Tag: d1

  • Beasiswa SDM Sawit 2025 Kementan D1-S1, Kuliah Gratis & Dapat Uang Saku-Buku


    Jakarta

    Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian membuka pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2025. Beasiswa ini berlaku untuk kuliah D1, D2, D3, D4 hingga S1.

    Melansir laman resminya, Beasiswa SDM Sawit diperuntukkan bagi pekebun, keluarga pekebun kelapa sawit, karyawan/pekerja pada usaha kelapa sawit, pengurus kelembagaan pekebun pada usaha kelapa sawit, pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit, Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang kelapa sawit, dan penyuluh yang bekerja di perkebunan kelapa sawit.

    Apa saja bantuan yang didapat dari beasiswa ini? Lalu, apa saja syaratnya? Simak selengkapnya, ya.


    Beasiswa SDM Sawit 2025

    Beasiswa Kementan ini meliputi:

    • Biaya pendidikan penuh
    • Uang saku
    • Uang buku
    • Transportasi rumah ke kampus
    • Biaya wisuda
    • Magang di perkebunan besar
    • Sertifikat kompetensi

    Syarat Daftar Beasiswa SDM Sawit 2025

    • Pasfoto ukuran 4×6 dengan latar belakang biru (berpakaian formal dan rapi)
    • Berusia maksimal 23 tahun pada 31 Mei 2025
    • KTP/surat keterangan domisili
    • Kartu Keluarga
    • Akta kelahiran/surat keterangan lahir
    • Surat keterangan hasil tes buta warna dari dokter
    • Ijazah/surat keterangan lulus bagi lulusan SMA/sederajat dan rapor semester 1-5 dengan nilai rata-rata minimal 7, sementara bagi peserta dari daerah Nusa Tenggara, Papua dan 3T minimal 6
    • Ijazah/surat keterangan lulus bagi lulusan perguruan tinggi dan transkrip nilai dengan IPK minimal 2,75, sementara bagi pendaftar dari daerah Papua, Nusa Tenggara, dan 3T minimal 2,50
    • Pernyataan izin mengikuti pendidikan bagi yang belum menikah dari orang tua
    • Pernyataan tidak menempuh perkuliahan
    • Pernyataan bersedia mengelola kelembagaan pekebun sendiri atau bekerja di industri perkelapasawitan atau menjadi penyuluh atau petugas pendamping setelah menyelesaikan pendidikan
    • Pernyataan bersedia tidak mengikuti pendaftaran di periode berikutnya
    • Surat keterangan tidak mampu secara ekonomi dari kepala desa

    Syarat Tambahan

    1. Pekebun dan Keluarga Pekebun Kelapa Sawit

    • Legalitas lahan berupa sertifikat hak milik, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, dasar penguasaan tanah, surat keterangan tanah, sporadik, girik (letter c), akta jual beli (AJB), legalitas tanah lainnya
    • Jika sertifikat hak milik berbeda dengan identitas pekebun maka dilengkapi dengan surat keterangan dari kepala desa
    • Pernyataan pekebun bermeterai

    2. Karyawan/Pekerja pada Usaha Perkebunan Kelapa Sawit

    • Surat keterangan bekerja dari pemilik usaha/pemberi kerja/pimpinan unit/atasan langsung yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah bekerja minimal selama 2 tahun
    • Surat izin/tugas belajar dari pemilik usaha/pemberi kerja/pimpinan unit, untuk karyawan/pekerja tetap
    • Surat keterangan bekerja dari pemilik usaha/pemberi kerja/pimpinan unit dan diketahui oleh kepala desa atau yang disebut nama lain, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah bekerja minimal selama 2 tahun, khusus bagi karyawan/pekerja dengan upah harian/borongan

    3. Keluarga Karyawan/Pekerja pada Usaha Perkebunan Kelapa Sawit

    • Surat keterangan bekerja dari pemilik usaha/pemberi kerja/pimpinan unit/atas langsung yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah bekerja minimal selama 2 tahun, khusus bagi karyawan/pekerja tetap
    • Surat keterangan bekerja dari pemilik usaha/pemberi kerja/pimpinan unit dan diketahui oleh kepala desa atau yang disebut nama lain yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah bekerja minimal selama 2 tahun, khusus bagi karyawan/pekerja dengan upah harian/borongan

