan selalu hemat bensin. Kegiatan ini dapat segera mendeteksi potensi masalah supaya dapat diperbaiki. Sehingga, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

    “Silakan booking servis berkala mobil hybrid Toyota sebagai persiapan berkendara harian dan wisata di masa libur sekolah. AutoFamily juga bisa memanfaatkan armada THS – Auto2000 Home Service siap memberikan layanan servis berkala kendaraan elektrifikasi Toyota di lokasi pelanggan,” ucap Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Rekomendasi Kegelapan Kaca Film Mobil



    Jakarta

    Penggunaan kaca film biasanya digunakan untuk kenyamanan, keamanan, maupun privasi pengemudi dan penumpang. Tetapi, memilih tingkat kegelapan kaca film tidak boleh dilakukan sembarangan.

    Linda Widjaja, Vice President PT V-Kool Indo Lestari menyebutkan beberapa rekomendasi tingkat kegelapan kaca film. Tingkat kegelapan kaca mengacu pada standar visible light transmission (VLT).

    Pertama untuk kaca depan, Linda menyebut tidak boleh lebih dari 40 persen.


    “Tentu untuk kaca depan baiknya tidak terlalu gelap, 30 sampai 40 persen masih oke,” kata dia di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2025).

    Jika kaca depan terlalu gelap bisa mengganggu visibilitas pengemudi, terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk.

    “Sekali lagi tergantung daripada selera masing-masing. Di beberapa daerah itu mereka suka memakai kaca yang gelap-gelap, biar pun kaca depan. Tapi kita sangat kita tidak sarankan, karena saat hujan itu akan mengganggu,” jelas dia.

    Dia melanjutkan kaca samping dan belakang tidak boleh lebih gelap dari 80 persen. Artinya minimal 20 persen harus ada cahaya yang masuk.

    “Kaca samping dan belakang maksimum 80 persen,” kata dia.

    V-Kool di GIIAS 2025

    Pada gelaran GIIAS 2025, PT V-Kool Indo Lestari selaku agen pemegang merek kaca film V-Kool di Indonesia, menampilkan beragam inovasi terkini yang menggabungkan performa teknis unggulan dan sentuhan estetika modern di area seluas 104 meter persegi di Pre Function Hall 9.

    V-Kool memperkenalkan dua produk andalan. Yang pertama adalah V-KOOL Ultimate Solitaire Series, sebuah kaca film canggih dengan teknologi XIR yang memberikan tingkat penolakan panas tertinggi di kelasnya. Teknologi ini mampu menghadirkan kenyamanan maksimal bagi pengendara tanpa mengorbankan tampilan visual kendaraan.

    Lanjut kedua adalah V-Kool Paint Protection Film (PPF), solusi perlindungan cat mobil dari goresan dan cuaca ekstrem tanpa mengurangi estetika mobil.

    Selama GIIAS 2025, V-kool memberikan potongan harga hingga 30% untuk setiap pembelian kaca film full body, mencakup kaca depan, samping, dan belakang. Sebagai bonus tambahan, setiap pembelian kaca film minimal Rp 5 juta, konsumen akan mendapatkan topi original New Era.

    Untuk pembelian V-Kool PPF Full Wrap bisa mendapatkan potongan tambahan Rp 3juta atau gratis kaca film depan saja,- kaca film ini bisa dipasang di mobil lain jika diinginkan.

    Selanjutnya Free Coating Premium sebelum pemasangan PPF, Free Screen Protector PPF, serta Free Asuransi 1 Tahun. Promo ini sangat terbatas selama pameran.

    Selama pameran GIIAS 2025, setiap pembelian produk V-KOOL memberi kesempatan untuk memenangkan satu dari tiga pasang sepatu Nike custom edisi spesial.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Terkuak, Jakarta Kalah Macet dari Bandung



    Jakarta

    Kemacetan lalu lintas masih menjadi momok di banyak kota besar, tak terkecuali di Indonesia. Platform TomTom Traffic baru saja merilis daftar kota termacet di dunia dan hasilnya cukup mengejutkan. Kota mana saja yang masuk daftar?

    TomTom Traffic Index enggak cuma asal tebak, namun memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail. Termasuk, memakai ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD) yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data itu didapat dari fitur GPS di perangkat pengguna.

    Metode ‘Detektif’ Kemacetan Ala TomTom Traffic

    TomTom Traffic ini seperti detektif yang menganalisis kemacetan. Mereka enggak cuma lihat jalanan yang macet, tapi juga faktor-faktor lain yang bikin macet makin parah. Ada tiga faktor utama yang mereka amati.


    Yang pertama, faktor kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya, kemudian faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Kemudian, yang ketiga adalah faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

    Dengan faktor-faktor itu, bisa diketahui kapan jalanan seharusnya lancar. Dengan menggabungkan semua data ini, TomTom Traffic bisa memetakan kota mana yang paling ‘menyiksa’ buat para pengendara.

    Kota-Kota ‘Neraka’ Lalu Lintas di Indonesia

    Ini dia daftar kota termacet di Indonesia:

    1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
    2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
    3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
    4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
    5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik

    Kota Termacet di Dunia

    Ternyata, kota termacet di dunia itu ada di Barranquilla, Kolombia. Waktu tempuh rata-rata per 10 km di sana mencapai 36 menit 6 detik! Wah, bisa sembari nonton drakor di jalan tuh!

    Kalau di Asia, kota termacetnya ada di Kolkata, India. Waktu tempuh per 10 km di sana mencapai 34 menit 33 detik.

    Di Asia Tenggara, kota termacetnya ada di Davao City, Filipina. Waktu tempuh mencapai 32 menit 59 detik untuk jarak 10 km. Filipina juga enggak mau ketinggalan macetnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com