Tag: dana beasiswa

  • Beasiswa FIFGROUP Young Leader 2024, Mahasiswa Bisa Dapat Rp 9 Juta



    Jakarta

    FIFGROUP membuka pendaftaran beasiswa FIFGROUP Young Leader (FYL) 2024 bagi mahasiswa. Masa pendaftaran akan ditutup pada 1 September 2024.

    Beasiswa FIFGROUP Young Leader adalah salah satu program corporate social responsibility (CSR) FIFGROUP, member of Astra, yang berupa dana beasiswa dan pengembangan kompetensi. Penerima beasiswa akan menjalani berbagai pelatihan dan program magang di perusahaan pembiayaan ini.

    Tahun ini, beasiswa FYL akan disediakan untuk 35 mahasiswa terpilih. Setiap penerima beasiswa berhak atas dana sebesar Rp 9 juta, pembekalan berupa workshop pendidikan dan dunia kerja, serta kesempatan untuk menjadi karyawan tetap setelah lulus dari program beasiswa.


    Berminat mendaftar, detikers? Simak informasi lebih lanjut di bawah ini.

    Syarat Beasiswa FIFGROUP Young Leader 2024

    1. Mahasiswa S1 semua jurusan
    2. Berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS)
    3. Sedang menempuh kuliah minimal semester 5
    4. Mendapatkan surat rekomendasi dari dosen
    5. Indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.25 bagi mahasiswa PTN dan minimal 3,50 bagi mahasiswa PTS dari skala 4.0
    6. Tidak sedang mengikuti beasiswa lain
    7. Follow akun Instagram @growingatfifgroup dengan akun media sosial pribadi
    8. Pada akun Instagram pribadi tersebut, unggah foto menggunakan twibbon FYL 2024 dari https://bit.ly/FYL-2024 dan sertakan hashtag #FYL2024 #FIFGROUPYoungLeader2024
    9. Pada akun Instagram pribadi yang sama, unggah poster https://bit.ly/FYL-2024 di Instastory dan tag 5 teman

    Tips Mendaftar Beasiswa

    Penerima beasiswa FYL 2023, Kevin Laurent Oktavian Putra, membagikan tips & trik persiapan pendaftaran & rekrutmen beasiswa FYL 2024. Ia menyarankan mahasiswa untuk memastikan CV yang diunggah merupakan CV terbaru dan sudah terstruktur sehingga lebih mudah melalui screening staf human resources (HR).

    “Aku harus bisa nyari-nyari template CV ATS yang paling efektif dan paling komprehensif, biar kalau dibaca tuh gampang,” tutur Kevin, dikutip dari akun Instagram @growingatfifgroup.

    Mencari tahu materi-materi tes, khususnya psikotes pada tahap seleksi, menurutnya juga penting agar pendaftar bisa menyiapkan diri. Baginya mempelajari materi psikotes yang diperkirakan akan keluar membantunya yang saat itu baru pertama kali menjalaninya.

    Awardee FYL 2023 lainnya, Putra Adhli Falah, menuturkan persiapan interview dan business idea presentation juga penting. Sebab, tahap seleksi ini menurutnya paling menantang.

    “Kita cuma dikasih waktu satu hari, di situ kita harus ngerjain presentasi. Gimana caranya kita bisa nyajiin PPT yang baik, selain dari segi visual, juga dari segi kontennya. Itu aku coba aplikasiin Business Model Canvas business idea presentation,” ucapnya.

    Soal tahap wawancara, Adhli menyarankan pelamar beasiswa untuk mendalami profil perusahaan yang menyediakan beasiswa.

    “Coba explore company profile, karena pasti akan ngebantu saat interview,” pungkasnya.

    tags
    beasiswa
    beasiswa kuliah
    beasiswa s1
    Show quoted text
    siap makasi nov
    Show quoted text

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Naikkan Gaji Alumni LPDP atau Alihkan Dana Beasiswa buat Gaji Peneliti


    Jakarta

    Pengamat pendidikan Ina Liem menilai adanya penerima beasiswa LPDP yang enggan pulang ke Tanah Air merupakan tamparan bagi Indonesia. Ia menilai alasannya antara lain karena masalah finansial usai sepulangnya dari studi di luar negeri.

    “Saya rasa juga ini tamparan buat kita karena kalau mereka kembali itu juga kita kadang kurang menghargai juga dalam hal finansial. Kita tahu lah ya, kalau scientist, peneliti di luar negeri itu mapan. Tapi, kalau di Indonesia (tidak) karena ekonomi kita belum berbasis inovasi,” ucap Ina, dikutip dari 20detik, Kamis (7/11/2024).

    Ia mencontohkan, inovasi pengobatan dari ilmuwan di luar negeri yang kemudian diproduksi massal dapat mendatangkan pemasukan besar ke negaranya. Atas capaiannya tersebut, negara kemudian dapat memberikan penghargaan finansial yang layak bagi talenta dalam negerinya.


    “Misalnya negara maju menemukan obat, dijual ke seluruh dunia. Uang masuk ke negaranya sehingga negaranya mampu bayarin si penelitinya lebih gede karena berkat satu orang ini negara mendapatkan pemasukan,” terangnya.

    “Karena kita belum, jadi dampaknya juga ke gaji peneliti juga di Indonesia. Nggak bisa dibandingin sama yang di luar negeri. Akhirnya itu, nggak menarik buat lulusan luar untuk kembali ke Indonesia nah ini kan jadi kayak bola salju nih,” ucapnya.

    Opsi Gaji Setara Luar Negeri

    Ia menilai negara perlu berani menghargai lulusan luar negeri dengan layak sehingga mau kembali ke Tanah Air.

    “Kalau memang ada pendanaan, ya kita harus berani juga menggaji para lulusan luar negeri, (besarnya) harus juga cukup setara dibandingkan dengan mereka tinggal di sana (luar negeri),” ucapnya.

    Opsi Alih Dana Beasiswa ke Gaji Peneliti Dalam Negeri

    Di sisi lain, Ina sepakat atas adanya evaluasi beasiswa LPDP untuk memastikan kinerja program berlangsung efektif sesuai tujuan awal pembentukannya.

    Menyikapi sejumlah keluhan terkait beasiswa LPDP, termasuk keengganan penerima beasiswa untuk berkontribusi bagi negara, ia menilai anggaran beasiswa LPDP juga dapat dialihkan untuk meningkatkan gaji peneliti dalam negeri.

    “Bisa saja tadi kalau dirasa manfaatnya enggak ada, jadi dananya bisa dialihkan untuk mungkin gaji peneliti, supaya kita bisa berinovasi yang dampaknya itu tadi, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dibanding dengan risiko-risiko tadi kalau mereka nggak kembali (ke Tanah Air),” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com