    4. Pengurus Kelembagaan Pekebun Kelapa Sawit

    • Penetapan/keputusan legalitas pengurus kelembagaan Pekebun Kelapa Sawit yang telah duduk paling sedikit selama 2 tahun

    5. Pengurus Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit

    • Penetapan/keputusan legalitas pengurus asosiasi Pekebun Kelapa Sawit yang telah duduk paling sedikit selama 2 tahun

    6. ASN yang Bertugas di Bidang Perkelapasawitan

    • Keputusan pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)
    • Surat penugasan di unit kerja yang membidangi Perkebunan Kelapa Sawit
    • Keputusan tugas belajar dari Pejabat Pembina Kepegawaian unit kerja asal
    • Surat keterangan komitmen dari pejabat yang membidangi sumber daya manusia unit kerja asal untuk ditugaskan kembali pada bidang usaha Perkebunan Kelapa Sawit setelah lulus

    7. Penyuluh di Wilayah Perkebunan Kelapa Sawit

    • Keputusan pengangkatan sebagai penyuluh
    • Surat penugasan pada wilayah Perkebunan Kelapa Sawit oleh pejabat yang berwenang

    Cara Daftar Beasiswa SDM Sawit 2025

    • Membuat akun di laman pendaftaran yakni https://www.beasiswasdmsawit.id/
    • Memilih program studi untuk satu perguruan tinggi (urutan prodi menyatakan prioritas pilihan)
    • Peserta mendapatkan User ID dan PIN
    • Login kembali ke laman https://www.beasiswasdmsawit.id/ dengan memasukkan User ID dan PIN
    • Mengubah foto akun pendaftar (foto resmi terbaru)
    • Mengisi biodata dan upload dokumen
    • Sebelum penguncian data, seluruh data yang diisikan pada akun pendaftar harus dipastikan kebenarannya
    • Peserta yang sudah “Finalisasi Data” dapat melihat status kelulusan administrasi di website https://www.beasiswasdmsawit.id/.

    Status kelulusan administrasi dapat dilihat 2-3 hari setelah peserta melakukan finalisasi data.

    Jadwal Seleksi Beasiswa SDM Sawit 2025

    • Sosialisasi beasiswa: 16-31 Mei 2025
    • Pembukaan pendaftaran: 17 Mei 2025
    • Seleksi administrasi: 17-31 Mei 2025
    • Seleksi wawancara/akademik (online): 21 Juni-21 Juli 2025
    • Pengumuman: 15 Agustus 2025
    • Pendaftaran ulang: 15-22 Agustus 2025
    • Kuliah perdana: September 2025

    Bagi penerima beasiswa nantinya akan berkuliah di perguruan tinggi mitra. Daftar perguruan tinggi dan program studi bisa dilihat DI SINI ya. Selamat mencoba!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Aman, Begini Posisi Gigi Matic Saat Terjebak Macet Mudik


    Jakarta

    Kemacetan sering terjadi di jalur mudik. Buat detikers pengguna mobil matic, kalian mungkin masih bingung bagaimana posisi gigi matic saat terjebak macet mudik di jalan datar maupun tanjakan.

    Hal ini penting diketahui, terutama bagi orang yang masih baru menggunakan mobil matic. Sebab jika salah, dikhawatirkan akan merusak komponen, tidak kuat menanjak saat di posisi tanjakan, atau bahkan kecelakaan.

    Dalam artikel ini akan kita ulas posisi gigi matic saat terjebak macet mudik di jalan datar dan tanjakan, lengkap dengan tips menggunakan mobil matic.


    Kenali Transmisi Mobil Matic

    Sebelumnya, detikers harus memahami dengan baik apa saja transmisi pada mobil matic. Dikutip dari laman Daihatsu, berikut ini beberapa transmisi atau gigi pada mobil matik:

    • P (park atau parkir): digunakan untuk memarkirkan mobil, sehingga transmisi terkunci dan mobil tidak akan bergerak.
    • R (reverse atau gigi mundur): digunakan untuk bergerak mundur.
    • N (netral): Pada kondisi ini, mesin dan transmisi tidak terhubung, sehingga pedal gas tidak akan menggerakkan mobil saat diinjak.
    • D (drive atau jalan maju): Pada posisi D, perpindahan gigi dari 1 sampai tertinggi akan berpindah otomatis.
    • D2 (drive dengan gigi tertinggi di gigi 2): Kecepatan akan dibatasi sampai gigi 2, namun tarikan awalnya lebih ringan daripada D.
    • L atau D1 (drive dengan gigi tertinggi di gigi 1): Kecepatan akan dibatasi di gigi 1. Tarikannya lebih ringan daripada D2.

    Posisi Gigi Matic Saat Macet di Jalan Datar

    Ketika posisi lalu lintas tidak terlalu macet, detikers bisa tetap menggunakan gigi atau transmisi D dan menginjak rem saat dibutuhkan. Tapi hal ini berbeda jika lalu lintas cukup macet hingga membutuhkan waktu berhenti sejenak.

    Berdasarkan catatan detikOto, Technical Team Aftersales Support Dept.Auto2000 Gesang Pranoto menjelaskan sebaiknya detikers menggunakan transmisi N jika harus berhenti sejenak seperti saat berada di lampu merah. Tidak disarankan menggunakan gigi D saat berhenti.

    “Nah di lampu merah kan kita menginjak rem, kendaraan ditahan rem nah beban transmisi ditahan komponen rem, maka dari itu sebaiknya itu posisi di N atau P agar posisinya bebas tidak terbebani,” lanjut Gesang.

    Posisi Gigi Matic Saat Macet di Tanjakan

    Saat di tanjakan, detikers juga sebaiknya menghindari menggunakan gigi D saat macet karena akan berat untuk menanjak. Kamu bisa menggunakan gigi D2, tetapi mungkin masih agak berat, sehingga lebih baik menggunakan D1.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan jika kondisinya macet yang mengharuskan berhenti sejenak, maka detikers bisa menggunakan transmisi N.

    “Macet di tanjakan saat pakai matik memang berisiko stuck kalau gear selalu diposisikan stay di D. Jadi manfaatkan gear N kalau lebih dari 20 detik berhentinya dan jaga jarak untuk stop and go,” kata Sony kepada detikoto.

    Tips Menggunakan Mobil Matic Saat Macet

    Dilansir dari situs Wuling, berikut ini beberapa tips menggunakan mobil matic saat macet:

    1. Perhatikan Kondisi Jalan

    Saat memilih rute mudik, sebisa mungkin untuk mengenali kondisi jalan yang akan dilewati. Titik mana saja yang biasanya macet, titik mana yang curam. Selain itu, perhatikan rambu-rambu apakah akan ada tanjakan atau turunan.

    Dengan mengetahuinya, detikers bisa bersiap-siap mengganti tuas transmisi sebelum mencapai titik tanjakan, sehingga memberikan daya luncur stabil.

    2. Gunakan Gigi yang Tepat

    Gunakan gigi yang tepat sesuai dengan kondisi kemacetan. Jika harus berhenti sejenak, gunakan N daripada D agar tidak membebani rem. Jika berada di tanjakan curam, gunakan L atau D1 agar memberi daya dorong lebih.

    3. Hindari Menginjak Rem dan Transmisi Bersamaan

    Rem tangan maupun kaki dibutuhkan saat memindahkan transmisi, tapi jangan terlalu kencang menekan rem. Rem tangan dan kaki juga tak boleh digunakan bersamaan.

    Hindari juga menginjak rem dan memindahkan transmisi bersamaan. Gunakan rem secukupnya sambil perlahan mengoper gigi ke posisi L, D1, atau ke D2.

    4. Berhenti Sejenak

    Jika melewati tanjakan curam yang panjang dan macet, ada baiknya untuk berhenti sejenak. Jika menanjak secara terus-menerus, maka daya dorong mobil akan semakin lemah.

    5. Biasakan Mengendarai Mobil Matic

    Sebaiknya jangan mendadak menggunakan mobil matic untuk mudik. Biasakan terlebih dahulu mengendarainya sebelum mudik agar terbiasa, sehingga bisa memiliki refleks bagus dalam mengendarai mobil.

    Nah, dengan menerapkan posisi gigi matic saat terjebak macet, detikers bisa lebih nyaman dalam mengemudi dan komponen kendaraan pun tetap awet.

    (bai/fds)



    Sumber : oto.detik.com